Kwangsan: Jurnal Teknologi Pendidikan
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN MODEL ADDIE UNTUK MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 5 SDS MAWAR SHARON SURABAYA
This study aims to develop a Power Point teaching materials and students’ worksheet (LKS) Math Grade 5 Mawar Sharon Surabaya SD Susing the ADDIE Model. Design development test result susing pre-test post-test Group. T-test results showed that the test tvalue is7,397, while the value of the test able is 2,069, meaning the tvalue ofthe test is greater than the valueof testable. Meaning there are differences in learning outcomes between the experimental class and the control class as seen from the second post test tvalues test class. The average value of the class or classes mean the experiment has increased and higher than the control class, is 31.6667 compared with 20.1250. The difference is due to the use of teaching materials to students in the experimental class in class control while only using the lecture method. Students response to the use of Power Point and Worksheets media showed an average of 95.83% stated that the material is easy to understand and 87.5% stated that the learning interesting.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar powerpoint dan Lembar Kerja Siswa (LKS) mata pelajaran matematika kelas 5 SDS Mawar Sharon Surabaya dengan menggunakan model ADDIE. Desain uji coba hasil pengembangan menggunakan Pretest Pos test Group. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai uji t hitung adalah 7.397, sementara nilai uji ttabel adalah 2.069, berarti nilai uji t hitung lebih besar dari nilai uji tabel. Maknanya ada perbedaan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dilihat dari uji t nilai pos test kedua kelas. Nilai rata-rata kelas atau mean pada kelas eksperimen mengalami peningkatan dan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 31.6667 dibandingkan dengan 20.1250. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya penggunaan bahan ajar pada siswa di kelas eksperimen sedangkan di kelas kontrol hanya menggunakan metode ceramah. Respon siswa terhadap penggunaan media powerpoint dan lembar kerja menunjukkan rata-rata sebesar 95.83 % menyatakan bahwa materi mudah dimengerti dan 87.5 % menyatakan bahwa pembelajaran menarik
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI AKREDITASI A DI PROVINSI JAWA TIMUR
The aim of this study is to obtain information on the use of Information and Communication Technology (ICT) in teaching and school management in SMP Negeri Accreditation of A in East Java province. The study was conducted in August-September 2016 on SMP Negeri 4 Accreditation of A in East Java province. The study concluded that the ICT has been used in teaching and school management in Junior High School Accreditation in East Java province. The use of ICT in the form of ICT-based learning, blended e-learning, Web-based learning/Blog, assessment based on ICT, ICT labs, class multi-media, digital libraries, and application data base school. The study concluded that the ICT has been used in teaching and school management in Junior High School Accreditation in East Java province. The use of ICT in the form of ICT-based learning, blended e-learning, Web-based learning/Blog, assessment based on ICT, ICT labs, class multimedia, digital libraries, and application data base school. The study recommends that the use of ICT optimized, particularly in terms of: learning in the form of mailing lists/discussion groups, distance learning, virtual world class, assessment of learning outcomes that can be accessed by students and parents, as well as documents and digital library services. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran dan manajemen sekolah di SMP negeri akreditasi A di Provinsi Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2016, pada empat SMP negeri akreditasi A di Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa TIK telah dimanfaatkan dalam pembelajaran dan manajemen sekolah pada sekolah menengah pertama negeri akreditasi A di Provinsi Jawa Timur. Pemanfaatan TIK berupa pembelajaran berbasis TIK, blended e-learning, pembelajaran berbasis Web/Blog, penilaian berbasis TIK, laboratorium TIK, kelas multi media, perpustakaan digital, dan aplikasi data base sekolah. Penelitian merekomendasikan agar pemanfaatan TIK dioptimalkan, terutama dalam hal: pembelajaran dalam bentuk mailing list/grup diskusi, pembelajaran langsung jarak jauh, kelas dunia maya, penilaian hasil belajar yang dapat diakses oleh peserta didik dan orang tua, serta dokumen dan layanan perpustakaan digital
STRATEGI PEMANFAATAN E-LEARNING DALAM MENGATASI KETERBATASAN JUMLAH DOSEN
