MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist, Syari'ah dan Tarbiyah
Not a member yet
    115 research outputs found

    Urgensi Media Audio Visual Dalam Pembelajaran PAI Pada Masa Pandemi Covid-19

    Full text link
    Dalam proses pembelajaran, komunikasi adalah media utama yang digunakan sebagai penyampaian materi oleh guru kepada peserta didik. Pada kondisi pandemi seperti sekarang ini, kegiatan belajar mengajar sangat bergantung pada seorang pendidik.  Seorang pendidik dapat menggunakan berbagai alat untuk menyampaikan materi yang dianggap dapat membantu peserta didik dalam menangkap dan mencerna setiap pembelajaran yang disampaikan oleh guru, alat ini disebut media pembelajaran. Supaya materi ajar yang disampaikan dapat diterima peserta didik, maka dibutuhkan media yang sesuai serta membantu dalam proses penyampaian materi, khususnya dalam pembelajaran PAI. Dimana pembelajaran ini memiliki peran penting dalam tatanan kehidupan manusia, dan sebagai alternatif sebuah media yang berbasis gambar dan suara guna menyampaikan materi pembelajaran pendidikan agama Islam. 

    Konsep Ikhtilaf Dalam Perfektif Imam Syafi’i: Studi Islam Menyoal Perbedaan Sebagai Rahmat

    Full text link
    Setiap manusia mempunyai hak dalam menyampaikan pendapat dalam hal apapun. Namun tidak dalam penentuan sebuah hukum syar‟i. Karena setiap pendapat mengenai hukum syar‟i perlu melalui sebuah proses dan memiliki kriteria khusus di dalamnya. Agar dapat ber-ijtihad dengan baik dan tepat maka harus berlandaskan pada Al-Qur‟an dan as-Sunnah. Setiap imam yang melakukan ijtihad tidak merasa dirinya paling baik, termasuk Imam Syafi‟i di mana beliau melarang muslim saat ini melakukan suatu taqlid. Para imam memiliki sudut pandang yang berbeda, yang menyebabkan terjadinya perbedaan pendapat dikalangan para imam. Hal ini dikarenakan perubahan zaman yang menyebabkan adanya suatu kasus atau permasalahan baru. Dalam hal ini kaum muslim memerlukan suatu kebenaran atas suatu kasus tersebut. Dan para imam ini yang berusaha semaksimal mungkin agar bisa  memberikan fatwa dari kasus atau permasalahan tersebut. Bukan hanya pada kalangan para imam, bahkan para imam bisa hidup harmonis dengan perbedaan yang ada. Berbeda dengan zaman sekarang, yang sering sekali melakukan perdebatan sengit guna mempertahankan pendapatnya sampai tidak menghiraukan akan larangan Allah untuk tidak bercerai berai dan hendaknya untuk terus bersatu

    Kebijakan standar kepemimpinan kepala sekolah pengelola pendidikan

    Full text link
    Masalah ditemui di lapangan saat kepala sekolah belum berhasil membawa lembaganya ke arah tujuan yang ingin dicapai dan meningkatkan mutu pendidikan. Pentingnya artikel ini mewujudkan agar Sekolah dapat mengelola pendidikan dengan baik, berdasarkan kebijakan standar kepemimpinan kepala sekolah sebagai pengelola pendidikan di MTs Insan Kamil Payatiman Purwakarta. Standar Kebijakan berpedoman pada Pertama, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007, tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Kedua, Undang Undang RI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 10. Ketiga, Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI nomor 6 Tahun 2018 Tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Bab III Persyaratan Bakal Calon Kepala Sekolah Pasal 2 (1). Tujuan dalam artikel ini untuk meningkatkan standar kepemimpinan kepala sekolah pengelola pendidikan dan meningatkan mutu pendidikan di Indonesia. Metode penelitian lapangan (field research) bersifat kualitatif deskriptif lokasi di MTs Insan Kamil Payatiman Purwakarta Jawa Barat. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari 2020 sampai April 2020. Analisis data diperoleh dari data primer dan sekunder kemudian di olah, mulai dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji keabsahan data, responden adalah guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tata usaha, siswa dan orang tua juga masyakat. Hasil penelitian Kepala sekolah MTs Insan Kamil Payatiman Purwakarta telah melaksanakan dengan baik fungsi sebagai pendidik, manajer, administrator, supervisor, pemimpin, inovator, wirausahawan. pencipta iklim kerja

