Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
Gaya Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Keterikatan dan Kinerja Perawat
Keterikatan dan kinerja perawat merupakan komponen penting dalam mencapai tujuan Rumah Sakit. Pelayanan keperawatan berperan penting dalam mencapai tujuan Rumah Sakit sehingga kepemimpinan seorang perawat menjadi kunci dalam keberhasilan pelayanan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis penelitian tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap keterikatan kerja dan kinerja perawat di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan Literature review dengan penelusuran artikel melalui database elektronik Pubmed, Emerald dan Sciencedirect yang diterbitkan dari tahun 2011-2021 dan memenuhi kriteria inklusi. Proses review menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-​Analyses (PRISMA).  Sepuluh artikel menunjukkan kepemimpinan memiliki pengaruh positif terhadap keterikatan kerja. Lima artikel menunjukkan kepemimpinan memiliki pengaruh posisitif terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit. Kepemimpinan menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap keterikatan kerja dan kinerja perawat. Selain itu, dipengaruhi juga oleh faktor lain dari sumberdaya pekerjaan dan individu. Kepemimpinan memiliki peran penting dalam meningkatkan keterikatan kerja dan kinerja perawat di Rumah Sakit sehingga dapat mencapai tujuan dan kinerja organisasi yang baik
SWAMEDIKASI PEMAKAIAN ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
Irrational use of antibiotics in self-medication often occurs in various groups, including students. Inappropriate use of antibiotics and self-medication can threaten health, such as unwanted drug reactions, risk of drug side effects, and antibiotic resistance. As future professional nurses, nursing students should be concerned about implementing rational self-medication before applying it to their patients. This descriptive study aims to identify the use of antibiotics among nursing students. Therefore, suitable implementation of self-medication is required. The sample in this study was the final year students of the Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran, recruited by purposive sampling technique, resulting in 188 students. The data were obtained quantitatively using google Forms. Then, the collected data were analyzed by descriptive analysis (frequency, percentage, average). The results showed the attitude of nursing students in self-medication using antibiotics. The majority of respondents used antibiotics when prescribed (88%), and more than half of respondents used antibiotics that had been prescribed (69%). The findings of this study can be used as primary data for further research related to the factors that influence students not to take antibiotics that have been prescribed to control the number of antibiotic resistance.Pemakaian antibiotik yang tidak rasional dalam swamedikasi sering terjadi di berbagai kalangan tidak terkecuali mahasiswa. Ketidaktepatan pemakaian antibiotik menyebabkan peningkatan resiko efek samping obat serta resistensi antibiotik. Mahasiswa keperawatan yang nantinya akan menjadi perawat professional perlu mendukung pelaksanaan swamedikasi secara rasional sebelum mengimplementasikannya kepada pasien. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana Pemakaian antibiotik di kalangan mahasiswa keperawatan. sehingga diperlukan implementasi swamedikasi yang tepat. Sampel pada penelitian yaitu Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran secara purposive sampling sebanyak 188 Metode pengumpulan diambil secara kuantitatif dengan menggunakan google form. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis deskriptif (frekuensi, persentase, rata-rata, dll). Hasil penelitian menunjukan bahwa swamedikasi pemakaian antibiotik yang dilakukan responden yaitu mayoritas responden menggunakan antibiotik ketika diresepkan (88%) dan lebih dari setengah responden menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan (69%). Temuan hasil penelitian ini dapat menjadi data dasar untuk dilakukan penelitian selanjutnya terkait faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa tidak menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan dalam upaya pengendalian angka resistensi antibiotik..Â
PENGARUH PEMBELAJARAN DARING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DI MASA PANDEMI COVID 19 PADA MAHASISWA KEPERAWATAN STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG
Pada pembelajaran online, mahasiswa dapat menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan pembelajaran yang menjenuhkan. Seseorang mahasiswa yang mengalami kejenuhan dalam proses belajar mengajar akan memperoleh ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendorong untuk menggerakkan mahasiswa agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar. Semangat belajar dapat dimiliki dengan meningkatkan motivasi belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment yaitu penelitian yang dilakukan pada satu kelompok saja yand dinamakan kelompok eksperimen tanpa ada kelompok control. Desain penelitian yang digunakan  yaitu  one group pre test dan post test, yaitu diukur dengan menggunakan pre test yang dilakukan sebelum perlakuan dan post test yang dilakukan setelah diberi perlakuan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa DIII Keperawatan Tingkat I yang berjumlah 28 orang. Hasil penelitian di dapatkan  rata-rata skor motivasi belajar sebelum dimulai pembelajaran daring adalah 108.54 (95 % CI Lower-Upper :102.37-114.70), median 112.00 dengan standar deviasi 15.901 dengan skor min-mak 80-135. Dari estimasi interval dapat disimpulkan bahwa 95 % CI diyakini bahwa standar rata-rata skor motivasi belajar sebelum dimulai pembelajaran daring pada mahasiswa keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang adalah antara 102.37-114.70 dan skor motivasi belajar setelah dimulai pembelajaran daring adalah 100.75 (95 % CI Lower-Upper :96.81-104.69), median 101.50 dengan standar deviasi 10.171 dengan skor min-mak 76-118. Dari estimasi interval dapat disimpulkan bahwa 95 % CI diyakini bahwa standar rata-rata skor motivasi belajar setelah dimulai pembelajaran daring pada mahasiswa keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang adalah antara 96.81-104.69. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value=0,016<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dalam pembelajaran daring terhadap motivasi belajar mahasiswa di masa pandemic covid 19 pada mahasiswa keperawatan STIK Siti Khadijah Palemban
STUDI LITERATUR : SCOPING REVIEW GAMBARAN FAKTOR DALAM PREHOSPITAL DELAY PADA PASIEN STROKE
Prehospital delay in stroke patients occurs after 3-4.5 hours after onset, which can lead to worsening patient\u27s condition if not treated quickly. Prehospital delay influenced by various factors, the aim of this study was to determine the factors of prehospital delay in stroke patients.
This study was done with scoping review method by using Google Scholar, Pubmed, Sciencedirect, Ebsco and Researchgate database. The steps of this study consisted of: 1) Questions Identification, 2) Articles Identification, 3) Articles Screening, 4) Data Mapping, 5) Results Compilation, and 6) consultation. 1599 articles were selected based on titles, abstracts, contents, and results according to the inclusion criteria and objectives of this literature study. The screening results were translated into a literature review chart so that 13 articles were obtained and were further analyzed using JBI Critical Appraisal. Inclusion criteria defined were: full text articles, focus of discussion on factors of prehospital delay in stroke patients, as well as population and samples of stroke patients that were over 18 years and/or their family.
This scoping review showed factors that affected prehospital delay in stroke patients were respondent characteristics, distance traveled, stroke symptoms, transportation system, treatment facility, and stroke awareness. An effective transportation system, proper recognition of stroke symptoms, good stroke awareness supported by education and income levels can prevent prehospital delay in stroke patients. However, further research is needed to thoroughly examine the effect these factors on the prehospital delay in stroke patients.ABSTRACTPrehospital delay in stroke patients occurs after 3-4.5 hours after onset, which can lead to worsening patient\u27s condition if not treated quickly. Prehospital delay influenced by various factors, the aim of this study was to determine the factors of prehospital delay in stroke patients.This study was done with scoping review method by using Google Scholar, Pubmed, Sciencedirect, Ebsco and Researchgate database. The steps of this study consisted of: 1) Questions Identification, 2) Articles Identification, 3) Articles Screening, 4) Data Mapping, 5) Results Compilation, and 6) consultation. 1599 articles were selected based on titles, abstracts, contents, and results according to the inclusion criteria and objectives of this literature study. The screening results were translated into a literature review chart so that 13 articles were obtained and were further analyzed using JBI Critical Appraisal. Inclusion criteria defined were: full text articles, focus of discussion on factors of prehospital delay in stroke patients, as well as population and samples of stroke patients that were over 18 years and/or their family.        This scoping review showed factors that affected prehospital delay in stroke patients were respondent characteristics, distance traveled, stroke symptoms, transportation system, treatment facility, and stroke awareness. An effective transportation system, proper recognition of stroke symptoms, good stroke awareness supported by education and income levels can prevent prehospital delay in stroke patients. However, further research is needed to thoroughly examine the effect these factors on the prehospital delay in stroke patients. Keyword: Adult Stroke, Prehospital Delay, Stroke PatientsBibliography        : 77, 1978-202
Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan
Stunting berdampak pada pertumbuhan fisik anak. Penyebab stunting diantaranya faktor gizi, pemberian ASI eksklusif, tingkat pendidikan, pengetahuan ibu dan riwayat BBLR. Dukungan asupan gizi yang baik untuk anak memerlukan kemampuan ibu dalam memberikan pengasuhan pada anak. Latar belakang pendidikan orang tua juga merupakan unsur penting dalam menentukan status gizi anak. Tujuan penelitian mengidentifikasi hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 88 dengan teknik sampling yang digunakan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 55,7% responden dengan pola asuh buruk memiliki anak pendek dan sangat pendek dan terdapat hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting anak usia 12-59 bulan dengan p-value 0,01. Saran kepada pihak instansi pendidikan, puskesmas, dan ibu yang memiliki balita hendaknya saling bersinergi untuk meningkatkan status gizi balita yang dimulai dari menambah wawasan atau pengetahuan pentingnya pola asuh yang baik agar mengurangi resiko stunting.
 Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronik yang berdampak pada pertumbuhanan fisiknya yang terjadi di dunia termasuk di Indonesia saat ini. Stunting disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berhubungan di antaranya adalah faktor gizi, pemberian ASI eksklusif, tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu, riwayat BBLR. untuk mendukung asupan gizi yang baik bagi anak perlu ditunjang oleh kemampuan ibu dalam memberikan pengasuhan yang baik, selain itu latar belakang pendidikan orang tua, salah satu unsur penting dalam menentukan status gizi anak. Tujuan penelitian mengetahui Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan mengkaji hubungan antar variable dengan pendekatan Cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan sebanyak 88 responden. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 55,7% responden dengan pola asuh buruk memiliki anak pendek dan sangat pendek dan terdapat Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 12-59 Bulan p-value 0,03 (tingkat pendidikan) dan 0,01 (pola asuh) <0,05. Saran kepada pihak instansi pendidikan, puskesmas, dan ibu yang memiliki balita hendaknya saling bersinergi untuk meningkatkan status gizi balita yang dimulai dari menambah wawasan atau pengetahuan pentingnya pola asuh yang baik agar mengurangi resiko stunting.
Kata Kunci: Pola Asuh, Stunting
Â
Hubungan Fungsi Perawatan Kesehatan Keluarga Dengan Pemberian MP-ASI pada Balita Usia 6-12 Bulan
Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu secara dini pada anak dapat mengakibatkan masalah di sistem pencernaan bayi, diantaranya diare, konstipasi, muntah dan alergi, mempengaruhi tingkat kecerdasan. Dukungan keluarga mempengaruhi dalam pemberian MP-ASI dan bermanfaat meningkatkan status kesehatan bayi & balita dengan mengaplikasikan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan fungsi perawatan kesehatan keluarga dengan pemberian MP-ASI pada balita usia 6-12 bulan. Sampel yang digunakan adalah ibu balita usia 6-12 bulan, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Denpasar II Selatan, berjumlah 63 responden, menggunakan Teknik Purposive Sampling. Instrument penelitian ini adalah kuesioner fungsi perawatan kesehatan keluarga dan pemberian MP-ASI. Hasil dalam penelitian ini yaitu 53 (84,1%) keluarga mampu menerapkan fungsi perawatan kesehatan keluarga secara fungsional dan 38 (60,3%) ibu memberikan MP-ASI pada anak usia 6-12 bulan secara tepat, p value 0,00 < α (0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara fungsi perawatan kesehatan keluarga dengan pemberian MPASI.Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu secara dini pada anak dapat mengakibatkan masalah di sistem pencernaan bayi, diantaranya diare, konstipasi, muntah dan alergi, mempengaruhi tingkat kecerdasan. Dukungan keluarga mempengaruhi dalam pemberian MP-ASI dan bermanfaat meningkatkan status kesehatan bayi & balita dengan mengaplikasikan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan fungsi perawatan kesehatan keluarga dengan pemberian MP-ASI pada balita usia 6-12 bulan. Sampel yang digunakan adalah ibu balita usia 6-12 bulan, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Denpasar II Selatan, berjumlah 63 responden, menggunakan Teknik Purposive Sampling. Instrument penelitian ini adalah kuesioner fungsi perawatan kesehatan keluarga dan pemberian MP-ASI. Hasil dalam penelitian ini yaitu 53 (84,1%) keluarga mampu menerapkan fungsi perawatan kesehatan keluarga secara fungsional dan 38 (60,3%) ibu memberikan MP-ASI pada anak usia 6-12 bulan secara tepat, p value 0,00 < α (0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara fungsi perawatan kesehatan keluarga dengan pemberian MPASI
Deskripsi Pelaksanaan Program Intervensi Dini pada Pemerolehan Bahasa Pertama Anak Down Syndrome melalui Penerapan Konsep Family Quality of Life
One type of child with special needs is Down Syndrome. His existence will affect the family with its limitations. The title of this study is "Description of The Implementation of Early Intervention Program in The Acquisition of The First Language of Down Syndrome Children Through the Application of The Concept of Family Quality Of Life". The purpose of the study was to describe the implementation of early intervention in the acquisition of the first language of Down Syndrome children. The research method is qualitative with qualitative descriptive approach. The data is obtained by interview and observation methods. The study subjects were families with down syndrome children. Data processing is done by means of content analysis. The results showed that (1) early intervention programs through the application of the concept of family quality of life can help parents of down syndrome children overcome problems in the acquisition of first language (2) FQoL dimensions in the family can realize the quality of life of the family, especially children (3) the need for expert cooperation in the field of services for children with special needs to improve the knowledge and understanding of parents in providing early intervention in children with special needs.Salah satu jenis anak berkebutuhan khusus adalah Down Syndrome. Keberadaannya akan mempengaruhi keluarga tersebut dengan keterbatasannya. Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Pelaksanaan Program Intervensi Dini Pada Pemerolehan Bahasa Pertama Anak Down Syndrome Melalui Penerapan Konsep Family Quality Of Lifeâ€. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pelaksanaan intervensi dini pada pemerolehan bahasa pertama anak Down Syndrome. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data didapatkan dengan metode wawancara dan observasi. Subjek penelitian merupakan keluarga yang mempunyai anak down syndrome. Pengolahan data dilakukan dengan cara analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)program intervensi dini melalui penerapan konsep family quality of life dapat membantu orangtua anak down syndrome mengatasi permasalah pada pemerolehan bahasa pertama (2)dimensi FQoL yang ada pada keluarga dapat mewujudkan kualitas hidup keluarga terutama anak (3)perlunya kerjasama ahli bidang layanan bagi anak berkebutuhan khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orangtua dalam memberikan intervensi dini pada anak berkebutuhan khusus
Modifikasi Relaksasi dengan Budaya Lokal untuk Menurunkan Kecemasan Atlet Pencak Silat Menghadapi Kejuaraan
This article aims to examine the effectiveness of modification of counseling strategies to reduce anxiety of pencak silat athletes against championship. The subjects in this study were pencak silat athletes. Pencak silat was chosen because this sport requires local culture in various aspects of life, namely wirasa, wiraga, and wirama. These three aspects develop and are applied to their behavior, feelings, and cognitive patterns. This study used a pretest-posttest kontrol design. The treatment given to the experimental group was a modification of the relaxation strategy. There were 10 research subjects in each group with random group determination. The pre-test mean of the experimental group was 74.70 and 78.20 in the kontrol group. Meanwhile, the mean post ice in the experimental group was 50.60 and 60.60 in the kontrol group. The data analysis technique used is the T-test. The results of the analysis of this study showed that the group that received a modification of the relaxation strategy with cultural elements had decreased anxiety levels more than the kontrol group. Culture influences the client\u27s thinking, feeling, and behavior patterns. It’s mean that combining cultural elements with counseling strategies can effectively reduce athletic anxiety against championships.Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan modifikasi startegi konseling untuk menurunkan kecemasan pada atlet pencak silat. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet pencak silat. Pencak silat dipilih karena cabang olahraga ini syarat akan budaya lokal dalam berbagai aspek kehidupannya yaitu wirasa, wiraga, dan wirama. Ketiga aspek ini berkembang dan teraplikasi pada pola perilaku, perasaan, dan kognitifnya. Penelitian ini menggunakan design pretest- posttest kontrol design. Perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen adalah modifikasi strategi relaksasi. Subjek penelitian pada masing masing kelompok sebanyak 10 orang dengan penentuan kelompok secara random. Mean pre tes kelompok eksperimen adalah 74,70 dan 78,20 pada kelompok kontrol. Sedangkan mean post es pada kelompok eksperimen adalah 50,60 dan 60,60 pada kelompok kontrol. Teknik analisis data yang digunakan adalah T-tes. Hasil analisis penelitian ini menunnjukkan bahwa kelompok yang mendapatalan modifikasi strategi relaksasi dengan unsur unsur budaya tingkat kecemasannya menurun lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Budaya mempengaruhi pola berpikir, perasaan, dan berperilaku klien. Sehingga menggabungkan unsur-unsur budaya dengan strategi konseling dapat secara efektif menurunkan kecemasan atltet dalam menghadapi kejuaraan
EFFECTIVENESS OF EDUCATIONAL VIDEOS TOWARD PREVENTING DIARRHEA IN CHILDREN
