Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
Not a member yet
    168 research outputs found

    THE INFLUENCE OF TEACHER PERCEPTIONS OF THE NATIONAL ASSESSMENT AND UTILIZATION OF INSTRUCTIONAL MEDIA ON THE QUALITY OF HIGH SCHOOL LEARNING

    Full text link
    Changes to the assessment system with the abolition of the UN (National Examination) and the implementation of the AN (National Assessment) elicited mixed reactions from teachers. AN is not a determinant of graduation but a school quality assessment program. It is necessary to study teachers' perceptions of AN and how these perceptions influence teachers' use of supportive learning media in improving the quality of learning. This study aims to determine the effect of teachers' perceptions of AN and instructional media on the quality of learning in senior high schools in South Aceh District. Quantitative research with a survey research design was carried out using a questionnaire sheet as a research instrument. Data analysis used inferential statistics, namely, linear regression and descriptive statistics, namely, the ideal assessment category. The results show that there is a significant influence between teachers' perceptions of AN and the use of instructional media on the quality of learning. Abstrak.Perubahan sistem asesmen dengan penghapusan UN (Ujian Nasional) dan penerapan AN (Asesmen Nasional) menimbulkan reaksi yang beragam dari kalangan guru. AN bukanlah penentu kelulusan namun program penilaian mutu sekolah. Kajian tentang persepsi guru terhadap AN dan bagaimana persepsi tersebut memengaruhi guru memanfaatkan media pembelajaran yang mendukung dalam peningkatan kualitas pembelajaran perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi guru terhadap AN dan pemanfaatan media pembelajaran terhadap kualitas pembelajaran SMA di Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei dilakukan dengan menggunakan lembar angket sebagai instrumen penelitian. Analisis data menggunakan statistik inferensial yaitu regresi linear dan statistik deskriptif yaitu kategori penilaian ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi guru terhadap AN dan pemanfaatan media pembelajaran terhadap kualitas pembelajaran.

    LITERATURE REVIEW: PEMBELAJARAN DISCOVERY INQUIRY BERBASIS TIK

    Full text link
    In the era of globalization, education has an important role for a nation and state in the face of advances in science and technology. One effort that can be done is to integrate information and communication technology-based learning. This study aims to determine the improvement of learning outcomes by applying the ICT-Based Discovery Inquiry learning model. The research method used is a qualitative description method by collecting literature study data, reading and recording research materials. The type of data used is secondary data in the form of research articles from previous studies. The data obtained were compiled, analyzed, and opened so as to obtain conclusions about ICT-Based Discovery Inquiry learning. Based on the results of the literature study that has been done, it can be said that student learning outcomes treated with ICT-based discovery inquiry learning models have a significant effect on student learning outcomes. Empirical data show that an increase in student activity has a significant effect on learning outcomes which include mastery of concepts, affective, and psychomotor.AbstrakDi era globalisasi pendidikan memiliki peran penting bagi suatu bangsa dan negara dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran yang berbasis teknologi infomasi dan komunikasi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Inquiry Berbasis TIK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif dengan mengumpulkan data studi pustaka, membaca dan mencatat bahan penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa artikel lmiah dari penelitian-penelitian sebelumya. Data yang diperoleh dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai pembelajaran Discovery Inquiry Berbasis TIK. Berdasarkan hasil penelitian study literature yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran discovery inquiry berbasis TIK berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa atau mahasiswa. Data empirik menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas siswa atau mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar yang meliputi penguasaan konsep, afektif, dan psikomotor

