Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
2414 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Busy Board Untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Alkhairaat Malino Mamboro
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media busy board sebagai sarana stimulasi kemampuan motorik halus anak usia dini. Celah yang diidentifikasi adalah keterbatasan media edukatif yang secara khusus melatih aspek ketepatan, koordinasi, dan kecepatan gerak halus anak, serta rendahnya pemahaman guru mengenai pentingnya pengembangan keterampilan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen yang digunakan berupa angket validasi dari ahli materi dan ahli media. Hasil validasi menunjukkan bahwa media busy board memperoleh nilai rata-rata sebesar 87,5% dari ahli materi dan 82,03% dari ahli media, keduanya masuk dalam kategori sangat valid. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan media pembelajaran inovatif yang terbukti efektif untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini secara menyeluruh, terutama dalam aspek koordinasi, ketepatan, dan kecepatan gerakan
Transformasi Teori ke Praktik dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini melalui Peran Guru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi peran guru dalam membentuk karakter anak usia dini. Tujuan utama penelitian adalah mendeskripsikan strategi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan pembelajaran, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap praktik pendidikan karakter di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembiasaan, keteladanan, dan penguatan positif untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta empati. Kolaborasi dengan orang tua menjadi faktor kunci dalam menjaga kesinambungan pembentukan karakter, sehingga nilai-nilai moral dapat diterapkan secara konsisten baik di sekolah maupun di rumah. Pendidikan karakter terbukti lebih efektif apabila dilaksanakan secara sistematis, berkelanjutan, dan melibatkan semua pihak yang terkait. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi teori pendidikan karakter dengan praktik empiris yang kontekstual, sehingga dapat dijadikan rujukan akademis sekaligus pedoman praktis dalam pengembangan pendidikan karakter anak usia dini
Pengaruh Metode Bermain dan Penataan Lingkungan Main terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Anak Usia 5-6 tahun
Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh metode pembelajaran berbasis bermain, penataan lingkungan main, serta keduanya secara simultan terhadap kemampuan interaksi sosial anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Subjek penelitian berjumlah 32 anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen yang tervalidasi oleh ahli dan memiliki reliabilitas tinggi (? = 0,89). Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas maupun keduanya secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis bermain dan penataan lingkungan main berpengaruh signifikan terhadap kemampuan interaksi sosial anak, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini menegaskan bahwa keterampilan komunikasi, kerja sama, penyelesaian konflik, dan empati anak dapat ditingkatkan melalui penerapan metode bermain yang terarah dalam lingkungan main yang tertata
Implementasi Pola Pembiasaan Pendidikan Agama Islam untuk Anak Usia Dini di Lingkungan Keluarga: Studi Kasus TK YAMMBA Jatibarang
Pengembangan nilai moral agama erat kaitannya tentang budi pekerti seorang anak, sikap sopan santun, kemauan melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Pola pembiasaan pendidikan agama Islam anak usia dini dalam keluarga yang baik sehingga nantinya mampu menjaga keimanannya untuk berbuat sesuai ajaran agama dan moralitasnya. Tujuannya untuk mengetahui pola pembiasaan pendidikan agama islam untuk anak usia dini di lingkungan keluarga: studi kasus TK YAMMBA Jatibarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sampel dalam penelitian ini adalah anak TK YAMMBA Jatibarang Brebes. Hasil penelitian pada penelitian ini adalah pembiasaan pendidikan agama Islam anak usia dini melalui Profil Pelajar Pancasila dimensi Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia pada kegiatan intrakurikuler diimplementasikan melalui lima model, yaitu: pembiasaan, keteladanan, pembinaan disiplin peserta didik, pembelajaran partisipatif, dan program kegiatan sekolah
Assessing Teachers’ Social Emotional Competence: A Systematic Review
A review of the literature on the assessment of teachers' social-emotional competence (SEC) was conducted to ascertain its role in enhancing education quality and student outcomes. A total of 2,905 records were screened according to the PRISMA guidelines, and 15 studies that utilized instruments such as SECTRS, EduSEL-R, TSELCS-22, ESELC, and SASEIC Questionnaire within the Prosocial Classroom Model framework were included in the review. The results indicate that these tools effectively assess SEC dimensions, particularly in fostering positive teacher-student relationships, classroom management, and SEL program implementation. However, significant challenges remain, including cultural bias, reliance on self-reports, and limited validation across diverse contexts. Practical implications suggest that these assessments can guide professional development, enhance teacher well-being, and improve classroom environments, ultimately supporting students' academic and emotional growth. Future research should focus on developing culturally responsive, validated instruments that reduce administrative burden while capturing the multifaceted nature of SEC in real-world educational settings
