Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Korelasi Beban Kerja Mental Terhadap Kecemasan Perawat Selama Merawat Pasien Covid-19

    No full text
    Pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia pada awal tahun 2020. Tenaga medis belumdiberikan vaksin dan belum persiapan secara matang sehingga muncul beban kerjasecara mental pada perawat. Perawat harus menyelesaikan tugas pada waktu tertentuselama merawat pasien Covid-19, hal ini dapat menyebabkan pada kecemasan perawatdalam merawat pasien Covid. Peran tersebut juga dapat berdampak pada beban kerjamental perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desainpenelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas dalampenelitian ini adalah beban kerja mental, variabel terikat yaitu kecemasan perawat.Populasi dalam penelitian ini adalah perawat covid-19 berjumlah 29 orang. Tekniksampling penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metodetotal sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 29 responden. Kriteria Inklusi adalahsemua perawat yang bersedia menjadi responden. Setting penelitian karena masih dalampandemi Covid-19 maka kuesioner yang sudah dibagikan dan diisi oleh responden,dikumpulkan ke diklat dan peneliti mengambil kuesioner ke diklat. Instrumen penelitianmenggunakan kuesioner tentang beban kerja mental menggunakan kuesioner NASA-TLX dan kecemasan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Uji statistik Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value = 0,000 berarti pvalue < 0.05 sehingga ada hubungan beban kerja mental terhadap kecemasan perawatdalam merawat pasien Covid-19. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubunganbeban kerja mental terhadap kecemasan perawat merawat pasien Covid-19.Kata kunci: beban kerja, covid-19, tingkat stres kerja perawa

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PARU OLEH KELUARGA DI SUMBA BARAT

    No full text
    Family is one of the support systems to deliver health care during Tb Treatment. Families are involved as a Pengawas Minum Obat (PMO), accompany patients during medical check up, financial support, fulfill nutritional needs, and prevent bacterial transmission among family members. Preventing behaviour of Tuberculosis including maintaining personal hygiene, maintaining the environment, and Bacillus Calmette-Guerin (BCG) Immunization. The involvement of the family is proposing to decrease the decline of Tb incidence. However, there are eight (8) patients who do not comply with Tb treatment in 2018, increasing from the previous year. The aim of this research is to find a relationship among family knowledge about Tb with preventing Tb in West Sumba. The sampling method is using purposive sampling technique to 100 people in pre-research term, then the obtained data will be analyzed using Completely Randomized Design (CRD), and the conclusion will be drawn with 5% of meaningfulness interval. Validity and reliability of the questionnaire will be tested through SPSS Statistic version 25 software. This study that analyzed by Completely Randomized Design (CRD), shows that respondents had known the information related to pulmonary tuberculosis seen from the Fcount is greater than the Ftable with significant levels of 5% and 1%, while on the prevention of transmission of pulmonary tuberculosis didn’t show its relationship as seen from the Fcount is smaller than the Ftable with significant levels of 5% and 1%. Hence, from this study it can be concluded that even respondents had known the information related to pulmonary tuberculosis, but families in West Sumba had not done prevention towards pulmonary tuberculosis transmission

    EFEKTIVITAS PROGRAM KELAS BENSI ( KELUARGA SEHAT BEBAS HIPERTENSI) TERHADAP MANAJEMEN HIPERTENSI

    No full text
    Background: Hypertension is a degenerative disease that is a major problem in the community. This disease is often called the silent killer because it has no symptoms. This study aims to analyze the effectiveness of the “Bensi Class†program on efforts to improve hypertension management in the Gumukmas, Puger and Lumajang areas. This intervention is different from other studies, other studies use lecture and booklet methods while "Class Bensi" combines lecture methods, hypertension exercise, cucumber juice so that family members are able to monitor family members\u27 blood pressure. Methods: The study design used a quasi-experimental with pretest-posttest design with control group. Sample of 30 family members with hypertension. This research was conducted in November 2020, using a Likert scale instrument quesioner. The data was analized using Independent T-Test with a value of 0.05. Results: The results showed the three aspects of knowledge, attitude and behavior after intervention was obtained with a p value of 0.0005. Conclusion: The Bensi class program is effective to improve hypertension management in hypertensive patients. Discussion: Management of hypertension applied by family members can be carried out on an ongoing basis if the family understands the hypertension information that has been given. &nbsp