    THE DEVELOPMENT OF LEARNING MATERIALS PjBL-STEM TO IMPROVE STUDENTS’ SCIENTIFIC LITERACY SKILLS

    Full text link
    This study aims to develop the learning materials based on the STEM approach through the PjBL model that is feasible used to improve students’ scientific literacy in physics learning. The study is a development study using the ADDIE model which consists of five stages of development, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The subjects of this study were the students of grade 11th at SMA Negeri 5 Banda Aceh in the academic year 2019/2020. This study in the implementation stage used an experimental research design (quasi-experimental design) in which the model used was non-equivalent control group design by utilizing research instruments such as the questionnaire, validation questionnaire, and scientific literacy skills question test. The post-test results of students’ scientific literacy skills were then tested by using a t-test to investigate the differences between the experiment and control class. Based on the results of the study, the learning materials developed was feasibly used to improve students’ scientific literacy skill. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan STEM melalui model PjBL yang layak digunakan untuk meningkatkan literasi sains siswa dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap pengembangan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 5 Banda Aceh. Uji lapangan pada tahap implementation menggunakan desaign penelitian eksperimen (quasi experimental design) model yang digunakan adalah non-equaivalent control group design. Instrumen penelitain berupa angket validasi, angket respon guru dan peserta didik serta soal tes kemampuan literasi sains. Hasil posttest kemampuan literasi sains peserta didik kemudian diuji menggunakan uji t untuk melihat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik

    KAMPUS MERDEKA (INDEPENDENT CAMPUS) POLICY IN INDONESIA: A BRIEF OVERVIEW

    No full text
    Implementing the Kampus Merdeka (Independent Campus) policy for higher education in Indonesia opens new perspectives on the transformation of higher education. This strategic approach aims to improve institutions' quality flexibly and wants to place students in a central position in the university by involving students in the real-world activities through various field projects. Nevertheless, few doubts arise on how this policy program is implemented, including its sustainability. Through evidence-based critical review, this article aims to review the implementation of the Kampus Merdeka policy and some of the challenges that may arise. We identify three main challenges, including decision-making authority, external collaboration, and benchmarks of success which then lead to conclusions and recommendations regarding the skills of higher education institutions in carrying out external collaboration and tools to measure the success of field projects.AbstrakPenerapan kebijakan Kampus Merdeka pada pendidikan tinggi di Indonesia membuka perspektif baru dalam transformasi pendidikan tinggi. Pendekatan strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas institusi secara fleksibel dan menempatkan mahasiswa pada posisi sentral di perguruan tinggi dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan di dunia nyata melalui berbagai proyek lapangan. Namun demikian, beberapa keraguan muncul tentang bagaimana program kebijakan ini diimplementasikan, termasuk keberlanjutannya. Dengan pendekatan tinjauan literatur berbasis bukti, artikel ini mengulas implementasi kebijakan Kampus Merdeka dan beberapa tantangan yang mungkin muncul. Kami mengidentifikasi tiga tantangan utama, antara lain kewenangan pengambilan keputusan, kolaborasi eksternal, dan tolok ukur keberhasilan. Ketiganya mengarah pada kesimpulan dan rekomendasi mengenai keterampilan institusi pendidikan tinggi dalam melakukan kolaborasi eksternal beserta instrumen untuk mengukur keberhasilan proyek-proyek di lapangan

