Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
2414 research outputs found
Sort by
Memahami Komunikasi Orang Tua dan Anak Penyandang Disabilitas melalui Co-Cultural Theory di Konteks Sosial Inklusif: A Literature Review
Tinjauan literatur ini bertujuan untuk memahami dinamika komunikasi antara orang tua dan anak penyandang disabilitas melalui perspektif Co-Cultural Theory, yang digunakan sebagai kerangka untuk menganalisis strategi komunikasi orang tua yang berada dalam posisi minoritas di tengah masyarakat dominan. Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui penelusuran artikel di basis data Scopus menggunakan kata kunci “disability AND child AND parents AND communication”. Dari 2.792 dokumen yang ditemukan, 35 artikel diseleksi secara manual berdasarkan relevansi, fokus pada komunikasi keluarga dan serta penerapan Co-Cultural Theory. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang terbuka, suportif, dan positif berperan penting dalam mendukung perkembangan sosial, kognitif, dan emosional anak penyandang disabilitas. Strategi komunikasi dipengaruhi oleh faktor internal (emosi, ketahanan psikologis, pola asuh) dan eksternal (stigma sosial, minimnya dukungan formal). Studi ini menawarkan kontribusi teoretis dengan menerapkan Co-Cultural Theory dalam konteks komunikasi keluarga dengan anak disabilitas, suatu pendekatan yang masih jarang digunakan di literatur Indonesia. Penelitian lanjutan disarankan untuk mempertimbangkan keragaman latar belakang sosial, ekonomi, dan struktur keluarga untuk memperluas pemahaman tentang praktik komunikasi yang inklusif
Analisis Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun pada Kegiatan Pembuka Pembelajaran
Guru memiliki peranan strategis dalam menstimulasi dan mengembangkan keterampilan ini, terutama melalui kegiatan pembuka pembelajaran. Pada tahap ini, anak-anak diberi ruang untuk mengungkapkan pendapat, menjawab pertanyaan, dan berinteraksi secara verbal dengan guru maupun teman sebaya. Penelitian ini dilakukan di TK Alam Yaa Bunayya Gresik dengan tujuan untuk menganalisis sejauh mana keterampilan berbicara anak berkembang melalui aktivitas pembuka pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah anak berjenis kelamin laki-laki yang berjumlah 1 (satu) anak yang berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Indikator keterampilan berbicara yang dianalisis meliputi pengucapan, pengembangan kosakata, pembentukan kalimat, isi bicara, keberanian, kelancaran berbicara. Hasil observasi menunjukkan bahwa anak tersebut mengalami kesulitan dalam menyampaikan kalimat secara runtut dan lancar serta sering mengulang kata yang sama saat ingin menyampaikan jawaban. Kegiatan pembuka pembelajaran dipilih karena menjadi momen krusial untuk menumbuhkan keterlibatan dan interaksi verbal anak sejak dini. Penelitian ini menegaskan bahwa strategi guru pada kegiatan pembuka pembelajaran dapat menjadi sarana efektif dalam mengoptimalkan keterampilan berbicara pada anak usia dini
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kompetensi Pedagogik Guru TK: Survei Kuantitatif
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap kompetensi pedagogik guru Taman Kanak-kanak di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Instrumen kuesioner dikembangkan melalui validasi pakar dan uji reliabilitas Cronbach’s Alpha (> 0,70). Dari 298 guru, diperoleh 181 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis dengan regresi linear berganda setelah uji asumsi klasik. Hasil menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kompetensi pedagogik (? = 0,310; p < 0,001) dan motivasi kerja juga berpengaruh positif signifikan (? = 0,505; p < 0,001). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 60,2% variasi kompetensi pedagogik (R² = 0,602), sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pedagogik guru tidak cukup hanya melalui pelatihan teknis, melainkan perlu strategi terpadu berupa penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dan penguatan motivasi intrinsik maupun ekstrinsik
Pengembangan Gameboard MIKO (Misi Koding) sebagai Media Pembelajaran Coding Unplugged untuk Anak Usia Dini 5-6 Tahun
Perkembangan teknologi menuntut penguasaan keterampilan abad ke-21 sejak usia dini, salah satunya berpikir komputasional yang dapat dikenalkan melalui kegiatan coding. Namun, pembelajaran coding di PAUD masih menghadapi kendala seperti keterbatasan perangkat digital, rendahnya pemahaman guru dan orang tua, serta keterbatasan media yang sesuai karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan serta efektivitas Gameboard MIKO (Misi Koding) sebagai media coding unplugged bagi anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri dari tiga ahli media sebagai validator, 11 guru dan orang tua sebagai responden, serta 12 anak dari tiga lembaga PAUD. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Gameboard MIKO merupakan media coding unplugged yang layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir komputasional anak usia dini, khususnya pada aspek sequencing, pattern recognition, debugging, dan problem solving. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas uji coba ke lebih banyak sekolah dan menambahkan variasi tantangan permainan agar efektivitas media semakin optimal.