The increasing number of students demands an increase in the number of lecturers. The addition of qualified lecturers is not easy. One of the effort to overcome this shortage of lectures, Pamulang University started to apply e-learning. This study aims to find out the e-learning strategy as well as the responses of students and lecturers in the utilization of e-learning. The research method is descriptive one. Data collections were done through an interview, direct observation, questionnaire, and documentation study. Based on the result of data processing, it is known that the strategy of e-learning utilization is done through some stages, such as: preparation of facilities and infrastructure (lecture building, ICT facilities, laboratory facilities, computerization in academic affairs, and e-learning technology), strong leadership policy support, and training and socialization to students and lecturers. Students’ responses to e-learning models have not been optimally yet due to the limitations of socialization, content that has not been packaged interestingly and meaningful, students’ relatively low reading interest, curiosity and low reading interest, curiosity and low student motivation, and not conducive learning climate. Responses of lecturers besides not yet optimally in preparing the communicative and inspirational content, the lecturer is not used in utilizing e-learning technology. Although the implementation of e-learning still has some weaknesses/constraints, but to some extent, the utilization of e-learning has been able to help the shortage of lecturers.AbstrakMeningkatnya jumlah mahasiswa menuntut adanya peningkatan jumlah dosen. Penambahan jumlah dosen yang berkualitas ternyata tidak mudah. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut, Universitas Pamulang menerapkan e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui strategi pembelajaran e-learning dan respon dari mahasiswa maupun dosen dalam pemanfaatan pembelajaran elearning. Metode penelitian adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan langsung, kuesioner, studi dokumentasi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan e-learning dilakukan melalui tahapan: persiapan sarana dan prasarana (gedung kuliah, fasilitas TIK, laboratorium, komputerisasi di bidang akademik, dan teknologi e-learning), dukungan kebijakan pimpinan yang kuat, serta pelatihan dan sosialisasi kepada mahasiswa dan dosen. Respon mahasiswa terhadap pembelajaran e-learning belum optimal sebagai akibat keterbatasan mensosialisasi, konten yang belum menarik dan bermakna, minat baca rendah, rasa ingin tahu dan motivasi mahasiswa yang rendah, dan iklim yang belum mendukung. Respon dosen disamping belum optimal menyiapkan konten yang komunikatif dan inspirati juga karena belum terbiasa dalam memanfaatkan teknologi e-learning. Sekalipun memiliki beberapa kekurangan/ kelemahan namun pemanfaatan e-learning tersebut sudah dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga dosen
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO MATA PELAJARAN KOMPOSISI FOTO DIGITAL BAGI SISWA KELAS XI MULTIMEDIA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
The purpose of this research is to produce a decent and effective digital photo video media for the subject of composition for the students of class XI Multimedia of Vocational High School. The development model used is the ADDIE model. To determine the feasibility of the product is based on expert test ie media experts and content experts. To know the effectiveness of the product is based on a comparison of learning result test between experiment class and control class at SMKN 1 Dlanggu Mojokerto. Based on the results of expert test data analysis obtained conclusion that the learning video media developed feasible to use in learning. The result of the value of pre-test and post- test conducted in control class and experimental class by using t-test obtained t-count is 13,11 and by using t-test distribution table with significant level 5% obtained t-table = 2 , 68, thus the video learning media declared effective. The conclusion of this study indicates that the video learning media subjects composition of digital photos declared feasible and effective for students class XI Multimedia Vocational Secondary School.AbstrakTujuan penelitian ini adalah menghasilkan media video mata pelajaran komposisi foto digital yang layak dan efektif bagi siswa kelas XI Multimedia Sekolah Menengah Kejuruan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Untuk mengetahui kelayakan produk didasarkan pada uji ahli yakni ahli media dan ahli isi. Untuk mengetahui keefektifan produk didasarkan