Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODEL PENILAIAN KINERJA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA
The aim of this research is to develop a teaching and learning assessment model for speaking skills in Grade VII of MTs. Negeri, Sumberbaru, Jember. The research method used in this study is Research and Development, following Brog and Gall's research model. The subjects of the study were 26 students in Grade VII at MTs. Negeri Sumberbaru, Jember. The research findings are as follows: Firstly, based on the content expert's assessment of the performance assessment, 68.81% of the assessment items obtained a score of 3, while the remaining 32.19% obtained scores below 3. Therefore, it can be concluded that this assessment can be implemented for 35.45% of the items. The performance assessment guide received a score of 4, with 64.55% of the items obtaining a score of 3. Based on the teacher's evaluation, out of the 22 assessment items in the performance assessment guide, approximately 12.12% received a score of 4, 54.55% received a score of 3, and 33.33% received a score of 2. No one chose a score of 1. In the field evaluation, approximately 81.28% of the students responded positively to the performance assessment guide items. Approximately 10.76% of the responses indicated a lack of agreement, with around 3 answers out of 20 questions. Approximately 7.96% of the students disagreed with the assessment model. These findings indicate that students have a positive response to the applied evaluation model. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model penilaian pengajaran dan pembelajaran keterampilan berbicara di kelas VII MTs. Negeri, Sumberbaru, Jember. Metode penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development dengan model penelitian Brog and Gall. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas VII berjumlah 26 siswa di sekolah MTs. Negeri Sumberbaru, Jember. Hasil penelitian didapatkan sebagai berikut. Pertama, berdasarkan penilaian ahli konten terhadap kinerja penilaian yang mendapatkan skor 3 adalah 68,81%, sisanya mendapatkan skor 32,19%, sehingga dapat disimpulkan bahwa penilaian ini dapat diterapkan sebesar 35,45% item, panduan penilaian kinerja mendapatkan skor 4, yang mendapatkan skor 3 adalah 64,55%. Berdasarkan tes guru, dari 22 item penilaian untuk panduan penilaian kinerja 12,12 %, item panduan penilaian kinerja mendapat skor 4. Sedangkan yang memilih skor 3 adalah 54,55 %, sedangkan yang memilih skor 2 mencapai 33,33%. Untuk skor 1 tidak ada yang memilih. Evaluasi Lapangan, Dari item penilaian untuk panduan penilaian kinerja 81,28% siswa yang merespon dengan pernyataan setuju. Sedangkan yang kurang setuju sekitar 3 jawaban dari 20 nomer pertanyaan atau sekitar 10,76% sedangkan siswa yang tidak setuju sekitar 7,96%. Dengan demikian instrumen keterampilan berbicara memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA MATA PELAJARAN FIQIH
The purpose of this research is to develop a valid, practical, and effective Contextual Teaching and Learning (CTL) model for the subject of Fiqh (Islamic Jurisprudence). This study refers to the general problem-solving model in education proposed by Plomp, which consists of four stages: (1) initial investigation, (2) design, (3) realization/construction, and (4) testing, evaluation, and revision. However, the implementation stage was not carried out in this research as the development of the learning model did not reach that stage. The research results indicate that in the first experiment, there was an improvement in students' thinking skills at the level of Fiqh 5 by 20.8% and 38.9%, with a decrease of 6.3% and 21.1% in groups A-B and C-D, respectively. In the second experiment, the students' thinking skills at the level of Fiqh 5 increased by 26.0% and 36.8% in groups A-B and C-D, respectively, with a decrease of 8.3% and 11.6%. CTL successfully improved students' thinking skills in Fiqh, although it has not reached its full potential. The increase in students' thinking skills from the first to the second experiment was 29.8% and 31.4%, with a decrease of 14.7% and 9.9%. This can be interpreted as the students' experiences gained through CTL-based learning contributing to the improvement of their thinking skills.AbstrakTujuan penelitian ini mengembangankan model pembelajaran CTL pada mata pelajaran Fiqh secara valid, praktis dan efektif. Penelitian ini mengacu pada model umum penyelesaian masalah pendidikan yang dikemukakan oleh Plomp, tahapan pengembangan model Plomp meliputi (1) investigasi awal, (2) desain, (3) realisasi/konstruksi, dan (4) tahap pelaksanaan tes, evaluasi, dan revisi. Namun, tahap implementasi tidak dilakukan dalam penelitian ini karena pengembangan model pembelajaran tidak sampai pada tahap tersebut. Hasil penelitian Hasil percobaan pertama menunjukkan peningkatan tingkat berpikir siswa pada tingkat 5 Fiqh sebesar 20,8% dan 38,9%, dengan penurunan 6,3% dan 21,1% pada kelompok A-B dan C-D. Percobaan kedua meningkatkan tingkat berpikir siswa pada tingkat 5 Fiqh kelompok A-B dan C-D masing-masing sebesar 26,0% dan 36,8%, dengan penurunan 8,3% dan 11,6%. CTL berhasil meningkatkan tingkat berpikir siswa dalam Fiqh meskipun belum optimal. Peningkatan tingkat berpikir siswa dari percobaan pertama ke kedua adalah 29,8% dan 31,4%, dengan penurunan 14,7% dan 9,9%. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa pengalaman siswa yang diperoleh melalui pembelajaran menggunakan CTL berkontribusi pada peningkatan tingkat berpikir siswa
ANALYSIS OF GENDER DIFFERENCES IN THE MAKING OF MATHEMATICAL CROSS-STITCH ART SYMBOLS AND LEARNING OUTCOMES OF HIGH SCHOOL STUDENTS
This study aims to determine the influence of gender differences on the making of mathematical cross-stitch art symbols and students’ learning outcomes. This study is descriptive qualitative research. The study used observation, interviews, documentation, and students’ learning outcomes tests as research instrument. This research has been conducted in the crafts subject at SMA Negeri 1 Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta class XI. Meanwhile, the results of midterm and final exam were used for all students of class XI. This study revealed a significant difference between male and female students when completing the cross art of mathematical symbols. Female students are found to be able to complete the art within 1 month, while male students have not been able to complete the cross stitch. Furthermore, the average scores obtained during midterm and final exam between male and female students also have quite significant differences, in which female students show higher learning outcomes than male students. It is in line with the completion of the cross-stitch assignment given in the craft subject where female students have better abilities in completing the cross-stitch art. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perbedaan gender terhadap pembuatan seni kristik symbol matematika dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar siswa. Penelitian ini akan dilakukan pada mata pelajaran Prakarya di SMA Negeri 1 Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta kelas XI. Sedangkan secara kuantitatif digunakan hasil PTS dan PAS semua siswa kelas XI. Penelitian ini menghasilkan perbedaan yang cukup signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan saat menyelesaikan seni kristik symbol matematik. Yang mana siswa perempuan mampu menyelesaikan seni tersebut dalam waktu 1 bulan, sedangkan siswa laki-laki belum mampu menyelesaikan seni kristik tersebut. Lebih lanjut, rata-rata skor yang diperoleh saat PTS dan PAS antara siswa laki-laki dan perempuan juga memiliki perbedaan yang cukup signfiikan, yang mana siswa perempuan memiliki hasil belajar yang lebih tinggi daripada siswa laki-laki. Hal tersebut selaras dengan penyelesaian tugas seni kristik yang diberikan pada mata pelajaran prakarya yang mana siswa perempuan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan seni kristik tersebut
PENDIDIKAN POLITIK MELALUI PENGUATAN LITERASI DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
In the 2019 general election, many students were disqualified and took a stand of apathy towards the interests of the nation and the state, because they got information from social media whose existence could not be accounted for so it was very necessary to carry out political education through civic education by utilizing digital literacy. This research aims to find out 1) the importance of political education for students through civic education courses, 2) political education strategies through digital literacy in the learning process, and 3) obstacles to political education through digital literacy in the learning process. This research uses a qualitative approach with a descriptive research method. The data collection technique uses interviews, observations, and document studies, and the data analysis used is interactive. The results showed that the civic education course is very effectively used as a vehicle for political education for students, considering that the content of the material is related to the rights and obligations of citizens, the state of law, democracy, and so on. A lecturer's strategy in providing political education through digital literacy is that lecturers present material related to political