Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
2414 research outputs found
Sort by
Guidance And Counseling Teachers' Strategies in Preventing Bullying in Junior High Schools
Bullying in physical, verbal, or social forms negatively impacts students’ mental health and academic success, necessitating systematic prevention efforts. This study aims to describe the strategies used by Guidance and Counseling (BK) teachers to prevent bullying at Simeulue Tengah State Junior High School (SMP). The research adopted a qualitative approach with a case study design conducted over three months, from August to October 2025. Data were gathered through interviews, observations, and documentation involving six key informants, including BK teachers and student council (OSIS) administrators, supported by school records. The results indicate that BK teachers combat bullying through awareness campaigns about its negative effects during student admissions, OSIS activities, religious programs, and extracurricular events. They also offer personal and persuasive counseling to both victims and perpetrators while promoting the values of togetherness, tolerance, cooperation, and the courage to report. Additionally, student and OSIS involvement is vital in maintaining a safe and inclusive school environment. This collaborative approach involves principals, teachers, students, and OSIS members to foster a positive, violence-free school climate. The study concludes that sustainable bullying prevention is achievable through collaboration, policy integration, and nurturing positive values within the school community
The Influence of the Leading Teacher Program on the Teachers’ Pedagogical and Professional Competence
The Leading Teacher Program is a program to enable teachers to manage learning independently, reflectively, collaboratively, innovatively, and in a student-centered manner. However, in reality, many teachers have not received training in creative and innovative learning management. This study aims to analyze the influence of the Leading Teacher Program on the pedagogical and professional competence of Kindergarten teachers in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province. The study used a quantitative approach. The subjects of the study were 74 Kindergarten leading teachers in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province. During the training, teachers were actively involved in discussions and completed assigned tasks. The instruments used to collect data were the Leading Teacher Program Questionnaire, the Pedagogical Competence Questionnaire, and the Professional Competence Questionnaire, which had previously been tested for validity and reliability. The data analysis technique used was quantitative analysis. The results of the study showed that (1) there was a positive and significant influence of the leading teacher program on teachers' pedagogical competence, with a contribution of 68.2%. (2) There was a positive and significant influence of the leading teacher program on teachers' pedagogical competence, with a contribution of 62%. The research concludes that the better the implementation of the teacher-in-charge program, the better the pedagogical and professional competencies of kindergarten teachers. Teachers are able to understand the objectives of curriculum development, creatively process learning materials, routinely reflect on their performance, and continuously learn and develop themselves in line with technological developments
Peran Guru dalam Mengembangkan Perilaku Asertif pada Anak Usia 4-5 Tahun
Peran Guru sebagai figur utama di lingkungan PAUD memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk lingkungan yang kondusif dan mendukung pengembangan perilaku asertif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran guru sebagai fasilitator dan modeling dalam pengembangan perilaku asertif. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan teknik yang digunakan dalam penelitian ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa peran guru dalam mengembangkan perilaku asertif menjadi modeling dan fasilitator telah dijalankan dengan efektif, seperti memberikan arahan dan menunjukkan contoh konkret. Meskipun begitu, beberapa anak masih belum sepenuhnya mendapatkan stimulus dari lingkungan rumah, sehingga ada beberapa di antara mereka yang masih memerlukan bantuan baik dari guru maupun teman sebaya. Oleh karena itu, dalam upaya untuk membantu anak-anak mengembangkan perilaku asertif, penting bagi guru dan orang tua untuk memberikan dukungan yang konsisten, termasuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menemukan dan menjelajahi hal-hal baru
Pengembangan FlashCard MAMI Fotografi untuk Meningkatkan Bahasa Ekpresif Anak Usia Dini
Kemampuan berbahasa memiliki peran fundamental dalam mendukung proses tumbuh kembang anak, karena melalui bahasa anak dapat berinteraksi, berkomunikasi, serta mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kelayakan flashcard MAMI (Macro-Micro) fotografi sebagai media untuk meningkatkan bahasa ekspresif anak usia dini. Rendahnya kemampuan anak dalam mengungkapkan ide dan perasaan secara lisan di TK Cut Meutia menjadi latar belakang penelitian. Metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE diterapkan pada 28 anak kelompok B1 usia 5-6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan validasi ahli. Hasil validasi menunjukkan media sangat layak: ahli materi 100%, ahli media 95%, dan respon guru 85-93%. Flashcard MAMI terbukti menarik perhatian anak, memperluas kosakata, dan meningkatkan kemampuan mengekspresikan gagasan secara spontan dan percaya diri. Media ini efektif memperkuat bahasa ekspresif melalui pendekatan visual berbasis fotografi macro-micro yang kontekstual dan menyenangkan
Pengembangan Media Digital Unity 2D untuk Meningkatkan Kemampuan Merangkai Suku Kata pada Anak Tunarungu
