Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
Studi Kasus: Ansietas pada Pasien Gagal Ginjal Kronik
Dampak gagal ginjal kronis dapat menimbulkan masalah psikososial salah satunya ansietas berupa tanda dan gejala seperti sulit tidur, tekanan darah meningkt. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan ansietas pada pasien gagal ginjal kronik dengan cara teknik relaksasi. Desain penelitian dengan studi kasus. Penelitian dilakukan selama 5 hari di ruang perawatan. Dimulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi. Tindakan keperawatan ners yang diberikan yaitu relaksasi tarik napas dalam, distraksi dan hipnosis lima jari dan tindakan keperawatan ners spesialis yaitu CBT. Hasil yang didapatkan adalah hilangnya tanda dan gejala ansietas dan meningkatnya kemampuan Ny. S dalam mengatasi ansietas. Tindakan keperawatan ners dan ners spesialis dapat digunakan terhadap pasien gagal ginjal kronik yang mengalami ansietas fisik di rumah sakit umum.Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan elektrolit dimana pada akhirnya menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah) (Smeltzer, et al., 2010). Penderita gagal ginjal di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 10% setiap tahun (Kemenkes, 2015). Dampak gagal ginjal kronis dapat menimbulkan masalah psikososial salah satunya ansietas berupa tanda dan gejala seperti sulit tidur, tekanan darah meningkat, nadi menngkat. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran asuhan keperawatan ansietas pada pasien gagal ginjal kronik dengan cara teknik relaksasi. Desain penelitian dengan studi kasus. Penelitian dilakukan selama 5 hari di ruang perawatan. Dimulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi. Tindakan keperawatan ners yang diberikan yaitu relaksasi tarik napas dalam, distraksi dan hipnosis lima jari dan tindakan keperawatan ners spesialis yaitu CBT. Hasil yang didapatkan adalah hilangnya tanda dan gejala ansietas dan meningkatnya kemampuan Ny. S dalam mengatasi ansietas. Tindakan keperawatan ners dan ners spesialis dapat digunakan terhadap pasien gagal ginjal kronik yang mengalami ansietas fisik di rumah sakit umum
Image of Motivation in Hemodialized Patients with Low Self-Esteem
Hemodialysis is a treatment program that must be carried out life in patients with cronick kidney disease. This can cause various problems physically, socially and psychologically, including low self-esteem psychosocial problems and ultimately have an impact on motivation. This study aims to determine the description of motivation in hemodialysis patient with low self-esteem. The reseach method used is descriptive with a cross sectional approach.The Samplinh technique used total sampling with a ample size of 43 hemodialisys patients with self-esteem in the city Padang. The result showed that the patient\u27s motivation showed low motivation for hemodialysis patients with low self-esteem at the hospital in the city of Padang. Suggestions need a nursing intervention to increase the self- seteem of hemodialysis patients who experience low self-esteem
The THE EFFECT OF LIFESTYLE MANAGEMENT ON BLOOD SUGAR LEVELS AND QUALITY OF LIFE OF DM PATIENTS IN THE COVID-19 PANDEMIC: THE EFFECT OF LIFESTYLE MANAGEMENT ON BLOOD SUGAR LEVELS AND QUALITY OF LIFE OF DM PATIENTS IN THE COVID-19 PANDEMIC
Komplikasi yang dialami penderita DM akan mempengaruhi kualitas hidup penderita. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kadar gula darah dan kualitas hidup salah satunya dengan manajemen lifestyle. Manajemen lifistyle dilakukan dalam upaya mempertahankan kondisi DM dalam masa pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh manajemen lifestyle terhadapa kadar gula darah dan kualitas hidup penderita DM dimasa pandemi covid-19. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental quasy dengan pre-test dan post-test dengan 30 responden pada kelompol kontrol dan intervensi dengan menggunakan consecutive sampling dalam teknik pengambilan sample. Instrumen yang digunakan adalah DQOL (Diabetes Quality of Life) untk mengukur tingkat kualitas hidup dan sedangkan kadar gula darah menggunakan alat pengukur kadar gula darah atau Glucometer. Nilai validitas DQOL pada rentang 0,428 – 0,857 dan hasil reabilitas adalah 0,969. Analisis data menggunakan Paired t-Test dan Independent t-Test dengan signifikansi p<0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kualitas tidur dan kadar gula darah antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan p-value = 0,000. Manajemen lifestyle yang bagus memiliki dampak positif pda kualitas hidup dan kadar gula darah menjadi lebih stabil.Komplikasi yang dialami penderita DM akan mempengaruhi kualitas hidup penderita. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kadar gula darah dan kualitas hidup salah satunya dengan manajemen lifestyle. Manajemen lifistyle dilakukan dalam upaya mempertahankan kondisi DM dalam masa pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh manajemen lifestyle terhadapa kadar gula darah dan kualitas hidup penderita DM dimasa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental quasy dengan pre-test dan post-test dengan desain kelompok kontrol dengan sampel 30 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah DQOL (Diabetes Quality of Life) untk mengukur tingkat kualitas hidup dan sedangkan kadar gula darah menggunakan alat pengukur kadar gula darah atau Glucometer. Data dianalisis menggunakan uji statistik yaitu Paired t-Test dan Independent t-Test dengan signifikansi p<0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi perbedaan kualitas tidur dan kadar gula darah yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan p-value = 0,000. Manajemen lifestyle yang bagus memiliki dampak positif pda kualitas hidup dan kadar gula darah menjadi lebih stabil.
