Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TEKA-TEKI SILANG (TTS) DARING TERHADAP HASIL ASESMEN KOMPETENSI MINIMUN (AKM) LITERASI SISWA DI SEKOLAH DASAR
The purpose of this research is to provide information related to the impact of the use of educational game learning media, especially in crossword games on the results of the minimum literacy competency assessment of students in grade V elementary school. This study used a quantitative research method pre-experimental design type one group pretest-posttest. Sampling used a random sampling technique, where the number of samples in the study were 30 students, consisting of 15 students in class 5A and 15 students in class 5B. In calculating the research prerequisite analysis data using the Kolmogorov-Smirnov normality test, and paired sample t-test. The results of hypothesis calculations using the paired sample-t test stated the value of Sig. (2-tailed) of 0.005 <0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. So it can be concluded that there is an average difference between the results of the pre-test and post-test minimum competency assessments, which means that there is influence in the use of online crossword educational games as learning media in improving the results of the literacy minimum competency assessment for 5th grade students at SDN Cibeuteung Muara 02.AbstrakTujuan dari penelitian ini ialah untuk memberikan informasi terkait adanya dampak dari penggunaan media pembelajaran permainan edukasi khususnya pada permainan teka-teki silang terhadap hasil AKM Literasi siswa pada kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif pre-experimental design tipe one group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, dimana banyaknya sampel pada penelitian sebanyak 30 orang siswa, yang terdiri dari 15 orang siswa kelas 5A dan 15 orang siswa kelas 5B. Dalam perhitungan data analisis prasyarat penelitian menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji paired sample t-test. Hasil perhitungan hipotesis menggunakan uji paired sample-t test dinyatakan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.005 < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil AKM Literasi prates dengan pascates, yang artinya terdapat pengaruh dalam penggunaan media pembelajaran permainan edukatif TTS daring dalam meningkatkan hasil AKM Literasi siswa kelas 5 SDN Cibeuteung Muara 02
IMPLEMENTASI P5 (PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA) PADA KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
In the academic year 2022/2023, the Indonesian government ratified and commenced the implementation of a new curriculum resulting from the refinement of the previous curriculum, namely the "Merdeka Belajar" curriculum. The "Merdeka Belajar" curriculum was developed to be more flexible, focusing on essential content, character development, and competencies. Within the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in the "Merdeka Belajar" Curriculum, there is a project-based extracurricular activity designed to reinforce efforts in achieving competencies and character traits according to the Pancasila student profile, formulated based on graduation competency standards. With the introduction of this new program, a review is needed regarding the implementation results of P5 from the perspective of specific subjects, namely natural sciences. For example, the implementation of P5 at MTs Negeri 2 Jember is still considered unfamiliar and has recently been enforced. Through observation, event monitoring, and interviews with relevant parties, the expected results are anticipated to be beneficial for subsequent learning. All stages have been executed successfully, leading to the conclusion that this community service activity has effectively enhanced the competence of teachers in carrying out the Pancasila student profile strengthening project. The project encompasses understanding, design, documentation, reporting, as well as evaluation and follow-up actions with satisfactory outcomes. AbstrakPada tahun ajaran 2022/2023 pemerintah Indonesia mengesahkan dan mulai memberlakukan kurikulum baru hasil pengembangan dari penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yakni kurikulum merdeka belajar. Kurikulum merdeka belajar ini dikembangkan sebagai kurikulum yang lebih fleksibel, berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi. Dalam Projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka belajar adalah kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila yang disusun berdasarkan standart kompetensi lulusan. Dengan adanya program baru, perlu adanya peninjauan terkait hasil pengimplemetasian P5 dari dari sudut mata pelajaran tertentu yakni ilmu pengetahuan alam. Seperti halnya, yang pelaksanaan p5 di mts negeri 2 jember yang maasih tergolong asing dan baru saja diberlakukan. Dengan observasi, mengamati kejadian, mewawancarai pihak terkait, maka hasil yang diharapkan pun juga dapat bermanfaat dalam pembelajaran berikutnya. Semua tahapan telah dilaksanakan dengan baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Proyek ini mencakup pemahaman, perancangan, dokumentasi, pelaporan, serta evaluasi dan tindak lanjut dengan hasil yang memuaskan
MULTIMEDIA BERBASIS SMART TV TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA
This research is motivated by the low motivation of students at UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. From this, lecturers as educators are looking for solutions by using multimedia in the form of Smart TV. This study uses a method of research qualitatively. Source data obtained from the results of questionnaires, observations and interviews. The results of this study showed that after using multimedia smart TV student learning motivation increased. Multimedia management is carried out in several stages, namely: 1) planning. 2) Execution. 3) evaluation. The availability of supporting facilities and infrastructure in the use of Smart TV-based multimedia is a supporting factor in the use of multimedia in addition to the lecturer's proficiency in using smart TV is also one of the supporting factors. This happens thanks to the training that the lecturer has received. However, there are also factors inhibiting the use of multimedia such as unstable networks, and electricity that sometimes dies. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya motivasi belajar mahasiswa di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Dari hal tersebut dosen selaku pendidik mencari solusi dengan menggunakan multimedia yang berupa Smart TV. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data didapatkan dari hasil quisioner, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setelah menggunakan multimedia smart TV motivasi belajar mahasiswa meningkat. Manajemen multimedia dilaksanakan dengan beberapa tahap yaitu: 1)perencanaan. 2) pelaksanaan. 3) evaluasi. Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dalam penggunaan multimedia berbasis Smart TV merupakan faktor pendukung penggunaan multimedia ini selain itu kemahiran dosen dalam menggunakan smart TV juga salah satu faktor pendukung. Hal ini terjadi berkat pelatihan yang telah diterima oleh dosen. Namun, juga terdapat faktor penghambat dari penggunaan multimedia ini diantaranya jaringan yang tidak stabil, dan aliran listrik yang kadang mati
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) BERBASIS PROYEK TERHADAP LITERASI SAINS MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS CENDERAWASIH JAYAPURA
This study aims to find out and prove whether there is an influence of the project-based Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model on the scientific literacy abilities of biology education students at Cenderawasih University, Jayapura. If there is, then the results will be used as a comparison with conventional learning models that are applied as usual. The research was conducted against a background of problems in the form of preliminary observations which saw that learning was only centered on the lecturer, so it was not effective and concluded that this also affected students' scientific literacy skills. This study uses a quantitative approach, which uses descriptive statistics to explain test results as well as observation and parametric inferential statistics using SPSS Version 27 which consists of normality tests, homogeneity tests and hypothesis testing using the Independent Sample T Test. In the final test results, the results of the t test were obtained, where 7,114 > 2,024 and a significance of 0.001 2.024 dan signifikasi 0,001 < 0,05, maka H0 DITOLAK, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran CTL berbasis proyek terhadap literasi sains mahasiswa Pendidikan Biologi, Universitas Cenderawasih Jayapura (Ha)
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK MAHASISWA MELALUI PENGINTEGRASIAN MEDIA DIGITAL BERBASIS AKTIVITAS BUDAYA KAMPUNG NAGA
The aim of this research is students' listening skills through the development of a listening lecture method that is integrated with digital media based on cultural activities in Tasikmalaya City. The media that will be used in this research consists of audio-visual media and cultural activities implemented from the cultural values of the people of Kampung Naga, Tasikmalaya. This cultural activity approach can be a solution in creating effective learning situations. The research method used was research and classroom action (PTK) which consisted of planning, implementing actions, evaluating, and ending with reflection. This research was carried out at Siliwangi University with The research subjects were 27 fifth semester students. The data collection technique used is a test; observations, and interviews. Data validity is processed using triangulation which consists of data source triangulation and method triangulation. The results of analysis using critical analysis techniques reveal that the application of digital media integrated with local cultural elements in certain courses has a positive impact on increasing students' listening skills. In cycle I, the average value was 71.75 and increased to 80.25 in cycle 2. This increase provides an indication that a learning approach that utilizes digital technology and embraces local cultural elements can improve students' overall understanding and listening skillsAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah kemampuan menyimak mahasiswa melalui pengembangan metode perkuliahan menyimak yang diintegrasikan dengan media digital berbasis aktivitas budaya di Kota Tasikmalaya. Media yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari media audio-visual dan aktivitas budaya yang diimplementasikan dari nilai-nilai budaya masyarakat Kampung Naga, Tasikmalaya. Pendekatan aktivitas budaya ini dapat menjadi solusi dalam menciptakan situasi belajar secara efektif. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitidan tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, evaluasi, dan diakhiri refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Siliwangi dengan subjek penelitian merupakan mahasiswa semester V berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes; observasi, dan wawancara. Validitas data diolah menggunakan triangulasi yang terdiri dari triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Hasil analisis dengan menggunakan teknik analisis kritis mengungkapkan bahwa penerapan media digital yang terintegrasi dengan unsur budaya lokal pada mata kuliah tertentu memiliki dampak positif terhadap peningkatan kemampuan menyimak mahasiswa. Pada siklus I, rata-rata nilai berada pada angka 71,75 dan meningkat menjadi 80,25 pada siklus ke-2. Kenaikan tersebut memberikan indikasi bahwa pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital dan merangkul unsur budaya setempat dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan menyimak mahasiswa secara keseluruhan
PENGEMBANGAN MODUL PROJEK IPAS PADA JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN (TKR) DI SMKN 1 NGRAYUN PONOROGO
Project Based Learning (PjBL) is a learning method that uses projects/activities as media. This method requires students to be able to explore, assess, interpret, synthesize, and information to produce various forms of learning outcomes. This study aims to determine the characteristics of the module, validity, practicality and effectiveness of the PjBL-based IPAS teaching module in the TKR Light Vehicle Engineering Department at SMKN 1 Ngrayun Ponorogo. This type of research is research and development or (R&D). The research will be conducted at SMKN 1 Ngrayun Ponorogo. This study uses a qualitative and quantitative approach with the development model used is the Four-D Model (4-D) which consists of four stages, namely: Define, Design, Develop, Disseminate). The results of this study indicate that the teaching modules based on the Project Based Learning (PjBL) model have met the criteria of validity, practicality and effectiveness. The validity criteria based on the results of the open module validation analysis by the validator are in the very valid category. the average implementation value is 1.7925 with the category fully implemented because it is at a distance of 1.5 ≤ M ≤ 2.0 so that the open module meets the practicality criteria. This shows that the teaching modules developed can be used in science learning on the aspects of substances and their changes. The teacher response questionnaire includes statements related to open modules so that a teacher response score of 99% is obtained and overall is in the very practical category because it is in the range of 81% to 100%. Students' responses to teaching modules are known by giving questionnaires containing statements related to teaching modules and knowing students' opinions about the learning carried out. The student response was 98.75% and overall it was in the very practical category because it was in the range of 81% - 100%. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik modul, validitas, praktikalitas dan efektivitas modul pembelajaran IPAS berbasis PjBL pada Jurusan Teknik Kendaraan Ringan TKR SMKN 1 Ngrayun Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau (R&D). Penelitian akan dilakukan di SMKN 1 Ngrayun Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan model pengembangan yang digunakan adalah Model Four-D (4-D) yang terdiri dari empat tahap yaitu: Define, Design, Develop, Disseminate). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul ajar berbasis model Project Based Learning (PjBL) telah memenuhi kriteria validitas, praktikalitas dan efektivitas. Kriteria validitas berdasarkan hasil analisis validasi modul terbuka oleh validator berada pada kategori sangat valid. nilai rata-rata implementasi sebesar 1,7925 dengan kategori terlaksana sepenuhnya karena berada pada jarak 1,5 ≤ M ≤ 2,0 sehingga modul terbuka memenuhi kriteria kepraktisan. Hal ini menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran IPA pada aspek zat dan perubahannya. Angket respon guru memuat pernyataan-pernyataan terkait modul terbuka sehingga diperoleh skor respon guru sebesar 99% dan secara keseluruhan masuk dalam kategori sangat praktis karena berada pada rentang 81% hingga 100%. Respon siswa terhadap modul pengajaran diketahui dengan memberikan angket yang berisi pernyataan-pernyataan terkait modul pengajaran dan mengetahui pendapat siswa terhadap pembelajaran yang dilaksanakan. Respon siswa sebesar 98,75% dan secara keseluruhan berada pada kategori sangat praktis karena berada pada rentang 81% - 100%
STRATEGI PESANTREN DALAM MENUMBUHKAN ENTREPRENEURSHIP SANTRI