Penelitian yang dirancang untuk membantu anak tunarungu dalam meningkatkan kemampuan merangkai suku kata menjadi kata utuh. Keterbatasan pendengaran sering menyebabkan kesulitan dalam memahami struktur bahasa, sehingga diperlukan media visual yang menarik, mudah diakses, dan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif. Pengembangan dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, melalui tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi yang melibatkan ahli media, ahli materi, dan praktisi pengguna. Media kemudian diujicobakan pada anak tunarungumenggunakan desain pretest-posttest one group untuk melihat perubahan kemampuan setelah penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinilai layak, mudah digunakan, dan mampu memberikan peningkatan pemahaman dalam merangkai suku kata. Temuan ini menegaskan bahwa media digital berbasis Unity 2D dapat menjadi solusi inovatif yang mendukung pembelajaran bagi anak tunarungu, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik inklusif yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan belajar individual
The Effectiveness of Financial Literacy Education on Children's Economic Decision-Making: A Meta-Analysis Approach
This study aims to determine the influence of financial literacy education on children's economic decision-making. This type of research is quantitative research with a meta-analysis approach. The inclusion criteria in this study are 1) data from national and international journals indexed by SINTA and Scopus, 2) research published in 2021-2024, 3) research must be relevant, 4) research data must report complete data to calculate the effect size value. Research data was obtained from 25 studies that have met the inclusion criteria—data analysis with the help of the JASP 0.8.5 application. The study's results concluded that the average effect size value was ( d = 0.994; z = 11.198; p< 0.001) in the high effect size category. These findings show that financial literacy education significantly influences children's decision-making
Pandangan Orang Tua Mengenai Peran Ayah dalam Pengasuhan Pasca Partisipasi di Program Sekolah Ayah
Penelitian ini mengeksplorasi peran ayah dalam pengasuhan pasca partisipasi dalam program Sekolah Ayah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 3 ayah peserta program beserta istri mereka. Analisis tematik menunjukkan perubahan pandangan dan pendekatan ayah terhadap pengasuhan. Sebelum program, peran ayah cenderung otoriter dan terbatas pada penyedia finansial, dengan keterlibatan emosional yang minim. Setelah program, ayah mulai mengadopsi pendekatan yang lebih responsif, menyadari pentingnya komunikasi, dan berkontribusi dalam perkembangan psikologis serta emosional anak. Ibu mencatat peningkatan keterlibatan ayah, termasuk partisipasi dalam kegiatan sehari-hari anak, berbagi tanggung jawab rumah tangga, dan pengambilan keputusan bersama, menciptakan dinamika keluarga yang lebih harmonis. Temuan ini menunjukkan program Sekolah Ayah efektif dalam meningkatkan keterlibatan ayah. Penelitian lanjutan disarankan untuk membandingkan ayah peserta program dengan yang tidak, guna mengevaluasi perbedaan dampak pengasuhan terhadap anak
Efektifitas Model Pembelajaran STEAM bermuatan Tri Hita Karana terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang mengintegrasikan nilai-nilai Tri Hita Karana terhadap kemampuan pemecahan masalah anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain penelitian yang membandingkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pembelajaran dilakukan. Data dianalisis menggunakan teknik statistik untuk melihat perbedaan antara kedua kelompok, yang menghasilkan nilai F sebesar 10,645 dan signifikansi 0,002 (p < 0,05), hal ini menunjukan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran STEAM yang mengintegrasikan nilai Tri Hita Karana secara signifikan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak usia dini. Penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana juga berkontribusi dalam pembentukan karakter positif pada anak, yang mendukung perkembangan holistik mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran ini efektif dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah anak usia dini dan dapat diterapkan dalam praktik pendidikan untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh
Dampak Penggunaan Gadget dalam Perkembangan Motorik Halus dan Keterampilan Menulis Anak Usia 4-5 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget dalam keterampilan menulis anak usia 4-5 tahun di TK Kartika II-1 Palembang. Latar belakang masalahnya adalah penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menghambat stimulasi motorik halus yang penting untuk perkembangan kemampuan menulis awal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek utama adalah anak-anak usia 4-5 tahun, dengan orang tua dan guru sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan 65% anak mengalami penurunan keterampilan motorik halus akibat minimnya aktivitas fisik, sedangkan 25% lainnya menunjukkan pemahaman huruf yang lebih baik melalui aplikasi edukasi berbasis gadget. Dampak negatif meliputi penurunan kemampuan menulis dasar, seperti menggenggam pensil dan membentuk huruf. Namun, dampak positif berupa peningkatan kreativitas dan pemahaman huruf terlihat pada anak-anak yang menggunakan aplikasi edukasi secara terarah.
Pemerataan Akses Pendidikan Inklusi Anak Usia Dini di Indonesia: A Scoping Review
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam memperluas akses pendidikan inklusi bagi anak usia dini di Indonesia. Metode yang digunakan adalah scoping review dengan seleksi artikel berbasis metode PRISMA. Terdapat 7 artikel yang dibahas pada penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa terdapat beberapa tantangan utama berupa kurangnya pelatihan guru, keterbatasan sarana dan prasarana, serta stigma masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Selain itu, kurikulum yang tidak fleksibel dan dukungan transportasi yang minim. Namun, peluang signifikan ditemukan melalui kebijakan pemerintah, peningkatan kualitas guru, dukungan dari komunitas lokal serta organisasi internasional. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara pihak terkait untuk menciptakan sistem pendidikan inklusi yang berkelanjutan