HUNAFA: Jurnal Studia Islamika (State Institute of Islamic Studies, Palu, Indonesia)
Not a member yet
    389 research outputs found

    CONCEPT OF UMMAH IN THE AL-QUR’AN

    Full text link
    In the discourse of Koran studies in the West, the term ummah is often associated with religious and political communities. In its aftermath, this association has implications for understanding the ummah's vocabulary texts in the Qur'an. Toshihiko Izutsu, an Islamic scholar from Japan, introduced a new method of interpreting the Qur'an, namely a linguistic approach based on semantic theory. Izutsu uses the term ummah in the Qur'an as an issue he examines with this approach. Interpretation of the term ummah with a semantic approach is considered capable of presenting a variety of insights which he calls the Qur'anic weltanschauung. This article describes the framework of the semantic approach applied by Izutsu. The use of synchronic and diachronic approaches, as implemented by Izutsu, should be considered by scholars of the Qur'an, especially in presenting various insights in terms that have social implications.Dalam wacana studi Koran di Barat, istilah ummah seringkali dikaitkan dengan komunitas agama dan politik. Sebagai akibatnya, asosiasi ini memberikan implikasi tersendiri memahami teks-teks kosakata ummah dalam Alquran. Toshihiko Izutsu, seorang sarjana Islam dari Jepang, memperkenalkan metode baru menafsirkan Al-Qur'an, yaitu pendekatan linguistik berdasarkan teori semantik. Izutsu menggunakan istilah ummah dalam Alquran sebagai masalah yang ia teliti dengan pendekatan ini. Interpretasi istilah ummah dengan pendekatan semantik dianggap mampu menghadirkan berbagai wawasan yang ia sebut sebagai weltanschauung Alquran. Artikel ini menjelaskan kerangka kerja pendekatan semantik yang diterapkan oleh Izutsu. Penggunaan pendekatan sinkronik dan diakronis seperti yang diterapkan harus dipertimbangkan oleh peninjau Al-Qur'an, terutama dalam menyajikan berbagai wawasan dalam hal yang memiliki implikasi sosial

    PRINCIPAL’S ORGANIZATIONAL MANAGEMENT AND THE IMPLEMENTATION OF ISLAMIC VALUE: A CASE STUDY IN SMP AL-AZHAR MANDIRI PALU

    Full text link
    The purpose of the study is to picture the role of school principal’s organizational management in implementing organizational communication and reward done in Al-Azhar Mandiri Palu Junior High School. The research also enpicture how school’s management could lead to beneficial effect, including the implementation of Islamic value. The method used in this research is qualitative method with in-depth interview, documentation, and observation as the instruments. The research was analyzed using data reduction, presentation, and verification. (1) The research showed that interpersonal communication is the main pilar in building the communication, those are supported with the use of communication technology and social networking efficiently and effectively. (2) The reward given to members of Al-Azhar Mandiri Palu are in form of intrinsic and extrinsic. (3) Despite the school’s status as a non-Islamic private school, but the school able to implement the Islamic value both for school’s members and activities. It also lead to some achievement in Islamic field.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai peran kepala sekolah dalam menjalankan pengelolaan organisasi sekolah dalam bentuk pola komunikasi organisasi dan pemberian apresiasi di SMP Al-Azhar Mandiri Palu. Penelitian ini juga melihat bagaimana pola manajemen dapat menghasilkan penerapan nilai-nilai keislaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam, dokumen, dan observasi sebagai instrumennya. Penelitian ini melakukan analisa dnegan menggunakan reduksi data, presentasi, dan verifikasi. (1) penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal adalah pilar utama dalam membangun komunikasi, hal tersebut ditunjang pula oleh penggunaan teknologi komunikasi dan jaringan sosial secara efisien dan efektif. (2) Pemberian apresiasi kepada para civitas SMP Al-Azhar Mandiri Palu dilakukan baik secara intrinsik maupun ekstrinsik. (3) Meskipun status sekolah adalaha sekolah swasta non-agama, akan tetapi nilai-nilai keislaman dapat terimplementasi secara baik kepada civitas akademika dan kegiatan-kegiatan. Bahkan menghasilkan pencapaian gemilang pada bidang keislaman

