Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS LITERASI MODEL PISA
The purpose of this research is to determine the validity of the PISA model literacy-based e-module which is valid, practical and effective. The method used in this study is Research and Development which refers to the ADDIE development model. The instruments used were e-module validation sheets, student and teacher response questionnaires, and test methods (pre-test & post-test). Based on the e-module validity test conducted by an expert validator, a score of 85% was obtainedwith a very valid category. The criteria for a good response were also met, because the e-module that was developed received an assessment of student and teacher response questionnaires of 79.11% in the practical category. As for the effectiveness assessment, it was obtained from the n-gain value of 75.5% through the pre-test & post-test during the trial with the effective category. Thus, the developed e-module can be declared valid, practical, and effective. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan e-modul berbasis literasi model PISA yang valid, praktis dan efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development yang mengacu pada pada model pengembangan ADDIE. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi e-modul, angket respon siswa dan guru, serta metode test (pre-test&post-test). Berdasarkan uji kevalidan e-modul yang dilakukan oleh validator ahli diperoleh skor 85% dengan kategori sangat valid. Kriteria respon baik juga terpenuhi, karena e-modul yang dikembangkan mendapatkan penilaian angket respon siswa dan guru sebesar 79,11% dengan kategori praktis. Sedangkan untuk penilaian keefektifan didapatkan dari nilai n-gain sebesar 75,5% melalui pre-test&post-testpada saat uji coba dengan kategori efektif. Sehingga, e-modul yang dikembangkan dapat dinyatakan valid, praktis, dan efektif
INTERNALISASI NILAI-NILAI AKHLAK MELALUI PENDEKATAN HYPNOTEACHING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 MUNCAR
Education holds an important position for achieving the progress of the country. As much as possible education directs students in pursuing their potential. The use of approaches in learning is indeed very important in the success of the expected learning process. The purpose of this study is to describe the processes, constraints and results of internalizing moral values through the hypnoteaching approach in Islamic Religious Education Learning at SMP Negeri 1 Muncar. This research uses a qualitative approach with a descriptive qualitative research type. Subject determination technique is done purposively. Observation technique data collection, interviews, and documentation. Data analysis procedures through data condensation, data presentation, drawing conclusions. The validity of the data uses source triangulation and technical triangulation. The results obtained from this research are, the process of the hypnoteaching approach is carried out at least 5-7 meetings, students are made in a relaxed state and do not lose consciousness, the teacher uses positive sentences to students. The obstacle to this hypnoteaching approach lies with the students themselves, students tend not to focus on following the teacher's directions due to several disturbing factors. The results of this hypnoteaching approach, through the motivation given by the student teacher to become individuals with good morals, the hypnoteaching approach also influences learning activities in the classroom to be more productive because students feel comfortable so that the material can be understood properly. Abstrak.Pendidikan memegang kedudukan penting untuk tercapainya kemajuan negara. Semaksimal mungkin pendidikan mengarahkan peserta didik dalam mengupayakan potensi yang dimilikinya. Penggunaan pendekatan dalam pembelajaran memang sangat berpengaruh penting dalam keberhasilan proses pembelajaran yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses, kendala serta hasil dari internalisasi nilai-nilai akhlak melalui pendekatan hypnoteaching dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Muncar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan subyek dilakukan secara purposive. Pengumpulan data teknik obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu, proses pendekatan hypnoteaching dilakukan minimal 5-7 kali peretmuan, siswa dibuat dalam keadaan yang releks dan tidak kehilangan kesadaran, guru menggunakan kalimat yang positif kepada siswa. Kendala dari pendekatan hypnoteaching ini ada pada siswa itu sendiri, siswa cenderung tidak fokus mengikuti arahan dari guru dikarenakan beberapa faktor yang mengganggu. Hasil dari pendekatan hypnoteaching ini, melalui motivasi yang diberikan oleh guru siswa menjadi pribadi yang berakhlak baik, pendekatan hypnoteaching juga berpengaruh pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas menjadi lebih produktif karena siswa merasa nyaman sehingga materi dapat dipahami dengan baik.