    PENGARUH KOMPRES KAYU MANIS (CINNAMOMUN BURMAN) TERHADAP NYERI ARTHRITIS GOUT PADA LANSIA

    No full text
    Arthritis Gout merupakan penyakit dimana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang meningkat, pembuangannya melalui ginjal yang menurun, atau akibat peningkatan asupan makanan kaya purin. Prevelensi gout/asam urat didunia menurut WHO,mengalami kenaikan dengan jumlah 1370 (33,3%). Kayu manis mengandung bermacam-macam bahan yaitu minyak atsiri (1-4%) yang berisi sinamaldehid (60-80%), eugenol (sampai 10%) dan trans asam sinnamat (5-10%, senyawa fenol (4- 10%), tannin, katechin, proanthocyanidin, monoterpen, dan sesquiterpen (pinene), kalsium monoterpen oksalat, gum getah, resin, pati, gula, dan coumarin. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh kompres kayu manis terhadap penurunan skala nyeri pada penderita Arthritis Gout pada Lansia. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eskperiment dengan desain  penelitian yang digunakan adalah pre-postest control one group design. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil Umur yang mengalami nyeri Arthritis Gout sebagian besar adalah Usia lanjut, jenis kelamin perempuan, skala nyeri setelah diberikan kompres kayu manis skala nyeri ringan.   Kesimpulan penelitian ada Pengaruh kompres kayu manis terhadap skala nyeri Arthritis Gout pada kelompok perlakuan sesudah diberikan kompres kayu manis.   Kata Kunci : Kayu manis, Nyeri, Arthritis Gout, Lansi

    KERAGU-RAGUAN VAKSINASI COVID-19 BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN KESEHATAN DI MASYARAKAT

    No full text
    Introduction: Covid-19 vaccine was very important to prevent the spread of Covid-19. Our government has made Covid-19 vaccination program, so it can be followed by community. However, there were still many people who have not vaccinated caused by many things that lead to public hesitant about participating government\u27s vaccination program. This study aims to determine the relationship between hesitancy of vaccine Covid19 and health anxiety in community.. Methods: This study used a cross-sectional research design, and used questionnaire to collect data. Sampels are people in Boyolangu Village. Sampling method was consecutive sampling (N=122). Study was held on June 2021. Vaccination hesitancy was refer to delay in acceptance or refusal Anxienty scored was analyze byHamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Result: The results of this study indicate 75,5% vaccination program scope.  From 122 samples, 98  (80,3%) respondents have Covid-19 Vaccine Hesitancy and 64 respondents (52.5%) experienced anxiety. Chi-square test showed significant relationship between heshlitancy of vaccine covid-19 and health anxiety p<0,05. Discussion: Hesitancy about participating Covid-19 vaccination were still quite high in community. So it was necessary for government and health workers to continue to promote education about importance of vaccine covid-19 by using a therapeutic communication approach and other method which can community accepted.   Keywords: hesitancy, anxiety, vaccine Covid-1

    Hubungan Pelaksanaan Supervisi Keperawatan Terhadap Kepatuhan Perawat Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri Di Ruang Isolasi Covid-19

