Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    THE CORELLATIONS DEPRESSION AND SLEEP QUALITY AMONG PEOPLE LIVING WITH HIV-AIDS IN A HOSPITAL

    No full text
    HIV/AIDS merupakan penyakit yang mengancam nyawa dibanyak negara. Masalah psikologis bagi penderita karena stigma sosial yang diskriminatif menyebabkan stress fisik, psikologis dan sosial bagi ODHA. Stress berkepanjangan menyebabkan depresi. Depresi dapat menurunkan sistem imunitas dan salah satu faktor psikologis yang menyebabkan gangguan frekuensi pada tidur seseorang. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan depresi dengan kualitas tidur pada ODHA di RSUD Dr Soedirman Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan metode cross sectional. Pada 80 responden ODHA di RSUD Dr Soedirman Kebumen. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Instrumen penelitian dengan kuesioner Beck Depression Inventory dan kuesioner Pitzburgh Sleep Quality Index, Analisis data dengan Sperman rank. Hasil Penelitian menunjukkan dari 80 responden sebanyak 47 orang (59,8%) laki-laki, 39 orang (48,8%) berumur 26-35 tahun, 42 orang (52,5%) lulusan SMA dan 25 orang (31,3%) bekerja sebagai swasta. Responden paling banyak mengalami depresi sedang sebanyak 22 orang (27,5%) dengan kualitas tidur buruk sebanyak 48 orang (60,0%). Hasil analisis menggunakan uji spearman rank menunjukkan ada hubungan antara depresi dengan kualitas tidur didapatkan nilai p value=0,030<0,05.Introductions: HIV / AIDS is a life-threatening disease in many countries. Psychological problem for sufferers because of discriminatory social stigma causes physical, psychological and social stress. Prolonged stress causes depression. Depression can reduce the immune system and one of the psychological factors that cause interference with quality in one\u27s sleep. Objective: to analyze the correlation between depression and sleep quality in people living with HIV/AIDS (PLWHA) in Dr Soedirman Hospital Kebumen. Method: This research is descriptive correlational research with cross sectional method. In 80 respondents People with HIV-AIDS  in Dr Soedirman Kebumen Hospital. The sampling technique was accidental sampling. Research instruments using the Beck Depression Inventory questionnaire and the Pitzburgh Sleep Quality Index questionnaire. Data analyzed using the Spearman rank test. Results: Showing 80 respondents 47 (58,8%) male, 39 (48.8%) aged 26-35 years, 42 people (52.5%) high school graduates and 25 people (31.3%) work as a private. Respondents most experienced moderate depression as many as 22 people (27.5%) with poor sleep quality as many as 48 people (60.0%). The results of the analysis using the Spearman rank test showed that there was a relationship between depression and sleep quality, obtained with p value = 0.030 <0.05. Conclusion: The results of analysis this study indicate a relationship of depression and sleep quality in people with HIV-AID  in Hospital Recommendation: The results of the study can be a basic data and reference for other researchers in providing nursing actions to people live with HIV-AIDS for overcome depression and sleep quality

    THE EFFECT OF LOW IMPACT AEROBIC EXERCISE WITH ONLINE SIMULATION METHOD APPROACH TO REDUCING BLOOD GLUCOSE LEVELS IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS

    No full text
    Diabetes mellitus tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian dini. Olahraga merupakan stimulan tertinggi dalam penyerapan glukosa  melalui pengangkutan protein otot rangka. Oleh sebab itu, efek latihan atau olahraga pada otot rangka mungkin memiliki peran dalam pengelolaan pasien dengan diabetes tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam aerobik low impact dengan bimbingan secara daring terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental dengan desain one grup pre-post-test design. Tujuh belas pasien diabetes melitus yang direkrut dengan teknik consecutive sampling dari puskesmas Tanjung Kabupaten Lombok Barat dengan rentang usia 20 sampai >65 tahun dan didiagnosis dengan DM tipe 2. Seluruh responden mengikuti intervensi 150 menit setiap hari dengan protokol pelatihan yang dilakukan 3 kali seminggu selama delapan minggu, sehingga total 24 sesi latihan. Analisis wilcoxon test  menemukan sebanyak 12 responden mengalami penurunan kadar glukosa darah pasca latihan senam aerobic. Nilai signifikansi adalah 0.002<p-value 0.05 artinya bahwa terdapat perbedaan kadar glukosa darah pasca latihan senam aerobik.Type 2 diabetes mellitus can cause blindness, kidney failure, heart attack, stroke and lower limb amputation and premature death. Exercise is the highest stimulant in glucose absorption through transport of skeletal muscle protein. Therefore, the effect of exercise or exercise on skeletal muscle may have a role in the management of patients with type 2 diabetes. This study aimed to investigate the effectiveness of low impact aerobic exercise with online guidance on the blood glucose levels of patients with type 2 diabetes. experimental design with one group pre-post test design. Seventeen patients with diabetes mellitus were recruited using a consecutive sampling technique from the Tanjung Barat Public Health Center, Lombok Barat Regency with an age range of 20 to >65 years and diagnosed with type 2 diabetes. week, for a total of 24 training sessions. Analysis of the data used was the Wilcoxon test. Based on the Wilcoxon test results, it was found that as many as 12 respondents experienced a decrease in blood glucose levels and 5 respondents did not have differences in blood glucose levels after aerobic exercise. The significance value is 0.002 <p-value 0.05, which means that there are differences in blood glucose levels after aerobic exercise