 
METAANALISIS EFEK AKSESIBILITAS ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP RISIKO KECEMASAN PETUGAS PELAYANAN KESEHATAN DI ERA PANDEMI COVID-19
Desember 2019 penyakit coronavirus (COVID-19) muncul dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Selain dampak fisik, pandemi juga berpengaruh terhadap dampak psikologis yang menyebabkan kecemasan. Sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19 tenaga kesehatan berisiko mengalami kecemasan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efek aksesibilitas alat pelindung diri terhadap risiko kecemasan pada tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan metaanalisis menggunakan PRISMA. Pencarian basis data dilakukan 2020–2021. 16 dari 2.727 studi masuk dalam kriteria untuk dianalisis. Penyajian data menggunakan forest plot dengan model statistik fix effect. Besar adjusted odds ratio (AOR) gabungan menunjukkan bahwa kurangnya aksesibilitas APD meningkatkan risiko kecemasan pada tenaga kesehatan sebesar 1.70 kali lebih tinggi dibandingkan dengan aksesibilitas APD tercukupi (AOR=1.70; 95% CI= 1.49-1.93; p< 0,001). Heterogenitas rendah 13%, secara statistik signifikan dan funnel plot menunjukkan tidak ada bias publikasi. Pencegahan kecemasan pada tenaga kesehatan dibutuhkan untuk penanganan pandemi COVID-19 termasuk menyediakan APD yang memadai.Desember 2019 penyakit coronavirus (COVID-19) muncul dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Selain dampak fisik, pandemi juga berpengaruh terhadap dampak psikologis yang menyebabkan kecemasan. Sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi COVID-19 tenaga kesehatan berisiko mengalami kecemasan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efek aksesibilitas alat pelindung diri terhadap risiko kecemasan pada tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan metaanalisis menggunakan PRISMA. Pencarian basis data dilakukan 2020–2021. 16 dari 2.727 studi masuk dalam kriteria untuk dianalisis. Penyajian data menggunakan forest plot dengan model statistik fix effect. Besar adjusted odds ratio (AOR) gabungan menunjukkan bahwa kurangnya aksesibilitas APD meningkatkan risiko kecemasan pada tenaga kesehatan sebesar 1.70 kali lebih tinggi dibandingkan dengan aksesibilitas APD tercukupi (AOR=1.70; 95% CI= 1.49-1.93; p< 0,001). Heterogenitas rendah 13%, secara statistik signifikan dan funnel plot menunjukkan tidak ada bias publikasi. Pencegahan kecemasan pada tenaga kesehatan dibutuhkan untuk penanganan pandemi COVID-19 termasuk menyediakan APD yang memadai
PEMBERIAN VIDEO ROLEPLAY MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DI RUMAH SAKIT
Komunikasi terapeutik menjadi keterampilan dasar yang dibutuhkan oleh seorang perawat. Perawat yang mampu atau memiliki keterampilan komunikasi terapeutik yang baik akan meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh video roleplay terhadap keterampilan komunikasi terapeutik perawat di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental one group pretest-posttest design yang dilakukan terhadap 30 perawat di Rumah Sakit Universitas Udayana dengan purposive sampling. Pemberian video roleplay dilakukan selama tujuh hari dengan durasi video selama lima menit 16 detik. Pengambilan data menggunakan lembar observasi komunikasi terapeutik yang terdiri dari 28 item aspek penilaian. Nilai rerata pre-test didapatkan 23.17 dan nilai rerata post-test sebesar 47.3. Hasil Uji T berpasangan didapatkan p value 0.000, artinya terdapat pengaruh pemberian video roleplay terhadap keterampilan komunikasi perawat di rumah sakit. Pemberian video roleplay terbukti efektif meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik perawat. Meningkatnya keterampilan perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pasien selama dirawat dirumah sakit dan membantu pemulihan pasien dengan lebih cepat.
