Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
DIABETES MELLITUS SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEMATIAN PADA PASIEN COVID-19 DEWASA : A SCOPING REVIEW
Covid-19 menyebabkan kematian yang tinggi terutama pada pasien-pasien dengan komorbid. Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu komorbid yang menjadi faktor resiko kematian pada pasien Covid-19. Scoping review ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampai dengan saat ini DM menjadi faktor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa. Pencarian literatur dilakukan di database Pubmed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci “Covid-19 AND risk factors diabetes mellitus AND mortality AND adultâ€. Sebanyak 2.233 artikel didapatkan dari dua database tersebut dan 1 artikel hand searching yang berupa artikel review dan artikel riset original yang kemudian diskrining duplikasi, tahun terbit Desember 2019-Maret 2022, open access/free fulltext, dan berbahasa Inggris, serta subyek merupakan pasien dewasa (>18 tahun) sehingga didapatkan 20 artikel yang masuk dalam review ini. Enam belas artikel menunjukkan bahwa DM adalah factor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa. Empat artikel menunjukkan bahwa secara statistik, DM bukan merupakan faktor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa akan tetapi berpengaruh terhadap beratnya gejala yang dialami. DM merupakan faktor resiko terhadap kematian pasien Covid-19 dewasa dan memperparah gejala. Apabila DM pada pasien Covid-19 dikelola dengan baik tingkat kematian dan keparahan gejala dapat menurun.
Kata KunciCovid-19, diabetes mellitus, kematian, SARS Cov-2, faktor risikoCovid-19 menyebabkan kematian yang tinggi terutama pada pasien-pasien dengan komorbid. Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu komorbid yang menjadi faktor resiko kematian pada pasien Covid-19. Scoping review ini bertujuan untuk mengetahui apakah sampai dengan saat ini DM menjadi faktor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa. Pencarian literatur dilakukan di database Pubmed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci “Covid-19 AND risk factors diabetes mellitus AND mortality AND adultâ€. Sebanyak 2.233 artikel didapatkan dari dua database tersebut dan 1 artikel hand searching yang berupa artikel review dan artikel riset original yang kemudian diskrining duplikasi, tahun terbit Desember 2019-Maret 2022, open access/free fulltext, dan berbahasa Inggris, serta subyek merupakan pasien dewasa (>18 tahun) sehingga didapatkan 20 artikel yang masuk dalam review ini. Enam belas artikel menunjukkan bahwa DM adalah factor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa. Empat artikel menunjukkan bahwa secara statistik, DM bukan merupakan faktor resiko kematian pada pasien Covid-19 dewasa akan tetapi berpengaruh terhadap beratnya gejala yang dialami. DM merupakan faktor resiko terhadap kematian pasien Covid-19 dewasa dan memperparah gejala. Apabila DM pada pasien Covid-19 dikelola dengan baik tingkat kematian dan keparahan gejala dapat menurun
HUBUNGAN PERILAKU ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA SEKOLAH PADA MASA PANDEMI COVID-19
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup beragam bagi perilaku setiap orang khususnya orang tua. Perilaku orang tua itu sendiri sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikososial anak yang merupakan perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi, kepribadian dan hubungan sosial pada anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku orang tua dengan perkembangan psikososial anak usia sekolah pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 40 responden anak usiasekolah dan orangtua. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan uji statistic Spearman Rank. Hasil penelitian ini didapatkan perilaku membebaskan/memanjakan sebanyak 27 responden (67,5%) dan untuk perkembangan psikososial anak berada pada kategori cukup sebanyak 25 anak (62,5%). Pengukuran menggunakan uji statistika Spearman Rank diperoleh nilai p 0,00 < 0,05 yang artinya ada hubungan antara perilaku orang tua dengan perkembangan psikososial anak usia sekolah. Diharapkan kepada orang tua selama berinteraksi dengan anak harus dapat memberikan contoh perilaku yang baik. Perilaku yang baik adalah perilaku terbuka yang dapat menyeimbangkan pemikiran, sikap, dan tindakan antara orang tua dan anak agar perkembangan psikososial anak sesuai tugas perkembangannya.Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup beragam bagi perilaku setiap orang khususnya orang tua. Perilaku orang tua itu sendiri sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikososial anak yang merupakan perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi, kepribadian dan hubungan sosial pada anak usia sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku orang tua dengan perkembangan psikososial anak usia sekolah pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 40 responden anak usiasekolah dan orangtua. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan uji statistic Spearman Rank. Hasil penelitian ini didapatkan perilaku membebaskan/memanjakan sebanyak 27 responden (67,5%) dan untuk perkembangan psikososial anak berada pada kategori cukup sebanyak 25 anak (62,5%). Pengukuran menggunakan uji statistika Spearman Rank diperoleh nilai p 0,00 < 0,05 yang artinya ada hubungan antara perilaku orang tua dengan perkembangan psikososial anak usia sekolah. Diharapkan kepada orang tua selama berinteraksi dengan anak harus dapat memberikan contoh perilaku yang baik. Perilaku yang baik adalah perilaku terbuka yang dapat menyeimbangkan pemikiran, sikap, dan tindakan antara orang tua dan anak agar perkembangan psikososial anak sesuai tugas perkembangannya
Cognitive Behavioural-Anger Management Training (CB-AMT) Reduce the Student\u27s Aggressive Behavior
Students with high levels of anger tend to have destructive coping strategies, express anger by attacking people in physical or verbal forms and experiencing conflicts with others more often. One technique of changing behavior, especially aggression in elementary school students is to develop and implement Cognitive Behavioural-Anger Management Training (CB-AMT) that can be applied in schools. This training is appropriate to be applied to reduce aggressive behavior because of the difficulty of children in managing their anger.The specific purpose of this research is to train each student to be able to use Cognitive Behavioural-Anger Management Training (CB-AMT) techniques to reduce aggressive behavior. The method in this study was a pre-experimental study with a pretest-posttest design. The samples were 70 respondents of school-age children. The sampling used is purposive sampling. Collecting data using observation sheets. The results obtained. Based on the results of the study, it was found that the most respondents had good Aggressive Behavior After Cognitive Behavioural-Anger Management Training (CB-AMT) was 58 respondents (83%). It was concluded that based on the results of research conducted by Cognitive Behavioural-Anger Management Training (CB-AMT) on children at SDN Pakistaji 1 Probolinggo City, it can reduce aggressive behavior in children. Through Cognitive Behavioural-Anger Management Training (CB-AMT) Skills that are carried out and trained together.Perilaku agresi menjadi sebuah masalah klasik yang masih terjadi sampai sekarang pada anak-anak. Anak yang sulit mengontrol emosi akan cenderung mudah memunculkan perilaku agresi. Salah satu teknik pengubahan tingkah laku, khususnya agresi pada siswa Sekolah Dasar adalah dengan mengembangkan dan menerapkan pelatihan Child Anger Management Training yang dapat diterapkan di sekolah. Pelatihan ini tepat untuk diterapkan untuk mereduksi perilaku agresi karena kesulitan anak-anak dalam memanajemen kemarahannya. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk melatih setiap siswa untuk mampu menggunakan teknik Child Anger Management Training untuk mereduksi perilaku agresi. Penelitian ini mengunakan desain pra experimental pre post, sedangkan populasi adalah siswa dan siswa sekolah dasar dengan sampel 70 siswa. Sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian didapatkan Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa paling banyak responden memiliki Perilaku Agresi yang baik Setelah dilakukan Child Anger Management Training yaitu sebanyak 58 responden (83%). Disimpulkan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan Child Anger Management Training pada anak-anak di SDN Pakistaji 1 Kota Probolinggo dapat menurunkan perilaku agresi pada anak. Melalui Ketrampilan Child Anger Management Training yang dilakukan dan dilatih Bersama-sama diharapkan anak-anak akan mampu mengendalikan perilaku agresi dan memiliki ketrampilan manajemen marah.
