eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
2712 research outputs found
Sort by
Teknologi Tepat Guna Kompor Berbasis KKS (Kaleng Kapas Spiritus)
Teknologi Tepat Guna Berbasis KKS (Kaleng Kapas Spiritus) adalah sebuah inovasi yang bertujuan untuk memanfaatkan limbah kaleng kapas spiritus sebagai bahan dasar untuk menciptakan solusi teknologi yang berguna dan dapat diterapkan secara praktis. Artikel ini membahas tentang konsep, aplikasi, dan manfaat dari teknologi ini. Artikel ini menjelaskan bahwa limbah kaleng kapas spiritus merupakan salah satu jenis limbah yang sering dihasilkan dari kegiatan sehari-hari, terutama di rumah tangga. Dalam upaya untuk mengurangi limbah dan menciptakan solusi yang bermanfaat, teknologi berbasis KKS dapat diimplementasikan dengan cara mengubah kaleng kapas spiritus yang sudah tidak terpakai menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah. Salah satu aplikasi utama dari teknologi ini adalah pembuatan lampu dinding berbasis KKS. Dalam proses ini, kaleng kapas spiritus yang sudah tidak terpakai dipotong dan diubah menjadi wadah lampu yang dapat dipasang di dinding. Wadah tersebut kemudian diisi dengan minyak tanah atau bahan bakar lainnya sebagai sumber cahaya. Lampu dinding berbasis KKS ini memiliki manfaat yang signifikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang belum teraliri listrik. Selain itu, lampu-lampu ini juga dapat digunakan sebagai lampu darurat saat terjadi pemadaman listrik. Selain aplikasi lampu dinding, teknologi berbasis KKS juga dapat diterapkan dalam pembuatan kompor portabel. Kaleng kapas spiritus yang sudah tidak terpakai dapat diubah menjadi wadah kompor yang dapat digunakan untuk memasak. Kompor portabel ini sangat berguna dalam situasi darurat atau di tempat- tempat terpencil yang sulit untuk mendapatkan sumber energi memasak. Dalam kesimpulannya, teknologi tepat guna berbasis KKS merupakan solusi yang kreatif dalam mengurangi limbah dan menciptakan produk yang berguna. Aplikasi lampu dinding dan kompor portabel berbasis KKS merupakan contoh nyata dari pemanfaatan limbah kaleng kapas spiritus yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Diharapkan dengan adanya teknologi ini, kesadaran akan pentingnya daur ulang limbah dan pemanfaatan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai akan semakin meningkat
Penerapan Metode Topsis Untuk Pemilihan Bahan Jeans Terbaik di Toko Biqinjeans.fam: Penerapan Metode Topsis Untuk Pemilihan Bahan Jeans Terbaik di Toko Biqinjeans.fam
Kain merupakan bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan pakaian. Sama halnya dengan membuat pakaian dari berbagai macam bahan jeans. Dalam proses pembuatannya untuk memilih bahan dengan kualitas yang baik tentunya membutuhkan bahan dasar yang baik pula sehingga saat produk dipakai memberikan kenyamanan bagi pemakainya. BiqinJeans.fam merupakan salah satu usaha yang bergerak dibidang konveksi yang memproduksi berbagai macam pakaian yang berbahan jeans berupa jaket, celana, rok maupun kemeja. Dalam kasus ini, BiqinJeans.fam memiliki permasalahan dalam menentukan pemilihan bahan dasar jeans sesuai permintaan konsumen yang meminta kualitas terbaik tanpa mengerti ataupun memahami pengetahuan terkait bahan jeans yang kemudian akan diolah menjadi pakaian yang nyaman untuk digunakan oleh mereka. Dalam penelitian ini, untuk menentukan keputusan dalam memilih bahan berkualitas baik maka digunakan metode Technique for Order preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Diharapkan, dengan adanya metode yang digunakan saat ini dapat membantu konsumen dalam memilih jenis bahan jeans yang akan diolah dan digunakan dengan cepat dan baik tanpa adanya keraguan dalam memilihnya
Identifikasi Citra Warna Pada Kain Tenun Lotis Timor Tengah Selatan(TTS) Menggunakan Metode Convolution Network(CNN): Penerapan Convolutional Neural Networks (CNN) untuk Identifikasi Warna dalam Kain Tenun Lotis Timor Tengah Selatan: Analisis Digital pada Warisan Budaya
