MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist, Syari'ah dan Tarbiyah
Not a member yet
    115 research outputs found

    Pendidikan Multikultural Dalam Perspektif Ilmu Pendidikan Islam (Ipi)

    Full text link
    Beraneka ragam budaya, suku, bahasa, warna kulit, etnis, adat, agama dan  kepercayaan serta berbagai konflik di Indonesia, namun dipersatukan dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, berbeda-beda namun satu jua. Hal ini bisa diwujudkan secara strategis melalui pendidikan multikultural pada pendidikan formal, informal dan nonformal. Pendidikan multikultural merupakan ide, gerakan pembaharuan pendidikan dan proses pendidikan yang bertujuan untuk mengubah struktur lembaga pendidikan supaya semua peserta didik menjadi anggota kelompok ras, etnis, dan kultur dapat memiliki kesempatan untuk mencapai prestasi. Pendidikan multikultural perlu dioptimalkan dalam menata dinamika keragaman untuk menjadi potensi kemajuan dan peradaban manusia menuju ketakwaan. Pendidikan multikultural merupakan “Education for All” yakni pendidikan untuk semua orang dan mengutamakan persamaan hak. Pendidikan multikultural dapat diimplementasikan pada pendidikan di Indonesia dan selaras dengan ilmu pendidikan islam. Melalui pendidikan multikultural, ilmu pendidikan Islam akan semakin meluas penyebarannya dan  menjadi rahmat bagi seluruh alam dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat

    Perbedaan Fatwa-Fatwa Sahabat Sebagai Sumber Hukum Islam

    Full text link
    Perbedaan-perbedaan fatwa yang terjadi dikalangan para sahabat disebabkan dua hal pertama, karena terjadinya kontak dan saling mempengaruhi antara Islam dan budaya-budaya lain yang bertetangga dengannya. Wilayah dan budaya yang dihadapi para sahabat sangat bervariasi tipologi dan permasalahannya. Kedua, kemampuan para sahabat tidak pada satu tingkat yang sama dalam ilmu mereka dalam memahami sunnah terkait hal ihwal sabda Rasulullah, keadaan mereka bertingkat-tingkat ada diantara mereka yang menghabiskan umurnya untuk selalu bersama Rasulullah siang, malam, saat berada dirumah atau bepergian, saat puasa maupun tidak, saat senang atau susah, saat jihad atau ibadah dan melayani sebagai besar kegiatan beliau seperti Anas bin Malik. Ada juga yang sering mengembara dipedalaman atau berdagangan diberbagai daerah. Ada pula yang hanya melihat sekali Nabi Saw, pada kesempatan haji wada‟. Juga sda yang  menetap ataupun yang nomaden sehingga sangat wajar dan logis kalau para ulama sepakat bahwa kemampuan sahabat bertingkat-tingkat. Dalam meyikapi perbedaan-perbedaan fatwa maka harus ada kritik internal terhadap sejumlah tradisi yang dikenal oleh umat Islam untuk dapat memisahkan apakah suatu ayat atau tradisi tertentu cocok diterapan pada situasi tertentu. Karena sejak awal-awal Islam telah terjadi benturan yang tak dapat dihindari antara hukum yang tersurat dengan semangat yang terkandung didalamnya. Jadi perbedaan tersebut karena penafsiran dan penerapan yang digunakan dengan pertimbangan pribadi sahabat terhadap persoalan-persoalan yang belum diperoleh petunjuknya dalam al-Qur‟an dan Hadit

    Tafsir Ayat-Ayat Pandemi: Studi Atas Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)