    No full text
    Penggunaan alat pelindung diri merupakan usaha perawat dalam menciptakan lingkungan yang terhindar dari infeksi dan sebagai upaya perlindungan diri serta pasien terhadap penularan penyakit. Supervisi memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di ruangan dan bersama staf perawatan dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan supervisi keperawatan dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri di Ruang Isolasi Covid 19 RSUD Sanjiwani Gianyar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel adalah perawat pelaksana yang bekerja di ruang isolasi Covid 19 RSUD Sanjiwani Gianyar, dengan menggunakan teknik total sampling, yang berjumlah 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan supervisi keperawatan sebagian besar dengan kategori baik (54,8%). Kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri sebagian besar dengan kategori patuh (83,3%). Hasil analisis didapatkan nilai (p=0,002, r=0,467), yang berarti bahwa ada hubungan pelaksanaan supervisi keperawatan dengan kepatuhan perawat dalam menggunakan alat pelindung diri, dengan kekuatan sedang dan arah korelasi positif. Supervisi memiliki pengaruh besar dalam pelaksanaan asuhan keperawatan terhadap kepatuhan perawat pelaksana menggunakan alat pelindung diri, dengan adanya supervisi dari kepala ruangan sangat berperan dalam hal meningkatkan kepatuhan perawat patuh menggunakan APD. Pengawasan dan pengarahkan yang dilakukan dapat memberikan motivasi dari perawat pelaksana agar patuh dalam menggunakan APD

    Hubungan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Pandemi COVID-19 di Rawat Inap

    No full text
    Tingkat kepuasan perawat bekerja di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru masih rendah pada masa pandemi COVID-19. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain cross sectional. Teknik yang digunakan yaitu stratified random sampling. Sampel terdiri dari 112 perawat pelaksana di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 (p value = 0,0001 < 0,05; r = 570). Motivasi kerja perawat dapat mempengaruhi kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19. Nilai motivasi kerja dan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 masih perlu ditingkatkan, terutama kepuasan kerja yang masih dibawah standar minimum kepuasan kerja. Motivasi kerja yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19

    Spiritual Well-Being Perawat Ruang Rawat Inap Di Rumah Sakit X Kota Pontianak

    No full text
    Perawat harus memahami dan menentukan spiritualitas mereka sendiri sebelumnya, agar dapat memberikan perawatan yang tepat. Belum ada penelitian terkait kondisi spiritual perawat di salah satu rumah sakit X di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan spiritual well-being perawat rawat inap di rumah sakit X di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Perawat pelaksana di ruang rawat inap sebesar 167 responden dipilih dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan berupa data demografi atau karakteristik responden dan 20 pertanyaan instrumen Spiritual Health and Life-Orientation Measure (SHALOM) versi Indonesia dari Fisher. Hasil analisis dari skoring penjumlahan didapatkan nilai spiritual well-being tinggi pada 40,1% responden. Spiritual well-being berdasarkan domain menunjukkan responden yang memiliki tingkat personal swb tinggi sebanyak 33,5%, tingkat communal swb tinggi sebanyak 36,5%, tingkat transcendental swb tinggi sebanyak 38,3%, dan tingkat environmental swb tinggi sebanyak 34,7%. Item dengan mean tertinggi berdasarkan kelasnya ditemukan ‘mendekatkan diri kepada Tuhan’ (Mean=4,73, SD=0,596) pada kelas ideal, ‘beribadah kepada Sang Pencipta’ (Mean=4,34, SD=0,683) pada kelas kenyataan, dan ‘beribadah kepada Sang Pencipta’ (Mean=4,01, SD=0,905) pada kelas bantuan untuk pasien. Kesimpulan: tingkat Spiritual Well-Being perawat di ruang rawat inap secara umum maupun per domain masih lebih banyak termasuk kategori rendah. Dengan kondisi tersebut rumah sakit dapat memfasilitasi perawat mendapatkan modul/pelatihan spiritual serta memfasilitasi perawat dengan sarana dan prasarana ibadah

    Optimalisasi Peran Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Dan Pencegahan Kanker Serviks Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Wilayah Kelurahan Karang Ayu Kota Semarang

