Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Studi Masalah Psikososial pada Masyarakat Jawa dan Madura

    No full text
    Masalah psikososial terjadi karena adanya stressor. Pandemic covid-19 merupakan salah satu bentuk stressor yang menimbulkan dampak negative terhadap kesehatan fisik dan psikolososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan masalah psikososial masyarakat budaya jawa dan Madura. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif untuk membandingkan 1 atau lebih pada variabel pada sampel yang berbeda. Subjek dalam penelitian ini adalah masayarakat jawa dan Madura di Kabupaten Jember. Sebanyak 107 responden dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling. Ciri responden dalam penelitian ini adalah individu usia >40 tahun, berasal dari masyarakat jawa dan madura. Analisa data menggunakan uji beda (paired sample test). Hasil analisa univariat diperoleh bahwa sebagian besar responden dengan latar belakang budaya jawa, mengalami masalah psikososial sedang (50.9%). Sedangkan responden dengan latar belakang budaya Madura, sebagian besar mengalami masalah psikososial berat (64.8%). Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada masalah psikososial antar masayarakat jawa dan Madura dengan nilai signifikan sebesar 0,000

    Penurunan Tingkat Stres Akibat Pembelajaran Daring pada Mahasiswa Selama Pandemic Covid-19 melalui Terapi Relaksasi Otot Progresif

    No full text
    Covid-19 telah mengubah kehidupan sehari-hari secara tiba-tiba, dimana sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka baik di lingkungan sekolah ataupun lahan praktek berubah menjadi daring. Metode ini hampir diterapkan diseluruh dunia, termasuk Indonesia. Keunggulan dari metode ini adalah proses pembelajaran tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses pembelajaran daring menyebabkan mahasiswa mengalami stres akibat tugas pembelajaran yang diberikan. Upaya untuk mengatasi stres, salah satunya dengan menerapkan terapi relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif dalam mengatasi stres akibat pembelajaran daring pada mahasiswa selama pandemic Covid-19. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan metode quasi eksperiment dengan pre post test with control group. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa di Kota Kendal, Jawa Tengah dengan jumlah sampel 326 orang, yang terdiri dari 163 orang kelompok intervensi dan 163 orang sebagai kelompok Kontrol. Data stres dikumpulkan dengan menggunakan7 pernyatan terkait stres dari 21 pernyataan pada kuesioner Depression Anxiety and Stress Scale 21 (DASS 21). Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan dianalisis secara bivariate menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden pada kelompok intervensi mengalami penurunan tingkat stres setelah diberikan terapi relaksasi otot profresif sebesar 72,4%, sedangkan pada kelompok kontrol minoritas mengalami penurunan tingkat stres sebesar 12,3%. Hasil uji bivariate menunjukkan ada perbedaan tingkat stres pada mahasiswa yang mendapat terapi relaksasi otot progresif dibandingkan kelompok yang tidak mendapat terapi dengan nilai p= 0,002

    Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Post Stroke Pada Fase Rehabilitasi : Literature Review

