Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Kondisi Status Stres Psikososial Pada Warga Pasca Terdampak Banjir Sungai Kiram Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan

    No full text
    Bencana alam dapat menimbulkan masalah tersendiri bagi masyarakat yang terkena dampak langsung bencana tersebut. Dampak bencana dapat menimbulkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kondisi stres psikososial pada warga pasca banjir Kali Kiram di wilayah kerja Puskesmas Karang Intan 2 Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Peneliti menyajikan gambaran yang utuh dan menggambarkan variabel yang diteliti tanpa membandingkan antar variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah warga yang terkena dampak banjir Sungai Kiram di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Dokumentasi, Kuesioner, dan Observasi. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah responden 108 orang. Hasil penelitian 59 responden (54,6%) berjenis kelamin laki-laki, 47 responden (43,5%) tidak bersekolah, 69 responden (63,89%) tidak berobat saat sakit, 35 responden (32,41%) adalah memiliki keluhan fisik, 10 responden (9,26%) keluhan kecemasan pasca banjir, 4 responden (3,7%) mengalami PTSD pasca banjir

    PENGARUH PERAWATAN DAERAH PEMASANGAN INFUS TERHADAP KEJADIAN PHLEBITIS DI RS KOTA KISARAN

    No full text
    Pada pasien rawat inap, pemasangan infus atau kateter vena perifer merupakan prosedurinvasif yang paling sering dilakukan. Pasien yang menerima terapi intravena selamadirawat di rumah sakit diperkirakan sekitar setengah dari keseluruhan pasien. Lebih dari90% pasien di rumah sakit menerima terapi intra vena melalui beberapa alat intravena(Chang & Peng, 2018). Komplikasi yang paling sering terjadi akibat terapi intravena yangditandai dengan pembengkakan, kemerahan, infiltrasi (kebocoran cairan dari vena),demam, nyeri, infeksi kulit lokal, dan infeksi aliran darah adalah phlebitis (Mihala et al.2018). Kemenkes RI (2017) menyatakan bahwa phlebitis adalah ditemukannya tanda-tanda kemerahan seperti terbakar, adanya pembengkakan, adanya rasa sakit apabiladilakukan penekanan, adanya ulkus sampai eksudat purulen atau keluarnya cairan jikaditekan pada daerah lokal tusukan infus

    Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruangan dengan Pelibatan Pasien (Patient Engagement) dalam Asuhan Keperawatan di Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Rumah sakit harus menetapkan regulasi dan proses untuk mendukung pelibatan pasien dalam proses asuhan sebagai upaya memfasilitasi keterlibatan pasien secara aktif. Adanya  keterbatasan interaksi antara perawat dan pasien secara aktif menjadi sebuah tantangan tersendiri di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan fungsi manajemen kepala ruangan dengan pelibatan pasien dalam asuhan keperawatan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional terhadap 238 perawat dengan menggunakan kuesioner online. Hasil analisis bivariat menggunakan korelasi Pearson menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi manajemen kepala ruangan dengan pelibatan pasien (p < 0,001). Kepala ruangan memiliki peranan penting dalam meningkatkan pelibatan pasien dalam asuhan keperawatan di masa pandemi Covid-19 dengan melakukan perencanaan, pengorganisasian, ketenagaan, pengarahan, dan pengawasan secara optimal

    pengaruh terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur pada pasien post operasi yang mengalami gangguan tidur tahun 2020

