Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
Not a member yet
    277 research outputs found

    POTENSI SUMBERDAYA AIR SEBAGAI PENDUKUNG SITUS SURAWANA DI KABUPATEN KEDIRI JAWA TIMUR

    No full text
    Jaman dahulu manusia telah mempunyai pengetahuan atau teknologi dalam hal pengelolaan lingkungan untuk mendapatkan sumberdaya air. Pengetahuan ini juga berlaku pada masyarakat pendukung situs Surawana, mereka peroleh melalui pengalaman hidup yang sering mereka alami. Sejauhmana masyarakat pendukung memanfaatkan sumberdaya air untuk menunjang kelangsungan hidup mereka. Tujuan dari penelitian ini untuk dapat menjadi pengetahuan masyarakat masa sekarang sekitar situs dalam memanfaatkan sumberdaya air tersebut. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data melalui pendokumentasian dan pengelompokan data yang akhirnya diinterpretasikan. Hasil dari penelitian ini, masyarakat pendukung situs Surawana telah mampu menjaga kelestarian lingkungan terutama vegetasi. Selain itu, terdapat terowongan yang menjadi pendistribusian sehingga air dapat tersediadibadian hulu sampai hilir dengan kualitas dan kuantitas yang diharapkan

    ALUK TODOLO DALAM TATANAN KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT TORAJA

    No full text
    Aluk todolo telah menjadi pedoman secara universal bagi masyarakat Toraja jauh sebelum datangnya ajaran agama Kristen dan Islam. Ajaran ini telah terdistorsi dengan berbagai macam pengaruh baik dari luar maupun pemahaman masyarakat yang telah berkurang. Penulisan ini bertujuan untuk melestarikan ajaran aluk todolo sebelum akhirnya hilang. Metode yang digunakan berbentuk pengumpulaan data dan survei mengenai ajaran tersebut yang ditelusuri dari tokoh-tokoh masyarakat atau tominaa yang masih memahami ajaran aluk todolo. Hasil yang diperoleh bahwa ajaran aluk todolo masih dapat ditelusuri sehingga usaha untuk mewariskan kepada generasi berikutnya masih dapat terlaksana. Ajaran ini juga mengandung aturan yang harus dipatuhi oleh penganutnya. Aluk todolo memenuhi segala aspek kehidupan manusia penganutnya

    KOMPLEKS MEGALITIK SEWO, SOPPENG: TINJAUAN AWAL TERHADAP PERIODISASI DAN INTERPRETASI

    No full text
    Bangunan megalitik ditemukan tersebar luas hampir diseluruh kepulauan Indoonesia, salah satunya dapat disaksilakan pada situs Sewo, Soppeng. Situs Sewo telah banyak diungkap yang sifatnya deskriptif, maka kali ini penelitian akan mengungkap mengenai periodesasi dan fungsi dari situs Sewo, yang bertujuan untuk menggambarkan periodesasi dan fungsi situs megalitik Sewo, Soppeng. Metode yang digunakan yaitu melakukan suatu perbandingan dengan situs megalitik yang masih berlanjut berdasarkan gejalan aktivitas masyarakat maupun pola penempatan megalitnya melalui studi etnoarkeologi serta melakukan ekskavasi untuk menghimpun data yang diperlukan kemudian memberikan hipotesa sebagai kesimpulan. Hasil yang diperoleh bahwa situs Sewo sebagai tempat suci yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dan sebagai tempat pelantikan seorang pemimpin yang terlihat dari pola penempatannya

    INTERAKSI MANUSIA TERHADAP BINATANG DI GUA BATTI

    Get PDF
    Gua Batti terletak di Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Keberadaan tulangfaunamenjadi data utama untuk menerangkan tingkah laku manusia yang mendiami Gua Batti.Adapun metode yang digunakan adalah pengumpulan data dengan ekskavasi dan identifikasi jenis fauna melaluipendekatan biologi. Kemudian data dieksplanasi dengan memperhatikan tingkah laku budaya dalamarkeologi. Deposit tulang di Gua Batti didominasi jenis binatang mamalia besar yang terdiri dari anoa danbabi serta menunjukkan kesamaan dengan jenis binatang lukisan pada dinding gua. Penghuni Gua Battiberburu binatang dan mengolah sisa makanannya sebagai artefak, melaksanakan ritual dan mengenal tabu.Gua Batti dihuni oleh dua pendukung kebudayaan yang berbeda dalam masa yang berbeda pula

