Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
FLIPPED LEARNING BERBASIS PROJECT TERHADAP BERPIKIR KREATIF DAN PRESTASI BELAJAR DI PENDIDIKAN TINGGI
Practical learning carried out online during the pandemic must provide a way out for students to improve the quality of learning competencies. The purpose of this research is to describe the effect of Project-based Flipped Learning (PjBFL) on the variables of creative thinking ability and learning achievement in practical learning in higher education. The research design was quasi-experimental, using a pretest-posttest non-equivalent control group design. The population in the study used three classes (150 students) of the computer systems study program. The research sample was selected by group random sampling. Research data were analyzed using MANCOVA. The research results show that there is a difference between the ability to think creatively and the learning achievement of students who are taught using the PjBFL model compared to students who are taught using the DFL. The results of the PjBFL model on creative thinking ability (M = 79.36) were significantly higher than the DFL model (M = 64.74), and the learning achievement of the PjBFL model (M = 83.00) was significantly higher than the DFL model ( M=63.78). Practical learning with the PjBFL model is superior to the DFL model on higher education student achievement and creative thinking skills. AbstrakPembelajaran praktikum yang dilakukan secara daring selama masa pandemi harus mampu memberikan jalan keluar bagi peserta didik untuk meningkatkan kualitas kompetensi belajar. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pengaruh Flipped Learning berbasis Project (PjBFL) terhadap variabel kemampuan berpikir kreatif dan prestasi belajar dalam pembelajaran praktikum di pendidikan tinggi. Rancangan penelitian adalah quasi eksperiment dengan desain menggunakan pretest-posttest non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian menggunakan tiga kelas (150 peserta didik) program studi sistem komputer. Sampel penelitian dipilih secara group random sampling. Data penelitian dianalisa menggunakan MANCOVA. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat perbedaan antara kemampuan berpikir kreatif dan prestasi belajar peserta didik yang dibelajarkan dengan model PjBFL dibandingkan peserta didik yang belajar dengan DFL. Hasil model PjBFL pada kemampuan berpikir kreatif mendapatkan (M=79,36) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan model DFL (M=64,74) dan prestasi belajar model PjBFL (M=83,00) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan model DFL (M=63,78). Pembelajaran praktikum dengan model PjBFL lebih unggul dibandingkan model DFL terhadap prestasi belajar siswa dan kemampuan berpikir kreatif di pendidikan tinggi
PENGEMBANGAN MEDIA DIGITAL WORDWALL DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI MATERI OPERASI BILANGAN KELAS VI
The use of learning media is important in learning, especially in the lecture method. However, this is still not realized by some teachers. As a result, learning mathematics is considered boring by students. To overcome these problems, it is necessary to develop interesting learning media, one of which is Wordwall media. This research aims to know and study the effectiveness of Wordwall-based digital game media in increasing students' motivation and learning outcomes in integer operations material. The research used is Research and Development (R&D) using the 5-stage ADDIE method. According to the media expert's evaluation analysis, the percentage that will be achieved means 89.3 in the very effective category, and the evaluation of the material expert shares that the percentage of results is 98 in the very effective category. Educated students get an average homogeneous score of 90.67 in the very effective category. Thus, it can be concluded that Wordwall-based digital game learning media can increase learning motivation and the level of student learning success in teaching material on integer operations. AbstrakPenggunaan media pembelajaran merupakan hal penting dalam pembelajaran, terlebih dalam metode ceramah. Namun, hal tersebut masih belum disadari oleh beberapa guru. Akibatnya, pembelajaran matematika dianggap membosankan oleh peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dikembangkan media pembelajaran yang menarik, salah satunya adalah media Wordwall. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dan mempelajari keefektifan media game digital berbasis Wordwall pada peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam materi operasi bilangan bulat. Penelitian yang digunakan ialah Research and Development (R&D) menggunakan metode ADDIE 5 tahap. sesuai analisis evaluasi pakar media, persentase yang akan terjadi yang dicapai artinya 89,3 pada kategori sangat efektif, serta evaluasi ahli materi membagikan bahwa persentase hasil ialah 98 pada kategori sangat efektif siswa terpelajar memperoleh nilai homogen-rata 90,67 dalam kategori sangat efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran permainan digital berbasis Wordwall dapat meningkatkan motivasi belajar dan taraf keberhasilan belajar peserta didik dalam materi ajar operasi bilangan bulat.
