eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
Not a member yet
    2712 research outputs found

    Problematika Hukum Pagar Laut yang Berdampak pada Mata Pencaharian Nelayan di Tangerang, Banten

    Full text link
    Abstract: Various legal, economic, social, and environmental issues have arisen due to the construction of a 30.16-kilometer-long sea barrier in the waters of Tangerang. The presence of this barrier prevents fishermen from accessing their fishing grounds, leading to a decline in fish catch, increased operational costs, and frequent vessel damage. Additionally, the sea barrier negatively impacts the marine ecosystem by disrupting water flow and accelerating sedimentation, which can harm marine habitats. From a legal perspective, the sea barrier violates several national laws and international law under UNCLOS. This study employs a normative juridical method with a statutory and case study approach. The findings indicate that the construction of the sea barrier benefits business interests more than the well-being of coastal communities, contradicting the principles of social justice and public interest. Therefore, the government must take firm legal action and implement policies that prioritize the interests of affected communities to mitigate the negative social and environmental impacts of the sea barrier. Keywords: Sea Barrier, Fishermen, Maritime Law, Social Justice, UNCLOS.Berbagai masalah hukum, ekonomi, sosial, dan lingkungan telah muncul sebagai akibat dari pembangunan pagar laut di perairan Tangerang sepanjang 30,16 kilometer. Keberadaan pagar laut ini mencegah nelayan mengakses wilayah tangkap mereka, sehingga menyebabkan jumlah hasil tangkapan menurun, biaya operasional meningkat, dan kerusakan kapal semakin sering terjadi. Selain itu, pagar laut ini juga berdampak negatif terhadap ekosistem laut, mengganggu aliran air, serta mempercepat sedimentasi yang dapat merusak habitat biota laut. Dari perspektif hukum, pagar laut ini melanggar beberapa undang-undang nasional dan hukum internasional UNCLOS. Studi ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan pagar laut lebih menguntungkan bisnis dibanding kesejahteraan masyarakat pesisir, sehingga bertentangan dengan prinsip keadilan sosial dan kepentingan umum. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah hukum yang tegas serta menerapkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat untuk mengatasi dampak negatif pagar laut terhadap kehidupan sosial dan lingkungan

    the The Roots of Corruption in Indonesia and Singapore: Building Real Anti-Corruption Solutions

    No full text
    Corruption in Indonesia is a serious problem that continues to hamper national development, undermine public trust in government, and cause huge losses to society. Although various regulations have been implemented, corrupt practices remain rampant in various sectors. This paper discusses the main causes of corruption in Indonesia, including weak oversight systems, low transparency, lack of individual integrity, permissive legal culture, and weak law enforcement. One of the root causes identified is excessive interest in material wealth, weak internal and external legal culture, and lack of transparency in financial management and public policy. The case study of the PT Pertamina Patra Niaga scandal shows gaps in the supervisory system and the ineffectiveness of regulations in preventing corruption. In comparison, Singapore\u27s success in curbing corruption is referenced, with an emphasis on the principle of zero tolerance, the use of modern technology, monitoring of officials\u27 assets, and public participation. From this analysis, several solutions are recommended for Indonesia, including strengthening the independence of law enforcement agencies, applying advanced technology in surveillance, increasing transparency, and providing decent salaries for public officials to reduce incentives for corruption. In conclusion, eradicating corruption requires a holistic approach that includes reforming the legal system, increasing public awareness, and strict supervision in all strategic sectors

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH TAHU MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DALAM KEGIATAN KKN UNNES GIAT 10 DESA PUCANGMILIRAN

    Full text link
    Desa Pucangmiliran di Kabupaten Klaten menghadapi permasalahan lingkungan yang dihasilkan dari limbah cair tahu industri rumah tangga. Limbah cair tahu yang kaya bahan organik, jika tidak diolah dengan baik, dapat mencemari lingkungan dan membahayakan ekosistem serta kesehatan manusia. Sebagai solusi, program pengabdian masyarakat dilakukan untuk mengedukasi masyarakat desa dalam mengolah limbah tahu menjadi pupuk organik cair (POC). Program ini terdiri dari tahapan persiapan, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan melibatkan ibu-ibu PKK setempat yang aktif belajar dan mempraktikkan pembuatan pupuk cair menggunakan metode fermentasi sederhana. Proses ini melibatkan bahan limbah tahu, air gula merah, cairan EM4, dan air cucian beras yang difermentasi selama 14 hari. Hasilnya, limbah cair tahu yang semula menjadi masalah lingkungan berhasil diubah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Program ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah menjadi produk yang bernilai ekonomis dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat

