eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
    2712 research outputs found

    RELATIONSHIP OF NURSES\u27 THERAPEUTIC COMMUNICATION AND PATIENT SATISFACTION AT SANTA ELISABETH HOSPITAL MEDAN 2024

    Get PDF
    Kepuasan pasien merupakan perasaan senang atau kecewa atas pelayanan yang diterima adapun hal- hal yang dapat mengakibatkan ketidak puasan pasien keterlambatan dalam memberikan perawatan, komunikasi yang kurang baik, perasaan diabaikandan fasilitas rumah sakit yang kurang memadai. Komunikasi terapeutik perawat merupakan kemampuan perawat dalam membantu menghadapi kecemasan serta mengatasi gangguan psikologis pasien yang mempunyai tujuan spesifik yaitu tujuan untuk mencapai kesembuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 56 orang dengan kriteria pasien minimal 2 hari dan maksimal 7 hari rawat inap. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner komunikasi terapeutik perawat dan kuesioner kepuasan pasien. Hasil penelitian didapatkan bahwa komunikasi terapeutik perawat pada pasien di Rumah sakit Santa Elisabeth Sebagian besar baik (83.9%) sedangkan pada kuesioner kepuasan pasien rawat inap internis didapatkan bahwa kepuasan pasien mayoritas puas (76.8%). Analisa data dengan uji statistik spearman rank diperoleh nilai p = 0,001 dimana p <0,05, r= 0,568 yaitu menunjukkan bahwa ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Disarankan agar memperoleh pasien yang puas perawat harus mempertahankan fasilitas pelayanan rumah sakit, sikap empati, dan komunikasi terapeutik yang baik

    Kesiapsiagaan Civitas Akademika dalam menghadapi Bencana Gempa Bumi di Sekolah Menengah Kejuruan Nusantara Kota Palu

    No full text
    Background: The earthquake incident on September 28th 2018 in Central Sulawesi resulted in 2,256 people dying and the loss figure from this disaster reached 13.82 trillion rupiah. So it is necessary to create a preparedness system to minimize deaths and losses due to earthquakes. This research investigates the preparedness of the school members in facing earthquake disasters at SMK Nusantara, Palu City. Method: The type of research used is quantitative with a descriptive observational method. The sampling technique applied is total sampling, resulting in a total of 37 samples. The collected data were then statistically analyzed using univariate analysis. Results: The research results illustrate the preparedness of the school members workers at SMK Nusantara Kota Palu based on several variables. In the variable of knowledge and attitude towards disasters, the majority of the school members falls into the good category, with a percentage of 83.8%. In the variables of responding to the early warning system and resource mobilization, they fall into the prepared category, each with a percentage of 51.4%. Meanwhile, in the variable of emergency response planning, they are categorized as unprepared, with a percentage of 62.2%. Conclusion: The majority of the school members at SMK Nusantara Kota Palu falls into the prepared category regarding knowledge and attitude, early warning systems, and resource mobilization. However, they are not yet prepared in emergency response planning, which is one of the indicators of preparedness. Keywords: School Members; Earthquake; Preparedness; SchoolLatar Belakang: Insiden Gempa Bumi pada tanggal 28 September 2018 dI Sulawesi Tengah yang mengakibatkan 2.256 orang meninggal dunia serta angka kerugian dari bencana ini mencapai 13,82 trilyun rupiah. Maka perlu dibuat suatu sistem kesiapsiagaan untuk untuk meminimalisir kematian dan kerugian akibat gempa bumi. Penelitian ini menyelidiki kesiapsiagaan civitas akademika dalam menghadapi bencana gempa bumi di SMK Nusantara Kota Palu Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode observasional deskriptif, Adapun tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling didapatkan 37 sampel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan analisis univariat Hasil: Hasil penelitian menunjukkan gambaran kesiapsiagaan pekerja civitas akademika di SMK Nusantara Kota Palu pada variabel pengetahuan dan sikap berada pada kategori baik dengan persentase 83,8%, pada respon sistem peringatan dini berada pada kategori siap dengan persentase 51,4%, serta mobilisasi sumberdaya dalam kategori siap dengan persentase 51,4%, namun variabel rencana tanggap darurat pada kategori tidak siap dengan persentase 62,2%. Kesimpulan: Mayoritas Civitas akademika di SMK Nusantara Kota Palu berada dalam kategori siap terkait pengetahuan, sistem peringatan dini, mobilisasi sumber daya, namun belum siap dalam rencana tanggap darurat yang menjadi indikator dalam kesiapsiagaan Kata Kunci: Civitas Akademika; Gempa Bumi; Kesiapsiagaan; Sekola

