Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
Not a member yet
    168 research outputs found

    KEEFEKTIFAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

    Full text link
    oai:ojs.jurnalkwangsan.kemdikbud.go.id:article/89This study aims to determine the effectiveness of interactive multimedia-based blended learning developed in the subject matter of chemical elements. The effectiveness in terms of improving student learning outcomes by comparing the value pretest and post-test then measured with N-gain. This type of research is developmental research. The procedures in this study refers to Research & Development (R & D) design that carried out only restricted to preliminary field test. The results showed student learning out-comes that used interactive multimedia blended learning as learning media increased with N-gain in the moderate category and in the high category. The conclusions obtained by the interactive multimedia blended learning based on the subject matter chemical element was declared effective used as a medium of learning in terms of student learning outcomes. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan multimedia interaktif berbasis blended learning yang dikembangkan pada materi pokok kimia unsur. Keefektifan tersebut ditinjau dari peningkatan hasil belajar siswa dengan membandingkan nilai pretest dan posttest kemudian diukur dengan N-gain. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian pengembangan (developmental research). Prosedur pada penelitian ini mengacu pada desain Research& Development (R&D) yang dilakukan hanya sebatas pada uji coba awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia interaktif berbasis blended learning sebagai media pembelajaran me- ngalami peningkatan, dengan N-gain pada kategori sedang dan kategori tinggi. Simpulan yang diperoleh yaitu multimedia interaktif berbasis blended learning pada materi pokok kimia unsur dinyatakan efektif digunakan sebagai media pembelajaran ditinjau dari hasil belajar siswa

    CASE-BASED REASONING (CBR) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH

    Full text link
    This study focuses on efforts to solve the problems of the low ability students in solving difficulties in learning Indonesian language as a subject matter. The objective of this research is directed at efforts of explaining the influence of Case based Reasoning (CBR) in the learning towards the students’ problem-solving abilities. The method is a quasi-experimental research focusing on students of MA (Madrasah Aliyah or Islamic Senior High School) in one of the districts in West Java, where the learning in the control class using the Problem Based Learning (PBL). The research showed that the students’ problem-solving abilities by using CBR model is 44% in the high interpretation and by 56% in the moderate interpretation. Whereas the learning using the PBL model is 28% in the high interpretation, 56% in the medium interpretation, and 16% in the low interpretation. The value obtained through testing the hypothesis is z-score = -3089 smaller than z-table = -1.64. It means that Ho is refused and Ha is accepted. It further means that there is a significant difference between the problem-solving ability of students of using CBR model in learning and the students using PBL model in learning. The conclusion of this study indicates that the use of CBR model (designed for the study) has proved to give an effect to the problem-solving skills of students learning Indonesian subject. AbstrakPenelitian ini memfokuskan pada upaya pemecahan permasalahan mengenai rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan kesulitan-kesulitan ketika mempelajari materi pelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini diarahkan pada upaya menjelaskan pengaruh Case-Based Reasoning (CBR) dalam pembelajaran terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen dengan objek penelitian adalah siswa MA di salah satu kabupaten di Jawa Barat, di mana pembelajaran yang digunakan oleh kelas kontrol adalah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa dengan menggunakan model pembelajaran CBR sebesar 44% dalam interpretasi tinggi dan sebesar 56% dalam interpretasi sedang. Sedangkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL sebesar 28% dalam interpretasi tinggi, sebesar 56% dalam interpretasi sedang dan 16% dalam interpretasi rendah. Sementara berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai zhitung = -3.089 lebih kecil dari ztabel = -1.64. Hasil pengujian ini menunjukan bahwa Ho ditolak atau Ha diterima, artinya ada perbedaan secara signifikan antara kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan model pembelajaran CBR dan siswa yang menggunakan model pembelajaran PBL. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan CBR yang dirancang selama penelitian ternyata terbukti memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah oleh siswa

    MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA DAN MENULIS DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