The purpose of this research is to describe: 1) the of the Islamic boarding school's strategy in the planning stage in fostering santri entrepreneurship. 2) of the Islamic Boarding School strategy in the implementation stage in fostering santri entrepreneurship. 3) of the Islamic Boarding School strategy in the evaluation stage in fostering santri entrepreneurship. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data analysis techniques used Miles, Huberman namely: data condensation, data presentation, and data verification/conclusion. The validity of the data uses source triangulation and technical triangulation. The results of this research are the Islamic Boarding School's strategic in fostering student entrepreneurship at the Raden Rahmad Sunan Ampel Antirogo Jember Islamic Boarding School which includes the planning, implementation and evaluation stages. The planning stage includes the following steps: formulation of the vision, environmental assessment, organizational assessment and determination of the santri strategy. While the implementation phase includes strategy implementation, change analysis, change planning, communicating changes and consolidating changes. The evaluation phase includes review activities and performance measurement.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) strategi Pesantren pada tahap perencanaan dalam menumbuhkan entrepreneurship santri. 2) strategi Pesantren pada tahap implementasi dalam menumbuhkan entrepreneurship santri. 3) strategi Pesantren pada tahap evaluasi dalam menumbuhkan entrepreneurship santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik analisis data menggunakan Miles, Huberman yaitu: kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi/ kesimpulan data. Keabsahan data menggunakann trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Hasil dari penelitian ini strategi Pesantren dalam menumbuhkan entrepreneurship santri di Pondok Pesantren Raden Rahmad Sunan Ampel Antirogo Jember mencakup tahap perencanaan, implementasi dan Evaluasi. Tahap perencanaan meliputi langkah-langkah: perumusan visi, asesmen lingkungan, asesmen organisasi dan penentuan strategi santri. Sedangkan tahap implementasi meliputi implementasi strategi, analisa perubahan, perencanaan perubahan, mengkomunikasikan perubahan serta mengkonsolidasi perubahan. Tahap evaluasi meliputi aktivitas peninjauan ulang dan pengukuran kinerja
ANALYSIS OF THE FEASIBILITY OF SCIENCE LEARNING MULTIMEDIA BASED ON SCIENTIFIC INQUIRY
Scientific inquiry-based science learning multimedia plays a very important role in fostering students' critical thinking skills. This study aims to analyze the feasibility of the media that has been made based on input from experts. This study involved 15 experts consisting of material experts, linguists, media experts, and learning design experts as well as educational practitioners. Based on calculations using Aiken's V, it shows that the entire index V > 0.79 (V table Aiken). This proves that all items contained in the questionnaire represent the construct being measured and are said to have adequate content validity. In addition, input from experts was also analyzed qualitatively. Thus, interactive multimedia products are said to be valid for use as science learning media. This media can be a recommendation for teachers to teach science, especially in abstract material and can train students' critical thinking skills.AbstrakMultimedia pembelajaran IPA berbasis scientific inquiry sangat berperan dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan media yang telah dibuat berdasarkan masukan dari para ahli. Penelitian ini melibatkan 15 ahli yang terdiri dari ahli materi, ahli bahasa, ahli media, dan ahli desain pembelajaran serta praktisi pendidikan. Berdasarkan perhitungan menggunakan Aiken’s V menunjukkan bahwa seluruh indeks V > 0.79 (V tabel Aiken). Hal ini membuktikan bahwa seluruh item yang terdapat pada kuesioner mewakili konstrak yang diukur dan dikatakan memiliki validitas isi yang memadai. Di samping itu masukan dari para ahli juga dianalisa secara kualitatif. Dengan demikian, produk multimedia interaktif dikatakan valid digunakan sebagai media pembelajaran IPA. Media ini dapat menjadi rekomendasi bagi para guru untuk membelajarkan IPA khususnya pada materi yang abstrak dan dapat melatih keterampilan berpikir kritis siswa
EFEKTIVITAS ANALISIS AKAR MASALAH “METODE PEMBELAJARAN” PADA RAPOR PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR PENGGERAK ANGKATAN I
The objectives of this research are (a) to analyze the effectiveness of the root of the problem related to learning methods in the education report card at the First Generation Pengpeng Elementary School, (b) to analyze the impact of this problem on the learning process and achievement of student learning outcomes, (c) to prepare recommendations and improvement strategies to address identified problems. The research method that will be used in this research is qualitative research which involves various approaches, such as classroom observations, interviews with teachers and students, as well as document studies (document analysis) related to the learning methods applied. The research subjects were 90 students with 18 students in grades 1-6 in each school, 5 principals, and 2 elementary school teachers for Class I (SDN Pandian I, SDN Patian II, SDN Bataal Barat I, SDN Banbaru I, SDN Sapeken IV). The results of this research are (a) the results of priority recommendations in education