Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENERIMAAN DIRI ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB NEGERI KOTA GORONTALO

    No full text
    Retardasi  mental merupakan gangguan perkembangan dengan karakteristik memiliki tingkat kecerdasan dibawah rata-rata yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih dari keluarga terutama Orangtua. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan dukungan sosial dengan penerimaan diri Orangtua yang memiliki anak retardasi mental di SLB Negeri Kota Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasinya adalah 142 Orangtua siswa retardasi mental di SLB Negeri Kota Gorontalo. Sampel dalam penelitian berjumlah 57 Orangtua siswa dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan sosial, berdasarkan uji validitas diperoleh 20 pernyataan valid dengan rhitung > 0,514, dan uji realibilitas menunjukkan nilai ralpha 0,952, untuk kuesioner penerimaan diri berdasarkan uji validitas dan reliabilitas diperoleh 18 pernyataan valid dengan rhitung > 0,514 dan pernyataan tersebut reliabel. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri Orangtua yang memiliki anak retardasi mental di SLB Negeri Kota Gorontalo, dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment Correlation diperoleh nilai P Value = 0,000 < 0,05.ABSTRAK Retardasi  mental menjadi salah satu gangguan perkembangan dengan karakteristik memiliki tingkat kecerdasan dibawah rata-rata yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih dari keluarga terutama orang tua. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa hubungan dukungan sosial dengan penerimaan diri orang tua yang memiliki anak retardasi mental di SLB Negeri Kota Gorontalo.Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasinya adalah 142 orang tua siswa retardasi mental di SLB Negeri Kota Gorontalo. Sampel dalam penelitian berjumlah 57 orang tua siswa dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian  menggunakan kuesioner dukungan sosial dengan 20 pernyataan dan kuesioner penerimaan diri dengan 18 pernyataan.Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri orang tua yang memiliki anak retardasi mental di SLB Negeri Kota Gorontalo, dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment Correlation diperoleh nilai P Value = 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan  memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada orang tua mengenai pentingnya dukungan sosial dan  penerimaan diri terhadap anak dengan retardasi mental. &nbsp

    GAMBARAN KUALITAS TIDUR PERAWAT SELAMA MERAWAT PASIEN COVID-19 SETELAH SATU TAHUN PANDEMI COVID-19

    No full text
    Pandemi COVID-19 menimbulkan banyak dampak global diantaranya masalah kesehatan, ekonomi, dan masalah psikologis. Dampak psikologis tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, namun juga dialami oleh petugas kesehatan tak terkecuali perawat. Dampak psikologis yang dirasa perawat adalah penurunan kualitas tidur selama pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas tidur perawat selama merawat pasien COVID-19. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan survey dan menggunakan alat ukur kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale dalam bentuk formulir google. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan total responden 62 orang. Analisis dilakukan dengan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan 62,9% responden memiliki kualitas tidur baik, dan 37,1% dengan kualitas tidur buruk. Tersedianya kelengkapan APD, pengetahuan, pengalaman dalam merawat pasien COVID-19 mendukung pengelolaan psikologis dan kondisi fisik para perawat.Pandemi COVID-19 menimbulkan banyak dampak global diantaranya masalah kesehatan, ekonomi, dan masalah psikologis. Dampak psikologis tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, namun juga dialami oleh petugas kesehatan tak terkecuali perawat. Dampak psikologis yang dirasa perawat adalah penurunan kualitas tidur selama pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas tidur perawat selama merawat pasien COVID-19. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan alat ukur kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale dalam bentuk formulir google. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan total responden 62 orang. Hasil penelitian didapatkan 62,9% responden memiliki kualitas tidur baik, dan 37,1% dengan kualitas tidur buruk. Tersedianya kelengkapan APD, pengetahuan, pengalaman dalam merawat pasien COVID-19 mendukung pengelolaan psikologis dan kondisi fisik para perawat

