MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist, Syari'ah dan Tarbiyah
Not a member yet
115 research outputs found
Sort by
Implementasi Kajian Islam Dalam Pendidikan Dakwah Berbasis Tasawuf di Indonesia (Studi Analisis Pada Masyarakat Betawi)
This article examines the extent of the role of Sufism da'wah in improving the quality of faith of the Indonesian people, especially the Betawi community. Where the Betawi community experiences moral decadence, and with its geographical location, namely the Metropolitan City, the Betawi community is infected with a hedonistic and realistic lifestyle. This research is a field research. A sociological approach is used to analyze what Sufism looks like in the Betawi community in Indonesia. The theory used is the sociology of knowledge. This research focuses on da'wah as a center of study, and Sufism as an indicator in the formation of Betawi community morals. The results showed that forging life through Sufism da'wah produced good results in the Betawi community. Sufism da'wah in Indonesia as a medium of da'wah in Islamic Education aims to sharpen the heart and be forged with the application of Sufism teachings. So that problems are realized because of the preservation of reason
Kajian Tafsir Huruf Muqaththa’ât Dalam Tafsir Lathâif Al-Isyârât
This research aims to find out what the muqaththa'āt letters mean in the interpretation of Lathāif al-Isyārāt with a tasawuf and linguistic approach in understanding the muqaththa'āt letters, so that one can understand what meaning is contained in the word which is full of secrets. This research uses a type of qualitative research that is descriptive through library research. Based on the research that has been done, it can be concluded that the muqaththa'āt letters in the Qur'an consist of fourteen letters contained in twenty-nine letters. The meaning of the letters muqaththa'āt in the interpretation of Lathāif al-Isyārāt has the meaning of description of the names and attributes of Allah, the description of the secrets of Allah, the description of the oath, the description of the names and attributes of the Prophet, the mention of the names of the Angels, the description of the attributes, secrets and the recompense of the servants of Allah. As well as personification of character traits, animal metaphors, rebab sound metaphors, mention of supernatural objects, mention of unseen places, depictions of the Last Day and depictions of life and destiny's journe
Hak-Hak Perempuan Dalam Surat Al-Ahzab (Tafsir Muqarin Al-Qurthubi dan Sayyid Quthb)
Islamic society has understood the verses relating to men and women in a way that favors men over women. Then Islam came to raise the dignity of women, so that today their position is equal between women and men. Women in their human nature and their rights get reasonable as men. Sayyid Quthb and Al-Qurthubi, the two generations of mufassir give different interpretations, this is because they have different styles. Based on the description above, this research focuses on two issues, namely: How is the interpretation of Sayyid Quthb and Al-Qurthubi on QS. AlAhzab: 33?. This research is a literature review. The data in this study were obtained from the book of Tafsir Fī Dzilālil Qur'ān and the book of Tafsir Al-Jami' Li Ahkam Al-Qur'an and several books that talk about women. The research method used is descriptive analytical. After the sources are collected, read, studied, understood, then analyzed descriptively comparative analytics through an inductive thought process. The conclusion of this study is that in the interpretation of the verses above Al-Qurtubi interprets women should stay in their homes, unless they are in a very emergency condition that requires them to leave the house. Furthermore, if the woman has to leave the house, then it should be noted that women should not adorn themselves excessively. Sayyid Quthb interprets that: If a wife is found to have completed domestic work at home well, then women may work outside the home, namely work that is good for women and does not contain negative effects. Then for wives who have fulfilled their needs, it can be enough to stay at home or if they still decide to work, then the intention is to practice knowledge or to worship
Internalization of National Values as a Strategy to Strengthening Religious Moderation in Ma'had Aly (Case Study of Ma'had Aly Attaqwa KH. Noer Alie, Bekasi)
