Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Hubungan Antara Stress Dengan Kejadian Kekambuhan Gastritis Pada Remaja Di Pondok Pesantren X Kudus

    No full text
    Abstract Background: Gastritis is inflammation caused by infection or irritation of the gastric mucosa dueto irregular eating patterns, consumption of coffee, alcohol, consumption of long-term painrelievers, psychological stress, physical stress, and infection by the Helicobacter pylori bacteria.Gastritis which causes stomach pain, such as bloating, nausea, and having a headache that causesuninterrupted daily activities, stomach cancer, and even death. Stress has a negative impact on theneuroendocrine digestive system, so you can be at risk of developing gastritis due to stressfulconditions, and stomach acid will increase.Methods: the study was a cross sectional quantitative study. Data collection using a questionnairewith 120 respondents consisting of 60 cases 60 controls with purposive sampling technique. Dataprocessing used the chi-square test.Results: The study was conducted on respondents who were homogeneous who were female andhad the characteristics of the case group aged 16 years as much as 35 (30%), high schooleducation as much as 32 (53.3%), and stress as much as 30 (50%). The results of the study in thecase group showed that stress was 30 (90.9%) and no stress was 30 (9.1%).Conclusion: There is a relationship between stress and the incidence of gastritis recurrence inadolescents at Pondok Pesantren X Kudus, with the chi-square test the result is p value = 0,000.Key words: Adolescence, Stress and Gastritis Recurrence IncidenceAbstrakBackground: Gastritis is inflammation caused by infection or irritation of the gastric mucosa due to irregular eating patterns, consumption of coffee, alcohol, consumption of long-term pain relievers, psychological stress, physical stress, and infection by the Helicobacter pylori bacteria. Gastritis which causes stomach pain, such as bloating, nausea, and having a headache that causes uninterrupted daily activities, stomach cancer, and even death. Stress has a negative impact on the neuroendocrine digestive system, so you can be at risk of developing gastritis due to stressful conditions, and stomach acid will increase.Methods: the study was a cross sectional quantitative study. Data collection using a questionnaire with 120 respondents consisting of 60 cases 60 controls with purposive sampling technique. Data processing used the chi-square test.Results: The study was conducted on respondents who were homogeneous who were female and had the characteristics of the case group aged 16 years as much as 35 (30%), high school education as much as 32 (53.3%), and stress as much as 30 (50%). The results of the study in the case group showed that stress was 30 (90.9%) and no stress was 30 (9.1%).Conclusion: There is a relationship between stress and the incidence of gastritis recurrence in adolescents at Pondok Pesantren X Kudus, with the chi-square test the result is p value = 0,000. Key words: Adolescence, Stress and Gastritis Recurrence Incidenc

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN MENINGKATKAN MANAJEMEN KESEHATAN BERBASIS KEPERAWATAN KOMPLEMENTER DAN ALTERNATIF PADA PENDERITA HIPERTENSI

    No full text
    Masalah hipertensi semakin meningkat dikarenakan tingginya angka pertumbuhan penduduk di berbagai negara. Data kejadian hipertensi tahun 2019 di desa Gunungcondong yang didapat dari kegiatan POSBINDU-PTM dan posyandu lansia mencapai 14,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel independen yaitu pengetahuan dengan variabel dependen yaitu kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan desain penelitian cross sectional, dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi di Desa Gunungcondong yang terdaftar dalam program kegiatan POSBINDU-PTM dan posyandu lansia. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang didapatkan dari 96 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan menggunakan Exact Fisher Test. Berdasarkan hasil Exact Fisher Test didapatkan nilai p = 0,000 dan nilai p<0,05 maka Ho ditolak sehingga Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan berbasis keperawatan komplementer dan alternatif  pada penderita hipertensi. Kata Kunci : pengetahuan, kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan, terapi komplementer atau alternatif, dan hipertensi

    Aplikasi Android Sahabat Kanker Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Pasien Kanker