    Full text link
    This study aims to determine how the presence of ICT can be used to improve the literacy of reading and writing, as well as the types of ICT can be used to improve literacy reading and writing? With this method of study or literature review, data obtained from various sources kamudian analysis and descriptive exploratory discussion. From the data can be obtained that there are various types of ICT that can be used to improve literacy reading and writing of television, internet, e-book and audio book. Television can be used to improve literacy read by integrating the content of television by publication or otherwise. Internet can be used improve the literacy of reading and writing for anyone, anytime can search for a preferred reading and can write and publish with ease. E-book encourages people to easily get a reading that is cheap and easy and can be read anytime and anywhere without depending on a network (internet). e-book encourages authors to publish their own books without publishers. While audiobook easier fopr people with a variethy of conditions to be able to listen to their favourite books. In addition, it also books can be read out with music and illustrations that support that understanding becomes easier. thus it can be concluded that there are various types of ICT can be used to improve reading and writing literacy by integrating ICTwith reading and writing. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kehadiran TIK dapat digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis, serta jenis TIK yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis? Dengan metode studi atau kajian pustaka, data yang diperoleh dari berbagai sumber kamudian dilakukan analisis dan pembahasan secara deskriptif eksploratif. Dari data diperoleh informasi bahwa ada berbagai jenisTIK yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis yaitu televisi, internet, e-book, dan audio book. Televisi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi membaca dengan cara mengintegrasikan materi tayangan televisi dengan penerbitan buku atau sebaliknya. Internet dapat dimanfaatkan meningkatkan literasi membaca dan menulis karena siapa saja dan kapan saja dapat mencari bacaan yang disukai serta dapat menulis dan mempublikasikan tulisannya dengan mudah. E-book mendorong orang dengan mudah untuk mendapatkan bacaan yang murah dan mudah serta dapat dibaca kapan saja dan di mana saja tanpa tergantung dengan jaringan (internet). Dengan e-book mendorong penulis buku dapat mempublikasikan tulisannya sendiri tanpa penerbit. Sedangkan audio book memudahkan orang dengan kondisi apapun dapat mendengarkan buku yang disukai. Di samping itu juga buku dapat dibacakan dengan iringan musik dan ilustrasi yang mendukung agar pemahaman menjadi lebih mudah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada berbagai jenis TIK yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi membaca dan menulis dengan cara mengintegrasikan TIK dengan kegiatan membaca dan menulis

    PENGEMBANGAN MODEL E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA

    Full text link
    The aim of this research is to develop the instructional model based on e-learning in order to develop students’ learning result on Curriculum and Learning Subjects. The method of research which was conducted in this study was Research and Development method. The documentation study research shows that students’ ability in learning Curriculum and Learning Subjects is relatively low. It occurs because of some factors, among all are the monotonous process of learning, limited learning sources which are only facilitated by printed sources like books, articles and so on. The product of this research is an instructional model which makes students feel interested and can accommodate all students’ necessities during the process of learning so that it can develop students’ learning result on Curriculum and Learning Subjects. Based on the investigation result, it can be concluded that the instructional model based on e-learning is a web based instructional model which can develop students’ learning result on Curriculum and Learning Subjects. AbstrakTujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran berbasis e-learning untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian dan Pengembangan. Hasil studi dokumentasi memperlihatkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mempelajari Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran masih relatif rendah. Hal ini dapat terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya metode pembelajaran yang digunakan cenderung monoton, sumber belajar terbatas yang hanya mengandalkan sumber belajar cetak berupa buku, artikel, dan sebagainya. Hasil penelitian ini berupa model pembelajaran yang diminati oleh mahasiswa, yang dapat mengakomodasi semua kebutuhan mahasiswa dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Berbasis E-Learning adalah sebuah model pembelajaran berbasis web yang dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran

    PENGEMBANGAN KURIKULUM DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KUMUNIKASI, SUATU GAGASAN

    Full text link
    The purpose of this paper was to examine the repertoire of ideas for curriculum development by utilizing information and communication technology in order to provide a breakthrough on the dynamics and complexity of curriculum development practices. Results of the study showed. First, the management of the curriculum development process that includes activities to share ideas, argument, contributedscientific papers, give feedback, provide feedback, the rationality of the policy decision makers, data processing, how the curriculum management, and results of develop ment can utilize information and communication technologies. Second, to take advantage of information technology and communication in curriculum development has some added value, such as easy in terms of faster information obtained, the cost in the sense that it does not require huge resources, broad reach in the sense that everyone can get involved, efficient and effective way to share, and provide a forum of freedom of speech which is at once loose the bonds of values or certain cultural norms. Third, the idea of developing a curriculum by utilizing information and communication technology as well as encouraging developers literate not only technology, but also able to understand, perceive, and apply power to the significance of the technology. Fourth, curriculum development by utilizing information and communication technology is considered a breakthrough way of working in this digital era AbstrakTujuan dari penulisan ini adalah ingin mengkaji khasanah gagasan pengembangan kurikulum dengan memanfaat kan teknologi informasi dan komunikasi yang diharapkan dapat memberi terobosan mengenai dinamika dan kompleksitas praktik (praxis) pengembangan kurikulum. Hasil kajian menunjukkan. Pertama, pengelolaan proses pengembangan kurikulum yang mencakup aktivitas berbagi gagasan, adu argumen, berkontribusi karya tulis ilmiah, memberi tanggapan, memberi masukan, rasionalitas kebijakan pembuat keputusan, pengolahan data, cara kerja manajemen kurikulum, dan hasil dari pengembangan dapat mendayagunakan teknologi informasi dan komunikasi. Kedua, dengan memanfatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan kurikulum memiliki beberapa nilai tambah, seperti mudah dalam arti informasi lebih cepat diperoleh, murah dalam arti tidak memerlukan sumber daya yang besar, jangkauan luas dalam arti semua orang dapat terlibat, efisien dan efektif untuk berbagi, dan memberi wadah kebebasan berpendapat yang sekaligus lepas dari ikatan nilai-nilai atau norma budaya tertentu. Ketiga, gagasan pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sekaligus mendorong pengembang bukan hanya literate teknologi, tetapi juga mampu memahami, mempersepsi, dan mengaplikasikan arti penting daya guna teknologi. Keempat, pengembangan kurikulum dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dinilai merupakan terobosan cara kerja di era digital in

    ANALISIS KEBUTUHAN LEMBAR KERJA AUDIO SISWA (LKAS) UNTUK SISWA TUNANETRA

    Full text link
    Visually impaired disabilities have requiring an appropriate medium for learning. Audio student worksheet (LKS) is one of the media for persons with disabilities are being developed. The aim of the study was to determine the subjects that require media audio LKS, format of audio LKS, player tool for audio LKS program and accompanying materials required as supporting audio LKS. This research was conducted by the method of research and development. The results of this study showed subjects that require audio LKS is a national examination subjects such as Indonesian language, English language, science and mathematics. Form of audio LKS for visually impaired disabilities is a summary with multiple choice questions. Instruments of audio LKS that suitable for visually impaired disabilities are laptop and an MP3 player. The understanding of the audio LKS for visually impaired disabilities should be complemented with an accompanying material in the form of Braille. AbstrakSiswa tunanetra membutuhkan media pembelajaran yang tepat. Lembar kerja audio siswa (LKAS) merupakan salah satu media yang dikembangkan bagi siswa tunanetra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mata pelajaran yang membutuhkan media LKAS, format LKAS, alat pemutar program untuk LKAS dan bahan penyerta yang dibutuhkan sebagai penunjang LKAS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R and D). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mata pelajaran yang membutuhkan media LKAS adalah mata pelajaran ujian nasional seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Ingggris, IPA dan matematika. Format LKAS bagi siswa tunanetra adalah ringkasan materi dengan bentuk soal pilihan ganda. Alat pemutar program yang sesuai bagi siswa tunanetra adalah laptop dan MP3 player. Pemahaman terhadap LKAS perlu dilengkapi dengan bahan penyerta dalam bentuk Braille