E-MODUL BERBASIS ANDROID “KITKAT VERSI 4.4” UNTUK MEMFASILITASI ASYNCHRONOUS LEARNING MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA DI TERNATE
Learning in asynchronous learning in introductory basic mathematics courses in Ternate is hampered by unstable internet conditions. These conditions require the existence of electronic teaching materials that can be accessed when conditions without the internet. So this study aims to develop electronic teaching materials in the form of e-modules that meet valid and practical criteria as an alternative solution to the constraints experienced during the asynchronous learning process in introductory basic mathematics courses. This goal will be achieved through the Research and Development (R&D) method which is carried out following the stages of the ADDIE model. The research subjects involved consisted of 1 instrument expert, 2 material experts, 2 learning technology experts, 1 IT expert, and 11 Mathematics Education students at STKIP Kie Raha-Ternate. Research data were collected using instruments in the form of material validation sheets, media validation sheets, and practicality response questionnaires. The data obtained was analyzed for its validity from the material aspect, media aspect, and practicality aspect. Based on the results of data analysis, it can be shown that the developed e-module has met the valid criteria from the media aspect and the material aspect. In addition, e-modules are also practical when implemented using the asynchronous learning method. So it can be concluded that the research conducted has achieved the stated objectives.AbstrakPembelajaran pada mata kuliah pengantar dasar matematika secara asynchronous learning di Ternate terhambat oleh kondisi internet yang tidak stabil. Kondisi tersebut menuntut adanya bahan ajar elektronik yang dapat diakses ketika kondisi tanpa internet. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar elektronik berupa e-modul yang memenuhi kriteria valid dan praktis sebagai alternatif solusi terhadap kendala yang dialami selama proses asynchronous learning pada mata kuliah pengantar dasar matematika. Tujuan tersebut akan dicapai melalui metode Research and Development (R&D) yang dikerjakan mengikuti tahapan model ADDIE. Subjek penelitian yang terlibat terdiri dari 1 orang ahli instrumen, 2 orang ahli materi, 2 orang ahli teknologi pembelajaran, 1 orang ahli IT, dan 11 mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Kie Raha-Ternate. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen berupa lembar validasi materi, lembar validasi media, dan angket respon kepraktisan. Data yang diperoleh dianalisis validitasnya dari aspek materi, aspek media, dan aspek kepraktisan. Berdasarkan hasil analisis data dapat ditunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dari aspek media dan aspek materi. Selain itu e-modul juga praktis jika diterapkan menggunakan metode asyncrhonous learning. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan telah mencapai tujuan yang ditetapkan
PENGUASAAN GURU TERHADAP MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA
This paper presents research results on teachers' mastery of language learning media. Studies on Indonesian language and digital media are uncommon. Meanwhile, the latest score for the Indonesian language national examination and the map of Indonesian language proficiency in all provinces in Indonesia showed unsatisfactory results. This study examines the teachers' mastery of language learning media and its effect on student learning outcomes. The approach used is quantitative. The instruments are (1) tests that are arranged based on the appropriateness principle of learning media, (2) questionnaires on teachers’ mastery of language learning media, and (3) documents of students' scores in the Indonesian language subject. The validity of instruments was tested through expert judgment. The analysis results show that teachers master the language learning media. Hence, the Indonesian language national examination results are not due to teachers’ mastery of the learning media. As suggestions, the assessment of students' Indonesian learning outcomes in schools can be measured using the Indonesian Language Competency Test (UKBI), which includes the language skills needed in the digital era. AbstrakTulisan ini merupakan hasil penelitian tentang penguasaan guru terhadap media pembelajaran bahasa. Penelitian terkait pembelajaran bahasa Indonesia pada media digital masih jarang ditemukan. Sementara itu, nilai ujian nasional bahasa Indonesia periode terakhir dan peta kemahiran berbahasa Indonesia di seluruh provinsi di Indonesia menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penguasaan guru terhadap media pembelajaran bahasa dan pengaruhnya terhadap hasil pembelajaran siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa (1) tes yang disusun berdasarkan prinsip kesesuaian media pembelajaran, (2) angket penguasaan guru terhadap media pembelajaran bahasa, serta (3) dokumen nilai siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Validitas instrumen diuji melalui uji pakar dosen sekaligus praktisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penguasaan guru terhadap media pembelajaran bahasa sudah baik dan hasil ujian nasional bahasa Indonesia tidak dipengaruhi oleh penguasaan guru terhadap media pembelajaran. Sebagai saran, penilaian hasil pembelajaran bahasa Indonesia siswa di sekolah dapat diukur dengan menggunakan Uji Kompetensi Bahasa Indonesia (UKBI) yang telah mencakupi keahlian berbahasa yang dibutuhkan di era digital.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI MODEL MANAJEMEN PROPHETIK DI LINGKUNGAN PESANTREN RAUDLATUL ULUM SUKOWONO JEMBER
