Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
2414 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan Peran Guru terhadap Pendidikan Karakter Religius Anak Usia Dini di TK ABA 14
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pola asuh orang tua dan peran guru terhadap pendidikan karakter religius anak usia dini (5–6 tahun) di TK ABA 14. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Instrumen yang digunakan berupa angket terstandar untuk mengukur pola asuh orang tua dan peran guru, serta lembar observasi yang dikembangkan sendiri untuk menilai karakter religius anak. Hasil analisis menunjukkan terdapat korelasi positif dan signifikan antara pola asuh demokratis (r = 0,54; p < 0,05) serta keterlibatan guru (r = 0,48; p < 0,05) dengan pembentukan karakter religius anak, khususnya pada aspek kejujuran, tanggung jawab, empati, disiplin, dan kasih sayang. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan guru dalam mendukung pengembangan karakter religius anak usia dini di lembaga pendidikan berbasis agama Islam
Implementasi Kurikulum Berbasis OBE oleh Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini di Era 4.0
Perkembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di era 4.0 menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang dalam dunia pendidikan. OBE adalah pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai oleh peserta didik, sehingga kurikulum harus dirancang agar sesuai dengan kebutuhan zaman. Di era 4.0, kemajuan teknologi menuntut adanya perubahan dalam metode pembelajaran, penggunaan teknologi digital, serta asesmen berbasis kompetensi. Artikel ini mengkaji perkembangan kurikulum berbasis OBE di era 4.0 dengan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan OBE semakin berkembang, terutama dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun,ada beberapa tantangan yang dihadapi meliputi kesiapan pendidik dan infrastruktur pendidikan. Dengan strategi yang tepat, kurikulum berbasis OBE dapat menjadi solusi untuk menciptakan lulusan yang lebih siap menghadapi persaingan global. Penelitian ini mengisi celah dengan menyoroti implementasi kurikulum OBE oleh pendidik Pendidikan Anak Usia Dini yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam pendidikan di era digital
Pengembangan Literasi Kewarganegaraan melalui Model SOFI di Taman Baca: Kajian Systematic Literature Review
Literasi kewarganegaraan perlu ditanamkan sejak usia dini untuk membentuk generasi yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Dalam konteks pendidikan nonformal seperti taman baca, dibutuhkan model pembelajaran yang menyenangkan, partisipatif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model SOFI (Story, Observe, Follow, Involve) sebagai pendekatan pembelajaran nonformal yang terstruktur dan inovatif dalam menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan pada anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap berbagai sumber ilmiah terkait literasi kewarganegaraan, pendidikan karakter, dan pembelajaran nonformal. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendekatan cerita, observasi, peniruan sikap positif, dan keterlibatan aktif anak dapat meningkatkan pemahaman dan sikap kewarganegaraan secara signifikan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengembangan Model SOFI sebagai model pembelajaran nonformal yang sistematis dan aplikatif di taman baca, yang belum banyak dikaji sebelumnya. Implikasi dari penelitian ini adalah Model SOFI dapat digunakan sebagai panduan praktis bagi pendidik dan pengelola taman baca dalam memperkuat literasi kewarganegaraan anak melalui kegiatan yang menyenangkan, kontekstual, dan bernilai edukatif
Implementasi Prinsip Pengelolaan Meaningful, Mindful, dan Joyful Learning dalam Proses Pembelajaran Mendalam: Studi Kasus di Sekolah Dasar Islam Terpadu
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi prinsip meaningful, mindful, dan joyful learning dalam pembelajaran mendalam di SDIT Jumapolo. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain studi kasus dengan subjek kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dianalisis dengan model Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meaningful learning terwujud saat guru mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dan nilai-nilai Islam; mindful learning muncul melalui aktivitas yang mendorong siswa berpikir dan belajar secara sadar; sedangkan joyful learning diimplementasikan melalui pembelajaran kreatif, menyenangkan, dan partisipatif. Integrasi ketiga prinsip ini membentuk pembelajaran mendalam yang sesuai karakteristik siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan terpadu tiga prinsip pembelajaran tersebut dalam konteks sekolah Islam terpadu tingkat dasar
Pengembangan Ular Tangga SEHATIKU Berbasis Digital dan Bermuatan STEAM untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Anak Usia Dini
Anak usia dini memiliki peran krusial dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat dan pengembangan literasi Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan ular tangga “Sehatiku” (Sehat dalam Implementasi Kurikulum Merdeka) berbasis digital dan bermuatan STEAM untuk meningkatkan literasi kesehatan anak usia dini di TK Aisyiyah Kabupaten Kampar. Penelitian menggunakan metode R&D dengan pendekatan ADDIE, subjek penelitian adalah siswa Taman Kanak-kanak di TK Aisyiyah Kabupaten Kampar Provinsi Riau dengan sampel 30 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dianalisis dengan skala Likert untuk data kualitatif serta instrumen kuantitatif terintegrasi dalam permainan. Analisis meliputi statistik parametrik dan nonparametrik, dengan normalisasi analisis gain. Hasil penelitiannya Permainan “Sehatiku” terbukti efektif dapat dilihat dari hasil Uji-t berpasangan menunjukkan p-value < 0,01 ? signifikan dan N-Gain rata-rata: 0,64 (kategori tinggi) sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dan STEAM yang dikemas dalam sebuah permainan ular tangga digital. Anak-anak tidak hanya menunjukkan peningkatan skor kognitif, tetapi juga motivasi dan kesadaran diri terhadap kebiasaan sehat. Evaluasi ahli, guru, dan pengguna menunjukkan penerimaan yang sangat positif, menjadikan media ini dapat dipertimbangkan untuk implementasi lebih luas di PAUD lain