pada perbandingan tes hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol di SMKN 1 Dlanggu Mojokerto. Berdasarkan hasil analisis data uji ahli diperoleh simpulan bahwa media video pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil nilai dari pre-test dan post-test yang dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan menggunakan uji-t diperoleh t-hitung adalah 13,11 dan dengan menggunakan tabel distribusi uji-t dengan taraf signifikan 5% diperoleh t-tabel = 2,68, dengan demikian media video pembelajaran dinyatakan efektif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa media video pembelajaran mata pelajaran komposisi foto digital dinyatakan layak dan efektif bagi siswa kelas XI Multimedia Sekolah Menengah Kejuruan
PENGEMBANGAN BAHAN BELAJAR KOSAKATA BAHASA INDONESIA BERBASIS PENDIDIKAN NILAI-NILAI PANCASILA DI FACEBOOK
Good Indonesian language learning materials are not only taken from textbooks but they can also be taken from various sources such as newspaper, outdoor media, nature, television, and social media. The research entitled ‘The Development of Indonesian Language Vocabulary Learning Materials Based on the Education of Pancasila Values on Facebook’ aims at producing Indonesian learning materials based on the education of Pancasila values. The problem discussed in this article is that there hasn’t been any Indonesian vocabulary learning material based on the education of Pancasila values developed by teachers and published on Facebook. The method used in this research is a Four-D Model consisting of some stages, such as: defining, planning, developing, and presenting on a seminar. This research involves an expert of Indonesian language education, six Indonesian language teachers, and twenty Senior High School students. Indonesian language learning materials on Facebook can be used to instill the values of Pancasila. The development of these learning materials is based on the principles of relevance, consistency, sufficiency properness of content, language, presentation, and graph. It has been proven through this research that the Indonesian subject learning achievement of Senior Secondary students through the use of facebook containing Pancasila values as learning content is higher compared to those students using different learning materials. AbstrakBahan belajar bahasa Indonesia yang baik tidak harus bersumber pada buku-buku pelajaran saja, tetapi dapat juga memanfaatkan berbagai sumber, seperti: media cetak koran, media luar ruang, alam sekitar, televisi, dan media sosial. Penelitian dengan judul Pengembangan Bahan Belajar Kosakata Bahasa Indonesia Berbasis Pendidikan Nilai-Nilai Pancasila di Facebook bertujuan untuk menghasilkan bahan belajar bahasa Indonesia berbasis pendidikan nilai-nilai Pancasila yang dapat diakses melalui facebook. Masalah yang dibahas di dalam artikel ini adalah belum adanya materi pelajaran kosakata bahasa Indonesia berbasis pendidikan nilai-nilai Pancasila yang dikembangkan guru dan di-publish di facebook. Metode penelitian yang digunakan adalah Four-D Model yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan,dan tahap pendiseminasian. Penelitian ini melibatkan seorang ahli pendidikan bahasa Indonesia, 6 guru bahasa Indonesia, dan 20 siswa SMA. Bahan belajar bahasa Indonesia yang disajikan di media sosial facebook dapat dimanfaatkan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. Bahan belajar bahasa Indonesia ini dikembangkan dengan memperhatikan prinsip relevansi, konsistensi, ketercukupan, kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikaan. Hasil belajar bahasa Indonesia siswa SMA melalui bahan belajar yang menggunakan kosakata bahasa Indonesia berbasis nilainilai Pancasila di media sosial facebook terbukti lebih tinggi dan lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan bahan belajar yang tidak sama
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INGGRIS DENGAN MEDIA AUDIO UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