Handwoven fabric is a rich cultural heritage reflecting the artistic and historical values, showcasing the cultural richness of a region. Among the diverse traditional fabrics in Indonesia, Lotis woven fabric from South Central Timor (TTS) possesses unique patterns, motifs, and colors. The identification of color images on Lotis woven fabric TTS is essential for preserving its authenticity and beauty. In the era of technological advancement, the utilization of artificial intelligence methods, particularly Convolutional Neural Networks (CNN), has garnered attention in various image processing applications. CNN has proven highly effective in classifying and recognizing patterns in images, including color identification. This study aims to implement the Convolutional Neural Networks (CNN) method in the process of identifying color images on Lotis woven fabric from South Central Timor (TTS). Through this approach, it is hoped that a system capable of recognizing and distinguishing various color combinations present in Lotis woven fabric TTS with high accuracy can be developed. This research is expected to contribute to the field of pattern recognition and image processing, as well as facilitate the preservation and development of traditional woven fabric culture, particularly Lotis woven fabric TTS
Fenomena Rezim Formalistik-Elitis pada Demokrasi Lokal: Studi Kasus Neo-Patrimonialisme pada Kabupaten Kutai Kartanegara dan Provinsi Cebu
Peristiwa kegagalan substansi desentralisasi dan otonomi daerah ini merupakan sebuah permasalahan yang kompleks dan tidak sedikit dihadapi oleh negara di dunia terkhusus pada negara-negara berkembang. Kegagalan substansi salah satunya disebabkan karena kurangnya kapasitas administratif dan finansial di tingkat lokal dimana pemerintah daerah di negara-negara berkembang menghadapi kendala dalam mengelola sumber daya yang telah diberikan oleh pemerintah pusat. Penelitian ini akan membahas sekaligus membandingkan mengenai bagaimana relasi dan pola pola neo-patrimonialisme yang memiliki kaitan erat dengan tipologi rezim lokal formalistik-elitis dengan pada 2 kabupaten yakni Kutai Kartanegara dan Cebu di Filipina. Penulis menggunakan metodologi pada penelitiannya yakni kualitatif, dengan menggunakan studi pustaka dan literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pada konteks Kabupaten Kutai Kartanegara dan Provinsi Cebu secara meyakinkan terdapat fenomena neopatrimonialisme dalam tata kelola pemerintahan masing masing wilayah, secara jelas terdapat beberapa bukti yang menunjukan adanya implementasi Neo Patrimonialisme dalam pemerintahan tersebut
MEMBANGUN PERADILAN MEDIS DI BAWAH KEKUASAAN KEHAKIMAN
Selama ini apabila terjadi pelanggaran disiplin keilmuan kedokteran diselesaikan di melalui MKDKI. Padahal disisi lain, pelanggaran disiplin keilmuan kedokteran sebenarnya bagian dari dimensi hukum pidana. Namun dalam praktiknya, hingga saat ini posisi hukum MKDKI, dikarenakan MKDKI masih di wilayah eksekutif dan tidak terdapat upaya banding. Sedangkan MKDKI telah melaksanakan quasi peradilan seperti halnya peradilan dibawah kekuasaan kehakiman, sehingga memunculkan kerugian konstitusional terhadap dokter. Penulisan hukum ini, menggunakan pendekatan metodologi hukum normatif dengan sumber data sekunder di dukung data primer. Hasil penelitian menunjukan bahwa MKDKI telah melakukan fungsi peradilan sedangkan MKDKI berada diwilayah eksekutif. Selain itu, dalam putusan MKDKI tidak ada upaya banding, maka secara hukum sangat penting mendirikan peradilan profesi medis dibawah kekuasaan kehakiman untuk mewujudkan law enforcement dan fair trial dan dalam konteks ius constituendum, pertama, peradilan profesi medis berdiri secara tetap dalam peradilan umum, dalam hal ini pengadilan negeri diseluruh Indonesia. Kedua, peradilan profesi medis berdiri secara tetap dalam peradilan umum dalam hal ini pengadilan negeri di seluruh Indonesia, akan tetapi sifatnya ad hoc
Perbedaan Self-Efficacy Menyusui Ibu Hamil dengan Pengalaman Mendapatkan Edukasi dan Tidak