THE EFFECT OF SELF-EFFICACY AND EMOTIONAL INTELLIGENCE ON PROJECT-BASED LEARNING IN VOCATIONAL EDUCATION
Project-based learning does not only require hard skills, but requires a balance of soft skills and student self-development. This study aims to analyze how much influence self-efficacy and emotional intelligence have on the quality of product outcomes in project-based learning and analyze the determinant factors. A total of 228 vocational education students were involved in this study. Data were collected through questionnaires measuring self-efficacy and emotional intelligence, and product evaluation observation sheets. Data were analyzed using multiple linear regression analysis and confirmatory factor analysis. The results showed that self-efficacy and emotional intelligence had a significant effect on the quality of students' products. The level of experience, social skills, and quality of materials are the determinants of each variable. Various student self-development efforts to foster self-efficacy are very important to do to improve product quality. In addition to strengthening students' emotional intelligence, it is also very important to improve the quality of project-based learning outcomes. AbstrakPembelajaran berbasis proyek tidak hanya membutuhkan keterampilan keras, tetapi membutuhkan keseimbangan soft skill dan pengembangan diri siswa. Studi ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh self-efficacy dan kecerdasan emosional terhadap kualitas hasil produk dalam pembelajaran berbasis proyek dan menganalisis faktor penentu. Sebanyak 228 siswa pendidikan kejuruan terlibat dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur self-efficacy dan kecerdasan emosional, dan lembar pengamatan evaluasi produk. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dan analisis faktor konfirmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan kecerdasan emosional memiliki efek yang signifikan pada kualitas produk siswa. Tingkat pengalaman, keterampilan sosial, dan kualitas bahan adalah penentu dari setiap variabel. Berbagai upaya pengembangan diri siswa untuk menumbuhkan self-efficacy sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk. Selain memperkuat kecerdasan emosional siswa, juga sangat penting untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran berbasis proyek
EKSPLORASI KESIAPAN DOSEN DAN MAHASISWA MENJALANI PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19
The COVID-19 pandemic has changed the learning process from face-to-face to online learning. Therefore, universities are forced to prepare their learning management system’s infrastructure quickly. Students and lecturers’ readiness for e-learning are also crucial. This study aims to investigate lecturers and students’ readiness for online learning during this pandemic. Furthermore, lecturers and students’perception about the constraints and advantages of online learning were also explored in this study. Respondents in this study were 1036 students and 354 lecturers from various universities in Indonesia. Students’ readiness for online learning was measured by the Online Learning Readiness Survey/OLRS and the results showed that students in this study were ready because they had a high score of self-efficacy in technology and high learning motivation during the pandemic. Meanwhile, lecturers' readiness was measured by Teacher Readiness for Online Learning Measurement/TROLM and we found that lecturers were ready because they had a high score in communicating via computer and in self-directed learning to continue utilizing the technology. These results contribute to research related in online learning during the pandemic and provide important implications for University’s management in dealing with changes in education.AbstrakPandemic COVID-19 telah mengubah proses belajar dari tatap muka menjadi belajar secara daring (pembelajaran jarak jauh/PJJ). Oleh karena itu perguruan tinggi diminta untuk mempersiapkan infrastruktur pembelajaran jarak jauh secara cepat. Kesiapan mahasiswa dan dosen dalam menjalankan PJJ pun menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kesiapan dosen dan mahasiswa menjalani PJJ selama masa pandemi. Selanjutnya, peneliti juga memetakan persepsi dosen dan mahasiswa tentang kendala dan keuntungan dalam pembelajaran secara daring. Responden penelitian ini adalah 1036 mahasiswa dan 354 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kesiapan mahasiswa mengikuti PJJ diukur dengan menggunakan Online Learning Readiness Survey/OLRS. Hasilnya adalah bahwa mahasiswa/i dalam studi ini siap menjalankan PJJ. Alasannya adalah dikarenakan mereka memiliki efikasi diri yang tinggi menggunakan teknologi dan motivasi belajar yang tetap baik di masa pandemi. Sementara itu kesiapan dosen mengajar diukur dengan menggunakan Teacher Readiness for Online Learning Measurement/TROLM. Ditemukan bahwa dosen-dosen siap menjalankan PJJ. Alasannya dikarenakan mereka memiliki efikasi diri yang tinggi berkomunikasi melalui komputer dan memiliki self-directed learning yang juga tinggi untuk terus belajar menggunakan teknologi. Di samping berkontribusi terhadap penelitian terkait PJJ di masa pandemi, hasil penelitian ini juga memberikan implikasi penting bagi pengelola perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan pendidikan di masa yang akan datang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SELF ORGANIZING LEARNING ENVIRONMENT (SOLE) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI GURU PAUD
