Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL: APLIKASI TIK TOK DENGAN CYBERBULLYING PADA REMAJA
Penggunaan media sosial salah satunya aplikasi Tik Tok yang sedang marak digunakan oleh anak remaja dengan menampilkan video pendek yang di sediakan dengan fitur-fitur yang menarik pada aplikasi Tik Tok seperti tarian, gaya bebas, video goyang dua jari dan lain sebagainya, sehingga membuat remaja sangat menyukai aplikasi ini untuk mengekspresikan diri pada aplikasi Tik Tok tersebut. Tingginya penggunaan aplikasi Tik Tok bisa menyebabkan terjadinya kejadian Cyberbullying pada kalangan remaja dengan memberikan komentar buruk di kolom komentar yang disediakan oleh aplikasi yang memberikan dampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial: aplikasi tik tok terhadap cyberbullying pada remaja. Jenis penelitian kuantitatif dengan deskrispi korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 120 orang dengan teknik snowball sampling dan consecutive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil uji korelasi uji Chi-square didapat Pvalue= 0.427 (>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna mengenaipenggunaan media sosial : aplikasi Tik Tok terhadap cyberbullying pada remaja. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai cyberbullying pada media sosial guna menurunkan angka kejadian cyberbullying pada remaja.
Kata kunci: Aplikasi Tik Tok, Cyberbullying, Media Sosial, Remaja.
 Penggunaan media sosial salah satunya aplikasi Tik Tok yang sedang marak digunakan oleh anak remaja dengan menampilkan video pendek yang di sediakan dengan fitur-fitur yang menarik pada aplikasi Tik Tok seperti tarian, gaya bebas, video goyang dua jari dan lain sebagainya, sehingga membuat remaja sangat menyukai aplikasi ini untuk mengekspresikan diri pada aplikasi Tik Tok tersebut. Tingginya penggunaan aplikasi Tik Tok bisa menyebabkan terjadinya kejadian Cyberbullying pada kalangan remaja dengan memberikan komentar buruk di kolom komentar yang disediakan oleh aplikasi yang memberikan dampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial: aplikasi tik tok terhadap cyberbullying pada remaja. Jenis penelitian kuantitatif dengan deskrispi korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 120 orang dengan teknik snowball sampling dan consecutive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil uji korelasi uji Chi-square didapat Pvalue= 0.427 (>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna mengenaipenggunaan media sosial : aplikasi Tik Tok terhadap cyberbullying pada remaja. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai cyberbullying pada media sosial guna menurunkan angka kejadian cyberbullying pada remaja
The intervention of Pronation Position on Oxygen Saturation in COVID-19 Patients: A Literature Review: INTERVENSI POSISI PRONASI TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN COVID-19 : Literature Review
Abstrak
Â
Pendahuluan: Pasien kritis covid-19 biasanya ditandai dengan gagal napas akut yang berdampak pada oksigenasi, salah satunya adalah penurunan oksigen. tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pengaruh posisi pronasi terhadap saturasi oksigen (spo2) pada pasien covid-19.
Metode: penelitian ini berdasarkan kajian pustaka atau structured literature review dengan rentang waktu 5 tahun terakhir (2016-2021). sumber database yang digunakan antara lain google scholar, pubmed, science direct, dan springerlink dengan terjaring 212 artikel jurnal dan 8 artikel yang memenuhi kriteria kelayakan.
Hasil: tujuh artikel menyatakan peningkatan saturasi oksigen setelah posisi tengkurap. satu artikel menemukan bahwa tidak ada efek pada saturasi oksigen setelah posisi tengkurap.
Kesimpulan: durasi intervensi pada posisi tengkurap dianjurkan untuk dipertahankan minimal 16 jam per hari berapapun jumlah sesinya dan disesuaikan dengan daya tahan dan kenyamanan pasien. posisi pronasi pada pasien ards memiliki manfaat yang baik untuk meningkatkan luaran klinis dan merupakan implementasi alternatif untuk pasien covid-19 dengan gejala ringan atau sedang.
Â
Kata Kunci : Posisi Rawan, Saturasi Oksigen, COVID-19Introduction: critical patients with covid-19 are usually characterized by acute respiratory failure that affects oxygenation, one of which is a decrease in oxygen. purpose: this study is to determine the effect of the pronation position on oxygen saturation (spo2) in covid-19 patients.
Methods: this research is based on a literature review or structured literature review with a span of the last 5 years (2016-2021). the database sources used include google scholar, pubmed, science direct, and springerlink with 212 journal articles netted and 8 articles that meet the eligibility criteria.