The composition of English language learning tools for middle schools has often not utilized the instrctional technology approach and only used approaches related to the educational discipline of teaching English as a foreign language (TEFL). English language learning materials in several middle schools in East Java also do not provide audio media-based activities for practice of listening skills. This article is the research results of the Borg & Gall research and development model which aimed to develop, validate, and test textual learning materials aided by audio recordings to develop the English-language competency of middle school students. The results of the development showed that audio media was proven to be e ectively capable as sca olds that play a role as learning aids. Audio media provides sound input that guides students to imitate the audio with accurate pronunciation. In addition, audio media input can also be comprehensible for students in accordance with the Input Hypothesis Theory of Krashen that states that those learning languages at “level i” should obtain comprehensible input at “level i + 1” or slightly higher than the current level, and this theory of Krashen is identical to the zone of proximal development (ZPD) theory of Vygotsky. This development also resulted in a learning design which applied the audio lingual communicative (ALC) strategy which is eclectic in its combination of two language learning strategies, which are the audio lingual method with communicative language teaching (CLT). The application of this method was appropriate with the Indonesian classroom context where the number of students in a classroom is on average 40 pupils or more. AbstrakPengembangan bahan ajar Bahasa Inggris untuk sekolah menengah pertama selama ini sering kali tidak menggunakan pendekatan teknologi pembelajaran dan hanya menggunakan pendekatan disiplin ilmu pendidikan bahasa Inggris sebagai bahasa asing atau teaching English as a foreign language/TEFL. Selain bahan ajar bahasa Inggris di beberapa sekolah menengah pertama di Jawa Timur tidak menyediakan bahan penyerta berupa media audio untuk latihan keterampilan menyimak (listening). Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) model Borg & Gall yang bertujuan untuk mengembangan, memvalidasi, dan menguji bahan ajar tekstual berbantuan rekaman audio untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris siswa sekolah menengah pertama. Hasil pengembangan ini menunjukkan bahwa media audio telah terbukti mampu secara efektif menjadi sca olds yang berperan sebagai bantuan belajar. Media audio menyediakan input suara yang memandu siswa menirukan audio dengan akurasi pelafalan yang tepat. Selain itu, input dari media audio dapat dipahami (comprehensible) bagi siswa, sesuai dengan Input Hyphothesis Theory Krashen yang menyatakan bahwa mereka yang belajar bahasa yang berada pada “tingkat i” seharusnya memperoleh comprehensible input pada “tingkat i + 1” atau sedikit lebih tinggi dari tingkat ia berada yang identik dengan teori zone of proximal development (ZPD) yang dikembangkan Vygotsky. Pengem- bangan ini juga menghasilkan desain pembelajaran yang menerapkan strategi audio lingual communicative (ALC) yang bersifat eklektik yang memadukan dua pendekatan pembelajaran bahasa, yaitu audio lingual method dengan communicative language teaching (CLT). Penerapan metode ini sesuai dengan konteks kelas Indonesia dengan jumlah siswa rata-rata 40 orang atau lebih dalam satu kelas. ia dengan jumlah siswa rata-rata 40 orang atau lebih dalam satu kelas
PENGEMBANGAN MODEL MEDIA AUDIO PEMBELAJARAN BERMUATAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Learning while playing is one of the educational principles of Early Childhood Education (PAUD). Through games, traditional games, in particular, child development aspects can be improved. However, teachers face the lack of traditional game references so that a medium is needed. This study aimed to produce a Model of Audio Instructional Media for Early Childhood Education, called Permata Nusantara. Permata Nusantara was developed by using ADDIE approach (Analysis-Design-Development-Evaluation-Implementation). After having completed the need analysis, the blueprint of the model was designed and the production stage conducted. Then, instructional audio media model with traditional games as its content was brought to be evaluated by the subject ma er and media specialists for better-improved quality. The following stage is the implementation, involving teachers and children. The instruments used for collecting data and information were questionnaires, interview guides, and observation sheets. The majority of respondents (83,4%) considered that the developed instructional audio media model was good and suitable to use for early childhood education in improving the spiritual attitude, the social attitude, knowledge, and skills for children in Early Childhood Education. AbtrakBelajar melalui bermain merupakan salah satu prinsip pembelajaran di PAUD. Melalui permainan, terutama permainan tradisonal, aspek perkembangan anak dapat ditingkatkan. Namun, guru-guru kekurangan referensi mengenai permainan tradisional yang ada sehingga dibutuhkan media yang dapat menjadi rujukan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Model Media Audio Pembelajaran Bermuatan Permainan