    PENGEMBANGAN PROFESIONAL PKG PAUD KECAMATAN BALAPULANG DENGAN INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

    Full text link
    Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam membangun fondasi pendidikan yang kuat bagi anak-anak prasekolah. Salah satu faktor utama dalam peningkatan kualitas PAUD adalah pengembangan profesionalisme guru, khususnya dalam literasi digital. Namun, masih banyak guru PAUD yang menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital guru PAUD di Kecamatan Balapulang melalui pelatihan pemanfaatan microsite dan wordwall sebagai media pembelajaran interaktif. Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan membuat bahan ajar yang interaktif menggunakan wordwall dan mengelola microsite sebagai pusat distribusi materi ajar. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert (1–5), yang menunjukkan tingkat kepuasan tinggi di antara peserta, dengan skor rata-rata 4,3–4,7 pada berbagai aspek kepuasan dan manfaat pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi serta peningkatan interaktivitas dalam proses pembelajaran. Dengan adanya pelatihan ini, guru-guru PAUD menjadi lebih percaya diri dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih modern, efektif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21

    PERBANDINGAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA NASABAH PERBANKAN KONVENSIONAL DAN SYARIAH SEBAGAI LEMBAGA PENYELENGGARA JASA KEUANGAN DI REPUBLIK INDONESIA

    Full text link
    This paper, using a juridical-normative method comparative law technique, discusses the consumer dispute resolution between conventional and sharia banking. The provision of financial services as a legal act of engagement cannot avoid disputes between the parties specifically between banking institutions and customers. Disputes between customers and banking institutions as providers of financial services need to be resolved by institutions that have absolute or relative authority in order to provide decisions legally binding. After determining the authority possessed by alternative dispute resolution institutions, each institution has formal norms in order to fulfill the sense of justice of justice seekers which differs between conventional and sharia banking. Through this article the author will conduct a comparative legal analysis of alternative methods for customer disputes resolution in conventional and sharia banking as financial service providers in the Republic of Indonesia.Tulisan ini, dengan menggunakan metode yuridis-normatif dengan teknik perbandingan hukum, membahas tentang penyelesaian sengketa konsumen antara perbankan konvensional dan perbankan syariah. Penyediaan jasa keuangan sebagai suatu perbuatan hukum perikatan tidak dapat menghindarkan terjadinya sengketa antara para pihak khususnya antara lembaga perbankan dengan nasabah. Sengketa antara nasabah dengan lembaga perbankan sebagai penyedia jasa keuangan perlu diselesaikan oleh lembaga yang memiliki kewenangan absolut maupun relatif agar dapat memberikan putusan yang berkekuatan hukum tetap. Setelah menentukan kewenangan yang dimiliki oleh lembaga alternatif penyelesaian sengketa, masing-masing lembaga memiliki norma-norma formal dalam rangka memenuhi rasa keadilan para pencari keadilan yang berbeda antara perbankan konvensional dan perbankan syariah. Melalui artikel ini penulis akan melakukan analisis perbandingan hukum terhadap metode alternatif penyelesaian sengketa nasabah pada perbankan konvensional dan perbankan syariah sebagai penyedia jasa keuangan di Negara Republik Indonesia