    No full text
    Background: Insomnia or sleep disorders are a major problem in cancer patients. Interventions for early detection of sleep disorders using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) instrument, Al Quran Surah Yasin and Ayat Kursi, patterns of physical activity and diet for cancer patients through the cancer companion application have the potential to improve patient sleep quality. Objective: to analyze the effect of the cancer companion android application in improving the sleep quality of cancer patients. Research method: quantitative pre-experiment with 1 group, conducted in February-November 2021 at Dr Moewardi Hospital Surakarta. The population of cancer patients was 82 respondents, and calculated using a paired numerical sample analysis formula, obtained a sample of 68 respondents. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) instrument on the first day of hospital admission, then intervention using the cancer companion application was carried out for 5-6 days. Data analysis compared sleep quality on day 1 and day 6 with the Wilcoxon test. Results: The results of the Wilcoxon test showed an asymp.sig 0.04, which means that there is a difference in the quality of sleep between patients before and after the intervention. Most of the sleep quality increased from a dominant level of moderately satisfied (79%), to a dominant level of very satisfied (44%), and satisfied (38%). Conclusion: Sahabat cancer a android application can improves the sleep quality of cancer patients. It is necessary to study how to treat cancer patients with sleep disorders at home.Background: Insomnia or sleep disorders are a major problem in cancer patients. Interventions for early detection of sleep disorders using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) instrument, Al Quran Surah Yasin and Ayat Kursi, patterns of physical activity and diet for cancer patients through the cancer companion application have the potential to improve patient sleep quality. Objective: to analyze the effect of the cancer companion android application in improving the sleep quality of cancer patients. Research method: quantitative pre-experiment with 1 group, conducted in February-November 2021 at Dr Moewardi Hospital Surakarta. The population of cancer patients was 82 respondents, and calculated using a paired numerical sample analysis formula, obtained a sample of 68 respondents. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) instrument on the first day of hospital admission, then intervention using the cancer companion application was carried out for 5-6 days. Data analysis compared sleep quality on day 1 and day 6 with the Wilcoxon test. Results: The results of the Wilcoxon test showed an asymp.sig 0.04, which means that there is a difference in the quality of sleep between patients before and after the intervention. Most of the sleep quality increased from a dominant level of moderately satisfied (79%), to a dominant level of very satisfied (44%), and satisfied (38%). Conclusion: The cancer friend android application improves the sleep quality of cancer patients. It is necessary to study how to treat cancer patients with sleep disorders at home

    KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASA (KIPI) PASCA VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