Result: seven articles stated an increase in oxygen saturation after the prone position. one article found that there was no effect on oxygen saturation after the prone position.
Conclusion: the duration of the intervention in the prone position is recommended to be maintained at least 16 hours per day regardless of the number of sessions and adjusted to the patient\u27s endurance and comfort. the pronation position in patients with ards has good benefits for improving clinical outcomes and is an alternative implementation for covid-19 patients with mild or moderate symptoms
the EFEKTIVITAS MEDIA POSTER DAN VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 3 BANJARBARU
Latar belakang: Pengetahuan tentang anemia akan mempengaruhi pola perilaku dan kebiasaan remaja dalam mengkonsumsi makanan rendah zat gizi sehingga terhambatnya absorpsi sel darah merah yang mengakibatkan anemia. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan remaja putri tentang anemia pada kelompok poster dan video di SMAN 3 Banjarbaru. Metode: Penelitian ini berupa kuasi eksperimen dengan sebelum-sesudah kontrol grup dari 4 kelompok yaitu kelompok perlakuan poster, video, kontrol video dan poster dengan sampel 20 orang siswi SMA kelas 11 dengan usia minimal 17- 19 tahun pada setiap kelompok yang diambil acak menggunakan undian nomor absen. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan media pada kelompok perlakuan serta kuesioner bagi seluruh kelompok. Data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas dilanjutkan uji T berpasangan dan tidak berpasangan. Hasil: Analisis T berpasangan menunjukkan perbedaan pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah pada kelompok perlakuan di SMAN 3 Banjarbaru. Pada uji T tidak berpasangan terdapat perbedaan pengetahuan remaja putri pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol di SMAN 3 Banjarbaru dan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pada kelompok yang diberikan media poster dan video. Kesimpulan: pengunaan media video dalam pemberian informasi tentang anemia lebih efektif dibandingkan poster dengan p-value (0,000) serta selisih mean dari kedua media tersebut 1,3.Latar belakang: Pengetahuan tentang anemia akan mempengaruhi pola perilaku dan kebiasaan remaja dalam mengkonsumsi makanan rendah zat gizi sehingga terhambatnya absorpsi sel darah merah yang mengakibatkan anemia. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan remaja putri tentang anemia pada kelompok poster dan video di SMAN 3 Banjarbaru. Metode: Penelitian ini berupa kuasi eksperimen dengan sebelum-sesudah kontrol grup, sampel berjumlah 20 orang setiap kelompok yang diambil acak. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan media pada kelompok perlakuan serta kuesioner bagi seluruh kelompok. Data dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas dilanjutkan uji T berpasangan dan tidak berpasangan. Hasil: Analisis T berpasangan menunjukkan perbedaan pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah pada kelompok perlakuan di SMAN 3 Banjarbaru. Pada uji T tidak berpasangan terdapat perbedaan pengetahuan remaja putri pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol di SMAN 3 Banjarbaru dan terdapat perbedaan pengunaan media poster dan video. Kesimpulan: pengunaan media video dalam pemberian informasi tentang anemia efektif dibandingkan poster, karena dilihat sekaligus mendengarkan yang mampu memberikan daya tarik lebih.