    Full text link
    Saat dunia dilanda wabah, termasuk merebak ke Indonesia, umat Islam yang mayoritas di negeri ini, tentu saja menerima dampak hebatnya. Umat Islam bukan hanya waspada menghadapi serangan virus, tetapi juga gagap terkait bagaimana beribadah di masa maraknya wabah Covid-19 ini. Maka kemudian MUI mengeluarkan beberapa fatwa untuk merespon kebutuhan umat Islam di negeri ini. Dalam artikel ini, dikaji fatwa-fatwa apa saja yang dikeluarkan MUI di saat merebaknya pandemi Covid-19 ini, isinya apa saja, untuk keperluan apa saja. Juga ayat-ayat alQur‟an yang mana saja yang menjadi dalilnya, serta terutama mengenai tafsir dan penjelasan ulama mufassir mengenai ayatayat tersebut. Hasil kajian ini menjelaskan bahwa berdasarkan penfasiran ayat-ayat al-Qur‟an yang dijadikan dalil dalam fatwafatwa MUI di masa pandemi Covid-19, memang penafsiran ayatayat tersebut menunjukkan apa yang dimaksud oleh fatwa, demi mencegah kemudharatan memberi kemudahan kepada umat Islam

    Resepsi Terhadap Konsep Pemaafan dalam Al-Quran: Sebuah Kajian Living Quran

    Full text link
    Umat Islam meyakini bahwa al-Qur’an adalah pedoman hidup (way of life) yang salah satu fungsinya adalah sebagai petunjuk kepada manusia agar dapat mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian hidup. Manusia menyukai hidup damai dan harmonis dengan makhluk lainnya dan saat terjebak dalam konflik yang menyebabkan kekecewaan atau kemarahan, maka keseimbangan  jiwa manusia akan terganggu, sebab kekecewaan dan kemarahan adalah beban. Pemaafan adalah salah satu jalan yang sejak 14 abad lalu disampaikan al-Qur’an sebagai salah satu cara untuk melepaskan diri dari beban tersebut. Artikel ini mencoba mengembangkan penelitian lain yang telah ada terkait konsep pemaafan dalam al-Qur’an. Penelitian yang telah ada umumnya berbicara pemaafan berdasarkan konteks bahasa yang ada di dalam al-Qur’an yaitu term al-„afw, ash-shafh dan al maghfirah. Artikel ini mengembangkan konsep pemaafan bukan hanya dari tinjauan bahasa namun juga analisa ayat ayat lain baik yang berbentuk perintah, kisah- kisah ataupun kabar.  Artikel ini juga merupakan kajian living Qur’an yang menggabungkan dua macam penelitian, yaitu penelitian literatur berupa pembahasan konsep pemaafan di dalam al-Qur’an dan penelitian empiris untuk melihat bagaimana manusia merespon pemaafan dalam kehidupan mereka, lalu keduanya didiskusikan untuk mendapatkan gambaran

    Sangiang Pengobatan Alternatif Suku Dayak Muslim Di Gohong, Kalimantan Tengah

    Full text link
    Sangiang merupakan sebuah budaya suku Dayak Kalimantan Tengah, yang di dalamnya ada unsur pengobatan. Tujuan dari dilaksanakannya sangiang bukan hanya sebagai sarana pengobatan semata, tetapi seringkali pula sangiang digunakan untuk menjauhkan segala marabahaya suatu kampung dari gangguan roh-roh jahat atau murka leluhur yang disebut mamapas lewu atau tolak bala, ada pula yang mengadakan sangiang di lokasi kerja seperti pertambangan emas, sarang walet dan lokasi-lokasi pekerjaan lainnya, sangiang dilakukan agar lokasi pekerjaan aman dari segala gangguan dan melancarkan segala pendapatan. Dibalik kegiatan sangiang terkandung nilai keislaman yang mengiringi prosesi kegiatannya. Penelitian dilakukan di desa Gohong, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keislaman yang ada pada prosesi sangiang sebagai wujud dari keyakinan pada Yang Maha Kuasa, yakni harus percaya atau meyakini bahwa adanya yang ghaib, selain itu setelah upacara sangiang selesai membaca do’a selamat sebagai wujud rasa syukur atas keselamatan peyembuh tradisional  (subat) dan orang yang berobat