Tradisional Anak Nusantara (Permata Nusan- tara) untuk PAUD dengan pendekatan ADDIE (Analysis-Design-Development-Implementation-Evaluation). Setelah melampaui tahap analisis kebutuhan, desain model atau cetak biru program dirancang dan diproduksi. Kemudian, hasil produk yang berupa media audio pembelajaran bermuatan permainan tradisional dievaluasi oleh ahli materi dan media dengan tujuan perbaikan produk. Selanjutnya dilakukan evaluasi pada tahap pemanfaatan media yang melibatkan guru dan anak PAUD dengan tujuan mengetahui tingkat kelayakan model media yang dikembangkan. Instrumen yang digunakan adalah angket, panduan wawancara, dan lembar pengamatan. Sebagian besar responden (83,4%) berpendapat bahwa model media audio pembelajaran bermuatan permainan tradisional dikategorikan sebagai model media audio pembelajaran yang baik dan cocok untuk menunjang pembelajaran di PAUD dalam meningkatkan kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan ketrampilan pada anak usia dini
PERAN DAN TANTANGAN PROFESI PENGEMBANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN PADA PEMBELAJARAN ABAD 21
Objects in the science of instructional technology are instructional and learning. Instructional and learning are experiencing change and tremendous transformation lately, especially at the turn of the millennium leading to the 21st century. Therefore, this condition is a challenge and demand professional role of instructional technology developers (PTP) to provide solutions. This study aims to describe what are the roles and challenges of the profession instructional technology developer in the learning of the 21st century, as well as what products should be produced by PTP in the future. This study uses a descriptive method. Data collection techniques and information through a literature study. The results of this literature review indicate that the future development of instructional technologies should be able to produce products such as; innovative ICT-based learning models, instructional media, and the application of e-learning. Therefore, the role and challenges facing the current PTP, namely: PTP must be creative and innovative to develop cutting-edge learning model appropriate learning paradigm of the 21st century; PTP must work collaboratively with other professionals in a team to produce a product; PTP needs to improve their competencies, they are competency in the area of learning and competency in the area of technology, especially regarding the new learning media; PTP needs to show real work and o er solutions to problems of learning with e-learning applications. Finally PTP products will be awaited and necessary to support the implementation of the learning process in different types, levels and appropriate education pathway applicable curriculum. AbstrakObjek keilmuan teknologi pembelajaran adalah belajar dan pembelajaran. Belajar dan pembelajaran mengalami perubahan dan transformasi yang luar biasa akhir-akhir ini, terutama pada pergantian millennium mengawali abad ke 21. Kondisi ini menjadi tantangan dan menuntut peran profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) untuk memberikan solusinya. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa peran dan tantangan profesi pengembang teknologi pembelajaran dalam pembelajaran abad 21, serta produk-produk apa yang harus dihasilkan oleh PTP di masa depan. Kajian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dan informasinya melalui studi literatur. Hasil kajian literatur ini menunjukkan bahwa ke depan pengembang teknologi pembelajaran harus mampu menghasilkan produk-produk berupa; model pembelajaran inovatif berbasis TIK, media pembelajaran, dan aplikasi e-pembelajaran. Oleh karena itu, peran dan tantangan yang dihadapi PTP saat ini yaitu: PTP harus kreatif dan inovatif mengembangkan model pembelajaran mutakhir yang sesuai paradigma belajar abad 21; PTP harus bekerja sama secara kolaboratif dengan profesi lain dalam suatu tim untuk menghasilkan produk; PTP perlu meningkatkan kompetensinya, yaitu kompetensi bidang pembelajaran dan kompetensi bidang teknologi khususnya mengenai media pembelajaran terbaru; dan PTP perlu menunjukkan karya nyata dan menawarkan solusi-solusi masalah pembelajaran dengan aplikasi e-pembelajaran yang tepat guna. Akhirnya, peran dan produk-produk PTP tersebut ditunggu dan dibutuhkan untuk menunjang terselenggaranya proses pembelajaran di berbagai jenis, jenjang dan jalur pendidikan sesuai kurikulum yang berlaku
KONTRIBUSI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO AKSI TERHADAP PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERBAHASA PADA ANAK USIA DINI
