Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
2414 research outputs found
Sort by
Analisis Kebutuhan Pengembangan Game Edukasi Keterampilan Computational Thinking pada Materi Pecahan di Fase B
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan Game edukasi berbasis Computational Thinking pada materi pecahan di Fase B Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi data melalui angket siswa, wawancara guru, dan observasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep pecahan karena rendahnya penggunaan media konkret dan minimnya visualisasi dalam pembelajaran. Selain itu, keterampilan Computational Thinking belum terfasilitasi secara sistematis, baik dalam pendekatan guru maupun aktivitas belajar siswa. Guru menyampaikan kebutuhan akan media pembelajaran inovatif yang kontekstual, interaktif, dan mudah digunakan, sementara siswa menunjukkan preferensi kuat terhadap pembelajaran berbasis permainan digital yang menyenangkan. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa pengembangan Game edukasi perlu dirancang dengan karakteristik visual, kontekstual, kolaboratif, dan terintegrasi dengan elemen-elemen Computational Thinking. Media tersebut diharapkan mampu menjembatani kebutuhan kognitif dan afektif siswa serta mendukung tercapainya tujuan Kurikulum Merdeka
Pengaruh Permainan Estafet Bait Lagu terhadap Kemampuan Sosial Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa besar pengaruh permainan estafet bait lagu terhadap pengembangan kemampuan sosial anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment). Subjek penelitian terdiri dari 40 anak yang terdaftar di TK Bhakti Bunda Padang, yang dikelompokkan ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol dari empat kelas yang berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penilaian lisan dan observasi terhadap perilaku sosial anak selama kegiatan berlangsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam permainan estafet bait lagu mengalami peningkatan kemampuan sosial yang lebih signifikan dibandingkan dengan anak-anak dalam kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas bermain yang mengandung unsur musik dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan sosial anak di usia prasekolah
Pengembangan E-Modul Interaktif Terdiferensiasi Berbantuan Kertas Berpetak tentang Luas Bangun Datar di SD
Pembelajaran matematika di sekolah dasar, khususnya materi luas bangun datar, menghadapi tantangan signifikan dalam mengakomodasi keberagaman karakteristik dan kemampuan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Modul interaktif terdiferensiasi berbantuan kertas berpetak untuk meningkatkan pemahaman konsep luas bangun datar siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan model ADDIE yang diintegrasikan dengan framework TPACK, melibatkan 37 siswa kelas tinggi sebagai subjek uji coba dan tiga validator meliputi ahli materi, media serta ahli pembelajaran. E-Modul dirancang dengan tiga level pembelajaran bertingkat (dasar, menengah, lanjut), fitur interaktif multimedia, dan integrasi kertas berpetak sebagai media manipulatif konkret yang mendukung diferensiasi konten, proses, dan produk pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Modul memperoleh validasi sangat baik dari ahli dengan skor rata-rata 4,6 dari skala 5,0. Implementasi E-Modul terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa sebesar 28% dibandingkan pembelajaran konvensional, dengan tingkat kepuasan guru mencapai 92%. E-Modul berhasil memfasilitasi pembelajaran diferensiasi yang dapat diakses secara offline maupun online, memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan media pembelajaran digital yang mengakomodasi keberagaman siswa di era Kurikulum Merdeka
Teachers’ Perceptions and Challenges of Inclusion in Early Childhood Education
Inclusive education in early childhood settings has become a global priority, yet its implementation remains challenging due to teachers’ varying perceptions of children with special needs. This study examines the perceptions of early childhood teachers and evaluates the barriers and opportunities influencing inclusive practices. A systematic literature review of eight peer-reviewed articles was conducted, and data were synthesized through thematic analysis to identify recurring patterns across the studies. Findings indicate that educators typically express positive attitudes toward inclusion; however, lack of professional training, limited resources, and insufficient institutional support often hinder effective practice. The study concludes that strengthening teacher competence, fostering collaboration with families and specialists, and ensuring systemic support are crucial for sustainable inclusive education
Penguatan Literasi Membaca melalui Program Simba Berbasis Penjaring
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji implementasi dan dampak literasi membaca melalui program Simba berbasis platform Penjaring pada siswa SD N Kartini 1 Kota Cirebon. Menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengungkap fenomena lapangan secara mendetail. Intrumen penelitian, yaitu peneliti sendiri. Penelitian dilakukan di SD Negeri Kartini 1, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon mulai dari tanggal 6, 7, hingga 13 Mei 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data ditempuh melalui tahapan pengumpulan data lapangan dan tinjauan pustaka, verifikasi data melalui klarifikasi berdasarkan kategori tertentu, interpretasi data, kemudian penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi membaca melalui program Simba berbasis platform Penjaring di sekolah idealnya tidak terbatas pada pembiasaan membaca 15 menit tiap pekan, tetapi juga terintegrasi dalam P5 dan pelajaran yang relevan. Dampak dari program Simba berbasis platform Penjaring ketika difungsikan secara optimal mampu meningkatan minat literasi membaca, menumbuhkan kesadaran moralitas, dan mendorong dukungan untuk kebijakan pembiasaan literasi di sekolah dasar