    Keterbatasan APD terhadap Kesiapan Mental Perawat dalam Merawat Pasien Covid-19

    No full text
    Manfaat APD bagi tenaga medis untuk mencegah penularan Covid-19 saat menangani pasien yang terinfeksi. Covid-19 dapat menularkan ke orang lain bila tidak memakai alat perlindungan diri, sehingga para tenaga medis disarankan memakai APD guna melindungi dirinya saat melaksanakan tugasnya. Untuk mencegah penularan Covid-19, maka tenaga kesehatan diwajibkan untuk memakai alat perlindungan diri yang sudah terstandar saat merawat pasien yang tertular virus corona. Di rumah sakit umum didapatkan bahwasanya APD yang disediakan sudah lengkap namun perawat masih kurang siap melakukan pekerjaannya karena merasa cemas dan takut tertular virus corona. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterbatasan APD terhadap kesiapan mental perawat dalam merawat pasien Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain survey deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja merawat pasien Covid-19 dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Sehingga keseluruhan sampel berjumlah 50 orang. Penelitian ini menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian terdapat sebanyak 25 (50%) kategori tersedia lengkap APD dan kesiapan mental responden sebanyak 25 orang (50%) responden kurang siap, dengan nilai p= 0,005 ; p<0,05. Kesimpulannya, ada pengaruh antara keterbatasan APD dengan kesiapan mental perawat dalam merawat pasien covid 19

    Pengembangan Teknologi Smart Hospital Bed dalam Mengatasi Stres Akibat Covid-19

    No full text
    Adanya konfirmasi pandemi Covid-19 oleh WHO mengakibatkan banyak aspek dalam kehidupan yang terdampak. Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan adalah kesehatan mental. Tujuan dari pengembangan teknologi Smart Hospital Bed dalam mengatasi stres akibat Covid-19 ini adalah untuk membuat rancang bangun, prototipe, cara kerja, dan cara pemakaian teknologi Smart Hospital Bed  beserta aplikasi SMOOTH. Perancangan dan pembuatan alat dilaksanakan secara blended yaitu secara daring dan luring mulai dari bulan Juni sampai dengan bulan September. Dalam tahapan pelaksanaan terdiri dari tiga bagian yang terdiri dari Pembuatan Desain Sistem Instrumentasi dan Prosedur Kerja, dan Perancangan Prototipe. Hasil yang didapatkan adalah rancangan prototipe Smart Hospital Bed yang memiliki 6 komponen dimana 3 komponen merupakan komponen pendeteksi dan 3 komponen lainnya adalah komponen yang melakukan intervensi. Komponen pendeteksi seperti; sensor pulse heart rate, sensor DS18B20, dan sensor MPX5050. Komponen yang akan melakukan intervensi adalah kipas aromaterapi, speaker untuk terapi musik, dan pemijat atau massager

    Pengaruh Terapi Bermain Game Online terhadap Tingkat Stres Anak Usia Sekolah Dimasa Pandemi Covid-19

    No full text
    Pendemi covid 19 memberikan dampak pada proses pembelajaran, efek yang timbul diantaranya adalah stress anak usia sekolah dikarenakan adanya beban akademik selama pembelajaran daring, perlu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, terapi dengan berbasis teknologi memberikan alternatif kegiatan bermain dimasa pandemic untuk mengurangi stress. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian terapi bermain terhadap tingkat stress anak. Metode yang digunakan Metode yang digunakan adalah metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kwantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen pre dan post test. Penelitian ini dilakukan pada 12 responden anak usia sekolah yang mengalami stress akibat dari dampak pembelajaran daring selama pandemic covid-19. Hasil yang didpatkan adalah ada pengaruh signifikan antra pemberian tera[pi bermain berbasis teknologi dengan tingkat stress anak