    No full text
    Pandemi COVID-19 ditetapkan sebagai bencana kesehatan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID- 19) pada tanggal 31 Maret 2020. Menurut WHO 2021 data kasus tekonfirmasi Covid 19 di dunia sampai dengan tanggal 8 Februari 2022 mencapai 394.381.395 dengan jumlah total kematian 5.735.179 orang. Data sebaran kasus terkonfirmasi Covid19 di Negara Indonesia update per tanggal 8 Februari 2022 mencapai 4.580.093 kasus terkonfirmasi, dengan jumlah total kematian mencapai 144.719 orang dan total kasus sembuh mencapai 4.202.312 orang. Jumlah terkonfirmasi positif Covid 19 di Wilayah Kota Surakarta sampai dengan 8 Februari  2022 sejumlah 30.220 dengan kasus kematian 1395 dan jumlah kesembuhan 27.698. Dalam menanggulangi Covid 19, Pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam menanggulangi pandemic Covid 19, salah satu kebijakan yang sudah dilaksanakan dengan pemberian vaksinasi nasional covid 19. KIPI adalah kejadian ikutan pasca imunisasi, semua kejadian atau reaksi medis yang terjadi setelah pasien disuntikkan vaksin. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Deskripsi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Pasca Vaksinasi Covid 19 Di Wilayah Kerja DKK Surakarta. Metode penelitian deskriftif kuantitatif  menggunakan teknik simple random sampling / acak dengan kriteria inklusi Berusia > 18 thn, sudah mendapatkan vaksinasi covid 19 selama 2x di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan mengalami gejala KIPI. Hasil penelitian : responden yang mengalami  KIPI Pasca Vaksin Covid 19 sebagian besar adalah Umur Dewasa Muda, Jenis kelamin perempuan, status perkawinan menikah, riwayat penyakit/komorbid sebagian besar responden yang mengalami KIPI adalah Hipertensi ringan. Gejala KIPI yang dirasakan oleh responden sebagian besar adalah demam dan jenis KIPI responden sebagian besar adalah non serius/ringan. Kata Kunci : Covid 19, Vaksinasi Covid 19, KIPIPandemi COVID-19 ditetapkan sebagai bencana kesehatan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID- 19) pada tanggal 31 Maret 2020. Menurut WHO 2021 data kasus tekonfirmasi Covid 19 di dunia sampai dengan tanggal 8 Februari 2022 mencapai 394.381.395 dengan jumlah total kematian 5.735.179 orang. Data sebaran kasus terkonfirmasi Covid19 di Negara Indonesia update per tanggal 8 Februari 2022 mencapai 4.580.093 kasus terkonfirmasi, dengan jumlah total kematian mencapai 144.719 orang dan total kasus sembuh mencapai 4.202.312 orang. Jumlah terkonfirmasi positif Covid 19 di Wilayah Kota Surakarta sampai dengan 8 Februari  2022 sejumlah 30.220 dengan kasus kematian 1395 dan jumlah kesembuhan 27.698. Dalam menanggulangi Covid 19, Pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan dalam menanggulangi pandemic Covid 19, salah satu kebijakan yang sudah dilaksanakan dengan pemberian vaksinasi nasional covid 19. KIPI adalah kejadian ikutan pasca imunisasi, semua kejadian atau reaksi medis yang terjadi setelah pasien disuntikkan vaksin. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Deskripsi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Pasca Vaksinasi Covid 19 Di Wilayah Kerja DKK Surakarta. Metode penelitian deskriftif kuantitatif  menggunakan teknik simple random sampling / acak dengan kriteria inklusi Berusia > 18 thn, sudah mendapatkan vaksinasi covid 19 selama 2x di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan mengalami gejala KIPI. Hasil penelitian : responden yang mengalami  KIPI Pasca Vaksin Covid 19 sebagian besar adalah Umur Dewasa Muda, Jenis kelamin perempuan, status perkawinan menikah, riwayat penyakit/komorbid sebagian besar responden yang mengalami KIPI adalah Hipertensi ringan. Gejala KIPI yang dirasakan oleh responden sebagian besar adalah demam dan jenis KIPI responden sebagian besar adalah non serius/ringan. &nbsp

    THE QUALITY OF LIFE AND ITS DETERMINANTS AMONG ELDERLY WHO LIVING WITH CHRONIC NON-COMMUNICABLE DISEASE

    No full text
    Background: Chronic diseases include non-communicable diseases have been a health burden globally particularly for older people.  Since the ageing population is being increased during few decades. The incidence of non-communicable diseases among older people also increased, and continues to rise as alongside the growth of aging. There many studies identified that chronic disease affect the health-related quality of life among older people. Purposes: This study aims to identify the quality of life and its determinant among older people who living with chronic non-communicable disease.  Methods: This study applied a cross section survey design. The study participants are elderly who visit primary health care, and older people who have a chronic disease. The study conducted in two primary health care facilities, in Makassar. Results: there are 41 participants who involve in this study. Predominantly participants were late older in group of age (48.8%), female (75.6%), have secondary level in education (41.5%), currently employ (85.4%), divorce status (58.5), have hypertension history range from 1-5 years (73.2%), and have complications (58.5%). The complication of disease shows significant impact on the quality of life (p<0.05, p=0.022). Since the sample size was small this may affect the study results. Conducting research in large sample and add some characteristics are needed in order to improve the evidence.   Keywords: Quality of life, Elder people, Non communicable diseas

    Hubungan Adekuasi Hemodialisis dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis

    No full text
    Salah satu terapi pengganti ginjal yang banyak dilakukan di Indonesia adalah Hemodialisis. Mengetahui kualitas dari suatu tindakan hemodialisis pasien serta Kualitas hidup penderita gagal ginjal yang rutin menjalani hemodialsisis merupakan tujuan dari penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan bersifat Deskriptif korelasional. Sampelnya adalah pasien yang menjalani terapi hemodialisis di Instalasi Hemodialisis C RSSA Malang dengan total 63 responden yang terpilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi melalui pendekatan Purposive sampling. Penelitian Adekuasi menggunakan program Kt/V dalam mesin hemodialisis dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur Kualitas Hidup. Analisis data yang digunakan melalui uji Spearman Rho dengan nilai sig Ï > α 0,05 yang menunjukkan Bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan pada adekuasi hemodialisa dengan kualitas kehidupan pasien hemodialisa dalam 4 domain, yakni kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial dan kesehatan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa nilai adekuasi yang didapat pasien selama menjalani proses hemodialisis tidak mempengaruhi kualitas hidup responden

    Terapi Kelompok Terapeutik dan Psikoedukasi Keluarga dalam Pencapaian Integritas Diri dan Pencegahan Depresi pada Lansia

    No full text
    Lansia akan mengalami penurunan dan perubahan pada berbagai aspek, dan ketika lansia mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan akan mencapai integritas diri namun bila tidak mampu menyesuaikan dapat menyebabkan keputusasaan hingga depresi. Tujuan karya ilmiah ini untuk mengetahui pengaruh Terapi kelompok terapeutik (TKT) dan Family Psycheducation (FPE)  terhadap integritas diri dan depresi pada lansia.  Desain penelitian yang digunakan yaitu operational research dengan menggunakan TKT dan FPE untuk mencapai integritas dan mencegah depresi bagi lansia. Responden ini ditentukan secara purpose sampling dan sampel sejumlah 34 lansia dimana 19 mendapatkan TKT dan FPE kemudian 15 mendapatkan TKT. Alat ukur dalam penelitian ini adalah format kemampuan lansia dan GDS (Geriatric Depression Scale). Analisa yang digunakan yaitu variat dan bivariat dengan uji mann-whitney. Hasilnya setelah diberikan terapi TKT dan FPE terdapat peningkatan integritas diri tidak signifikan (p value >0,05) dan penurunan tingkat depresi lansia secara signifikan (p value <0,05). Pada kelompok dengan TKT terdapat penurunan tingkat depresi secara signifikan (p value <0,05) dan peningkatan integritas diri tidak signifikan (p value >0,05). Terdapat perbedaan tidak signifikan (p value >0,05) antara kelompok yang diberikan terapi TKT dan FPE dengan kelompok yang diberikan TKT

    BABY MASSAGE UNTUK MENURUNKAN STRES DAN MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PADA BAYI: QUASY EKSPERIMENTAL

    No full text
    Status kesehatan yang buruk sangat berpengaruh terhadap stres dan kualitas tidur selama masa perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Baby Massage Terhadap Stres dan Kualitas Tidur Pada Bayi. Desain penelitian ini menggunakan Quasy-Experiment dengan pendekatan Pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi yang dirawat di Ruang Bugenvile Rumah Sakit Kristen Mojowarno. Sampel berjumlah 30 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen adalah baby massage dan variabel dependen adalah stres dan kualitas tidur bayi. Data diukur menggunakan kuesioner. Teknik analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi pada kelompok perlakuan mengalami penurunan tingkat stres dan peningkatan kualitas tidur setelah pemberian baby massage. Ada pengaruh baby massage terhadap stres dan kualitas tidur pada bayi dengan nilai signifikansi (p) 0.000 (p<0.05). Baby Massage efektif menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kualitas tidur bayi, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif terapi penanganan stres dan gangguan tidur pada bayi.Stress merupakan reaksi adaptif yang bersifat individual yang mempengaruhi perilaku, kognitif, dan emosional serta kualitas tidur pada bayi. Status kesehatan yang buruk sangat berpengaruh terhadap stres dan kualitas tidur selama masa perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Baby Massage Terhadap Stres dan Kualitas Tidur Pada Bayi. Desain penelitian ini menggunakan Quasy-Experiment dengan pendekatan Pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi yang dirawat di Ruang Bugenvile Rumah Sakit Kristen Mojowarno. Sampel berjumlah 30 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Variabel independen adalah baby massage dan variabel dependen adalah stres dan kualitas tidur bayi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner modifikasi DASS 21. Teknik analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi pada kelompok perlakuan mengalami penurunan tingkat stres dan peningkatan kualitas tidur setelah pemberian baby massage. Ada pengaruh baby massage terhadap stres dan kualitas tidur pada bayi dengan nilai signifikansi (p) 0.000 (p<0.05). Baby Massage efektif menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kualitas tidur bayi, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif terapi penanganan stres dan gangguan tidur pada bayi

