Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
    2414 research outputs found

    Pengembangan Media ESKOLA untuk Meningkatkan Berpikir Kreatif Anak Usia Dini

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengembangkan media ESKOLA (Ensiklopedia Ekosistem Laut) sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan validasi media oleh ahli. Uji efektivitas dilakukan melalui desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest terhadap 22 anak kelompok B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media ESKOLA memiliki tingkat validitas tinggi, kepraktisan sangat baik, serta efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif anak. Media dengan visual menarik dan aktivitas kontekstual mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna. Temuan ini menegaskan bahwa media ESKOLA berkontribusi secara praktis sebagai alternatif media pembelajaran inovatif di PAUD serta mendukung pengembangan kreativitas anak usia dini

    Penerapan Media Creativity Box dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak di TK PAUD Miftahul Jannah

    No full text
    Kemampuan membaca permulaan merupakan aspek penting dalam perkembangan bahasa anak usia dini, namun pada kenyataannya masih ditemukan anak usia 5–6 tahun yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf dan membaca kata sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Media Creativity Box berperan dalam memfasilitasi perkembangan kemampuan membaca awal pada anak usia 5-6 tahun yang bersekolah di TK Miftahul Jannah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui rancangan eksperimen semu. Sasaran penelitian berfokus pada peserta didik di kelompok B, yang terbagi ke dalam kelas B1 dan B2. Penentuan sampel dilakukan secara purposif, yakni kelas B2 yang berjumlah 13 anak dijadikan responden penelitian. Observasi dan dokumentasi dipakai sebagai teknik utama dalam pengumpulan data. Proses analisis data menggunakan uji statistik deskriptif guna memperoleh gambaran tentang rata-rata, batas maksimum dan minimum, serta deviasi standar pada skor pretest maupun posttest. Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan membaca awal peserta didik setelah mereka mengikuti pembelajaran menggunakan Media Creativity Box; rata-rata skor pretest sebesar 49,23 mengalami peningkatan pada posttest menjadi 62,31. Media Creativity Box berpengaruh secara signifikan dalam memperbaiki kemampuan membaca permulaan anak

    Implementasi Metode Bercerita dalam Membangun Kemampuan Literasi Bahasa pada Anak Usia 4-5 Tahun

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode bercerita dalam membangun kemampuan literasi bahasa anak usia 4–5 tahun di TKS Adduriyah 3. Permasalahan yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah keterbatasan anak dalam menguasai kosakata, memahami isi cerita, dan menyampaikan informasi secara lisan. Selain itu, metode pembelajaran yang kurang variatif menyebabkan anak kurang antusias, sehingga proses literasi bahasa menjadi tidak optimal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita efektif dalam memperkaya kosakata, meningkatkan pemahaman anak terhadap cerita, melatih keterampilan berbicara, serta menumbuhkan minat belajar dan interaksi sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman lebih dalam tentang penerapan metode bercerita sebagai pendekatan yang menyenangkan dan komunikatif untuk mengembangkan literasi bahasa anak usia dini. Temuan ini dapat dijadikan referensi bagi guru dan praktisi pendidikan dalam merancang pembelajaran literasi yang lebih menarik dan efektif

    Sebuah Studi Kualitatif Tentang Persepsi Ibu terhadap Kesiapan Sekolah Anak

    No full text
    Kesiapan bersekolah (school readiness) merupakan sebuah prasyarat penting untuk keberhasilan anak dalam transisi anak dari PAUD ke sekolah dasar (SD) dan menempuh pendidikan formal. Selama ini, penilaian terhadap kesiapan bersekolah masih banyak disederhanakan dengan mengacu pada usia kronologis dan indikator akademik semata meskipun idealnya banyak indikator yang perlu dipertimbangkan secara holistik. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian kualitatif ini dengan menggunakan pendekatan interpretative phenomenological analysis (IPA) untuk mengetahui bagaimana ibu pengasuh memaknai dan menilai aspekkesiapan bersekolah anaknya yang berada pada masa transisi PAUD-SD. Perolehan hasil menunjukkan bahwa persepsi ibu bersifat multidimensi meliputi kesiapan akademik dasar, kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, adanya kemampuan regulasi emosi, kompetensi sosial yang baik, dan juga kesehatan secara fisik, kendati penekanan titik fokus masih berada pada aspek usia kronologis dan juga capaian akademik. Temuan ini menggarisbawahi perlunya asesmen dan program intervensi kesiapan bersekolah yang holistik dimana tidak hanya menargetkan anak sebagai peserta didik, melainkan juga orang tua sebagai pendamping agar transisi anak dari PAUD ke SD dapat berlangsung lebih adaptif

    Bullying sebagai Praktik Ketidasetaraan Kekuasaan di Lingkungan Pendidikan

    No full text
    Bullying masih menjadi persoalan serius dalam pendidikan Indonesia dan kerap dipahami sebagai perilaku menyimpang individu. Artikel ini bertujuan menganalisis bullying sebagai praktik kekuasaan dengan menggunakan perspektif teori kekuasaan Michel Foucault, Max Weber, dan Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan terhadap artikel ilmiah, laporan institusi, dan publikasi relevan terkait perundungan di lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bullying merupakan manifestasi ketidaksetaraan kekuasaan yang dilegitimasi oleh struktur hierarkis sekolah, budaya senioritas, ketimpangan status ekonomi, norma gender, serta dominasi simbolik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan bullying sebagai mekanisme reproduksi kekuasaan yang dinormalisasi dalam budaya sekolah, bukan sekadar perilaku individual. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pencegahan bullying yang bersifat struktural dan berbasis pendidikan karakter, dengan menekankan penguatan relasi pedagogis yang adil, reformasi budaya sekolah, serta kebijakan pendidikan yang sensitif terhadap konteks sosial Indonesia

