Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Timbang Terima

    No full text
    Timbang terima adalah proses penyampaian informasi pada saat pergantian shift perawat. Ketidakakuratan informasi yang disajikan selama proses timbang terima menyebabkan hampir 70% kejadian sentinel di rumah sakit. Faktor pengetahuan, motivasi, supervisi, fasilitas dan waktu pelaksanaan dapat mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan timbang terima. Desain penelitian adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden berjumlah 39 perawat penanggung jawab perawat shift dan ketua tim yang diperoleh melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,721), motivasi (p= 0,369) dan fasilitas (p= 0,617) dengan pelaksanaan serah terima di RSD Idaman Kota Banjarbaru, dan ada hubungan antara supervisi dengan pelaksanaan dari serah terima (p= 0,023)

    Upaya Pengembangan Sumber Daya Keperawatan melalui CPD (Continuing Professional Development)

    No full text
    Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memberikan asuhan keperawatan selama 24 jam setiap hari kepada pasien dan keluarga, sehingga pelayanan keperawatan merupakan inti dalam pelayanan kesehatan. Upaya pengembangan sumber daya keperawatan berkelanjutan perlu dilakukan untuk menjaga kualitas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. CPD merupakan salah satu upaya pengembangan staf yang dapat meningkatkan kepuasan staf dalam bekerja, sehingga mencegah burn out dan turn over. Penting bagi manajer mengetahui cara untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas sumber daya keperawatan. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui upaya pengembangan sumber daya keperawatan melalui CPD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic review menggunakan PRISMA. Hasil studi dari 20 artikel yang dianalisis menunjukkan bahwa CPD merupakan hal yang diperlukan oleh perawat agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. Pelaksanaan CPD juga terbukti dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas sumber daya keperawatan. Maka dalam hal ini manajer keperawatan memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan CPD. Akan tetapi dalam pelaksanaannya CPD tidak hanya menjadi tanggung jawab seorang manajer, tetapi juga menjadi tanggung jawab seorang perawat