This study aims to explore the strengthening of character education through a prophetic management model within the Raudlatul Ulum Sukowono Jember Islamic Boarding School. The prophetic management model is an approach inspired by the leadership of the Prophet Muhammad SAW and integrates Islamic principles into the educational process. The type of research in this study is descriptive qualitative. The data were obtained through interviews, observation, and document analysis. This research was conducted at the Raudlatul Ulum Sukowono Islamic Boarding School, Jember, with 1 tutor, 1 teacher, and 2 alumni students as subjects. The research findings show that the prophetic management model is effective in strengthening character education at the Raudlatul Ulum Islamic Boarding School through 4 programs, 1) namely Islamic values-based curriculum, 2) leadership development, 3) application of adab, and 4) morals and spiritual guidance. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penguatan pendidikan karakter melalui model manajemen profetik di lingkungan Pesantren Raudlatul Ulum Sukowono Jember. Model manajemen profetik adalah pendekatan yang terinspirasi oleh kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dan mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam ke dalam proses pendidikan. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Sukowono Jember dengan subyek 1 orang pengasuh pondok, 1 orang ustadz, dan 2 alumni peserta didik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model manajemen profetik efektif dalam memperkuat pendidikan karakter di Pesantren Raudlatul Ulum melalui 4 program, yaitu 1) kurikulum berbasis nilai-nilai islam, 2) pengembangan kepemimpinan, 3) penerapan adab, dan 4) akhlak serta bimbingan spiritual.
KUALITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH: IMPLEMENTASI PEMANFAATAN MEDIA RADIO
This article is the result of research that aims to determine the use of radio media during distance learning on the quality of learning in Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Elementary School. This type of case study research uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques used primary and secondary data by means of structured interviews and passive observation. Data analysis begins by summarizing the main points from interviews, documents and observations. The summary of selected data is narrated and compiled into a conclusion. The results showed that the process of providing Sapen Radio was technically divided into two, namely the provision of studio facilities and broadcast programs. The learning approach is student-centered, where learning is carried out directly interactively and combines media and modules developed by the teacher. The implementation of radio media at Muhammadiyah Sapen Elementary School is an alternative that has a positive impact in maintaining the quality of distance learning during the pandemic. This can be seen in terms of teachers in making lesson plans, preparing materials, using other supporting media, learning climate and student activities during learning using school radioAbstrakPembelajaran jarak jauh merupakan metode pengajaran berbasis telekomunikasi interaktif yang menghubungkan antara guru dan peserta didik pada lokasi yang berbeda. Metode ini memudahkan komunikasi serta pemberian materi belajar. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan mengetahui pemanfaatan media radio guna pembelajaran jarak jauh terhadap kualitas pembelajaran di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta. Jenis penelitian studi kasus menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder dengan cara wawancara terstruktur dan observasi pasif. Analisis data dimulai dengan merangkum hal-hal pokok dari salianan wawancara, dokumen dan catatan pengamatan. Rangkuman data terpilih dinarasikan dan disusun menjadi sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyediaan media radio Sapen Radio secara teknis dibagi menjadi dua yaitu penyediaan sarana studio dan program siaran. Guru memanfaatkan sarana media radio dengan mengedepankan pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa, dimana pembelajaran dilakukan secara live interaktif serta menggabungkan antara media audio dan media cetak dengan bantuan buku paket dan modul yang dikembangkan oleh guru. Implementasi media radio di SD Muhammadiyah Sapen menjadi alternatif yang berdampak positif dalam mempertahankan kualitas pembelajaran jarak jauh selama pandemi. Hal ini terlihat dalam hal guru dalam membuat rancangan pembelajaran, penyiapan materi, penggunaan media pendukung lain, iklim pembelajaran serta aktivitas peserta didik selama mengikuti pembelajaran menggunakan radio sekolah
KEMANDIRIAN BELAJAR PETANI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI DI ERA TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI
In the era of Information and Communication Technology, the competency of Aglaonema farmers needs to have learning independence in line with the demands of the times. The purpose of this study is to find out the constraints of aglaonema farmers in increasing competence in aspects of production and marketing quality, and to examine the solution through the implementation of a Knowledge Management System. The method used in this research is qualitative method. The technique of collecting data through in-depth interviews and literature review. The results of the data analysis show that the constraints of Aglaonema farmers are that there is very little communication and cooperation, lack of innovation, conventional marketing, very little use of ICT, lack of support from research and development institutions from the government/relevant agencies, and less effective farmer groups. Efforts to increase farmer competence can implement a Knowledge Management System, so that farmers can learn from various sources, share experiences and communicate with stakeholders from upstream to downstream.AbstrakPada era Teknologi Informasi dan Komunikasi, kompetensi petani Aglaonema perlu memiliki kemandirian belajar seiring tuntutan perkembangan zaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kendala-kendala petani aglaonema dalam meningkatkan kompetensi pada aspek kualitas produksi dan pemasaran, serta mengkaji solusinya melalui implementasi Knowledge Management System. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan kajian literatur. Hasil analisis data diketahui kendala-kendala petani Aglaonema adalah komunikasi dan kerjasama sangat kurang, kurang berinovasi, pemasaran konvensional, penggunaan TIK sangat kurang, dukungan lembaga riset dan pembinaan dari pemerintah/dinas terkait masih kurang, serta kelompok petani kurang efektif. Upaya meningkatkan kompetensi petani tersebut dapat mengimplementasikan Knowledge Management System, sehingga petani dapat belajar dengan berbagai sumber, sharing pengalaman dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan dari hulu ke hilir.
