Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
2414 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Lembar Kerja Digital Berbasis Canva dalam Pemberdayaan Teknologi Guru PAUD
Pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan anak usia dini merupakan salah satu strategi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan guru PAUD dalam mengembangkan media pembelajaran digital yang menarik dan mudah digunakan. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis Canva sebagai bentuk pemberdayaan teknologi guru dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi selama pelaksanaan workshop berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workshop mampu meningkatkan wawasan, literasi digital, serta keterampilan guru dalam merancang lembar kerja yang inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran anak usia dini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung efektif dalam mendorong pemberdayaan teknologi guru PAUD. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lembar kerja berbasis Canva berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta kompetensi profesional guru PAUD di era digital
Legal Protection for Children in School Environments
This study investigates the implementation of legal protection policies for children in schools. The research design used a qualitative approach with a normative juridical approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers, students, and parents, as well as document analysis. Findings indicate that the school has successfully established a safe and supportive learning environment characterized by respectful teacher-student interactions, non-violent classroom management, and a strong sense of security among students. Guidance and counseling services serve as the primary mechanism for early detection, psychosocial support, and conflict mediation. At the same time, the School Violence Prevention and Response Team ensures structured case management aligned with national standards. Prevention programs, including human rights awareness campaigns, anti-bullying campaigns, and character development initiatives, raise student awareness of reporting mechanisms and foster a culture of mutual respect. Despite these achievements, the study identified significant obstacles, including inadequate teacher training, limited parental understanding of child protection procedures, a lack of adequate visual outreach materials, and challenges inherent in the rural educational context
Analisis Dampak Perceraian Orang Tua pada Perilaku Agresifitas Anak Usia 5 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap perilaku agresif pada anak usia 5 tahun. Menggunakan metode penelitian dengan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan dari orang tua, pengasuh, guru, dan anak-anak melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema utama: (1) perubahan perilaku anak pasca perceraian, (2) faktor-faktor yang memengaruhi agresivitas, (3) pola asuh setelah perceraian, (4) peran pengasuhan tunggal dan lingkungan sekolah, serta (5) strategi intervensi yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian mengganggu stabilitas emosional anak, memicu agresi seperti memukul, mendorong, dan berteriak. Pola asuh tidak konsisten dan kurang dukungan emosional memperburuk kondisi, sedangkan perhatian guru dan lingkungan sekolah terstruktur dapat mengurangi intensitasnya. Implikasi penelitian ini menekankan bahwa keluarga dan sekolah harus bekerja sama untuk melakukan intervensi yang terstruktur dan terkoordinasi dalam membantu anak-anak yang mengalami perceraian orang tua, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif perceraian terhadap perkembangan sosial-emosional anak, seperti meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola emosi, mengembangkan hubungan sosial yang sehat, dan meningkatkan kepercayaan diri
Pengalaman Guru Sekolah Dasar melalui Program Tokkatsu dalam Pengembangan Keterampilan Sosial secara Holistik
Pendidikan holistik menekankan pengembangan peserta didik secara utuh, mencakup aspek akademik, karakter, serta keterampilan sosial emosional. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan prinsip tersebut adalah program Tokkatsu, yaitu kegiatan non-akademik yang terintegrasi dalam kehidupan sekolah dan menekankan pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan program Tokkatsu dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa secara holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode narrative inquiry. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan restorying, kodifikasi, dan penyusunan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tokkatsu berperan dalam membangun keterampilan sosial, kerja sama, keberanian berpendapat, tanggung jawab, serta pengelolaan emosi siswa melalui pembiasaan kegiatan sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan bahwa Tokkatsu relevan sebagai model pendidikan karakter yang aplikatif dan sejalan dengan penguatan pembelajaran berpusat pada siswa dalam kurikulum Merdeka
Penggunaan Executive Function Skills Anak Usia Dini dalam Permainan Tradisional Engklek : Studi Deskriptif
Executive Function Skills (EFS) merupakan kemampuan kognitif tingkat tinggi yang meliputi working memory, cognitive flexibility, dan inhibition yang berperan penting dalam regulasi diri anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan executive function skills anak usia dini melalui permainan tradisional engklek. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif terhadap 11 anak kelompok B TK YWKA Kota Serang dan 2 orang guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan engklek mampu menstimulasi executive function skills anak, ditunjukkan melalui kemampuan mengingat urutan permainan, menyesuaikan diri terhadap perubahan aturan, serta mengendalikan impuls dan emosi selama bermain. Dengan demikian, permainan tradisional engklek dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan kontekstual dalam mendukung perkembangan kognitif dan sosial-emosional anak usia dini