    PENGARUH TERAPI BEKAM KERING KOMBINASI AKUPRESSURE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI PRIMER

    No full text
    Latar Belakang: hipertensi adalah salah satu penyakit silent killer yang banyak dijumpai di Indonesia dan menduduki urutan keenam dari 12 penyakit tidak menular. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Komplikasi penyakit hipertensi sangat berpengaruh terhadap penyakit kardiovaskuler dimana, 45% kematian disebabkan karena penyakit jantung dan 51% karena stroke. Bekam kering dan akupresur merupakan bagian dari terapi komplementer.  Bekam kering adalah tindakan non invasif, menggunakan cupping pada titik-titik meridian, berfungsi memperbaiki mikrosirkulasi pembuluh darah. Akupresur adalah rangsangan pada titik-titik saraf tubuh. Terapi bekam kering cocok dikombinasikan dengan akupresur, karena pada penderita hipertensi selain gangguan sirkulasi juga sering ditandai sakit kepala, sehingga bisa diatasi dengan pijat akupresur titik meridian GV 20 baihui yang efektif untuk mengurangi nyeri. Tujuaan penelitian: mengetahui adanya pengaruh terapi bekam kering kombinasi akupresur terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi primer. Studi ini adalah Quasi Eksperimen dengan bentuk rancangan pre-post test with control group design. Jumlah sampel 30 pasien hipertensi primer yang diambil dengan purposive sampling. Data diukur dengan tensi digital merk onemed. Analisis data menggunakan independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan antara tekanan darah sistole pada kelompok intervensi setelah diberikan bekam kering kombinasi akupressure dengan kelompok kontrol dengan p.value 0,007<0,05. Serta ada pengaruh signifikan antara  tekanan  darah  diastole pada kelompok intervensi setelah diberikan bekam kering kombinasi akupresur dengan kelompok kontrol dengan p value 0,000<0,05. Terapi bekam kering kombinasi akupresur direkomendasi sebagai terapi alternatif atau terapi penunjang dalam perawatan pasien hipertensi primer.Latar Belakang: hipertensi adalah salah satu penyakit silent killer yang banyak dijumpai di Indonesia dan menduduki urutan keenam dari 12 penyakit tidak menular. Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah di atas 140/90 mmHg. Komplikasi penyakit hipertensi sangat berpengaruh terhadap penyakit kardiovaskuler dimana, 45% kematian disebabkan karena penyakit jantung dan 51% karena stroke. Bekam kering dan akupresur merupakan bagian dari terapi komplementer.  Bekam kering adalah tindakan non invasif, menggunakan cupping pada titik-titik meridian, berfungsi memperbaiki mikrosirkulasi pembuluh darah. Akupresur adalah rangsangan pada titik-titik saraf tubuh. Terapi bekam kering cocok dikombinasikan dengan akupresur, karena pada penderita hipertensi selain gangguan sirkulasi juga sering ditandai sakit kepala, sehingga bisa diatasi dengan pijat akupresur titik meridian GV 20 baihui yang efektif untuk mengurangi nyeri. Tujuaan penelitian: mengetahui adanya pengaruh terapi bekam kering kombinasi akupresur terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi primer. Studi ini adalah Quasi Eksperimen dengan bentuk rancangan pre-post test with control group design. Jumlah sampel 30 pasien hipertensi primer yang diambil dengan purposive sampling. Data diukur dengan tensi digital merk onemed. Analisis data menggunakan independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh signifikan antara tekanan darah sistole pada kelompok intervensi setelah diberikan bekam kering kombinasi akupressure dengan kelompok kontrol dengan p.value 0,007<0,05. Serta ada pengaruh signifikan antara  tekanan  darah  diastole pada kelompok intervensi setelah diberikan bekam kering kombinasi akupresur dengan kelompok kontrol dengan p value 0,000<0,05. Terapi bekam kering kombinasi akupresur direkomendasi sebagai terapi alternatif atau terapi penunjang dalam perawatan pasien hipertensi primer

    THE USE OF COMPLEMENTARY THERAPIES IN CHILDREN AND ADOLESCENTS WITH CANCER : A LITERATURE REVIEW

    No full text
    Children and adolescents with cancer can experience unpleasant experiences, such as pain, anxiety, fatigue, sleep disturbances, balance disorders, and even mental, behavioral, and emotional disturbances. These negative experiences lead to decrease in quality of life. A recent research indicates that complement therapies can reduce the terrible effects of cancer. So this literature study aimed to identify the use of complementary therapies in children and adolescents with cancer. This study was a literature review that begins with a search for articles on digital databases, Science Direct and Google Scholar, using the keyword "complementary therapy AND cancer AND adolescents". The inclusion criteria in this study were articles published in 2010-2020, full text, research results, in English, and contained about the use of complementary therapies in children and adolescents (0-18 years) with cancer. Total of 12 articles were analyzed in this literature study. The results of this study showed there are four groups of complementary therapies for children and adolescents with cancer. Complementary and alternative medicine in general, cutaneous stimulation (massage therapy and acupressure), art therapy (group art therapy and creative art therapy), as well as body and mind therapy (eurythmy therapy and yoga), have both physiological and psychological effects. These four therapeutic groups can elicit physiological and psychological responses in children and adolescents with cancer. Patients can feel a reduction in the discomfort. Based on the results of this literature review, nurses and patients\u27 families are expected to provide complementary therapies in the care of children and adolescents with cancer

    stroke Terapi Tradisional Pada Pasien Pasca Stroke di Kota Gunungsitoli, Nias: Studi Fenomena: Terapi Tradisional Pada Pasien Pasca Stroke di Kota Gunungsitoli, Nias: Studi Fenomena