This study aims to verify the effect of the SOLE learning model on the literacy skills of Early Childhood Education Teachers in Banten Province. This research is quantitative research with a quasi-experimental type. The subjects of this study were Early Childhood Education Teachers Teachers in Banten Province. The research data collection technique was in the form of a test instrument. The data validity used content and construct validity. The data analysis technique used variance analysis. The results showed that there was an effect of the SOLE learning model on the literacy skills of Early Childhood Education Teachers teachers in Banten Province. The descriptive analysis of teacher activity shows that the experimental class (SOLE learning model) is better than the control class (conventional model). The conclusion of this study is that the SOLE learning model has an effect on improving the literacy skills of Early Childhood Education Teachers teachers.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran SOLE terhadap kemampuan literasi guru PAUD di Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Subjek penelitian ini yaitu guru PAUD di Provinsi Banten. Teknik pengumpulan data penelitian ini berupa instrument tes. Validitas data menggunakan validitas isi dan konstruk. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran SOLE terhadap kemampuan literasi guru PAUD di Provinsi Banten. Analisis aktivitas guru secara deskriptif memperlihatkan bahwa kelas eksperimen (model pembelajaran SOLE) lebih baik daripada kelas control (model konvensional). Simpulan penelitian ini yaitu model pembelajaran SOLE berpengaruh meningkatkan kemampuan literasi guru PAUD
PENGEMBANGAN E-MODULE AUDIOVISUAL OPERASI ARITMATIKA DASAR BERBASIS PEMAHAMAN KONSEP DAN NILAI-NILAI AKHLAK
This study aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of the audiovisual e-module for basic arithmetic operations based on understanding concepts and moral values. The development model used is 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Data in the study were collected with validation sheets, practicality sheets, response questionnaires, and learning outcomes tests. After the define and design stages have been carried out, Draft I of the e-module is obtained. At the develop stage, a validity test was carried out on five validators, an empirical test was done to 1 teacher and 5 students, as well as a field test to a class 2A MI Humaira' Bengkulu City so that a valid, practical, and effective e-module was produced. This e-module has some advantages, namely providing interactive learning activities with clear and detailed pictures, videos and learning steps, motivating students to learn mathematics, explaining material according to mathematical concepts, containing moral values that can be imitated, giving project activities that can be done independently, as well as practicing students' mathematical problem solving skills.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan e-module audiovisual operasi aritmatika dasar berbasis pemahaman konsep dan nilai-nilai akhlak. Model pengembangan yang digunakan adalah 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Data dalam penelitian dikumpul-kan dengan lembar validasi, lembar kepraktisan, angket respon, dan tes hasil belajar. Setelah dilakukan tahap define dan design dihasilkan Draf I Produk e-module. Pada tahap develop, dilakukan uji kevalidan kepada lima validator, uji empirik (terbatas) kepada 1 guru dan 5 peserta didik, serta uji lapangan kepada satu kelas 2A MI Humaira’ Kota Bengkulu sehingga dihasilkan produk akhir e-module yang valid, praktis, dan efektif. E-module ini memiliki beberapa keunggulan yaitu menyajikan kegiatan belajar yang interaktif dengan gambar, video dan langkah-langkah pembelajaran yang jelas dan rinci, memotivasi peserta didik belajar matematika, men-jelaskan materi sesuai konsep matematika, me-ngandung nilai-nilai akhlak yang bisa diteladani, menyajikan kegiatan proyek yang bisa dilakukan secara mandiri, serta melatih kemampuan pemecah-an masalah matematika peserta didik.