 Komunikasi terapeutik menjadi keterampilan dasar yang dibutuhkan oleh seorang perawat. Perawat yang mampu atau memiliki keterampilan komunikasi terapeutik yang baik akan meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh video roleplay terhadap keterampilan komunikasi terapeutik perawat di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental one group pretest-posttest design yang dilakukan terhadap 30 perawat di Rumah Sakit Universitas Udayana dengan purposive sampling. Pemberian video roleplay dilakukan selama tujuh hari dengan durasi video selama lima menit 16 detik. Pengambilan data menggunakan lembar observasi komunikasi terapeutik yang terdiri dari 28 item aspek penilaian. Nilai rerata pre-test didapatkan 23.17 dan nilai rerata post-test sebesar 47.3. Hasil Uji T berpasangan didapatkan p value 0.000, artinya terdapat pengaruh pemberian video roleplay terhadap keterampilan komunikasi perawat di rumah sakit. Pemberian video roleplay terbukti efektif meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik perawat. Meningkatnya keterampilan perawat dalam melakukan komunikasi terapeutik diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pasien selama dirawat dirumah sakit dan membantu pemulihan pasien dengan lebih cepat
ANALISIS INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN SOCIAL ENVIRONMENT TERHADAP PERILAKU FoMO
Fenomena perilaku Fear of Missing Out merupakan salah satu dampak dari perkembangan teknologi yang tidak bisa diremehkan. Perilaku ini biasanya ditandai dengan perasaan khawatir atau cemas ketika individu tidak mengetahui aktivitas orang tain atau orang yang diikuti. Untuk mengurangi perasaan cemas dan khawatirnya tersebut remaja biasanya akan sering mengkases media social untuk mencari informasi atau kegiatan orang-orang yang diikuti tersebut. Peningkatan konektivitas di media sosial yang dialami oleh individu membuka lebih banyak peluang untuk perasaan FoMO dan juga sering dikaitkan dengan perilaku penggunaan ponsel yang maladaptive. Dengan demikian penting kiranya untuk dilakukan penelitian guna mengetahui bagaimana pengaruh intensitas pengunaan social media dan social envirotment terhadap perilaku FoMO. Adapun desain penelitian ini menggunakan expost facto. Sampel dalam penelitian ini sebesar 141 remaja. Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah dengan simple random sampling. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment dan regresi dua preditor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang simultan dan signifikan antara intensitas penggunaan medsos dan social envirotmet dengan perilaku FoMO. Hal ini terbukti dari hasil yang menunjukkan kedua variabel tersebut secara simultan memberikan sumbangan pengaruh sebesar 80,1% sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh antara intensitas penggunaan media sosial dan social environment terhadap perilaku FoMOAbstrak
Perilaku FoMO (Fear of Missing Out) merupakan perilaku kekhawatiran atau kecemasan berbasis digital ketika individu tersebut tidak mengetahui aktivitas orang lain taupun informasi terudate dari orang yang dikenal/diikuti. Perilaku ini biasanya ditandai dengan banyak dan seringnya mengakses media sosal untuk mencari informasi atau kegiatan orang-orang yang diikuti atau sekitar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan media sosial dan social envirotment terhadap perilaku FoMO Remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode penelitian korelasi ex post facto. Sampel dalam penelitian ini sebesar 141 remaja. Adapun teknik sampling yang digunakan adalah dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan sampel menggunakan skala psikologis.
