eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
2712 research outputs found
Sort by
Revitalising the Juvenile Criminal Justice System in Indonesia: a Comparative Study with International Law and Evaluation of Practice
Although it has been stipulated in Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System (UU SPPA), the juvenile criminal justice system in Indonesia still faces challenges in ensuring the protection of children\u27s rights. Therefore, this study aims to examine the urgency of revitalizing the juvenile justice system with a normative legal approach and empirical analysis. In this study, the author compares the juvenile justice system in Indonesia with international legal standards, and evaluates practices in courts to identify steps for improvement. The research findings indicate that the juvenile criminal justice system in Indonesia has not yet fully accommodated the principle of prioritizing optimal protection for children. Some of the problems found include violations of children\u27s rights, social stigma, and lack of psychosocial support. In addition, limited facilities and professional staff at the Special Child Development Institution (LPKA) also hamper optimal rehabilitation of children. Thus, revitalizing the juvenile criminal justice system is urgent by optimizing diversion mechanisms, implementing restorative justice, increasing the capacity of law enforcement officers, strengthening the role of LPKA, and socializing to the community and families. With these efforts, the juvenile criminal justice system can be more responsive to developments in international law and there are concrete recommendations for policy makers to create a legal system that is more in line with the main priority of child welfare
Locus of Control, Self Efficacy, and Time Budget Pressure in Audit Judgment: The Moderating Role of Task Complexity
This research uses task complexity as a moderating variable to empirically evaluate the effects of locus of control, self-efficacy, and time budget pressure on audit judgment. This study collected answer from auditors who worked for KAP in Bali. The collected data was analyzed using IBM SPSS Statistics in order to assess validity, reliability, and hypotheses. The results of the research show that locus of control, self-efficacy, and time budget pressure have a significant impact on audit judgment. The results of the moderation test show that task complexity affects the link between audit judgment and time budget pressure, but it has no effect on the relationship between self-efficacy and locus of control.
Keywords: Time Budget Pressure; Audit Judgment; Self Efficacy; Locus Of Control; Task Complexity.Penelitian mempunyai tujuan guna melakukan uji serta memberi bukti empiris perihal dampak locus of control, self efficacy, serta time budget pressure pada audit judgment dengan task complexity selaku variabel moderasi. Penelitian ini dilaksanakan pada auditor yang bekerja di KAP di Bali dan diperolehnya respon dari auditor sebagai partisipan penelitian. Data yang didapat diolah memakai IBM SPSS Statistics guna menguji validitas, reliabilitas, serta pengujian hipotesis. Temuan penelitian menampilkan bahwa self efficacy, locus of control, serta time budget pressure memiliki pengaruh signifikan pada audit judgment. Di samping itu, temuan uji moderasi menunjukkan bahwa task complexity tidak memoderasi keterkaitan diantara locus of control serta self efficacy pada audit judgment, namun memoderasi dampak time budget pressure pada Audit Judgmen
The Relationship of Abdominal Circumference, Knowledge, Family Support, and Salty Food Consumption with Hypertension Incidence Among Pre-Elderly and Elderly in Cempaka Putih District 2022