Kata Kunci : Child Anger Management Training, Perilaku Agresi, Sisw
Pembelajaran Online Pasca Pandemi Covid 19: Identifikasi Masalah Pembelajaran Daring
Lebih dari satu tahun pandemi covid 19 berlangsung. Proses pembelajaran online sudah mulai tertata. Sistem pembelajaran online selayknya mulai lebih baik. Berbagai metode pembelajaran mulai diterapkan agar pembelajaran online mampu mencapai tujuan pendidikan. Namun, pembeljaran online di masa pandemic masih memilikk beberapa permasalahan baik secara teknis maupun non teknis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran online dari sudut pandang mahasiswa dan dosen. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Pengambilan data dilakukan melalui kuesionaer yang disebarkan secara online. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa dan dosen FIP-Unesa. Sampel diambil melalui nonprobability sampling teknik cluster sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 481 mahasiswa dan 73 dosen. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya permasalahan yang tergolong sedang pada aspek pedagogic dan standar teknis ketersediaan perangkat, serta komitment pada mahasiswa. Hasil berbeda didaat pada dosen yang hanya memiliki permasalahan pada aspek pedagogic.Hampir dua tahun pandemi covid 19 berlangsung. Proses pembelajaran online sudah mulai tertata. Sistem pembelajaran online selayknya mulai lebih baik. Berbagai metode pembelajaran mulai diterapkan agar pembelajaran online mampu mencapai tujuan pendidikan. Namun, pembeljaran online di masa pandemic masih memilikk beberapa permasalahan baik secara teknis maupun non teknis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran online dari sudut pandang mahasiswa dan dosen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitaif jenis penelitian survey. Pengambilan data dilakukan melalui kuesionaer yang disebarkan secara online. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen FIP-Unesa. Sampel diambil melalui nonprobability sampling teknik cluster sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya permasalahan yang tergolong sedang pada aspek pedagogic dan standar teknis ketersediaan perangkat, serta komitment pada mahasiswa. Hasil berbeda didaat pada dosen yang hanya memiliki permasalahan pada aspek pedagogic. Perlu adanya penguatan secara pikologis agar dosen dan mahaiswa mampu mengembangkan pembelajaran online secara lebih efektif lagi
PENERIMAAN VAKSIN COVID 19 SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN HERD IMMUNITY PADA ORANG DEWASA
Penerimaan masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 merupakan mekanisme penting untuk mencegah tertularnya Covid-19. Berbagai faktor pencetus yang menyebabkan penerimaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19, namun faktor utama penerimaan ini sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Sistematika review ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mensintesis tentang Faktor Penerimaan Vaksin Covid 19 Pada Orang Dewasa. Literatur review ini melalui penelusuran hasil penelitian dalam bentuk artikel full-text dari data base jurnal bereputasi yaitu : Scopus, Science Direct dan Springer Link pada publikasi 3 tahun terakhir yaitu tahun 2018-2021. Analisis data menggunakan kerangka kerja PICOS dan diagram Flow PRISMA. Faktor yang mempengaruhi penerimaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi terdiri dari: Pengetahuan dan Pendidikan, kepercayaan dan agama, Jenis kelamin, usia dan Tingkat pendapatan (ekonomi), Tujuan melakukan vaksin, dan keraguan terhadap vaksin.Penerimaan masyarakat terhadap Vaksin Covid-19 merupakan mekanisme penting untuk mencegah tertularnya Covid-19. Berbagai faktor pencetus yang menyebabkan penerimaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19, namun faktor utama penerimaan ini sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Sistematika review ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mensintesis tentang Faktor Penerimaan Vaksin Covid 19 Pada Orang Dewasa. Literatur review ini melalui penelusuran hasil penelitian dalam bentuk artikel full-text dari data base jurnal bereputasi yaitu : Scopus, Science Direct dan Springer Link pada publikasi 3 tahun terakhir yaitu tahun 2018-2021. Analisis data menggunakan kerangka kerja PICOS dan diagram Flow PRISMA. Faktor yang mempengaruhi penerimaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi terdiri dari: Pengetahuan dan Pendidikan, kepercayaan dan agama, Jenis kelamin, usia dan Tingkat pendapatan (ekonomi), Tujuan melakukan vaksin, dan keraguan terhadap vaksin. Guna mendukung upaya pemerintah dalam menangani penyebaran COVID-19 maka diperlukan kerjasama dari seluruh unsur pemangku kepentingan untuk bisa memberikan informasi yang tepat yang diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga masyarakat mematuhi dan melaksanakan program vaksinasi COVID-19
Hubungan Kecanduan Internet dengan Kecerdasan Emosional pada Remaja