Persepsi Guru PAUD terhadap Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Anak
Kemampuan berfikir kritis merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, namun pada konteks indonesia kemampuan ini masih relatif rendah. Pendekatan Pembelajaran mendalam dipandang sebagai alternatif yang relevan untuk meningkatkan kualitas proses belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru PAUD terhadap penerapan pembelajaran mendalam dalam mengembangkan kemampuan berfikir kritis pada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologis melalui wawancara mendalam dengan analisis data berbasis IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Hasil penelitian menunjukan bahwa guru menilai pembelajaran mendalam mampu mendorong eksplorasi, pemaknaan dan keterlibatan aktif anak. Tetapi implementasinya masih terkendala oleh pemahaman konsep yang terbatas, kebiasaan pembelajaran yang bersifat rutin, serta minimnya dukungan pelatihan. Penelitian ini memberikan implikasi langsung bagi praktik PAUD, antara lain sebagai dasar pengembangan pelatihan guru mengenai statergi pembelajaran mendalam , perancangan aktivitas yang menstimulasi berfikir kritis dan penguatan budaya refleksi dalam pembelajaran. Selain itu temuan ini dapat digunakan oleh pengambil kebijkan dan lembaga pendidikan untuk merancang dan kurikulum serta program pendampingan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21
Profil Kompetensi Guru Nava Dhammasekha di Indonesia
Nava Dhammasekha merupakan lembaga pendidikan setara dengan PAUD di bawah naungan Dirjen Bimas Buddha. Diketahui bahwa mayoritas pendidikan terakhir guru Nava Dhammasekha tidak sesuai bidang PAUD. Hal tersebut menunjukkan pengetahuan dasar untuk mengajar belum dimiliki secara ideal oleh guru Nava Dhammasekha. Hal ini memotivasi peneliti untuk menganalisis lebih dalam kompetensi guru Nava Dhammasekha di Indonesia yang meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode survei, observasi, dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) mayoritas guru Nava Dhammasekha memiliki kompetensi pedagogik yang sangat kurang baik; (2) mayoritas guru Nava Dhammasekha memiliki kompetensi kepribadian sangat baik sekali; (3) mayoritas guru Nava Dhammasekha sudah memiliki kompetensi sosial yang sangat baik; dan (4) mayoritas guru Nava Dhammasekha sudah memiliki kompetensi profesional yang cukup. Dengan demikian, kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru Nava Dhammasekha menjadi kompetensi yang perlu mendapat perhatian lebih dari pada kompetensi lain
Permainan Edukatif sebagai Media Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual
Pendidikan seksual berperan penting dalam meningkatkan kemampuan perlindungan diri anak terhadap kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas media lagu dan permainan ular tangga dalam meningkatkan sexual-abuse prevention knowledge pada anak usia 7–9 tahun. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest, melibatkan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Subjek penelitian terdiri atas 36 siswa sekolah dasar yang dibagi secara acak dalam tiga kelompok. Instrumen penelitian menggunakan skala An Illustrated Scale Measuring Sexual-Abuse Prevention Knowledge versi Indonesia. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal–Wallis dan post hoc menggunakan SPSS versi 26. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05), dengan efektivitas media lagu dan permainan ular tangga yang setara (p>0,05) dan keduanya lebih efektif dibanding kelompok kontrol. Temuan ini berimplikasi pada perlunya guru SD mengintegrasikan media edukatif ramah anak dalam pembelajaran, orang tua mendukung edukasi perlindungan diri di rumah, serta lembaga perlindungan anak memanfaatkan media permainan sebagai strategi preventif kekerasan seksual anak
Application of Question Card Media Towards Students' Question Skills
Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan media Quesition Card terhadap keterampilan bertanya peserta didik kelas IV. Latar belakang penelitian ini menyoroti rendahnya keterampilan bertanya peserta didik dalam proses pembelajaran karena masih banyak peserta didik yang tidak percaya diri untuk mengajukan pertanyaan dan jarang guru menggunakan media yang dapat menstimuli kemampuan peserta didik dalam mengajukan pertanyaan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttes one group design. Teknik pengumpulan data menggunakan non tes. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi untuk melihat keterampilan bertanya peserta didik. Data dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media Quesition Card berpengaruh terhadap keterampilan bertanya peserta didik. hal ini dapat dilihat dari data analisis uji paired t-test dengan membandingkan nilai sig<a (5%). Hasil analisis menggunakan spss menunjukan bahwa nilai sig lebih kecil dari alpha (0.000<0.05). Dari perolehan nilai sig tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan Quesition Card terhadap keterampilan bertanya peserta didik Sekolah Dasar
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Etnofotografi untuk Meningkatkan Literasi Budaya Peserta Didik PAUD
Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar berbasis etnofotografi yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan literasi budaya peserta didik PAUD. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya literasi budaya dan terbatasnya bahan ajar kontekstual yang menghubungkan nilai budaya lokal dengan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah R&D model Borg & Gall yang dimodifikasi melalui tahapan potensi dan masalah, pengumpulan data, perancangan, validasi, revisi, uji coba terbatas, dan uji keefektifan. Subjek penelitian meliputi guru dan peserta didik PAUD. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar sangat valid dengan skor di atas 94,3%, sangat praktis, dan efektif meningkatkan literasi budaya dengan N-gain 0,82. Bahan ajar digital interaktif berbasis Canva ini mampu menumbuhkan minat belajar serta memperkuat pemahaman budaya lokal sesuai Kurikulum Merdeka