Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
2414 research outputs found
Sort by
Analisis Strategi dan Tantangan Program Literasi Numerasi Kampus Mengajar di Sekolah Dasar
Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan strategi literasi numerasi di sekolah mitra kampus mengajar dan tantangannya. Penelitian dilakukan di SDN 011 Bukit Kapur Kota Dumai, pada rentang waktu Agustus-Desember 2023. Adapun informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, majelis guru serta beberapa orang peserta didik .Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara maupun studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, verfikasi dan reduksi data, penarikan kesimpulan. Adapun Teknik triangulasi menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menemukan bahwa strategi penguatan literasi numerasi dilakukan dengan membuat media pembelajaran, menginisiasi program literasi numerasi di luar proses PBM seperti membuat pojok baca, pohon angka dan madding hingga mengadakan private membaca, sedangkan tantangan keberlanjutan strategi literasi terdiri dari minimnya inisiasi sekolah dalam memancing kreatifitas literasi numerasi peserta didik diluar rutinitas proses belajar mengajar dan kurangnya sarana prasarana sekolah
Optimalisasi Kemampuan Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun melalui Kegiatan Finger Painting
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran guru dalam mendukung perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK Negeri 03 Tenggarong melalui finger painting. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui tiga teknik: (1) observasi pasif, (2) wawancara mendalam, dan (3) dokumentasi. Data dianalisis dalam empat tahap: pengumpulan, penyederhanaan, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Peran guru sangat penting dalam kegiatan ini, karena dukungan dan arahan yang tepat dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa finger painting efektif dalam meningkatkan koordinasi tangan dan -mata anak di TK Negeri 03 Tenggarong. Anak dapat menggambar sesuai gagasan, meniru bentuk, melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan, dan mengekspresikan diri melalui gerakan menggambar secara rinci
Sinisa Children's Literacy Program: SWOT Analysis to Increase Reading Interest in Salatiga
Early literacy plays a crucial role in building a strong foundation for children's reading and writing skills. In Salatiga, the Library and Archives Office (Dinpersip) initiated the Salatiga Early Literacy Awareness (Sinisa) program to cultivate children's reading interest from an early age. Although the program holds great potential, its implementation remains limited to book provision and does not fully address essential literacy aspects. This study evaluates the effectiveness of the Sinisa program and identifies the factors influencing its success using a descriptive approach and SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). The findings indicate that the program's strengths lie in Dinpersip's active involvement, content relevance to local culture, and community collaboration. However, it faces several weaknesses, including budget limitations, suboptimal content, and the absence of a clear evaluation framework. Opportunities for program development include cross-sector collaboration and increasing literacy awareness, while the primary threats stem from digital media competition and the lack of commitment from the local government. As a novel contribution to early literacy studies, this research recommends implementing a Community-Based Literacy model that actively involves parents and communities to enhance the effectiveness of the Sinisa program. Additionally, strengthening strategic partnerships between Dinpersip, educational institutions, and communities is essential to fostering a conducive environment for sustained reading interest. These measures aim to optimize the Sinisa program in cultivating a literate generation in Salatiga.Â
Inclusive Classroom Management In Non-Inclusive Preschool (Case Study At TK it Ihya Assunah Tasikmalaya)
Inclusive education is a fundamental right of every child, including those with learning, emotional, or behavioral challenges. However, many early childhood institutions are not formally inclusive. This study aims to explore how a non-inclusive preschool, TK IT Ihya Assunah in Tasikmalaya, implements inclusive classroom management for children with mild to moderate special needs. A qualitative case study approach was employed, involving classroom observations, in-depth interviews with teachers, and documentation analysis. The findings reveal that although the school is not officially inclusive, it adopts inclusive practices through individualized support, structured environments, and responsive teaching strategies. The Beyond Centers and Circle Time (BCCT) learning model is utilized to stimulate child development and foster participation. This study highlights the importance of adaptive management and collaborative support to ensure quality early childhood education for all learners
Stimulasi HOTS Siswa Satuan PAUD dan Pendidikan Dasar dengan MIKIR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh isu terbaru pendidikan yakni implementasi pendekatan pembelajaran aktif yang dipopulerkan oleh Tanoto Foundation yang dikenal dengan istilah MIKIR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pendekatan pembelajaran MIKIR di satuan PAUD dan pendidikan dasar di sekitar Jawa Tengah; dan mengetahui aspek HOTS yang dicapai saat menerapkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan MIKIR. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pengambilan datanya melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran MIKIR dengan siswa aktif mengalami, berinteraksi, komunikasi dan refleksi dapat menstimulasi kemampuan berpikir tingkat tinggi HOTS. Aspek HOTS yang terstimulasi pada siswa meliputi kemampuan mengevaluasi, menganalisis, dan mencipta. Hasil kajian berimplikasi pada penyesuaian rencana pembelajaran, penentuan metode dan media pembelajaran, pemenuhan sarana prasarana, dan evaluasi pembelajaran secara komprehensif, termasuk pemilihan teknik dan instrumen penilaian. Implikasi lain yakni pendekatan MIKIR tidak hanya dapat diterapkan di prasekolah ataupun pendidikan dasar, namun bisa diaplikasikan di setiap jenjang pendidikan. Pendekatan tersebut juga adaptif terhadap dinamika kurikulum di Indonesia