    No full text
    Kanker merupakan istilah umum untuk semua jenis tumor ganas. Kanker dapat mengancam kesehatan baik secara fisik maupun psikologis dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Salah satu kanker yang paling sering menyebabkan kematian pada wanita adalah kanker serviks. Upaya pencegahan kanker serviks dengan program skrining kanker serviks tahun 2018 hanya mencakup 7,34% dari total sasaran 37.415.483 perempuan di Indonesia. Sementara pada tahun 2020 mengalami hambatan oleh karena adanya pandemi covid-19. Pandemi COVID-19 berdampak besar pada skrining kanker serviks. Lebih dari separuh dari 155 kementerian kesehatan yang disurvei oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunda program skrining publik pada tahun 2020 dan melaporkan layanan pengobatan kanker terganggu. Upaya dalam pencegahan kanker serviks pada masa pandemi covid-19 adalah dengan memberikan pengabdian masyarakat tentang optimalisasi peran kader kesehatan dalam deteksi dini dan pencegahan kanker serviks pada masa pandemi covid-19 di wilayah kelurahan karang ayu kota semarang. Pengabdian masyarakat dilaksanakan mulai dari tahap persiapan yaitu melaksanakan rapat koordinasi bersama kader kesehatan masyarakat, selanjutnya pelaksanaan dilaksanakan dengan melaksanakan pretest terkait pengetahuan kader masyarakat diperoleh hasil tingkat pengetahuan 6% dalam kategori kurang, 67% dalam kategori cukup dan 27% dalam kategori baik. Posttest tingkat pengetahuan kader masyarakat setelah dilaksanakan pengabdian masyarakat mengalami peningkatan dimana diawal tingkat pengetahuan baik sebesar 27% meningkat menjadi 93%. Rancana tindak lanjut dari pengabdian masyarakat adalah dikader kesehatan masyarakat dapat memberikan informasi atau edukasi tentang deteksi dini dan pencegahan kanker serviks yang bertujuan untuk mencegah kejadian kanker serviks

    HUBUNGAN SIKAP IBU DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR LAIS

    No full text
    Diarrhea is a condition that is not normal feces expenditure or unusual, characterized by an increase in volume, thinned, and the frequency is more than three times a day. The prevalence of diarrhea diseases is increasing, the total cases of diarrhea diseases listed in the Work Area Air Lais sub-district Community Health centers Padang Jaya in 2014 reached 230 cases. This happens because the prevention of diarrhea diseases has not been done optimally by Padang Jaya sub-district community. The purpose of this research is to determine the relationship between attitudes with prevention of diarrhea disease in toddlers. This research is a quantitative research with cross sectional design. The sample in this study were mothers with children under five by purposive sampling technique. The participants of this research was 95 mothers and statistical analysis using chi square. Results of the analysis found correlation between maternal attitudes with efforts to prevent diarrhea disease in toddlers (Ï value = 0.007). Expected health workers can improve the promotion for better health and increasing efforts to prevent diarrhea diseases that can be carried by mothers as a prevention of diarrhea disease in Toddlers.Diare merupakan suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya, ditandai dengan peningkatan volume, keenceran, serta frekuensi lebih dari tiga kali sehari. Prevalensi penyakit diare semakin meningkat, total kasus penyakit diare yang tercatat di Wilayah Kerja Puskesmas Air Lais Kecamatan Padang jaya pada tahun 2014 mencapai 230 kasus. Hal ini terjadi karena upaya pencegahan penyakit diare belum dilakukan secara maksimal oleh masyarakat Kecamatan Padang Jaya. Tujuan dari penelitan ini untuk mengetahui hubungan sikap Ibu dengan upaya pencegahan penyakit diare pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki anak balita dengan teknik purposive sampling. Dan analisis secara statistik dengan menggunakan chi square. Hasil analisis didapatkan ada hubungan antara sikap ibu dengan upaya pencegahan penyakit diare pada balita (Ï value = 0,007). Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan promosi kesehatan yang lebih baik lagi mengenai pentingnya meningkatkan upaya pencegahan penyakit diare yang dapat dilakukan oleh ibu-ibu sebagai pencegahan terhadap penyakit diare pada balita

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