Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
Not a member yet
    168 research outputs found

    THE IMPLEMENTATION OF REWARDS AND PUNISHMENTS FOR MOTIVATING STUDENTS IN ENGLISH LEARNING AT TENTH GRADE OF MAN 2 KOTA PROBOLINGGO

    Full text link
    This study aims to find out the kinds of rewards and punishments which motivate students in English learning and, to find out how the implementation of rewards and punishments motivates students in English learning at Tenth grade of MAN 2 Kota Probolinggo. The research was a qualitative research. The researcher collected data from interview and observation. Observation were carried out in one classes, to strengthen research answers or as a supporting method. Interview was conducted with two English teachers to identify the research question in this research. The results from observation and interview showed several rewards used by teachers in the classroom; applause, praise, positif feedback, score, and giving gifts. While, there are some punishments used by teachers; warning, advice and give direction, deducting grades, memorizing vocabulary, standing in front of the class, and sitting squatting on a chair. It was also found that reward and punishment were applied to each class. When the teacher used reward and punishment, the teacher first observed the condition of the students and the atmosphere of the class. Students who get rewards were active, enthusiastic, fast, and correct in answering questions. On the other hand, students who get punished are unfocused, noisy, and undisciplined. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penghargaan dan hukuman yang memotivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris dan, untuk mengetahui bagaimana penerapan penghargaan dan hukuman memotivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas sepuluh MAN 2 Kota Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Observasi dilakukan dalam satu kelas, untuk memperkuat jawaban penelitian atau sebagai metode pendukung. Wawancara dilakukan dengan dua orang guru bahasa Inggris untuk mengidentifikasi pertanyaan penelitian dalam penelitian ini. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan beberapa reward yang digunakan guru di kelas; tepuk tangan, pujian, umpan balik positif, skor, dan pemberian hadiah. Sementara itu, ada beberapa hukuman yang digunakan oleh guru; peringatan, nasihat dan pengarahan, pengurangan nilai, menghafal kosa kata, berdiri di depan kelas, dan duduk jongkok di kursi. Ditemukan juga bahwa reward dan punishment diterapkan pada setiap kelas. Pada saat guru menggunakan reward dan punishment, guru terlebih dahulu mengamati keadaan siswa dan suasana kelas. Siswa yang mendapat reward aktif, antusias, cepat, dan benar dalam menjawab pertanyaan. Sebaliknya siswa yang mendapat hukuman adalah siswa yang tidak fokus, ribut, dan tidak disiplin.

    PENGEMBANGAN MEDIA PSIKOEDUKASI PSYCHOSOCIAL ENVELOPE SEBAGAI TERAPI KOGNITIF PERILAKU BAGI MAHASISWA AKTIF USIA REMAJA AKHIR