Breastfeeding Self-efficacy merupakan prediktor pemberian ASI eksklusif. Rendahnya self-efficacy menyusui akan sangat berpengaruh pada angka pemberian ASI. Pemberian ASI yang tidak Eksklusif dapat berdampak pada tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan bayi, rendahnya imunitas, dapat lebih mudah terjangkit berbagai penyakit infeksi yang berlanjut pada kematian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan self-efficacy menyusui pada ibu hamil yang mendapatkan dan tidak mendapatkan edukasi tentang laktasi di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain cross sectional. Adapun alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner breastfeeding self-efficacy (BSES) yang diisi dengan metode self-report. Jumlah responden kelompok yang mendapatkan edukasi menyusui yaitu 66 orang dan yang tidak memdapatkan edukasi menyusui sejumlah 72 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa self-efficacy menyusui pada ibu hamil di Kota Banda Aceh yang pernah mendapatkan edukasi yaitu dengan median skor 71(56-100), sedangkan ibu yang belum pernah mendapatkan edukasi laktasi dengan median skor 63(46-100). Dengan demikian, ibu yang pernah mendapatkan edukasi laktasi memiliki self-efficacy menyusui yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu hamil yang belum pernah mendapatkan edukasi laktasi. Diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan agar dapat mengadakan edukasi rutin tentang laktasi kepada pasangan suami-istri sejak sebelum kehamilan, trimester II kehamilan, dan dilakukan lebih rutin selama masa kehamilan.Breastfeeding Self-efficacy merupakan prediktor pemberian ASI eksklusif. Rendahnya self-efficacy menyusui akan sangat berpengaruh pada angka pemberian ASI. Pemberian ASI yang tidak Eksklusif dapat berdampak pada tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan bayi, rendahnya imunitas, dapat lebih mudah terjangkit berbagai penyakit infeksi yang berlanjut pada kematian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran self-efficacy menyusui pada ibu hamil dengan pengalaman mendapatkan edukasi dan tidak di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain cross sectional. Adapun alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner breastfeeding self-efficacy (BSES) yang diisi dengan metode self-report. Analisis data dilakukan secara univariat dengan penyajian data dalam distribusi frekuensi. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa self-efficacy menyusui pada ibu hamil di Kota Banda Aceh yang pernah mendapatkan edukasi berada pada kategori tinggi dibandingkan dengan self-efficacy pada ibu hamil yang belum pernah mendapatkan edukasi terkait ASI Eksklusif. Maka berdasarkan hasil yang didapatkan diharapkan kepada petugas kesehatan/bidan desa agar dapat mengadakan edukasi rutin terkait manajemen menyusui kepada pasangan suami-istri sejak sebelum kehamilan dan dilakukan lebih rutin selama masa kehamilan
Collodion Baby And Cholestasis: A Rare Case Report
Collodion baby with cholestasis is an uncommon condition. The term "collodion baby" refers to newborns with thick skin covering their entire body. Neonatal cholestasis is a form of conjugated cholestasis hyperbilirubinemia caused by reduced bile flow. The condition causes persistent jaundice (over two weeks) and elevated conjugated bilirubin. Genetic abnormalities or gene mutations have been reported in neonatal ichthyosis syndrome with cholestasis.
A case report of a collodion baby, a rare congenital condition characterized by a parchment-like membrane covering the entire body, was brought to Dr. Soetomo General Academic Hospital. Prolonged jaundice was one of the other findings. A skin biopsy found characteristics consistent with the diagnosis of collodion in a newborn. The paediatric team managed this case, which was treated in collaboration with a dermatologist. This case showed that newborn collodion syndrome required skin care, cholestasis screening, and jaundice management from birth.