    Itibar Al-quran: peran tulang ekor dalam proses penciptaan dan kebangkitan manusia

    Full text link
    Tulang berukuran kecil yang memiliki peranan penting dalam proses kehidupan manusia dari mulai ia diciptakan sampai nanti ia kembali ke asalnya yakni tulang ekor. Dari tulang tersebutlah manusia diciptakan dan akan dibangkitkan kembali. Manusia seringkali meremehkan hal-hal yang kecil, padahal kita dapat menemukan tangan-Nya atau menarik pandangan i’itibar darinya. Karena, tidak ada sesuatu pun yang Allah Swt ciptakan itu tidak memiliki manfaat. Dan dari ciptaan-Nya itulah kita bisa merasakan adanya kehadiran Allah Swt disetiap fenomena. Metode tematik dipilih untuk membahas secara gamblang untuk menjelaskan dan memperkuat fakta-fakta tentang keajaiban tulang ekor dan peran-peranannya serta dilengkapi dengan ayat-ayat al-Qur‟an dan Hadits Nabi. Al-Qur‟an dan sains terintegrasi dalam kajian ilmiah Islam sesuai dengan tujuan al-Qur‟an untuk memberi petunjuk kepada manusia, menetapkan aturan hidup mereka meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Al-Qur‟an yang diturunkan pada 14 abad silam itu mengandung berbagai fakta ilmiah. Dengan keberadaannya, semua makhluk dapat mengenal Allah Swt dan keagungan-Nya. Meskipun ilmu pengetahuan kini berkembang sedemikian pesat, tak satupun teori ilmiah tersebut yang bertentangan dengan al-Qur‟an

    Metode Asy-syahrani dalam Pengembangan Bahan Ajar Faraidh: Studi Kasus pada Kelas XI SMAIT Albinaa Islamic Boarding School Bekasi

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar farâidh dan implementasinya pada peserta didik kelas XI SMAIT ALBINAA IBS serta mengetahui respon peserta didik terhadap penerapan bahan ajar tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode R&D model Dick dan Carey. Uji validitas angket respon siswa menggunakan metode pearson correlation. Uji reliabilitas angket respon siswa menggunakan metode cronbach‟s alpha. Hasil studi menunjukkan bahwa pengembangan buku bahan ajar farâidh dalam riset ini mendapatkan respon positif dari ahli materi (uji validitas 0.83) dan ahli media (uji validasi 0.82). Hasil studi juga didapati bahwa pengembangan buku bahan ajar farâidh yang  disusun secara sistematis, sesuai RPP, tepat dalam pembagian materi, pemberian gradasi warna, dan adanya soal-soal latihan mendapatkan respon positif

    Fenomena Dan Identitas Cadar: Memahami Cadar dalam Kajian Sejarah, Al-Qur’an, Hadis, dan Ijma’

    Full text link
    Cadar merupakan suatu realitas yang problematis dan menjadi topik pembicaraan yang hangat, khususnya dalam kontek Indonesia. Perselisihan tersebut tidak jauh berkutat pada tataran identitas cadar sebagai sebuah budaya atau syariat agama Islam. Kasus tersebut tidak selesai pada perselisihan ideologis bahkan dalam beberapa kasus sampai pada perselisihan secara sosial, seperti stigma masyarakat tentang cadar yang diidentifikasi dalam satu gerakan/kelompok Islam tertentu, cadar sebagai fanomena keislaman yang murni, cadar sebagai identitas budaya Arab, dan bahkan bagian dari identitas budaya agama lain (selain Islam). Kemudian kajian tentang cadar dalam berbagai perspektif menjadi urgen dilakukan sebagai upaya mempertegas status cadar kaitannya dalam identitas budaya dan agama. Sehingga akan ditemukan identitas sebenarnya dan menyelesaikan berbagai perselisihan yang secara umum diakibatkan oleh perbedaan cara pandang dan pemahaman terhadap cadar tersebut.