 
PENGALAMAN ORANG TUA ANAK DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN ANAK USIA PRA SEKOLAH SAAT PANDEMI COVID-19
Sistem tatanan kehidupan di masyarakat telah terdampak akibat pandemi covid-19 sektor usaha, industri, dunia kerja bahkan pendidikan mengalami perubahan akibat pandemi covid19 ini. Pemerintah telah membatasi aktivitas masyarakat selama masa pandemic sebagai upaya menghentikan penyebaran virus covid-19 terutama disaat kasusnya lagi meningkat diantaranya dengan menerapkan kebijakan PPKM yang mengatur aktivitas masyarakat termasuk di sistem pendidikan yang awalnya dilakukan secara tatap muka disekolah diganti menjadi tatap maya/daring. Karena sistem pendidikan tetap harus berjalan. Tujuan untuk memahami strategi dan tindakan orangtua anak usia sekolah dalam meningkatkann pendidikan anak dimasa pandemi. Penelitian kualitatif dengan design fenomenologi yang melibatkan 16 orangtua. Wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis menggunakan kerangka tema Braun & Clark. Menurut temuan penelitian, ada enam topik utama yang menguraikan bagaimana peran orangtua untuk meningkatkan pendidikan anak mereka selama pandemi Covid-19 meliputi : Ikut berperan aktif dalam pembelajaran daring anak, memasukkan anak ke pendidikan anak private school, Memanfaatkan Teknologi Informasi, Mengajarkan akhlak yang baik dengan menciftakan iklim dilingkungan rumah yang baik, Menekankan pentingnya personal hygiene pada anak, Meningkatkan Kesabaran.ABSTRAK
Sistem tatanan kehidupan di masyarakat telah terdampak akibat pandemi covid-19 sektor usaha, industri, dunia kerja bahkan pendidikan mengalami perubahan akibat pandemi covid-19 ini. Masa pandemi mengharuskan pemerintah untuk membatasi aktivitas masyarakat sebagai upaya mencegah penularan virus covid-19 terutama disaat kasusnya lagi meningkat diantaranya dengan menerapkan kebijakan PPKM yang mengatur aktivitas masyarakat termasuk di sistem pendidikan yang awalnya dilakukan secara tatap muka disekolah diganti menjadi tatap maya/daring. Karena sistem pendidikan tetap harus berjalan. Untuk memahami strategi dan tindakan orangtua anak usia sekolah dalam meningkatkann pendidikan anak dimasa pandemi. Penelitian kualitatif dengan design fenomenologi yang melibatkan 16 orangtua. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, penggunakan tematik Braun & Clark dilakukan untuk menganalisis data. Hasil penelitian ini menemukan 6 tema yang mengambarkan peran orangtua anak usia pra sekolah dalam meningkatkann pendidikan anak dimasa pandemi covid-19. meliputi : Ikut berperan aktif dalam pembelajaran daring anak, Memasukkan anak ke pendidikan anak private school, Memanfaatkan Teknologi Informasi, Mengajarkan akhlak yang baik dengan menciftakan iklim dilingkungan rumah yang baik, Menekankan pentingnya personal hygiene pada anak, Meningkatkan Kesabaran.
Kata Kunci : Orang tua, pendidikan dan anak pra sekolah
Pengembangan Model Psikoedukasi Berbasis Self Management untuk Meningkatkan Keterampilan Pengelolaan Waktu
Pembelajaran jarak jauh di era pandemi telah berlangung lebih dari satu tahun. Berbagai permasalahan mulai ditata baik dari sistem mikro hingga makro. Pembelajaran tatap maya dengan berbagai pola yang diterapkan di sekolah menghasilkan banyak perubahan. Peran ganda siswa kini mulai dilakukan siwa yakni: membuka usaha onlineshop, youtuber, gamer. Perubahan kebiasaan siswa di masa pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) perlu diimbangi dengan pola pengaturan diri baik dari segi waktu dan prioritas dalam menentukan kegiatan. Penelitain ini bertujuan untuk mengembangkan metode kelompok psikoedukasi untuk meningkatkan management diri siswa. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian pengembangan. Peneliti berharap model psikoedukasi ini dapat diterapkan oleh guru BK (Bimbingan dan Konseling) di sekolah sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalisasi potensi peserta didik. Hasil penialain Uji ahli pada aspek kelayakan isi memiliki skor 100%, kelayakan bahasan 100%, kelayakan kegrafikan 88%, dan kelayakan kepraktisan 97 %. Berdasarkan keempat kriteria dan hasil tersebut dikategorikan sangat baik dan tidak perlu revisi.