Peluang dan Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Luar Biasa
Kurikulum Merdeka merupakan inovasi dalam sistem pendidikan Indonesia yang menekankan pembelajaran fleksibel dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini secara khusus meninjau implementasi Kurikulum Merdeka pada Sekolah Luar Biasa (SLB), konteks yang masih jarang dieksplorasi dalam literatur nasional dibandingkan satuan pendidikan reguler. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur kualitatif dengan menganalisis artikel dari basis data Google Scholar, DOAJ, dan Garuda dalam rentang tahun 2021–2024. Dari 48 artikel awal, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi (relevansi terhadap Kurikulum Merdeka dan konteks pendidikan khusus) dan eksklusi (duplikasi dan studi nonempiris). Hasil sintesis tematik menunjukkan tantangan utama berupa keterbatasan fasilitas, rendahnya kompetensi guru, minimnya pelatihan adaptif, serta kurangnya kolaborasi keluarga. Sementara itu, peluang mencakup peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan berkelanjutan, pemanfaatan teknologi pembelajaran adaptif, dan dukungan kolaboratif antar pemangku kepentingan. Implikasi praktis penelitian ini menegaskan perlunya peran aktif kepala sekolah dalam manajemen implementasi dan guru dalam inovasi pembelajaran diferensiatif agar Kurikulum Merdeka di SLB dapat berjalan efektif serta mendukung pendidikan inklusif
Validitas dan Kelayakan Buku Cerita Bergambar Kontekstual Papua untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Sekolah Dasar
Keterampilan membaca merupakan salah satu kunci dasar bagi siswa untuk dapat mengikuti pembelajaran di sekolah dengan baik, terutama pada jenjang pendidikan dasar di tingkat kelas rendah. Bahan ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar dalam bentuk buku cerita bergambar kontekstual Papua. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media buku cerita bergambar kontektual Papua guna meningkatkan kemampuan keterampilan membaca siswa kelas II. Penelitian ini secara umum merupakan penelitian dan pengembangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan media yang diadaptasi dari model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pendekatan ini sesuai untuk mengembangkan produk media pembelajaran yang valid, layak, dan efektiff. Penelitian dilaksanakan di SD Inpres 69 Aurmeos Manokwari Papua Barat. Sehingga teknik analisis data menggunakan uji deskriptif statistik. Berdasarkan uji descriptive statistics diperoleh rata-rata kemampuan pretest siswa sebesar 72,68 dengan nilai minimal 59 dan nilai maksimal 94, sedangkan rata-rata kemampuan membaca siswa ketika sudah dilakukan tindakan atau posttest sebesar 85,29 dengan nilai minimal 76 dan nilai maksimal 100, sehingga rata-rata pretest dan posttest meningkat 23,3%, kemudian hasil penelitian terkait hasil uji pakar 1) tampilan 96%, 2) bahan 91%, 3) pembelajaran 87,5% termasuk dalam kategori layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media buku cerita bergambar kontektual papua layak digunakan sebagai media pembelajaran karena dapat meningkatkan kemampuan keterampilan membaca siswa
Analisis Validitas dan Reliabilitas Instrumen Sikap dan Keyakinan Guru PAUD dalam Pembelajaran STEAM
STEAM merupakan pendekatan pembelajaran integratif yang sesuai dengan karakteristik PAUD yang holistik dan interdisipliner. Tantangan utama di Indonesia adalah rendahnya literasi sains dan teknologi serta keterbatasan pemahaman guru dalam menerapkan STEAM. Penelitian ini bertujuan menguji validitas dan reliabilitas awal instrumen sikap dan keyakinan guru PAUD terhadap STEAM. Metode kuantitatif dengan rancangan pengembangan instrumen digunakan, melibatkan 30 guru PAUD melalui purposive sampling. Instrumen berupa angket skala Likert lima tingkat yang dikembangkan dari dimensi sikap (afektif, perilaku) dan keyakinan (kognitif). Validasi dilakukan melalui expert judgment, uji validitas butir menggunakan korelasi item-total, dan reliabilitas dihitung dengan Cronbach’s Alpha. Hasil menunjukkan sebagian besar item valid (r > 0,30) dan reliabilitas memadai (? ? 0,70). Instrumen ini dapat digunakan untuk memetakan kesiapan guru dalam pembelajaran STEAM sebagai dasar perumusan kebijakan pengembangan kompetensi STEAM dan sebagai alat diagnostic dalam merancang program pelatihan berbasis kebutuhan guru