    Peran Dukungan Keluarga terhadap Kualitas Hidup Penderita Hemofilia

    No full text
    Hemofilia A dan B merupakan gangguan perdarahan yang diturunkan. Gangguan ini akibat kurangnya protein koagulasi faktor VIII pada hemofilia jenis A dan IX pada hemofilia jenis B. Perdarahan sendi dijumpai 70-80% di area pergelangan kaki, siku, dan lutut. Perdarahan sendi yang berulang menyebabkan cedera jaringan sinovial, tulang, dan tulang rawan. Hal ini memberikan efek gangguan pada aktivitas sehari-harinya. Dukungan keluarga mampu memengaruhi kesehatan fisik dan mental melalui pembentukan emosional, peningkatan kognitif, dan pembentukan perilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran dukungan keluarga terhadap kualitas hidup penderita hemofilia. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia Yogyakarta. Perhitungan sampel analitik korelatif ditemukan sebanyak 42 responden. Analisis data menggunakan uji nonparametrik Somers’d dengan derajat kemaknaan α = 0,05. Dukungan keluarga penderita hemofilia sebagian besar adalah tinggi sebanyak 35 (83,3%) responden. Kualitas hidup penderita hemofilia sebagian besar baik sebanyak 29 (69%) responden. Ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita hemofilia (p-value:0,005) dengan hubungan keeratan sedang (0,66). Hubungan dukungan keluarga dengan variabel domain kualitas hidup menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan keeratan cukup untuk domain keterbatasan fisik dan keeratan kuat untuk domain fungsi fisik

    Pengaruh Berjemur Terhadap Regulasi Emosi Pasien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Di Rsjd Dr. Amino Gondohutomo

    No full text
    Permasalahan utama yang sering terjadi pada pasien skizofrenia adalah perilaku kekerasan, yaitusuatu keadaan hilangnya kendali perilaku seseorang yang diarahkan pada diri sendiri, orang lain,atau lingkungan. Berjemur sendiri seperti yang telah lama diketahui menjadi sumber utamavitamin D, dimana Vitamin D juga dihubungkan dengan regulasi hormon serotonin danmelatonin yang mempengaruhi emosi dan tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisapengaruh berjemur terhadap regulasi emosi pada pasien resiko perilaku kekerasan di RSJD Dr.Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalahquasi eksperiment, dengan bentuk rancangan pre-test dan post-test menggunakan grup kontrol.Sampel penelitian ini adalah 50 responden yang terdiri dari 25 responden kelompok kontrol dan25 reponden kelompok intervensi. Dengan penerapan intervensi berjemur antara pukul 09.00-10.00 pada hari ke 1 hingga ke 10 selama 5-10 menit pada kelompok intervensi. Hasil analisamenunjukkan bahwa berjemur berpengaruh dalam meningkatkan regulasi emosi pasien denganresiko perilaku kekerasan pada kelompok intervensi. Sinar matahari membantu menurunkankadar kortisol serum dan mempengaruhi sekresi serotonin. Kemampuan regulasi emosi yang baikakan meningkatnya kemampuan mengontrol emosi dengan cara menghambat respon emosinegatif. Kegiatan berjemur harapannya dapat disusun menjadi standar pelayanan holistik yangterintergrasi dengan asuhan layanan lain untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi padapasien bukan hanya dengan gangguan kesehatan jiwa namun juga pasien dengan gangguankesehatan fisik.Kata Kunci : Berjemur, Regulasi Emosi, Pasien Resiko Perilaku Kekerasan

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