Dari hasil secara keseluruhan variabel intensitas penggunaan media sosial dan social environment terhadap perilaku FoMO (Fear of Missing Out) diperoleh hasil bahwa keseluruhan variabel tersebut terdapat pengaruh yang simultan dan signifikan terbukti dari hasil yang menunjukkan kedua variabel tersebut secara simultan memberikan sumbangan pengaruh sebesar 80,1% disimpulkan bahwa ada pengaruh antara intensitas penggunaan media sosial dan social environment terhadap perilaku FoMO (Fear of Missing Out)
 
STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN SUSPECT COVID-19
Wabah Covid-19 saat ini menjadi pandemi global di seluruh penjuru dunia. Perawat merupakan pekerjaan yang paling sering terpapar penyakit dan infeksi. Tenaga keperawatan adalah salah satu tenaga pelayanan kesehatan yang paling sering berinteraksi selama 24 jam berada disamping pasien. Ketakutan dan kecemasan perawat dapat mempengaruhi kemauan dan ketulusan dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam merawat pasien suspect Covid-19. Penelitian ini menggunakan rancangan (design) penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan cara indepth interview. Partisipan adalah perawat yang bertugas di ruang isolasi Covid-19 berjumlah 6 orang pastisipan. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan alat perekam berupa handphone. Analisis dilakukan dengan metode Colaizzi. Dari hasil penelitian teridentifikasi empat tema utama : 1) Kecemasan perawat. 2) Loyalitas perawat. 3) Perasaan perawat. 4) Upaya mengurangi risiko tertular. Hasil penelitian menunjukan bahwa perawat selama merawat suspect Covid-19 masih diliputi kecemasan. Untuk itu diperlukan adanya dukungan sosial, bimbingan rohani dan spiritualitas serta pelatihan-pelatihan mengenai Covid-19.
Â
The Covid-19 outbreak is now a global pandemic throughout the world. Nurses are the jobs most often exposed to diseases and infections. Nursing staff is one of the health care workers who most frequently interact for 24 hours beside the patient. Nurse fear and anxiety can affect willingness and sincerity at work. This study aims to explore the experience of nurses in treating patients suspect Covid-19. This study uses a qualitative research design with a phenomenological approach. Data collection by indepth interview. Participants were nurses on duty in the Covid-19 isolation room totaling 6 participants. Sampling is done by purposive sampling. The research instrument used interview guidelines and recording devices in the form of mobile phones. The analysis was carried out using the Colaizzi method. From the results of the study identified four main themes: 1) Nurse anxiety. 2) Nurse loyalty. 3) Nurse\u27s feelings. 4) Efforts to reduce the risk of contracting. The results showed that nurses while caring for suspect Covid-19 were still overcome by anxiety. For this reason, social support, spiritual and spiritual guidance and training on Covid-19 are needed
INTERVENSI MANUAL BLADDER WASHOUT DALAM MENGATASI RETENSI BEKUAN DARAH PADA PASIEN POST TURP: A LITERATURE REVIEW
Benign Hyperplasia Prostate didefenisikan sebagai penyakit dengan disfungsi saluran kemih bagian bawah karena hiperplasia jinak prostat yang mengarah ke obstruksi saluran kemih bagian bawah. Trans Urethral Resection of The Prostate (TURP) merupakan salah satu tindakan pembedahan tertutup yang banyak dilakukan dengan komplikasi retensi bekuan darah. Manual bladder washout (MBW) adalah salah satu tindakan yang dilakukan untuk mengatasi retensi bekuan darah. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi literatur yang mengeksplorasi intervensi MBW dalam mengatasi retensi bekuan darah pasien post TURP. Studi menggunakan desain literature review dan menggunakan database PubMed, ScienceDirect, ProQuest, Wiley, dan Google Schoolar. Kriteria inklusi dalam tinjauan ini adalah pasien post TURP, intervensi manual bladder washout, hasil publikasi tahun 2010 hingga 2019, full text, berbahasa Inggris. Sebanyak 588 artikel yang diidentifikasi, namun setelah menghapus artikel duplikat dan melihat kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 5 artikel yang sesuai untuk dimasukkan ke dalam tinjauan. Studi yang telah dianalisis menjelaskan MBW secara signifikan mengatasi retensi bekuan darah dan menjadi pilihan yang efektif dalam mengatasi retensi bekuan darah. Berdasarkan analisis terhadap hasil dari lima artikel, disimpulkan bahwa MBW memiliki efek dalam mengatasi retensi bekuan darah pada pasien. MBW dapat dilakukan dan menjanjikan sebagai intervensi yang aman dan efektif dalam mengatasi retensi bekuan darah.Â
PERBEDAAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DAERAH RURAL DAN URBAN