    MAHRAM IMPLICATIONS IN WOMEN'S TRAVEL

    No full text
    Banyak seorang wanita yang tidak hanya ingin bersantai dirumah, membuat seorang perempuan ingin mencari hal lain yang berada diluar rumah seperti bekerja, belajar, atau hal lain. Akan tetapi dalam Islam ada aturan apabila seorang perempuan hendak keluar rumah atau bersafar. Dalam artikel ini akan membahas mahram dan juga adab-adab bagaimana seorang perempuan yang hendak keluar rumah atau bersafar. Siapa mahram yang berhak menemani seorang wanita bepergian? Bagaiamana ketentuan yang harus dilakukan oleh seorang wanita jika bersafar? Dari berbagai sumber dalil yang ada sehingga kita akan mengatahui kapan seorang perempuan bisa bersafar tanpa mahram. Begitulah Islam sangat menghormati dan menjaga seorang wanita sehingga Islam juga memperhatikan apabila seorang wanita yang hendak bepergian. Tidak hanya seorang wanita saja, akan tetapi seluruh kaum muslim mempunyai aturan apabila seorang muslim tersebut hendak bersafar dalam jangka waktu yang lama. Jadi, apabila hendak bersafar seorang muslim harus memenuhi atau menyelesaikan apa yang ia butuhkan sebelum bersafar.There’s lot of women who don’t just want to hang out at home, makes a women want to look for other things outside the house like work, study, or something. But in Islam there is a rule when a woman is going out of her home or is answering. The article will discuss mahram as well as a culture of the manner in which a woman is going out of her home or is drawn. Who is mahram to accompany a woman on a trip? How are all the provision a woman must make if answering?. From the various resources available to us to determine, when a woman can compete without mahram. that is how Islam respects and cares for a woman so much that it also notices when a woman is about to travel. Not just one woman, but all muslim have a rule if a Muslim is to compete for a long time. So, when to reply a Muslim must meet or finish what he needs before taking a sauna

    EXPLANATION OF VOCATIONAL MUHKAM MUTASYABIH AND THE EXISTENCE OF MUHKAM WA MUTASYABIH

    Full text link
    We as Muslims are inseparable from the learning of the Holy Qur'an, because the Qur'an is the first and foremost source and legal basis. Therefore, the Qur'an is from various aspects. In reading the Koran there is also a verse called muhkam and mutasyabih. This research method uses a literature study, the author reads references from several literations, which are finally made as additional knowledge for the author. Wisdom verse muhkam means to facilitate the knowledge and purpose of the verse so that it is easy to practice the implementation of its teachings. The wisdom of the verse Mutasyabih is to add merit, because with so many verses it requires help and effort in expressing its intentions.Kita sebagai umat islam tidak terlepas dari pembelajaran kitab suci al-Qur’an, karena Al-Qur’an merupakan sumber dan dasar hukum yang pertama dan utama. Karenanya mempelajari Al-Qur’an dari berbagai aspek keilmuannya sangatlah penting. Dalam membaca al-Quran juga ada yang disebut ayat muhkam dan mutasyabih. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka, penulis membaca referensi dari beberapa literasi, yang akhirnya dijadikan sebagai tambahan pengetahuan bagi penulis. Hikmah ayat muhkam yaitu memudahkan mengetahui arti dan maksud ayat agar mudah mengamalkan pelaksanaan ajaran-ajarannya. Hikmah ayat mutasyabih yaitu untuk menambah pahala, karena dengan adanya ayat ini mengharuskan penambahan daya dan upaya dalam mengungkapkan maksudnya

    STRENGTHENING EPP (ENGLISH PROFICIENCY PROGRAM) PROGRAM IN IMPROVING ENGLISH ABILITY OF MUHAMMADIYAH 2 TAMAN STUDENTS

    Full text link
    This paper discusses the importance of Strengthening the EPP (English Proficiency Program) Program in Improving Students' English Language Ability in Muhammadiyah 2 Middle School, Taman In this 21st century era, the literacy ability of students is closely related to the demands of reading skills that lead to the ability to understand information analytically, critically, and reflectively. The rapid development of technology has changed the landscape of education globally especially in facing the challenges of the industrial revolution 4.0 and preparing graduates (outputs) who will live in an era that will integrate technology thoroughly even blurring physical, digital and life boundaries biologically and is predicted to have a profound influence very big on the work environment, social and even culture that exists. This research is a qualitative-descriptive research which is expected to be able to uncover various information with a careful and meaningful description-analysis. Data sources in this study include the principal, vice principal of curriculum affairs, English language teacher. Data collection is done by interview, observation, and documentation. As for the data analysis technique through the stages of data reduction, data presentation and data analysis. The results of this research are (a) School based management program can be implemented by strengthening the EPP (English Proficiency Program) program (b) Strengthening the EPP (English Proficiency Program) program able to improve English language skills.Artikel ini membahas tentang pentingnya Memperkuat Program EPP (Program Kemahiran Bahasa Inggris) dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa di Sekolah Menengah Muhammadiyah 2, Taman. Pada abad ke-21 ini, kemampuan membaca siswa berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang mengarah pada kemampuan untuk memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah lanskap pendidikan secara global terutama dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan mempersiapkan lulusan yang akan hidup di era yang akan mengintegrasikan teknologi secara menyeluruh bahkan mengaburkan batas fisik, digital dan batas kehidupan secara biologis dan diprediksi memiliki pengaruh mendalam yang sangat besar pada lingkungan kerja, sosial bahkan budaya yang ada. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif yang diharapkan dapat mengungkap berbagai informasi dengan analisis uraian yang cermat dan bermakna. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan kurikulum, guru bahasa Inggris. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan analisis data. Hasil dari penelitian ini adalah (a) Program manajemen berbasis sekolah dapat diimplementasikan dengan memperkuat program EPP (Program Kecakapan Bahasa Inggris) (b) Memperkuat program EPP (Program Kecakapan Bahasa Inggris) yang mampu meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris

    Editorial Preface

    Full text link
    Editorial PrefaceNurdin Nurdin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) PaluEditorial PrefaceNurdin Nurdin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pal

    CURRICULUM DEVELOPMENT IN IMPROVING STUDENTS’ ISLAMIC CHARACTER

    Full text link
    Curriculum development in improving Islamic character becomes a focus of attention in schools, especially schools with Islamic nuance in an effort to build Islamic students. The inclusion of this Islamic character development aims to produce graduates who have moral values that uphold Islamic values that have a commendable attitude in society, good discipline, honest, independent, and other positive attitudes that are embedded in students. This research is field research that serve the data with analytical analysis. The study used psychological and sociological approach. The result found the inclusion of Islamic character, such as faith and piety, honesty, trustworthy, fair, responsible, sympathetic, political and others, in the curriculum development.Pengembangan kurikulum dalam meningkatkan karakter islami menjadi fokus perhatian di sekolah-sekolah, khususnya sekolah yang bernuansa islami dalam upaya untuk membangun keislaman peserta didik. Dimasukkannya pengembangan karakter islami ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berakhlaqul karimah yang menjunjung tinggi nilai-nilai islami yang mempunyai sikap terpuji dalam masyarakat, baik sikap disiplin, jujur, mandiri, dan sikap positif lainnya yaqng tertanam pada diri siswa. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menyajikan data dalam bentuk analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologikal dan sosiologikal. Dalam pengembangannya penelitian ini menemukan adanya pengembangan karakter-karakter Islam, seperti iman dan percaya, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, simpatik, politik, dan sebagainya, di dalam pengembangan kurikulum

    COMPARATIVE STUDY OF AL-GHAZALI'S THINKING AND ZAKIAH DARADJAT'S IN ISLAMIC EDUCATION CURRICULUM

    Full text link
    This research focuses with the view of the curriculum from Islamic thinkers, Al-Ghazali and Zakiah Daradjat. Both are compared to find out the meeting point of similarities and differences in compiling Islamic Education curriculum. The research process uses qualitative methods. Research with qualitative nature is descriptive and is a literature study that prioritizes a lot of reading in the library. The research objective is to explain the view of the Islamic curriculum according to Al-Ghazali, the view of the Islamic curriculum according to Zakiah Daradjat, as well as their differences and similarities. Al-Ghazali in the book Ihya 'Ulumuddin revealed that there are three aspects namely mental development, intellectual education, physical education. Zakiah Daradjat in the book of Islamic Education revealed that the Islamic Education curriculum must contain seven aspects, namely physical education, sense education, faith education, moral education, psychology education, beauty education, and social education.Penelitian ini mencoba melihat pandangan mengenai kurikulum oleh pemikir Islam; Al-Ghazali dan Zakiah Daradjat. Keduanya dibandingkan untuk mengetahui titik temu persamaan dan perbedaan dalam menyusun kurikulum Pendidikan Islam. Proses penelitiannya menggunakan metode kualitatif. Penelitian dengan kualitatif sifatnya deskriptif dan merupakan kajian pustaka yang mengutamakan banyak membaca di perpustakaan. Tujuan penelitian untuk menjelaskan pandangan kurikulum Islam menurut Al-Ghazali, pandangan kurikulum Islam menurut Zakiah Daradjat, serta perbedaan dan persamaannya. Al-Ghazali dalam buku Ihya’ Ulumuddin mengemukaan bahwa ada tiga aspek yakni pembinaan mental, pendidikan intelektual, pendidikan jasmani. Zakiah Daradjat dalam buku Ilmu Pendidikan Islam mengemukaan bahwa kurikulum Pendidikan Islam harus mengandung tujuh aspek, yaitu pendidikan jasmani atau fisik, pendidikan akal, pendidikan keimanan, pendidikan akhlak, pendidikan kejiwaan, pendidikan keindahan, dan pendidikan sosial kemasyarakatan

