Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
ANALISA PENULARAN COVID-19 PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT
COVID-19 masih menjadi wabah yang belum teratasi diseluruh dunia. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang bekerja di garis depan pelayanan kesehatan sangat beresiko terpapar COVID-19. Hingga saat ini, perawat yang meninggal akibat terpapar COVID-19 telah meningkat jumlahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola penularan COVID-19 pada perawat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Responden penelitian berjumlah 31 perawat, yang diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penularan COVID-19 pada perawat terjadi karena adanya riwayat kontak dengan pasien COVID-19 (80,6%), kebiasaan makan bersama dengan rekan kerja (67,7%), merawat pasien yang terkonfirmasi COVID-19 di ruangan non isolasi (67,7%), riwayat kontak dengan petugas rumah sakit yang terkonfirmasi COVID-19 (51,6%), dan mengunjungi tempat keramaian seperti pasar (45,2%
Edukasi Kesehatan dengan Media Video Animasi: Scoping Review
Upaya peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri selama ini dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan yang banyak digunakan saat ini masih menggunakan media yang bersifat konvensional seperti leaftlet, booklet, lembar balik, dan power point. Seiring berkembangnya zaman,media konvensional dirasa kurang efektif untuk peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan. Generasi 4.0 lebih dekat dan lebih menyukai media edukasi kesehatan yang bersifat teknologi canggih seperti melalui pendekatan audiovisual dalam bentuk video animasi dengan karakter unik dan menarik. Tujuan studi ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif terkait edukasi kesehatan dengan menggunakan media video animasi. Studi ini dirancang dengan menggunakan metode scoping review. Pencarian artikel menggunakan databased dari Sciencedirect, Scopus, Pubmed, Springerlink dengan waktu penelitian Januari 2015 sampai Desember 2020, dengan kata kunci “video education†OR “video animation†AND “ health animation†AND “animation media†AND “animation for educationâ€. Hasilnya sebanyak 11 artikel yang dilakukan analisis terdiri dari 1artikel kualitatif dan 10 artikel kuantitatif. Hasil studi ini merangkum temuan tentang video animasi sangat efektif dalam edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan karena menarik dan artistik, mudah dimengerti, serta efektif dan informatif. Simpulan studi bahwa media video animasi terbukti signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pasien dalam berbagai kelompok usia dan kelompok penyakit. Tenaga kesehatan penting untuk melihat peluang dari video edukasi kesehatan sebagai intervensi yang tepat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan pada berbagai kelompok usia.  Kata kunci : Edukasi Kesehatan, Video Animasi, Scoping Revie
Hubungan Kerja Tim dengan Missed Nursing Care dalam Perawatan Pasien di Rumah Sakit
Nurse has an important role in providing nursing care without missing. The incident of missed nursing care can cause problems that reduce the quality of patient satisfaction. This quality can be maintained by effective teamwork. The purpose of this study was to determine the relationship between teamwork and missed nursing care in patient care at the hospital. This cross-sectional study was condacted online to 93 nurses. The self-report data were collected using the MISSCARE survey questionnaire to measure the incidence of missed nursing care and nursing teamwork survey (NTS) to measure teamwork. The sampling technique used in this study is nonprobability sampling with a consecutive sampling. The data were analyzed though Spearman’s-Rho test with alpha <0,05. The results showed that the mean missed nursing care is 1.33, mean teamwork is 4.61, and the corelation test showed p-value= 0,000 r= -0,548 that there is a negative relationship between teamwork and missed nursing care, the better the teamwork, the lower the incidence of missed nursing care. Nurses are expected to be able to maintain good teamwork and be able to participate in nurse teamwork training.Perawat memiliki peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan tanpa terlewat. Kejadian missed nursing care dapat mengakibatkan permasalahan yang dapat menurunkan kualitas kepuasan pasien. Kualitas ini dapat dipertahankan dengan kerja tim yang efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kerja tim dengan missed nursing care dalam perawatan pasien di rumah sakit. Penelitian Cross-sectional ini dilakukan secara online kepada 93 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner MIISSCARE survey untuk mengukur kejadian missed nursing care dan nursing teamwork survey (NTS) untuk mengukur kerja tim. Teknik sampling yang digunakan penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan pendekatan consecutive sampling. Data dianalisis melalui statistik deskriptif dan uji Spearman’s-Rho dengan alpha <0,05. Hasil penelitian ini yaitu mean missed nursing care 1.33, mean kerja tim 4.61, dan uji korelasi menunjukkan nilai p value= 0,000 r= -0,548 bahwa ada hubungan antara kerja tim dengan missed nursing care. Sehingga, diharapkan perawat mampu mempertahankan kerja tim dengan baik dan dapat mengikuti pelatihan kerja tim perawat.
