eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
    2712 research outputs found

    COVER BELAKANG JYE 2025

    No full text
    COVER BELAKANG JYE 202

    OPTIMALISASI PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG MELALUI PENYULUHAN ISI PIRINGKU PADA ORANG TUA DI POSYANDU BALITA DESA WIRONANGGAN, SUKOHARJO

    Get PDF
    Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan pertumbuhan anak yang terhambat akibat kekurangan asupan gizi kronis terutama pada masa awal kehidupan seperti masa balita yang dikenal sebagai periode emas pertumbuhan. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting adalah rendahnya tingkat pengetahuan orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang. Oleh karena itu, kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi seimbang berbasis materi “Isi Piringku” terhadap peningkatan pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi melalui ceramah individu, pembagian leaflet sebagai media edukatif visual, serta evaluasi melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan jumlah sasaran sebanyak 28 orang tua yang memiliki balita. Berdasarkan data setempat, terdapat 19 kasus stunting dari total 333 balita di desa tersebut. Minimnya akses terhadap informasi gizi sebelumnya menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua mengenai konsep gizi seimbang setelah mengikuti penyuluhan, yang ditunjukkan oleh perbandingan skor pre-test dan post-test. Peningkatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam perubahan perilaku jangka Panjang khususnya dalam penerapan pola makan sehat dan pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam upaya penurunan angka stunting melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat

    PENGENALAN DAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI NODE JS DAN SAFE EXAM BROWSER (SEB) UNTUK PENCEGAHAN KECURANGAN PADA APLIKASI UJIAN ONLINE DI SMP NEGERI 206 MERUYA SELATAN

    Get PDF
    Computer-Based Test (CBT) adalah metode ujian yang dilakukan  dengan menggunakan komputer sebagai pengganti kertas, di mana peserta menjawab soal secara digital, penilaian otomatis, kecepatan dalam pengolahan hasil, serta fleksibilitas dalam variasi soal. Akan tetapi CBT juga terdapat kerentanan terhadap potensi kecurangan sehingga tingkat keamanannya kurang sehingga integritas ujiannya tidak terjaga Hal inilah yang menjadi permasalahan pada pihak mitra pengabdian yakni SMP Negeri 206 Meruya Selatan.                        Melihat permasalahan tersebut, maka tim pengabdi mengembangkan sebuah aplikasi CBT yang dilengkapi dengan teknologi keamanan berupa pembatasan akses teknologi dan sumber informasi, perangkat lunak pendeteksi kecurangan serta autentifikasi identitas. Metode kegiatan pengabdian adalah melakukan pendampingan dan pengenalan berupa pelatihan bagi para guru dan siswa dalam menggunakan aplikasi ujian online yang telah dikembangkan, dari mulai penggunaan dan simulasi aplikasi bagi siswa, pengelolaan data dan hasil ujian bagi guru, serta pengembangan dan pemeliharan oleh staff IT sekolah. Hasil dari pengabdian ini, para peserta berhasil menggunakan aplikasi CBT dan memanfaatkan fitur-fitur keamanan ujian dan mampu berimprovisasi dengan materi yang ada. Kemudian hasil e-kuisinoner yang telah diisi oleh sebanyak 31 responden menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian sangat penting bagi msyarakat khusunya bagi mitra dan hasil rata-rata kepuasan mitra menyatakan bahwa pihak mitra puas dengan kegiatan yang telah dilakukan oleh pungusul

    Comparative Analysis of Economic Development between Indonesia and South Korea: Institutional and Policy Perspectives