    No full text
    Sleep disorders or insomnia is the most common disorder experienced by all people in the world. According to survey conducted by Crampex 86% of people around the world have sleep disorders namely insomnia, such as in England alone as many as ten million prescription drugs have been written each year for people with sleep disorders. In Indonesia, the prevalence of insomnia sufferers is estimated at 10%, which means that of the total 238 million people in Indonesia, around 23 million suffer from insomnia. The objective of this research to determine the effect of instrumental music therapy on sleep quality in post-operative patients who experience sleep disorders. The method use analysis approach to analyze the data that the author will use, namely thematic analysis: simplified approach. The articles that the researcher will review are primary data. Researchers use databases such as Google Scholar, PubMed, Research Gate and Elsevier. The results based on a literature review of five inclusion articles that have been reviewed by the author, it was found that there was an influence between instrumental music therapy on sleep quality with an average p-value <0.050. The conclusion is music therapy can affect changes in the quality of sleep in a person especially in patients after undergoing surgery that has a sleep disorder, the use of music therapy can be recommended as an alternative / non-pharmacological intervention that can affect the sleep quality of someone who has a sleep disorder.ABSTRAKLatar belakang: gangguan tidur atau insomnia ialah gangguan yang paling sering dialami oleh seluruh orang di dunia. Menurut survei yang dilakukan Crampex bahwa 86% orang di seluruh dunia mengalami gangguan tidur yaitu insomnia, seperti di Inggris sendiri sebanyak sepuluh juta resep obat telah ditulis setiap tahunnya bagi penderita gangguan tidur. Di Indonesia prevalensi penderita insomnia diperkirakan mencapai 10% yang artinya dari total 238 juta penduduk Indonesia sekitar 23 juta jiwa menderita insomnia. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur pada pasien post-operasi yang mengalami gangguan tidur. Metode: pendekatan analisis untuk melakukan analisa data yang akan penulis gunakan, yaitu thematik analysis : simplified approach. Artikel – artikel yang akan peneliti review merupakan data primer (primary source). Peneliti menggunakan database seperti Google Scholar, PubMed, Research Gate dan Elsevier. Hasil: berdasarkan kajian literature dari lima artikel inklusi yang telah penulis review didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh antara terapi musik instrumental terhadap kualitas tidur dengan rata - rata hasil p-value < (0,050). Kesimpulan: terapi musik dapat mempengaruhi perubahan kualitas tidur pada seseorang terlebih pada pasien sehabis menjalani operasi yang memiliki gangguan tidur, penggunaan terapi musik dapat direkomendasikan sebagai intervensi alternatif/non-farmakologi yang dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang yang mengalami gangguan tidur.Kata kunci: Terapi Musik, Kualitas Tidur, Dan,  Post OperasiKepustakaan: 2016-202

    MUSIC THERAPY VERSUS DEEP BREATHING RELAXATION TO MANAGE STRESS IN CHILDREN WITH CANCER: AN INTEGRATIVE REVIEW

    No full text
    Introduction: Cancer can affect mental condition of children due to their chronic illness so that they can easily become stressed. Stress management with non-pharmacological methods is an independent intervention in nursing care. Music therapy and deep breathing relaxation were evidenced as effective to release stress of children with cancer. However, studies on comparing both methods have not been done. The purpose of this literature review is to compare the effectiveness of music therapy and deep breathing techniques to reduce stress experienced by children with cancer. Method: Research literature published from 2015 to 2020 and from the six largest databases: Springer Link, Science Direct, ProQuest, ClinicalKey, EBSCO, and PubMed using keywords (1) "music therapy OR music OR sing OR song" AND "stress OR distress OR anxiety" AND "pediatric oncology OR children oncology â€; (2) “relaxation OR deep breathing OR meditation OR yoga†AND “stress OR distress OR anxiety†AND “pediatric oncology OR children oncologyâ€. Results: Eight articles were further analyzed with three themes found: 1) Supporting facilities; 2) Giving time; 3) Emotional support. Conclusion: This study strongly suggests that music therapy and deep breathing techniques should be considered as part of the holistic standard of pediatric oncology care. Non-pharmacological therapy can be more efficient if given in a timely manner