Kejadian diare dan pandemic covid-19 memiliki kesamaan dalam penatalaksanaan yaitu kebersihan diri. Pendidikan kesehatan tentang penatalaksanaan pencegahan diare pada anak usia sekolah sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan menggunakan video interaktif dalam peningkatan pengetahuan dan praktik pencegahan diare. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan one group pre-post test design pada 25 responden berusia 8-10 tahun, berada di kelas 3-5 sekolah dasar menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah video pencegahan diare yang dikemas dalam bentuk animasi. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan praktik pencegahan diare diukur menggunakan kuesioner dibantu dengan aplikasi google form. Hasil analisis Wilcoxon test menunjukan 0.004 < p-value 0.05. Video interaktif mampu meningkatkan pengetahuan dan praktik responden dalam pencegahan diare. Video pendidikan kesehatan untuk mencegah diare  terbukti sebagai metode edukasi yang valid dan dapat diandalkan untuk menjadi bahan untuk promosi efikasi diri anak-anak dalam mencegah diareKejadian diare dan pandemic covid-19 memiliki kesamaan salam penatalaksanaan yaitu kebersihan diri. Pendidikan Kesehatan tentang penatalaksanaan pencegahan diare pada anak usia sekolah sangat penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Pendidikan Kesehatan menggunakan video interaktif dalam peningkatan pengetahuan dan praktik pencegahan diare. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design pada 25 responden berusia 8-10 tahun, berada di kelas 3-5 sekolah dasar yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Instrument dalam penelitian ini adalah video pencegahan diare yang dikemas dalam bentuk animasi. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan praktik pencegahan diare diukur menggunakan instrument sebanyak 30 soal dibantu dengan aplikasi google form. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji statistic menunjukan p-value : 0.004. 10 responden mengalami peningkatan pengetahuan dan praktik setelah mengikkuti video interaktif. Penelitian ini menunjukan bahwa video interaktif mampu meningkatkan pengetahuan dan praktik responden dalam pencegahan diare. Video Pendidikan Kesehatan untuk mencegah diare terbukti sebagai metode edukasi yang valid dan dapat diandalkan untuk menjadi bahan untuk promosi efikasi diri anak-anak dalam mencegah diar
The NURSE’S EXPERIENCE FACING OCCUPATIONAL HAZARD IN THE CARDIAC CATHETERIZATION ROOM: Indonesia
Angka kejadian Penyakit Jantung Koroner atau PJK masih tinggi baik di luar dan dalam negeri. Tindakan PCI merupakan teknik revaskularisasi yang paling umum dilakukan. Terdapat berbagai macam potensi bahaya seperti terpapar radiasi yang dapat menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja perawat di ruang kateterisasi. Pengalaman perawat dalam bekerja di ruang kateterisasi bersifat individu dapat menjadi sumber informasi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata tentang fenomena yang dialami perawat dalam menghadapi bahaya kerja di ruangan kateterisasi jantung. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Saturasi data didapat dari 8 orang partisipan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dan content analysis Colaizzi dipilih sebagai metode nalisis. Hasil penelitian didapatkan tiga tema yaitu bahaya fisik dan ergonomik yang dihadapi, keterbatasan APD dirasakan sebagai hambatan, serta upaya meminimalisir bahaya kerja dengan pendekatan teknis dan administratif. Keselamatan kerja di ruang kateterisasi hendaknya menjadi perhatian penting bagi semua pihak baik pengelola RS dan anggota tim yang bertugas.Angka kejadian Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih tinggi baik di luar dan dalam negeri. Tindakan PCI merupakan teknik revaskularisasi yang paling umum dilakukan. Terdapat berbagai macam potensi bahaya seperti terpapar radiasi yang dapat menimbulkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja perawat di ruang kateterisasi. Pengalaman perawat dalam bekerja di ruang kateterisasi bersifat individu dapat menjadi sumber informasi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam fenomena yang dialami perawat dalam menghadapi bahaya kerja di ruangan kateterisasi jantung. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 8 orang partisipan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode content analysis Colaizzi. Hasil penelitian didapatkan tiga tema yaitu bahaya fisik dan ergonomik yang dihadapi, keterbatasan APD dirasakan sebagai hambatan, serta upaya meminimalisir bahaya kerja dengan pendekatan teknis dan administratif. Keselamatan kerja di ruang kateterisasi hendaknya menjadi perhatian penting bagi semua pihak baik pengelola RS dan anggota tim yang bertugas