    Alasan Konsumen Memilih QRIS Sebagai Metode Pembayaran Utama (Studi Kasus Mahasiswa Stia Lancang Kuning Dumai)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Standar Quick Response Indonesia (QRIS) terhadap metode pembayaran yang diadopsi oleh kalangan pelajar. QRIS offers numerous advantages, including enhanced convenience, expedited processes, and improved security in transaction activities. Sebagai suatu mekanisme yang efisien dalam mengoptimalkan transaksi digital, QRIS memainkan peranan krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di era digital saat ini. Didirikan sebagai standar kohesif oleh pemerintah Indonesia, QRIS menyederhanakan operasional berbagai instrumen pembayaran termasuk dompet digital, aplikasi mobile banking, dan platform pembayaran digital lainnya melalui penggunaan satu kode QR. Pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran bagi pelajar memberikan segudang manfaat, khususnya dalam meningkatkan aktivitas perekonomian di tengah lanskap digital yang terus berkembang. Studi ini menekankan sejumlah manfaat signifikan dari penerapan QRIS, terutama menyoroti kemudahan yang diberikan kepada siswa dalam melakukan transaksi. Dengan menyediakan kemudahan pembayaran melalui smartphone dan beragam perangkat digital, QRIS secara efisien meminimalkan ketergantungan pada uang tunai serta menekan biaya transaksi. Secara keseluruhan, pengguna akan merasakan manfaat dari kemudahan dan peningkatan efisiensi yang disediakan oleh QRIS dalam proses transaksi pembayaran mereka

    Perbandingan Kinerja Algoritma Dalam Klasifikasi Serangan DDoS Berdasarkan Data CIC IoMT Dataset

    Get PDF
    Dengan semakin luasnya penerapan Internet of Things (IoT) di berbagai sektor, termasuk sektor medis dengan teknologi Internet of Medical Things (IoMT), serangan Distributed Denial of Service (DDoS) menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan sistem. Penelitian ini membandingkan empat algoritma machine learning Random Forest, LightGBM, Naïve Bayes, dan K-Nearest Neighbors (KNN) untuk mendeteksi serangan DDoS pada IoMT. Evaluasi dilakukan berdasarkan akurasi dan waktu komputasi yang berjalan secara paralel menggunakan pendekatan Weighted Sum Method. Hasil menunjukkan bahwa Random Forest memiliki performa terbaik dengan skor 0.971578, diikuti oleh Naïve Bayes dengan skor 0.961235. Meskipun KNN memiliki akurasi tinggi, algoritma ini kurang efisien secara waktu, sedangkan LightGBM menunjukkan performa terendah dalam hal akurasi dan efisiensi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem deteksi ancaman siber yang cepat dan akurat pada lingkungan IoMT

    ANALISIS KRITIS TERHADAP WEWENANG PENUNTUT UMUM DALAM PENUTUPAN PERKARA DEMI KEPENTINGAN HUKUM BERDASARKAN PENYELESAIAN DI LUAR PENGADILAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KEADILAN RESTORATIF

