Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
2414 research outputs found
Sort by
Jaringan Sosial, Relasi Kuasa, dan Reproduksi Ketimpangan Pendidikan: Analisis Sosiologis Pendidikan di Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana jaringan sosial dan relasi kuasa mereproduksi ketimpangan pendidikan di sekolah melalui tinjauan pustaka bertipe systematic-narrative review (studi 2022–2025). Temuan utama menunjukkan bahwa ketimpangan tidak semata akibat sumber daya atau kebijakan makro, tetapi juga dibentuk oleh mekanisme mikro: (1) informational gatekeeping, kontrol atas aliran informasi penting; (2) alokasi sumber daya yang berpihak; (3) labeling dan tracking, penempatan akademik yang memperkuat stereotip; dan (4) peran broker yang menahan atau menyalurkan akses. Teori modal sosial (Bourdieu, Coleman), konsep relasi lemah (Granovetter), serta teori kekuasaan Foucault dan Lukes digunakan untuk menjelaskan bagaimana jaringan dan praktik pengawasan menciptakan dan meneguhkan privilese. Perbedaan konteks perkotaan dan pedesaan menegaskan peran jaringan lokal dan akses ke sumber daya formal. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan analisis mikro (praktik jaringan dan relasi kuasa) dengan perspektif struktural makro untuk menawarkan kerangka konseptual terpadu tentang reproduksi ketimpangan Pendidikan. Secara praktis penelitian ini merekomendasikan kebijakan menekankan transparansi distribusi informasi, program mentoring terstruktur, serta reformasi aturan dan budaya institusi untuk merombak struktur kekuasaan agar akses pendidikan menjadi lebih adil dan berkelanjutan
Analisis Kegiatan Open House sebagai Teknik Marketing di TK Pembina ABA 54 Semarang
Persaingan diantara lembaga Paud yang semakin ketat akibat meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pendidikan yang berkualitas sejak dini serta munculnya lembaga PAUD dengan jarak berdekatan. Sehingga menimbulkan tantangan bagi setiap lembaga PAUD untuk berinovasi agar dapat bersaing dan mempertahankan eksistensinya. Penelitian ini untuk menganalisis kegiatan open house sebagai teknik marketing di TK Pembina ABA 54 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan kepala sekolah, guru, orang tua anak didik, guru dari Pos Paud, dan orang tua calon siswa. Analisis data berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan open house efektif meningkatkan daya tarik lembaga Paud, serta memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan, program, serta keunggulan sekolah. Keterlibatan orang tua peserta didik dalam bazar, lomba kreativitas, penampilan ekstrakurikuler, serta tur sekolah. Selain itu, kegiatan open house juga melibatkan partisipasi warga sekitar sehingga tercipta kemitraan antara sekolah dan lingkungan sekitar. Dukungan promosi media sosial turut memperluas jangkauan informasi kepada publik sehingga memaksimalkan potensi pendaftar yang terus bertambah setiap tahunnya. Temuan penelitian ini memberikan rekomendasi lembaga Paud lain untuk mengadopsi teknik marketing melalui kegiatan open house yang inovatif, interaktif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat
Implementasi Pembelajaran Menulis Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus Riyaya Undhuh-undhuh pada Siswa SMP Unggulan Al Ittihad Mojowarno
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran menulis teks deskripsi yang diintegrasikan dengan kearifan lokal Riyaya Undhuh-undhuh, serta menganalisis respon dan dampaknya terhadap kualitas tulisan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan desain Studi Kasus pada siswa SMP Unggulan Al Ittihad Mojowarno. Subjek utama penelitian ini adalah siswa kelas VII yang dipilih melalui purposive sampling untuk diamati dan diwawancarai. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran yang berpusat pada tradisi Riyaya Undhuh-undhuh menciptakan lingkungan belajar yang otentik dan kontekstual. Penelitian menyimpulkan bahwa pemanfaatan kearifan lokal merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan kompetensi menulis siswa sekaligus menanamkan kesadaran dan kebanggaan budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata berupa model pembelajaran kontekstual yang dapat dijadikan pedoman bagi guru Bahasa Indonesia di sekolah menengah untuk mengintegrasikan potensi budaya lokal sebagai sumber ide dan media pelestarian nilai dalam praktik pembelajaran menulis
Eksplorasi Virtual Google Earth dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini
Keterampilan sosial merupakan fondasi krusial bagi kesiapan akademik dan pembentukan karakter anak usia dini. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan sosial (komunikasi, kerja sama, dan berbagi) anak usia 5–6 tahun melalui implementasi strategi bermain berbasis teknologi Virtual Google Earth (GE). Menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) John Elliot, intervensi ini diterapkan dalam dua siklus dengan fokus pada strategi Virtual-to-Real Cooperative Play. Kondisi awal di Kelompok B TKIT Baitul ‘Aini menunjukkan keterampilan sosial yang rendah (rata-rata capaian klasikal 49% atau Mulai Berkembang/MB). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rata-rata capaian klasikal meningkat drastis hingga mencapai 78% (Berkembang Sangat Baik/BSB) pada akhir Siklus II. Peningkatan ini didukung oleh uji-t berpasangan yang menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p=0.000). Disimpulkan bahwa strategi Virtual-to-Real Cooperative Play dengan GE terbukti efektif mengoptimalkan interaksi dan empati anak. Implikasinya, strategi ini dapat menjadi model pedagogis konkret bagi guru PAUD untuk mengintegrasikan teknologi sebagai katalisator interaksi sosial yang terarah
Kurikulum Waldorf Berbasis Anthroposophy dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak Usia Dini
Banyak anak usia dini masih mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar dirinya secara mandiri, kondisi demikian dipengaruhi oleh pola asuh, kebiasaan keluarga, serta dibentuk dari orang dewasa di lingkungan terdekat dalam pemenuhan kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penerapan kurikulum Waldorf berbasis filosofi Anthroposophy dapat mengembangkan kemandirian anak usia dini. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan guru serta orang tua wali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritme harian yang konsisten, pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang menerapkan pengalaman langsung, dan melibatkan anak pada tugas rutin keseharian seperti merapikan alat sekolah, makan sendiri, berpakaian, serta mengelola emosi dalam aktivitas keseharian di lingkungan sekolah dapat meningkatkan kemandirian fisik, sosial, dan emosional anak. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum Waldorf dapat menjadi alternatif pendekatan pembelajaran yang memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh dalam membentuk kemandirian anak usia dini. Secara teoritis, penelitian ini menambah kajian tentang penerapan Anthroposophy dalam pendidikan anak. Secara praktis penelitian ini memberikan acuan bagi guru, orang tua, dan lembaga PAUD dalam merancang lingkungan belajar yang memberi ruang bagi kemandirian anak sehingga dapat berkembang secara alami
Permainan Tradisional sebagai Media Efektif Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini : Literature Review
Dalam era digital saat ini, permainan tradisional mulai ditinggalkan dan dianggap kuno. Namun jika ditelaah kembali, permainan tradisional memiliki ciri khas yang membuat permainan tradisional menjadi sesuatu yang menarik dengan manfaat yang ada didalamnya. Dengan kajian yang dipaparkan, diharapkan dapat menampilkan keunikan permainan tradisional dalam segi manfaat bagi kreativitas anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini ialah menelusuri bagaimana permainan tradisional dapat menumbuhkan kreativitas bagi anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah systematic literature review dengan mencari berbagai referensi dan menganalisisnya. Data yang diperoleh dari penelitian ini ialah 6 artikel dengan kata kunci: Kreativitas, Permaianan tradisional, Perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan permainan tradisional dapat menumbuhkan kreativitas anak dengan memperhatikan strategi dan alat permainan yang digunakan untuk memenangkan permainan, serta modifikasi permainan tradisional dari guru menjadikan permainan tradisional menjadi lebih menarik
Psychological Factors Influencing Universal Design for Learning: A Systematic Review on Inclusive Education