    Full text link
    Anxiety that occurs in students can cause feelings of unbearable stress, becoming a factor that increases the risk of suicidal ideation. One of the efforts to reduce student anxiety is by using psychosocial envelope psychoeducational media. This research aims to develop and analyze the feasibility level of using psychosocial envelope psychoeducational media as cognitive behavioral therapy to reduce the anxiety of active students at Yogyakarta State University with this type of Research and Development (R&D). The development of psychosocial envelope refers to the Borg & Gall research procedure which is simplified into 7 steps, namely: 1) Potential and problem; 2) Data collection; 3) Product design; 4) Design validation; 5) Design revision; 6) Product trial; and 7) Product revision. The research took place at Yogyakarta State University with 3 research subjects in the small group trial and 9 research subjects in the large group trial. Data collection techniques used are scales, questionnaires, and interviews using instruments in the form of scale sheets, questionnaire sheets, and interview sheets. The data were then analyzed using quantitative and qualitative data analysis techniques. The results of the development are in the form of psychosocial envelope, which consists of 4 envelopes, 21 cards, 1 sticker table, 21 stickers, 1 guide, and 1 package in blue and red base colors. The feasibility level of psychosocial envelope based on the assessment of media expert and material expert obtained an average percentage of 91.86% so it is concluded that it is very feasible to reduce anxiety of active students at Yogyakarta State University.AbstrakAnsietas yang terjadi pada mahasiswa dapat menyebabkan perasaan stres tak tertahankan, hingga menjadi faktor yang memperbesar risiko ide bunuh diri. Salah satu upaya untuk menurunkan ansietas mahasiswa adalah dengan penggunaan media psikoedukasi psychosocial envelope. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis tingkat kelayakan penggunaan media psikoedukasi psychosocial envelope sebagai terapi kognitif perilaku untuk menurunkan ansietas pada mahasiswa aktif Universitas Negeri Yogyakarta dengan jenis penelitian Research and Development (R&D). Pengembangan psychosocial envelope mengacu pada prosedur penelitian Borg & Gall yang disederhanakan menjadi 7 langkah yaitu: 1) Potensi dan masalah; 2) Pengumpulan data; 3) Desain produk; 4) Validasi desain; 5) Revisi desain; 6) Uji coba produk; dan 7) Revisi produk. Penelitian bertempat di Universitas Negeri Yogyakarta dengan 3 subjek penelitian pada uji coba kelompok kecil dan 9 subjek penelitian pada uji coba kelompok besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu skala, angket, dan wawancara dengan menggunakan instrumen berupa lembar skala, lembar angket, dan lembar wawancara. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan berupa psychosocial envelope yang terdiri dari 4 amplop, 21 kartu, 1 tabel stiker, 21 stiker, 1 panduan, dan 1 kemasan berwarna dasar biru dan merah. Tingkat kelayakan psychosocial envelope berdasarkan penilaian dari ahli media dan ahli materi mendapatkan rata-rata persentase 91,86% sehingga disimpulkan sangat layak untuk menurunkan ansietas pada mahasiswa aktif Universitas Negeri Yogyakarta

    PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIKA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Full text link
    The purpose of this research is to find out the validity, practicality and effectiveness of the E-LKPD with characteristics that will help class X students improve their logical thinking skills. In this study, a sample of 30 students was taken from class X at SMAN Tamanan Bondowoso. The method used in this study is Research and Development using the ADDIE model. Data collection techniques used are tests, interviews and observation. The results of the expert validation obtained an overall average percentage value of 80.55% which indicated that it was very valid or feasible to use. The practicality results obtained from the analysis of the student questionnaire obtained a percentage of 82.8% which indicates a very practical category to use. The results of the effectiveness analysis were obtained from the Pretest and Posttest scores with the Wilcoxon Test so that it is known that the sig data is 0.000. Because the value is 0.000 <0.05, it can be concluded that there is an influence on the use of problem-based E-LKPD to improve the ability to think logically and mathematically in high school students. Then the N-Gain Score test was carried out in the mean section obtaining a value of 71.17 which indicates 55-75, so the category obtained is high which means effective airtight.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari E-LKPD dengan karakteristik yang akan membantu siswa kelas X meningkatkan kemampuan berpikir logisnya. Dalam penelitian ini diambil sampel kelas X dengan jumlah 30 siswa di SMAN Tamanan Bondowoso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development yang menggunakan model ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan tes, wawancara dan observasi. Hasil validasi ahli memperoleh nilai presentase rata-rata keseluruhan sebesar 80.55% yang menunjukkan sangat valid atau layak digunakan. Hasil kepraktisan yang didapatkan dari analisis angket siswa yang memperoleh presentase 82.8% yang menunjukkan kategori sangat praktis untuk digunakan. Hasil analisis kefektifan diperoleh dari Nilai Pretest dan Posttest dengan Uji Wilcoxon sehingga diketahui data sig bernilai 0,000. Karena Nilai 0,000<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa aidai pengairuh penggunaiain E-Lkpd berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis matematika pada siswa sekolah menengah atas. Lalu dilakukan uji N-Gain Score pada bagian mean memperoleh nilaii 71.17 yang menunjukkan 55-75, sehinggai ketegori yaing diperoleh yaiitu tinggi yaing airtinyai efektif