    Proses Inovasi Kurikulum: Difusi dan Diseminasi Inovasi, Proses Keputusan Inovasi

    Full text link
    Inovasi sering dikaitkan dengan perubahan, Untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan perlu terus-menerus melakukan pembaruan atau inovasi sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. Sebuah inovasi akan senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan manusia jika dalam inovasi tersebut terdapat sebuah kesepahaman akan terjadinya perubahan pada sebuah pendidikan yang lebih baik. Kurikulum merupakan salah satu aspek penting dalam konteks pendidikan. kurikulum mesti dinamis, adaptif mengikuti perubahan yang terjadi dalam masyarakat, baik dunia usaha maupun dunia kerja. Dalam implementasi inovasi memerlukan difusi dan diseminasi. Difusi adalah proses mengkomunikasikan inovasi melalui saluran dan jangka waktu tertentu di antara para anggota suatu sistem social sedangkan diseminasi adalah proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola. Dengan menggunakan studi kepustakaan dan wawancara pada penelitian ini ditemukan bahwa terjadi proses inovasi kurikulum di Program Studi Magister Ekonomi Syariah (Prodi MES)  Universitas Islam Bandung (UNISBA)

    Kajian Riset Monodisipliner dan Interdisipliner dalam pendidikan islam Menghadapi Isu Nasional dan Global: Studi Kasus Terhadap Isu Covid-19

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya diskursus di tengah-tengah masyarakat dewasa ini mengenai pandemi Covid-19. Sebagian orang menganggap ringan wabah ini dengan mengatakan bahwa kematian sudah ditentukan oleh Allah Swt. Sebagian yang lain menganggap serius wabah ini dan berupaya menghindari serta mencari strategi pencegahan dan solusinya. Bertitik tolak dari uraian tersebut penting untuk meneliti kajian monodisipliner dan interdisipliner dalam pendidikan islam menghadapi isu nasioal dan global dengan melakukan studi kasus terhadap isu covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pandemi Covid-19 dengan pendekatan monodisipliner Pendidikan Agama Islam (PAI), intradisipliner rumpun ilmu PAI, interdisipliner antara PAI dan rumpun ilmu PAI dengan disiplin ilmu-ilmu lainnya yang berkaitan dengan objek bahasan ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif pendekatan kualitatif dengan sumber data kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah: pertama, dengan  pendekatan monodisipliner PAI pandemi Covid-19 adalah ciptaan Allah Swt yang harus disikapi dengan tepat, kedua, dengan pendekatan transdisipliner melalui disiplin ilmu kalam, fikih, hadis dan sejarah peradaban islam bahwa ditemukan sikap dan penanganan Covid-19 dalam praktis Rasulullah dan sahabat juga pemahamn para ulama, dan ketiga, dengan pendekatan multidisipliner bahwa Covid-19 adalah sebagai berikut, menurut ahli virologi penyebab dari wabah ini adalah coronavirus jenis baru yang disebut dengan novel coronavirus 2019 (2019-n CoV). Menurut farmakologi penyembuhannya dengan obat virus. Menurut kesehatan harus menjaga jarak dengan penderita dan harus menjaga kebersihan. Adapun menurut ahli ekonomi dan pemerintahan pandemi ini berdampak pada sektor ekonomi maka tidak dapat dilaksanakan lockdown

    Larangan Perkawinan Ngalor-Ngulon dalam Adat Jawa di Desa Leses Kabupaten Klaten Perspektif Sadd Ad-dzariah

