Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    PERBEDAAN PENCAPAIAN KOMPETENSI MAHASISWA NERS (KOMUNIKASI, KETERAMPILAN DAN PERILAKU PROFESIONAL) ANTARA STASE KEPERAWATAN ANAK DENGAN KEPERAWATAN MATERNITAS SESUDAH INTERVENSI METODE BIMBINGAN ONE MINUTE PRECEPTOR (OMP) PADA PRECEPTOR DI KOTA BENGKUL

    No full text
        Kompetensi perawat professional diukur melalui uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Kementrian riset, teknologi dan pendidikan tinggi (Kemenristek Dikti, 2015). Hasil evaluasi  yang didapatkan menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun mengalami tingkat kelulusan yang fluktuatif. Pada Tahun 2016 angka kelulusan 53,46%, Tahun 2017 angka kelulusan 50,58%, Tahun 2018 angka kelulusan 50,38% dan pada Tahun 2019 angka kelulusan ukom 64,6% (Kemenristek Dikti, 2019). Data di atas menunjukkan tingkat kelulusan nasional uji kompetensi perawat masih perlu ditingkatkan. Penelitian bertujuan untuk membandingkan efektifitas metode bimbingan One Minute Preceptor (OMP) terhadap kompetensi stase Keperawatan Anak dan Keperawatan Maternitas pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Dehasen Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experimen post test only design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Rerata nilai post test pengetahuan, sikap, keterampilan dan kumulatif preceptor lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pre test. Rerata pencapain nilai komunikasi, keterampilan dan perilaku profesional mahasiswa stase keperawatan maternitas lebih tinggi daripada mahasiswa stase keperawatan anak. Ada perbedaan pencapaian kompetensi mahasiswa ners (komunikasi, keterampilan dan perilaku profesional) antara stase keperawatan anak dengan keperawatan maternitas sesudah intervensi metode bimbingan One Minute Preceptor (OMP) pada preceptor. Diharapkan preceptor dapat menerapkan metode metode bimbingan One Minute Preceptor (OMP) pada setiap mahasiswa yang sedang malaksanakan praktek.Metode Bimbingan One Minute Preceptor, Mahasiswa Ners Stase Keperawatan Anak, Maternitas     Kompetensi perawat professional diukur melalui uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Kementrian riset, teknologi dan pendidikan tinggi (Kemenristek Dikti, 2015). Hasil evaluasi  yang didapatkan menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun mengalami tingkat kelulusan yang fluktuatif. Pada Tahun 2016 angka kelulusan 53,46%, Tahun 2017 angka kelulusan 50,58%, Tahun 2018 angka kelulusan 50,38% dan pada Tahun 2019 angka kelulusan ukom 64,6% (Kemenristek Dikti, 2019). Data di atas menunjukkan tingkat kelulusan nasional uji kompetensi perawat masih perlu ditingkatkan. Penelitian bertujuan untuk membandingkan efektifitas metode bimbingan One Minute Preceptor (OMP) terhadap kompetensi stase Keperawatan Anak dan Keperawatan Maternitas pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Dehasen Kota Bengkulu. Jenis penelitian adalah Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experimen post test only design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Rerata nilai post test pengetahuan, sikap, keterampilan dan kumulatif preceptor lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pre test. Rerata pencapain nilai komunikasi, keterampilan dan perilaku profesional mahasiswa stase keperawatan maternitas lebih tinggi daripada mahasiswa stase keperawatan anak. Ada perbedaan pencapaian kompetensi mahasiswa ners (komunikasi, keterampilan dan perilaku profesional) antara stase keperawatan anak dengan keperawatan maternitas sesudah intervensi metode bimbingan One Minute Preceptor (OMP) pada preceptor. Diharapkan preceptor dapat menerapkan metode metode bimbingan One Minute Preceptor (OMP) pada setiap mahasiswa yang sedang malaksanakan praktek.   Kata kunci                 : Metode Bimbingan One  Minute  Preceptor, Mahasiswa Ners Stase Keperawatan Anak, Maternitas &nbsp

    HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN DAN PENGGUNAAN MASKER PADA REMAJA

