Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    PENGARUH PROGRAM TERAPI MUSIK RUMAHAN PADA ORANG TUA DAN ANAK DENGAN DISABILITAS

    No full text
    Pola asuh yang responsif dan sinkron antara interaksi orangtua-anak berdampak positif pada anak dalam hal bahasa, kognitif, dan perkembangan sosial-emosional. Meskipun manfaat terapi musik yang didokumentasikan secara luas pada interaksi orang tua-anak, bukti empiris untuk efek terapi musik pada sinkronisasi orang tua-anak masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh partisipasi orang tua-anak dalam Program terapi musik berbasis rumah selama enam minggu tentang respons orang tua, inisiasi anak, dan sinkronisasi orang tua-anak, serta penggunaan aktivitas musik sehari-hari oleh orang tua dengan anak mereka. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan jumlah sampel 26 pasangan orangtua-anak berpartisipasi dalam studi desain kelompok tunggal dalam subjek tes awal. Pasangan yang berpartisipasi termasuk orang tua dan anak mereka dengan disabilitas atau keterlambatan perkembangan (termasuk usia 6-12 tahun). Pasangan orangtua-anak berpartisipasi dalam program terapi musik berbasis rumah yang mencakup enam sesi mingguan 40 menit, dan menggabungkan lima strategi pengajaran responsif (yaitu, mempengaruhi, mencocokkan, timbal balik, kendali bersama, dan kontingensi). Data observasi dicatat untuk interaksi orang tua-anak dan keterikatan orang tua-anak. Hasil penelitian didapatkan Respons positif fisik dan verbal orang tua, serta inisiasi verbal positif anak-anak, meningkat secara signifikan sebelum pasca-intervensi; namun, inisiasi fisik positif anak-anak tidak meningkat secara signifikan. Keterikatan orang tua-anak juga meningkat secara signifikan sebelum pasca-intervensi. Kesimpulan; Temuan mendukung penggunaan terapi musik rumahan program untuk memfasilitasi interaksi orang tua-anak di bidang orang tua responsivitas dan komunikasi yang dimulai oleh anak, serta sinkronisasi orang tua.Â

    PERILAKU BULLYING DAN DAMPAKNYA YANG DIALAMI REMAJA

    No full text
    Bullying merupakan perilaku yang dilakukan untuk menyakiti atau mencederai seseorang secara verbal, sosial, dan fisik. Bullying memberikan dampak buruk bagi korban yang mendapatkan perilaku bully. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perilaku bullying dan dampaknya pada remaja korban bullying. Metode penelitian yaitu deskriptif kuantitatif. Populasi terdiri dari siswa-siswi kelas VII dan VIII salah satu sekolah menengah pertama yang pernah mengalami bullying. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi korban bullying dan merupakan siswa aktif, serta kriteria eksklusi yaitu korban bullying yang juga merupakan pelaku bullying. Sehingga didapatkan sampel berjumlah 50 responden. Pengambilan data dilakukan menggunakan Retrospective Bullying Questionnaire. Analisis data menggunakan analisis item. Hasil penelitian menunjukkan jenis verbal bullying merupakan yang banyak terjadi sebanyak 86%. Untuk frekuensi kejadian bullying paling banyak terjadi selama beberapa hari yaitu 74%. Selanjutnya dampak paling banyak dirasakan adalah stres dan mengingat kembali kejadian bullying yang pernah terjadi yaitu masing-masing sebanyak 44%. Pada penelitian ini perilaku bullying secara verbal paling banyak terjadi dan kejadian ini dapat berlangsung cukup lama sehingga memiliki dampak negatif bagi korbannya. Hal ini harus menjadi perhatian pihak sekolah, masyarakat, dan tenaga kesehatan terutama perawat untuk lebih memerhatikan kejadian bullying dan mengatasi dampak yang banyak terjadi di kalangan remaja melalui kegiatan konseling.Bullying merupakan perilaku yang dilakukan untuk menyakiti atau mencederai seseorang secara verbal, sosial, dan fisik. Bullying memberikan dampak buruk bagi korban yang mendapatkan perilaku bully. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perilaku bullying dan dampaknya pada remaja korban bullying. Metode penelitian yaitu deskriptif kuantitatif. Populasi terdiri dari siswa-siswi kelas VII dan VIII salah satu sekolah menengah pertama yang pernah mengalami bullying. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi korban bullying dan merupakan siswa aktif. Untuk kriteria eksklusi adalah korban bullying yang juga merupakan pelaku bullying. Sehingga didapatkan sampel berjumlah 50 responden. Pengambilan data dilakukan menggunakan Retrospective Bullying Questionnaire. Analisis data menggunakan analisis item. Hasil penelitian menunjukkan jenis verbal bullying merupakan yang banyak terjadi sebanyak 86%. Untuk frekuensi kejadian bullying paling banyak terjadi selama beberapa hari yaitu 74%. Selanjutnya dampak paling banyak dirasakan adalah stres dan mengingat kembali kejadian bullying yang pernah terjadi yaitu masing-masing sebanyak 44%. Pada penelitian ini perilaku bullying secara verbal paling banyak terjadi dan kejadian ini dapat berlangsung cukup lama sehingga memiliki dampak negatif bagi korbannya. Hal ini harus menjadi perhatian pihak sekolah, masyarakat, dan tenaga kesehatan terutama perawat untuk lebih memerhatikan kejadian bullying dan mengatasi dampak yang banyak terjadi di kalangan remaja melalui kegiatan konseling