This study aims to reveal the forms of internalization of the value of national commitment as a strategy to strengthen religious moderation by the manager of Ma'had Aly Attaqwa KH. Noer Alie, Bekasi. Ma'had Aly is a pesantren higher education established to produce pesantren cadres. In addition to studying, Ma'had Aly students also have the task of serving, namely representing kyai guiding the daily activities of students at the Islamic Boarding School. Their high intensity with students has implications for the views and religious values of the students in the Islamic boarding school. This research uses qualitative methods in the form of field research or field research. The collected data is then analyzed using descriptive analysis. The results showed that religious moderation in Ma'had Aly Attaqwa KH. Noer Alie stands out for strengthening aspects of national commitment. The results of the study also prove that strengthening religious moderation is applied through the integration of learning activities, social and extracurricular activities as well as library literacy. Mahasantri Ma'had Aly Attaqwa KH. Noer Alie is equipped with the values of struggle and nationalism adopted from the struggle values of its founder KH. Noer Alie, a cleric and freedom fighter who was awarded the title of national hero. The results of the study contribute as a policy reference for the strategy of developing religious moderation in the Ma'had Aly environment for the Directorate General of Diniyah Education and Islamic Boarding Schools of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia
Fenomena Tingginya Angka Cerai Gugat Di Jakarta Timur dan Solusinya
Penelitian ini dilatar-belakangi karena tingginya angka perceraian di Jakarta Timur. Kami berasumsi bahwa faktor ekonomi adalah faktor yang paling dominan dalam meningkatkan tingginya angka perceraian tersebut. Dan sejatinya setiap insan yang membina rumah tangga menginginkan keluarga yang bahagia dan harmonis. Tidak ada pasangan suami isteri yang berharap rumah tangganya berakhir dengan perceraian, karena semua agama juga memandang bahwa perceraian adalah sesuatu yang tidak baik berkaitan dengan hubungan 2 keluarga suami isteri pasca perceraian maupun dampak terhadap masa depan anak-anak mereka. Melalui penelitian ini kami ingin mengetahui fenomena yang terjadi tentang tingginya angka perceraian di Jakarta Timur dan solusi apa yang bisa kami tawarkan untuk mengurangi angka tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan hukum empiris. Hasil penelitian ini menunjukkan perselisihan dalam rumah tangga, pergi meninggalkan pasangan, murtad atau keluar dari Islam, faktor ekonomi, serta kekerasan dalam rumah tangga menjadi faktor dominan bagi tingginya angka tersebut. Dan solusi yang kami paparkan ada 3 (tiga) hal pentingnya memilih pasangan dengan dasar agama yang baik, selalu dekat dengan ulama, dan tetap menuntut ilmu dalam mengarungi rumah tangga yang penuh tantangan dan godaan
Implementasi Model R2d2 (Recursive, Reflective Design And Development Model) Dalam Pembelajaran
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi atau penerapan dari model pemebelajaran R2D2 (Recursive, Reflective Design And Development Model) dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan (Library Research). Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini sebagai berikut: pertama, data yang diperoleh oleh peneliti berupa buku, jurnal, artikel serta referensi yang terkait dengan hasil-hasil penelitian tentang pengembangan model R2D2 dalam pembelajaran. Kedua, mencari informasi yang mendukung topik terkait dengan tema. Ketiga, mempertegas fokus kajian dengan cara menemukan dan mengklasifikasi bahan bacaan terkait dengan model pembelajaran Kemp. Keempat, mereview dan memperkaya, dan menganalisis bahan bacaan serta mengklasifikasinya. Kelima, melakukan analisis data dengan menelaah data-data yang berkaitan dengan model pembelajaran R2D2, dan kemudian menarik kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa model desain pembelajaran R2D2 dapat digunakan secara fleksibel. Pada Model R2D2 pengembang dapat memulai dari salah satu tahap tersebut secara simultan dan dapat digunakan dalam urutan apa pun. Model R2D2 ini lebih fleksibel dan lebih mudah digunakan. Desain pembelajaran Model Pengembangan R2D2 (Reflective, Recursive Design and Development) Willis ini sangat relevan digunakan untuk menguji suatu pengembangan produk seperti pengembangan model asesmen otentik, pengembangan bahan ajar, atau penulisan karya ilmiah dsb. Model ini juga dapat dipadukan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif dan quasi eksperimen untuk uji lapangan, dan dapat juga sebagai media metodologi penelitian pengembanga
Filsafat Pendidikan: Studi Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan di Indonesia
Kyai Haji Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta, 1 Agustus tahun 1868 M/1285HMeninggal23Februari 1923M/1340H,dimakankan diKarangkajenYogyakarta. Pemimpin gerakan reformis Islam Indonesia, merupakan tokoh Islam pinggirandalam masyarakat Jawa. Beliau pertama kalinya mengumandangkanslogan “Kembalikepada Al-Qur’an dan As-Sunnah”. Kyai Haji Ahmad Dahlan ingin melepaskan umat IslamIndonesia dari cengkeraman kekuasaan kolonial Belanda. Sehingga Kyai Haji AhmadDahlan memikirkantentang pembaharuan fundamental kemajuan dan mereformasibidangpendidikandilingkunganmasyarakatIndonesiapadaumumnya,dankhususnyalagimasyarakat Muhammadiyah. Hal ini merupakanlandasan filosofi yang menentukansistemdan praktek pendidika
