Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 24-59 Bulan
Angka kejadian stunting pada anak usia dibawah 5 tahun di Indonesia masih tergolong tinggi. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting perlu diketahui dalam upaya menekan tingginya angka kejadian stunting dan pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini merupakan studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Terdapat 110 balita yang dipilih menjadi sampel penelitian dengan menggunakan Proportional Stratified Random Sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tinggi badan dan pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan univariat (distribusi frekuesi dan persentase) dan analisis bivariat menggunakan Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 28.2% balita tergolong ke dalam kategori stunting. Uji bivariat menunjukkan terdapat 4 (empat) variabel bebas yang berhubungan dengan kejadian stunting, yaitu tinggi badan ibu (p=0,000) OR 7.7 (95% CI 3.0-19.6), pendidikan ibu (p=0.000) OR 5.1 (95%CI 2.1-12.6), pendapatan keluarga (p=0.008) OR 3.2 (95% CI 0.2-2.0) dan riwayat imunisasi dasar lengkap (p=0.028) OR 3.5 (95% CI 1.1-11.6)
STUDI KORELASI ANTARA INTERAKSI SOSIAL DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP HARGA DIRI SISWA
Harga diri penting bagi perkembangan akademik dan sosial siswa. Kemampuan komunikasi interpersonal serta hasil interaksi sosial dengan lingkungan sekitar akan mendapatkan penerimaan serta penghargaan yang baik terhadap dirinya sehingga berpengaruh terhadap harga diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dan komunikasi interpersonal terhadap harga diri siswa. Penelitian ini dilakukan pada 100 responden menggunakan desain korelasional Ex Post Facto. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan kriteria siswa SMP di Kota Madiun. Pengambilan data menggunakan skala psikologis mengenai interaksi sosial, komunikasi interpersonal dan harga diri yang sudah valid dan reliabel. Hasil uji reliabitias interaksi social 0,764, komunikasi interpersonal 0,770 dan harga diri 0,683. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus Korelasi Product Moment untuk membuktikan hipotesis korelasi interaksi sosial dengan komunikasi interpersonal terhadap harga diri. Sedangkan Analisa Regresi dua predictor untuk melihat pengaruh interaksi sosial dengan komunikasi interpersonal terhadap harga diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh pengaruh Interaksi Sosial dan Komunikasi Interpersonal secara simultan terhadap Harga Diri adalah 0,009 < 0,05 dan nilai F-Hitung 4,971 > F-Tabel 3,09 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Interaksi Sosial dan Komunikasi Interpersonal terhadap Harga Diri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dan komunikasi interpersonal terhadap harga diri siswa. Penelitian ini dilakukan pada 100 responden menggunakan desain korelasional Ex Post Facto. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan kriteria siswa SMP di Kota Madiun. Pengambilan data menggunakan skala psikologis mengenai interaksi sosial, komunikasi interpersonal dan harga diri yang sudah valid dan reliabel. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus Korelasi Product Moment untuk membuktikan hipotesis korelasi interaksi sosial dengan komunikasi interpersonal terhadap harga diri. Sedangkan Analisa Regresi dua predictor untuk melihat pengaruh interaksi sosial dengan komunikasi interpersonal terhadap harga diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh pengaruh Interaksi Sosial (X1) dan Komunikasi Interpersonal (X2) secara simultan terhadap Harga Diri (Y) adalah 0,009 < 0,05 dan nilai F-Hitung 4,971 > F-Tabel 3,09 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Interaksi Sosial (X1) dan Komunikasi Interpersonal (X2) terhadap Harga Diri (Y)
Factors Related to Quality of Life in Hemodialysis Patients
Hemodialysis therapy is a long-term therapy in patients with chronic kidney disease that can affect the patient\u27s quality of life. Quality of life is an important indicator that shows the well-being of hemodialysis patients. Identification of factors related to quality of life can help patients and health workers in making decisions regarding health problems. The purpose of this study was to determine the factors associated with the quality of life of hemodialysis patients. This study is a cross-sectional study involving 77 hemodialysis patients at RSUD Madiun. The sampling technique used is purposive sampling technique. Quality of life was assessed by the WHOQOL-Bref which consists of four domains containing 26 statement items. Statistical analysis used linear regression. The average value of quality of life in this study was 58.58 ± 14.27, which means that it is in the category of moderate quality of life. Factors related to the quality of hemodialysis patients were duration of hemodialysis (p=0.00) and living status (p=0.00). The value of R square was 58.7, which means that the variable duration of hemodialysis and living status affected the quality of life of HD patients by 58.7%.. Duration of hemodialysis and living status are factors related to the quality of life of hemodialysis patients