    Adolescent Psychological Pressure Trends in the Pandemic Covid 19

    No full text
    During the Covid 19 pandemic, there were some drastic changes. Social and educational change. This study aims to identify the psychological condition of adolescents. The instrument used was the DASS (Depression Anxiety and Stress Scale). The population in this study were adolescents aged 12 to 21 years from secondary school to undergraduate levels. The sampling technique used in this study was stratified sampling. Data is analyzed using descriptive statistics The results of data analysis showed that of all respondents, the worst psychological condition was sensitivity. As many as 63.2 percent of respondents experienced disorders ranging from mild, moderate, severe to very severe. Meanwhile, the psychological conditions of stress and depression were in the category that was not worrying, namely 35.1 percent of respondents who experienced depression and stress which ranged from mild, moderate, severe and very severe categories. Meanwhile, 74.1 percent was categorized as normal

    Kedisiplinan Pemakaian Alat Pelindung Diri dengan Kejadian Vulnus Appertum

    No full text
    Keselamatan kerja erat hubungannya dengan peningkatan produktivitas. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) wajib diterapkan di seluruh organisasi untuk memastikan bahwa karyawan tetap dalam kondisi aman sepanjang waktu salah satunya penyediaan alat pelindung diri (APD). Salah satu faktor yang diduga menyebabkan seringnya terjadi kecelakaan kerja adalah faktor manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kedisiplinan pemakian APD dengan kejadian vulnus appertum. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif, desain deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah 36 orang, ukuran sampel dalam penelitian ini sebanyak 33 orang di bagian divisi sawmill. Tekhnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian yaitu menggunakan kuesioner yang telah teruji validitasnya dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul selanjutnya diolah dengan menggunakan uji Kendall tau-b untuk mengetahui ada tidaknya dan seberapa kuat hubungan antar variabel. Hasil uji signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,000 (p<0,05) pada H1 dengan tingkat koefisien korelasi sebesar 0,7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kedisiplinan penggunaan APD dengan kejadian vulnus appertum dengan tingkat keeratan hubungannya sangat kuat. Faktor manusia memiliki peran besar dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja

    Pengembangan Prototipe Aplikasi Self-Screening Asessment Mobile Coronavirus Disease 2019 (Samcov-19)

    No full text
    Perawat merupakan profesional kesehatan garis depan yang melakukan proses keperawatan selama 24 jam dan berisiko tinggi terinfeksi kuman ataupun tertular berbagai macam penyakit. Terlebih pada situasi pandemi COVID-19 saat ini, perawat menjadi salah satu kelompok berisiko tinggi terinfeksi dan diisolasi karena COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi pengkajian keperawatan berbasis teknologi informasi yang efektif dan aplikatif bagi pasien atau keluarga pasien dan juga perawat menggunakan aplikasi self-screening assessment mobile coronavirus disease 2019 (SamCov19). Rancangan aplikasi ini dikembangankan menggunakan model desain instruksional yang sistematis dengan langkah asesmen, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Fitur yang disediakan pada aplikasi SamCov19 meliputi skrining COVID-19, edukasi, konsultasi, info kontak rumah sakit, dan registrasi rumah sakit. Aplikasi self-screening assessment mobile dikembangkan dengan melakukan tinjauan literatur yang berkaitan dengan pengkajian keperawatan, skrining mandiri, serta membandingkan dengan aplikasi serupa yang sudah tersedia. Dominan peserta penelitian menjawab setuju terhadap kemudahan pengunaan aplikasi dan fitur pada aplikasi yang sudah  terintegrasi dengan baik. Rerata nilai Single Ease Questions (SEQ) pada setiap item penilaian prototipe SamCov-19 ini diatas lima dengan nilai terendah dua dan tertinggi tujuh. Rentang nilai kuesioner SEQ yang digunakan mulai dari nilai satu yang bermakna sangat sulit dan nilai tujuh bermakna sangat mudah. Hal ini menggambarkan bahwa setiap item prototipe yang di evaluasi dirasakan mudah untuk digunakan oleh peserta pada penelitian ini. Aplikasi self-screening assessment mobile dapat dikembangkan lebih lanjut agar tersedia di iPhone App Store dan Android Play Store

