Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
2414 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah dan Modal Psikologis terhadap Kompetensi Profesional Guru: Studi Korelasi di Sekolah Dasar Indonesia
Kompetensi profesional guru dipengaruhi kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan modal psikologis. Kepemimpinan instruksional dan modal psikologis guru masih perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan instruksional modal psikologis terhadap kompetensi profesional guru, baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain ex-post facto dan pendekatan kausal-korelasi. Sampel penelitian berjumlah 178 guru yang diambil secara proporsional random sampling dari 322 populasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional memiliki hubungan yang signifikan dan memberikan kontribusi yang berarti terhadap kompetensi profesional guru. Demikian pula, modal psikologis guru terbukti memiliki hubungan yang sangat kuat dan positif, memberikan sumbangan substansial terhadap kompetensi profesional mereka. Lebih lanjut, ketika kepemimpinan instruksional dan modal psikologis disinergikan, keduanya secara bersama-sama menunjukkan pengaruh yang dominan dan signifikan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa untuk mencapai kompetensi profesional guru yang unggul, diperlukan sinergi antara bimbingan efektif dari kepala sekolah dan pengembangan aspek internal yang kuat dalam diri guru
Psychosocial Interventions as Mental Health Support for Children and Adolescents with Special Needs: A Systematic Literature Review
This study aims to identify the importance of mental health support for children and adolescents with special needs through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The SLR process involved the identification, selection, and analysis of articles obtained from the Scopus database using the keywords “children,” “adolescents,” and “special needs.” Out of an initial 55 articles, 10 relevant studies were selected, comprising longitudinal, qualitative, and experimental research published in Q1 to Q4 indexed journals. These studies examined psychosocial interventions such as school-based counseling, cognitive-behavioral therapy, and social skills training. The findings indicate that sustained and contextually adapted interventions have a positive impact on psychological well-being, social adaptation, and academic achievement among children and adolescents with special needs. Active support from families, educational institutions, and communities emerged as key factors contributing to the success of these interventions. This review highlights the necessity of integrating interdisciplinary frameworks in policy and intervention development and encourages further research exploring the effectiveness of cross-cultural and longitudinal approaches
Peran Keluarga dan Sekolah dalam Mendukung Kesiapan Akademik Menuju Sekolah Dasar: Systematic Literature Review
Masa transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) merupakan fase terpenting yang menentukan kesiapan akademik anak menghadapi tuntutan pembelajaran formal. Realitas di lapangan menunjukkan masih banyak anak yang belum menguasai keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung saat memasuki SD, yang disebabkan oleh kurangnya kolaborasi antara keluarga dan sekolah serta perbedaan pendekatan pembelajaran di masing-masing jenjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis berbagai hasil penelitian mengenai peran keluarga dan sekolah dalam mendukung kesiapan akademik menuju SD. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 jurnal dalam 10 tahun terakhir, dengan analisis tematik melalui tahap reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penyajian naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar, pola asuh yang tepat, dan komunikasi dengan guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan akademik anak. Di sisi lain, guru PAUD dan SD memainkan peran penting dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak. Kolaborasi yang konsisten antara keluarga dan sekolah menjadi kunci dalam menciptakan transisi yang lancar, efektif, dan berkelanjutan
Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Keterlambatan Bicara Anak Generasi Alpha
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan gadget mengalami peningkatan yang signifikan, termasuk di kalangan generasi alpha. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran karena semakin banyak kasus anak yang terpapar gadget mengalami keterlambatan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget terhadap keterlambatan bicara anak generasi alpha. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang tua yang memiliki anak usia 4-5 tahun, di Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan sebesar 76,21% antara penggunaan gadget terhadap keterlambatan bicara anak generasi alpha. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka semakin besar kemungkinan keterlambatan bicara anak. Hal ini disebabkan minimnya interaksi langsung serta sikap pasif anak saat menggunakan gadget.Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya intervensi preventif melalui edukasi kepada orang tua mengenai dampak negatif penggunaan gadget serta penyusunan pedoman yang dapat membantu orang tua dalam membatasi penggunaan gadget untuk ana
Pengaruh Model Pembelajaran Dan Kepercayaan Diri Terhada Keterampilan Komunikasi Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran dan kepercayaan diri terhadap keterampilan komunikasi anak usia dini. Studi eksperimental kuasi 2x2 ini melibatkan empat kelompok yang dibentuk berdasarkan kombinasi model pembelajaran (model konvensional dan model berbasis permainan) serta tingkat kepercayaan diri (tinggi dan rendah). Partisipan terdiri dari 80 anak usia 5-6 tahun yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan penilaian keterampilan komunikasi menggunakan instrumen valid yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan ANOVA dua jalur untuk menguji interaksi dan pengaruh utama dari kedua faktor. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada keterampilan komunikasi antara kelompok yang menggunakan model pembelajaran berbasis permainan dibandingkan dengan model konvensional (F(1,76) = 12,45, p < 0,01). Kedua variabel secara signifikan memengaruhi keterampilan komunikasi anak usia dini, dengan model pembelajaran berbasis permainan dan kepercayaan diri tinggi memberikan kontribusi positif yang lebih besar secara statistik. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran di pendidikan anak usia dini