    No full text
    Rehabilitasi dini penderita stroke dalam perawatan akut sangat penting untuk mengoptimalkan potensi pemulihan dalam mencegah berbagai komplikasi sekunder dari gejala sisa stroke. Rehabilitasi stroke yang tepat akan meningkatkan kualitas hidup penderita stroke. Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui bagaimana upaya peningkatan kualitas hidup penderita stroke pada fase rehabilitasi. Ada enam tahap dalam literatur ini yaitu identifikasi tujuan, menemukan literatur-literatur yang relevan dengan menggunakan empat databased yaitu JSTOR, Science direct, Proquest, dan Cambridge Core dengan menggunakan kata kunci (stroke survivor) AND (rehabilitation program) AND (quality of life), seleksi literatur dengan menggunakan diagram Prisma, pemetaan data dengan melakukan critical appraisal berdasarkan check list penelitian RCT menggunakan check list dari  Joanna Briggs Institute, merangkum serta melaporkan hasil, dan konsultasi ahli. Literatur didapatkan 11285 artikel diperoleh 7 artikel yang sesuai dengan kriteria.  Kelompok intervensi pada artikel yang dibahas menunjukkan peningkatan kualitas hidup dibanding dengan kelompok kontrol. Akses terhadap pelayanan rehabilitasi oleh tenaga kesehatan, khususnya rehabilitasi berbasis rumah, dan kurangnya sumber daya manusia dan sarana prasarana dalam melakukan rehabilitasi stroke merupakan masalah sistemik yang harus diatasi dan direkomendasikan untuk fokus dalam meningkatkan kualitas hidup penderita stroke.Rehabilitasi dini penderita stroke dalam perawatan akut sangat penting untuk mengoptimalkan potensi pemulihan dalam mencegah berbagai komplikasi sekunder dari gejala sisa stroke. Rehabilitasi stroke yang tepat akan meningkatkan kualitas hidup penderita stroke. literatur didapatkan 11285 artikel. Kemudian dilakukan pembatasan pada artikel yang diterbitkan antara tahun 2017 sampai dengan 2021, open acces, berbahasa inggris, berupa jurnal penelitian, desain eksperimen, subyek penelitian penderita stroke, dan hasil penelitian mengenai kualitas hidup diperoleh 8 jurnal. Artikel yang ditelaah berasal dari Asia dan Eropa. Responden yang digunakan dalam artikel antara 36 sampai dengan 90 penderita stroke dengan setting penelitian di rumah sakit, klinik rehabilitasi, dan komunitas. Desain penelitian yang digunakan adalah randomized control trial (RCT) dan quasy eksperiment. Artikel yang ditelaah terbitan tahun 2018 sebanyak 2 artikel, tahun 2020 sebanyak 2 artikel, dan tahun 2021 sebanyak 3 artikel. Lama intervensi yang diberikan kepada responden antara 1 minggu sampai dengan 6 bulan. Rehabilitasi berbasis rumah sakit pada penderita stroke fase subakut menunjukkan hasil yang meningkat secara signifikan daripada pada fase kronis

    METODE SPEOS (STIMULASI PIJAT ENDORPHIN, OKSITOSIN, DAN SUGESTIF) DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI IBU POST PARTUM

    No full text
    Background: Breast milk is the best food that babies need in the first 6 months of life. The success of exclusive breastfeeding is determined at the beginning of offering ASI on the first day of birth. Exclusive breastfeeding can be constrained by the limited production of breast milk. The SPEOS methods is an alternative to help increase breastfeeding. The SPEOS (Endorphin, Oxytocin, and Suggestive Massage Stimulation) methods is a combination of endorpine, oxytocin, and suggestive massage stimulation carried out sequentially which will feel relaxation that stimulates the brain to release endorphin, prolactin and oxytocin hormones, so that breast milk becomes smooth. In addition, it provides comfort to mothers, increases mother\u27s confidence and removes blockages so that obstacles in breastfeeding can be resolved properly. Objective: To determine the effectiveness of the SPEOS methods in increasing breast milk production in post partum mothers. Method: A literature review through a review of nursing articles to identify SPEOS methods in increasing breast milk production. The databases used are Scopus, Medica Local Update, One Search and Google Schoolar. The journal source is obtained using a prism flow diagram as the database search flow. The article inclusion criteria used were articles related to the SPEOS methods and breast milk production in post partum mothers, articles in English and Indonesian, articles published in 2010 to 2020, and full text articles while the exclusion criteria were articles published over the past 10 years, the use of foreign languages other than English and Indonesian, not intervention studies and articles that are not full text. There were 7 articles that met the inclusion and exclusion criteria requirements. Results: This literature review shows that the SPEOS methods (Endorphin, Oxytocin, and Suggestive Massage Stimulation) effective in increasing breast milk production in post partum mothers. Conclusion: the SPEOS methods (Endorphin, Oxytocin, and Suggestive Massage Stimulation) effective in increasing breast milk production in post partum mothers

    INTERVENSI KEPERAWATAN UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN ANGGOTA KELUARGA PASIEN SELAMA PERIODE INTRAOPERATIVE