    Sosial Ekonomi Keluarga dengan Balita Stunting di Depok

    Full text link
    Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Stunting yang merupakan masalah kurang gizi kronis ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Anak yang mengalami gizi kronis ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Indonesia menempati urutan kedua di Asia Tenggara dan keempat dunia dengan beban anak yang mengalami stunting. Tujuan penelitian ini adalah Di ketahuinya hubungan sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tugu. Penelitian ini dilaksanakan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tugu mulai tanggal 8 november sampai dengan 8 november 2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 responden yaitu orang tua balita yang mengalami stunting. Hubungan pendidikan ibu dengan kejadian stunting. Berdasarkan nilai hasil uji Chi-Square maka diketahui bahwa nilai p = 0.003 dimana p <α 0.05. Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan Pendidikan ibu dengan Tinggi badan balita usia 2-5 tahun Hubungan penghasilan orang tua dengan kejadian stunting. Hubungan penghasilan dan kejadian stunting, Berdasarkan nilai hasil uji Chi-Square maka diketahui bahwa nilai p = 0.024 dimana p <α 0.05. maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan Penghasilan orang tua dengan Tinggi badan balita usia 2-5 tahun. Kesimpulan meningkatnya pendapatan akan meningkatkan peluang untuk membeli pangan dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik, sebaliknya penurunan pendapatan akan menyebabkan menurunnya daya beli pangan yang baik secara kualitas maupun kuantitas. Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi berakibat pada rendahnya anggaran untuk belanja pangan dan mutu serta keanekaragaman makanan yang kurang. Keluarga lebih banyak membeli barang karena pengaruh kebiasaan, iklan, dan lingkungan. Selain itu, gangguan gizi juga disebabkan karena kurangnya kemampuan ibu menerapkan informasi tentang gizi dalam kehidupan sehari-hari.Apabila penghasilan keluarga meningkat, penyediaan lauk pauk akan meningkat mutunya. Sebaliknya, penghasilan yang rendah menyebabkan daya beli yang rendah pula, sehingga tidak mampu membeli pangan dalam jumlah yang diperlukan.Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Stunting yang merupakan masalah kurang gizi kronis ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Anak yang mengalami gizi kronis ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Indonesia menempati urutan kedua di Asia Tenggara dan keempat dunia dengan beban anak yang mengalami stunting. Tujuan penelitian ini adalah Di ketahuinya hubungan sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tugu. Penelitian ini dilaksanakan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tugu mulai tanggal 8 november sampai dengan 8 november 2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 responden yaitu orang tua balita yang mengalami stunting. Hubungan pendidikan ibu dengan kejadian stunting. Berdasarkan nilai hasil uji Chi-Square maka diketahui bahwa nilai p = 0.003 dimana p <α 0.05. Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan Pendidikan ibu dengan Tinggi badan balita usia 2-5 tahun Hubungan penghasilan orang tua dengan kejadian stunting. Hubungan penghasilan dan kejadian stunting, Berdasarkan nilai hasil uji Chi-Square maka diketahui bahwa nilai p = 0.024 dimana p <α 0.05. maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan Penghasilan orang tua dengan Tinggi badan balita usia 2-5 tahun. Kesimpulan meningkatnya pendapatan akan meningkatkan peluang untuk membeli pangan dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik, sebaliknya penurunan pendapatan akan menyebabkan menurunnya daya beli pangan yang baik secara kualitas maupun kuantitas. Kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi berakibat pada rendahnya anggaran untuk belanja pangan dan mutu serta keanekaragaman makanan yang kurang. Keluarga lebih banyak membeli barang karena pengaruh kebiasaan, iklan, dan lingkungan. Selain itu, gangguan gizi juga disebabkan karena kurangnya kemampuan ibu menerapkan informasi tentang gizi dalam kehidupan sehari-hari.Apabila penghasilan keluarga meningkat, penyediaan lauk pauk akan meningkat mutunya. Sebaliknya, penghasilan yang rendah menyebabkan daya beli yang rendah pula, sehingga tidak mampu membeli pangan dalam jumlah yang diperlukan

    PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL RABA-RABA TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSIONAL DAN SOSIAL ANAK USIA TODDLER DI PAUD KARANGMONCOL