Kata Kunci: Missed Nursing Care, Kerja Tim, Perawa
PERBEDAAN PENGGUNAAN MEDIA VIDEO ANIMASI DAN KARTU BERGAMBAR TERHADAP PENCEGAHAN SEXUAL ABUSE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 5 MEGANG SAKTI
The problem of sexual education is getting less attention from parents. Most parents think thatsexual education is the responsibility of the school. Sex education that can be done to children isby using audiovisual media and picture cards. The purpose of this study was to determine thedifferences in the use of animated video media and picture cards on the prevention of sexualabuse in school-age children. This type of research is a quasi-experimental design with Two GroupDesign. The sample is students of SDN 5 Megang Sakti, totaling 30 students. The samplingtechnique used was purposive sampling. This study uses univariate and bivariate data analysiswith dependent t test and independent sample t test. The results showed that the use of animatedvideo media and picture cards had an effect on increasing knowledge of sexual abuse preventionin school-age children with value <0.05. Based on statistical tests, there are significant differencesin the use of video media and picture cards with a value of value = 0.036. Both media are effectivein increasing knowledge, but there is a difference of 2.3 between animated video media andpicture cards which means that the use of animated video media is more effective than picturecards.Tingginya kasus kekerasan seksual pada anak (child abuse) yang dilakukan oleh orang terdekat anak termasuk keluarga menunjukkan pentingnya pemahaman akan pendidikan seks usia dini. Masalah pendidikan seks kurang mendapatkan perhatian dari para orang tua, kebanyakan orang tua beranggapan bahwa pendidikan seks merupakan tanggung jawab pihak sekolah. Pelaku kekerasan seksual di sekolah seringkali dilakukan oleh orang-orang dewasa seperti para guru, orang yang bekerja di lingkungan sekolah maupun anak-anak yang lain yang ada di sekolah. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam pendidikan seks pada anak dengan menggunakan media audio visual dan kartu bergambar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video dan kartu bergambar terhadap pencegahan sexual abuse pada anak usia sekolah. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan Two Group Design. Sample yaitu Siswa SDN 5 Megang Sakti. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data univariat dan bivariat dengan uji t dependen dan uji independent sample t test. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan keehatan menggunakan media video animasi dan kartu bergambar berpengaruh dalam peningkatkan pengetahuan pencegahan sexual abuse pada anak usia sekolah hal ini terlihat dari kenaikan nilai pre-test dan post-test masing-masing dengan nilai Ïvalue <0,05. Dan berdasarkan uji statistik terdapat perbedaan yang signifikan Pendidikan kesehatan menggunakan media video dan kartu bergambar dengan nilai Ïvalue = 0,036 yang berarti Ïvalue <0,05. Kedua media tersebut efektif dalam peningkatan pengetahuan akan tetapi terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan media video animasi dan kartu bergambar dengan selisih 2,3 yang berarti bahwa media video animasi lebih efektif dibandingkan kartu bergambar terhadap peningkatan pengetahuan tentang pencegahan sexual abuse pada anak usia sekolah
Karakteristik Covid-19 pada Anak
Studi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Covid-19 pada anak. Perawat sebagai researcher sudah semestinya mengetahui informasi terkini mengenai Covid-19 pada anak. Studi literatur ini menggunakan metode narrative review. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan beberapa databases, yaitu CINAHL (via Ebscohost), Pub.Med, Proquest, Science Direct dan Search Engine yaitu Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah Children†AND “Coronavirus Disease 2019†OR “Covid-19†AND “Characteristicâ€. Artikel yang digunakan dilakukan penilaian kritis. Lima artikel penelitian kuantitatif ditelaah dalam studi literatur ini. Pada hasil studi literatur ini didapatkan bahwa penelitian terkait usia yang mempengaruhi kasus Covid-19 yang terjadi pada anak, alasan jumlah penyintas Covid-19 yang lebih banyak terjadi  pada anak laki-laki, faktor selain penyakit bawaan yang mungkin dapat membuat kasus kritis pada anak, gejala baru yang mungkin dialami anak serta kasus Covid-19 pada bayi yang dicurigai penularan vertical dari ibu dengan Covid-19 masih perlu diteliti lebih lanjut. Perlunya melakukan penelitian lebih lanjut akan sangat berguna bagi perawat untuk memberikan pelayanan keperawatan pada anak serta keluarga dengan tepatStudi literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Covid-19 pada anak. Perawat sebagai researcher sudah semestinya mengetahui informasi terkini mengenai Covid-19 pada anak. Studi literatur ini menggunakan metode narrative review. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan beberapa databases, yaitu CINAHL (via Ebscohost), Pub.Med, Proquest, Science Direct dan Search Engine yaitu Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah Children†AND “Coronavirus Disease 2019†OR “Covid-19†AND “Characteristicâ€. Artikel yang digunakan dilakukan penilaian kritis. Lima artikel penelitian kuantitatif ditelaah dalam studi literatur ini. Pada hasil studi literatur ini didapatkan bahwa penelitian terkait usia yang mempengaruhi kasus Covid-19 pada anak, alasan jumlah kasus Covid-19 yang ditemukan lebih banyak pada anak laki-laki, faktor selain penyakit bawaan yang mungkin dapat membuat kasus kritis pada anak, gejala baru yang mungkin dialami anak serta kasus Covid-19 pada bayi yang dicurigai penularan vertical dari ibu dengan Covid-19 masih perlu diteliti lebih lanjut. Perlunya melakukan penelitian lebih lanjut akan sangat berguna bagi perawat untuk memberikan pelayanan keperawatan pada anak serta keluarga dengan tepat.
Kata Kunci  : Coronavirus Disease-2019/Covid-19, Karakteristik, Ana
PERAN PEMBERIAN ORIENTASI DALAM MENGATASI KECEMASAN ORANG TUA MENGHADAPI HOSPITALISASI PADA ANAK USIA SEKOLAH
The impact of hospitalization on children who are hospitalized can cause an anxiety reaction forparents. Some parental anxiety responses can be minimized by providing a complete orientationto parents regarding the process of hospitalization and treatment of children. This study aims todetermine the relationship between orientation and the level of anxiety of parents facinghospitalization in school-age children. This research method uses a descriptive correlation designwith a cross sectional approach. The sampling method used is probability sampling withpurposive sampling technique. The number of samples in this study were 37 respondents. Thedata collection tool used is a questionnaire. The data analysis technique used the Spearman Rank(rho) statistical test. The results of data analysis showed the value of r = 0.512 and p-value = 0.001which means that there is a significant relationship between orientation and the level of anxietyof parents facing hospitalization in school-age children. Giving room orientation to new patientscan be said to be good and the level of anxiety experienced by parents is a mild level of anxiety. Inconnection with the results of this study, the role of nurses is needed in providing a completeorientation to parents whose children are hospitalized so as to reduce the level of parentalanxiety.Dampak hospitalisasi pada anak yang dirawat dirumah sakit dapat menimbulkan reaksikecemasan bagi orang tua. Beberapa respon kecemasan orang tua dapat diminimalisir denganmemberikan orientasi yang lengkap kepada orang tua mengenai proses hospitalisasi danpengobatan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan orientasi dengan tingkatkecemasan orang tua menghadapi hospitalisasi pada anak usia sekolah. Metode penelitian inimenggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilansampel yang digunakan adalah probability sampling dengan tehnik purposive sampling. Jumlahsampel penelitian ini sebanyak 37 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalahkuesioner. Tehnik analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rank (rho). Hasil analisadata didapatkan hasil nilai r= 0,512 dan nilai pvalue =0,001 yang berarti ada hubungan yangsignifikan antara orientasi dengan tingkat kecemasan orang tua menghadapi hospitalisasi padaanak usia sekolah. Pemberian orientasi ruangan pada pasien baru dapat dikatakan baik dantingkat kecemasan yang paling banyak dialami oleh orang tua adalah tingkat kecemsan ringan.Berkaitan dengan hasil penelitian tersebut maka diperlukan peran perawat dalam memberikanorientasi yang lengkap kepada orang tua yang anaknya menjalani hospitalisasi sehingga dapatmengurangi tingkat kecemasan orang tu
Pengaruh Terapi Musik untuk Mengurangi Kecemasan Anak: Systematic Review
Background – Anxiety is a common problem that often occurs in children during procedural treatment in the hospitals. Children’s emotional of response to procedural stress and anxiety may increase distress and influence to children recovery. One of the easy, safe and inexpensive efforts to reduce children\u27s anxiety is through music therapy. Music can make a more positive mood and make coping and emotional wellbeing for children to reduce anxiety. However, there are no existing reviews dedicated to elucidating the effect of music interventions in reducing children’s anxiety.