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis secara kritis indikasi kesalahan dalam pengaturan wewenang Penuntut Umum dalam penutupan perkara demi kepentingan hukum berdasarkan penyelesaian di luar pengadilan menggunakan pendekatan keadilan restoratif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Wewenang penutupan perkara demi kepentingan hukum berdasarkan penyelesaian di luar pengadilan menggunakan pendekatan keadilan restoratif yang dimiliki oleh Penuntut Umum berdasarkan Pasal 3 Perja Nomor 15 Tahun 2020 mengandung sejumlah permasalahan hukum seperti permasalahan karena terdapat ketidaksesuaian dengan teori dan praktik-praktik tentang jenis-jenis seponeering, permasalahan karena bertentangan dengan Undang-Undang tentang Kejaksaan Republik Indonesia yang telah mengatur bentuk diskresi penuntutan atau asas oportunitas, permasalahan karena bertentangan dengan praktik penerapan KUHAP dan KUHP dalam praktik di pengadilan sehingga restorative justice berpotensi untuk dipraperadilankan dan dilimpahkan perkaranya ke pengadilan serta permasalahan-permasalahan lainnya. Permasalahan tersebut kian jelas jika mengingat ratio legis diaturnya pelaksanaan diskresi penuntutan yang hanya dimiliki oleh Jaksa Agung dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1961 adalah untuk menghindarkan penyalahgunaan wewenang dan tindakan negatif bernegara lainnya seperti kolusi, korupsi dan nepotisme Oleh karenanya untuk mencegah terjadinya konflik hukum dikemudian hari Jaksa Agung harus mencabut Perja Nomor 15 Tahun 2020

    MEMBEDAH LIVING LAW DALAM KUHP 2023 DARI PERSPEKTIF PEMIDANAAN DAN JENIS SANKSI

    Get PDF
    Penelitian ini ditujukan secara komperehensif membedah pengaturan living law pada KUHP 2023 dari perspektif pemidanaan dan jenis sanksinya.  Melalui metode penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep, artikel ini menghasilkan temuan: Pertama, pengaturan living law dalam KUHP 2023 merupakan bentuk pengakuan terhadap bentuk sanksi pemenuhan kewajiban adat yang akan digunakan sebagai pedoman hakim dalam menjatuhkan pemidanaan. Kedua, sanksi pidana berupa pemenuhan kewajiban adat diatur sebagai jenis sanksi tambahan dalam KUHP 2023. Pelanggaran terhadap ketentuan living law atau hukum adat akan dikenakan sanksi pidana pokok dan sanksi pidana tambahan apabila perbuatan yang melanggar hukum adat itu telah diatur sebagai tindak pidana dalam KUHP 2023. Diaturnya sanksi pidana tambahan berupa kewajiban adat bertujuan untuk menampung jenis sanksi hukum adat atau sanksi hukum menurut hukum tidak tertulis. Selain itu, terdapat mekanisme substitusi bagi pelaku yang tidak dapat memenuhi kewajiban adat, yakni dengan substitusi ganti rugi sejumlah denda kategori II hingga pidana pengawasan atau pidana kerja sosial.     &nbsp

    ANALISIS FAKTOR KUALITAS TIDUR LANSIA DI DESA SUKARINGIN WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKATENANG

    Get PDF
    Lansia memiliki mekanisme tidur yang terjadi lebih lama disebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan disertai rasa tidak nyaman. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner  kualitas tidur, aktivitas fisik, lingkungan dan kecemasan. Hasil Penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang. Saran bagi lansia untuk meningkatkan aktivitas fisik agar tetap sehat dan mendapatkan kualitas tidur yang baik, lansia dianjurkan untuk menjaga lingkungan sekitar.Lansia memiliki mekanisme tidur yang terjadi lebih lama disebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan disertai rasa tidak nyaman. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner  kualitas tidur, aktivitas fisik, lingkungan dan kecemasan. Hasil Penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang. Saran bagi lansia untuk meningkatkan aktivitas fisik agar tetap sehat dan mendapatkan kualitas tidur yang baik, lansia dianjurkan untuk menjaga lingkungan sekitar

    PENDEKATAN HOLISTIK KEPERAWATAN ANAK DENGAN GAGAL GINJAL DI INDONESIA : TINJAUAN SISTEMATIK TERHADAP PRAKTIK, KUALITAS HIDUP, DAN DUKUNGAN KELUARGA