    Pola Asuh Orang Tua Autonomy-Supportive dan Controlling dalam Perkembangan Kreativitas Anak: Scoping Review

    No full text
    Kreativitas anak merupakan kemampuan penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Perkembangan kreativitas dipengaruhi pola asuh orang tua yang merupakan lingkungan utama anak, tetapi temuan empiris tentang ini belum terpetakan secara sistematis. Scoping review bertujuan menganalisis bukti empiris hubungan pola asuh orang tua dan kreativitas, mensintesis pola asuh yang sering berkaitan dengan kreativitas, serta memetakan alat ukur kreativitas yang digunakan selama tahun 2020–2025. Penelitian menggunakan scoping review dengan pedoman PRISMA-ScR dengan database ScienceDirect dan Google Scholar. Diperoleh 9 artikel dari proses seleksi artikel awal 1.151. Hasil menunjukkan bahwa pola asuh autonomy-supportive dikaitkan secara konsisten dengan peningkatan kreativitas, sedangkan pola asuh controlling dikaitkan dengan kreativitas rendah dan dapat memunculkan malevolent creativity. Pola asuh orang tua yang memberikan otonomi, kepercayaan, dan dukungan sosial menjadi faktor kunci untuk mengembangkan kreativitas anak. Implikasi temuan ini menegaskan perlunya kolaborasi keluarga dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan kebijakan pengasuhan dan pendidikan yang mendorong kreativitas anak

    Pengembangan E-Book “I like to eat ” untuk Anak Usia Dini Aceh

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-book berjudul “I Like To Eat ”Untuk anak usia dini di aceh, sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman  makanan sehat anak usia dini di RA Fathun Qarib. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 15 orang anak kelas B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket validasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-book memperoleh nilai kelayakan sebesar 83% dari ahli materi, 84% dari ahli media, dan 90% dari guru, yang termasuk kategori “Sangat layak”. E-book ini memuat cerita pengenalan dan gambar agar membantu anak mengenali makanan-makanan sehat yang ada di sekitarnya. Berdasarkan hasil evaluasi, e-book “I Like to Eat ” Dapat disimpulkan berdasarkan dari persentase dapat diketahui hasil validasi ahli media terhadap ebook “I Like To Eat ” dinyatakan sangat layak di gunakan untuk mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini

    Pengembangan Media MABIMA Berbasis Andoroid untuk Menumbuhkan Kemampuan Mitigasi Bencana dan Personal Safety Anak Usia 5-6 Tahun

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran cerita digital interaktif MABIMA (Misi Aman Bencana Banjir Bima) yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mitigasi dan personal safety bencana banjir anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang dilaksanakan melalui uji coba terbatas dan uji coba luas di salah satu TK di Kota Bima. Subjek penelitian melibatkan 30 anak pada tahap uji coba terbatas dan 62 anak pada tahap uji coba luas. Hasil validasi menunjukkan bahwa media MABIMA memenuhi kriteria kelayakan dan kepraktisan berdasarkan penilaian ahli media, ahli materi, dan guru PAUD. Hasil pengujian efektivitas memperlihatkan peningkatan signifikan kemampuan mitigasi dan personal safety bencana banjir anak yang ditunjukkan melalui perbandingan skor pretest dan posttest menggunakan uji t. Temuan ini memperkuat kontribusi teoretis pengembangan pembelajaran mitigasi bencana berbasis cerita digital kontekstual pada PAUD serta memberikan implikasi praktis bagi guru dalam menerapkan media pembelajaran mitigasi bencana yang inovatif dan mudah digunakan

    Mediating Digital Narratives: Parental Roles in Enhancing Multimodal Literacy for Early Childhood

    No full text
    This study explores how parental mediation in digital children’s literature enhances multimodal literacy in early childhood. It analyzes the experiences of eight mothers of children aged 5–6 years, gathered through asynchronous written interviews and examined using thematic analysis. The findings demonstrate that multimodal features of digital narratives, such as visuals, audio, and interactive elements, stimulate vocabulary growth, narrative comprehension, and creative expression. Crucially, these outcomes are strengthened when parents actively co-read, guide discussions, and critically select appropriate content. The study highlights that digital literature extends beyond entertainment to become a pedagogical tool for literacy development when mediated effectively. It further underscores the need to integrate digital narratives into early childhood education, aligning them with contemporary pedagogical strategies emphasizing parental involvement, multimodal engagement, and balanced screen-time management

    Effect of Talking Stick Learning on Senior High School Students' Geography Achievement: Quasi-Experimental Study

    No full text
    Low achievement in geography learning remains a challenge at the senior high school level, partly due to teachers' ineffective implementation of instructional models. This study aims to examine the effect of the Talking Stick cooperative learning model on achievement in geography among twelfth-grade senior high school students. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, involving 30 students divided into an experimental group and a control group. Data were collected using a multiple-choice achievement test and analyzed through inferential statistics. The results indicate that students taught using the Talking Stick model achieved higher average learning outcomes than those receiving conventional instruction. These findings suggest that the Talking Stick cooperative learning model effectively enhances students' achievement in geography by promoting active participation, confidence in expressing ideas, and peer interaction. This study contributes to the literature on cooperative learning by providing empirical evidence that the Talking Stick model represents a practical instructional alternative for improving the quality of geography learning in senior high schools

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