    Kecemasan dan Kepatuhan Remaja Putri Menghadapi Kebiasaan Baru pada Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Wabah pandemi COVID-19 tidak hanya mengancam kesehatan fisik, akan tetapi juga kesehatan psikologis masyarakat. Efek psikologis yang ditimbulkan dapat berdampak ringan hingga berat. Remaja memiliki usia yang masih labil, sehingga psikologisnya mudah terguncang, mengalami kecemasan berlebih dan ketakutan akan tertular virus. Cemas pada remaja merupakan reaksi yang wajar di masa pandemi COVID-19 ini. Namun, apabila berlangsung berlarut-larut, dapat menyebabkan gangguan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 60 responden remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kecemasan dan kepatuhan remaja putri terhadap kebiasaan baru pada masa pandemi COVID-19 di desa Sendangkulon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden terbanyak merupakan remaja dengan tingkat kecemasan ringan (78,3%), diikuti remaja dengan tingkat kecemasan sedang (21,7%). Kepatuhan remaja putri terhadap kebiasaan baru di masa New Normal diperoleh data patuh (71,7%) dan  tidak patuh (28,3%)

    Terapi Suportif Berpengaruh terhadap Keputusasaan dan Perilaku Stroke Survivor

    No full text
    Stroke merupakan penyakit tidak menular tertinggi di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai disfungsi dan dapat menyebabkan disabilitas. Disabilitas ini menimbulkan dampak psikososial bagi klien antara lain keputusasaan dan depresi.  Klien paska stroke atau stroke survivor yang mempunyai sakit berlangsung lama, harga dirinya rendah, akan dapat berlanjut ke kondisi keputusasaan, depresi bahkan tindakan suicide. Terapi suportif termasuk salah satu model psikoterapi yang digunakan di masyarakat dan di Rumah sakit untuk memberikan motivasi dan perubahan perilaku individu termasuk keputusaaan klien stroke survivor. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi suportif  terhadap keputusasaan dan perilaku stroke survivor. Metode penelitian ini adalah Quasi experimental pre-post test with kontrol group. Sampel adalah 56 stroke survivor diambil menggunakan purposive sampling kemudian dikelompokan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi(n=29) dan kelompok kontrol (n=29). Hasil analisa penelitian ini ada pengaruh terapi suportif terhadap keputusasaan stroke survivor dengan nilai p value 0,000 dan tidak ada pengaruh terapi suportif terhadap perilaku dengan p value 0,09. Sumber koping yang menjadi pilihan utama stroke survivor pada saat kondisi keputusasaan adalah dukungan keluarga dalam hal ini keluarga inti yaitu istri, suami atau anak-anaknya

    PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA ONLINE TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN KANKER SERVIKS PADA WUS DI SIKKA

    No full text
    Background: Reproductive health problems faced by women today are increasing infections in the reproductive organs, which in turn lead to cancer, one of that is cervical cancer. Lack of awareness to prevent cervical cancer is one of the problems that often occur in the health of Fertile Age Women. The effort that needs to be done to prevent cervical cancer is by providing health education through online media, to increase the knowledge and behavior of Fertile Age Women in preventing cervical cancer. The purpose of this research is to determine the effect of health education on early detection of cervical cancer through online media on the knowledge and behavior of Fertile Age Women in cervical cancer prevention in Nanga Public Health Center of Sikka Regency. Method of this research used a pre-experimental design with one group pre-test post-test design method, using a consecutive sampling technique, with as many as 199 respondents. The data collection tool used a questionnaire. Data were analyzed through the Wilcoxon Signed Rank Test with SPSS for windows version 20. Results of this research indicated that there was a very significant effect on the provision of health education through online media on early detection of cervical cancer on knowledge and behavior of cervical cancer prevention of Fertile Age Women in Nanga Public Health Center of Sikka Regency with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Providing health education on early detection of cervical cancer with online media can increase knowledge and behavior of cervical cancer prevention of Fertile Age Women. It is hoped that the public health center will provide health education with online media, to support the prevention of covid-19 transmission and to increase the knowledge and behavior of Fertile Age Women in cervical cancer prevention

    GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI MASA PANDEMIC COVID-19

    No full text
    Pandemi Covid -19 merupakan bentuk kasus baru di dunia kesehatan yang mempunyai beragam dampak, baik biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Kondisi seperti ini harus benar-benar diwaspadai terutama pada usia rentan dan resiko yaitu salah satunya usia lansia. Depresi pada lansia merupakan gangguan psikiatri dan merupakan masalah kesehatan mental yang sering terjadi dikalangan lanjut usia. Prevalensi depresi didunia sekitar 8-15%. Hasil survey dari berbagai negara di dunia diperoleh prevalensi rata- rata depresi pada lansia adalah 13,5 % dengan perbandingan wanita:pria 14,1: 8,6 dimana wanita dua kali lebih banyak daripada pria. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran tingkat depresi pada lansia di Masa Pandemic Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain deskriptif cross sectional dengan teknik consecutive sampling yang bertujuan untuk melihat gambaran tingkat depresi lansia menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner Geriatric Depression Scale Short Form (GDS-S). Berdasarkan penelitian didapatkan hasil Umur lansia yang mengalami depresi pada masa Pandemic Covid-19 sebagian besar adalah Usia lanjut (60–74 tahun), jenis kelamin perempuan, status perkawinan lansia sebagian besar  janda, riwayat penyakit lansia sebagian besar  hipertensi, tingkat pendidikan lansia sebagian besar SD. Kesimpulan penelitian gambaran tingkat depresi pada lansia pada masa pandemic covid-19 sebagian besar mengalami depresi ringan. Depression in the elderly is a psychiatric disorder and is a mental health problem that often occurs among the elderly. The prevalence of depression in the world is around 8-15% and survey results from various countries in the world show that the average prevalence of depression in the elderly is 13.5% with the ratio of women: men is 14.1: 8.6 where women are twice as many as men. . This research aimed to determine the level of depression in the elderly during the Covid-19 Pandemic. This type of research used a cross sectional descriptive design with consecutive sampling technique which aims to describe the level of depression in the elderly using a research instrument in the form of a Geriatric Depression Scale Short Form (GDS-S) questionnaire. The result showed Depression during the Covid-19 Pandemic was mostly elderly (60 - 74 years), female sex, most of the elderly marital status was widowed, history of elderly disease was mostly hypertension, education level of the elderly was mostly elementary school. The description of the level of depression in the elderly during the Covid-19 pandemic mostly experienced mild depression. Â

    Penerapan Training Need Analysis dalam Penyusunan Kurikulum Pelatihan Kompetensi Nursing Informatics Kepala Ruangan

    No full text
    Kompetensi Nursing Informatic sangat penting bagi kepala ruangan, dan akan menjadi lebih penting lagi di masa depan sehingga perlu dipertimbangkan adanya perencanaan strategis tentang peningkatan kompetensi manajemen kepala ruangan khususnya dalam kompetensi Nursing Informatics.  Studi ini bertujuan untuk menerapkan Training Needs Analysis (TNA) dalam menyusun kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics kepala ruangan. Studi dilakukan pada bulan September sampai November 2020. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan survei dengan perubahan berencana melalui metode pendekatan action research. Metode pendekatan action research terdiri dari lima tahapan yaitu identifikasi (diagnosis) masalah, analisis, umpan balik, tindakan dan evaluasi. TNA survey menggambarkan 78% kemampuan computer literacy kepala ruangan kurang, 77% kemampuan informatics literacy kepala ruangan kurang, 72% kemampuan informatics management skilss kepala ruangan kurang. Berdasarkan TNA survey tersebut, didapatkan hasil interprestasi level nursing informatics competencies dengan 17 kepala ruangan memiliki skor NIC yang baik dan 58 kepala ruangan  memiliki skor nursing informatics competencies yang kurang.  Kurikulum pelatihan kompetensi kepala ruang adalah acuan dalam perencanaan pelaksanaan pendidikan berkelanjutan kepala ruangan. Pada masa ilmu pengetahuan dan teknologi berubah setiap hari, penting bagi kepala ruangan untuk upgrade dan up-to-date dalam informasi, penyusunan kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics kepala ruang adalah salah satu upaya dalam mewujudkan hal tersebut. TNA dapat diterapkan dalam penyusunan kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics kepala ruangan. TNA memberikan gambaran tentang tingkat kompetensi nursing informatics kepala ruangan sehingga penyusunan kurikulum pelatihan kompetensi nursing informatics didasarkan pada data dan tujuan atas keterbutuhan kompetensi yang perlu ditingkatkan

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