    No full text
    Masalah kesehatan dunia yang saat ini menjadi sorotan dan sangat penting untuk mendapatkan perhatian dari ilmuwan kesehatan dan masyarakat umum adalah wabah akibat dari virus covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang pencegahan covid-19 dengan kepatuhan cuci tangan dan hubungan pengetahuan pencegahan covid-19 dengan penggunaan masker. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja di Desa Ngaran.Responden penelitian sebanyak 161 responden yang diperoleh dengan tehknik konsekutif sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi eksklusi dalam penelitian. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang dianalisa dengan uji kendall tau. Hasil penelitian dari hubungan pengetahuan pencegahan covid-19 dengan kepatuhan cuci tangan dianalisa menggunakan uji kendall tau didapatkan hasil p-value 0,027 (p<0,05) maka Ho ditolak dan dinyatakan ada hubungan. Sedangkan hasil penelitian dari hubungan pengetahuan pencegahan covid-19 dengan kepatuhan menggunakan masker dianalisa menggunakan uji kendall tau didapatkan hasil p-value 0,035 (p<0,05) maka Ho ditolak dan dinyatakan ada hubungan. Kesimpulan penelitian ini Ada hubungan antara pengetahuan pencegahan covid-19 dengan kepatuhan cuci tangan responden remaja Desa Ngaran. Ada hubungan antara pengetahuan pencegahan covid-19 dengan kepatuhan penggunaan masker responden remaja Desa Ngaran. Kata kunci: Remaja, pengetahuan Covid-19, kepatuhanAbstrak Masalah kesehatan dunia yang saat ini menjadi sorotan dan sangat penting untuk  mendapatkan perhatian dari ilmuwan kesehatan dan masyarakat umum adalah wabah akibat dari virus covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang pencegahan covid-19 dengan kepatuhan cuci tangan dan hubungan pengetahuan pencegahan covid-19 dengan penggunaan masker. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja di Desa Ngaran.Responden penelitian sebanyak 161 responden yang diperoleh dengan tehknik konsekutif sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi eksklusi dalam penelitian. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner yang dianalisa dengan uji kendall tau. Hasil penelitian dari hubungan pengetahuan pencegahan covid-19 dengan kepatuhan cuci tangan  dianalisa menggunakan  uji kendall tau didapatkan hasil p-value 0,027 (p<0,05) maka Ho ditolak dan dinyatakan ada hubungan. Sedangkan hasil penelitian dari hubungan pengetahuan pencegahan covid-19 dengan kepatuhan menggunakan masker  dianalisa menggunakan uji kendall tau didapatkan hasil p-value 0,035 (p<0,05) maka Ho ditolak dan dinyatakan ada hubungan. Kesimpulan penelitian ini Ada hubungan antara pengetahuan pencegahan covid-19 dengan kepatuhan cuci tangan responden remaja Desa Ngaran. Ada hubungan antara pengetahuan pencegahan covid-19 dengan kepatuhan penggunaan masker responden remaja Desa Ngaran..   Keywords: Remaja, pengetahuan covid-19 ; kepatuhan   &nbsp

    GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) PADA KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA ARJUNA (KDSA) DI KOTA SEMARANG