    Pengaruh Terapi Perilaku Kognitif Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Sekolah Dengan Phobia Ketinggian di SDN Gadungan 2 Puncu-Kediri

    No full text
    Kecemasan dapat digambarkan sebagai ketakutan tanpa alasan yang jelas. Ketika anak sudah memasuki masa tumbuh kembang tentunya rasa ingin tahunya juga semakin besar, sehingga terkadang anak tidak menyadarinya dapat menimbulkan kecemasan yang berlebihan bahkan sampai menjadi phobia atau ketakutan yang parah. Intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada anak fobia adalah terapi perilaku kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi perilaku kognitif terhadap tingkat kecemasan pada fobia tinggi pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra eksperimen dengan desain one group pretes-posttes. Penelitian ini melibatkan 12 responden dari kelas 4 dan 5 yang diperoleh dengan teknik Purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah terapi selama 2 kali dalam 2 minggu dengan kuesioner. Data dianalisis dengan Paired T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden (66%) memiliki kecemasan sedang dan setelah intervensi hampir semua responden (83,3%) memiliki tingkat kecemasan ringan. Nilai P pada uji t berpasangan sebesar 0,001 yang menunjukkan adanya pengaruh terapi perilaku kognitif terhadap tingkat kecemasan akibat fobia ketinggian pada anak usia sekolah.Rasa cemas dapat dijelaskan sebagai ketakutan tanpa sebab yang jelas. Ketika anak sudah masuk pada masa tumbuh dan berkembang tentu rasa ingin taunya juga semakin besar, dengan begitu anak kadang tidak sadar hal itu bisa menyebabkan kecemasan yang berlebihan bahkan sampai menjadi phobia atau rasa takut yang parah. Intervensi nonfarmakologi yang dapat diaplikasikan untuk mereduksi tingkat kecemasan pada anak dengan phobia yaitu terapi perilaku kognitif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi perilaku kognitif terhadap  tingkat  kecemasan  pada  phobia  ketinggian  pada  anak  usia  sekolah. Desain penelitian pre experiment dengan metode one group pretes-posttes design. Penelitian ini melibatkan 12 responden dari kelas 4 dan 5, menggunakan teknik sampling  Purposive.  Tingkat  kecemasan  diukur  sebelum  dan  sesudah  terapi selama 2x dalam 2 minggu. Penelitian ini menggunakan uji statistik Paired T Test untuk uji pengaruh di dapatkan hasil p-value 0,000 (<0,005)  maka H1 diterima dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi perilaku kognitif terhadap tingkat kecemasan akibat phobia ketinggian pada anak usia sekolah. Penerapan terapi ini dapat mengubah pola pikir dan respon pasien dari maladaptif menjadi adaptif. Disarankan terapi perilaku kognitif diaplikasikan oleh orang tua kepada anaknya untuk mereduksi  rasa kecemasan pada phobia ketinggian.  Selain itu, perlunya dukungan orang tua dan lingkungan terapeutik.   Kata Kunci : Terapi Perilaku Kognitif, Kecemasan, Phobia Ketinggian dan Anak Usia Sekolah &nbsp