    Pendidikan anak dalam konsep Islam

    Full text link
    Pendidikan yang diberikan kepada anak merupakan suatu persiapan kematangan anak dalam menghadapi masa yang akan datang. Peran pendidik dan orang tua dalam mendidik anak sangat penting karena dapat melihat potensi pada anak. Pengertian pendidikan adalah bimbingan, pembinaan atau pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik agar tercapai perkembangan yang maksimal sesuai dengan bakat, potensi manusia untuk mencapai tujuan pendidikan. Pada fase anak-anak adanya keingingan anak untuk keluar rumah dan bermain dengan teman sebaya sehingga dapat berkomunikasi yang luas dan anak dapat belajar berbagai ketrampilan untuk mencoba hal-hal yang baru dari lingkungannya. Pendidikan anak sangat penting di dalam Islam karena anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan kehidupan di masa yang akan datang. Adapun Ayat-ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan pendidikan anak adalah (QS. Lukman: 13,14, 15, 16, 17, 18 dan 19). Akhlak mulia yang bisa ditanamkan pada jiwa anak-anak dalam pendidikan Islam yaitu: (a) Mengenal dan mencintai Allah. (b) Mencintai Rasulullah. (c) Belajar dan membiasakan membaca al-Qur’an. (d) Mengajarkan ibadah. Orang tua mempunyai tugas mendidik anak yakni mengenalkan Allah Swt, ditanamkan bahwa Allah itu ada, Esa dan tidak ada Tuhan lain selain Allah, seperti mengajak anak untuk melihat ciptaan Allah Swt supaya anak mempunyai kemampuan berfikir bahwa Allah-lah yang menciptakan alam semesta. Kemudian anak-anak hendaklah dikenalkan kepada kepribadian Rasulullah Saw sebagi sosok idola anak muslim dengan menceritakan kisah keteladan maupun kepahlawanan beliau sehingga ada rasa kagum dalam diri anak terhadap Rasulullah. Orangtua juga harus memberi contoh kepada anak dalam membaca al-Qur’an sehingga mereka terbiasa mendengar lantunan ayat suci setiap hari di rumah dan juga mempunyai tugas dan kewajibannya untuk mengajarkan anak dalam beribadah

    Implementasi Ilmu Amtsal Al-Qur’an Dalam Memahami Ayat-Ayat Hukum Ekonomi Syariah

    Full text link
    Ilmu amtsal Al-Qur‟an merupakan salah satu aspek dari kajian tafsir dan ilmu tafsir. Dalam perkembangan ilmu tafsir. Ilmu ini memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perkembangan berpikir umat Islam dalam mendalami dan memahami Al-Qur‟an, tidak terkecuali pada ranah Hukum Ekonomi Syariah (HES). Ilmu amtsal Al-Qur‟an penting diimplementasikan dalam memahai ayat-ayat HES. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan implementasi Ilmu amtsal Al-Qur‟an terhadap ayat-ayat yang terkait dengan tematema HES. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersumber dari jurnal, artikel, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengimplementasikan Ilmu amtsal Al-Qur‟an dapat diambil simpulan bahwa terdapat amtsal dalam Al-Qur‟an yang mengandung tema HES, yaitu antara lain QS. 2: 261 dan ayat 275. Dalam ayat 261 dijelaskan mengenai urgensi infak bagi orang yang berinfak (munfik), bahwa pahalanya dilipatgandakan seperti sebutir biji yang ditanam menumbukan tujuh tangkai dan tiap tangkainya menumbuhkan seratus bulir (1:700), demikian pahala bagi orang yang berinfak. Sedangkan dalam ayat ke 275 diumpamakan/dimisalkan orang transaksi riba tidak akan dapat berdiri dengan sempurna, melainkan seperti berdirinya orang yang tidak waras karena dirasuki setan. Hal ini menunjukkan, betapa besar dampak negative bagi orang-orang yang terjerumus melakukan praktik riba.