    EFEKTIVITAS MIRROR THERAPY TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN POST STROKE: LITERATUR REVIEW

    No full text
    Stroke menyebbkan deficit neurologis yang dapat menurunkan fungsi muskoloskeletal. Mirror Therapy berperan pada penggunaan ilusi optic cermin yang memberikan stimulasi visual pada otak sehingga dapat mempengaruhi peningkatan otot terhadap fungsi motorik ekstremitas. Oleh karena itu. literature review ini bertujuan untuk menentukan efektivitas mirror therapy pada peningkatan kekuatan otot pasien post stroke. Metode pada penyusunan Literature review menggunakan PRISMA checklist dan PICOS dalam penyeleksian menentukan kriteria inklusi. Data sekunder yang didapatkan berasal dari jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional dengan bahasan yang sudah ditentukan. Cara pengumpulan data dengan enam database elektronik: EBSCO, Springer, PubMed, Science Direct serta Taylor&Francis. Ditemukan 1.278 artikel, Setelah disaring dari tahun 2016-2020. Artikel menjadi 1.270 dengan bahasa inklusi. kemudian, diperiksa duplikasi, terdapat 42 artikel dieksklusi. Menyeleksi dengan judul dan abstrak berjumlah 942 artikel tidak sesuai area studi. artikel berjumlah 268 bukan fulltext. Total artikel yang dapat direview berjumlah 20 artikel. Hasilnya, mirror therapy efektif diberikan pada semua pasien jenis stroke dengan hemiparesis. Mirror therapy efektif dilaksanakan selama 15-60 menit sehari, frekuensi 3-5 hari perminggu 2 hingga 12 minggu dengan syarat kekuatan otot minimal 2 dan ambulasi antara 3-5. Mirror therapy juga dapat mempengaruhi penurunan rasa nyeri ekstremitas pada pasien.Stroke is a neurological deficit that can decrease the function of the musculoskeletal. Mirror therapy, as a role in the use of visual optic illusion, gives the visual brain stimulation and can influence muscle growth in motor functions of extremes. The literature review is intended to determine the effectiveness of mirror therapy in patients\u27 increased muscle strength. The methods used PRISMA checklist, and PICOS in alignment identified the criteria of inclusion. Data collection with six electronic databases: EBSCO, Springer, Pubmed, Science Direct, And Taylor&Francis. Found 1,278 articles, passed through 2016-2020. The report came to 1,270 with inclusions. Then, duplicated, there are 42 separate articles excommunicated. Screening on title and abstract totaling 942 articles out of context. Article number 268 instead of the full text. A total of 20 items could be reviewed. The result, effective mirror therapy is administered to all types of patients with hemiparasitic. Mirror therapy performed 15-60 minutes a day, frequency 3-5 days a week 2-12 weeks with a minimum muscle strength two, and ambulation between 3-5. Mirror therapy can also affect the patient\u27s loss of limb pain. Â

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PERSEPSI DAN RESPON PERILAKU MAHASISWA DALAM UPAYA MEMUTUSKAN MATA RANTAI PENULARAN COVID-19 DI PERBATASAN NKRI-RDTL