    MODEL BUKU TEKS PELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

    Full text link
    Innovation on book industry, textbooks of particular, tends to be relatively static, eventhough the demand and the development of ICT advances very fast. This article aims to study the benefits and the development model of ICT based textbooks. This article applies a review method of relevant literature. The results show that the benefits of ICT-based textbooks are among others: enabling the content presented in multimedia format so that it becomes more attractive and easily understood, learning becomes more active, variety, interactive, more productive in efficient manner, and in line with the development trend of the digital native generation.The ICT-based textbooks development can be packaged in audiobooks and e-books. The development of audiobooks and e-books is done by repackaging the printed books into audio media by optimizing dialogue or monologue, music, and sound effects aspects.The development model of e-books and audiobooks is done by changing the printed book content into digital format including the text, images, audio, video, animation, and interactive simulations according to the characteristics of the lesson content. The study concluded that ICT-based textbooks needs to be developed in the models of audiobook and e-book by presenting the learning content in multimedia format so that it becomes more attractive and easily understood by learners. AbstrakInovasi industri perbukuan terutama buku teks pelajaran cenderung statis, padahal tuntutan dan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat pesat. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji manfaat dan model pengembangan buku teks pelajaran berbasis TIK. Tulisan ini menggunakan metode kajian literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa manfaat buku teks pelajaran berbasis TIK antara lain: menyajikan konten mutimedia sehingga lebih menarik dan mudah dipahami; belajar lebih aktif, variatif, dan interaktif; secara produksi lebih efisien; serta sesuai dengan trend perkembangan generasi digital native. Pengembangan buku teks pelajaran berbasis TIK dapat dilakukan melalui model audiobook dan e-book. Pengembangan model audiobook dilakukan dengan cara mengemas buku cetak ke dalam media audio dengan mengotimalkan aspek: dialog/monolog, musik, dan efek suara. Pengembangan model e-book dilakukan dengan cara mengubah sajian konten buku cetak ke dalam format digital, meliputi unsur: teks, gambar, audio, video, animasi, dan simulasi interaktif sesuai dengan karakteristik dari konten pelajaran tersebut. Kajian ini menyimpulkan bahwa buku teks pelajaran berbasis TIK perlu dikembangkan baik model audiobook maupun e-book dengan menyajikan konten pembelajaran secara multimedia sehingga lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta didik

    MENUMBUHKAN MINAT BACA MASYARAKAT MELALUI TAMAN BACAAN MASYARAKAT BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

    Full text link
    The purpose of this study is to analyze the community reading interest at Community Library, the implementation of the Community Library program based on information technology, and the third, the impact of Community Library program based on information technology to increase the community interest in the Community Library. The method used is descriptive method with qualitative approach. subjects numbered five persons consisting of one manager, three participants, and one facilitator of Community Library. The results of this study is: (1) the community interest in reading at Community Library arising from internal factors and external factors. however, that has more influence that external factor because people tend to be always invited, persuaded, and given encouragement from others; second implementation of the Community Library based information technology is done through of the following stages: organizing, mobilizing, and coaching; thrid impact of Community Library based technology infornmation views of the cognitive domain, it is known that the citizens involved in the Community Library program has subsequently internalized the new knowledge, and applied in everyday. in the affective domain, citizens have a positive attitude towards the movement of at least ten minutes reading through the “games” in Community Library. In conclusion, Community Library has increased the ability to read community that are useful in performing activities of daily living. AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk me-nganalisis minat baca masyarakat di wilayah Taman Bacaan Masyarakat Sukamulya Cerdas, pelaksanaan kegiatan Taman Bacaan Masyarakat berbasis Information Technology, dan dampak pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) berbasis IT terhadap peningkatan minat baca masyarakat di wilayah TBM Sukmulya Cerdas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian berjumlah lima orang terdiri dari satu orang pengelola, tiga orang peserta kegiatan, dan satu orang fasilitator TBM Sukamulya Cerdas. Hasil penelitian adalah bahwa minat baca masyarakat sekitar TBM timbul dari faktor internal dan faktor eksternal (faktor eksternal lebih berpengaruh karena masyarakat cenderung harus selalu diajak, dibujuk, serta diberikan dorongan dari orang lain), pelaksanaan kegiatan TBM berbasis teknologi informasi dilakukan melalui tahapan pengorganisasian, penggerakkan, dan pembinaan, dampak kegiatan TBM berbasis teknologi informasi dari ranah kognitif (masyarakat memiliki pengetahuan baru yang selanjutnya diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari), dan ranah afektif (warga masyarakat memiliki sikap positif terhadap gerakan membaca buku minimal sepuluh menit melalui “games” di TBM). Simpulan penelitian adalah bahwa TBM telah meningkatkan kemampuan membaca masyarakat yang bermanfaat dalam menjalankan aktivitas hidup sehari-hari