Pengembangan E-Science Kit untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Literasi Sains Anak Usia 5-6 Tahun: Studi Analisis Kebutuhan
Kemampuan berpikir kritis dan literasi sains sebagai keterampilan abad 21 perlu dikembangkan sejak usia dini melalui eksperimen sains yang menyenangkan dan interaktif. Data awal menunjukkan bahwa guru kesulitan dalam menyampaikan konsep ilmiah dan terbatasnya media pembelajaran berbasis audiovisual. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan sebagai dasar pengembangan E-Science Kit yang sesuai dengan karakteristik anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data diperoleh melalui angket dan wawancara terhadap 25 guru PAUD Kelompok B di Sleman. Validasi instrumen dilakukan melalui expert judgement. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi. Aspek yang dikaji mencakup persepsi guru, praktik pembelajaran sains, ketersediaan media, dan kebutuhan media. Hasil menunjukkan perlunya media sains interaktif untuk mengatasi keterbatasan alat, sulitnya menjelaskan konsep abstrak, dan rendahnya minat anak. Guru mengharapkan media berupa video pendek, panduan eksperimen sederhana, dan bahasa yang sesuai usia anak. Temuan ini menjadi dasar pengembangan E-Science Kit yang relevan dengan kebutuhan guru dan karakteristik anak usia dini, sekaligus menjawab tantangan pembelajaran sains di PAUD
Sintesis Pemikiran Al Attas dan Lickona dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini di Era Digital
Era digital menghadirkan tantangan kompleks dalam pembentukan karakter anak usia dini, memerlukan pendekatan yang mengintegrasikan nilai tradisional dengan konteks teknologi modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis pemikiran Muhammad Naquib Al-Attas dan Thomas Lickona untuk mengembangkan kerangka teoritis pembentukan karakter anak usia dini di era digital. Menggunakan metode kualitatif systematic literature review dengan framework PRISMA, penelitian ini mengkaji relevansi dan komplementaritas kedua pemikiran tersebut. Hasil penelitian mengidentifikasi keunggulan unik masing-masing pendekatan: konsep adab Al-Attas memberikan fondasi spiritual-metafisik yang mendalam, sementara model Lickona menawarkan operasionalisasi praktis melalui trilogi moral knowing, feeling, dan action. Novelty penelitian terletak pada pengembangan model integratif "Adab-Digital Character Framework" yang menggabungkan dimensi transendental adab dengan pendekatan empiris Lickona, dilengkapi strategi implementasi khusus untuk konteks digital. Model ini memberikan kontribusi teoretis berupa kerangka konseptual baru yang menjembatani pendekatan Timur dan Barat, serta kontribusi praktis berupa panduan implementasi yang dapat diterapkan di lembaga pendidikan anak usia dini untuk menghadapi tantangan era digital secara efektif
Kesiapan Mewujudkan Layanan Program Inklusi PAUD Tinjauan Kurikulum dan Kompetensi Pedagogik Guru
Pendidikan inklusif PAUD di Indonesia belum seluruhnya melaksanakan dan menerima ABK pada lembaganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan lembaga PAUD di Kecamatan Bawang dalam menyelenggarakan program pendidikan inklusi, ditinjau dari kompetensi pedagogik guru dan kurikulum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru TK Cahaya Melati, serta Ketua IGTKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Cahaya Melati siap menerima ABK dan menyelenggarakan pendidikan inklusi, namun terdapat hambatan utama meliputi kurangnya pelatihan, minimnya sosialisasi pendidikan inklusi, kurikulum yang belum sesuai, dan tidak tersedianya guru pendamping khusus. Hal ini menunjukkan perlunya dukungan lebih intensif dari pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi guru, penyediaan kurikulum yang adaptif, serta fasilitas yang inklusif demi tercapainya pendidikan tanpa diskriminasi
Construct Validation of the Preschool Semantic Comprehension Test (TPSP): Development and Psychometric Evaluation
This study aimed to examine the construct validity of the Preschool Semantic Comprehension Test (TPSP) as a measure of semantic comprehension in preschool-aged children. A total of 72 children aged 3–6 years participated and were classified into two groups: typically developing and atypically developing children. Each child completed an individual testing session using TPSP, lasting approximately 10 to 15 minutes. TPSP is a standardized Indonesian assessment tool designed to measure semantic comprehension in preschool-aged children. The test is administered by speech therapists. Data were analyzed using independent samples t-tests, ANCOVA, and effect size estimation (Cohen’s d). Results revealed a highly significant difference in semantic comprehension scores between the two groups (p < .001, d = –2.631). Covariance analysis indicated that this difference remained significant even after controlling for age. These findings support the construct validity of TPSP, demonstrating its sensitivity in distinguishing developmental language profiles. The practical implications highlight TPSP's potential as an effective early assessment tool in Indonesian speech-language therapy settings. Future research is recommended to evaluate TPSP's longitudinal sensitivity and application in multilingual contexts
Peran Lingkungan Pendidikan dalam Menangkal Dampak Sosial Anak dengan Gangguan Bicara
Salah satu kemampuan anak yang sedang berkembang saat usia dini adalah kemampuan berbahasa, salah satunya yaitu kemampuan berbicara. Berbicara merupakan alat komunikasi untuk merespons dan berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Namun sering ditemukan anak usia dini yang memiliki gangguan berbicara karena beberapa faktor penyebab, baik faktor internal dan eksternal. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data–data diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan menganalisa daftar pustaka serta penelitian–penelitian sebelumnya. Tujuannya untuk mencegah dan mengurangi dampak sosial akibat gangguan berbicara di lingkungan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menyimpulkan, lingkungan pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam mencegah dan meminimalkan dampak sosial yang dialami oleh anak-anak dengan gangguan bicara. Secara teori penelitian ini berkontribusi sebagai pengembangan pengetahuan dan secara praktis dapat digunakan sebagai panduan guru dalam upaya mengatasi dampak sosial pada anak dengan gangguan bicara