Masyarakat memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Salah satu bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan nasional adalah status kesehatan. Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) merupakan program peningkatan status kesehatan berbasis masyarakat. Pemerintah Jawa Tengah sendiri menetapkan indikator GERMAS di Jawa Tengah yaitu ABCDEF yang merupakan singkatan dari Aktivias Fisik rutin 30 menit sehari, Banyak konsumsi sayur setiap hari, Cek Kesehatan, Diberikannya ASI ekseklusif, Enyahlah secepatnya asap rokok dan Fokus pada pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku masyarakat dalam pelaksanaan GERMAS rural dan urban. Rancangan cross sectional digunakan untuk mengumpulkan data dalam variabel karakter perilaku masyarakat dalam GERMASÂ di daerah rural dan urban. Lokasi penelitian ini di Desa Plantaran Kaliwungu Selatan dan Kelurahan Bugangin Kendal. Responden dalam penelitian ini berjumlah 288 orang. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner terstuktur. Analisis data menggunakan software komputer. Uji statistik yang digunakan adalah chi square untuk mengetahui perbedaan perilaku GERMAS pada masyarakat rural dan urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku gerakan masyarakat hidup sehat pada masyarakat rural dan kelompok masyarakat urban (p=0,001). Perlu dilakukan edukasi tentang indikator perilaku gerakan masyarakat hidup sehat, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan secara sehat sesuai program yang dijalankan oleh pemerintah.
The community has an important role in national development. One of the inseparable part of national development is health status. The Healthy Living Community Movement (GERMAS) is a community-based health status improvement program. The Central Java goverment sets the GERMAS indicator in Central Java, namely ABCDEF which stands for routine physical activity for 30 minutes a day, lots of vegetable comsumption every day, health checks, giving exclusive breastfeeding, get rid of ciggarette smoke as soon as possible and focus on preventing stunting. This study aims to determine the differences in communty behavior in the implementation of rural and urban GERMAS. Cross sectional design was used to collect data on the variable character behavior of the community in GERMAS in rural and urban areas. Location of this research is in the village of Plantaran Kaliwungu Selatan and Bugangin Kendal. Respondents in this study amounted to 288 people. Data collected with a questionnaire. Data analysis using computer software. The statistical test used is the chi square test to determine the differences in GERMAS behavior in rural and urban communities. The results showed that there were differences in the behavior of the healthy life movement in rural and urban (p=0,001). Education needs to be carried out on indicators of the behavior of community movement to live a healthy life, so that people can live a healthy life according to the programs run by the goverment
Fungsi Pengawasan Supervisor Dengan Pengetahuan Perawat Dalam Pencegahan Flebitis
Flebitis adalah Healthcare Associated Infections yang dialami oleh pasien selama 3x24 jam dengan munculnya tanda gejala selama dirawat dirumah sakit. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pencegahan flebitis yaitu pengetahuan perawat dan pengawasan dari supervisor berhubungan erat terhadap keselamatan pasien di ruang rawat inapagar dapat meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan fungsi pengawasan supervisor dengan pengetahuan perawat dalam pencegahan flebitis di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru. Metode penelitian non-eksperimen dengan cross sectional. Teknik yang digunakan yaitu probability sampling dengan stratified random sampling. Sampel penelitian 81 perawat pelaksana di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru. Pengambilan data menggunakan 3 instrumen berupa kuesioner data demografi, fungsi pengawasan supervisor,dan pengetahuan perawat dalam pencegahan flebitis. Analisis data menggunakan korelasi spearman. Hasil penelitian menggambarkan fungsi pengawasan supervisor didapatkan nilai median sebesar 32,00 (75% dari nilai tertinggi) dan nilai median pengetahuan perawat dalam pencegahan flebitis sebesar 13,00 (72,2 dari nilai tertinggi). Hasil analisis didapatkan adanya hubungan yang positif antara fungsi pengawasan supervisor dengan pengetahuan perawat dalam pencegahan flebitis di ruang rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru (p value=0,00002). Fungsi pengawasan supervisor yang baik dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dapat menghasilkan perawat dengan pengetahuan yang baik dan saling berkesinambungan dengan pencegahan terhadap flebitis