education by utilizing digital technology, using varied learning methods, utilizing political issues that are currently hot to be discussed and analyzed, providing space for students to discuss, utilizing social media as a learning medium, and providing motivation and inspiration. The obstacles experienced in the political education process are that some students still use their mobile phones to play games, limited time in the learning process, limited student knowledge related to the technology used, and lack of focus when the learning process is carried out online. AbstrakPemilihan umum tahun 2019 banyak mahasiswa yang golongan putih dan mengambil sikap apatis terhadap kepentingan bangsa dan negara, karena mendapatkan informasi dari media sosial yang keberannya belum bisa dipertanggungjawabkan sehingga sangat perlu dilakukan pendidikan politik melalui pendidikan kewarganegaraan dengan memanfaatkan literasi digital. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui 1) pentingnya pendidikan politik bagi mahasiswa melalui mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, 2) strategi pendidikan politik melalui literasi digital dalam proses pembelajaran, dan 3) kendala pendidikan politik melalui literasi digital dalam proses pemebelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode peneltian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen serta analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif. Pendidikan kewarganegaraan sangat penting dan efektif digunakan sebagai wahana pendidikan politik bagi mahasiswa, mengingat muatan materinya berkaitan dengan hak dan kewajiban warga negara, negara hukum, demokrasi dan lain sebagainya. Strategi seorang dosen dalam memberikan pendidikan politik melalui literasi digital yaitu dosen mempresentasikan materi terkait pendidikan politik dengan memanfaatkan media digital, menggunakan metode pembelajaran yang bervariatif, memanfaatkan isu-isu politik yang sedang hangat untuk didiskusikan dan dianalaisis, memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berdiskusi, memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran, dan memberi motivasi dan inspirasi. Kendala yang dialami dalam proses pendidikan politik yaitu masih ada beberapa mahasiswa yang memanfaatkan ponselnya untuk bermain game, keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran, keterbatan pengetahuan mahasiswa terkait teknologi yang digunaka, dan kurang fokus ketika proses pembelajaran dilakukan secara daring
LEARNING MANAGEMENT IN THE COVID-19 PANDEMIC BASED ON BLENDED LEARNING ON EDUCATION MANAGEMENT STUDENTS UNIVERSITY OF CENDERAWASIH JAYAPURA
Pembelajaran Berbasis Blended Learning (PBBL) as a technology-based learning model, has been widely used by most educational institutions in maximizing learning systems. However, unlike the case with Cenderawasih University in Jayapura city, PBBL is still considered new, because the infrastructure systems are not optimal. Based on the preliminary studies that have been carried out, there are indications of student discomfort in carrying out PBBL. The purpose of this study was to find out how the implementation of PBBL management during the Covid-19 pandemic and provide recommendations for good and appropriate PBBL models, so that in the future this model can be applied to the learning system at Cenderawasih University in order to improve the quality of learning. The research subjects were students of the Bachelor of Education Management study program at Cenderawasih University, Jayapura using a qualitative approach with data collection techniques in the form of triangulation which was a combination of interviews with 3 teachers/lecturers as research subjects, observations on the media and lecture facilities and documentation in the form of learning outcomes. As a result of the research, the Education Management Undergraduate Study Program has not implemented PBBL management properly and appropriately, so the authors provide recommendations for a PBBL management model based on previous studies and several literature books related to Blended Learning, which are adapted to the implementation of the system. learning at Cenderawasih University.AbstrakPembelajaran Berbasis Blended Learning (PBBL) sebagai model pembelajaran yang berbasis teknologi, telah banyak digunakan oleh sebagian besar institusi pendidikan dalam memaksimalkan sistem pembelajaran. Namun berbeda halnya dengan Universitas Cenderawasih di kota Jayapura, PBBL masih dianggap baru, dikarenakan sistem sarana prasarana yang belum maksimal. Berdasarkan pada studi pendahuluan yang telah dilakukan, terdapat indikasi ketidaknyamanan mahasiswa dalam menjalankan PBBL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen PBBL di masa pandemi Covid-19 dan memberikan rekomendasi model PBBL yang baik dan sesuai, sehingga kedepannya model ini dapat diaplikasikan pada sistem pembelajaran di Universitas Cenderawasih dalam rangka peningkatan kualitas belajar. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi S1 Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih Jayapura dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa triangulasi yang merupakan gabungan dari wawancara kepada 3 orang pengajar/dosen sebagai subjek penelitian, observasi pada media dan fasilitas perkuliahan dan dokumentasi berupa nilai hasil belajar. Sebagai hasil penelitian, Program Studi S1 Manajemen Pendidikan belum menerapkan manajemen PBBL dengan baik dan sesuai, sehingga penulis memberikan rekomendasi model manajemen PBBL yang didasarkan pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan beberapa buku literature yang terkait dengan Blended Learning, dimana disesuaikan dengan penerapan sistem pembelajaran di Universitas Cenderawasih
ANALYZING THE DEVELOPMENT OF DIGITAL LITERACY FRAMEWORK IN EDUCATION: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
The development of technology massively increase during covid-19. Then, a dozen beneficial invention in many sectors such as education race to be better forward. This research aims to suggest and map the domains of digital literacy in each previous research without any reduction of meaning and analyze the development of digital literacy in education. This research used a systematic literature review as a method to find the result, meaning that the researcher has a procedure to collect the previous research. The procedure is for the researcher to collect 200 papers from Scopus Database, Search by “Digital Literacy” and filter by the keyword "framework" and ”Education”. Then, it is reduced into only for digital literacy framework proposal. The result shows that communication, information, content creation, safety, and critical digital literacy still become a suitable domain around the framework. This research concluded that five domains above suggested to use in further research. AbstrakPerkembangan teknologi sangat pesat di masa covid-19. Kemudian, selusin penemuan bermanfaat di berbagai sektor seperti pendidikan berlomba menjadi lebih baik ke depan. Penelitian ini bertujuan untuk menyarankan dan memetakan domain literasi digital pada setiap penelitian sebelumnya tanpa adanya pengurangan makna dan menganalisis perkembangan literasi digital dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan sistematika literature review sebagai metode untuk menemukan hasil, artinya peneliti memiliki prosedur untuk mengumpulkan penelitian sebelumnya. Prosedurnya peneliti mengumpulkan 200 makalah dari Basis Data Scopus, Pencarian dengan “Melek Digital” dan menyaring dengan kata kunci “kerangka” dan “Pendidikan”. Kemudian direduksi menjadi proposal kerangka literasi digital saja. Hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi, informasi, pembuatan konten, keamanan, dan literasi digital kritis masih menjadi domain yang sesuai di sekitar framework. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelima domain di atas disarankan untuk digunakan dalam penelitian selanjutnya
PENGEMBANGAN MODUL PROYEK KALBU (KAMI PENYELAMAT BUMI) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF
This research aims to develop a project module to strengthen the profile of Pancasila students, knowing the feasibility, practicality and effectiveness of the module. The project module developed was named the KALBU (We Save the Earth) project module on the theme of sustainable lifestyle phase B grade IV elementary school. This research uses research and development methods. The development procedure uses the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation, evaluation). The research was conducted in the second semester of the 2022/2023 academic year at SDN Puncel 01. The data collection instrument used questionnaires by experts, student and teacher response questionnaires, and rubik's assessments based on indicators of creative thinking skills. Data analysis uses qualitative and quantitative descriptive analysis. The feasibility test results of media experts get a percentage of 83.03% and material experts of 88.33%. These results show that the developed module is very feasible to use. The results of the practical test through student responses received a percentage of 92.73% and teacher responses of 93.73%. These results show that the modules developed belong to the very practical category. The results of the effectiveness test through improving creative thinking skills from the pre-test average score of 49.9 rose during the post-test of 85.9 with an N-gain value of 0.73 in the high category. That way the KALBU project module is effective in improving creative thinking skills. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul proyek penguatan profil pelajar Pancasila, mengetahui kelayakan, kepraktisan dan keefektifan modul. Modul proyek yang dikembangkan diberi nama modul proyek KALBU (Kami Penyelamat Bumi) pada tema gaya hidup berkelanjutan fase B kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini meggunakan metode penelitian dan pengembangan. Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2022/2023 di SDN Puncel 01. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket oleh ahli, angket respon siswa dan guru, serta rubik penilaian berdasarkan indikator keterampilan berpikir kreatif. Analisis data menggunakan analisis deskriptit kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji kelayakan ahli media mendapatkan persentase sebesar 83,03% dan ahli materi sebesar 88,33%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan sangat layak digunakan. Hasil uji praktikalisasi melalui respon siswa mendapatkan persentase sebesar 92,73% dan respon guru sebesar 93,73%. Hasil tersebut menunjukkan modul yang dikembangkan termasuk kategori sangat praktis. Hasil uji efektifitas melalui peningkatan keterampilan berpikir kreatif dari pre-test rata-rata nilai sebesar 49,9 naik saat post-test 85,9 dengan nilai N-gain sebesar 0,73 dengan kategori tinggi. Dengan begitu modul proyek KALBU efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif
KOLABORASI ANTARA ORANG TUA DAN GURU DALAM MENUMBUHKAN LITERASI MEMBACA MELALUI PROGRAM MAJALAH DINDING S D NEGERI 1 CELEP
Parents and teachers find it very difficult to foster a culture of reading literacy in students. Reading books is very important. Low reading interest in students can result in decreased learning outcomes. Therefore, collaboration between parents and teachers is very important in increasing students' interest in reading through wall magazines. This study aims to describe the collaboration between parents and teachers in fostering reading literacy through the wall magazine program. The type of research used is qualitative research with a phenomenological research design. Data collection techniques used were observation and interviews, and data validity was carried out by source and technique triangulation. Based on the results of research at SD Negeri 1 Celep, it was found that low interest in reading was caused by the influence of gadgets and the absence of parental guidance. One of the efforts made by parents and teachers to increase students' interest in reading is through the wall magazine program. In addition to providing motivation for the importance of reading, there is guidance from parents, making books available in the library, making a literacy tree and making a study schedule. AbstrakOrang tua dan guru sangat kesulitan dalam menumbuhkan budaya literasi membaca pada peserta didik. Membaca buku sangatlah penting. Minat membaca rendah pada peserta didik dapat mengakibatkan hasil belajar turun. Oleh karena itu, kolaborasi antara orang tua dan guru sangat penting dalam meningkatkan minat membaca pada peserta didik yaitu melalui majalah dinding. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait kolaborasi antara orang tua dan guru dalam menumbuhkan literasi membaca melalui program majalah dinding. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara, serta validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian di SD Negeri 1 Celep memperoleh hasil bahwa minat membaca rendah diakibatkan oleh pengaruh gadget dan tidak adanya bimbingan orang tua. Upaya yang dilakukan orang tua dan guru untuk meningkatkan minat membaca peserta didik adalah salah satunya melalui program majalah dinding. Selain itu memberikan motivasi akan pentingnya membaca, adanya bimbingan dari orang tua, membuat buku hadir perpustakaan, membuat pohon literasi dan membuat jadwal belajar
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI PEMBUATAN CELANA ANAK