    Get PDF
    Gagal ginjal kronik pada anak merupakan kondisi medis kompleks yang berdampak multidimensional terhadap aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual anak, serta menuntut keterlibatan aktif keluarga dalam proses perawatannya. Di Indonesia, penerapan pendekatan keperawatan holistik terhadap anak dengan gagal ginjal masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematik praktik keperawatan holistik pada anak dengan gagal ginjal di Indonesia serta menganalisis dampaknya terhadap kualitas hidup pasien dan peran dukungan keluarga. Menggunakan pendekatan systematic literature review dengan analisis tematik, studi ini mereview 15 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2025, dengan mengikuti panduan PRISMA dalam proses seleksi dan penyaringan data. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pendekatan holistik, yang mencakup dimensi fisik, emosional, sosial, dan spiritual, memiliki kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup anak dengan gagal ginjal kronik. Praktik keperawatan holistik juga ditemukan lebih efektif bila didukung oleh keterlibatan keluarga yang kuat, walaupun masih terdapat hambatan seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan terstandar, dan minimnya protokol integratif dalam layanan keperawatan anak. Studi ini memberikan kontribusi teoretis terhadap penguatan model adaptasi keperawatan dalam konteks pediatrik dan menawarkan rekomendasi praktis untuk pengembangan kebijakan, pendidikan, serta praktik klinis keperawatan holistik anak di Indonesia. Penelitian ini juga membuka peluang kajian lanjutan berbasis lapangan guna menguji efektivitas implementasi intervensi holistik secara lebih mendalam.Peningkatan kasus gagal ginjal kronik (GGK) pada anak di Indonesia menunjukkan urgensi terhadap perubahan pendekatan dalam praktik keperawatan yang masih dominan berfokus pada aspek medis semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematik penerapan pendekatan holistik dalam keperawatan anak dengan GGK, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas hidup anak dan dukungan keluarga. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan protokol pencarian, inklusi, eksklusi, dan analisis data yang terstruktur. Data diperoleh dari 15 artikel ilmiah akses terbuka terbitan lima tahun terakhir yang relevan dengan kata kunci penelitian. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan keperawatan holistik, yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, dan spiritual, berdampak positif terhadap kualitas hidup anak dan memperkuat peran keluarga dalam proses penyembuhan. Diskusi menyoroti pentingnya integrasi teori adaptasi, kebutuhan dasar, coping, dan family-centered care dalam praktik keperawatan anak di Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya transformasi praktik keperawatan ke arah yang lebih holistik, berbasis keluarga, dan kontekstual, guna meningkatkan efektivitas asuhan dan kesejahteraan anak secara menyeluruh. Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronis; Pendekatan Holistik; Kualitas Hidup; Dukungan Keluarg