    PENGUATAN LITERASI DIGITAL MELALUI MATA KULIAH UMUM PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MENGANTISIPASI BERKEMBANGNYA BERITA HOAX

    Full text link
    Students are easily influenced by hoax news, so many students are easily provoked and become victims of hoax news (fraud). This study aims to determine the role of Pancasila education courses in improving digital literacy and Pancasila course strategies in anticipating the development of hoax news on social media. The research approach used in this study is qualitative and uses literature-based research methods. The data collection technique used is document study, and the data analysis used in this study is content analysis. The results showed that Pancasila Education plays a role in strengthening digital literacy by maximizing the competence of lecturers who teach Pancasila Education courses (professional, pedagogic, personality, and social). An effective strategy for strengthening digital literacy by building knowledge, skills, and character based on Pancasila This is done by utilizing digital technology and being encouraged to actively access information from digital technology, which then analyzes the information wisely. In addition, it is not easy to be provoked by fake news, which indirectly maintains the existence of Pancasila as the ideology of the Indonesian nation. Through this strategy, students can become good and smart digital citizens. AbstrakMahasiswa merupakan salah satu kalangan yang mudah terpengaruh dengan berita hoax, sehingga banyak mahasiswa yang mudah terprovokasi dan menjadi korban berita hoax (penipuan). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran mata kuliah pendidikan Pancasila dalam meningkatkan literasi digital dan strategi mata kuliah Pancasila dalam mengantisipasi berkembangnya berita hoax di media sosial. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendidikan Pancasila dalam penguatan literasi digital dengan memaksimalkan pemanfaatan kompetensi dosen yang mengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila (profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial). Strategi yang efektif dalam penguatan literasi digital dengan membangun pengetahuan, keterampilan dan karakter berdasarkan Pancasila. Hal tersebut dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi digital dan didorong untuk aktif mengakses informasi dari teknologi digital yang kemudian menganalisis informasi tersebut dengan bijak. Selain itu, dengan tidak mudahnya terprovokasi dengan berita bohong pada dasarnya secara tidak langsung dapat menjaga eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Melalui strategi tersebut mahasiswa dapat menjadi warga digital yang baik dan cerdas

    PENGGUNAAN VIRTUAL LABORATORY DITINJAU BERDASARKAN SELF DIRECTED LEARNING PADA CALON GURU SEKOLAH DASAR

    Full text link
    The purpose of this study is to analyze the use of a virtual laboratory in terms of self-directed learning in elementary school teacher candidates. The research method used in this research is descriptive research. The subjects of this study were 35 students. Data is collected using a questionnaire. The data analysis technique used in this research is qualitative analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation, and concluding. The results of this study indicate that the perceptions of prospective elementary school teachers towards virtual laboratory have fulfilled aspects of self-awareness or initiative by 84.20%, independent learning strategies by 78.66%, independent learning activities by 79.22%, evaluation by 81 .54%, and motivating intrapersonal abilities by 89%. The use of a virtual laboratory is recommended for other materials that can involve virtual practicum activities.Abstrak.Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis penggunaan virtual laboratory ditinjau berdasarkan self directed learning pada calon guru sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu 35 mahasiswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi calon guru sekolah dasar terhadap virtual laboratory telah memenuhi aspek kesadaran atau inisiatif diri sendiri sebesar 84,20%, strategi belajar mandiri sebesar 78,66%, kegiatan-kegiatan belajar mandiri sebesar 79,22%, evaluasi sebesar 81,54%, dan memotivasi kemampuan intrapersonal sebesar 89%. Penggunaan virtual laboratory direkomendasikan untuk materi lain yang dapat melibatkan kegiatan praktikum secara maya