    No full text
    Stroke disease has become one of the highest death rate causes either in Indonesia or globally. Stroke has an impact on the decreasing physical health, psychosocial, and also degradation of cognitive functions. The post-stroke patient needs pharmacology and non-pharmacology treatment to increase their life. One of the efforts conducted by post-stroke patients is by applying alternative medicine to fasten the healing process. The traditional medicine used by post-stroke patients in Nias Regency is the legacy of the Nias Tribes culture. This research objective is to describe some  traditionals therapy for the post-stroke patient. The research design used in this study was a qualitative descriptive research design. We selected ten participants using purposive sampling. The data collection was carried out using in-depth interviews. The interview was recorded and transcribed. The data were analyzed using Colaizzi appouch, which consisted of seven stages. The results of data analysis generated three themes, namely,1) the type of traditional therapy used; 2) the benefit they felt in using traditional therapy, and 3) family support in employing traditional therapy. Post-stroke patients attain the benefit of traditional medicine aside from medical treatment.Penyakit stroke masih menjadi salah satu penyebab angka kematian tertinggi baik di dunia maupun di Indonesia. Stroke berdampak kepada penurunan kesehatan fisik, psikososial dan juga penurunan fungsi kognitif.Pasien pasca stroke membutuhkan pengobatan farmakologi dan nonfarmakologi untuk meningkatkan kualitas hidup. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pasien pasca stroke adalah menggunakan pengobatan alternative untuk mempecepat proses penyembuhan. Pengobatan tradisional yang digunakan oleh pasien pasca stoke di Kabupaten Nias merupakan warisan budaya Suku Nias. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi terapi tradisional pada pasien pasca stroke.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Sebanyak 10 partisipan diseleksi dengan menggunakan teknik purposive sampling.Pengumpulandata dilakukan dengan wawancara mendalam (In-depth Interviews). Hasil wawancara direkam dan ditranskripkan. Data dianalisa dengan menggunakan Colaizzi yang terdri dari 7 tahapan.Hasil analisa data menghasilkan 3 tema yatu: 1) Jenis terapi tradisional yang digunakan ,2) manfaat yang dirasakan menggunakan terapi tradisional , dan 3) dukungan keluarga menggunakan terapi tradisional. Pasien pasca stroke mendapatkan manfaat dari pengobatan tradisional selain pengobatan medis. &nbsp

    Terapi Relaksasi Otot Progresif sebagai Upaya dalam Menurunkan Ansietas pada Penyakit Fisik

    No full text
    Anxiety is often experienced by many people in their daily life. According to data of WHO, there are about 35 million people affected by depression, 60 million people with bipolar disorder, 21 million affected by schizophrenia, and 47.5 million affected by dementia. Meanwhile in Indonesia, the prevalence of people with mental emotional disturbance with symptomps of depression and anxiety aged 15 years or over reaches 9.8% of the Indonesian population, and the prevalence of mental disorders reaches 7 per mil. One of the non-pharmacological therapies that can help to reduce anxiety is the Progressive Muscle Relaxation therapy. This study aims to determine the effect of Progressive Muscle Relaxation therapy on reducing anxiety. The method of writing this article uses Systematic review through article searching process  on electronic databases (Science Direct, ProQuest, Scopus, and Google Scholar). This review uses keywords namely  "Psychotherapy" AND "Progressive Muscle Relaxation" AND "Anxiety" based on the PRISMA chart. The analysis was carried out on 12 rele.vant articles published in 2015-2020. Based on the results of the analysis, it was found that Progressive Muscle Relaxation Therapy is a psychotherapy that can be used effectively to reduce anxiety that can be done without spending money and can be done with flexible time.Ansietas sering dialami oleh banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Menurut data WHO, terdapat sekitar 35 juta orang mengalami depresi, 60 juta orang mengalami bipolar, 21 juta mengalami skizofrenia, serta 47,5 juta mengalami dimensia. Sementara di Indonesia, prevalensi penderita gangguan mental emosional dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan yang berusia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 9,8% dari penduduk Indonesia, dan prevalensi gangguan jiwa mencapai 7 permil. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat membantu menurunkan perasaan cemas/ansietas yaitu terapi relaksasi otot progresif. Studi ini bertujuan untuk meninjau pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kecemasan atau ansietas. Metode penulisan artikel ini menggunakan Systematic review melalui proses pencarian artikel pada databased elektronik (Science Direct, ProQuest, Scopus, dan Google Scholar). Review ini menggunakan kata kunci yaitu “Psychotherapyâ€AND “Progressive Muscle Relaxation†AND “Anxiety†dengan berpedoman pada bagan PRISMA. Analisis dilakukan pada 12 artikel yang relevan yang diterbitkan pada tahun 2015-2020. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa Terapi Relaksasi Otot Progresif merupakan psikoterapi yang dapat digunakan secara efektif untuk menurunkan ansietas yang dapat dilakukan tanpa mengeluarkan biaya serta dapat dilakukan dengan waktu yang fleksibel. Â