Pengaruh Kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, Menempel) terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan 3M (mewarnai, menggunting, dan menempel) terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini di kelompok B7 TK Negeri Pembina Kota Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 15 anak yang mengikuti intervensi selama tiga minggu (5–26 Februari 2024) dalam 15 sesi pembelajaran individual berdurasi 120 menit per hari. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan rubrik penilaian yang menilai tiga aspek motorik halus—kelenturan, kekuatan, dan ketepatan—dengan skala BB, MB, BSH, dan BSB. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara statistik pada kemampuan motorik halus anak setelah penerapan kegiatan 3M. Meskipun demikian, desain tanpa kelompok kontrol tidak memungkinkan penarikan kesimpulan kausal yang kuat. Secara keseluruhan, kegiatan 3M menunjukkan efektivitas tinggi dalam menstimulasi koordinasi visual-motorik, kekuatan otot jari, serta ketepatan gerak melalui aktivitas bermain yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik belajar anak usia dini
Pembelajaran Ecoliteracy di PAUD: Sinergi Pendidikan Kesehatan dan Karakter
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan lingkungan sejak dini melalui pendekatan ecoliteracy yang terintegrasi dengan pendidikan kesehatan dan karakter. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan praktik pembelajaran berbasis ecoliteracy di lembaga PAUD Tasikmalaya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus jamak dilakukan di RA Al-Ihya, SPS TAAM Fajrul Islam, dan PAUD Kober Al-Mubarok. Partisipan meliputi tiga guru, enam orang tua, dan sembilan anak per lembaga. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama Januari–Maret 2025, dianalisis secara tematik mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan validitas dijaga melalui triangulasi sumber–metode dan member checking. Hasil penelitian memperlihatkan tiga pola implementasi: pembiasaan perilaku ramah lingkungan (RA Al-Ihya), refleksi ekologis melalui cerita dan bermain peran (SPS TAAM Fajrul Islam), serta eksplorasi luar ruang berbasis kreativitas (PAUD Kober Al-Mubarok). Temuan menegaskan kontribusi ecoliteracy terhadap pembentukan kesadaran lingkungan dan karakter anak usia dini secara kontekstual
Rekonstruksi Peran Akreditasi dalam Penjaminan Mutu PAUD: Pendekatan Ekosistem dan Refleksi Berkelanjutan
Penelitian ini bertujuan merekonstruksi peran akreditasi sebagai katalis dalam membangun ekosistem mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) yang reflektif dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus pada lima lembaga PAUD terakreditasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdiri dari tiga lembaga berakreditasi A dan dua lembaga berakreditasi B. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 20 partisipan (kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan), observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan tahapan open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akreditasi mendorong transformasi signifikan dalam tiga aspek utama yaitu; pembelajaran mengalami pergeseran dari teacher-centered menuju child-centered dengan penerapan project-based learning dan integrasi nilai lokal, profesionalisme guru meningkat melalui budaya refleksi kolektif, lesson study, seta peningkatan literasi digital; dan tata kelola lembaga bertransformasi dengan pembentukan tim mutu internal dan penerapan siklus Plan Do Check Act. Implikasi praktis penelitian ini menekankan perlunya pendampingan pasca-akreditasi berbasis refleksi dan data, penguatan kapasitas lembaga dalam pemanfaatan hasil akreditasi, serta transformasi kebijakan akreditasi dari orientasi compliance menuju developmental support yang kontekstual dan berkelanjutan
Implementasi Media Kotak Ceria Berbasis Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Motorik Anak di BA Aisyiyah Banyuaeng
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi media Kotak Ceria berbasis permainan tradisional untuk meningkatkan kemampuan motorik anak usia dini. Media Kotak Ceria dirancang untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan melalui kegiatan bermain tradisional seperti engklek, congklak, dan egrang batok. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek anak usia 5–6 tahun dengan julah anak di kelompok B sebanyak 17 anak di BA Aisyiyah Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten. Prosedur pelaksanaan dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan menerapkan permainan tradisional seperti engklek, congklak, bakiak kayu, dan egrang batok (coconut shell stilts) sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran motorik. Data dikumpulkan melalui observasi dan penilaian kemampuan motorik anak yang mencakup indikator keseimbangan, kelincahan, dan koordinasi gerak, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan t-test untuk melihat perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media Kotak Ceria memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan kemampuan motorik anak, baik motorik kasar maupun halus. Anak menjadi lebih aktif, terampil, dan menunjukkan koordinasi gerak yang lebih baik. Selain itu, suasana belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.
Intervensi Komunikasi Ekspresif Berbasis DIR/Floortime untuk Anak Autism Usia Dini
Komunikasi ekspresif merupakan tantangan utama bagi anak autis usia dini, terutama dalam menyatakan keinginan. Pendekatan DIR/Floortime dapat menjadi alternatif cara untuk mengembangkan komunikasi ekspresif pada anak autis usia dini karena berfokus pada pengembangan interaksi emosional. Pendekatan ini masih jarang diterapkan di PAUD nonformal di Indonesia dan minim kajian empiris lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi intervensi komunikasi ekspresif berbasis DIR/Floortime yang dikombinasikan dengan strategi bermain pada anak ASD usia 7 tahun. Intervensi dilaksanakan dalam delapan sesi, dengan data dikumpulkan melalui observasi, catatan lapangan, dan Vineland Adaptive Behavior Scales-II. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi ekspresif, yaitu skor 3,0 pada inisiatif berkomunikasi dan menyatakan keinginan, serta 2,0 pada penggunaan bantuan komunikasi visual. Temuan ini menegaskan potensi DIR/Floortime sebagai strategi intervensi efektif di konteks budaya Indonesia dan memberikan implikasi praktis bagi pendidikan inklusif dan pengembangan program PAUD nonformal untuk anak dengan ASD