    Melagukan al-quran dengan langgam jawa: Studi Terhadap Pandangan Ulama Indonesia

    Full text link
    Beberapa tahun lalu dalam suatu forum, al-Qur‟an dibacakan dengan lagu (nada) atau langgam yang tidak biasa, yaitu langgam Jawa. Tentu saja ini langsung menuai polemik di kalangan para ulama di Indonesia. Ini tentu saja menarik untuk dikaji, sehingga menjadi rumusan masalah untuk diteliti antara lain: (1) siapa saja ulama yang kontra dengan membaca al-Qur‟an dengan langgam Jawa, apa dan bagaimana argumennya? (2) siapa saja ulama yang pro atau setuju dengan membaca al-Qur‟an dengan langgam Jawa, apa dan bagaimana argumennya? (3) bagaimana persamaan dan perbedaan di antara kedua kelompok ulama yang berbeda pandangan ini? Artikel ini dari kajian riset yang bersifat kualitatif dengan sumber data primer berupa pandangan para tokoh ulama yang terlibat dalam pro dan kontra mengenai melagukan al-Qur‟an dengan langgam Jawa. Ditemukan hasil riset berupa; Pertama, para ulama yang kontra dalam hal ini diantaranya: Prof. Dr. KH. Agil Husin Munawwar, M.A, Habib Riziq Syihab, M.A, Ust. H. Tengku Zulkarnain, Muammar ZA, dan Hj. Maria Ulfah, M.A, dengan alasan Al-Qur‟an adalah kitab suci Allah, tidak dapat dipadukan dengan langgam selain langgam yang telah disepakati jumhûr „ulama. Kedua, di anatara ulama al-Qur‟an yang pro terhadap langgam Jawa ini diantaranya: Dr. Ahsin Sakho Muhammad, M.A, Prof. Dr. Quraish Shihab, M.A, Prof. KH. Ali Mustafa Ya‟qub, dan M.A, Prof. Dr. KH. Ma‟ruf Amin, M.A dengan alasan boleh saja melagukan al-Qur‟an dengan langgam lain (Jawa) asalkan tidak keluar dari Tajwid yang benar dan tidak memaksakan langgam tersebut hingga menlanggar tajwid. Selain itu, ada juga ulama yang berpandangan moderat diantaranya Dr. KH. Ahmad Fathoni, Lc, M.A dan Romlah Widayati, dengan alasan melagukan al-Qur‟an dengan langgam apapun boleh, namun ini jangan dibesar-besarkan, dikhawatirkan akan merusak kaidah tajwid. Karena standar membaca al-Qur‟an itu tartil. Ketiga, persamaan kelompak yang setuju dan tidak setuju, sama-sama mengutamakan membaca al-Qur‟an dengan tajwid. Adapun perbedaannya, kelompok yang membolehkan al-Quran langgam Jawa, sebenarnya membolehkan dengan syarat tidak keluar dari aturan tajwid, sementara kelompok yang menolak langgam Jawa, adalah menolak langgam yang dapat menghinakan al-Qur‟an dan jika melanggar tajwid

    Teknik-Teknik Analisis Tafsir Dan Cara Kerjanya

    Full text link
    Teknik analisis dalam studi tafsir merupakan sebuah keharusan. Hal ini disebabkan bahwa teks al-Qur‟an ketika berdialog dengan manusia mesti menimbulkan beragam penafsiran. Disamping itu, karena faktor kesadaran ilmiah bahwa yang mengetahu pasti maksud suatu teks atau ucapan adalah pemilik teks dan ucapan itu sendiri. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan teknik-teknik analisis dalam penelitian tafsir, sebagai uapaya untuk memahami kandungan-kandungan ayatayat al-Qur‟an. Paling tidak ada tiga teknik analisis dalam diskursus tafsir, yaitu analisis isi (content analysis), analisis filologis, dan analisis semantik. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif

    84

    full texts

    115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist, Syari'ah dan Tarbiyah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