Hypertension is an increasingly important medical and public health problem. Hypertension or high blood pressure is defined when the systolic and diastolic blood pressures are equal to or above 140 mmHg and 90 mmHg (JNC VIII, 2014). If left untreated, hypertension can lead to cardiovascular diseases such as heart failure, coronary heart disease, and stroke. This study aims to determine the relationship between abdominal circumference, level of knowledge, family support, and the habit of consuming salty food with the incidence of hypertension in the pre-elderly and elderly in the Cempaka Putih Sub-district in 2022. This study used a cross-sectional study design conducted in March- April 2022 in the Cempaka Putih District Area with a total sample of 134 people. The sampling technique was using Cluster Random Sampling and data analysis using univariate test and bivariate test using Chi-Square. Collecting data using direct measurement, questionnaires, and SQ-Food Frequency Questionnaire. The results showed that 53.7% suffered from hypertension, 48% had a risky waist circumference, 90% had a good level of knowledge, 93% had good family support, and 57% often consumed salty foods. The conclusion of the study found that there was a relationship between abdominal circumference (p = 0.000) and the habit of consuming salty food (p = 0.000) with the incidence of hypertension and there was no relationship between the level of knowledge (p = 0.787) and family support (p = 0.283) on the incidence of hypertension. in the pre-elderly and the elderly in the Cempaka Putih sub-distric
TANGGUNG JAWAB DEVELOPER DALAM PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI DAERAH RAWAN BENCANA IMPLIKASINYA TERHADAP PERLINDUNGAN KONSUMEN
Housing development in disaster-prone areas faces various legal challenges related to developer responsibility and consumer protection. This research aims to analyze the limits of developer responsibility in providing housing that complies with technical standards and the legal implications for the protection of consumers who experience losses. This research uses a normative juridical method with a statutory approach (statue approach) and case (case approach). The research results show that even though there are regulations governing standards for disaster-resistant buildings, such as Law Number 28 of 2002 concerning Buildings and Law Number 1 of 2011 concerning Housing and Settlement Areas, there are still many developers who ignore these standards for the sake of cost efficiency. In some cases, developers can be relieved of responsibility by pretexting force majeure which makes it difficult for consumers to obtain compensation. To protect consumers, strengthening regulations, increasing government supervision, and more effective dispute resolution mechanisms are needed. With clearer legal certainty, it is hoped that a balance between developer interests and consumer rights can be realized.Pembangunan perumahan di daerah rawan bencana menghadapi berbagai tantangan hukum terkait tanggung jawab developer serta perlindungan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis batas tanggung jawab developer dalam menyediakan hunian yang sesuai dengan standar teknis serta implikasi hukumnya terhadap perlindungan konsumen yang mengalami kerugian. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat regulasi yang mengatur standar bangunan tahan bencana, seperti Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, masih banyak developer yang mengabaikan standar tersebut demi efisiensi biaya. Dalam beberapa kasus, developer dapat terbebas dari tanggung jawab dengan dalih force majeure yang menyulitkan konsumen dalam memperoleh ganti rugi. Untuk melindungi konsumen, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan pengawasan pemerintah, serta mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih efektif. Dengan adanya kepastian hukum yang lebih jelas, diharapkan keseimbangan antara kepentingan developer dan hak-hak konsumen dapat terwujud
PENGARUH CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA SEPEDA MOTOR MATIC HONDA BEAT
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek, kualitas produk, dan promosi terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen sepeda motor matic Honda Beat di Ciledug. Besar sampel yang diambil sebanyak 70 responden, dengan metode non-probability sampling dan terfokus pada aksidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis PLS (Partial Least Square) dengan software SmartPLS3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Citra merek mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. (2) Kualitas produk mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. (3) Promosi tidak mempunyai pengaruh dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan ketiga variabel independen yaitu citra merek, kualitas produk, dan promosi, yang mempunyai kontribusi paling besar adalah variabel kualitas produk