report cards carried out by schools (Education units) are very effective in overcoming the root of the problem of "learning methods". (b) the impact of teachers having changed conventional learning methods into innovative and meaningful learning in accordance with the priority improvement program recommended in the Education Report Cards. (c) recommendations and improvement strategies to overcome problems identified through innovative and meaningful learning methods such as group discussions, games, learning with teaching aids or learning media. The results of this research can be used as recommendations for other schools in improving their education report cards with the same root problem, namely "learning methods".AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah (a) menganalisis keefektifan akar masalah yang terkait dengan metode pembelajaran pada rapor pendidikan di Sekolah Dasar Penggerak Angkatan I, (b) menganalisis dampak dari masalah tersebut terhadap proses pembelajaran dan pencapaian hasil belajar siswa, (c) menyusun rekomendasi dan strategi perbaikan untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini penelitian kualitatif yang melibatkan berbagai pendekatan, seperti observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta studi dokumen (analisis dokumen) terkait metode pembelajaran yang diterapkan. Subjek penelitiannya adalah 90 siswa dengan masing-masing sekolah 18 siswa kelas 1-6, 5 kepala sekolah, dan 2 masing-masing guru sekolah dasar penggerak Angkatan I (SDN Pandian I, SDN Patian II, SDN Bataal Barat I, SDN Banbaru I, SDN Sapeken IV). Hasil penelitian ini adalah (a) hasil prioritas rekomendasi di rapor pendidikan yang dilakukan sekolah (satuan Pendidikan) sangat efektif dalam mengatasi akar masalah dari “metode pembelajaran”. (b) dampaknya guru-guru telah mengubah metode pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran inovatif dan bermakna sesuai pada program benahi di prioritas rekomendasi pada rapor Pendidikan. (c) rekomendasi dan strategi perbaikan untuk mengatasi masalah yang diidentifikasi melalui metode pembelajaran inovatif dan bermakna seperti diskusi kelompok, permainan, pembelajaran dengan alat peraga atau media pembelajaran. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi bagi sekolah lain dalam memperbaiki rapor Pendidikannya dengan akar masalah yang sama yaitu “metode pembelajaran”.
SHARED LEADERSHIP UNTUK PENGEMBANGAN SELF-EFFICACY SISWA PADA PEMBELAJARAN KOLABORATIVE BERBASIS CSCL
Self-efficacy is a person's self-confidence that he is able to overcome a situation based on his abilities. There is evidence that student self-efficacy has an impact on cognitive and metacognitive learning strategies. So students can work harder, and more diligently, increasing their potential and self-esteem. There is still minimal discussion of constructs and indicators that affect the development of student efficacy. The objective of this study is to apply shared leadership to the development of student self-efficacy in computer-assisted collaborative learning (CSCL). Developing a shared leadership for developing student self-efficacy applies the Smart Learning Environment Establishment Guideline (SLEEG) method with a quasi-experimental research plan with one group post-test. The research was conducted at SMK Negeri 13 Bandung with a sample of 32 individuals in class XI TKJ 1. Analysis of research using PLS-SEM with the Smart-PLS application. The results indicate that the shared leadership metric is valid and reliable. Shared leadership has a significant positive impact on self-efficiency, with p-values of 0.049 < 0.05 and 0.013 < 0.5, respectively. It can be concluded that shared leadership in the CSCL environment can create a sense of responsibility for each member of the group and facilitate the process of interaction among students. AbstrakSelf-efficacy atau efikasi diri merupakan keyakinan diri seseorang bahwa dia mampu mengatasi suatu situasi berdasarkan kemampuan yang dia miliki. Self-Efficacy siswa terbukti berpengaruh pada strategi kognitif dan metakognitif dalam pembelajaran. Sehingga siswa mampu bekerja lebih keras, lebih tekun, peningkatan potensi dan kepercayaan diri. Namun demikian masih minim pembahasan konstruk dan indicator yang mempengaruhi pengembangan efikasi siswa. Penelitian ini bertujuan menerapkan shared leadership untuk pengembangan self-efficacy siswa pada pembelajaran kolaborative berbasiskan Computer Supported Collaborative Learning (CSCL). Pengembangan shared leadership untuk pengembangan self-efficacy siswa menerapkan metode Smart Learning Environment Establishment Guideline (SLEEG) dengan desain penelitian quasi experimental dengan one group post-test only. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 13 Bandung dengan sampel kelas XI TKJ 1 berjumlah 32 orang. Analisis penelitian menggunakan PLS-SEM dengan aplikasi Smart-PLS. Hasil menunjukan bahwa pengukuran shared leardership valid dan reliabel. Shared Leadership berpengaruh positif signifikan terhadap Self-Efficacy dengan p values masing-masing adalah 0,049 < 0,05 dan 0.013 < 0,5. Dapat ditarik kesimpulan bahwa shared leadership pada lingkungan CSCL dapat melatih rasa tanggung jawab pada setiap anggota kelompok dan memudahkan proses interaksi antar siswa