    No full text
    Latar belakang: Pandemi covid-19 menyebar sangat pesat dan belum ditemukan obat yang spesifik sehingga masyarakat lebih rentan tertular karena kurangnya pengetahuan dan persepsi serta praktik perilaku tidak memadai. Tujuan: mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan persepsi dan perilaku mahasiswa dalam memutuskan mata rantai penularan covid-19. Metodologi: Desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada Desember 2020. Instrumen pengetahuan, persepsi dan perilaku telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, nilai alfa chronbach 0,697-0,793. Karakteristik responden dianalisis dengan statistik deskriptif, sedangkan hubungan antar variabel menggunakan uji chi square  dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: 502 responden menyelesaikan  survei, rata-rata berumur 21,14 tahun (2,56), terbanyak perempuan (69,7%). Terdapat 67,1% mendapatkan informasi covid-19 melalui media sosial. Mayoritas memiliki pengetahuan memadai, namun 47,4% memiliki pengetahuan kurang. Dilaporkan pula persepsi dan perilaku negatif terkait upaya memutuskan mata rantai penularan covid-19, masing-masing  44,6% dan 50,4%. Sekitar 73,11% menyatakan bahwa antibiotik dan vaksin tidak efektif menghambat penyebaran covid-19. Hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan persepsi (p=0,900) dan perilaku memutuskan mata rantai penularan covid-19 (p=0,781). Kesimpulan: Penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keyakinan masyarakat untuk memutuskan mata rantai penularan covid-19. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen pengubah di masyarakat untuk memutuskan mata rantai penularan covid-19

    PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA DENGAN TERAPI PIJAT TENGKUK MENGGUNAKAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO)

    No full text
    Pada lansia terjadi perubahan neurologis secara fisiologis mengalami penurunan jumlah dan ukuran neuron pada sistem saraf pusat yang mengakibatkan lansia tidak dapat memenuhi kebutuhan tidur normalnya. Salah satu terapi meningkatkan kualitas tidur pada lansia adalah melakukan pijat tengkuk menggunakan virgin coconut oil . Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat tengkuk dengan VCO terhadap kualitas tidur pada lansia. Metode:Desain penelitian yang digunakan pra eksperimental dengan One-group Pretest – Posttest Design, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non Probability Sampling yaitu dengan purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini yaitu, 33 responden dan diperoleh sampel sebanyak 15 responden adapun  kriteria inklusi dalam penelitian ini klien dengan gangguan tidur tanpa menggunakan obat penenang atau obat tidur, Klien yang kooperatif dan bersedia menandatangani informed concent, kriteria eksklusi Klien yang memiliki kesadaran composmentis Pelaksanaan penelitian untuk mengukur kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh sleep quality index (PSQI) dari. pengukuran kualitas tidur lansia dilakukan sebelum dan sesudah pelaksanaan intervensi. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pittsburgh sleep quality index. Intervensi pijat tengkuk dengan Virgin Coconut Oil ini dilakukan 2 kali dalam satu minggu selama 4 minggu. setelah dilakukan uji normalitas data diperoleh hasil 0,28 yang berarti data berdistribusi normal sehingga analisa menggunakan paired T-test.  Hasil:Hasil penelitian menunjukan kualitas tidur pre tes rerata kualitas tidur sebesar 7,9 dengan standar deviasi 1,4 dan post tes didapatkan rerata kualitas tidur sebesar 4,5 dengan standar deviasi 0,83. Berdasarkan analisa data menggunakan uji paired T-test diperoleh nilai p value = 0,000 <α (0.05) yang artinya ada pengaruh pijat tengkuk dengan Virgin Coconut Oil terhadap kualitas tidur pada lansia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan lansia dengan masalah kualitas tidur agar rutin melakukan pijat tengkuk dengan VCO  secara teratur dan berkesinambungan. In the elderly, physiological changes occur physiologically decreasing the number and size of neurons in the central nervous system resulting in the elderly unable to meet their normal sleep needs. One of the therapies to improve sleep quality in the elderly is to massage the neck using virgin coconut oil (VCO). This study aims to determine the effect of cervical massage with VCO on sleep quality in the elderly. The research design used was pre-experimental with One-group Pretest - Posttest Design and the number of respondents was 20 people. The results showed sleep quality before being given progressive muscle relaxation therapy obtained an average sleep quality of 7.9 with a standard deviation of 1.4 and after being given progressive muscle relaxation a mean sleep quality of 4.5 with a standard deviation of 0.83. Based on data analysis using the Wilcoxon Sign Rank Test, p value = 0,000 <α (0.05) is obtained, which means there is an effect of nape massage with VCO on sleep quality in the elderly. Based on the results of the study, it is expected that the elderly with sleep quality problems can routinely perform neck massage with VCO regularly and continuously