    PENGARUH PEMBERIAN NESTING TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI PREMATUR: A LITERATURE REVIEW

    No full text
    Preterm infant’s condition is a major risk factor for increased morbidity and mortality rate. Preterm infants that getting treatment in the neonatal intensive care unit (NICU) will be disrupted due to different factors that causing sleep distrubance on the infant. Due to the critical role of sleep in premature infant’s brain development, that developmental care as nesting is needed to facilitate sleep’s necessary. This study aimed to explore the implication of nesting on sleep quality’s preterm infants in the NICU. Method of research was literatur review study. Articles were collected from several databases including Google Scholar, PubMed, JSTOR, and ScienceDirect. The keywords were preterm infant, nesting, and sleep were searched for original studies. The articles reviewed were indexed article in Scopus and published during period 2010 to 2020. It found 7 articles that related specifically to effect of nesting on sleep quality and period’s preterm infants. The implementation of nesting as developmental care strategy can be combined with other intervention methods such as nesting-swaddling, nesting-variation of positioning, and the use of new nest model. Nesting methods affect the duration of sleep in the active sleep, quiet sleep, and the transitional sleep status. Applying nesting as a developmental care is able to increase duration of sleep on active sleep, quiet sleep, and transitional sleep status. Bayi prematur adalah faktor utama penyebab peningkatan morbiditas dan mortalitas bayi. Bayiprematur yang menjalani perawatan di NICU biasanya mengalami gangguan dalam memenuhikebutuhan tidur karena berbagai faktor. Sebaliknya, tidur memiliki peran yang penting dalamperkembangan otak bayi sehingga dibutuhkan pengembangan perawatan melalui nesting dalammemenuhi kebutuhan tidur bayi prematur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hasilstudi tentang pemberian nesting terhadap tidur pada bayi prematur yang menjalani perawatan diNICU. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Artikel dikumpulkan dari beberapadatabase seperti Google Scholar, PubMed, JSTOR dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakanadalah preterm infant, nesting, dan sleep dalam artikel dengan penelitian original. Artikel yangdireview adalah terindeks Scopus dan dipublikasi pada rentang tahun 2010-2020. Ditemukan 7artikel yang berhubungan khusus dengan implementasi nesting terhadap kualitas atau periodetidur bayi prematur. Implementasi strategi perkembangan perawatan menggunakan nestingdapat dipadukan dengan metode perawatan lainnya seperti nesting-swaddling, nesting-variasipemberian posisi, dan penggunaan nest model baru. Metode nesting dalam perawatan bayiprematur meningkatkan durasi waktu tidur pada tahap tidur aktif, tahap tidur tenang, dan tahaptransisi

    Analisis Faktor Penyebab Ide Bunuh Diri pada Remaja: Literatur Review

    No full text
    Suicide is cause of death in 15 -29 years age group number second  in 2014. This study aims to explain related to internal and eksternal factors and suicide idea among adolescent. Study literature review was used in this study with sample adolescent age 10 – 19 years conducted three electronic databases (Scopus, Science Direct and ProQuest) which published between January 2015 - September 2020. Analysis of selected journals used prisma check list by assessing a suitable journal. with the aim of review literature topics ranging from title, abstract, background, research methods, research results.  Journal quality was assessed by 3 researchers using critical appraisal checklist from The Joanna Briggs Institute and process selection a literature using The Center for Review and Dissemination. Internal factors cause suicidal ideation are biological, demographics, psychological, deviant behavior, and lifestyle. External factors cause suicidal ideation are negative life experiences, family, economic, friendship, technology and education. We found that peer support, good relationships with classmates and teachers, physical activity, a good diet and positive religious coping were protective factors against suicidal ideation. Internal factors such as history of previous suicide, depression, anxiety and external factors such as adequate food intake, history of suicide in family are variables that have highest potential to cause suicidal ideation.Bunuh diri merupakan penyebab kematian kedua pada kelompok usia 15 - 29 tahun pada tahun 2014. Studi ini menjelaskan faktor internal dan eksternal penyebab ide bunuh diri remaja. Studi literature review  digunakan dalam penelitian ini dengan sampel remaja usia 10 – 19 tahun menggunakan tiga database elektronik yaitu Scopus, Science Direct dan ProQuest yang dipublikasikan antara Januari 2015 sampai dengan September 2020. Analisis jurnal yang terpilih menggunakan prisma check list dengan menilai sebuah jurnal yang sesuai dengan tujuan topik literatur review mulai dari judul, abstrak, latar belakang, metode penelitian, hasil penelitian. Kualitas jurnal dinilai 3 orang peneliti menggunakan checklist critical appraisal dari The Joanna Briggs Institute dan proses seleksi literature menggunakan The Centre for Review and Dissemination. Faktor internal penyebab ide bunuh diri adalah biologis, demografi, psikologis, perilaku menyimpang, gaya hidup. Faktor eksternal penyebab ide bunuh diri adalah pengalaman hidup negatif, keluarga, ekonomi, pertemanan, teknologi dan pendidikan. Kami menemukan bahwa dukungan teman, hubungan remaja dengan teman dan guru yang baik, aktivitas fisik, pola makan yang baik dan koping keagamaan yang positif merupakan faktor pelindung dari ide bunuh diri. Faktor internal seperti riwayat bunuh diri sebelumnya, depresi, ansietas dan faktor ekternal  seperti kecukupan makan, riwayat bunuh diri keluarga merupakan variabel yang berpotensi tertinggi menjadi penyebab ide bunuh diri