    TEACHER PROFESSIONAL LEARNING IN THE PERSPECTIVE OF EDUCATIONAL TECHNOLOGY

    Full text link
    Teachers' increasingly massive and diverse use of gadgets allows their facility to be directed at teacher learning activities to improve their competence and professionalism. This research explores the professional learning of technology-based teachers from the perspective of learning technology. Apart from the fact that publication on this topic is still limited, this study is also essential as a foundation, framework, or conceptual framework for technology-based teacher professional development research. To achieve the objectives of this research, a qualitative approach through the method of literature study or library research is a research method that is considered relevant. Literature data is collected through books, literature, notes, and relevant previous research reports. The research procedure is reading, taking notes, or recording, then inventorying and processing it into research data. The research results concluded that teacher professional development shifted into professional learning. The process is conditioned and built actively, self-regulated, sustainable, and based on social and contextual processes according to the teacher's problems and needs. The learning technology perspective views that professional teacher learning not only focuses on the results of learning activities but also on processes and resources that are created, managed, and utilized optimally to facilitate various teacher learning activities through different modes or technological devices. Technology provides an opportunity to make teachers' professional learning more inclusive and sustainable. This opens up broad opportunities for future studies on technology-based teacher professional learning in the area or domain of educational technology or instructional technology.Abstrak.Penggunaan gadget yang semakin masif dan beragam oleh guru memungkinkan fasilitasnya diarahkan untuk kegiatan pembelajaran guru dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pembelajaran profesional guru berbasis teknologi dari perspektif teknologi pembelajaran. Selain karena publikasi tentang topik ini masih terbatas, penelitian ini juga penting sebagai landasan, kerangka, atau kerangka konseptual untuk penelitian pengembangan keprofesian guru berbasis teknologi. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur atau studi kepustakaan merupakan metode penelitian yang dianggap relevan. Data pustaka dikumpulkan melalui buku, literatur, catatan, dan laporan penelitian sebelumnya yang relevan. Prosedur penelitiannya adalah membaca, mencatat, atau mencatat, kemudian menginventarisasi dan mengolahnya menjadi data penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan keprofesian guru bergeser menjadi pembelajaran profesional. Proses tersebut dikondisikan dan dibangun secara aktif, mandiri, berkesinambungan, dan berdasarkan proses sosial dan kontekstual sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan guru. Perspektif teknologi pembelajaran memandang bahwa pembelajaran guru profesional tidak hanya terfokus pada hasil kegiatan pembelajaran tetapi juga pada proses dan sumber daya yang diciptakan, dikelola, dan dimanfaatkan secara optimal untuk memfasilitasi berbagai kegiatan belajar guru melalui berbagai moda atau perangkat teknologi. Teknologi memberikan kesempatan untuk menjadikan pembelajaran profesional guru lebih inklusif dan berkelanjutan. Ini membuka peluang luas untuk studi masa depan tentang pembelajaran profesional guru berbasis teknologi pada bidang atau domain teknologi pendidikan atau teknologi instruksional

    ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA TERINTEGRASI MENURUT TEORI POLYA DITINJAU DARI TINGKAT MATHEMATIC ANXIETY

    No full text
    Math anxiety is a feeling of panic, helplessness, stiffness, and bodily symptoms such as dizziness, stomach aches and mental disorders that come out from within individuals when they are asked to solve math problems. The purpose of this study is to describe the ability to solve polya math integrated problems for class VIII students of MTSS MIFTAHUL ULUM Kalisat Jember on the material of a two-variable linear equation system with high and low levels of math anxiety. The research was conducted by 21 students of class VIII MTSS MIFTAHUL ULUM Kalisat Jember. The method used is descriptive qualitative. The research instruments included: math anxiety questionnaire, integrated math questions, and interview guidelines. Integrated math questions are used to assess students' abilities in the process of solving problems. Interviews were conducted to look at the factors and reasons students made mistakes in the stage of solving math problems. The results of the study were that the integrated math problem-solving skills of MTSS Class VIII students with a high level of math anxiety were lower than the abilities of Class VIII MTSS students with low math anxiety levels.AbstrakKecemasan matematika yaitu rasa panik, tidak berdaya, kekakuan, dan gejala tubuh seperti pusing, sakit perut serta gangguan mental yang keluar dari dalam individu ketika mereka diminta untuk memecahkan masalah matematika. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah polya matematika terintegrasi siswa kelas VIII MTSS MIFTAHUL ULUM Kalisat Jember pada materi sistem persamaan linier dua variabel dengan tingkat math anxiety tinggi dan rendah. Penelitian dilakukan pada 21 siswa kelas VIII MTSS MIFTAHUL ULUM kalisat jember. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian ini antara lain: (1) angket math anxiety, yang dikembangkan oleh Mahmood dan Khatoon adaptasi dari Mathematics Anxiety Scale; (2) soal matematika terintegrasi, yang digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam proses menyelesaikan masalah.; dan (3) pedoman wawancara, untuk melihat faktor serta alasan siswa melakukan kesalahan dalam tahap menyelesaikan masalah matematika. Hasil dari penelitian yaitu Kemampuan pemecahan masalah matematika terintegrasi Siswa MTSS Kelas VIII dengan tingkat kecemasan matematika tinggi lebih rendah dari pada kemampuan Siswa MTSS Kelas VIII dengan tingkat kecemasan matematika rendah