    KEWASPADAAN BERKENDARA DAN KECELAKAAN KERJA PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DRIVING AWARENESS AND WORKPLACE ACCIDENT AMONG MOTORCYCLE TAXI DRIVERS

    No full text
    Prevalence of workplace accident among online motorcycle taxi driver was quiet high. Worplace accident may cause injury, disability, death, and decrease of productivity. Many factors contribute to cause accident among online motorcycle taxi driver, one of them was driving awareness. This study aimed to investigate correlation between driving awareness and worplace accident among online motorcycle taxi drivers. It is correlative descriptive quantitative method. Data of driving awareness gathered by situational awareness questionnaire. Data of worplace accident gathered by short answer questionnaire. The Population was online motorcycle taxi drivers who were operating around Tembalang Semarang City, sample taken with convenient sampling consist of 290 drivers. Cross tabulation among driving awareness and workplace accident presented by a table. Correlative analysis with Sommers’ d test to know correlation between driving awareness and workplace accident. Result showed that 41 (28,9 %) drivers performing bad driving awarenes experience no accident, 78 (54,9 %) near miss, and 23 (16,2 %) accident; 58 (49,6 %) drivers performing sufficient driving awarenes experience no accident, 42 (35,9 %) near miss, and 17 (14,5 %) accident; while 24 (77,4%) drivers performing good driving awarenes experience no accident, 6 (19,4%) near miss, and 1 (3,2%) accident. Sommers’ d test showed the coefficient correlation was 0,24, means there is correlation between driving awarenes and workplace accident among online motorcycle taxi drivers. Drivers and the company should doing efforts to prevent workplace accident in order to maintain safety and productivity, one of them by performing good driving awareness during working

    Analisis Kelelahan kerja sebagai penyebab resiko penurunan kinerja perawat di rumah sakit

    No full text
    Upaya peningkatan prestasi kerja, suatu organisasi dapat mengatasi stres akibat pekerjaan yang dapat berkontribusi terhadap kelelahan pada perawat. Isu penting adalah meningkatkan kinerja pelayanan perawat dengan memperbaiki keadaan Burnout Nurse syndrome. Peningkatan kinerja perawat sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan rumah sakit . Mempertimbangkan pertimbangan di atas, penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut untuk memperdalam kegiatan individu yang terjadi pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perawat terkait tentang burnout syndrome. Penelitian ini menggunakan Design Diskriptif Fenomenologi dengan metode kualitatatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang berperan aktif dalam memberikan pelayanan keperawatan di RSUD Dr. Adhyatma MPH Tugurejo Semarang yang terdiri dari perawat pelaksana, kepala ruangan dan pimpinan. Menggunakan tehnik Purposive Sampling diperoleh 15 responden. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan tehnik FGD ( Focus Group Discussion ) kemudian diformulasikan dan dianalisa dengan tehnik Colaiizzi. Hasil penelitian diperoleh tiga tema diantaranya keluhan tidak puas. Lingkungan kerja yang tidak menyenangkan dan tanggung jawab yang berlebihan. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa keluhan perasaan perawat akan ketidak puasan, lingkungan kerja yang kurang menyenangkan hingga tanggung jawab yang berlebihan merupakan penyebab terjadinya burnout syndrome. Akibat yang dapat ditimbulkan sangat besar dan berdampak besar terhadap kualitas pelayanan asuhan keperawatan untuk pasien di Rumah  Sakit

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