    MULTIMEDIA GLADHEN AKSARA JAWA UNTUK SISWA KELAS V SD

    Full text link
    The low score of the Javanese script deserves more attention, not only as a characteristic of Javanese culture, but as part of the identity of the Javanese people. The low score is caused by the low interest of students in learning Javanese script and the absence of media used during learning Javanese script. To overcome these problems it is necessary to develop media that is easily accessible to students, one of which is multimedia. The purpose of this study was to produce a decent, practical, and effective Javanese script gladhen multimedia for teaching Javanese script reading and writing skills for grade V SD. The development research refers to the 5 steps of ADDIE development. Collecting data through interviews, observation, questionnaires, and tests of skills in reading and writing Javanese script. Data analysis was performed using qualitative and quantitative data analysis. The effectiveness of the Javanese script gladhen multimedia for learning Javanese script reading and writing skills was analyzed by means of the n-gain score, t-test, and Manova test with a significance level of 0.05. The results of the study stated that the Javanese script gladhen multimedia was feasible, practical, and effective for learning Javanese script reading and writing skills. AbstrakRendahnya nilai aksara Jawa sudah sepatutnya mendapatkan perhatian yang lebih, bukan hanya sebagai karakteristik budaya Jawa, tetapi sebagai bagian dari identitas masyarakat Jawa. Rendahnya nilai tersebut disebabkan oleh rendahnya minat siswa dalam mempelajari aksara Jawa dan belum adanya media yang digunakan selama pembelajaran aksara Jawa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu dikembangkan media yang mudah diakses oleh siswa, salah satunya adalah multimedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan multimedia gladhen aksara Jawa yang layak, praktis, dan efektif untuk pembelajaran keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa kelas V SD. Penelitian pengembangan mengacu pada 5 langkah pengembangan ADDIE. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, angket, dan tes keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Keefektifan multimedia gladhen aksara Jawa untuk pembelajaran keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa dianalisis dengan skor n-gain, uji-t, dan uji Manova dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menyatakan bahwa multimedia gladhen aksara Jawa layak, praktis, dan efektif untuk pembelajaran keterampilan membaca dan menulis aksara Jawa.

    PEMANFAATAN SYAIR GULUNG DAN WORDWALL PADA PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERBASIS PELAJAR PANCASILA PADA SEKOLAH PENGGERAK

    Full text link
    Writing competencies demand mastery of other language skills, as writing is perceived to be the most significant aspect of language, especially poetry, which has distinct characteristics. However, despite the fact that learning to write poetry is challenging, it plays a crucial role in literature and education. In this regard, it can affect students' character and personality, broaden their perspectives on life, and improve their language skills. In order to achieve the predetermined goals, contextual learning materials and media must be tailored to the nature and needs of the students. In the context of this research, the materials were ancient poetry texts in the form of verses synchronized with the Wordwall media. The incorporated material and media were determined based on the Pancasila student profile. Researchers employed a qualitative research design with a descriptive method. The study was conducted in three senior high schools in North Kayong Regency, West Kalimantan Province, which implemented the Sekolah Penggerak program. Three Indonesian language teachers and nine students from the three schools participated in this research. The results demonstrated the significance of six Syair Gulung containing Pancasila student profiles that were deemed practical and entertaining as learning materials. Thus, the combination of Syair Gulung and the Wordwall media was viewed as effective for teaching students how to write poetry. AbstrakMenguasai keterampilan menulis harus menguasai keterampilan berbahasa lainnya, karena menulis merupakan aspek kebahasaan tertinggi. Terlebih lagi menulis puisi yang memiliki sifat bahasa yang khas. Namun demikian, walaupun pembelajaran menulis puisi yang merupakan pembelajaran dengan kategori rumit, namun memiliki peranan penting dalam sastra dan dunia pendidikan. Peran tersebut dapat mempengaruhi watak, kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, dan meningkatkan kemampuan berbahasa murid. Dalam hal pemenuhan tujuan pembelajaran tersebut diperlukan materi dan media pembelajaran yang kontekstual sesuai kodrat dan kebutuhan murid. Materi tersebut berupa teks puisi lama berbentuk syair yang dielaraskan dengan media wordwall. Materi dan media tersebut sebagai bentuk pembelajaran berdeferensiasi dengan basis profil pelajar Pancasila. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan bentuk deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah sekolah penggerak tingkat SMA di Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat yang berjumlah 3 sekolah. Subyek penelitian ini adalah 3 guru bahasa Indonesia serta 9 murid yang berasal dari 3 sekolah. Hasil penelitian ini mendeskripsikan makna 6 syair gulung yang memiliki kandungan profil pelajar Pancasila yang efektif dan menyenangkan untuk digunakan sebagai materi pembelajaran. Syair gulung dengan media wordwall merupakan kombinasi yang berdampak pada terpenuhinya kebutuhan murid dalam pembelajaran menulis puisi

    TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA JENJANG SD: SEBUAH TEMUAN MULTI-PERSPEKTIF

    Full text link
    Curriculum changes often occur following the direction of technological developments and the basic needs desired from the curriculum. The existence of an independent curriculum is a new hope to provide more space for students to self-actualize. The purpose of this research is to explore the challenges and strategies that will be faced by various stakeholders in implementing an independent curriculum at the elementary school (SD) level. A qualitative research design with a case study model was carried out to answer these objectives. Researchers conducted a series of interviews and observations in 6 elementary schools in the city of Bandung, the city of Bogor and the city of Surakarta. This research involved the government, principals, teachers and students to get a better picture of the implementation of the independent curriculum. The results showed that the presence of an independent curriculum was welcomed by all levels of education in this study. This is illustrated by the enthusiasm of all respondents to jointly study and implement the values of the independent curriculum in the learning process. The biggest challenges in the process of implementing this independent curriculum include the readiness of teachers as carriers of change in the classroom, school support in providing supporting facilities both material and non-material, to the diversity of students in a class. Meanwhile, the best thing to do now is to continue to optimize the good side of this independent curriculum together, and try to fix any shortcomings that may be felt. In general, the existence of this independent curriculum is a new benchmark for the development of the learning process that occurs in schools, so that it can be a joint evaluation to continue to develop the potential of existing students. AbstrakPerubahan kurikulum seringakali terjadi mengikuti arah perkembangan teknologi serta kebutuhan dasar yang diinginkan dari kurikulum tersebut. Keberadaan kurikulum merdeka menjadi harapan baru untuk memberikan ruang yang lebih banyak bagi siswa untuk melakukan aktualisasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan eksplorasi terkait tantangan dan strategi yang akan dihadapi berbagai stakeholder dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di jenjang sekolah dasar (SD). Desain penelitian kualitatif dengan model studi kasus dilakukan untuk menjawab tujuan tersebut. Peneliti melakukan serangkaian wawancara dan observasi di 6 sekolah dasar yang ada di kota Bandung, kota Bogor dan kota Surakarta. Penelitian ini melibatkan pihak dinas, kepala sekolah, guru dan siswa untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang implementasi kurikulum merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran kurikulum merdeka disambut baik oleh seluruh lapisan pendidikan dalam penelitian ini. Hal tersebut digambarkan dengan sikap antusiasme seluruh responden untuk sama-sama mempelajari dan mengimplementasikan values kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Tantangan terbesar dalam proses impelementasi kurikulum merdeka ini diantaranya berasal dari kesiapan guru sebagai pembawa perubahan di kelas, dukungan sekolah dalam memberikan fasilitas penunjang baik bersifat materil maupun non-materil, hingga keragaman siswa dalam suatu kelas. Sementara itu, cara terbaik yang dilakukan saat ini adalah terus bersama-sama mengoptimalkan sisi baik dari kurikulum merdeka ini, serta berusaha memperbaiki kekurangan yang mungkin dirasakan. Secara umum, keberadaan kurikulum merdeka ini menjadi tolak ukur baru tentang semakin berkembangnya proses pembelajaran yang terjadi di sekolah, sehingga bisa menjadi evaluasi bersama untuk terus mengembangkan potensi siswa yang ada

    TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) IN THE INSTRUCTION DESIGN OF THE PARTICIPANTS IN TEACHER PROFESSION EDUCATION: A NARRATIVE INQUIRY CASE STUDY

    Full text link
    This study aims to assess pre-service and in-service teacher competency mastery in the Teacher Professional Education Program (PPG). Ultimately, teachers must integrate their pedagogy and content knowledge with technology or Pedagogical Technology content knowledge (TPACK) as a learning technique that highlights certain technologies and applications. Narrative inquiry case studies were used in this study to examine how 12 PPG members applied TPACK personally and publically, as well as their implementation experiences and disputes. In addition, this study confirms prior findings that technology integration improves the work efficiency of in-service EFL instructors. Finally, this study found that pre-service FLE teachers defined their experiences and stories using TPACK-related adjectives such as instructional, consistent with aims, appropriate to PPG targets, thought-provoking, and innovative.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menilai penguasaan kompetensi guru prajabatan dan dalamjabatan pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pada akhirnya, guru harus mengintegrasikan pengetahuan pedagogi dan kontennya dengan teknologi atau Pedagogical Technology content knowledge (TPACK) sebagai teknik pembelajaran yang menonjolkan teknologi dan aplikasi tertentu. Studi kasus penyelidikan naratif digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji bagaimana 12 anggota PPG menerapkan TPACK secara pribadi dan publik, serta pengalaman dan perselisihan implementasi mereka. Selain itu, penelitian ini menegaskan temuan sebelumnya bahwa integrasi teknologi meningkatkan efisiensi kerja instruktur EFL dalam pelayanan. Akhirnya, penelitian ini menemukan bahwa guru FLE pra-jabatan mendefinisikan pengalaman dan cerita mereka menggunakan kata sifat terkait TPACK seperti instruksional, konsisten dengan tujuan, sesuai dengan target PPG, merangsang pemikiran, dan inovatif

    OPTIMALISASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENERAPAN ENVIRONMENT PROJECT-BASED LEARNING TERINTEGRASI MEDIA AUDIO VISUAL

    Full text link
    Environment project-based learning integrated audio-visual media is a learning method that involves students in projects related to the surrounding environment.The purpose of this study is to determine the effect ofenvironment project-based learning integrated audio-visual media on student discipline. This study uses a quantitative method with the type of experimental research using design preexperimental design, that isthe one group pretest posttest design. The population of this research was class VIIIA students of SMPIT Insan Kamil, which consisted of 20 students. The sampling technique used is saturated sampling. The data collection method was carried out using a non-test in the form of a questionnaire sheet. Hypothesis testing was carried out using a nonparametric test using the Wilcoxon formula. The results showed that there was an influence from the Environment project-based learning model that was integrated with audio-visual media on student discipline which could be seen from the posttest score which was higher than the pretest score for discipline. AbstrakEnvironment project-based learning terintegrasi media audio visual merupakan metode pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proyek yang berhubungan dengan lingkungan sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari environment project-based learning terintegrasi media audio visual terhadap kedisiplinan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian eksperimen menggunakan desain preexperimental design, yaitu the one group pretest posttest design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA SMPIT Insan Kamil yang berjumlah 20 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan nontes berupa lembar angket. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji nonparametrik dengan menggunakan formula Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari model Environment project-based learning yang terintegrasi dengan media audio visual terhadap kedisiplinan siswa yang dapat dilihat dari nilai posttest yang lebih tinggi daripada nilai pretest sikap disiplin

    159

    full texts

    168

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