    EFEKTIVITAS APLIKASI TELEGRAM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

    Full text link
    This study aims to show how the effectiveness of the telegram application as a medium for learning Indonesian and the effectiveness of the features in it. This research is a qualitative descriptive study using the results of the questionnaire as a source of data in this study. The results and discussion show that if the telegram application is considered very effective in being used as a learning medium, most of the features studied also received a very effective assessment from the questionnaire respondents that have been distributed. Therefore, telegrams are considered capable of being used as learning media that can support interesting and easy-to-use learning to deliver learning materials. This makes it easier for both educators and students. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana efektivitas aplikasi telegram sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia beserta efektivitas fitu-fitur yang ada di dalamnya. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan hasil kuisioner sebagai sumber data dalam penelitian ini. Hasil dan pembahasan menunjukkan jika aplikasi telegram dinilai sangat efektif digunakan sebagai media pembelajaran, sebagian besar fitur-fitur yang diteliti juga mendapat penilaian sangat efektif dari responden kuisioner yag telah dibagikan. Oleh karena itu, telegram dianggap mampu dijadikan media pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran yang menarik dan mudah digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran. Sehingga memudahkan pendidik dan juga peserta didik

    MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA MENGGUNAKAN ONLINE STUDENT RESPONSE SYSTEM : EKSPERIMEN

    Full text link
    Low student engagement can be indicated by students who are passive during learning, are not interested in learning and lack of focus on learning. This can be addressed by the use of OSRS(Socrative and Clickers) to increase student engagement. The purpose of this study was to determine the influence and differences in student engagement between classes that use Socrative and classes that use Clickers. The "Pretest-Posttest Nonequivalent Multiple Group Design" design was used in this study, with data collection using questionnaires and data analysis using the ANCOVA test. The results of this study inform that the Socrative and Clickers platforms have a positive influence on student engagement. Although, student engagement between the Socrative class and the Clickers class did not differ significantly, student engagement in the Socrative class was 6.4% higher than the Clickers class which was 6.1%. Based on the results of the study, it can be concluded that the use of Socrative and Clickers can encourage student interaction and participation which leads to increased student engagement and has the potential to improve student learning assessment. Suggestions for future research are to be able to use larger samples and longer treatment times. AbstrakKeterlibatan siswa yang rendah dapat terindikasi dari siswa yang pasif saat pembelajaran, tidak tertarik dengan pembelajaran serta kurangnya focus pada pembelajaran. Hal tersebut dapat diatasi dengan penggunaan OSRS(Socrative dan Clickers) untuk dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  serta perbedaan  keterlibatan siswa antara kelas yang menggunakan Socrative dan kelas yang menggunakan Clickers. Rancangan “Pretest-Posttest Nonequivalent Multiple Group Design” digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji ANCOVA. Hasil dari penelitian ini menginformasikan bahwa platform Socrative dan Clickers memiliki pengaruh positif terhadap keterlibatan siswa. Meskipun, keterlibatan siswa antara kelas Socrative dan kelas Clickers tidak berbeda secara signifikan, namun keterlibatan siswa di kelas Socrative sebesar 6,4% lebih tinggi dibandingkan dengan kelas Clickers yang sebesar 6,1%.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Socrative dan Clickers dapat mendorong interaksi dan partisipasi siswa yang mengarah pada peningkatan keterlibatan siswa serta memiliki potensi untuk meningkatkan penilaian pembelajaran siswa. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu dapat menggunakan sampel yang lebih besar dan waktu perlakuan yang lebih panjang.