INTERAKSI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP OPTIMALISASI CAPAIAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN DARING
The COVID-19 pandemic has forced learning activities to be carried out online. This raises concerns about the quality of the competencies achieved. Many previous studies on online learning have been done. However, the focus of attention on the strategic role and the contribution of interaction to the learning outcomes is still very limited. This article aims to discuss two things. First, the strategic role of learning interactions in online learning, including the interaction of educators and students, the interaction of students with students, and interactions of students with digital learning content. Second, the theoretical implication of the learning interaction variable on efforts to optimize the quality of competency attainment in online learning. Based on the results of the literature review, it shows that learning interaction is a very essential variable in determining student competency achievement through active engagement in constructing knowledge and skills, as well as the meaning of online learning perceived by students. AbstrakPandemi COVID-19 menyebabkan aktivitas pembelajaran terpaksa harus dilaksanakan secara daring. Itu menyebabkan timbulnya kekhawatiran terhadap kualitas kompetensi yang dicapai. Penelitian-penelitian terdahulu pada pembelajaran daring sudah cukup banyak dilakukan. Meskipun demikian, fokus perhatian terhadap peran strategis dan kontribusi interaksi terhadap capaian hasil pembelajaran masih sangat terbatas. Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan dua hal. Pertama, peran strategis interaksi pembelajaran dalam pembelajaran daring, meliputi interaksi pendidik dan peserta didik, interaksi peserta didik dengan peserta didik dan interaksi peserta didik dengan konten pembelajaran. Kedua, implikasi teoritis variabel interaksi pembelajaran terhadap usaha optimalisasi kualitas capaian kompetensi pada pembelajaran daring. Berdasarkan hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa interaksi pembelajaran merupakan variabel yang sangat esensial dalam menentukan capaian kompetensi pembelajaran melalui partisipasi aktif peserta didik dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilan, serta kebermaknaaan dan capaian pembelajaran daring
PERSEPSI MAHASISWA PGSD PADA PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19
SARS-CoV-2 or Coronavirus is a new virus variant that provides new challenges and adaptations for educators, learners, parents, and the wider community. The presence of Covid-19 provides complex problems that arise in the Education world. This research aimed to determine students' perspectives on online learning during the Covid-19 period and the negative side that was felt by students directly due to the existence of Covid-19. This research used a descriptive case study approach. The research was conducted online on May, 5-23 2020. This study's subjects were 38 students of 2nd-semester primary school teacher education, PGRI Yogyakarta University. Data were collected through open interviews via WhatsApp. The data analysis technique used the Bogdan and Biklen model to reduce, look for sub-themes, and look for relationships between sub-themes. The findings show that (1) technology is an essential key during the Covid-19 pandemic and a catalyst for learning that utilizes technology in the Fourth Industrial revolution; (2) the use of technology increases student engagement, and makes learning possible anywhere and anytime; (3) online learning during the Covid-19 pandemic has not run optimally; (4) obstacles that arise in online learning are influenced by gadgets and network conditions (5) online learning has a negative impact on students' physical and mental health; and (6) expectations that arise from students, namely a reduction in the workload, re-explanation from the lecturer on the material, and providing variations in learning. AbstrakVirus Corona (SARS-CoV-2) atau Covid-19 menjadi varian virus baru yang memunculkan tantangan dan adaptasi baru bagi pendidik, peserta didik, orang tua, dan masyarakat luas. Hadirnya Covid-19 memberikan kompleksitas permasalahan yang muncul di dunia Pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perspektif mahasiswa tentang pembelajaran daring di masa Covid-19, dan sisi negatif yang dirasakan oleh mahasiswa secara langsung karena adanya Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 - 23 Mei 2020 secara daring. Subyek penelitian ini adalah 38 mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar semester 2, Universitas PGRI Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terbuka melalui WhatsApp. Teknik analisis data menggunakan model Bogdan dan Biklen melalui reduksi, mencari sub-tema, dan mencari hubungan antar sub-tema. Hasil temuan menunjukkan bahwa (1) teknologi menjadi kunci penting di masa pandemi Covid-19 dan katalisator bagi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi di era revolusi industri 4.0; (2) pemanfaatan teknologi meningkatkan keterlibatan mahasiswa, dan membuat belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja; (3) pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 belum berjalan secara optimal; (4) hambatan yang muncul dalam pembelajaran daring dipengaruhi oleh gadget dan kondisi jaringan; (5) pembelajaran daring memberikan dampak negatif pada fisik dan mental dari mahasiswa; dan (6) harapan yang muncul dari mahasiswa yaitu pengurangan beban tugas, penjelasan kembali dari dosen pada materi, dan munculnya variasi pembelajaran
PROBLEM BASED E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA
Many concepts of chemistry about abstract things that require strong understanding to the concepts by relating it in daily life. Its implementation does not only have to be directly face to face, but also can be through e-learning. The aim of this study is at describing the differences in the influence of the Problem-Based e-Learning (PBeL) model with Direct e-learning (DeL) model on critical thinking skills and chemistry learning achievement. This quasi-experimental study was applied in which thepretest-posttest non-equivalent control group design, involving 3 classes (95 students) of Class X MIPA SMAN-1 Bebandem. The study sample consisted of 2 classes (64 students). Critical thinking skills and chemistry learning achievement data were obtained from the critical thinking skills test scores and chemistry learning achievement. Data were analyzed descriptively by using one-way MANCOVA. The results showed that, there were significant differences in: (1) critical thinking skills and learning achievement together between students learning with PBeL and DeL models (F= 26,363; p<0.05); (2) critical thinking skills between students learning with PBeL and DeL models (F= 36,278; p<0.05); (3) learning achievement between students learning with PBeL and DeL models (F= 9,859; p <0.05). PBeL model has a greater effect than DeL on critical thinking skills and Chemistry learning achievement of class X students of SMAN-1 Bebandem AbstrakBanyak konsep kimia tentang hal-hal abstrak yang memerlukan pemahaman yang kuat dengan mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaannya tidak harus secara tatap muka tetapi bisa melalui e-Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh model Problem-Based e-Learning (PBeL) dengan model Direct e-Learning (DeL) terhadap keterampilan berpikir kritis dan prestasi atau hasil belajar Kimia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan pre-test and post-test non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah 3 kelas paralel (95 siswa) kelas X MIPA SMAN-1 Bebandem. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 kelas paralel (64 siswa). Data keterampilan berpikir kritis dan prestasi/hasil belajar kimia diperoleh dari skor tes keterampilan berpikir kritis dan prestasi/hasil belajar Kimia. Data dianalisis secara deskriptif dan MANCOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada (1) keterampilan berpikir kritis dan prestasi/hasil belajar secara bersama-sama antara peserta didik yang belajar dengan model PBeL dan DeL (F=26,363; p<0,05), (2) keterampilan berpikir kritis antara peserta didik yang belajar dengan model PBeL dan DeL (F=36,278; p<0,05); dan (3) prestasi/hasil belajar Kimia antara peserta didik yang belajar dengan model PBeL dan DeL (F = 9,859; p<0,05). Model PBeL berpengaruh lebih besar dibandingkan dengan DeL terhadap keterampilan berpikir kritis dan prestasi/hasil belajar Kimia siswa kelas X SMAN-1 Bebandem
KELAYAKAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MEMOTIVASI SISWA BELAJAR MATEMATIKA
Interactive multimedia is a technology that mediates the development of learning activities to make it more interesting and enjoyable so that it can motivate students to learn. This study aims to determine feasibility of interactive learning multimedia product in motivating student for fourth grade of elementary school to learn mathematics. The research method uses the concept of ADDIE models to develop products with five stages, 1) analyze; 2) design; 3) develop; 4) implement; and 5) evaluate. The result showed that the development of interactive learning multimedia is feasible used for motivating students in grade 4 to learn mathematics. The result of validation by material experts showed that the products developed reached a score of 43 so that it was included in the "very good" category, while the results of the validation by the media experts showed that the products developed reached a score of 59 so that it was included in the "very good" category. Teacher responses related to the practicality of product use reached a score of 113 so that it was included in the "very good" category, while student responses related to the practicality of using the product reached a score of 83 so that it was included in the "very good" category. In motivating students to learn mathematics, interactive learning multimedia can be applied to elementary school students in grade 4. AbstrakMultimedia interaktif adalah teknologi yang memediasi pengembangan kegiatan pembelajaran agar lebih menarik dan menyenangkan sehingga mampu memotivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk multimedia pembelajaran interaktif dalam memotivasi siswa kelas IV sekolah dasar untuk belajar matematika. Metode penelitian menggunakan konsep model ADDIE untuk mengembangkan produk dengan lima tahap, 1) menganalisis; 2) desain; 3) berkembang; 4) mengimplementasikan; dan 5) mengevaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan multimedia pembelajaran interaktif layak digunakan untuk memotivasi siswa kelas 4 dalam belajar matematika. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan mencapai skor 43 sehingga masuk dalam kategori “sangat baik”, sedangkan hasil validasi oleh ahli media menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan mencapai skor 59 sehingga masuk dalam kategori "sangat baik". Tanggapan guru terkait dengan kepraktisan penggunaan produk mencapai skor 113 sehingga masuk dalam kategori “sangat baik”, sedangkan respons siswa terkait dengan kepraktisan penggunaan produk mencapai skor 83 sehingga masuk dalam kategori “sangat baik”. Dalam memotivasi siswa untuk belajar matematika, multimedia pembelajaran interaktif dapat diterapkan untuk siswa sekolah dasar di kelas 4