PENGEMBANGAN MEDIA EDUKASI BERBASIS STORY MAP TERKAIT DAMPAK PERTAMBANGAN EMAS TANPA IZIN TERHADAP LINGKUNGAN
Unlicensed Gold Mining (PETI) in Sungai Paku Village, Singingi Hilir Subdistrict, Kuantan Singingi Regency, and Riau Province has caused significant environmental impacts and damage, as well as potentially a source of livelihood for generations. One of the efforts to minimise the impact of PETI is through story map-based educational media to students of SMAN 1 Singingi Hilir as the next generation. This research uses the ADDIE method (analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). These objectives will be achieved through the Research and Development (R&D) method, which is carried out following the stages of the ADDIE model. The research subjects involved consisted of material experts, media experts, geography teachers, and 20 students of class XI IPS SMAN Singingi Hilir. The instrument in the research is a validation sheet filled in by expert validators, including media experts and material experts, who are determined according to their expertise. The types of data are quantitative and qualitative. Based on the results of data analysis, it can be shown that the story map medium is declared feasible and effective as an educational medium and is used in teaching geography in Class XI IPS.AbstrakPenambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Sungai Paku, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau telah menimbulkan dampak dan kerusakan lingkungan yang signifikan, serta berpotensi sebagai sumber penghidupan masyarakat secara turun-temurun. Salah satu upaya untuk meminimalisir dampak PETI adalah melalui media edukasi berbasis story map kepada siswa SMAN 1 Singingi Hilir sebagai generasi penerus. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation) Tujuan tersebut akan dicapai melalui metode Research and Development (R&D) yang dikerjakan mengikuti tahapan model ADDIE. Subjek penelitian yang terlibat terdiri dari ahli materi, ahli media, guru geografi, dan 20 sisiwa kelas XI IPS SMAN Singingi Hilir. Instrumen pada penelitian berupa lembar validasi yang diisi oleh validaror ahli diantaranya ahli media dan ahli materi yang ditetapkan sesuai dengan keahliannya. Jenis data berupa kuantitatif dan data kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data dapat ditunjukkan bahwa media story map dinyatakan layak dan efektif sebagai media edukasi dan digunakan dalam pemebalajaran geografi Kelas XI IPS
PENGARUH MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS V
The purpose of this study is to provide information on the effects of audio-visual media on learning motivation in social studies learning grade V. This study used quantitative methods using quasi-experimental approach and control group post test only design. The number of samples in the study was 58 students, VD and VC classes each amounted to 29 students. The VD class is set to be an experimental class and the VC class is set to be a control class in the calculation of research prerequisite analysis data using normality test, homogeneity test and t-test hypothesis test. The results of hypothesis calculations using the stated t-test from both classes shThe purpose of this study is to provide information on the effects of audio-visual media on learning motivation in social studies learning grade V. This study used quantitative methods using quasi-experimental approach and control group post test only design. The number of samples in the study was 58 students, VD and VC classes each amounted to 29 students. The VD class is set to be an experimental class and the VC class is set to be a control class in the calculation of research prerequisite analysis data using normality test, homogeneity test and t-test hypothesis test. The results of hypothesis calculations using the stated t-test from both classes show SIG. (2tailed) 0.000 < α 0.05. Then it can be concluded that H0 in rejected Ha is accepted. From the results of this study, it proves that there is an influence on audiovisual media on student learning motivation in social studies learning Class V. AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi adanya dampak dari media audio visual terhadap motivasi belajar pada pembelajaran IPS kelas V. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan pendekatan quasi eksperimen dan control group posttest only desain. banyaknya sampel pada penelitian sebanyak 58 peserta didik, kelas VD dan VC masing – masing berjumlah 29 peserta didik. Kelas VD ditetapkan menjadi kelas eksperimen dan kelas VC ditetapkan menjadi kelas kontrol dalam perhitungan data analisis prasyarat penelitian menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis uji-t. Hasil perhitungan hipotesis menggunakan uji-t dinyatakan dari kedua kelas tersebut menunjukkan sig.