Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
Not a member yet
277 research outputs found
Sort by
KERAJAAN TANETE ABAD XVI-XIX: ASPEK SEJARAH DAN ARKEOLOGI
Tulisan ini mencoba mengungkapkan sebuah seajarah tradisi besar kerajaan Tanete yang sangat kurang di kenal dalam historiografi Sulawesi Selatan. Pembahasan di dalamnya bersifat deskriptif yang menjelaskan tentang kisah-kisah sejarah dan temuan Arkeologi yang terkait dengan kerajaan Tanete. Berdasarkan hasil dari kajian pustaka, disimpulkan bahwa menurut sumber sejarah dari beberapa buku dan naskah Lontara memuat cerita atau sejarah tentang kerajaan-kerajaan Tanete, yang relefan dengan hasil penelitian mengenai makam kuna raja-raja yang ada di sekitarnya
POTENSI GUA DALAM PENELITIAN ARKEOLOGI DAN PROSPEK WISATA MINAT KHUSUS
Tulisan ini secara umum memberikan pemahaman tentang nilai penting gua dalam penelitian arkeologi dan potensi wisata yang terkandung di dalamnya. Dari sudut pandang arkeologi gua menyimpan berbagai data penting bagi studi terhadap kondisi masa lalu, seperti lukisan dinding (rock art), endapan-endapan sisa makanan, dan kondisi statigrafi yang sebagian besar masih terjaga dengan sangat baik. Selain itu prospek wisata yang di tawarkan oleh gua-gua yang masih bersifat alami juga tidak kalah menarik untuk di publikasikan kepada masyarakat luas. Melihat berbagai nilai penting yang dimiliki oleh gua-gua tersebut maka perlu dilakukan suatu pengelolaan untuk menjamin keberlangsungan gua-gua beserta potensi yang ada di dalamnya
WAWASAN ANALISA NASKAH LONTARAK UNTUK KEPENTINGAN ARKEOLOGI
Tulisan ini merupakan sebuah penjabaran tentang metode analisa naskah lontarak, untuk membantu kepentingan penelitian arkeologi. Nasakah atu teks-teks lama merupakan sebuah data penting dalam penelitian arkeologi oleh sebab itu, dibutuhkan suatu teknik analisis yang tepat untuk bisa memperoleh informasi yang di butuhkan oleh arkeolog dalam memecahkan masalah-masalah penelitian yang mereka ajukan. Arkeologi dalam penelitian naskah mempunyai tiga tendensi keilmuan khusus yang membedakannya dengan tujuan studi filologi yaitu tendensi asrkeolinguistik, tendensi referensial dan tendensi rekonstruksional
POLA FORMULA DALAM TOLOQ RUMPAQNA BONE
Tulisan ini mengangkat Toloq Rumpakna Bone, sebuah sastra bugis yang ditulis sekitar awal abad ke-20. Karya sastra ini berupa manuskrip yang ditulis oleh I Mallaq Arung Manajeng dan memuat kisah peperangan anta kerajaan bone dengan hindia Belanda pada tahun 1905. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menetapkan teks suntingan Toloq Rumpakna Bone dan telaah pola formula. Berdasarkan telaah pola formula, maka formula dalam Tolok Rumpakna Bone dapat dikategorikan dalam formula satu baris dan setengah baris.
KRONOLOGI HUNIAN PRASEJARAH DI GUA BRAHOLO DAN SONG KEPLEK, GUNUNG SEWU
Gua Braholo and Song Keplek are two of the some caves, which have been intensively excavated since 1990's. The research result shows that both caves were occupied by the prehistorically human before the Pleistocene was over. The chronology of occupancy in this area was started from the eldest (Paleolithic) to the youngest one (Paleometallic) which were separated into six periods: Baksosa, Terus, Tabuhan, Keplek, Gupuh, and Klepu. In the Gunung Sewu context, the occupancy in Gua Braholo and Song Keplek were went on from Tabuhan period, continued to Keplek period, and Gupuh period as the occupancy in the early Neolithic. The expansion from period to period be tend to gradual, there was no "repture" to be seen