    Penurunan Tingkat Kecemasan melalui Breathing Exercise

    No full text
    Pasien yang akan mengalami operasi umumnya disertai gangguan kecemasan. Akibat dari gangguan kecemasan yang dialami oleh pasien pre operasi  ada kemungkinan operasi tidak dapat dilaksanakan karena akan muncul gejala peningkatan tekanan darah. Jika hal ini tetap dilaksanakan dapat mengakibatkan kesulitan menghentikan perdarahan. Breathing exercise adalah salah satu terapi non-farmakologi dalam mengatasi kecemasan yang dapat merangsang saraf vagus guna mengurangi hormon kortisol yang merupakan hormon penyebab kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh breathing exercise terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di Ruang Dahlia RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperiment,  dengan pendekatan one  group  pre  test-post test  design, teknik sampling yang digunakan adalah  consecutive sampling, dengan sampel 27 responden dan diuji dengan teknik statistik wilcoxon. Tahap pengumpulan data dimulai dari tahap pertama yaitu  penyebaran kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) pada pasien preoperasi untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan, tahap kedua yaitu pemberian intervensi breathing exercise pada pasien yang mengalami kecemasan dan tahap terakhir dilakukan evaluasi kembali dengan penyebaran kuesioner tingkat kecemasan. Hasil analisis dengan mengunakan uji statistik wilcoxon didapatkan p-value ,000 < dari 0,05 yang artinya Ha diterima yaitu ada pengaruh breathing exercise terhadap penurunan tingkat kecemasan

    Konseling Eye Movement Desensitization and Reprocessing dalam Mengatasi Post Taumatic Stress Disorder

    No full text
    Traumatic events are not impossible things in every human life. However, everyone has different coping in dealing with these situations. For some people who experience traumatic events and are unable to cope with the anxiety that arises, they will experience Post Traumatic Stress Desorder (PTSD). The effects of PTSD range from anxiety, insomnia, being unable to forget events, nightmares, and even suicide. This study aims to review counseling that can overcome PTSD problems, namely Eye Movement Desentization and Reprocessing (EMDR). This study uses a recent literature review of several articles on EMDR. Based on the review of the articles conducted, there are several important points, namely (1) the concept of EMDR in the application to overcome PTSD and (2) what are the implications of EMDR for overcoming PTSD. EMDR is one technique that is considered effective in overcoming PTSD problems. Concepts and procedures are discussed.Kejadian traumatis bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi dalam setiap kehidupan manusia. Namun setiap orang memiliki coping yang berbeda dalam menghadapi situasi tersebut. Bagi beberapa orang yang mengalami kejadian traumatis dan tidak mampu mengatasi kecemasan yang muncul, maka akan mengalami Post Traumatic Stress Desorder (PTSD). Dampak yang ditimbulkan dari PTSD beragam mulai kecemasan, insomnia, tidak dapat melupakan kejadian, mimpi buruk, bahkan bunuh diri. Studi ini bertujuan untuk mengulas konseling yang dapat mengatasi masalah PTSD yakni Eye Movement desentisization and Reprocessing (EMDR). Tudi ini menggunakan literature rivew dari beberapa artikel tentang EMDR. Berdasarkan telaah artikel yang dilakukan terdapat beberapa poin penting yakni (1) konsep EMDR dalam aplikasi mengatasi PTSD dan (2) bagaimana implikasi EMDR untuk mengatasi PTSD. EMDR merupakan satu dari banyak teknik yang dianggap manjur dalam menangani masalah PTSD. Konsep dan prosedur dibahas