    No full text
    Anak usia dini berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan sangat pesat atau lebih dikenal dengan masa golden age atau masa generasi emas. Perkembangan sosial emosional ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dirinya berhubungan dengan orang lain, baik itu teman sebaya mauun orang yang lebih tua darinya. Permainan tradisional dapat mengembangkan sosial emosional anak menjadi lebih meningkat, dengan penerapan permainan tradisional anak akan mampu berprilaku baik terhadap teman, tidak memilih-milih teman saat bermain, juga dapat bersikap empati antar sesama teman bermain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk membuktikan dan melihat  pengaruh dari permainan tradisional terhadap kemampuan sosial dan emosional anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperiment One Group Pretest Postes. Pada desain ini dilakukan pengukuran awal (pre-test) pada suatu objek sebelum adanya perlakuan (treatmen) dan setelah itu kembali dilakukan pengukuran (post-test). Sampel penelitian ini adalah 55 anak pada kelompok PAUD Karangmoncol. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata perkembangan emosional dan social anak sebelum diberikan intervensi 20.40 dan nilai rata-rata setelah diberikan intervensi 27.73 . Data yang dihasilkan berdistribusi normal serta homogen dengan nilai sig (2-tailed) yakni 0,001 < 0,05, sehingga data berada pada kategori kuat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional raba-raba berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perilaku sosial anak, sehingga disarankan agar guru dan orang tua memanfaatkannya sebagai metode pembelajaran yang mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini.Anak usia dini berada pada masa pertumbuhan dan perkembangan sangat pesat atau lebih dikenal dengan masa golden age atau masa generasi emas. Perkembanga sosial emosional ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dirinya berhubungan dengan orang lain, baik itu teman sebaya mauun orang yang lebih tua darinya. Permainan tradisional dapat mengembangkan sosial emosional anak menjadi lebih meningkat, dengan penerapan permainan tradisional anak akan mampu berprilaku baik terhadap teman, tidak memilih-milih teman saat bermain, juga dapat bersikap empati antar sesama teman bermain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk membuktikan dan melihat  pengaruh dari permainan tradisional terhadap kemampuan social dan emosional anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperiment One Group Pretest Postes. Pada desain ini dilakukan pengukuran awal (pre-test) pada suatu objek sebelum adanya perlakuan (treatmen) dan setelah itu kembali dilakukan pengukuran (post-test). Sampel penelitian ini adalah 55 anak pada kelompok PAUD Karangmoncol. Berdasarkan hasil penelitian dari penelitian tentang pengaruh permainan tradisional raba-raba terhadap perilaku sosial anak di PAUD Karangmoncol, menunjukkan bahwasanya nilai rata-rata pretest 20.40 dan nilai rata-rata posttest 27.73 . Data yang dihasilkan berdistribusi normal serta homogen dengan nilai sig (2-tailed) yakni 0,001 < 0,05, sehingga data berada pada kategori kuat. Dengan demikian permainan raba-raba sangat berpengaruh terhadap perilaku sosial anak di PAUD Karangmoncol.   Kata kunci : Anak Usia Toddler, Permainan Tradisional Raba-Raba, Perkembangan Emosional dan Sosial

    A Correlation Between Duration of Gadget Use on Gross Motor and Language Development in Children Aged 3-5 Years at Posyandu Wonomulyo Polewali Mandar: Hubungan Antara Durasi Penggunaan Gadget Terhadap Kemampuan Motorik Kasar dan Bahasa pada Anak Umur 3-5 Tahun di Posyandu Wonomulyo Polewali Mandar

    No full text
    Background : Children at an early age are children who are in the golden age period, this period is very important for children considering that brain development reaches 80% with the growth of around 100-200 billion brain cells. So that in this golden age the potential that exists in children must be developed well. Introducing and using gadgets to children from an early age will definitely have an impact on the child\u27s growth and development. This research has never been conducted in Wonomulyo, making researchers want to carry out further studies, especially in children aged 3 years -5 years. Objective. The general aim of this research is to determine the relationship between the duration of gadget use on gross motor skills and language development in children aged 3-5 years at Posyandu Wonomulyo. Methods : This research is a correlative descriptive study which aims to determine the relationship between the duration of gadget use on gross motor skills and language development in children aged 3-5 years at Posyandu, Wonomulyo District, Polewali Mandar Regency. The sample consisted of 51 children who met the inclusion and exclusion criteria. The duration of gadget use was measured using parent interviews, while gross motor skills and language development were measured using the Denver II test Results : Hypothesis testing was carried out using the Spearman Rank, a sig value of 0.004 (sig 0.05) was obtained, so it was concluded that there was a relationship between the duration of gadget use and gross motor skills, and a sig value of 0.001 (sig 0.05) was obtained. So a Conclusion : is obtained. that there is a relationship between the duration of gadget use and language development. There is a significant relationship between the duration of gadget use on gross motor skills and language development in children aged 3-5 years at Posyandu WonomulyoLatar Belakang : Anak pada umur dini merupakan anak yang sedang berada pada golden age period, masa ini sangat penting pada anak dikarenakan perkembangan otak mencapai 80% dengan pertumbuhan sekitar 100-200 milyard sel otak. Sehingga pada masa keemasan ini potensi yang ada pada anak harus dikembangkan dengan baik, Memperkenalkan serta menggunakan gadget pada anak sejak dini pasti akan berdampak terhadap tumbuh kembang anak, belum pernah ada penelitian ini di wonomulyo membuat peneliti ingin melakukan pengkajian lebih lanjut khususnya pada anak umur 3-5 tahun. Metode : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget terhadap kemampuan motorik kasar dan perkembangan bahasa pada anak umur 3-5 tahun di Posyandu Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Diperoleh sampel sebesar 51 anak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Durasi penggunaan gadget diukur dengan wawancara orang tua sedangkan kemampuan motorik kasar dan perkembangan bahasa diukur dengan menggunakan denver II test. Hasil : uji hipotesis yang dilakukan menggunakan uji Spearman, didapatkan nilai sig 0,001 (sig 0,05), sehingga diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang antara durasi penggunaan gadget terhadapt kemampuan motorik kasar, serta didapatkan nilai sig 0,001 (sig 0,05). Sehingga diperoleh Kesimpulan : bahwa terdapat hubungan yang antara durasi penggunaan gadget terhadapt perkembangan bahasaaterdapat hubungan signifikan antara durasi penggunaan gadget terhadap kemampuan motorik kasar dan perkembangan bahasa pada anak umur 3-5 tahun di posyandu wonomuly