    No full text
    Severe acute respiratory syndromecoronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a virus that attacks the respiratory system. The disease caused by this viral infection is called COVID-19. COVID-19 can attack anyone, one of them is people living with HIV/AIDS (PLWHA). One of the consequences of the COVID-19 pandemic for PLWHA is anxiety. Ongoing anxiety problems result in PLWHA being irregular in taking treatment, and difficulties in obtaining health facilities. This research is a quantitative-research that is descriptive analytic. The sampling technique used is simple random sampling with a total sample of 45 respondents. Data is presented in the form of tables, pictures, and narratives. Respondents with no anxiety category 17 (37.8%), mild anxiety 15 (33.3%), moderate anxiety 10 (22.2%), severe anxiety 3 (6.7%). Based on gender, male respondents who were not anxious 8 (17.8%), mild anxiety 12 (26.7%), moderate anxiety 6 (13.3%), severe anxiety 3 (6.7%), female who are not anxious are 9 (20.0%), mild anxiety 3 (6.7%), moderate anxiety 4 (8.8%), severe anxiety 0 (0.0%). Based on age, respondents with no anxiety were 13 (28.9%), mild anxiety 13 (28.9%), moderate anxiety 9 (20.0%), severe anxiety 3 (6.7%). In the middle age, respondents who were not anxious were 4 (8.9%), mild anxiety 2 (4.4%), moderate anxiety 1 (2.2%), and severe anxiety 0 (0.0%). Most of the respondents did not experience anxiety as many as 17 respondents (37.8%). Male respondents were dominant in mild anxiety, namely 12 (26.7%) while women in the non-anxious category were 9 (20.0%). Adult respondents in the non-anxiety and mild anxiety categories were 13 respondents (28.9%), while middle age dominated the non-anxious category, namely 4 respondents (8.9%). So, the level of anxiety between one respondent and another respondent will be different, this is because one of the factors is age, and gender.Severe acute respiratory syndromecoronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a virus that attacks the respiratory system. The disease caused by this viral infection is called COVID-19. COVID-19 can attack anyone, one of them is people living with HIV/AIDS (PLWHA). One of the consequences of the COVID-19 pandemic for PLWHA is anxiety. Ongoing anxiety problems result in PLWHA being irregular in taking treatment, and difficulties in obtaining health facilities. This research is a quantitative-research that is descriptive analytic. The sampling technique used is simple random sampling with a total sample of 45 respondents. Data is presented in the form of tables, pictures, and narratives. Respondents with no anxiety category 17 (37.8%), mild anxiety 15 (33.3%), moderate anxiety 10 (22.2%), severe anxiety 3 (6.7%). Based on gender, male respondents who were not anxious 8 (17.8%), mild anxiety 12 (26.7%), moderate anxiety 6 (13.3%), severe anxiety 3 (6.7%), female who are not anxious are 9 (20.0%), mild anxiety 3 (6.7%), moderate anxiety 4 (8.8%), severe anxiety 0 (0.0%). Based on age, respondents with no anxiety were 13 (28.9%), mild anxiety 13 (28.9%), moderate anxiety 9 (20.0%), severe anxiety 3 (6.7%). In the middle age, respondents who were not anxious were 4 (8.9%), mild anxiety 2 (4.4%), moderate anxiety 1 (2.2%), and severe anxiety 0 (0.0%). Most of the respondents did not experience anxiety as many as 17 respondents (37.8%). Male respondents were dominant in mild anxiety, namely 12 (26.7%) while women in the non-anxious category were 9 (20.0%). Adult respondents in the non-anxiety and mild anxiety categories were 13 respondents (28.9%), while middle age dominated the non-anxious category, namely 4 respondents (8.9%). So, the level of anxiety between one respondent and another respondent will be different, this is because one of the factors is age, and gender

    PENGARUH PENGATURAN SUHU DIALISAT TERHADAP STABILITAS TEKANAN DARAH INTRADIALITIK PASIEN HEMODIALISIS DENGAN SINDROM KARDIORENAL

    No full text
    Sindrom Kardiorenal adalah penyakit multi-organ, meliputi jantung, ginjal dan disfungsi sistem vaskular dimana gangguan ginjal sering disertai dengan gagal jantung dan disfungsi jantung menyebabkan Acute Kidney Injury (AKI) atau Cronic Kidney Disease, yang berujung kepada kebutuhan akan tindakan hemodialisis. Tindakan hemodialisis dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Komplikasi yang paling sering adalah hipotensi intradialitik. Salah satu upaya untuk mencegah gangguan stabilitas tekanan darah adalah dengan mengatur suhu dialisat. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh suhu dialisat terhadap stabilitas tekanan darah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif quasi experiment, pre and post test dimana peneliti akan memberikan intervensi pada subyek penelitian, kemudian membandingkan efek sebelum dan sesudah intervensi.   Penelitian ini dilakukan pada 18 pasien dengan pre test dan post test dalam satu kelompok. Pasien dinilai selama dua sesi dialisis; satu sesi dengan suhu dialisat normal (37ºC) dan di sesi lain, suhu dialisat rendah (35,5ºC). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan darah sistolik, diastolik dan Mean Arterial Pressure (MAP) secara signifikan dengan nilai p = 0,001. Dialisat suhu rendah sangat bermanfaat untuk meningkatkan toleransi terhadap dialisis pada pasien sindrom kardiorenal yang cenderung hipotensi dan menjaga stabilitas hemodinamik selama dan setelah dialisis. Kata kunci: Dialisat dingin, hemodialisis, tekanan dara

    Kecemasan Remaja selama Pandemi Covid-19

    No full text
    Keadaan pandemi Covid-9 berdampak pada kondisi emosional remaja, masalah utama di Indonesia yang dihadapi masyarakat pada umumnya dan khususnya remaja pada masa pandemi yaitu kecemasan. Selama pandemi, orang mengalami stres akut karena pembatasan sosial, kurangnya kebutuhan dasar, ancaman infeksi dan penyesuaian perilaku. Tinjauan pustaka ini dilakukan untuk melihat kecemasan remaja selama masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Cari artikel dari Proquest, PubMed, Google Scholar, dengan kata kunci dewasa, remaja, remaja, remaja, kecemasan, pandemi, covid 19, coronavirus. Lima artikel yang dianalisis menunjukkan tingkat kecemasan pada remaja saat pandemi Covid 19 adalah ringan, sedang, dan berat. Tiga artikel menunjukkan hasil kecemasan pada tingkat ringan dan dua artikel menunjukkan hasil kecemasan pada tingkat tinggi. Data tersebut dapat dijadikan sebagai data dasar dalam mengatasi masalah psikososial yaitu kecemasan pada remaja