    Efektifitas Spiritual Emotional Freedom Technique Kombinasi Dzikir terhadap Penurunan Kejadian Insomnia pada Lanjut Usia

    No full text
    The National Sleep Foundation America reports that 80% of erderly have trouble sleeping. Meeting the need for sleep rest in the elderly can be improved by teaching stimulating ways to motivate sleep. Spiritual Emotional Freedom Technique combined with dhikr therapy can calm the heart and can provide purity. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Spiritual Emotional Freedom Technique combination of dzikir to reduce the incidence of insomnia in the elderly. The design used in this study was a pre-experimental design with one group pre-test-posttest design approach. The sample in this study amounted to 64 people using the total sampling technique. The independent variable is the Spiritual Emotional Freedom Technique Combination of Dhikr and the dependent variable is the decrease in the incidence of insomnia. The research instrument used a checklist observation sheet using construct validity and then analyzed using the Mc Nemar test.  Based on the results of the Mc test. The Nemar test with a level of error (α) = 0.05 obtained a value of p = 0.000 (p <α), which means that there is a significant effect of the application of the Spiritual Emotional Freedom Technique Combination of Dzikir on the decrease in the incidence of insomnia in the elderly.National Sleep Foundation America melaporakan bahwa 80% lanjut usia mengalami masalah tidur. Pemenuhan kebutuhan istirahat tidur pada lansia dapat ditingkatkan dengan mengajarkan cara-cara yang dapat menstimulus untuk memotivasi tidur. tehnik Spiritual Emotional Freedom Technique yang dikombinasikan dengan Dzikir terapi dapat menenangkan hati dan dapat memberikan rasa keikhlasalan.  Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Spiritual Emotional Freedom Technique Kombinasi Dzikir terapi terhadap  Penurunan Kejadian Insomnia pada  lansia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain pra-ekperimental dengan pendekatan one group pretest- posttest design.  Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 orang dengan menggunakan teknik sampel Total Sampling. Variabel independen adalah Spiritual Emotional Freedom Technique Kombinasi Dzikir dan Variabel dependen  adalah penurunan kejadian insomnia. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi checklist dengan menggunakan validitas contruct kemudian dianalisa menggunakan uji Mc Nemar.  Berdasarkan    hasil uji Mc. Nemar test dengan taraf kesalahan (α)=0,05 diperoleh nilai p=0,000 (p<α) yang berarti ada pengaruh yang signifikan penerapan Spiritual Emotional Freedom Technique Kombinasi Dzikir terhadap penurunan kejadian insomnia pada lansia

    Pengaruh Edukasi Berbasis Whatsapp terhadap Self Awareness Remaja untuk Penerapan Pencegahan Penularan Covid-19

    No full text
    Kasus pandemi covid-19 terus meningkat di Indonesia karena kurangnya penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan penularan covid-19. Remaja kelompok usia yang masih belum memiliki sadar diri (self awareness) dalam pencegahan penularan covid-19 dengan berkumpul dengan teman  di tempat makan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh edukasi berbasis whatsapp terhadap self awareness remaja dalam pencegahan penularan covid-19. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan sampel 28 anak remaja sekolah SMAS PSM Bukitinggi dan menggunakan kuesioner yang sama untuk sebelum dan setelah intervensi. Penelitian ini dilakukan uji reabilitas dengan hasil 0.78. Kemudian dilakukan uji analisis statistik dengan menggunakan uji wilcoxon. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh edukasi berbasis whatsapp terhadap self awareness remaja dalam pencegahan dan penularan covid-19. Hal ini di gambarkan dengan terdapat peningkatan rata-rata self awareness remaja sebelum dan setelah dilakukan intervensi edukasi berbasis whatsapp

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