 
Hormonal and Laboratory Profile of Polycystic Ovarian Syndrome (Pcos) Women Visiting Fertility Center in Indonesia
Our study aims to scrutinize the hormonal and laboratory profile of women with PCOS visiting a fertility center in Indonesia. A computerized database of 120 PCOS women and 120 controls was retrospectively reviewed and analyzed. According to analysis, the concentration of AMH and basal LH were significantly more elevated in the PCOS group than in the control group (6.77 vs. 2.05, P<0.001; and 6.8 vs. 5.3, P<0.001, respectively). The level of basal FSH was significantly lower in the PCOS group (5.83 vs. 7.86; P<0.001). After an IVF cycle, PCOS women had significantly higher retrieved oocytes and mature oocytes compared to controls (18 vs. 8, P<0.001; 12 vs. 6, P<0.001). The number of fertilizations, cleavages, and top-quality cleavages were also higher in the PCOS group than in the control group (10 vs. 4, P<0.001; 10 vs. 4, P<0.001; 4 vs. 2, P<0.001). At the blastocyst stage, patients with PCOS had a higher number of blastocysts and top-quality blastocysts than control (9 vs. 4, P<0.001); 4 vs. 1, P<0.01). However, the clinical pregnancy was significantly higher in the control group than in the PCOS group (52.6% vs. 16.7%; P = 0.045)
Discrepant Results of Flexible Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES) and Videofluoroscopy Swallowing Study (VFSS) in Myasthenia Gravis’ Patient
Myasthenia gravis (MG) is an autoimmune neuromuscular disorder that causes weakness in skeletal muscles. Dysphagia is an early symptom that is often found in 6-15% of patients with myasthenia gravis. Flexible Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES) and Video Fluoroscopic Swallowing Study (VFSS) examinations are routinely used to diagnose dysphagia. This paper reports a case of Male, 51 years old diagnosed with neurogenic oropharyngeal dysphagia due to MG. Swallowing evaluation post-therapy and rehabilitation programs were carried out. Interestingly both FEES and VFSS had a significant discrepant result. In cases of dysphagia due to MG, when interpreting objective swallowing function examination, confounding factors such as fatigue, timing of examinations, and time of taking medication specifically anticholinesterase (Pyridostigmine), should be taken into consideration
Policy Analysis of Indonesia\u27s Sea Sand Export Reopening 2023
Abstract
This research aims to analyze why Indonesia reopened the export of sea sand after being banned for 20 years. That in 2002, there was a policy banning the export of Indonesian sea sand because many were sent to Singapore and were detrimental. Then in 2007, another policy affirmation was issued to ban the export of sea sand. Until then in 2023, Indonesia reopened the export of sea sand. This research uses qualitative methods, through primary and secondary data sources. This research uses the concept of Domestic Source of Foreign Economic Policies by Michael J. Hiscox, related to what domestic sources influence foreign economic policies issued. Based on the results of the study, it can be found that the reason Indonesia issued a policy of reopening sea sand exports was based on preferences and institutions influence. Where preferences consist of trade, immigration, foreign investment, and exchange rates. While institutions consist of elections and representation, legislature and policy making, and bureaucratic agencies.
Keywords: Indonesia, Singapore, Domestic Source of Foreign Economic Policies
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa Indonesia membuka kembali ekspor pasir laut setelah dilarang selama 20 tahun. Bahwa di tahun 2002, terdapat kebijakan pelarangan ekspor pasir laut Indonesia karena banyak dikirim ke Singapura dan merugikan. Kemudian di tahun 2007, dikeluarkan lagi penegasan kebijakan pelarangan ekspor pasir laut. Hingga kemudian di tahun 2023, Indonesia membuka kembali ekspor pasir laut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui sumber data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan konsep Domestic Source of Foreign Economic Policies oleh Michael J. Hiscox, terkait sumber domestik apa saja yang mempengaruhi kebijakan ekonomi luar negeri dikeluarkan. Berdasarkan dari hasil penelitian, dapat ditemukan bahwa alasan Indonesia mengeluarkan kebijakan pembukaan kembali ekspor pasir laut dilandasi oleh adanya preferensi dan pengaruh institusi. Dimana preferensi terdiri dari perdagangan, imigrasi, investasi asing, dan nilai tukar. Sedangkan preferensi terdiri dari pemilihan umum dan representasi, legislatif dan pembuatan kebijakan, serta lembaga birokrasi.
Kata kunci: Indonesia, Singapura, Domestic Source of Foreign Economic Policie