 Pembelajaran jarak jauh di era pandemi telah berlangung lebih dari satu tahun. Berbagai permasalahan mulai ditata baik dari sistem mikro hingga makro. Pembelajaran tatap maya dengan berbagai pola yang diterapkan di sekolah menghasilkan banyak perubahan. Beberapa perubahan yang cukup kentara adalah perubahan kebiaasaan yang dibentuk. Aktivitas para pelajar kini bukan hanya sebagai siswa, namun ada beberapa diantara mereka yang saat ini juga mencari aktivitas lain selain sebagai siwa yakni: membuka usaha onlineshop, youtuber, gamer. Ada beberapa yang hanya menanti tugas dari guru dan pada akhirnya mager atau enggan melakukan aktivitas sekolah. Perubahan kebiasaan siswa di masa pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) perlu diimbangi dengan pola pengaturan diri baik dari segi waktu dan prioritas dalam menentukan kegiatan. Sehingga kegiatan siswa menjadi lebih tertata. Penelitina ini bertujuan untuk mengembangkan metode kelompok psikoedukasi untuk meningkatkan management diri siswa. Metode penelitina yang dipakai adalah penelitian pengembangan. Peneliti berharap model psikoedukasi ini dapat diterapkan oleh guru BK (Bimbingan dan Konseling) di sekolah sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalisasi potensi peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Penelitian ini menghasilakn sebuah buku yang telah memenuhi kriteria akseptabilitas sebuah media. Hasil penialain Uji ahli pada aspek kelayakan isi memiliki skor 100%, kelayakan bahasan 100%, kelayakan kegrafikan 88%, dan kelayakan kepraktisan 97 %. Berdasarkan keempat kriteria dan hasil tersebut dikategorikan sangat baik dan tidak perlu revisi
STRES KERJA PERAWAT UGD PUSKESMAS PADA MASA PANDEMI COVID-19
Infeksi COVID-19 (Coronavirus disease) saat ini telah menjadi pandemi. Salah satu tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan untuk penanganan pasien COVID-19 adalah perawat UGD. Perawat UGD berisiko lebih tinggi terinfeksi COVID-19. Perawat bekerja di bawah tekanan, waktu kerja yang lama, beban kerja yang berlebihan, kadang-kadang tanpa pelatihan yang tepat, peralatan perlindungan pribadi yang kurang memadai, dan adanya diskriminasi. Hal itulah yang memicu terjadinya stres pada perawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran stres kerja perawat UGD yang bekerja di Puskesmas pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan jumlah sampel sebanyak 30 perawat yang diambil melalui teknik total sampling. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner stres kerja. Rentang usia perawat 24-49 tahun dengan jenis kelamin mayoritas adalah perempuan (56,7%), sebagian besar perawat berlatar pendidikan S1 Ners (86.7%) dengan pengalaman kerja mayoritas dalam rentang 3-5 tahun sebanyak 40.0%. Seluruh perawat UGD pada masa pandemi Covid-19 mengalami stres kerja berat (100%). Sebaiknya perawat selalu berusaha untuk mengendalikan dan mengenali tigkat stres agar tetap memberikan pelayanan keperawatan dengan baik dan optimal dimasa pandemi.Infeksi COVID-19 (Coronavirus disease) saat ini telah menjadi pandemi. Salah satu tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan untuk penanganan pasien COVID-19 adalah perawat UGD. Perawat UGD berisiko lebih tinggi terinfeksi COVID-19. Perawat bekerja di bawah tekanan, waktu kerja yang lama, beban kerja yang berlebihan, kadang-kadang tanpa pelatihan yang tepat, peralatan perlindungan pribadi yang kurang memadai, dan adanya diskriminasi. Hal itulah yang memicu terjadinya stres pada perawat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran stres kerja perawat UGD yang bekerja di Puskesmas pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan jumlah sampel sebanyak 30 perawat yang diambil melalui teknik total sampling. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner stres kerja. Rentang usia perawat 24-49 tahun dengan jenis kelamin mayoritas adalah perempuan (56,7%), sebagian besar perawat berlatar pendidikan S1 Ners (86.7%) dengan pengalaman kerja mayoritas dalam rentang 3-5 tahun sebanyak 40.0%. Seluruh perawat UGD pada masa pandemi Covid-19 mengalami stres kerja berat (100%). Sebaiknya perawat selalu berusaha untuk mengendalikan dan mengenali tingkat stres agar tetap memberikan pelayanan keperawatan dengan baik dan optimal dimasa pandemi
Efek Aktivitas Fisik Terhadap Depresi Post-Partum: Studi Literatur
Gangguan jiwa dapat mempengaruhi fungsi individu, menyebabkan tekanan emosional, penurunan kualitas hidup populasi yang terkena dampak. Olahraga atau aktivitas fisik selama masa kehamilan telah menunjukkan banyak manfaat bagi ibu dan bayi termasuk dalam mencegah depresi post-partum. Tujuan studi literatur ini untuk mengidentifikasi efek aktivitas fisik terhadap tingkat depresi post-partum. Metode yang digunakan adalah studi literatur, pencarian artikel melalui database elektronik, seperti PubMed, EBSCO, dan ScienceDirect, dengan kata kunci: exercise AND baby blues OR post-partum depression. Enam artikel didapatkan dengan hasil bahwa aktivitas fisik mempunyai efek terhadap penurunan dan pencegahan depresi post-partum, sehingga terapi modalitas tersebut dapat digunakan mengikuti protokol yang disesuaikan dengan sumber yang ada
THE CORRELATION BETWEEN THE NUMBER OF VACCINES RECEIVED AND THE DEGREE OF SYMPTOMS COVID-19 PATIENTS IN THE EMERGENCY DEPARTMENT
Covid-19 patients who came to the emergency department in February 2022 are still relatively high with various degrees of symptoms from mild to severe. The condition of Covid-19 patients who came to the emergency department, some of them have already received the first dose of the vaccine to third dose (boster). However, there are also some of them have not been vaccinated at all. The purpose of this research is to know the correlation between the number of vaccines received and the degree of symptoms covid-19 patients in the emergency department. The method was quantitative research with retrospective design of cross sectional approach study. The data was taken from the Electronic Medical Record (RME) with a sample of patients who came to the emergency department in February 2022 with the age of more than 18 years old and positive antigen or PCR swab results. Research data collection was conducted in August 2022. The Research used RME to see the number of vaccines received by patients and the Guidelines of the Republic Indonesia Health’s Minister to determine the degree of symptoms Covid-19. The results showed that there was a correlation between the number of vaccines received and the degree of symptoms covid-19 patients (p value: 0,003 (<0,05)). Completeness the number of vaccine doses received can reduce the severity of Covid-19 symptoms, because it can increase immunity and provide a stronger immune response. Therefore, it is hoped that the public can follow the complete vaccination program suggested by the Government.