Manajemen Stres Mindfulness terhadap Tingkat Kecemasan Tenaga Kesehatan Dimasa Pandemi Covid-19
Pandemi covid-19 memberikan dampak besar pada semua sektor termasuk pada sektor kesehatan terlebih pada tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan. Situasi ini menyebabkan para tenaga kesehatan mengalami kecemasan dan keadaan ini sangat mempengaruhi kualitas kinerja mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen stres mindfulness terhadap tingkat kecemasan tenaga kesehatan dimasa pandemi covid-19. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di masa pandemi covid-19 dan menurunkan tingkat kecemasan mereka. Manajemen stress mindfulness merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kecemasan tersebut dikarenakan intervensi ini mampu memfokuskan pikiran seseorang untuk lepas dari perasaan atau pikiran negatif sebagai pemicu kecemasan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasy experiment with one group pre-posttest without control group. Responden pada penelitian ini berjumlah 23 tenaga kesehatan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rasting Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan setelah intervensi. Uji statistik yang digunakan adalah wilcoxon signed rank test dengan nilai signifikansi p <0,05. Didapatkan bahwa manajemen stress mindfulness memberikan pengaruh terhadap tingkat kecemasan tenaga kesehatan dengan nilai mean ranks pada pretest 7.50 dan menurun menjadi 0.00 pada posttest (nilai-p = 0.00). Ada pengaruh manajemen stres mindfulness terhadap tingkat kecemasan pada tenaga kesehatan di masa pandemi covid-19
PENGARUH TERAPI RELAKSASI BENSON TERHADAP SKALA NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI KEPERAWATAN STIKES St. ELISABETH SEMARANG
Latar Belakang : Dismenore adalah nyeri pada abdomen bagian bawah yang sering dialami perempuan saat menstruasi, didapatkan rata-rata 50% perempuan disetiap negara mengalami dismenore dan Indonesia terdapat 55%. Salah satu cara untuk menggurangi dismenore adalah dengan melakukan relaksasi Benson. Terapi relaksasi Benson terbukti dapat menurunkan nyeri pasca bedah dan belum pernah diujikan untuk mengatasi nyeri dismenore.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh relaksasi Benson terhadap skala nyeri dismenore pada mahasiswi keperawatan STIKES St. Elisabeth Semaran
Pengembangan Literasi Digital Keperawatan Dimasa Pandemi Covid-19
Perkembangan teknologi dan informasi saat ini turut andil dalam mengubah pola pikir dan sikap seorang pegawai. Rumah sakit harus mengembangkan SDM dalam menggunakan teknologi digital untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat agar dapat menjadi organisasi yang responsif, inovatif, produktif, efektif, efisien dan berkualita. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan program literasi digital di Unit Rawat Jalan dan Unit Rawat Inap Rumah Sakit Jakarta. Studi ini menggunakan studi kasus dengan analisa situasi SWOT. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan metode kuesioner, wawancara dan telaah dokumen. Jumlah partisipan terdiri dari 5 perawat manajer dan 15 perawat pelaksana. Proses studi ini merupakan sebuah proyek inovasi yang sudah memiliki izin dari Rumah Sakit Jakarta. Belum optimalnya peran dan fungsi manajemen keperawatan dalam peningkatan literasi digital meliputi belum ada petunjuk penggunaan digital, SDM beresiko mengalami resistance to change,  inovasi dikembangakan dengan panduan dan SPO pelaksanaan literasi digital. Evaluasi didapatkan perubahan signifikan perilaku digital sebanyak 80 % memberikan feedback positif. Pengembangan peningkatan Literasi digital mencakup berbagai faktor diantaranya komponen management centered digital literacy and person centered digital literacy. Rekomendasi dari studi ini dengan penerapan inovasi panduan pengembangan literasi digital dan SOP pengembangan literasi digital terhadap pemberian informasi dan edukas