Arwah Jama (Mass Haul) in Hadith Perspective (Study of The Phenomenology of the Living Hadith on the Mass Haul at the Al-Munawwar Mosque, Dukuh Mojo, Bawu Village, Batealit Jepara)
Makna Tradisi Haul Massal Arwah Jama' adalah sebuah ritual yang dilakukan setiap tahun yang dilakukan secara bersama-sama dan berulang – ulang untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia secara bersama-sama, yang di dalamnya mengajarkan manusia tentang pentingnya agar kita berbakti kepada orang tua sekalipun meskipun mereka telah meninggal dan ada gotong royong dan menjalin kerukunan antar umat Islam. Dengan menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi, penelitian ini mengungkapkan bahwa 1) tradisi arwah Jama' dilakukan pada tanggal 15 Sya'ban (Ruwah) dengan membentuk panitia haul dua minggu sebelum acara. 2) Tradisi arwah jama’ merupakan bentuk penerimaan masyarakat terhadap dalil-dalil hadis yang dimaknai dalam tradisi masyarakat sehingga menjadi bentuk hadis yang hidup. 3) Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam tradisi Arwah Jama’ adalah nilai i'tiqodyah, nilai khuluqiyah, dan nilai amaliyah. 4) Secara antropologis tradisi ruh Jawa terjadi pergeseran nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat, terutama karena pengaruh kesibukan dan aktivitas warga yang semakin maju, namun tradisi tersebut masih mampu dipertahankan. keberadaan dan kelestariannya
Menentukan Titik Ideal Kiblat Dalam Perspektif Hukum Islam dan Ilmu Falak
Setiap muslim yang hendak melaksanakan salat dalam kondisi normal, maka harus menghadap kiblat, yang merupakan salah satu dari syarat sah salat.Dalam hal penentuan arah kiblat terdapat dua cara: pertama, 'Ainul Ka'bah yaitu menghadap ke Bangunan Ka'bah. Kedua, Jihahtul Ka'bah yaitu mengarah ke Arah Ka'bah. Kedua teori tersebut merupakan representative dari pendapat para mazhab, yaitu Mazhab Syafi’i dan Hanafi. Menurut Mazhab Hanafi kiblat bagi orang yang tidak dapat melihat Ka’bah secara langsung adalah cukup menghadap ke Jihahtul Ka'bah, sedangkan menurut Mazhab Syafi’i menghadap ke 'Ainul Ka'bah dengan berijtihad. Seiring dengan lajunya peradaban umat manusia, terdapat ragam teori arah kiblat yang berkembang, baik dari teori yang sederhana tradisional sampai yang modern, dari yang manual sampai yang digital (Internet). Namun, dari berbagai macam teori, cara yang lebih akurat dan tepat adalah cara tradisional, yaitu penentuan arah kiblat pada saat Rasydul Kiblat yang terjadi dua kali dalam satu tahun. Cara ini dianggap lebih ideal, sederhana dan akurat. Teori Rasydul Kiblat tersebut menurut penulis selevel dengan 'Ainul Ka'bah yaitu menghadap ke Bangunan Ka'bah
Politik Perempuan Perspektif Al-Qur’an: Studi Perbandingan Penafsiran Ayat-Ayat Politik Antara Ibnu Katsir dan Quraish Shihab
Keterlibatan perempuan dalam wilayah politik merupakan permasalahan diberbagai belahan dunia. Mengenai hak perempuan untuk menduduki jabatan penguasa, terdapat perbedaan pendapat para ulama, beberapa pendapat yang membolehkan, ada juga yang melarang, bahkan mengharamkan. Sehingga penelitian ini difokuskan pada pandangan Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat politik perempuan. Serta perbedaan pandangan antara keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan, menggali, dan mengungkap penafsiran Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat politik perempuan dan membandingkan persamaan dan perbedaan pemikiran antara kedua penafsir tersebut. Penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan (library research), yang sifatnya termasuk penelitian deskriptif analisis. Pengumpulan data dengan cara membedakan antara data primer dan data sekunder, kitab Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim dan Tafsir al-Mishbah merupakan data primer, sedangkan data sekunder diambil dari buku-buku lain yang masih terkait dengan judul penelitian. Adapun dalam mengambil kesimpulan digunakan metode induktif yaitu metode yang dipakai untuk mengambil kesimpulan dari uraian-uraian yang bersifat khusus kedalam uraian yang bersifat umum, dan analisis komparatif yaitu teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat perbandingan antar elemen. Hasil penelitian ini adalah: Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab sama-sama menggunakan metode tahlili. Yaitu, menafsirkan ayat demi ayat dan surat demi surat sesuai dengan urutan yang terdapat dalam mushaf Al-Qur’an. Dan perbedaan yang mendasar dalam memahami ayat-ayat politik perempuan, Ibnu Katsir lebih cenderung kepada tekstual dengan menukil teks-teks normatif yang kemudian dipahami secara tekstual, bahwa lelaki adalah pemimpin bagi perempuan, sebagai kepalanya, yang menguasai, dan yang mendidiknya, karena kaum laki-laki lebih afdal daripada kaum perempuan, karena itulah maka nubuwwah (kenabian) hanya khusus bagi kaum laki-laki. Maka M. Quraish Shihab melakukan pendekatan kontekstual serta tidak meninggalkan sisi sosiologis, kepemimpinan tidaklah didasarkan pada perbedaan jenis kelamin bahwa sebuah struktur masyarakat akan tercapai jika kepemimpinan berada di tangan orang yang memiliki kompetensi