Keywords: Degree of Symptoms Covid-19, Emergency Department, Number of Vaccines Dose
PENGALAMAN MASYARAKAT DUSUN KALIBENING DALAM MELAKUKAN PERAWATAN HIPERTENSI DI MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2021
Background: Hypertension is a comorbid disease that can aggravate disease when infected with covid-19. Appropriate treatment can stabilize blood pressure. Patients with hypertension in Kalibening assume hypertension does not require special treatment. Patients with hypertension do not manage their diet, do physical activity without applying health protocols, and do not take hypertension medication.
Method: The qualitative research with a phenomenological approach uses six participants with a purposive sampling technique. Data was collected using semi-structured interviews, observations on six respondents, and triangulation on two sources. It was analyzed by transcribing, coding, categorizing, and creating themes.
Result: Themes found include blood pressure checks, stressors for people with hypertension during a covid-19 pandemic, hypertension control, adherence to types of drugs consumed, and family support. Participants are quite good at controlling hypertension and managing stress. They do not regularly control blood pressure, five are not good at managing their diet and do not regularly take their medication.
Discussion: participants do not control blood pressure at health facilities for fear of contracting COVID-19, are able to manage stress, control hypertension by regulating diet, doing physical activity, sleeping 7-8 hours, not smoking and drinking alcohol. They do not take hypertension drugs for fear of complications. Families with hypertension are able to understand and pay attention to the health of their family members.
Conclusion: Hypertension treatment during the covid-19 pandemic was carried out quite well in managing stress, controlling hypertension and family support. participants are not good at managing their diet and do not regularly take hypertension medication
HUBUNGAN KECEMASAN ORANG TUA DENGAN PENGASUHAN ANAK PRASEKOLAH DI MASA PANDEMI COVID-19
Pendahuluan: Pandemi COVID-19 sedang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia. Semua aspek telah berubah dan terkena dampaknya. Hampir semua lapisan masyarakat merasakan kecemasan, termasuk orang tua yang memiliki anak usia prasekolah dan dikhawatirkan memperngaruhi pengasuhan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan orang tua dengan pengasuhan anak prasekolah di masa pandemi COVID-19.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel independent yaitu kecemasan dan variabel dependent yaitu pengasuhan. Populasi yang diambil adalah orang tua dengan anak pra sekolah. Teknik pengambilan sampel memakai consecutive sampling dengan kurun waktu satu bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui google formulir. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Generalize Anxiety Disorder-7 (GAD-7) Scale yang dimodifikasi untuk mengukur kecemasan dan kuesioner modifikasi yang dikembangkan oleh peneliti untuk mengukur pengasuhan orang tua.
Hasil: Terdapat hubungan antara kecemasan orang tua dengan pengasuhan orang tua pada anak prasekolah di masa pandemi COVID-19 (nilai p=0.000).
Kesimpulan: Semakin berat tingkat kecemasan orang tua maka semakin tinggi pula nilai pengasuhannya. Walaupun demikian kecemasan mereka tetap harus berada dalam kecemasan yang tidak berlebihan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah cemas.
Kata Kunci: anak prasekolah, kecemasan, pengasuhan