Efektivitas Mendongeng dengan Media Boneka dalam Mengembangkan Karakter Prososial Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah strategi mendongeng dapat mengembangkan karakter prososial anak usia dini dan mendeskripsikan bagaimana strategi mendongeng diterapkan di BA Aisyiyah Dagas. Subyek dalam penelitian ini adalah 13 anak (8 anak laki-laki dan 5 anak perempuan),berusia 4-5 tahun yang terdaftar sebagai siswa pada tahun 2024/2025 dan seorang guru perempuan. penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan: Perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mendongeng dapat meningkatkan karakter prososial pada anak Dalam menganalisis data, penulis menggunakan teknik penelitian kualitatif, yang merupakan proses mencari dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari observasi, wawancara, catatan lapangan dan studi dokumentasi. Dan kebaruan dalam penelitian ini terletak pada pendekatan intervensi mendongeng yang dirancang untuk menumbuhkan sifat prososial secara spesifik, memberikan kontribusi unik yang belum banyak diteliti
The Influence of Learning Concentration on Preschool children Learning Outcomes
This study aims to determine the effect of concentration on the learning outcomes of early childhood students, specifically in physical education. Using the Causal Comparative Research method, this study compares two groups of students with different concentration levels to observe the differences in their learning outcomes. The data collected were analyzed using statistics, including the t-test, with a significance level 0.05. The results show that students with higher levels of concentration showed significant improvement in learning outcomes compared to students with lower levels of concentration. The coefficient of determination of 25.1% indicates that learning concentration contributes to sports learning outcomes, while 74.9% is influenced by other variables not examined in this study. Â These findings emphasize the importance of concentration in supporting the development of physical and cognitive skills in young children. The implications of this study suggest the need for teaching strategies that can enhance students' concentration, such as structured physical activities and more interactive learning. This research provides insights for educators to develop more effective teaching methods to improve concentration and learning outcomes in early childhood education
HOTS dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Analisis Kebutuhan dan Implikasi
HOTS memungkinkan anak mengembangkan pola pikir analitis dan kreatif, yang menjadi dasar bagi pemecahan masalah. Namun, banyak mahasiswa calon guru PAUD mengalami kesulitan dalam menerapkan HOTS dalam pembelajaran, disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap strategi pengajaran eksploratif dan keterbatasan pengalaman dalam merancang aktivitas bermain berbasis HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran HOTS dalam bermain matematika bagi mahasiswa calon guru PAUD serta mengidentifikasi strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 50 mahasiswa PGPAUD yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide kreatif, terutama dalam tugas individu yang membutuhkan pemikiran tingkat tinggi. Strategi pembelajaran berbasis proyek, seperti Problem-Based Learning dan flipped classroom, terbukti efektif dalam meningkatkan HOTS mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan guru PAUD dengan menawarkan pendekatan inovatif yang lebih efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi
Representasi Edukasi dan Estetika Budaya dalam Cerita Rakyat Misteri Pulau Imam
Cerita rakyat merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang mencerminkan identitas suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai edukasi dan estetika budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Misteri Pulau Imam. Dengan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan metode analisis isi, penelitian ini menyoroti elemen-elemen budaya, pesan moral, serta estetika sastra dalam cerita tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerita Misteri Pulau Imam merepresentasikan nilai edukasi melalui pesan-pesan moral seperti keikhlasan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial. Dari sisi estetika, cerita ini menggambarkan keindahan tradisi , seperti praktik kuliner khas (gohu ikan), keunikan interaksi sosial, serta penggunaan simbol-simbol religius dan mistis. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian budaya dan literasi lokal, sekaligus memperkuat pentingnya pelestarian cerita rakyat sebagai media pembelajaran dan pengembangan karakter
Penggunaan Metode Qiraati dalam Meningkatkan Kemampuan Fonologi Bahasa Arab Anak di TPQ Nurul Falah
Dalam belajar fonologi Arab anak mengalami kesulitan dalam artikulasi pengucapan huruf-huruf Arab seperti huruf-huruf yang hampir sama pengucapan dan artikulasinya seperti huruf ? (Shad) dan ? (Sin) ? (ha), ? (kha), ? ('ain), ? (Dzal) dan ? (Zai). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah penggunaan metode qiraati dalam pembelajaran fonologi bahasa Arab anak dan untuk mengetahui usaha peningkatan fonologi bahasa Arab anak TPQ Nurul Falah menggunakan metode qiraati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu menunjukkan langkah-langkah penggunaan metode qiraati yang terstruktur meliputi pengenalan huruf-huruf Arab secara bertahap dimulai dari pengenalan bunyi huruf rendah hingga kompleks, dengan pendekatan individual dan klasikal. Keberhasilan metode ini didukung oleh penggunaan media pembelajaran visual, sistem evaluasi berkelanjutan, dan penekanan pada ketepatan artikulasi dan penggunaan pendekatan individual dan klasikal. Usaha-usaha peningkatan kemampuan fonologi meliputi penggunaan media pembelajaran visual, evaluasi berkelanjutan, dan penekanan pada ketepatan artikulasi dan makhraj huruf-huruf Arab