This systematic review explores the integration of Universal Design for Learning (UDL) and Self-Determination Theory - Basic Psychological Needs Satisfaction (SDT-BPNS) in early childhood education. By analyzing 14 peer-reviewed articles from 2014 to 2024, this study identifies how UDL practices address relatedness, competence, and autonomy to enhance inclusive education. Findings reveal that collaborative learning environments and positive teacher-student relationships promote relatedness, especially when culturally adapted. Competence is enhanced through scaffolded learning, differentiated instruction, and teacher training programs, though limited resources and inadequate training remain challenges. Autonomy is supported by flexible, creative, and student-centered activities, but institutional constraints often limit its effectiveness. Integrating UDL with SDT-BPNS provides a comprehensive framework addressing both structural and psychological aspects of learning. This approach enhances motivation, engagement, and inclusivity by promoting emotional and cognitive well-being. However, cultural responsiveness, institutional support, and tailored training programs are essential for effective implementation. This review highlights the need for future research to explore long-term effects and develop culturally responsive UDL frameworks that incorporate SDT-BPNS principles
Pengaruh Partisipasi Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas Atas Sekolah Dasar
Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh partisipasi pembelajaran matematika (keaktifan, kedisiplinan, konsistensi) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas 4, 5, dan 6. Metode penelitian kuantitatif, jumlah sampel 51 responden kelas atas salah satu SD negeri di Kecamatan Karanganyar. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi belajar (keaktifan, kedisiplinan, konsistensi siswa) berkontribusi positif terhadap kemampuan pemecahan masalah dengan koefisien regresi sebesar 0,323 (keaktifan), 0,378 (kedisiplinan), dan 0,296 (konsistensi). Uji F mengonfirmasi pengaruh simultan ketiga variabel tersebut, dengan R=0,922 dan R²=0,850, menunjukkan 85% variansi kemampuan memecahkan masalah dijelaskan oleh partisipasi siswa. Kesimpulannya, partisipasi belajar secara signifikan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Temuan ini memperkuat pentingnya partisipasi pembelajaran matematika dalam memecahkan masalah
Bercerita dan Pengaturan Emosi pada Anak Usia Dini: Tinjauan Literatur Sistematis
Kemampuan mengatur emosi sejak usia dini sangat penting untuk mendukung perkembangan sosial, akademik, dan kesehatan mental anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis literatur yang membahas hubungan antara kegiatan bercerita (storytelling) dan pengaturan emosi pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, menggunakan sumber dari database seperti Google Scholar, ERIC, ScienceDirect, dan Scopus. Dari 1000 artikel yang diidentifikasi, sebanyak 14 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bercerita secara signifikan membantu anak dalam mengenali, memahami, dan mengelola emosi, serta membangun empati dan ketahanan diri. Kegiatan bercerita yang didukung dengan diskusi terarah, ekspresi guru yang menarik, dan pemilihan cerita yang relevan, terbukti memperkuat literasi emosi anak. Kajian ini menegaskan pentingnya peran guru dan orang dewasa dalam memfasilitasi proses ini serta perlunya integrasi metode bercerita dalam pembelajaran anak usia dini untuk mendukung perkembangan emosional yang sehat
Analisis Kebutuhan E-Modul Diferensiasi untuk Pembelajaran Perkalian dan Pembagian pada Siswa Sekolah Dasar (Fase C)
Latar belakang penelitian ini didasari oleh heterogenitas karakteristik belajar peserta didik fase C dan adanya kesulitan dalam mempelajari operasi hitung dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan e-modul berbasis diferensiasi dalam pembelajaran operasi hitung perkalian dan pembagian untuk siswa kelas 5 dan 6 SD. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan melakukan kajian komprehensif terhadap artikel/jurnal, buku, laporan penelitian, dan sumber-sumber lain yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis konten yang berkaitan dengan karakteristik siswa, tantangan pembelajaran, prinsip diferensiasi, potensi e-modul, dan kebutuhan integrasi. Novelty penelitian terletak pada spesifikasi kebutuhan e-modul berdiferensiasi untuk mengatasi kesulitan belajar operasi hitung perkalian dan pembagian pada siswa Fase C, yang belum banyak dieksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kebutuhan yang signifikan terhadap e-modul yang dirancang dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip diferensiasi untuk mengakomodasi keragaman gaya belajar, tingkat pemahaman, dan minat peserta didik. E-modul berbasis diferensiasi diharapkan dapat mengatasi kesulitan tersebut melalui penyajian konten, proses, dan produk pembelajaran yang bervariasi. Penelitian ini menyatakan pengembangan e-modul berbasis diferensiasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran operasi hitung matematika