    EFFORTS AND MANAGEMENT OF PSYCHOSOCIAL CHANGES IN RETIREMENT: LITERATURE REVIEW

    No full text
    Masa pensiun adalah masa terjadinya berbagai perubahan aspek kehidupan manusia. Penatalaksanaan sedini mungkin dapat mencegah munculnya masalah psikososial. Telaah artikel bertujuan untuk mengkaji ulang/review beberapa artikel tentang upaya dan penatalaksanaan perubahan psikososial di masa pensiun. Penelitian ini mereview artikel dengan mengkaji literatur melalui beberapa basis data yang berasal kajian yang berbahasa inggris, antara lain: PubMed, ProQuest, dan Google Scholar. Penelusuran awal menghasilkan artikel sejumlah 26.092, selanjutnya dilakukan screening judul dan kesesuaian dengan kriteria inklusi di dapatkan sebanyak 7 artikel yang memenuhi syarat. Metode pengambilan artikel yang dipilih menggunakan model PRISMA. Review artikel menggunakan instrument JBI (The Joanna Briggs Institute) exsperiment tools. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan melakukan management perubahan psikososial dan meningkatkan kesejahteraan lansia di masa pensiun adalah melalui Metode MBSR, perasaan sejahtera, menyiapkan tabungan dan mandiri ekonomi, Pemerintah dan Perusahaan menyusun kebijakan yang adaptif dan tidak diskriminatif, Literasi Kesehatan, Memberikan dukungan sosial dan melakukan interaksi sosial, serta mengikuti program psikososial. Masa pensiun adalah masa terjadinya perubahan berbagai aspek kehidupan baik biologi, psikologi, sosial-ekonomi dan spiritual. Upaya penatalaksanaan perubahan psikososial dapat diatasi dengan meningkatkan kesadaran serta dukungan individu, keluarga, perusahaan dan juga pemerintah.Introduction: Retirement is a period of occurrence of various aspects of human life. Management as early as possible can prevent the emergence of psychosocial problems. This article review aims to review several articles on efforts and management of psychosocial changes in retirement. Methods: This study reviews articles by reviewing literature through several databases from English-language studies, including: PubMed, ProQuest, and Google Scholar. The selected article retrieval method uses the PRISMA model. Review articles using the JBI (The Joanna Briggs Institute) experimental tools. Results: Efforts that can be made to overcome and manage psychosocial changes and improve the welfare of the elderly in retirement are through the MBSR method, feeling prosperous, preparing savings and being economically independent, the government making adaptive and non-discriminatory policies, health literacy, providing social support and conducting social interaction, as well as following a psychosocial program. Conclusion : Retirement is a period of change in various aspects of life, both biological, psychological, socio-economic and spiritual. Efforts to prevent the emergence of health problems can be prevented by increasing awareness and support for individuals, families, companies and also the government. Setting up savings, using the MBSR method, health literacy and psychosocial programs can help improve the quality of life of retirees

    Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Ibu terhadap Upaya Pencegahan Covid-19

    No full text
    Perilaku masyarakat saat pandemi COVID-19 lebih memperhatikan kesehatan dengan mencuci tangan, menggunakan masker, dan membawa hand sanitizer ketika berpergian. Fenomena di Perumahan Pacung Asri Desa Belalang Kabupaten Tabanan Bali didapatkan beberapa Ibu memiliki prilaku kurang baik dalam upaya pencegahan COVID-19 seperti tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, tetap berpergian ke luar kota walaupun daerah tersebut merupakan zona merah, berkumpul dengan banyak orang dan tidak mencuci tangan setelah pulang dari berpergian. Tujuan dari penelitian ini menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan Ibu terhadap upaya pencegahan COVID-19. Desain penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 responden yang diambil menggunakan simple stratified random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah perilaku Ibu terhadap upaya pencegahan COVID-19 diukur menggunakan kuisioner. Analisis statistik menggunakan ASDPP didapatkan hasil (53%) responden memiliki pengetahuan baik dan (59%) responden memiliki tindakan kurang dalam upaya pencegahan COVID-19. Hubungan tingkat pengetahuan dengan tindakan dari uji korelasi Spearman Rank dengan nilai p=0,692 dan r +0,070. Hasil penelitian menunjukkan tingkat hubungan sangat rendah dan arah hubungan positif, yang berarti semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu, semakin baik pula prilaku ibu terhadap upaya pencegahan COVID-19. Hasil penelitian ini sebagai masukan ketua RT wilayah Perumahan Pacung Asri untuk bekerjasama dengan pihak Puskesmas Kediri III dan kader kesehatan Desa Belalang dalam kegiatan pemberian informasi dan sosialisasi edukasi diimbangi dengan metode praktik