    No full text
    Background: Surgery can cause anxiety of family member because uncertainty during awaiting surgery. Nursing intervention is needed to reduce anxiety of family member during intraoperative period. Objective: To identify strategies or nursing intervention in alleviating anxiety of family member of patient during intraoperative period. Method: This is literature review. Authors search article in electronic database such as SpringerLink, Scopus, EBSCOhost, Semantic Scholar, Portal Garuda and web search engine Google Scholar. The inclusion criteria of article are full text, quantitative research, in English or Indonesian language, year of publication was 2010 – 2020, and article’s topic in accordance with the research problem area. Results: Thirty – four articles were obtained and only nine articles were eligible to be included in this review. The review shows that anxiety level of family member during intraoperative decline after being given an intervention. The nursing intervention are providing information cards, providing information and visiting hours, watching TV, audiovisual orientation, and sending text messages. Conclusion: There are several nursing interventions that can be implemented by nurses to reduce family members’ anxiety during intraoperative period. Providing information to the family is very important and beneficial during intraoperative period.  Latar Belakang: Tindakan pembedahan dapat mengakibatkan kecemasan pada keluarga pasien karena ketidakpastian selama menunggu operasi. Intervensi keperawatan diperlukan untuk menurunkan kecemasan keluarga pasien selama periode intraoperative.  Objektif: Untuk mengidentifikasi strategi atau intervensi keperawatan dalam menurunkan kecemasan keluarga pasien selama periode intraoperative. Metode: Studi ini merupakan literature review. Peneliti melakukan penelusuran artikel secara elektronik melalui SpringerLink, Scopus, EBSCOhost, Semantic Scholar, Portal Garuda dan mesin pencari Google Scholar. Pemilihan artikel ditetapkan berdasarkan kriteria inklusi, yaitu full teks, design penelitian kuantitatif, berbahasa Inggris atau Indonesia, tahun publikasi 2010 – 2020, dan artikel sesuai dengan topik masalah penelitian. Hasil: Sebanyak 34 artikel didapatkan dan 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil review menunjukkan rata – rata tingkat kecemasan keluarga pasien mengalami penurunan setelah mendapatkan intervensi keperawatan. Intervensi keperawatan yang dapat menurunkan kecemasan keluarga pasien selama menunggu operasi meliputi pemberian kartu informasi, pemberian informasi dan kunjungan, menonton TV, orientasi audiovisual, dan pengiriman pesan teks. Kesimpulan: Perawat dapat memberikan beberapa bentuk intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan keluarga pasien selama periode intraoperative. Pemberian informasi kepada keluarga sangat penting dan bermanfaat selama fase intraoperative. Â

    Faktor-faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat

    No full text
    Perawat sebagai petugas yang langsung memberikan pelayanan kepada pasien, diharapkan mampu mengembangkan dan memelihara prosedur pemberian obat yang aman guna memberikan pelayanan dan proteksi terbaik bagi pasien. Tujuan studi literatur ini yaitu mengidentifikasi faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat. Metode penulisan yang digunakan yaitu Systematic Literatur Review untuk menelusuri berbagai faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat dalam pemberian obat. Data yang diambil adalah artikel seputar enam benar prinsip pemberian obat dan faktor yang meningkatkan kepatuhan perawat. Literatur dari sumber terpercaya dalam Bahasa Inggris dan Indonesia dengan rentang penerbitan 2004-2019. Data yang terkumpul dilakukan critical appraisal tool sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai menjadi 9. Hasil review menunjukan terdapat beberapa faktor terkait kepatuhan perawat dalam pemberian obat yaitu pengetahuan dan sikap yang baik, adanya SOP dan kebijakan, beban kerja yang tidak terlalu berlebihan serta perawat yang bekerja sudah lama. Kesimpulan studi literatur ini yaitu faktor yang dapat meningkatkan kepatuhan perawat dalam penerapan prinsip enam benar pemberian obat adalah tingkat pengetahuan, sikap, ketersediaan SOP, beban kerja dan lama kerja perawat