    IMPLEMENTATION OF RELIGIOUS CHARACTER EDUCATION IN STUDENTS THROUGH TAHFIDZ QUR'AN ACTIVITIES WITH TSAQIFA METHOD IN MUHAMMADIYAH VOCATIONAL HIGH SCHOOL 3 SURAKARTA

    Full text link
    This study aims are to describe (1) Application of tahsin and tahfidz activities with Tsaqifa method in learning the Qur’an at Muhammadiyah vocational high School 3 Surakarta. (2) Supporting and inhibiting factors of the application of the Tsaqifa method, and (3) Results in the activities of tahsin and tahfidz of the Qur’an using the Tsaqifa method. The research method used is descriptive qualitative. Sources of data in this study were teachers, students, and the learning process of the Qur’an subjects at Muhammadiyah vocational high School 3 Surakarta. The object of this study is the result of the teaching methods used by teachers in learning the Qur’an. Data collection uses interview, observation, and documentation techniques. The inhibiting factors are the large number of Qur’an reading skills still stammering, lack of interest in learning the Qur’an, and lack of infrastructure. Supporting factors namely internal factors are factors that arise from students themselves, and external factors namely family, institutional, and school environment. To overcome each problem or inhibiting factors are still being studied to find the right solution.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Penerapankegiatan tahsin dan tahfidz dengan metode tsaqifadalam pembelajaran Alquran di SMK Muhammadiyah 3 Surakarta.(2) Faktor pendukung dan penghambat penerapan metode tsaqifa, serta (3) Hasil dalam kegiatan tahsin dan tahfidz Alquran menggunakan metode tsaqifa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, siswa, dan proses pembelajaran mata pelajaran Alquran di SMK Muhammadiyah 3 Surakarta. Objek penelitian ini adalah hasil dari metode pengajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran Alquran. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Faktor penghambat yaitu masih banyaknya kemampuan bacaan Alquran masih terbata-bata, kurangnya ketertarikan untuk belajar Alquran, dan kurangnya sarana prasarana. Faktor pendukung yaitu faktor internal adalah faktor yang muncul dari pribadi siswa sendiri, dan faktor eksternal yaitu faktor keluarga, institusional, dan lingkungan sekolah. Untuk mengatasi setiap permasalahan atau faktor penghambat tersebut masih dikaji untuk ditemukan solusi yang tepat

    REFLECTION OF MUTHAHHARI MURTADHA THOUGHTS: Methodology, Epistemology and Thought Agenda

    Full text link
    Murtadha Mutahhari as a great Islamic figure and thinker has attracted the interest of many experts. This research is a research that also examines how the views of Murtadha Mutahhari in three major aspects, namely methodology, epistemology and agenda of thought. This research is a study of figures with a focus on thinking developed by Murtadha Mutahhari. The study of the thoughts of Mutahhari Mutahhari is carried out through a study of his works and the thoughts or views of experts regarding Mutahhari Murtadha. The results of this study indicate that Murtadha Mutahhari can elaborate rational-philosophical thinking with a strong religious understanding and produce an active style of thinking and in accordance with the current civilization.Murtadha Muthahhari sebagai seorang tokoh dan pemikir besar Islam telah menarik minat banyak ahli. Penelitian ini menjadi penelitian yang juga turut mengkaji bagaimana pandangan Murtadha Muthahhari dalam tiga aspek besar, yaitu metodologi, epistemologi dan agenda pemikirannya. Penelitian ini adalah studi tokoh dengan fokus pada pemikiran yang dikembangan oleh Murtadha Muthahhari. Kajian terhadap pemikiran Murtadha Muthahhari dilaksanakan melalui kajian terhadap karya-karyanya dan pemikiran atau pandangan para ahli mengenai Murtadha Muthahhari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Murtadha Muthahhari dapat mengelaborasikan pemikiran rasional-filosofikal dengan pemahaman keagamaan yang kuat dan menghasilkan sebuah gaya pemikiran yang aktif dan sesuai dengan peradaban saat ini

    335

    full texts

    389

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HUNAFA: Jurnal Studia Islamika (State Institute of Islamic Studies, Palu, Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