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KOMPETENSI TEKS ANEKDOT BERTEMAKAN KONFLIK SOSIAL DI KALANGAN REMAJA

    Full text link
    Learning device has an important role in the learning process for teachers as well as learners, but there are some teachers haven’t optimized the learning device. The purposes of its study are : to determine the needs of the learning device according to teachers and learners; to describe the characteristics of a learning tool; to develop a prototype device which is suitable with the learners need, and to measure the effectiveness of the learning device. The research method used is a research and development method. The results of the study include: the needs of the learning device anecdotal text competence; the characteristics of the learning device anecdotal text competence; a feasibility study based on each device (syllabus, lesson plans, teaching materials and worksheets); the effectiveness of the learning device in producing anecdotes text is shown based on this information; learning without using the learning device obtaining the value of 25 (62.5%), learning with an effective value category and increased by 38 (94.5%) categorized as very effective when learning to use the device. AbstrakPerangkat pembelajaran memiliki peran penting dalam proses pembelajaran namun masih banyak guru belummengoptimalkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk: mengetahui kebutuhan perangkat pembelajaran menurut guru dan peserta didik; menjelaskan karakteristik perangkat pembelajaran; mengembangkan prototipa perangkat pembelajaran yang layak untuk peserta didik; dan menguji keefektifan perangkat pembelajaran. Metode penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan (reasearch and development). Hasil penelitian berupa: kebutuhan perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot; karakteristik perangkat pembelajaran kompetensi teks anekdot; kelayakan perangkat pembelajaran berdasarkan silabus, RPP materi pembelajaran, dan lembar kerja; keefektifan perangkat pembelajaran memproduksi teks anekdot ditunjukkan berdasarkan pembelajaran tanpa menggunakan perangkat pembelajaran memperoleh nilai 25 (62,5%) dengan kategori nilai efektif dan mengalami kenaikan sebesar 38 (94,5%) dengan kategori sangat efektif di saat pembelajaran menggunakan perangkat

    IMPLEMENTASI TIM PENGEMBANG TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI SEKOLAH

    Full text link
    The purpose of this research is to examine the educational technology developer team as an important program in schooling, especially by analyzing its compatibility with the school system and conditions. By using mixed method and research and development model this research adressing the elementary and secondary school in Semarang and other district. The results showed that this program is compatible with school system and could overcome lots of school problem i.e. the lack of teacher competency on developing lesson plan, learning media, the lack of human resource developmen division in school, the continuity of teacher quality improvement program, dan the quality of school management. But several teacher and school’s management are irresponsive to the program because its team member was university student, not the professional one. It is why in several school the program cannot running well as expected. Eventhough overall the program experiment is succesful.ABSTRAKPenelitian ini diarahkan untuk mengetahui implementasi gagasan tim pengembang teknologi pendidikan di sekolah, terutama mengenai kompatibilitas gagasan dengan konteks dan kondisi riil di sekolah. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif serta model research and development (R & D), penelitian ini dilaksanakan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Kota Semarang dan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan prototipe tim pengembang teknologi pendidikan di sekolah kompatibel dengan konteks dan kondisi sekolah. Problem kualitas guru dalam mengembangkan rencana pembelajaran, media belajar, termasuk keberlanjutan program peningkatan kualitas guru, manajemen sekolah, dan tiadanya divisi pengembangan sumber daya manusia, dapat diatasi oleh tim pengembang teknologi pendidikan. Fakta di lapangan memang menunjukkan beberapa sekolah tempat uji implementasi gagasan tersebut tidak dapat maksimal dalam penerapannya, namun hal tersebut bukan disebabkan oleh kualitas gagasan, melainkan faktor sosiokultural sekolah itu sendiri. Komposisi tim pengembang teknologi pendidikan di sekolah yang masih mahasiswa S1 diidentifikasi menjadi faktor penghambatnya. Walau begitu, secara umum dapat disimpulkan bahwa implementasi gagasan tim pengembang teknologi pendidikan di sekolah telah berhasil dengan baik.

    159

    full texts

    168

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