Implementasi Media Coding pada Computational Thinking Anak Usia Dini: Sebuah Literatur Review
Integrasi coding dalam pendidikan anak usia dini semakin diakui sebagai pendekatan strategis untuk menstimulasi perkembangan computational thinking (CT) sebagai keterampilan berpikir abad ke-21. Meskipun demikian, variasi efektivitas media coding serta kesesuaiannya dengan karakteristik perkembangan anak dan konteks implementasi PAUD di Indonesia masih belum dipetakan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan mengevaluasi efektivitas berbagai media coding meliputi unplugged coding, digital block-based coding, dan robotik tangible dalam mengembangkan komponen CT pada anak usia dini. Metode penelitian menggunakan literature review terhadap sebelas artikel penelitian empiris bereputasi serta dua buku teoretis utama yang relevan dengan pendidikan CT anak usia dini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa seluruh jenis media coding memberikan dampak positif terhadap pengembangan CT, namun dengan pola efektivitas yang berbeda. Temuan ini memperkuat kerangka Positive Technological Development secara teoretis serta memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pedoman implementasi coding PAUD yang sesuai perkembangan, kontekstual, dan berkelanjutan di Indonesia
Upaya Meningkatkan Kemampuan Numerasi Awal Anak Usia 5-6 Tahun melalui Media Zoo Math Pack
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi awal anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan media Zoo Math Pack. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 16 anak usia 5-6 tahun di BKB PAUD Bina Bangsa. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan numerasi awal anak usia 5-6 tahun setelah diberikan tindakan dengan media Zoo Math Pack. Pada Siklus 1, rata-rata capaian kemampuan numerasi awal anak sebesar 53%, yang termasuk dalam klasifikasi cukup, kemudian meningkat pada Siklus II menjadi 87,5%, yang termasuk dalam klasifikasi sangat baik. Implikasi dari temuan ini adalah bahwa media Zoo Math Pack terbukti dapat meningkatkan kemampuan numerasi awal anak usia 5-6 tahun. Oleh karena itu, media ini dapat direkomendasikan sebagai media pembelajaran bagi guru dalam pengajaran numerasi di sekolah. Penggunaan media yang menarik seperti Zoo Math Pack diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan matematika siswa di Indonesia, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada peningkatan hasil PISA
Penerapan Metode Permainan dalam Memfasilitasi Gaya Belajar Kinestetik Siswa TK A
Gaya belajar kinestetik yang mendominasi pada siswa TK A dapat difasilitasi menggunakan metode permainan, di mana siswa bebas bergerak, mengeksplorasi pembelajaran, dan memiliki pengalaman langsung dengan ilmu yang dipelajari. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi gaya belajar siswa TK A dan menolong siswa TK A mencapai tujuan pembelajaran dengan optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen utama. Peneliti melakukan observasi dan wawancara langsung dengan guru dan siswa hingga menemukan sebuah pola dan kesimpulan dari peristiwa yang dikaji secara mendalam. Metode permainan dalam proses belajar untuk siswa TK A dengan gaya belajar kinestetik menolong siswa untuk berkonsentrasi dalam pembelajaran, lebih semangat belajar, aktif mengerjakan aktivitas, serta mencapai tujuan pembelajaran dengan optimal. Penelitian yang dilakukan pada 19 siswa TK A menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan metode permainan bisa menyalurkan energi aktif siswa usia dini untuk mengikuti pembelajaran di kelas sesuai dengan arahan guru. Hasilnya, siswa tidak lagi bergerak aktif tanpa tujuan dan mengganggu proses pembelajaran. Saran untuk penelitian lebih lanjut bisa mengkaji pendekatan metode permainan sebagai upaya menolong siswa dengan gaya belajar kinestetik untuk mampu mengingat materi yang dipelajari lewat pembelajaran praktikal