    Get PDF
    This study compares the trajectory of economic development in Indonesia and South Korea from 1960 to 2018, two countries that shared similar starting points after gaining independence in 1945 and experiencing political upheaval during the 1960s. Despite these similarities, South Korea transformed into a highly industrialized and prosperous economy, while Indonesia lagged behind. Through historical and policy analysis, this paper identifies key factors contributing to this divergence, focusing on differences in economic policy orientation (inclusive vs. extractive institutions), urbanization and human capital development (education and health), and industrialization strategies. South Korea’s inclusive state-led industrial policy, investment in human capital, and effective urban planning under authoritarian rule created the foundation for rapid industrial growth, particularly through the development of chaebols. In contrast, Indonesia’s extractive economic structure, reliance on oil and commodity exports, and weak governance contributed to slower growth and persistent developmental challenges. This comparative analysis concludes that institutional quality, policy coherence, and strategic prioritization of industrial and human development are critical drivers of sustained economic transformation.Studi ini membandingkan jalur pembangunan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan dari tahun 1960 hingga 2018, dua negara yang memiliki titik awal yang serupa setelah memperoleh kemerdekaan pada tahun 1945 dan mengalami gejolak politik pada dekade 1960-an. Meskipun memiliki kesamaan tersebut, Korea Selatan berhasil bertransformasi menjadi ekonomi yang sangat terindustrialisasi dan makmur, sementara Indonesia tertinggal. Melalui analisis historis dan kebijakan, makalah ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang menyebabkan perbedaan tersebut, dengan fokus pada perbedaan orientasi kebijakan ekonomi (institusi inklusif vs. eksklusif), urbanisasi dan pengembangan modal manusia (pendidikan dan kesehatan), serta strategi industrialisasi. Kebijakan industrialisasi yang inklusif dan dipimpin negara, investasi dalam pengembangan modal manusia, serta perencanaan kota yang efektif di bawah rezim otoriter di Korea Selatan menciptakan fondasi bagi pertumbuhan industri yang pesat, terutama melalui pengembangan chaebol. Sebaliknya, struktur ekonomi Indonesia yang eksploitatif, ketergantungan pada ekspor minyak dan komoditas, serta tata kelola yang lemah berkontribusi terhadap pertumbuhan yang lebih lambat dan tantangan pembangunan yang terus berlanjut. Analisis komparatif ini menyimpulkan bahwa kualitas institusi, koherensi kebijakan, dan prioritas strategis terhadap pembangunan industri dan manusia merupakan penggerak utama transformasi ekonomi yang berkelanjutan

    Transformasi Produktivitas Melalui Komunikasi Digital Smartwacth

    Get PDF
    Revolutionary changes within the field of information technology now directly impacts communication as well as individual productivity. This includes the latest innovations such as smartwatches that serve as a form of digital communication. In Indonesia, smartwatch adoption has reached 23.7% of Internet users and continues to grow. This indicates a tremendous potential to transform productivity approaches. The aim of the study is to examine the phenomenon of productivity shifts that occur when people use smartwatches through the lens of the Persuasive Technology Model. To gather insights and experiences of smartwatch users, Focus Group Discussions (FGDs) and in-depth interviews were conducted with participants across Indonesia. In this study, data analysis was conducted based on three key elements of the Persuasive Technology Model: motivation, ability, and trigger. The theoretical implications of the study suggest that the effectiveness of the Persuasive Technology Model motivates with multidimensional incentives as opposed to singular motivators. The model proves that strategies designed in information-based progressive technologies facilitate increased engagement through digital communication, which incrementally enhances the capabilities and benefits accessible to the users. Considering Indonesia’s culture of collectivism, the more social factors concerning culture than technology have starker impacts on adoption trends of wearable technology. Automation and manual intervention both play a role in upholding a user’s feeling of urgency.Revolusi teknologi informasi memengaruhi cara manusia berkomunikasi dan berproduktif, termasuk teknologi terkini berupa smartwatch yang berfungsi sebagai alat komunikasi digital. Di Indonesia, penetrasi smartwatch sudah mencapai 23,7% dari total pengguna internet dan terus mengalami pertumbuhan, hal ini menunjukkan adanya peluang besar sebagai alat untuk merubah cara kita berproduktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami fenomena perubahan produktivitas yang terjadi saat individu mulai mengintegrasikan smartwatch ke dalam kegiatan sehari-hari dengan menggunakan kerangka Persuasive Technology Model. Untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif pengguna smartwatch, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan pengguna di Indonesia. Pada penelitian ini, analisis data difokuskan pada tiga elemen dasar dari Persuasive Technology Model yakni motivation, ability, dan trigger. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas Model Teknologi Persuasif dengan menunjukkan bahwa motivator multidimensi lebih efektif daripada faktor motivator tunggal dalam mencapai perubahan perilaku yang berkelanjutan. Desain strategi informasi dalam teknologi progresif membuktikan bahwa keterlibatan yang berkelanjutan melalui komunikasi digital akan secara bertahap meningkatkan kemampuan dan manfaat yang tersedia bagi pengguna. Keseimbangan antara otomasi dan kontrol pengguna menjadi kritis dalam menjaga rasa urgensi pengguna, sementara pengaturan sosial dan budaya—terutama budaya kolektif Indonesia—secara signifikan membentuk pola adopsi dalam penggunaan wearable technology

    EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN DALAM MENCEGAH PENYAKIT GINJAL PADA REMAJA

    Get PDF
    Peningkatan jumlah pasien hemodialisis di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit ginjal kronis (PGK) menjadi masalah kesehatan serius. Deteksi dini dan edukasi kesehatan diperlukan untuk mencegah keterlambatan diagnosis serta mengurangi jumlah pasien yang memerlukan hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan PGK. Metode penelitian menggunakan quasy experimental dengan desain pre and post test without control group. Sampel penelitian berjumlah 34 remaja berusia 15-16 tahun di Posbindu Desa Kalikidang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen  penelitian berupa kuesioner yang dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 16 tahun (52,9%) dan perempuan (58,8%). Sebelum edukasi, tingkat pengetahuan remaja dalam kategori kurang sebesar 35,3%, cukup sebesar 35,3%, dan baik 29,4%. Setelah edukasi, kategori kurang menurun menjadi 11,8%,  kategori cukup 20,6% dan kategori baik meningkat menjadi 67,6%. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,03 (SD 2,205) menjadi 9,73 (SD 0,583). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan dengan p-value 0,000. Kesimpulannya, edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan penyakit ginjal. Oleh karena itu, disarankan agar program edukasi kesehatan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap pencegahan PGK.Peningkatan jumlah pasien hemodialisis di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit ginjal kronis (PGK) menjadi masalah kesehatan serius. Deteksi dini dan edukasi kesehatan diperlukan untuk mencegah keterlambatan diagnosis serta mengurangi jumlah pasien yang memerlukan hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan PGK. Metode penelitian menggunakan quasy experimental dengan desain pre and post test without control group. Sampel penelitian berjumlah 34 remaja berusia 15-16 tahun di Posbindu Desa Kalikidang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 16 tahun (52,9%) dan perempuan (58,8%). Sebelum edukasi, tingkat pengetahuan remaja dalam kategori kurang sebesar 35,3% dan cukup/baik 4,7%. Setelah edukasi, kategori kurang menurun menjadi 11,8%, sedangkan kategori cukup/baik meningkat menjadi 88,2%. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,03 (SD 2,205) menjadi 9,73 (SD 0,583). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan dengan p-value 0,000. Kesimpulannya, edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan penyakit ginjal. Oleh karena itu, disarankan agar program edukasi kesehatan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap pencegahan PGK

    ANALYSIS OF CITY BRANDING OF THE OLD CITY OF PADANG BY THE PADANG HERITAGE COMMUNITY IN INCREASING HISTORICAL AND CULTURAL TOURISM INTEREST

    Get PDF
    Kota Tua Padang, as a city branding icon, has great potential as a historical and cultural tourism destination, but the government\u27s efforts in branding this area are still not optimal. The Padang Heritage Community, through programs such as the Padang Heritage Walk, plays an important role in increasing tourist interest in the history and culture as well as the branding of Kota Tua Padang. This research aims to deeply understand how the Padang Heritage Community conducts city branding through the Padang Heritage Walk program and analyze the persuasive messages conveyed. This research uses a case study approach by collecting data through interviews, observation, and documentation, and analyzing the data qualitatively. The results show that Padang Heritage Community, through the Padang Heritage Walk program, has played an important role in the city branding process of Kota Tua Padang. They have succeeded in reviving this historical area through interactive and educational activities, as well as building a positive image of the area as a tourist destination rich in historical and cultural values. For the persuasive messages delivered by the Padang Heritage Community, they have successfully created a positive impact on the image of Kota Tua Padang as a historical and cultural tourist destination.Kota Tua Padang, sebagai kawasan warisan kolonial Belanda, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya, namun upaya pemerintah dalam branding kawasan ini masih belum optimal. Komunitas Padang Heritage, melalui program seperti Padang Heritage Walk, berperan penting dalam meningkatkan minat wisatawan terhadap sejarah dan budaya serta branding dari Kota Tua Padang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana komunitas Padang Heritage melakukan city branding melalui program Padang Heritage Walk dan menganalisis pesan persuasif yang disampaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta menganalisis data secara kualitatif. Hasilnya, terlihat bahwa Komunitas Padang Heritage melalui program Padang Heritage Walk telah memainkan peran penting dalam proses city branding Kota Tua Padang. Mereka telah berhasil menghidupkan kembali kawasan bersejarah ini melalui kegiatan yang interaktif dan edukatif, serta membangun citra positif kawasan tersebut sebagai destinasi wisata yang kaya akan nilai sejarah dan budaya​. Untuk pesan persuasif yang disampaikan oleh Komunitas Padang Heritage, mereka telah berhasil menciptakan dampak positif pada citra Kota Tua Padang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya

    Penyuluhan Hepatitis B dengan Pendekatan Dokter Keluarga pada Ibu Hamil di Kelurahan Pengasinan Depok