    THE RELATIONSHIP BETWEEN FEAR OF COVID-19 AND ADHERENCE FOR PEOPLE WITH END STAGE RENAL DISEASES WITH HEMODIALYSIS

    No full text
    Patients with End-Stage Renal Disease (ESRD) are highly vulnerable with the multiple comorbidities that make them susceptible to adverse outcomes with COVID-19. Over 2 million people worldwide receive maintenance hemodialysis (HD) at outpatient centers. In Indonesia, people have to come to dialysis centre at hospital for maintenance dialysis although in pandemic. Governments have been trying to fight the outbreak, by enacting various restrictions to maintain social distancing and effectively preventing the spread of infection among HD centre, healthcare personnel, and patients is essential to ensure the continued delivery of dialysis to ESRD patients but this condition affect in mental health people with hemodialysis such as fear of covid-19. The present study aimed to understand the relationship between fear of covid-19 and adherence people with hemodialysis to maintaining hemodialysis at hospital. The study group of the research consisted of 60 patients with hemodialysis were selected by the purposive sampling method. The research method is the correlational survey model. Data was obtained using the Demographic Information Form, fear of covid-19 scale and The End Stage Renal Disease Adherence Questionnaire (ESRD-AQ). Group comparison analysis revealed that women experienced higher levels of fear of the coronavirus. While those with postgraduate education reported significantly lower levels of fear of the coronavirus than those with other education levels. Fear of the coronavirus did not differ according to the age range, income level, and marital status of the participants. According to the results of the correlation analysis, a positive correlation between the fear of coronavirus and adherence people with hemodialysis to take medication at hospital was found

    HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN SOSIALISASI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

    No full text
    Kemampuan sosialisasi salah satu hasil penting yang harus dimiliki seorang anak ketika akan memasuki usia sekolah (anak prasekolah), tidak saja meliputi kecerdasan dan keterampilan motorik tetapi kemampuan sosisalisasi juga tidak kalah pentingnya. Faktor yang mempengaruhi sosialisasi pada anak yaitu pola pengasuhan orang tua, pengaruh teman sebaya, penerimaan diri dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia 4-5 tahun di Paud Nurul Fikri Tulungagung. Desain penelitian ini cross sectional. Populasinya adalah semua orang tua dan anak 4-5 tahun di Paud Nurul Fikri Desa Ngrance Kecamatan Pakel sebanyak 33 responden dengan menggunakan teknik sampling Total Sampling. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner dan observasi, kemudian diolah dengan editing, coding, scoring dan tabulating dan di uji menggunakan Spearman rho dengan program SPSS. Hasil penelitian didapatkan pola asuh orang tua dalam kategori demokrasi yaitu 27 responden (81,8%) sedangkan kemampuan sosialisasi dalam kategori baik sebanyak 25 responden (75,8%). Hasil uji statistic spearman rho dengan signifikansi 0,05 didapatkanilai P value = 0,008 lebih kecil dari nilai α = 0,05 (0,008< 0,05) sehingga terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemampuan sosialisasi pada anak usia 4-5 tahun di paud nurul fikri tulungagung. Kata Kunci : Pola Asuh, Kemampuan Sosialisasi, Usia Prasekola

    A Portrait of Family Support During Treatment Patients with Coronary Heart Disease

    No full text
    Family support in patients with coronary heart disease is an important role during treatment. Support from the family has a positive impact on patient adherence to treatment and improves the patient\u27s quality of life. This study aims to determine the portrait of family support during the treatment of patients with coronary heart disease. This type of research uses a quantitative descriptive design involving 192 coronary heart disease patients who were selected based on a purposive sampling technique with inclusion criteria, namely outpatients, having a partner or family member who lives in the same house, willing to be research respondents,  not experiencing verbal communication disorders. The family support assessment sheet used a family support questionnaire developed by the researcher. The results showed that the majority of the patient\u27s family support in the adequate category was 64.6%, good family support was 26.1% and the family support was lacking was 9.3%. The conclusion of this study is that good family support will help the patient\u27s healing process during treatment and can improve the quality of life of patients with coronary heart disease. Nurses are advised to involve the family in providing nursing interventions so that patients are obedient during treatment.Dukungan keluarga pada pasien dengan penyakit jantung koroner berperan penting selama pengobatan. Dukungan dari keluarga berdampak positif pada kepatuhan pasien untuk menjalani pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potret dukungan keluarga selama pengobatan pasien dengan penyakit jantung koroner. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang melibatkan  192 pasien penyakit jantung koroner yang terpilih berdasarkan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu pasien rawat jalan, memiliki pasangan atau anggota keluarga yang tinggal satu rumah, bersedia menjadi responden penelitian dan tidak mengalami gangguan komunikasi verbal.  Lembar penilaian dukungan keluarga menggunakan kuesioner dukungan keluarga yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas dukungan keluarga pasien yang kategori cukup sejumlah 64,6%, dukungan keluarga baik sejumlah 26,1% dan dukungan keluarga kurang sejumlah 9,3%.  Kesimpulan penelitian ini adalah dukungan keluarga yang baik akan membantu proses penyembuhan pasien selama perawatan dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit jantung koroner. Perawat di sarankan dapat melibatkan keluarga dalam pemberian intervensi keperawatan agar pasien patuh selama menjalani pengobatan.   Kata kunci: dukungan keluarga, kepatuhan, penyakit jantung koroner &nbsp