(2tailed) 0,000 < α 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 di tolak Ha diterima. dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh pada media audiovisual terhadap motivasi belajar siswa pada pemebelajaran IPS Kelas V. ow SIG. (2tailed) 0.000 < α 0.05. Then it can be concluded that H0 in rejected Ha is accepted. From the results of this study, it proves that there is an influence on audiovisual media on student learning motivation in social studies learning Class V.AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk memberikan informasi adanya efek dari media audio visual terhadap motivasi belajar pada pembelajaran IPS kelas V. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan pendekatan quasi eksperimen dan control group posttest only desain. banyaknya sampel pada penelitian sebanyak 58 peserta didik, kelas VD dan VC masing – masing berjumlah 29 peserta didik. Kelas VD ditetapkan menjadi kelas eksperimen dan kelas VC ditetapkan menjadi kelas kontrol dalam perhitungan data analisis prasyarat penelitian menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis uji-t. hasil perhitungan hipotesis menggunakan uji-t dinyatakan dari kedua kelas tersebut menunjukkan sig.(2tailed) 0,000 < α 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 di tolak Ha diterima. dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh pada media audiovisual terhadap motivasi belajar siswa pada pemebelajaran IPS Kelas V
TREN KEPEMILIKAN GAWAI SISWA SEKOLAH DASAR DI PULAU JAWA: TINJAUAN HASIL SURVEY
This study aims to investigate the trends of smartphone ownership among primary school students in Java Island. The research method used was a survey using a questionnaire as a data collection instrument. The research respondents were students from grades 1 to 6 in several schools on Java Island. The survey results showed that smartphone ownership among primary school students varied depending on their grade level. Most students in grades 1 and 2 used smartphones owned by their parents, while in grades 3 to 6, the percentage of students who owned personal smartphones increased. It was found that approximately 8.7% of grade 1 students owned personal smartphones, while in grade 6, as many as 82% owned personal smartphones. These findings indicate that the ownership of smartphones among primary school students in Java Island is increasing as students progress to higher grade levels. This may be due to changes in students' needs and interests in using technology and peer influence. Although most students still use smartphones owned by their parents, the percentage of students who own personal smartphones increases in higher grades. The results of this study can serve as a reference for those who want to develop policies or programs related to smartphone usage among primary school students. In this case, schools or parents can consider the importance of education and supervision in using smartphones for students, especially those who already have personal smartphones.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi tren kepemilikan gawai, khususnya smartphone, di kalangan siswa Sekolah Dasar di Pulau Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Responden penelitian adalah siswa kelas 1 hingga 6 dari beberapa sekolah di Pulau Jawa. Hasil survei menunjukkan bahwa kepemilikan gawai di kalangan siswa SD bervariasi tergantung pada kelas mereka. Mayoritas siswa kelas 1 dan 2 menggunakan smartphone milik orang tua, sedangkan pada kelas 3 hingga 6, persentase siswa yang memiliki smartphone pribadi semakin meningkat. Ditemukan bahwa sekitar 8,7% siswa kelas 1 memiliki smartphone pribadi, sedangkan pada kelas 6, sebanyak 82% siswa memiliki smartphone pribadi. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemilikan smartphone di kalangan siswa SD di Pulau Jawa semakin tinggi seiring dengan kenaikan kelas siswa. Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan kebutuhan dan minat siswa dalam menggunakan teknologi, serta pengaruh dari teman sebaya. Meskipun mayoritas siswa masih menggunakan smartphone milik orang tua, persentase siswa yang memiliki smartphone pribadi semakin tinggi pada kelas yang lebih tinggi. Dalam hal ini, pihak sekolah atau orang tua dapat mempertimbangkan pentingnya pendidikan dan pengawasan dalam penggunaan smartphone bagi siswa, terutama mereka yang sudah memiliki smartphone pribadi