    Hubungan Pola Komunikasi dalam Keluarga dengan Kejadian Akademik Burnout pada Mahasiswa di Masa Pandemi COVID-19

    No full text
    Burnout mahasiswa dikarenakan beban akademik, kemampuan dalam berkomunikasi tidak asertif dengan teman, dosen dan keluarga sehingga dapat menurunkan minat belajar selama pandemic COVID-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan pola komunikasi dalam keluarga dengan kejadian burnout. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Partisipan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Sarjana dan Pasca Sarjana yang mengikuti pelatihan komunikasi asertif di kota Malang sebanyak 195 partisipan dengan teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan yaitu data demografi, komunikasi dalam keluarga dan bunout pada mahasiswa. Tingkat pendidikan berhubungan signifikan dengan burnout (p-value = 0.022). Sebagian besar remaja memiliki burnout kategori rendah (85.1%). Pola komunikasi memiliki conversation orientation tinggi (55.9%) dan conformity orientation rendah (62.1%). Hasil uji korelasi yaitu terdapat hubungan bermakna antara conversational orientation dan conformity orientation dengan burnout pada mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki dimensi komunikasi conversational baik menunjukkan rendahnya burnout (p-value = 0.012). Mahasiswa yang memiliki dimensi komunikasi conformity baik menunjukkan rendahnya burnout (p-value = 0.013). Conversation orientation mempengaruhi keterbukaan, harga diri dan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat sehingga burnout rendah.Latar Belakang: Burnout mahasiswa dikarenakan beban akademik, kemampuan dalam berkomunikasi tidak asertif dengan teman, dosen dan keluarga sehingga dapat menurunkan minat belajar selama pandemic COVID-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis hubungan pola komunikasi dalam keluarga dengan kejadian burnout. Metode: Metode penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Partisipan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Sarjana dan Pasca Sarjana yang mengikuti pelatihan komunikasi asertif di kota Malang sebanyak 195 partisipan dengan teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan yaitu data demografi, komunikasi dalam keluarga dan bunout pada mahasiswa. Hasil: Tingkat pendidikan berhubungan signifikan dengan burnout (p-value = 0.022). Sebagian besar remaja memiliki burnout kategori rendah (85.1%). Pola komunikasi memiliki conversation orientation tinggi (55.9%) dan conformity orientation rendah (62.1%). Hasil uji korelasi yaitu terdapat hubungan bermakna antara conversational orientation dan conformity orientation dengan burnout pada mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki dimensi komunikasi conversational baik menunjukkan rendahnya burnout (p-value = 0.012). Mahasiswa yang memiliki dimensi komunikasi conformity baik menunjukkan rendahnya burnout (p-value = 0.013). Kesimpulan: Conversation orientation mempengaruhi keterbukaan, harga diri dan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat sehingga burnout rendah. Sebagai penelitian selanjutnya dapat membahas terkait upaya intervensi masalah komunikasi dan burnout untuk mencegah masalah psikologis yang dapat menurunkan performa belajar mahasiswa

    INGGRIS

    No full text
    The role of parents in raising and nurturing a child is not an easy thing, it requires energy, cohesiveness and patience in guiding children according to the character, especially the child\u27s discipline in learning. The purpose of to analyze the influence of parenting patterns on the psychosocial development the digital era in Bendorejo Village, Pogalan District, Trenggalek. The study was conducted with a obsrvasional analytic approach using questionnaire. Data were analyzed using logisti regression in the form of frequency distribution.The results showed that most of the respondents had a permissive parenting category as many as 31 respondents (57.4%). Most of the respondents experienced less psychosocial development as many as 30 respondents (56.6%). The results of research concluded there is an influence of parenting patterns on the psychosocial development of elementary school children aged 7-9 years in the digital era in Bendorejo Village, Pogalan, Trenggalek

    Hubungan Penggunaan Gadget dengan Nyeri Leher dan Gangguan Tidur pada Anak Usia Sekolah