    PENERAPAN GAMIFIKASI DALAM PENDIDIKAN FISIKA: SUATU STUDI LITERATUR SISTEMATIS

    Full text link
    The application of gamification in education has attracted many researchers to increase engagement and achieve more effective learning. Applying technology in learning during the last few years, can increase student’s motivation towards learning physics. The aim of this study is to present empirical findings from the current literature on the use of gamification in physics education. Therefore, we conducted a systematic literature review of 18 empirical scientific articles published in various Google Scholar databases from 2017 to 2021 using Publish or Perish. This review reveals the latest emerging gamification trends in physics education, and also reveals literature gaps, challenges, barriers, and broadens possible future research directions. We found that gamification can provide more information about the learning process. Gamification can create a competitive environment in an effort to improve student learning outcomes. The learning outcomes that were shown to be most affected were the motivation and involvement of students. The findings of this study provide a framework and insight for future researchers regarding content areas, educational levels, theoretical models, results, methodologies, and assessment instruments. AbstrakPenerapan gamifikasi dalam pendidikan telah menarik banyak peneliti untuk meningkatkan keterlibatan dan mencapai pembelajaran yang lebih efektif. Menerapkan teknologi dalam pembelajaran selama beberapa tahun terakhir ini, dapat meningkatkan motivasi peserta didik terhadap pembelajaran fisika.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan temuan empiris dari literatur mutakhir tentang penggunaan gamifikasi dalam pendidikan fisika.  Oleh karena itu, kami melakukan systematic literature review terhadap 18 artikel ilmiah empiris yang diterbitkan di berbagai Google Scholar database dari tahun 2017 sampai 2021 menggunakan Publish or Perish.  Tinjauan ini mengungkapkan tren gamifikasi terbaru yang muncul dalam pendidikan fisika, dan juga mengungkapkan kesenjangan literatur, tantangan, hambatan, dan memperluas kemungkinan arah penelitian di masa depan.  Kami menemukan bahwa gamifikasi dapat memberikan lebih banyak informasi tentang proses pembelajaran. Gamifikasi dapat menciptakan lingkungan yang kompetitif dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar yang ditunjukkan paling terpengaruh adalah motivasi dan keterlibatan peserta didik. Temuan dari penelitian ini memberikan kerangka kerja dan wawasan bagi peneliti di masa depan mengenai bidang konten, tingkat pendidikan, model teoritis, hasil, metodologi, dan instrumen penilaian

    EFEKTIVITAS DISCOVERY LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA POP-UP BOOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS

    Full text link
    This research is a quantitative research with a quasi-experimental type. This study aims to determine the effectiveness of the use  discovery learning model with pop-up book media on improving learning outcomes and critical thinking skills of fourth grade students in solving Civics questions. The subjects of this study were class IV A of SD Negeri Katelan 4 which opened 20 students and class IV B of SD Negeri Dukuh 2 which opened 24 students. The data collection technique in this study was in the form of test questions. Researchers used validity and reliability tests on the test questions before the study. The prerequisite test results show that the data is normally distributed and homogeneous. The data analysis technique used is the t test and simple correlation test. The conclusions obtained in this study are: 1) there is a difference in the average value of Civics learning outcomes, namely experiencing an increase by using the discovery learning model through the Pop-up Book media, 2) the application of the discovery learning model through the Pop-up Book media is effective in increasing abilities students' critical thinking, 3) there is a significant relationship between learning outcomes and critical thinking skills with the use of discovery learning models using Pop-up Book media. AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan model discovery learning dengan media pop-up book terhadap peningkatan hasil belajar dan keterampilan berfikir kritis siswa kelas IV dalam menyelesaikan soal PPKn. Subjek penelitian ini adalah kelas IV A SD Negeri  Katelan 4 yang berjumlah 20 orang siswa dan kelas IV B SD Negeri Dukuh 2 yang berjumlah 24 orang siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa instrument soal tes. Peneliti menggunakan uji validitas dan reliabilitas pada soal tes sebelum penelitian. Hasil uji prasyarat menunjukan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji t dan uji korelasi sederhana. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu: 1) Terdapat perbedaan nilai rata-rata hasil belajar PPKn yaitu mengalami peningkatan dengan penggunaan model discovery learning melalui media Pop-up Book, 2) Penerapan model discovery learning melalui media Pop-up Book efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis dengan penggunaan model discovery learning menggunakan media Pop-up Book

    159

    full texts

    168

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