Development of early childhood language is very important in developingthe communication and interaction skills with others. Stimulation of the development of language skills can be done in the family and school environment. The purpose of this study is to determine the extent of contributionof media audio AKSI utilization in developing early childhood language ability. This study uses an experimental method to early childhood that using media audio AKSI as a learning treatment. The result of this study revealed that media audio AKSI has a significantly contribution for developing early childhood’s languange skills because enabling to improve the quality of children’s learning achievements, enabling to make teacher more productive, enabling to provide alternative learning media that more user friendly, and enabling to the ease of audio files storage, retrieval, and utilization makes learning become more flexible. AbstrakPengembangan berbahasa anak usia dini sangat penting dilakukan untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Stimulasi pengembangan kemampuan berbahasa tersebut dapat dilakukan, baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauhmana kontribusi pemanfaatan media audio AKSI terhadap pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terhadap peserta didik usia dini melalui treatmen penggunaan media audio AKSI dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa media audio AKSI memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pengembangan kemampuan berbahasa anak usia dini karena mampu meningkatkan kualitas hasil belajar anak, mampu membuat pendidik lebih produktif, dan mampu memberikan alternatif media pembelajaran yang lebih user friendly, dan kemudahan penyimpanan, pengambilan, dan pemanfaatan file audio menjadikan pembelajaran menjadi lebih fleksibel
KEBUTUHAN GURU SEKOLAH DASAR INKLUSI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI MELALUI MEDIA VIDEO
This study is a research of instructional video development which aims to gain informations about the needs of inclusive primary school teachers in improving their competencies through video media. Such information includes: implementation constraints, teacher characteristics, teacher attitudes, and competencies required of teachers. The study used a survey research design. The data collection with a focus group discussion (FGD) and the enclosed questionnaire. The results showed that the main obstacle implementation of inclusive education is the classroom teacher competence is still not good and the number of special guidance counselor (GPK) is still lacking. The majority of primary school inclusion teacher educational background S1PGSD and no experience teaching in inclusive schools. Many theachers of inclusion primary school have not attended training on inclusive education. The efforts to increase the competence of self-done by discussing with fellow-teachers. The attitude of teachers to implement inclusive education is very good but the handling of learning obstacles still lacking. Teachers need to increase the competence of inclusive learning strategy. The study concluded that primary school inclusion teachers need a tutorial learning strategies in the classroom inclusion. The packed tutorial in the videos media so that it can individually study or the training delivered. AbstrakPenelitian ini merupakan tahapan penelitian pengembangan media video yang bertujuan menggali informasi kebutuhan guru sekolah dasar inklusi dalam meningkatkan kompetensi melalui media video. Informasi tersebut meliputi: kendala pelaksanaan, karakteristik guru, sikap guru, dan kompetensi yang dibutuhkan guru. Penelitian menggunakan desain penelitian survey. Pengumpulan data dengan focus group discussion (FGD) dan kuesioner tertutup. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kendala utama penyelenggaraan pendidikan inklusif adalah kompetensi guru kelas masih kurang baik dan jumlah guru pembimbing khusus (GPK) masih kurang. Guru SD inklusi mayoritas berlatar belakang pendidikan S1 PGSD dan belum berpengalaman mengajar di sekolah inklusi. Banyak Guru SD inklusi yang belum mengikuti pelatihan pendidikan inklusif. Upaya untuk meningkatkan kompetensi diri dilakukan dengan berdiskusi dengan sesama guru. Sikap guru terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif sangat baik, tetapi dalam menangani kendala pembelajaran masih kurang. Guru membutuhkan peningkatan kompetensi tentang strategi pembelajaran inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru SD inklusi membutuhkan tutorial strategi pembelajaran di kelas inklusi. Tutorial dikemas dalam media video sehingga dapat dipelajari secara mandiri maupun disampaikan dalam pelatihan