    No full text
    Pengguna internet pada anak usia sekolah mencapai 8-10 juta di Indonesia. Para ahli menyarankan agar anak-anak tidak menggunakan gadget lebih dari 2-3 jam per hari. Penggunaan gadget secara berlebihan pada anak akan berdampak pada sosial, mental, emosional dan fisik anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan nyeri leher dan gangguan tidur pada anak usia sekolah. Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Total sampling digunakan untuk memilih 168 anak sebagai sampel. Lama penggunaan gadget diukur dengan menggunakan lembar kuesioner, nyeri leher diukur dengan menggunakan kuesioner neck pain scale (NPS), dan gangguan tidur diukur dengan menggunakan kuesioner sleep disorder scale of children (SDSC). Pengolahan data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,3% anak menggunakan gadget lebih dari 2 jam 30 menit, 40,5% anak mengalami gangguan tidur, 52,3% mengalami nyeri ringan. Hubungan penggunaan gadget terhadap nyeri leher dengan uji Chi-Square (p=0,017) dan hubungan penggunaan gadget terhadap gangguan tidur dengan uji Chi-Square (p=0,014). Kesimpulan menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan nyeri leher dan gangguan tidur pada anak usia sekolah

    Dukungan Sosial dengan Stres, Kecemasan dan Depresi Remaja SMA Dimasa Pandemi Covid-19

    No full text
    Dimasa pandemi COVID-19 menimbulkan berbagai permasalahan yang salah satunya berdampak pada pendidikan sekolah. Dampak tersebut mempengaruhi proses pembelajaran yang dialami siswa seperti pada remaja SMA. Remaja SMA yang tidak mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut kemungkinan akan mengalami stres, kecemasan dan bahkan depresi. Remaja membutuhkan support system seperti dukungan sosial yang menjadikan remaja mampu bertahan dan beradaptasi di kondisi pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang bertujuan mengidentifikasi hubungan dukungan sosial dengan stres, kecemasan dan depresi remaja SMA dimasa pandemi COVID-19. Penelitian ini melibatkan 412 remaja SMAN 4 Bekasi, SMAN 10 Bekasi dan SMAN 14 Bekasi. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Social Provision Scale (SPS) dan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji sommers’d. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan stres, kecemasan dan depresi pada remaja (p value <0,05). Penelitian ini merekomendasikan kepada institusi pendidikan bahwa diperlukannya program secara terstruktur untuk meningkatkan masalah kesehatan mental pada remaja seperti melakukan bimbingan konseling dan meningkatkan dukungan sosial pada remaja

    Efektivitas Terapi Humor terhadap Tingkat Anxiety pada Pasien Penyakit Kronis: “A Systematic Reviewâ€

    No full text
    Penyakit kronis merupakan kondisi sakit dengan waktu yang lama dapat menimbulkan kecemasan. Beberapa intervensi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan diantaranya adalah terapi spiritual, konseling kelompok, terapi kognitif (penguatan persepsi positif), pendidikan kesehatan dan terapi tawa/humor. Terapi tawa dapat menurunkan tingkat kecemasan dan untuk mengurangi kecemasan. Terapi tawa dapat menjadi intervensi yang ekonomis dalam mengurangi stres dan melawan emosi negatif di lingkungan yang penuh tekanan. Review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa tentang efektivitas pemberian terapi humor terhadap tingkat kecemasan pasien dengan penyakit kronik di pelayanan kesehatan. Desain studi ini merupakan systematic review, serta mempergunakan PRSIMA chekslist sebagai metode untuk meninjau secara sistematis artikel dari database. Pencarian artikel menggunakan database PubMed, Clinical Key Nursing, dan Proquest yang diterbitkan 5 tahun terakhir yaitu dari 2015 - 2020, Jumlah artikel yang diperoleh dari hasil pencarian yaitu 634.373 artikel. Artikel yang diinklusi pada review ini berupa original research, artikel berupa penelitian kuantitatif, setiap studi dengan penilaian hasil berupa perubahan / penurunan anxiety atau kecemasan terhadap pasien kronis dalam pemberian terapi humor, dan berbahasa Inggris atau Indonesia.  Pertanyaan penelitian menggunakan metode PICOT (P : chronic disease, I : humor therapy, C : -, O : anxiety, T : -). Akan tetapi hanya 6 artikel yang masuk dalam kategori kriteria inklusi. Hasil pencarian diperoleh artikel yang RCT sebanyak 5 artikel dan dianalisa serta dikritisi menggunakan CASP – RCT dan artikel yang Quasi-Experimental sebanyak 1 artikel serta dianalisa dan dikritisi menggunakan JBI Critical Apprasial Checklist. Sedangkan untuk penentuan grade dan level setiap artikel yang diperoleh menggunakan OCEBM tools. berdasarkan tinjauan sistematis, didapatkan hasil bahwa terapi humor dapat mengurangi tingkat kecemasan pada pasien dengan penyakit kronis

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