Purpose – To determine the effect of music therapy on children\u27s anxiety.
Design/methodology/approach – The research was a systematic review of randomized controlled studies. A comprehensive search strategy was performed using key databases such as PubMed / NCBI, DOAJ, and Science Direct to obtain relevant studies. Data is extracted and checked by reviewers. Each study was assessed based on 4 quality indicators which were adapted from the Cochrane Handbook for a systematic review with guidelines from PRISMA.
Findings – 6 randomized control trial articles that met the inclusion and exclusion criteria and the eligibility criteria were obtained. This article shows that the effects of music therapy are statistically proven to be effective and significantly reduce children\u27s anxiety. Listening to music can be used as a potential nursing intervention to relieve anxiety and can be a practical approach to dealing with anxiety and fear in children by paying attention to the type of music that will be given to children.
Conclusion and recommendation – Music therapy was effective as a safe intervention in reducing anxiety in children undergoing medical and dental procedures. Music therapy can be considered as an additional non-pharmacological intervention in dealing with clinical situations that cause anxiety in children. Further research is recommended to determine the age of children who will most effectively and benefit from musical interventions during medical procedures.Latar Belakang – Kecemasan merupakan masalah umum yang sering terjadi pada anak selama perawatan prosedural di rumah sakit. Respon emosional anak terhadap stres dan kecemasan prosedural dapat meningkatkan penderitaan dan mempengaruhi pemulihan anak. Salah satu upaya yang mudah, aman dan murah untuk mengurangi kecemasan anak adalah melalui terapi musik. Musik dapat membuat mood lebih positif dan membuat koping dan kesejahteraan emosional anak dapat mengurangi kecemasan. Namun, tidak ada ulasan yang didedikasikan untuk menjelaskan efek intervensi musik dalam mengurangi kecemasan anak-anak.Tujuan – Untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap kecemasan anak.Desain / metodologi / pendekatan - Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis dari studi terkontrol secara acak. Sebuah strategi pencarian yang komprehensif dilakukan dengan menggunakan database kunci seperti PubMed / NCBI, DOAJ, dan Science Direct untuk mendapatkan studi yang relevan. Data diekstraksi dan diperiksa oleh pengulas. Setiap studi dinilai berdasarkan 4 indikator kualitas yang diadaptasi dari Buku Pegangan Cochrane untuk tinjauan sistematis dengan pedoman dari PRISMA.Temuan – 6 artikel uji coba kontrol acak yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dan kriteria kelayakan diperoleh. Artikel ini menunjukkan bahwa efek terapi musik secara statistik terbukti efektif dan secara signifikan mengurangi kecemasan anak. Mendengarkan musik dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan yang potensial untuk meredakan kecemasan dan dapat menjadi pendekatan praktis untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan pada anak dengan memperhatikan jenis musik yang akan diberikan kepada anak.Kesimpulan dan Rekomendasi – Terapi musik efektif sebagai intervensi yang aman dalam mengurangi kecemasan pada anak yang menjalani prosedur medis dan gigi. Terapi musik dapat dianggap sebagai intervensi nonfarmakologis tambahan dalam menghadapi situasi klinis yang menyebabkan kecemasan pada anak. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk menentukan usia anak-anak yang paling efektif dan mendapat manfaat dari intervensi musik selama prosedur medis
Strategi Koping dengan harga Diri ODHA di Yayasan Medan Plus
People living with HIV AIDS (PLWHA) not only experience problems physically or biologically, but also experience problems psychologically, socially and spiritually. The problem that often occurs in PLWHA is related to self-esteem. One way to increase the self-esteem of PLWHA is by implementing coping strategies. This study aims to determine the relationship between coping strategies and self-esteem of HIV / AIDS patients at the Medan Plus Foundation. The design of this study was a correlation analytic with a cross-sectional approach with a total population of 2152 and the sampling technique used the consecutive sampling method and identified 58 HIV / AIDS patients. Collecting research data using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The statistical test used was the chi-square test. The results of this study obtained coping strategies for PLWHA with the majority of emotion focused coping (62.1%) and the majority of PLHIV patients with low self-esteem (65.5%). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between coping strategies and self-esteem of HIV / AIDS patients at Medan Plus Foundation.Orang dengan HIV AIDS (ODHA)  bukan hanya mengalami masalah secara fisikaaataubbiologis,ttetapi juga mengalami masalah secara psikis, sosialddansspiritual. Masalahiyang sering terjadi ODHA adalah terkait harga diri. Salah satu cara dalam meningkatkan harga diri ODHA adalah dengan melakukan strategi koping. Penelitian ini bertujuan uuntuk mengetahui hubungan strategi koping dengan harga diri pasien HIV/AIDS di Yayasan Medan Plus. Desainppenelitian ini adalah analitikkkorelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah populasi sebanyak 2152 dan tehnik pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling dan ditetapkan 58 orang pasien HIV/AIDS. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang sudah di uji validitas dan reabilitas. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan strategi koping ODHA mayoritas emotion focused coping (62,1%) dan harga diri pasien ODHA mayoritas rendah (65,5%) dengan hasil uji statistik diperoleh nilai p value 0,012 (α < 0,05). Kesimpulan penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara strategi koping dengan harga diri pasien HIV/AIDS Di Yayasan Medan Plus
Pengetahuan dan Sikap Mengenai Szikofrenia Narapidana Lapas
The prevalence of mental emotional disturbance as indicated by symptoms of depression and anxiety. Schizophrenic mental disorder is a serious mental disorder that is estimated to have a very large risk of recurrence. In Indonesia, it is estimated that 2-3 per 1000 people suffer from serious mental disorders. Schizophrenic sufferers in the community from time to time tend to experience an increase even though efforts to prevent relapse have been carried out. This study aims to determine the knowledge of prisoners in Wirogunan prison about schizophrenia and to determine the attitudes of prisoners in Wirogunan prison towards schizophrenia sufferers. This study was a descriptive study with a cross sectional design, a population of 329 people and the sample of this study was taken by proportional stratified random sampling totaling 77 people. The knowledge of the assisted residents of the Class IIA Yogyakarta Prison regarding schizophrenia is still low, the assisted residents in Wirogunan Prison have negative attitudes towards schizophrenic sufferers and there is a relationship between knowledge about schizophrenia and the attitudes of the assisted residents in Wirogunan Prison towards schizophrenics.Prevalensi ganggunan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan. Gangguan jiwa skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang diperkirakan memiliki risiko kekambuhan yang sangat besar. Di Indonesia diperkirakan terdapat 2-3 per 1000 masyarakat menderita gangguan jiwa berat. Penderita skizofrenia di masyarakat dari waktu ke waktu cenderung mengalami peningkatan meskipun upaya pencegahan kekambuhan telah banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengetahuan narapidana di Lapas Wirogunan mengenai skizofrenia dan Untuk mengetahui sikap narapidana di Lapas Wirogunan terhadap penderita skizofrenia. Penelitian ini penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional, populasi 329 orang dan sampel penelitian ini diambil secara proportional stratified random sampling berjumlah 77 orang. Pengetahuan warga binaan Lapas Kelas IIA Yogyakarta mengenai skizofrenia masih rendah, Warga binaan di Lapas Wirogunan mempunyai sikap yang negative terhadap penderita skizofrenia dan ada hubungan pengetahuan mengenai skizofrenia dengan sikap warga binaan di Lapas Wirogunan terhadap penderita skizofrenia
Factors Related Readiness Elementary Child Facing First Menstruation
The lack of understanding of adolescents about reproductive problems, even with regard to the experience of menstruation, the survey showed that most (>75%) expressed shock during menstruation, 38.4% lacked knowledge about menarche, 31.5% did not receive support from family, 45 ,2% have a bad attitude and do not accept and try to deny in the face of menarche. The purpose of this study was to determine the factors related to the readiness of elementary school children in facing the first menstruation (menarche) at SDN 11 Bancah, South Solok Regency. Research This research is an analytic survey with a cross sectional design that has been conducted at SDN 11 Bancah on July 6-7 2020. The sample of class V and VI students who have not experienced menarche is 45 respondents, the sampling technique is total sampling. The data was collected using a questionnaire. The data was analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results showed that (48.9%) students who were not ready to face menarche, students who had low knowledge (55.6%), students who had bad attitudes (53.3%), students who had good family support not good as much as (53.3 %), there is a relationship between knowledge and children\u27s readiness to face menarche, there is a relationship between attitude and readiness for children to face menarche, there is a relationship between family support and children\u27s readiness to face the first menstruation. there is a relationship between knowledge, attitude and family support with children\u27s readiness to face the first menstruation