Effectiveness of Project-Based and Case-Based Learning Models on Children's Numeracy Literacy Skills in Schools
There are many studies on project-based learning and case-based learning models in the world of Education, but many studies have concluded that the results of the research are different and the influence of the model is not profound on Children's numeracy skills. This study aims to determine the effectiveness of project-based and case-based learning models to improve Children's numeracy literacy skills in schools. The type of research is quantitative research with a meta-analysis approach. The eligibility criteria of this study are that the research must be relevant, the research data is obtained from the ScienceDirect database; Mendeley; ERIC and Google Scholar; The research was published in 2020-2025; and The research must report complete data to calculate the effect size value. Data analysis with the help of Excel and Jamovi applications to calculate the effect size value of each study. The results of the study concluded that the 19 studies analyzed obtained a summary effect size value (d = 0.924; z = 7.446 p < 0.001). These findings show that the project-based learning and case-based learning models have a significant influence on Children' numeracy literacy skills in schools
Construct-related Validity of the Preschool Sound Production Test in Indonesian-Speaking
The availability of a speech intelligibility test that is in accordance with Indonesian with good psychometric evidence is needed for clinical practice needs. This study aims to evaluation whether the Tes Produksi Bunyi Prasekolah (Preschool Sound Production Test) has evidence of construct validity. Seventy-eight preschool children were divided into three groups. Typical Groups I and II were children without speech sound disorder who lived in Jakarta and Padang. Group III was children with speech sound disorder. Participants in each group consisted of 26 children. Ten participants were 4 years old and 5 years old, and 6 participants were 6 years old for each group. Speech intelligibility, percentage of consonants correct, and percentage of vowels correct were assessed individually using the Preschool Speech Sound Production Test. Based on the analysis results, it was found that the speech intelligibility index in the SSD group was lower than in Typical Group I (MD = -43.9; p < .001) and Typical Group II (MD = -41.96; p < .001). Referring to the results obtained, it can be concluded that the Preschool Sound Production Test has construct validity
Dampak Penggunaan Permainan Ludo dan Motivasi Belajar untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak permainan ludo dan motivasi belajar untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini di Taman Kanak-kanak. Penelitian ini lebih terfokuskan pada kajian pengaruh kedua variabel terhadap kemampuan berhitung anak. Novelty dari penelitian ini adalah media permainan ludo yang telah dimodifikasi dan didesain sendiri oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment, sampel pada penelitian ini adalah anak di Taman Kanak-kanak. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan kemudian dilakukan uji t (t-test) dan uji prasyarat uji hipotesis. Hasil uji t menunjukkan bahwa permainan ludo dan motivasi belajar anak mampu meningkatkan kemampuan berhitung anak (p = 0.018 < 0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan Ludo dan motivasi belajar terbukti berpengaruh terhadap kemampuan berhitung anak di Taman Kanak-kanak. Penggunaan permainan Ludo sebagai media pembelajaran tidak hanya meningkatkan keterampilan numerik anak, tetapi juga menjadikan proses belajar lebih menyenangkan dan interaktif. Motivasi belajar yang tinggi juga berperan penting dalam meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep angka dan operasi hitung sederhana
Pengaruh Pola Asuh dan Attachment terhadap Kemandirian Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh dan attachment terhadap kemandirian anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah orang tua yang anaknya bersekolah di TK Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang berjumlah 172 orang tua. Jumlah sampel sebanyak 120 yang dihitung berdasarkan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling teknik area (cluster) sampling, yaitu sampel diambil dengan pertimbangan jumlah orang tua peserta didik pada setiap TK. Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menyimpulkan variabel pola asuh dan attachment berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian anak usia dini, dengan demikian pola asuh dan attachment secara simultan mempengaruhi kemandirian anak usia dini ke arah yang positif. Temuan ini memberikan kontribusi baru dengan mengintegrasikan dua variabel utama pengasuhan dalam satu model analisis yang komprehensif, khususnya dalam konteks budaya Indonesia. Secara praktis, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pola pengasuhan otoritatif dan pembinaan relasi emosional yang aman antara anak dan orang tua sebagai strategi efektif untuk mendukung perkembangan kemandirian anak sejak dini
Pola Asuh dalam Penanggulangan Balita Stunting melalui Program Kegiatan Gizi
Penanggulangan stunting tidak hanya bergantung pada intervensi medis dan gizi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, khususnya dalam hal pemberian makanan, perawatan kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan efektivitas program kegiatan gizi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada keluarga balita stunting yang mengikuti program kegiatan gizi di Posyandu dan Puskesmas setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang responsif, konsisten, dan berbasis pada pengetahuan gizi yang tepat sangat berkontribusi terhadap perbaikan status gizi balita. Orang tua yang aktif mengikuti penyuluhan gizi dan mempraktikkan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak, seperti pemberian makanan bergizi seimbang, dan menjaga kebersihan lingkungan, cenderung memiliki balita dengan peningkatan status gizi yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya integrasi antara intervensi gizi dengan pembinaan pola asuh yang tepat dalam upaya menanggulangi stunting secara berkelanjutan