Internet menjadi teknologi informasi yang penggunaannya semakin meningkat pada berbagai kalangan khususnya remaja. Namun, remaja belum sepenuhnya mampu memilah aktivitas internet yang bermanfaat. Kurangnya pengawasan dan edukasi terkait dampak buruk dari penggunaan internet dapat meningkatkan kejadian kecanduan internet. Kecanduan internet dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan emosional remaja di SMA X Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan internet dengan kecerdasan emosional pada remaja di SMA X Denpasar. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 261 siswa kelas XI di SMA X Denpasar yang diambil menggunakan probability sampling dengan teknik proportionate stratified random sampling. Peneliti menggunakan kuesioner internet addiction test (nilai r hitung 0,647-0,732 dan Cronbach’s alpha 0,759) dan emotional intelligence (r hitung 0,170-0,523 dan Cronbach’s alpha 0,825) sebagai instrumen penelitian. Analisis bivariat menggunakan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan bahwa p-value 0,000 (p<0,05) dengan nilai r = -0,282. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara kecanduan internet dengan kecerdasan emosional dengan arah hubungan negatif, artinya semakin tinggi kecanduan internet maka semakin rendah kecerdasan emosionalnya
Hubungan Pendidikan dan Paritas Ibu Terhadap Pemilihan KB Di Puskesmas Banjar II Buleleng Bali
KB is used to improve the welfare of mothers and children in order to realize the norms of small families happy prosperous which is the basis of the realization of a prosperous society by promoting birth while ensuring the control of the population. The higher the level of education the more rational the decision-making, one of which is in the use of kb. Parity can affect a person\u27s birth control because the more children are born, the higher the mother\u27s desire to limit birth. This condition will encourage a mother to use birth control. To know the education and parity of the mother to the election of KB in Banjar Health center II Buleleng Bali. This type of research is quantitative with cross sectional design. The study was conducted in July 2020 with a total sample of 236 respondents. Sampling techniques using total sampling. Research instruments use observation sheets. Analyze data using Chi square. The results of the education univariate test surveyed 162 respondents (68.6%), multipara parity 187 respondents (79.2%), hormonal KB 227 respondents (96.2%), age ≤30 ≥30 years 118 respondents (50.0%), not working 142 respondents (60.2%). Educational bivariate test results with KB show p value of 1,000 and parity with KB shows p value 0.947. No education relations and parity of the election of the KB in Banjar Health center II Buleleng Bali
THE EFFECTIVENESS OF TELENURSING SI KASIH (SISTEM INFORMASI KONDISI PASIEN HARIAN) ON ANXIETY OF THE FAMILY OF ISOLATED COVID-19 PATIENTS
This study was held to see the effect of Sikasih Telenursing on the anxiety of the patient\u27s family in the Covid 19 isolation room. Sikasih (sistem informasi kondisi pasien harian) is one of the telenursing services that provides information on the patient\u27s condition. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental research design in one group (one-group pre-post test design without control). The population of this study was the family of patients who were treated in the COVID-19 isolation room, the sample used was 18 respondents. The instrument for measuring anxiety is the Zung Self-Rating Anxiety Scale. The results of data analysis showed that telenursing sikasih (sistem informasi kondisi pasien harian) Â was effective in reducing the anxiety of the patient\u27s family, with p value (0.014) on the third day and p value (0.020) on the fifth day
Pemberdayaan Posbindu Pasar Karangayu dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup bagi Pedagang dengan Hipertensi Kronis
Banyaknya kasus gangguan kardiovakular yang sering ditemui khususnya penyakit hipertensi masih menjadi lingkaran hitam di masyarakat. Banyaknya tanda dan gejala yang muncul pada penderita hipertensi tentunya akan membawa dampak bagi aktivitas sehari-harinya yang akan berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Selain perawat, kader masyarakat merupakan bagian penting yang berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan di masyarakat. Adanya kegiatan Pemberdayaan Posbindu Pasar Karangayu Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Bagi Pedagang Yang Mengalami Hipertensi Kronis, menunjukkan bahwa adanya motivasi dan kemauan besar dari wilayah binaan Kelurahan Karangayu untuk mensukseskan kegiatan peningkatan kualitas hidup manusia. Untuk itu diperlukan solusi pemecahan masalah ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan sasaran para pedagang yang dilakukan oleh tim Kesehatan. Pengusul bersama mitra bekerja sama menyusun metode pendekatan dalam menyelesaikan prioritas masalah yang telah disepakati. Dalam kegiatan ini salah satu indokator yang dapat dikur adalah pengetahuan tentang hipertensi dan penatalaksanaan hipertensi di masyarakat. Hasil kegiatan didapatkan adalah sebagai berikut terbentuknya Kader Kesehatan Pasar Karangayu, terbentuknya Posbindu Pasar Karangayu, meningkatnya pengetahuan pedagang Pasar Karangayu khususnya pengetahuan penyakit hipertensi. Hasil evaluasi kepuasan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang diadakan memberikan manfaat bagi pengguna dengan hasil survey didapatkan hasil sebagian besar responden yaitu pedagang pasar yang mengikui kegiatan dan kader yang terlibat.setuju bahwa kegiatan ini bermanfaat
Efektifitas Intervensi Aktifitas Fisik Jalan dan Aerobik terhadap Pencegahan Komplikasi pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Pasca Percutaneous Coronary Intervention: Review Studi Intervensi: Intervensi aktifitas fisik jalan dan aerobik
Latar Belakang: Tatalaksana Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dilakukan untuk mengurangi penyempitan atau penyumbatan akibat plak pada Penyakit Jantung Koroner (PJK). Aktifitas fisik berjalan dan aerobik dapat mencegahan komplikasi setelah tindakan PCI namun belum ada ringkasan terkait hal tersebut.