The learning process requires learning media in an effort to increase student motivation and competence. In children's fashion learning, the basic competence of making pants is considered quite difficult by students; this is shown by the results of unsatisfactory student competence and low learning motivation. So it is important to develop interactive multimedia to help students learn. This research aims to develop learning media and test their feasibility. The development method used is 4D, namely define, design, develop, and disseminate. The results of the feasibility assessment of learning media based on the opinions of material experts received a percentage of 89% and were included in the "Very Feasible" category. And the assessment results based on student opinions obtained a percentage of 87%, which means that multimedia can help students understand children's material. Thus, it can be concluded that the media can be used to improve student competence in making children's pants. AbstrakProses pembelajaran membutuhkan media pembelajaran sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi belajar dan kompetensi mahasiswa. Pada pembelajaran busana anak, kompetensi dasar pembuatan celana dianggap cukup sulit oleh mahasiswa, hal ini ditunjukkan dari hasil kompetensi mahasiswa yang kurang memuaskan dan motivasi belajar yang rendah. Sehingga penting dikembangkan multimedia interaktif yang dapat membantu mahasiswa untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dan menguji kelayakannya. Metode pengembangan yang digunakan adalah 4D yaitu define, design, develop, disseminate. Hasil penilaian kelayakan media pembelajaran berdasarkan pendapat ahli media memperoleh prosentase sebesar 96% dan termasuk dalam kategori “Sangat layak”. Hasil penilaian kelayakan media pembelajaran berdasarkan pendapat ahli materi mendapat prosentase sebesar 89% dan termasuk dalam kategori “Sangat layak”. Dan hasil penilaian berdasarkan pendapat mahasiswa memperoleh prosentase sebesar 87% yang artinya multimedia dapat membantu siswa memahami materi celana anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam materi pembuatan celana anak
APLIKASI TEORI NEWMAN: : BAGAIMANAKAH KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN KEPRIBADIAN DAN KEMAMPUAN MATEMATIKA?
Mathematics is a subject in the spotlight because many students think that mathematics is a complex subject. Students find it difficult to solve word problems, so they make mistakes when encountering them. Some factor that influences student errors is students' mathematical abilities and personality types. Therefore, this study aims to describe the mistakes of extrovert and introvert students (as personality types) with high, medium, and low mathematical abilities (as mathematical abilities levels). This study used a descriptive method with a qualitative approach by collecting data using personality-type questionnaires, tests, interviews, and documentation involving three extrovert students with high, medium, and low mathematical abilities and three introvert students with high, medium, and low abilities. The results showed that 1) types of errors made by extrovert students with high mathematical abilities made Comprehension errors, 2) introverted students with high abilities made encoding errors, 3) extrovert students with moderate abilities made process skill errors and encoding errors, 4) introverted students had the ability making transformation error types, process skill errors, and encoding errors, 5) Extrovert students with low abilities make transformation errors, process skill errors, and encoding errors. Also, 6) introverted students with low ability make comprehension, transformation, process skills, and encoding errors. AbstrakMatematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menjadi sorotan, karena banyak siswa yang berpikir bahwa mata pelajaran matematika ialah mata pelajaran yang sulit. Siswa merasa kesulitan pada saat menyelesaikan soal berbentuk cerita sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat menemui soal berbentuk soal cerita. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesalahan siswa adalah kemampuan matematis siswa dan tipe kepribadian siswa yang berbeda. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan oleh siswa extrovert dan introvert berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan mengumpulkan data menggunakan angket tipe kepribadian, tes, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan 3 siswa extrovert berkemampuan matematika tinggi, sedang, rendah, dan 3 siswa introvert berkemampuan Tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) jenis kesalahan yang dilakukan siswa extrovert berkemampuan matematika tinggi melakukan Comprehension error, 2) siswa introvert berkemampuan tinggi melakukan jenis kesalahan encoding error, 3) siswa extrovert berkemampuan sedang melakukan process skill error dan encoding error, 4) siswa introvertberkemampuan sedang melakukan jenis kesalahan transformation error, process skill error dan encoding error, 5) Siswa extrovert berkemampuan rendah melakukan transformation error, process skill error dan encoding error. Serta, 6) siswa introvert berkemampuan rendah melakukan comprehension error, transformation error, process skill error dan encoding error