PENGARUH KOMPENSASI, STRES KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA (STUDI KASUS PADA CV. CIPTA MANDIRI HELMET)
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi, stres kerja, dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan CV. Cipta Mandiri Helmet. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan alat uji SmartPLS 4.0. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Uji T dengan tingkat signifikansi 5% atau 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) kompensasi memiliki pengaruh bersifat positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; (2) stress kerja memiliki pengaruh bersifat positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; (3) lingkungan kerja memiliki pengaruh bersifat positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; dan (4) Kompensasi, Stres Kerja, dan Lingkungan kerja berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
Enhancing Digital Security via E-Law Optimization and Deepfake Regulation: A Comparative Study of China
The development of artificial intelligence (AI), especially deepfake technology, presents new challenges in the realm of law and digital security. Although initially developed for the purposes of the creative industry, this technology is often misused to spread false information, defamation, and even extortion. Indonesia does not yet have regulations that specifically regulate deepfake, so law enforcement against its misuse still relies on the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), which does not explicitly cover this technology. This study discusses the urgency of deepfake regulation in Indonesia by analyzing the "Deep Synthesis Provisions" policy implemented in China. The results of the analysis show that an adaptive regulatory approach, co-regulation, development of detection technology, increasing digital literacy, and a multistakeholder framework can be solutions in formulating deepfake regulations in Indonesia. Therefore, a revision of the ITE Law is needed to include specific regulations regarding deepfake, as well as collaboration between the government, technology industry, and society to ensure the responsible and ethical use of AI
THE EFFECT OF CONTROLLING FUNCTION, EVALUATION ON SSI MEDIATED BY SSI BUNDLE
Kepatuhan pencegahan/bundle Infeksi Daerah Operasi(IDO) pada tahun 2021 prosentasenya sebesar 80,75% sedangkan pada tahun 2022 sebesar 80,50% dimana keduanya dibawah standar yang ditetapkan oleh RS dan menjadi Indikator Mutu RS yaitu kepatuhan 100%. Tujuan penelitian adalah menganalisis dan menjelaskan pengaruh fungsi controlling dan evaluasi terhadap pencegahan/bundle IDO dan IDO dan yang dimediasi oleh pencegahan/bundle IDO. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi berganda, uji model dan uji hipotesis. Hasil penelitian didapatkan fungsi controlling, evaluasi berpengaruh terhadap pencegahan/bundle IDO dan IDO, sedangkan fungsi controlling terhadap IDO tidak dimediasi oleh pencegahan/bundle IDO.Kepatuhan pencegahan/bundle Infeksi Daerah Operasi(IDO) pada tahun 2021 prosentasenya sebesar 80,75% sedangkan pada tahun 2022 sebesar 80,50% dimana keduanya dibawah standar yang ditetapkan oleh RS dan menjadi Indikator Mutu RS yaitu kepatuhan 100%. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi berganda, uji model dan uji hipotesis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaruh fungsi controlling, evaluasi terhadap pencegahan/bundle IDO positif dan signifikan, pengaruh fungsi controlling, evaluasi, pencegahan/bundle IDO terhadap Infeksi Daerah Operasi (IDO) positif dan signifikan, pengaruh fungsi controlling terhadap Infeksi Daerah Operasi (IDO) tidak dimediasi oleh pencegahan/bundle IDO positif dan signifikan, pengaruh fungsi controlling terhadap Infeksi Daerah Operasi (IDO) tidak dimediasi oleh pencegahan/bundle IDO positif dan signifikan. Saran untuk Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUP Dr Kariadi Semarang yaitu hasil penelitian dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam pembuatan SOP terkait Pencegahan/Bundle Infeksi Daerah Operasi dan Kejadian Infeksi Daerah Operasi dan bahan referensi yang digunakan sebagai rujukan ilmiah.