    Full text link
    Bagian dari keragaman tradisi di Indonesia, sebagai negara dengan jumlah masyarakat Muslim yang beragam, adalah ihwal pernikahan. Di beberapa daerah Indonesia, pernikahan memiliki wajah yang unik dan menantang. Apa yang terjadi di Desa Leses, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tentang apa itu yang disebut sebagai “perkawinan ngalor-ngulon” adalah salah satunya. Istilah ini merujuk pada larangan pernikahan karena posisi rumah antara calon suami dan calon istri dianggap bertentangan. Dalam benak masyarakat Jawa, arah mata angin merupakan sesuatu yang sakral, sehingga tradisi pelarangan seperti ini mungkin untuk terjadi. Pernikahan model ini dilarang sebab rumah mempelai perempuan berada di sebalah Barat Daya (ngalor-ngidul) mempelai laki-laki. Letak geografis salah satu mempelai berdampak pada hukum adat dan dipraktikkan secara turun-temurun di Desa Leses. Penelitian ini mencoba untuk melihat praktik larangan tersebut dari perspektif sadd al-dzari‟ah. Pertanyaan yang akan muncul berkisar antara bagaimana wajah dari praktik “perkawinan ngalor-ngidul” dan bagaimana hukumnya jika dilihat dari jendela Hukum Keluarga Islam, terutama teori sadd al-dzariah.

    Filosofi Bisnis Ritel Modern Dalam Perekonomian Islam Di Indonesia

    Full text link
    Penulis menginterpretasikan dan menjelaskan tentang perubagan pemikiran mengenai kewirausahaan berdasar pada aplikasi sejarah, menyatukan konsep pemikiran kewirausahaan yang meliputi banyak hal serta menjelaskan konsep kewirausahaan secara terdapadu dalam sebuah konsep yang mendasar. Melalui pendekatan konseptual ini, dijelaskan pula gambaran teori kewirausahaan pada masa lalu sesuai dengan kondisi yang ada pada saat itu serta mengidentifikasi beberapa bidang konsepsi untuk kemajuan dimasa yang akan datang. Kehadiran industry ritel modern pada dasarnya memanfaatkan pola belanja masyarakat terutama kelas menengah ke atas yang tidak mau berdesak-desakan di dalam pasar tradisional yang biasanya becek atau tidak tertata rapi. Walaupun kehadiran ritel modern ini disoroti dapat mematikan pasar tradisional karena mempunyai keunggulan pada banyak faktor, perkembangannya sendiri dapat dikatakan tidak terbendung. Artikel ini memberikan pandangan bagi para pembaca dan praktisi tentang makna kewirausahaan bisnis ritel perekonomian di Indonesia. Bisnis ritel yang ideal adalah yang berlandaskan pada prinsipprinsip syriah. Sumber daya manusia pada sector bisnis ritel Syariah harus memiliki etos kerja islami

    Asimilasi Spektrum Peradaban Islam Dan Keberislaman Di India

    Full text link
    Setiap Negara memiliki ke-khas-an, untuk itu senantiasa memiliki latar pembentukan tertentu, sejarah, dan bahkan kejadian spesifik yang menjadikannya berbeda dengan lainnya. Tidak lepas dari asumsi tersebut adalah keberagamaan suatu masyarakat di Negara tertentu, termasuk keislaman di India. Sejarah merekam bagaimana dinamika keislaman di India sangatlah dinamis dan kadang-kadang dramatis. Mulai dari penjelajahan biasa sembari dakwah, berdagang, sampai penaklukkan pernah mewarnai kehidupan Muslim India di masa silam. Lalu, yang namanya kenangan betapa pun memiliki pengaruh terhadap kebiasaan Muslim hari ini di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Negara India. Artikel ini mencoba untuk menelusuri bagaimana pranata Islam di Negara tersebut, evolusi peradabannya, hingga puncak asimilasinya pada abad ke21. Artikel ini menemukan bahwa titik terbaru dari adanya proses interaksi yang panjang antara Islam dan tradisi-tradisi lainnya di India bisa dilihat dari tiga bidang yakni: ilmu pengetahuan, seni bangunan, dan bahasa

    84

    full texts

    115

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist, Syari'ah dan Tarbiyah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