Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
Not a member yet
    277 research outputs found

    Preface

    No full text

    DESCRIPITION AND PRELIMINARY CHRONOLOGY OF MACASSAR HISTORICAL EARTHENWARE DECORATION

    No full text
    No Abstrac

    MATA PANAH BERGERIGI DARI SITUS PAMANGKULANG BATUA DAN BATANG MATASAPO, SULAWESI SELATAN

    No full text
    Penelitian bersifat deskriptif  yang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang Mata Panah bergerigi dari Situs Pammangkulang Batua dan Batang Matasapo. Melalui survei lapangan yang dilakukan ditemukan beberapa mata panah bergerigi dan tinggalan arkeologis lainnya. Berdasarkan data-data yang diperoleh, disimpulkan bahwa budaya Toala yang menghasilkan mata panah bergerigi tidak hanya didukung oleh manusia yang bermukim di gua-gua, tapi juga manusia yang bermukim di situs terbuka seperti yang terjadi di Situs Pammangkulang Batua dan Batang Matasapo

    Back Cover

    No full text

    Cover

    No full text

    NILAI-NILAI LUHUR ARSITEKTUR RUMAH ADAT “TONGKONAN” TORAJA

    No full text
    Architecture has its own styte, varieties and culture (symbols) which reflected age and area. Tongkonan architecture style reflected the nature and social organization of Toraja people and traditional house func­tions. In Tongkonan, we could see the noble values audits personality. Torujkonan is the symbol of Torajanese life which reflected in their behaviors, manners, rules in this world and within their souls

    Preface

    No full text

    AKTUALISASI POLA HIAS PRASEJARAH DALAM KONTEKS MASA KINI

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang jenis pola hias Indonesia, dengan fokus utama untuk mengetahui melihat adanya semangat pada seni pola hias Indonesia dalam menggunakan kembali pola hias kuna (prasejarah). Melihat hal tersebut maka dilakukan pengumpulan data pustaka kemudian diolah untuk menghasilkan sebuah interpretasi. Berdasarkan hasil analisis tersebut bahwa akulturasi pola hias prasejarah merupakan gejala baru yang menguntungkan kebudayaan Indonesia pada umumnya dan seni rupa pada khususnya, karena pola hias prasejarah yang ditampilkan dalam berbagai media dengan berbagai penerapannya telah menghidupkan kembali symbol-simbol kebudayaan masa lalu

    TINGGALAN MENHIR DI BEKAS KERAJAAN WAJO DAN PENDAHULUNYA

    No full text
    Menhir sebagai tinggalan budaya yang erat hubungannya dengan religi, berkembang pada masa tradisi megalitik. Pesatnya tradisi pemujaan menyebabkan perhatian lebih ditujukan pada kehidupan religi, maka muncul pertanyaan, apakah sebuah masyarakat dengan system politik, ekonomi, dan budaya yang telah berkembang pesat di Wajo masih mewarisi dan menganut system religi pemujaan arwah nenek moyang yang bias dianggap sebagai system religi purba?. Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan budaya megalitik di wilayah Wajo. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data pustaka dan survei lapangan yang kemudian diolah untuk menghasilkan hipotesa. Hasil yang diperoleh menunjukkan tidak semua menhir yang ditemukan difungsikan sebagai media ritual pemujaan arwah leluhur tetapi juga difungsikan sebagai nisan dan batas wanua atau wilayah

    PESTA ADAT MAPPANRE TASI: OBJEK WISATA LAUT DI KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN

    No full text
    Upacara tradisional kaya akan nilai budaya positif yang patut mendapat perhatian, karena banyak kemungkinan yang menjadi penyebab tergesernya upacara tradisional, diantaranya melalui kontak sosial. Salah satu upacara tradisional yang menjadi perhatian berada di Kotabaru, Kalimantan Selatan, yaitu Pesta Adat Mappanre tasi sehingga menarik untuk dikaji. Tujuannya untuk memaparkan transformasi nilai yang terjadi, dipandang dari sudut perubahan sosial budaya dan ekonomi. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data pustaka dan lapangan menyangkut prosesi upacara tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan hipotesa. Hasil yang diperoleh bahwa pelaksanaan pesta adat mappanre tasi bertujuan untuk mengucap rasa syukur kepada tuhan akan rahmat yang diterima berupa ikan laut. Transformasi nilai yang terjadi memiliki dua dampak yaitu positif dan negatif.

    36

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