Kata Kunci: fungsi controlling, evaluasi, Infeksi Daerah Operasi, pencegahan/bundle ID
GAMBARAN PERSEPSI REMAJA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI DEPOK
Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dengan prevalensi tinggi. Remaja berperan penting dalam pencegahannya. Studi di SMPN 13 Depok menunjukkan 81,3% responden belum pernah mendapat edukasi stunting, dan 56,3% hanya mengetahuinya dari TikTok. Sebagian besar belum memahami dampak dan pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran persepsi remaja mengenai pencegahan stunting di SMPN 13 Depok. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik, melibatkan 187 responden yang dipilih melalui proporsional sampling. Analisis data yang menggunakan statistik deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata usia remaja adalah 14,6 tahun, jenis kelamin laki-laki (52,4 %) dan perempuan (47,6%), sebagian pendidikan orang tua adalah pendidikan menengah (51,9%) dan status pekerjaan ibu mayoritas sebagai ibu rumah tangga (65,2%), sebagian responden (52,9%) memiliki persepsi positif dan sebanyak (47,1%) memiliki persepsi negative tentang pencegahan stunting. Persepsi positif dapat meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan motivasi remaja untuk menyebarkan informasi yang benar, sehingga membantu menurunkan angka stunting secara berkelanjutan. Persepsi negatif remaja tentang stunting dapat menyebabkan kurangnya kesadaran, pola hidup tidak sehat, dan rendahnya partisipasi dalam pencegahan stunting. Hal ini berisiko meningkatkan angka stunting di generasi mendatang akibat kurangnya pemahaman dan kepedulian sejak dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan peneliti selanjutnya untuk menganalisis mengenai korelasi ataupun dampak dari karakteristik tersebut terhadap pencegahan stunting.Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan masalah gizi lainnya seperti gizi kurang, kurus, dan obesitas. Remaja sebagai calon orang tua memiliki peranan penting untuk mencegah terjadinya stunting di generasi mendatang. Studi pendahuluan di SMPN 13 Depok menunjukkan bahwa 81,3% responden belum pernah mendapatkan edukasi terkait stunting, dan 56,3% hanya memperoleh informasi melalui TikTok. Sebagian besar responden belum memahami dampak, serta upaya pencegahan stunting sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Gambaran persepsi remaja mengenai pencegahan stunting di SMPN 13 Depok. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik, melibatkan 187 responden yang dipilih melalui purposive. Analisis data yang menggunakan statistik deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden, yaitu sebanyak 99 (52,9%) responden memiliki persepsi positif dan sebanyak 88 (47,1%) memiliki persepsi negatif. Persepsi positif yang dimiliki oleh remaja sering kali dipengaruhi oleh karakter individu masing-masing dan pengetahuan yang cukup baik mengenai pencegahan stunting. Adapun persepsi negatif dapat muncul akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman mengenai pencegahan stunting. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan peneliti selanjutnya untuk menganalisis mengenai korelasi ataupun dampak dari karakteristik tersebut terhadap pencegahan stunting.
Kata kunci : Pencegahan Stunting, Persepsi, Remaja
 
THE EFFECT OF EDUCATIONAL SUPPORT ON THE ANXIETY LEVEL OF CANCER PATIENTS UNDERGOING CHEMOTHERAPY AT SANTA ELISABETH HOSPITAL MEDAN
Kanker adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali dan berpotensi untuk menyerang organ lain. Salah satu pengobatan untuk membunuh sel-sel kanker dengan pemberian kemoterapi. Efek samping kemoterapi seperti mual muntah, sulit tidur, badan terasa nyeri serta penurunan berat badan menimbulkan kecemasan sehingga jika tidak diatasi dengan baik dapat mempengaruhi proses penyembuhan. Terapi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan pasien kanker dengan pemberian suport edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengalruh suport edukasi terhadap tingkat kecemasan pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan metode one-group pretest-posttest, populasi 285 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 27 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner untuk menilai tingkat kecemasan serta Leaflef dan SOP untuk pemberian suport edukasi. Hasil penelitian diperoleh nilai mean pre-test yaitu 19,07 dengan Standar Deviasi 6.082 dan nilai mean post-test yaitu 11,44 dengan Standa Deviasi 4.807. Berdasarkan hasil uji statistik Paired Samples T-test sebelum dan sesudah intervensi diperoleh ρ value = 0,001 menunjukkan adanya pengaruh suport edukasi terhadap tingkat kecemasan pasien kanker yang menjalani kemoterapi di rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024. Diharapkan bagi pihak Rumah Sakit semoga pemberian suport edukasi menjadi bentuk layanan khusus untuk meningkatkan caring dan komunikasi perawat kepada pasien dan keluarga yang haus akan kasih, sapaan, perhatian dan kehangatan dari perawat dan tim medis khususnya yang terlibat lansung selama dalam proses pengobatan berlangsung