    Descriptive Study: Psychosocial Conditions of Nurses Handling Patients with Covid 19

    No full text
    The COVID 19  pandemic has an impact on all aspects of life, including nurses in hospitals who treat COVID 19  patients. The impact of COVID 19  is not only on the physical aspect but also on psychosocial problems. The psychosocial impact of COVID 19  on nurses is due to the risk of being infected and the perception that they can infect other people, the use of PPE, stigma in society, and changes to health protocol guidelines. This study used a descriptive technique with a total sampling of 31 nurses. The questionnaire used is the SRQ-29. The results of this study indicate that the mental emotional conditions of the nurses who handled the suspected COVID 19  and COVID 19  confirmation patients were mostly in good health or did not experience symptoms of mental emotional disorders amount  29 nurses (93.55%). In the questionnaire related to the use of psychoactive substances, most nurses did not use psychoactive substances, amount 31 nurses (100%). On the questionnaire related to psychotic symptoms, most of them did not experience psychotic symptoms amount 31 nurses (100%). In the PTSD symptom questionnaire, most of them did not experience PTSD symptoms, amount 22 nursesc (71.97%)

    Kecemasan Ibu Hamil Trimester IIII di Masa Pandemi Covid 19 dalam Menghadapi Persalinan

    No full text
    Wabah Virus Covid-19 sangat berdampak pada permasalahan psikologis ibu hamil seperti kesehatan ibu selama hamil dan keselamatan janin selama di dalam kandungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan ibu hamil trimester ketiga di masa pandemi Covid-19 dalam menghadapi persalinan. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner the perinatal anxiety screening scale (PASS) dengan nilai croancbach alpha sebesar 0,90, 0,89, 0,86, dan 0,87 untuk ke empat indikator kecemasan. Mayoritas ibu hamil trimester ketiga mengalami cemas ringan-sedang sebanyak 20 responden (60,6%), cemas berat sebanyak 11 responden (33,3%) dan tidak mengalami cemas sebanyak 2 orang (6,1%). Kecemasan yang dialami responden disebabkan oleh pengalaman ibu melahirkan sebelumnya, ketakutan ibu terinfeksi dan menginfeksi Covid-19 dan informasi yang diperoleh dari media masa mengenai protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 pada Keluarga dengan Tahap Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah

    No full text
    Corona Virus Disesase (Covid-19) merupakan fenomena yang masih menjadi masalah Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern) sampai tahun 2021 di berbagai Negara di Dunia. Kabupaten Kebumen merupakan salah satu Kabupaten di Wilayah Jawa Tengah dengan kasus Covid-19 yang cukup tinggi dimana pada tanggal 03 Juni 2021 dilaporkan sebanyak 75 (0,9%) terkonfirmasi positif dan meninggal sebanyak pasien meninggal 338 (4,3%).  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada keluarga dengan tahap perkembangan anak usia pra sekolah di Wilayah Puskesmas Sempor I, Kabupaten Kebumen. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 30 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil menunjukan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan protokol pencegahan Covid-19 antara lain faktor umur dengan nilai p 0,002, pendidikan dengan nilai p 0,008, pengetahuan dengan nilai p sebesar 0,017. Faktor pekerjaan dengan nilai p sebesar 0.466 dan faktor jenis kelamin dengan nilai p sebesar 1.000 (p > 0,05) artinya tidak ada pengaruh terhadap kepatuhan protokol pencegahan Covid-19 pada keluarga dengan tahap perkembangan anak usia pra sekolah di Wilayah Puskesmas Sempor I, Kabupaten Kebumen. Kesimpulan penelitian ini faktor paling dominan yang mempengaruhi kepatuhan pada keluarga dengan tahap perkembangan anak usia pra sekolah di Wilayah Puskesmas Sempor I, Kabupaten Kebumen adalah faktor pengetahuan

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