    Social Determinant Factors Related to Tuberculosis in Padang City

    No full text
    Purpose Pulmonary tuberculosis is an infectious disease and is still a global challenge, the number of sufferers continues to increase until now there is no country that is free of tuberculosis. The number of Tuberculosis cases in Padang City in 2018 was 566,623 cases compared to 2017 which was 446,732 cases. This study aims to analyze the factors associated with the incidence of tuberculosis in the work area of ​​Pemancungan Public Health Center, Padang Selatan District based on gender, economic status, education level and age. This type of research is case control. Respondents in this study were patient with positive Acid Fast Bacilli, there were 70 respondents with 1: 1 case and control ratio. Results : The results of the study with the chi square test showed that the gender p value 0.016; OR 3333 (95% CI 1,235 - 8,997), economic status p value 0,000; OR 7,667 (95% CI 2,595 - 22,646), education p value of 0.010; OR 4,070 (95% CI 1,352–12,255) had a significant relationship with the incidence of Tuberculosis (p <0.005), while the age value of p was 0.632; OR 0.795 (95% CI0.311 - 2.034) had no relationship with the incidence of Tuberculosis p value of 0.632 (p> 0.05). Conclusion : Economic status factors are the most risky factors and have a relationship with the incidence of Tuberculosis.Purpose Pulmonary tuberculosis is an infectious disease and is still a global challenge, the number of sufferers continues to increase until now there is no country that is free of tuberculosis. The number of Tuberculosis cases in Padang City in 2018 was 566,623 cases compared to 2017 which was 446,732 cases. This study aims to analyze the factors associated with the incidence of tuberculosis in the work area of Pemancungan Public Health Center, Padang Selatan District based on gender, economic status, education level and age. This type of research is case control. Respondents in this study were patient with positive Acid Fast Bacilli, there were 70 respondents with 1: 1 case and control ratio. Results : The results of the study with the chi square test showed that the gender p value 0.016; OR 3333 (95% CI 1,235 - 8,997), economic status p value 0,000; OR 7,667 (95% CI 2,595 - 22,646), education p value of 0.010; OR 4,070 (95% CI 1,352–12,255) had a significant relationship with the incidence of Tuberculosis (p <0.005), while the age value of p was 0.632; OR 0.795 (95% CI0.311 - 2.034) had no relationship with the incidence of Tuberculosis p value of 0.632 (p> 0.05). Conclusion : Economic status factors are the most risky factors and have a relationship with the incidence of Tuberculosis

    Pengetahuan Ibu Tentang Diet Gluten dan Kasein Pada Anak Penyandang Autis di SLB Wilayah Kabupaten Garut

    No full text
    Diet Gluten Free Casein Free (GFCF) merupakan salah satu jenis terapi yang dapat dilakukan pada anak penyandang autis untuk mengurangi perilaku hiperaktif dan tantrum atau mengamuk, namun penerapan diet ini masih rendah dikalangan ibu. Penerapan diet yang tidak baik dan tidak tepat dapat menimbulkan masalah kesehatan dan perilaku hiperaktif pada anak penyandang autis. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka dibutuhkan pengetahuan ibu mengenai diet GFCF. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gembaran pengetahuan ibu tentang diet  gluten dan kasein pada anak penyandang autis di SLB Wilayah Kabupaten Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, jumlah sampel 34 ibu dengan anak penyandang autis di SLB Wilayah Kabupaten Garut, dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden pengetahuan ibu kurang yaitu sebanyak (58,8%). Diperlukan kunjungan rutin oleh perawat komunitas, perawat keluarga maupun perawat anak untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai diet gluten dan kasein pada ibu dengan anak penyandang autis di sekolah maupun di lingkungan rumah

    Efektifitas Pendidikan Kesehatan dengan Menggunakan Media Booklet terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Stunting