Persepsi Perawat Tentang Integrasi Perangkat Berbasis Teknologi Internet of Things (IoT) Dalam Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit
Perangkat berbasis teknologi Internet of Things (IoT) saat ini telah banyak dimanfaatkan sebagai salah satu upaya meningkatkan pelayanan Kesehatan. IoT dan integrasinya di bidang kesehatan diprediksi akan mendominasi tatanan dalam sistem kesehatan di masa depan. Persepsi dari perawat mengenai implikasi dari adopsi teknologi IoT pada sistem pelayanan kesehatan dapat digunakan untuk menggambarkan dampak dari perubahan yang diakibatkan oleh integrasi teknologi ke dalam pelayanan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi perawat tentang integrasi perangkat berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dalam pelayanan Kesehatan. Kajian literatur dilakukan dengan mengumpulkan artikel yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir dari beberapa database penyedia artikel yang kredibel yaitu ScienceDirect, PubMed, dan EBSCOhost. 10 artikel dipilih untuk penelitian. Artikel dianalisis menggunakan matriks sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki sikap positif terhadap pengembangan teknologi dan melihatnya sebagai bagian penting dari profesi keperawatan di masa depan. Secara keseluruhan, perawat menilai bahwa integrasi teknologi IoT memiliki pengaruh yang signifikan dalam membantu pekerjaan perawat dan meningkatkan efisiensi kerja. Perawat juga menilai bahwa adopsi teknologi IoT dalam pelayanan Kesehatan dapat meningkatkan keselamatan pasien (patient safety). Namun terdapat juga beberapa aspek negatif dari penggunaan teknologi dalam pelayanan Kesehatan
Hubungan Iklim Organisasi Dan Handover Perawat Terhadap Insiden Keselamatan Pasien
Perawat sebagai satu diantara Sumber Daya Manusia terbesar di institusi pelayanan kesehatan rumah sakit mempunyai kontribusi penting dalam memberikan asuhan keperawatan. Pelayanan kesehatan dapat beresiko menimbulkan insiden keselamatan pasien. Kondisi tersebut dapat disebabkan dari kualitas iklim organisasi dan pelaksanaan handover yang tidak efektif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan iklim organisasi dan handover perawat terhadap insiden keselamatan pasien di Ruang Rawat Inap RSU UKI. Desain penelitian deksriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 45 perawat menggunakan purposive sampling. Hasil uji Chi Square menunjukkan gambaran iklim organisasi tertutup sebanyak 23 perawat (51,1%). Handover pada perawat sebanyak 23 perawat (51,1%) menjawab efektif. Insiden keselamatan pasien menunjukkan 44,4% terjadi insiden dan 55,6% tidak terjadi insiden. Didapatkan p-value = 0,868 Tidak ada hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan insiden keselamatan pasien dan nilai p-value = 0,005 Ada hubungan yang signifikan antara handover dengan insiden keselamatan pasien. Rumah sakit perlu memperhatikan hak-hak perawat seperti permasalahan mengenai imbalan yang belum sepadan dan mengadakan evaluasi secara berkelanjutan tentang iklim organisasi dan pelaksanaan handover secara efektif
Analisis Tingkat Depresi, Ansietas dan Stres saat Menghadapi Penilaian Akhir Semester pada Siswi SMK Muhammadiyah
Several stresors that occur in adolescents can cause various negative conditions, including anxiety, depression and psychotic disorders. Depressive conditions that last a long time and do not get the right treatment will cause mental problems in adolescents. Depression, anxiety and stress problems cause health problems for the next generation in Indonesia and the world. This study aims to determine the prevalence level of depression, anxiety and stress in female adolescents when final exams assessment at SMK Muhammadiyah Baturetno, Wonogiri Regency, Indonesia. The study used a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The instrument applied in this study was the DASS42 questionnaire which had been applied in several previous studies. The population in the study were all teenage students at SMK Muhammadiyah Baturetno. The sampling technique used purposive sampling. The research sample was 289 female students at SMK Muhammadiyah Baturetno. Most of the respondents based on gender characteristics experienced mild stres as many as 112 (38.8%), based on the age characteristics experienced mild anxiety was at the age of 17 years a number of 52 (17.9%), based on class, the most experienced experienced anxiety. mild as many as 75 (25.9%) are class 1 respondents. The results of the study, the prevalence of depression was 35 (12.1%), anxiety was 115 (39.8%) and stress was 139 (48.1%).Beberapa stresor yang terjadi pada remaja dapat menimbulkan berbagai kondisi negatif antara lain cemas, depresi dan gangguan psikotik. Kondisi depresi yang berlangsung lama dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat akan menimbulkan masalah gangguan kejiwaan pada remaja. Permasalahan depresi, ansietas dan stres menyebabkan permasalahan kesehatan bagi generasi penerus bangsa di Indonesia dan dunia. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui tingkat prevalensi depresi, ansietas dan stres pada remaja siswi saat menghadapi penilaian akhir semester (PAS) di SMK Muhammadiyah Baturetno Kabupaten Wonogiri Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen yang diaplikasikan dalam penelitian adalah kuesioner DASS42 yang telah diterapkan pada beberapa penelitian sebelumnya. Populasi pada penelitian seluruh siswa remaja di SMK Muhammadiyah Baturetno.Tehnik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian adalah siswi perempuan di SMK Muhammadiyah Baturetno sebanyak 289 orang. Sebagian besar responden berdasarkan karakteristik jenis kelamin mengalami stres ringan sejumlah 112 (38,8%), karakteristik usia mengalami ansietas ringan pada usia 17 tahun sejumlah 52 (17,9%), berdasarkan kelas yang paling banyak mengalami mengalami ansietas ringan adalah responden kelas 1 sejumlah 75 (25,9%). Hasil penelitian prevalensi depresi sejumlah 35 (12,1%), ansietas sejumlah 115 (39,8%) dan stres sejumlah 139 (48,1%)
TINGKAT STRES, ANSIETAS, DAN DEPRESI MAHASISWA PROFESI NERS DI MASA PANDEMI COVID-19
Pandemi Corona Virus-19 Disease (COVID-19) berdampak pada segala sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Beberapa studi menunjukkan bahwa krisis seperti COVID-19 dapat meningkatkan masalah serius pada mahasiswa profesi ners baik secara fisik maupun psikis. Terdapat stresor utama selama pemberian layanan kesehatan yang dapat meningkatkan respon psikologis mahasiswa, seperti ketakutan terinfeksi atau tanpa sadar menginfeksi orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat stres, ansietas, dan depresi mahasiswa profesi ners di masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey online yang dilaksanakan bulan Februari 2021. Subjek penelitian adalah mahasiswa profesi ners angkatan 26 Fakultas Keperawatan, Universitas Jember sejumlah 102 responden yang didapatkan dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian adalah Depression Anxiety and Stress Scale 42 (DASS-42) (Cronbach’s Alpha 0,8806; 0,8517; 0,9053). Penelitian ini menggunakan analisis univariat berupa persentase dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiwa profesi ners teridentifikasi mengalami gangguan mulai dari level ringan sampai berat sekali dengan persentase stres (19,6%), ansietas (34,3%), dan depresi (11,8%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ansietas merupakan gangguan paling tinggi, dilanjutkan dengan stres, dan depresi.Pandemi Corona Virus-19 Disease (COVID-19) berdampak pada segala sektor kehidupan, termasuk pendidikan. Beberapa studi menunjukkan bahwa krisis seperti COVID-19 dapat meningkatkan masalah serius pada mahasiswa profesi ners baik secara fisik maupun psikis. Terdapat stresor utama selama pemberian layanan kesehatan yang dapat meningkatkan respon psikologis mahasiswa, seperti ketakutan terinfeksi atau tanpa sadar menginfeksi orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat stres, ansietas, dan depresi mahasiswa profesi ners di masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional mengunakan rancangan penelitian survey online yang dilaksanakan bulan Februari 2021. Subjek penelitian adalah mahasiswa profesi ners angkatan 26 Fakultas Keperawatan, Universitas Jember sejumlah 102 responden yang didapatkan dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian adalah Depression Anxiety and Stress Scale 42 (DASS-42) (Cronbach’s Alpha 0,8806; 0,8517; 0,9053). Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiwa profesi ners teridentifikasi mengalami gangguan mulai dari level ringan sampai berat sekali dengan persentase stres (19,6%), ansietas (34,3%), dan depresi (11,8%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ansietas merupakan gangguan paling tinggi, dilanjutkan dengan stres, dan depresi. Diperlukan adanya penanganan pendekatan masalah kejiwaan dan mahasiswa dapat melakukan upaya manajemen diri untuk mencegah munculnya stres, ansietas, depresi, serta kepedulian terhadap kesehatan mental akan meningkat