Tujuan: Studi ini dimaksudkan untuk mencari bukti terkait pengaruh intervensi aktifitas fisik jalan dan aerobik dalam mencegah komplikasi pada pasien PJK paska PCI.
Metode: Metode yang digunakan adalah pencarian literatur dengan sistematis pada publikasi artikel 10 tahun terakhir dari database: PubMed, Science Direct, dan Ebsco. Kata kunci yang digunakan adalah “Coronary heart disease patient after Percutaneous coronary intervention†OR “Coronary artery disease patient after Percutaneous coronary intervention†AND “walking†AND “aerobic†AND “prevent complicationsâ€. Peneliti hanya memilih artikel original dan hasil review dengan kriteria inklusi: teks artikel utuh dalam Bahasa Inggris, dan menjawab tujuan penelitian. Sementara studi tanpa PCI dan bukan penelitian intervensi akan dikeluarkan dalam review. Pencarian literatur mengikuti panduan PRISMA.
Hasil: Terdapat 3 artikel dari hasil pencarian yang memenuhi kriteria. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas fisik berjalan dan aerobik dapat menurunan jumlah depresi segmen ST (ΣST) (p<0.05), frekuensi angina (p<0.05), meningkatkan sirkulasi darah di miokardium sehingga mencegah pebentukan aterosklerosis, dan VO2MAX lebih tinggi signifikan (p<0.05).
Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik aerobik dan berjalan dapat mecegah komplikasi pada pasien PJK paska PCI.
Kata Kunci:
Aerobik, Jalan, Pencegahan komplikasi, Penyakit jantung koronerLatar Belakang: Tatalaksana Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dilakukan untuk mengurangi penyempitan atau penyumbatan akibat plak pada Penyakit Jantung Koroner (PJK). Aktifitas fisik berjalan dan aerobik dapat mencegahan komplikasi setelah tindakan PCI namun belum ada ringkasan terkait hal tersebut.
Tujuan: Studi ini dimaksudkan untuk mencari bukti terkait pengaruh intervensi aktifitas fisik jalan dan aerobik dalam mencegah komplikasi pada pasien PJK paska PCI.
Metode: Metode yang digunakan adalah pencarian literatur dengan sistematis pada publikasi artikel 10 tahun terakhir dari database: PubMed, Science Direct, dan Ebsco. Kata kunci yang digunakan adalah “Coronary heart disease patient after Percutaneous coronary intervention†OR “Coronary artery disease patient after Percutaneous coronary intervention†AND “walking†AND “aerobic†AND “prevent complicationsâ€. Peneliti hanya memilih artikel original dan hasil review dengan kriteria inklusi: teks artikel utuh dalam Bahasa Inggris, dan menjawab tujuan penelitian. Sementara studi tanpa PCI dan bukan penelitian intervensi akan dikeluarkan dalam review. Pencarian literatur mengikuti panduan PRISMA.
Hasil: Terdapat 3 artikel dari hasil pencarian yang memenuhi kriteria. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas fisik berjalan dan aerobik dapat menurunan jumlah depresi segmen ST (ΣST) (p<0.05), frekuensi angina (p<0.05), meningkatkan sirkulasi darah di miokardium sehingga mencegah pebentukan aterosklerosis, dan VO2MAX lebih tinggi signifikan (p<0.05).
Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik aerobik dan berjalan dapat mecegah komplikasi pada pasien PJK paska PCI