    EFEK PEMBERIAN BLANKET WARMER TERHADAP THERMOREGULASI PASIEN PERIOPERATIF TRANSURETHRAL RESECTION OF THE PROSTATE (TURP)

    No full text
    Perioperatively in BPH patients who underwent TURP action caused thermoregulation disturbances which resulted in a decrease in temperature (hypothermia). This can occur due to exposure to environmental temperatures that are too extreme and the effects of anesthetic drugs during intraoperatively which can cause vasodilation of blood vessels and blocked sympathetic nerves so that they dominate the performance of the parasympathetic nerves. The purpose of the study was to determine the effectiveness of the Blanket Warmer in perioperative TURP patients at the Central Surgical Installation of Tarakan Hospital, Jakarta. The design of this study used a quasi-experimental pretest-posttest with control group design. The research sample was 48 respondents of TURP perioperative patients. The sampling technique was accidental sampling, the statistical test used was Paired t test. The results of the univariate analysis showed that the highest age was 50 years, about 89%, a history of drug consumption 54.2%, and a history of alcohol consumption as much as 29.2%. Bivariate test analysis between the intervention group and the control group obtained a p value of 0.001 <0.05, which means that there is a significant difference in the two groups. The multivariate test obtained p value > 0.05, meaning that the variables of age, history of drug consumption and history of alcohol consumption did not have a significant effect on thermoregulation stability. That there is an effect of giving a Blanket Warmer on the stability of thermoregulation in perioperative TURP patients. Suggestions for further research that a blanet warmer can stabilize thermoregulation in perioperative TURP patients at the Central Surgical Installation of Tarakan Hospital Jakarta. Keywords: TURP, Blanket Warmer, Thermoregulation Stabilit

    Strategi Koping Perawat terhadap Gejala Depresi, Kecemasan dan Stres

    No full text
    Penelitian ini mendeskripsikan penggunaan strategi koping yang digunakan perawat dalam menghadapi gejala depresi, kecemasan dan stres dalam tuntutan pekerjaan yang dihadapi. Dengan bertambahnya tuntutan kerja, keterbatasan sumber daya manusia, dan stressor seperti kondisi lingkungan kerja, peran, jam kerja Panjang, dan sumber daya yang kurang memadai, maka semakin besar pula perawat akan mengalami stres kerja. Observasi dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan terkait strategi koping perawat terhadap gejala depresi, kecemasan, dan stres yang dimiliki. Responden dalam penelitian ini berjumlah 7 partisipan. Target pada observasi yaitu tenaga keperawatan yang bekerja pada rumah sakit tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan alat bantu berupa panduan wawancara, dan perekam suara. Hasil dari wawancara dianalisis menggunakan teknik menuliskan transkip wawancara, coding, dan penentuan tema dan kesimpulan. Dari hasil penelitian cara mengatasi masalah pada partisipan lebih mengarah pada emosional seperti pengendalian emosi, meluapkan emosi, dukungan social emosiaonal, interpretasi positif dan religious. Partisipan lainnya memilih cara mengatasi masalah yang terjadi seperti perencanaan, Tindakan yag beresiko, dan dukungan social instrument. Proses koping yang dilakukan tidak bisa lepas dari proses bagaimana penilaian orang terhadap hal, masalah peristiwa atau keadaan yang menimbulkan stres dengan melihat apakah sumber daya yang dimiliki cukup atau tidak mengatasi kerugian ancaman dan tantangan yang ada pada stressor itu

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