    Cover

    No full text

    SITUS LAKUKANG, BONE SELATAN: INDIKASI PEMUKIMAN MEGALITIK

    No full text
    Tulisan ini mencoba menampilkan karakteristik data bercorak megalitik dalam hubungannya dengan konteks permukiman. Penelitian ini dilakukan di Situs Lakukang Desa Lakukang, Kecamatan Mare Kabupaten Bone. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan ditemukan beberapa data arkeologis berupa lumpang batu, batu dakon, susunan batu temu gelang, umpak batu, keramik serta makam kuno. Kemudian melalui analisis yang dilakukan disimpulkan bahwa, pertama Situs Lakukang selain merefleksikan lokus pemujaan juga sebagia ruang pemukiman. Kedua terdapat pengaturan ruang skala mikro yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan situs Lakukang

    Indeks Penulis

    No full text

    LUMPANG BATU DAN SISTEM PERTANIAN AWAL PADA MASYARAKAT SULAWESI SELATAN

    No full text
    Kehidupan masa bercocok tanam telah muncul hasil hasil kebudayaan yang bersifat monumental, salah satunya bangunan megalit yang ditujukan pada pemujaan arwah leluhur. Penelitian ini mengenai bagaimana hubungan antara tradisi bercocok tanam di Sulawesi selatan, yang bertujuan untuk membahas tinggalan megalit lumpang batu dan peranannya dalam sistem pertanian, baik kepentingan sosial maupun religius. Metode yang diterapkan berupa pengumpulan data pustaka yang diolah untuk menghasilkan interpretasi data. Hasil yang diperoleh bahwa tradisi bercocok tanam dan tradisi megalitik dapat dikatakan tumbuh dan berkembang bersamaan serta saling mendukung satu sama lainnya. Tradisi megalitik bersifat religius dan tradisi bercocok tanam bersifat ekonomis

    MANFAAT PELESTARIAN WARISAN BUDAYA BAWAH AIR

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai pemanfatan dari peninggalan arkeologi bawah air serta kendala-kendala yang sedang dihadapi dalam pemanfaatan sumberdaya arkeologi bawah air. Hal ini bertujuan untuk penelitian arkeologi bawah air dapat lebih diperhatikan dan tidak hanya melakukan penelitian yang berorientasi ke arah daratan saja. Hasil yang diperoleh dari berbagai ulasan manfaat warisan budaya bawah air dan kendala yang dihadapi memperlihatkan bahwa dalam pemanfaatan warisan budaya bawah air sangat terkait dengan tersedianya sumberdaya manusia yang mumpuni serta sarana-prasarana yang memadai sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan ini juga dapat berjalan dengan baik apabila diikuti dengan penerapan peraturan perundangan yang berlaku

    MENHIR SIGUNTU, TORAJA

    No full text
    Tradisi megalitik sebagai salah satu kebudayaan masa lampau yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. Peninggalan megalit sangat berkaitan erat dengan pemujaan arwah leluhur. Tulisan ini akan memusatkan perhatian selain pada fungsi juga pola penempatannya terhadap penggunaan ruang. Studi ini dilakukan untuk melihat peranan menhir secara keseluruhan dalam kehidupan masyarakat Toraja melalui pembahasan terhadap menhir Siguntu di kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Tana Toraja. Tujuannya untuk mengetahui fungsi dari menhir Siguntu. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data yang dilanjutkan dengan analisis artefak dan konteks pada objek penelitian. Hasil yang diperoleh menhir Siguntu, selain berkaitan dengan upacara penguburan, menhir Siguntu juga berkaitan dengan pemujaan pada arwah leluhur. Selain itu, penempatan kompleks menhir Siguntu yang relatif berada di tengah-tengah berbagai elemen pemukiman, memberikan asumsi bahwa menhir Siguntu dianggap sebagai pusat dalam melakukan hubungan dengan roh leluhur.

    36

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