Pengaruh Tari Tor-Tor terhadap Kemampuan Motorik Kasar di Taman Kanak-Kanak Hang Tuah
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tari Tor-Tor terhadap kemampuan motorik kasar anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak di Taman Kanak-kanak Hang Tuah. Jumlah sampel sebanyak 24 anak, 12 anak kelas B1 sebagai kelas eksperimen dan 12 anak kelas B2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sample yaitu purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan statistik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tari Tor-Tor berpengaruh terhadap aspek perkembangan motorik kasar anak usia dini. Dengan hasil pre-test kelas eksperimen yaitu 22,41 setelah diberikan perlakuan dilakukan post-test diperoleh rata-rata kelas eksperimen sebesar 46,33 sedangkan pada kelas kontrol menggunakan tari gemu famire memperoleh hasil pre-test 21,25 sedangkan post-test 30. Selisih yang di peroleh untuk rata rata pre-test kelas eksperimen sebesar 23, 91 sedangkan kelas kontrol sebesar 8,75. Kedua kelas mengalami peningkatan namun skor kelas eskperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Nilai sig (2-tailed) menunjukkan angka sebesar 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tari Tor-Tor berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar anak di Taman Kanak- Kanak Hang Tuah
Implementasi Metode Tikrar untuk Mengoptimalkan Bacaan Hadis pada Anak Kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 25 Medan
Dengan menggunakan metode tikrar, penelitian ini berupaya untuk mengoptimalkan bacaan Hadis pada anak usia dini. Studi ini memanfaatkan metode deskriptif berdasarkan studi kualitatif. Informasi diperoleh bersumber dari dokumentasi, observasi, dan wawancara. Responden terdiri dari mahasiswa TK dan instruktur mereka. Studi ini memanfaatkan model Miles dan Huberman untuk analisis data, meliputi tiga rangkaian: reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Menurut temuan tersebut yakni, sebelum pelaksanaan metode Tikrar diterapkan, guru terlebih dahulu menyusun rancangan pembelajaran. Rencana pembelajaran tersebut disusun sebagaimana lazimnya yang dilakukan oleh guru di lembaga pendidikan pada umumnya. Namun, pelaksanaan metode Tikrar dalam program tahfidz belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Metode Tikrar diterapkan melalui dua pendekatan, yakni pengulangan hafalan secara bersama-sama serta pengulangan hafalan di hadapan guru tahfidz. Proses evaluasi dilakukan ketika setiap peserta didik menyetorkan hafalannya kepada guru pembimbing tahfidz
Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Alam terhadap Kerjasama Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri Pembina
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana guru merancang serta melaksanakan pembelajaran berbasis alam yang mendukung kerjasama anak, serta mengeksplorasi pendekatan penilaian yang diterapkan dalam konteks tersebut. Metode kualitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui pengamatn, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti tahapan sugiyono yaitu reduksi, penyajian, dan verifikasi data, serta diuji validitasnya melalui teknik triangulasi metode campuran. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran alam bagi anak usia 5-6 tahun di TK Negeri Pembina Lengayang keberhasilan yang lebih terukur dan sukses membentuk kolaborasi, terlihat dari perencanaan aktivitas yang sistematis. Kesimpulannya, implementasi pembelajaran dialam menunjukkan kemajuan yang baik dalam membangun kerjasama antar anak, memperlihatkan dampak positif pada keterampilan kolaboratif serta meningkatkan kualitas interaksi dalam konteks belajar bersama
Hubungan antara Interaksi Sosial, Teman Sebaya, dan Perkembangan Bahasa Anak melalui Play-Based Learning
Perkembangan bahasa anak usia dini menjadi aspek fundamental dalam membentuk kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan berinteraksi sosial, namun kenyataannya masih banyak anak yang mengalami keterlambatan bahasa terutama di lingkungan multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan Play-Based Learning terhadap keterampilan berbahasa anak usia dini di PAUD YPJ Tembagapura. Subjek penelitian terdiri atas guru dan anak-anak yang berasal dari latar belakang suku dan budaya yang beragam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan bermain, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Play-Based Learning secara signifikan memperkaya kosakata anak, meningkatkan kemampuan membentuk struktur kalimat, serta memperkuat keterampilan komunikasi dengan teman sebaya. Permainan imajinatif juga terbukti menumbuhkan kreativitas berbahasa, kepercayaan diri, serta etika komunikasi. Guru berperan penting sebagai fasilitator melalui scaffolding, arahan, dan integrasi nilai keberagaman. Simpulan penelitian menegaskan bahwa interaksi sosial dalam konteks bermain merupakan faktor kunci pengembangan bahasa anak usia dini, dengan implikasi praktis perlunya penguatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran berbasis bermain di lingkungan multikultural
Meningkatkan Minat Siswa SD pada Pertanian melalui Pendidikan Lingkungan
Penelitian ini mengkaji peran pendidikan lingkungan dalam meningkatkan minat siswa sekolah dasar terhadap bidang pertanian. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang menganalisis informasi dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan berbasis pengalaman nyata, seperti bercocok tanam di sekolah dan kunjungan ke lahan pertanian, efektif meningkatkan ketertarikan siswa; keberhasilan program dipengaruhi oleh kualitas kurikulum, keterampilan guru, dan dukungan infrastruktur; serta terbatasnya fasilitas dan pelatihan bagi guru menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan kurikulum yang inklusif serta dukungan sumber daya untuk meningkatkan efektivitas pendidikan lingkungan berbasis pertanian