    Islamic Banking in Indonesia: Assessing the Impact of Economic Turbulence and Market Dynamics on Credit Portfolios

    Full text link
    Indonesia’s Islamic banking sector has experienced rapid expansion in recent decades; however, credit growth within this sector remains volatile and insufficiently explored, particularly in relation to broader macroeconomic fluctuations. This study addresses this knowledge gap by investigating the key macroeconomic and financial determinants influencing credit growth in Islamic banks. It is driven by the need to understand how external shocks and policy variables affect Islamic financing behavior. Utilizing monthly data from 2002 to 2023, the study employs a Vector Error Correction Model (VECM), Impulse Response Function (IRF), and Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) to analyze both short- and long-term dynamics. The VECM results reveal a long-run equilibrium relationship between Islamic credit growth and macroeconomic indicators, including GDP, inflation, and interest rates. This finding suggests that Islamic credit, characterized by its unique Shariah-compliant principles, adjusts over time to restore equilibrium following disruptions. The IRF analysis further indicates that shocks to inflation and exchange rates tend to temporarily suppress credit growth, reflecting the sector’s sensitivity to price volatility and currency fluctuations. In contrast, positive shocks to GDP and stock market performance are associated with sustained increases in credit, underscoring the procyclical nature of Islamic bank lending. FEVD results show that GDP and inflation are the most significant drivers of credit growth variability, followed by interest rates and the exchange rate. These findings underscore that Islamic credit expansion is closely tied to real sector performance and overall macroeconomic stability. For policymakers and financial regulators, the study highlights the importance of maintaining sound macroeconomic fundamentals and fostering a stable investment climate. Such efforts are essential to support sustainable credit growth and enhance the resilience of Indonesia’s Islamic banking secto

    Do the Islamic Social Finance Institution Programs Realize the Sustainable Development Goals (SDGs)? Analysis of Dompet Dhuafa Program

    No full text
    This research aims to analyze the role and contribution of Islamic social finance institutions in advancing the Sustainable Development Goals (SDGs) within the community of Palembang City, South Sumatra. The study is driven by the ongoing challenges of sustainable human development: particularly in the areas of education, health, and welfare for underprivileged communities, despite a recent decline in poverty and unemployment over the past three years. However, these issues still require further attention and strategic solutions. Dompet Dhuafa, as a prominent Islamic social finance institution, plays a significant role in enhancing human development outcomes in Palembang. This study employs a qualitative methodology using a phenomenological approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with selected informants, and document analysis. To ensure research credibility, triangulation and rich, thick descriptions were utilized. Data analysis was conducted qualitatively, supported by the Analytic Network Process (ANP) model. The impact of Dompet Dhuafa’s program on community development was measured based on targets established by Dompet Dhuafa. The findings indicate that Dompet Dhuafa contributes meaningfully by providing free healthcare services through the Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), education scholarship for underprivileged students, and business capital asssitance to increase the income level. Funding for these programs is primarily sourced from productive waqf, supplemented by zakah and infaq contributions

    2,321

    full texts

    2,712

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal UPN Veteran Jakarta (Universitas Pembangunan Nasional)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