    Get PDF
    Hepatitis B in pregnant women is a major cause of vertical transmission from mother to child and carries a high risk of developing into chronic infection. This educational activity aimed to improve family knowledge and involvement in the holistic management of pregnant women with hepatitis B through a family medicine approach. The activity was conducted in Kelurahan Pengasinan, Depok, West Java, using methods such as home visits, direct counseling, distribution of educational media, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The results showed an increase in family knowledge regarding hepatitis B, the importance of antenatal screening, and the role of immunization in preventing perinatal transmission. In conclusion, the family medicine approach effectively supports educational interventions and enhances family preparedness in assisting pregnant women in managing this diseas

    Edukasi Pencegahan Infeksi Jamur Kulit Pada Lansia Dalam Mewujudkan Lansia Sehat, Mandiri, Aktif Dan Produktif (SMART)

    Get PDF
    Abstrak Lansia rentan mendapatkan infeksi jamur akibat proses penuaan dan penyakit penyerta seperti diabetes mellitus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada lansia mengenai pencegahan infeksi jamur pada kulit dalam rangka mendukung terciptanya lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif (SMART). Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah memberikan edukasi tentang infeksi jamur pada kulit.. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Mei 2025 di Klinik Asy-Syifa Medika, Kota Padang, dengan peserta sebanyak 23 orang lansia. Melalui penyuluhan yang disampaikan dan sesi diskusi interaktif, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman lansia mengenai faktor risiko dan pencegahan infeksi jamur kulit, serta diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menjaga kualitas hidup lansia. Kata Kunci : Lansia, Infeksi, Jamur, Kulit, Edukasi Abstract Elderly individuals are particularly vulnerable to fungal infections due to aging and associated health conditions such as diabetes mellitus. This community service initiative aims to educate the elderly about preventing skin fungal infections, with the inspiring goal of fostering healthy, independent, active, and productive (SMART) seniors. The educational activity took place on May 3, 2025, at the Asy-Syifa Medika Clinic in Padang City, involving 23 elderly participants. Through counseling and interactive discussion sessions, the program successfully increased the participants\u27 understanding of the risk factors and prevention methods for fungal skin infections. It is hoped that this initiative will have a positive impact on the quality of life for the elderly. Keywords: Elderly, Infection, Fungus, Skin, Educatio

    Pengetahuan Food Tracing pada Ibu Menyusui Dalam Mendeteksi Alergi Makanan pada Bayi

    Get PDF
    Alergi makanan dialami oleh sebagian besar populasi manusia dan memiliki dampak negatif dalam kehidupan penderitanya. Dampak negatif tersebut tidak hanya terjadi pada organ pencernaannya melainkan juga pada organ-organ yang lain. Terdapat beberapa macam penyebab alergi pada makanan diantaranya protein pada susu, telur, ikan, seafood, kacang-kacangan, gandum dan kedelai. Alergi makanan biasa kita temukan dari mulai bayi, anak-anak hingga lanjut usia. Alergi tersebut bisa bertahan beberapa tahun bahkan mungkin sepanjang hidupnya. Salah satu tanda alergi makanan pada bayi adalah kesulitan untuk menaikkan berat badannya. Dalam hal ini, tubuh tidak dapat menyerap makanan yang masuk akibat dari adanya alergen tersebut. Bayi yang mengalami alergi makanan sangat sulit dideteksi oleh para ibu menyusui mengingat bayi belum dapat berbicara. Mereka memerlukan bantuan ahli (dokter spesialis anak dan alergi) untuk dapat melakukan deteksi dini pada alergi makanan. Oleh karena itu, seorang ibu menyusui wajib memiliki pengetahuan dasar mengenai alergi makanan. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai pengetahuan ibu menyusui terhadap food tracing untuk mendeteksi dini alergi makanan pada bayi. Untuk mengetahui bangaimana tingkat pengetahuan ibu menyusui mengenai alergi makanan,pada penelitian ini dilakukan observasi pada 20 orang ibu menyusui di kota Serang, Banten. Metode yang digunakan adalah metode kuesioner dan metode wawancara mendalam (in deepth-interview). Data yang diperoleh dari kuisioner adalah 90% ibu responden menyatakan mereka mengetahui alergi, tanda – tanda alergi, beserta bahaya yang ditimbulkan. Akan tetapi hanya sekitar 70% yang mengetahui jenis – jenis alergi. Dan 10 – 40 % ibu responden memiliki anak yang mengalami tanda - tanda alergi

    2,321

    full texts

    2,712

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