    No full text
    Stunting is a chronic malnutrition condition in the first thousand days of life that can cause growth and cognitive development disorders. Stunted growth symptoms are seen after a 2-year-old baby is characterized by below-average or short height. One of the efforts to improve stunting can be made by increasing knowledge about balanced nutrition. The factor of the mother\u27s lack of knowledge about stunting can affect the nutritional status of children under five years of age. The objective of the research was to identify the effect of health education through brochures on the level of knowledge about stunting. This research used a pre-experimental and analytical design with a one-group pre-test and post-test design that was conducted in November 2020 at Bhumi Jati Permai Benjeng Gresik. The number of samples of 30 respondents using the simple random sampling technique. Data collection through questionnaire and statistical tests with Wilcoxon. The results of the study found that after the intervention the respondents had good knowledge of 93%, sufficient knowledge of 7%. The Wilcoxon test shows the value of p = 0.000, so there is an effect of providing health education with brochures on the level of knowledge of mothers about stunting.Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis pada seribu hari pertama kehidupan yang dapat menjadi penyebab gangguan pertumbuhuhan dan perkembangan kognitif. Gejala Stunting terlihat setelah bayi berusia 2 tahun yang memiliki ciri-ciri tinggi badan di bawah rata-rata atau pendek. Upaya perbaikan stunting salah satunya dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang. Faktor pengetahuan ibu yang kurang tentang stunting dapat mempengaruhi status gizi pada balita. Tujuan penelitian mengindentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan dengan menggunakan media booklet terhadap tingkat pengetahuan tentang stunting. Penelitian ini menggunakan pra eksperimen dan analitik dengan rancangan One-Group Pra-Test-posttest Design yang dilaksanakan bulan November 2020 di Perumahan Bhumi Jati Permai Benjeng Gresik. Jumlah sampel 30 responden menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisoner dan uji statistik dengan Wilcoxon. Hasil penelitian ditemukan setelah dilakukan intervensi responden memiliki pengetahuan baik 93%, pengetahuan cukup 7 %. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000, sehingga ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan booklet terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang stunting

    The PERSISTENT SYMPTOMS OF COVID-29 SURVIVOR: LITERATURE REVIEW

    No full text
    Masih banyak ditemukan keluhan dan gejala sisa pada penyintas COVID-19 baik sesaat setelah dinyatakan sembuh hingga 6 bulan setelahnya. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk memberikan gambaran kondisi kesehatan, gejala sisa dan faktor prediktor yang berhubungan dengan kondisi tersebut pada pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh. Tinjauan literatur ini menggunakan tiga database, yaitu Scopus, Proquest dan Science Direct yang menemukan 15 ribu lebih artikel dan difilter sesuai dengan kriteria studi yakni artikel full text hasil penelitian ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020-2021 dengan variabel kesehatan pada penyintas COVID-19 hingga menemukan 17 artikel yang direview. Studi ini menjelasakan gambaran kondisi kesehatan baik segi fisik, mental dan sosial. Gejala sisa yang ditemukan meliputi kecemasan (10,4-42%), depresi (1,3-31%), PTSD (11-35%), kelelahan (25,3-87%), defisit kognitif (2,6-23%), sesak napas (2,6-71%), gangguan mobilitas (18-30%), masalah pemenuhan activity daily living (2-36,8%), insomnia (23,2-40%) dan gangguan memori (6,1-28,9%). Selain memberikan dampak negatif, dampak positif juga dilaporkan seperti adanya perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat dan peningkatan makna keluarga. Sedangkan gambaran faktor prediktor ditemukannya gejala sisa infeksi COVID-19 adalah karakteristik virus COVID-19, kecepatan arus informasi, pembatasan jarak fisik, imbas dari faktor ekonomi, penyesalan, dan stigmatisasi.Masih banyak ditemukan keluhan dan gejala sisa pada penyintas COVID-19 baik sesaat setelah dinyatakan sembuh hingga 6 bulan setelahnya. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk memberikan gambaran kondisi kesehatan, gejala sisa dan faktor prediktor yang berhubungan dengan kondisi tersebut pada pasien COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh. Tinjauan literatur ini menggunakan tiga database, yaitu Scopus, Proquest dan Science Direct. Studi ini menghasilkan gambaran mengenai kondisi kesehatan baik segi fisik, mental dan sosial. Gejala sisa yang ditemukan meliputi kecemasan (10,4-42%), depresi (1,3-31%), PTSD (11-35%), kelelahan (25,3-87%), defisit kognitif (2,6-23%), sesak napas (2,6-71%), gangguan mobilitas (18-30%), masalah pemenuhan activity daily living (2-36,8%), insomnia (23,2-40%) dan gangguan memori (6,1-28,9%). Selain memberikan dampak negatif, dampak positif juga dilaporkan seperti adanya perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat dan peningkatan makna keluarga. Sedangkan gambaran faktor prediktor ditemukannya gejala sisa infeksi COVID-19 adalah karakteristik virus COVID-19, kecepatan arus informasi, pembatasan jarak fisik, imbas dari faktor ekonomi, penyesalan, dan stigmatisasi

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