    EFEKTIVITAS INTERVENSI SELF EFFICACY BERBASIS MHEALTH TERHADAP KEBERHASILAN MENYUSUI EKSKLUSIF: SISTEMATIK REVIEW

    Get PDF
    Pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan rekomendasi global yang esensial bagi kesehatan ibu dan bayi, namun praktik ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya self-efficacy ibu dalam menyusui. Seiring dengan kemajuan teknologi digital, intervensi berbasis mobile health (mHealth) telah digunakan secara luas untuk meningkatkan self-efficacy menyusui melalui edukasi, dukungan sosial, dan komunikasi berbasis aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi self-efficacy berbasis mHealth dalam mendukung keberhasilan menyusui eksklusif. Pendekatan yang digunakan adalah systematic literature review dengan analisis naratif kualitatif, berdasarkan panduan PRISMA 2020. Data diperoleh dari studi-studi ilmiah terpublikasi antara tahun 2019 hingga 2025 yang mengevaluasi intervensi mHealth terhadap self-efficacy dan praktik menyusui. Hasil sintesis menunjukkan bahwa intervensi mHealth yang dirancang dengan pendekatan berbasis teori, khususnya teori self-efficacy Bandura, secara konsisten meningkatkan keyakinan ibu dan berkontribusi positif terhadap keberlanjutan praktik ASI eksklusif. Keberhasilan intervensi bergantung pada desain yang multikomponen, personalisasi konten, serta keterlibatan dukungan sosial. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan dan praktik promosi menyusui berbasis teknologi, sekaligus memperluas pemahaman teoretis mengenai integrasi teknologi dalam perilaku kesehatan maternal. Artikel ini merekomendasikan integrasi mHealth dalam program nasional menyusui dan perlunya studi lanjutan dengan pendekatan campuran untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi tersebut.Pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan rekomendasi global yang esensial bagi kesehatan ibu dan bayi, namun praktik ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya self-efficacy ibu dalam menyusui. Seiring dengan kemajuan teknologi digital, intervensi berbasis mobile health (mHealth) telah digunakan secara luas untuk meningkatkan self-efficacy menyusui melalui edukasi, dukungan sosial, dan komunikasi berbasis aplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi self-efficacy berbasis mHealth dalam mendukung keberhasilan menyusui eksklusif. Pendekatan yang digunakan adalah systematic literature review dengan analisis naratif kualitatif, berdasarkan panduan PRISMA 2020. Data diperoleh dari studi-studi ilmiah terpublikasi antara tahun 2019 hingga 2025 yang mengevaluasi intervensi mHealth terhadap self-efficacy dan praktik menyusui. Hasil sintesis menunjukkan bahwa intervensi mHealth yang dirancang dengan pendekatan berbasis teori, khususnya teori self-efficacy Bandura, secara konsisten meningkatkan keyakinan ibu dan berkontribusi positif terhadap keberlanjutan praktik ASI eksklusif. Keberhasilan intervensi bergantung pada desain yang multikomponen, personalisasi konten, serta keterlibatan dukungan sosial. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan dan praktik promosi menyusui berbasis teknologi, sekaligus memperluas pemahaman teoretis mengenai integrasi teknologi dalam perilaku kesehatan maternal. Artikel ini merekomendasikan integrasi mHealth dalam program nasional menyusui dan perlunya studi lanjutan dengan pendekatan campuran untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi tersebut

    PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TO DECREASE NAUSEA AND VOMITING INDUCED CHEMOTHERAPY IN CANCER PATIENTS: A CASE REPORT

    No full text
    Cancer patients usually experience disturbing nausea and vomiting, although they have consumed some medicine before, during, and after chemotherapy. Chemotherapy-induced nausea and Vomiting (CINV) is nausea and vomiting experienced by patients as a result of chemotherapy. CINV is the most significant effect of chemotherapy from the patient’s perspective. CINV is reported as acute, delayed, and combined from both cases. CINV that are not managed properly can cause some problems, such as fluid and electrolyte imbalance, interrupt the next chemotherapy cycle, and decrease productivity and quality of life. Rehospitalization costs caused by CINV in the health care system are high. By the CINV management that is being improved in this time, some patients still experienced nausea and vomiting. Nowadays, non-pharmacological therapy like relaxation techniques is very suggested for patients to relieve CINV. Twenty-five minutes of an audio relaxation technique is effective in decreasing nausea and vomiting in cancer patients. One of the audio relaxation techniques is Progressive Muscle Relaxation (PMR). The case report was taken from one of the type A hospitals in Jakarta, Indonesia . It consisted of 20 cancer patients who underwent chemotherapy. After doing PMR exercise guided by an educational video on a tablet for 4 days after chemotherapy, it was found that there was a 35% decrease in nausea and vomiting scores; they felt comfortable and more relaxed. The interesting educational video of PMR supports the patients to do the exercise well when done in the hospital or at home. Therefore, preventing or reducing the potential problem caused by nausea and vomiting induced by chemotherapy can increase the nursing care quality for the cancer patient. The results of this case report indicate that progressive muscle relaxation can reduce nausea and vomiting due to chemotherapy

    2,321

    full texts

    2,712

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