Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    PENGALAMAN PENGASUH DALAM MERAWAT LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS REMATIK DI WILAYAH JANGKAUAN LKS LU MANDAR INDONESIA

    No full text
    Abstrak Proses penuaan merupakan siklus kehidupan yang ditandai dengan tahapan menurunnya berbagai fungsi organ dalam tubuh yang ditandai dengan rentannya tubuh terhadap berbagai serangan penyakit. Adapun dari  Perubahan tersebut mempengaruhi kemunduran kesehatan fisik yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kerentanan terhadap penyakit. Penyakit rematik dan keradangan sendi merupakan penyakit yang banyak dijumpai dimasyarakat, khususnya pada orang yang berumur 40 tahun ke atas. Lebih dari 40 persen dari golongan umur tersebut menderita keluhan nyeri sendi dan otot.Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui Pengalaman Pengasuh Merawat Lansia Dengan Penyakit Rematik Kronis di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. . Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitui menggunakan penelitian kualitatif dimana penelitian ini merupakan metode untuk mencari jawaban pada  cargiver Lanjut Usia . Sampel adalah 5 Responden Lanjut Usia yang dijadikan Responden. Hasil Penelitian ] pengalaman Pengasuh dalam  merawat Lanjut Usia yang mengalami Penyakit Kronis Rematik ada 5 Responden di lakukan penelitian Hasil nya adalah Dari hasil percakapan dapat disimpulkan bahwa Pengasuh atau Caregiver sangat berperan penting dalam merawat Lanjut Usia dengan penyakit Rematik Kronis Kata Kunci : pengalama, Pengasuh, Penyakit Rematik Kronis Abstract The aging process is a life cycle characterized by the decline in various organ functions in the body which is marked by the susceptibility of the body to various disease attacks. As for the changes, it affects the deterioration of physical health which in turn will affect the susceptibility to disease. Rheumatic disease and joint inflammation are diseases that are often found in the community, especially in people aged 40 years and over. More than 40 percent of these age groups suffer from complaints of joint and muscle pain. This study aims to determine the experience of caregivers in caring for the elderly with chronic rheumatic disease in Buku Village, Mapilli District, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi Province. . The method used in this research is to use qualitative research where this research is a method to find answers to elderly cargiver. The sample was 5 elderly respondents who were made as respondents. Results of the study] The experience of caregivers in caring for the elderly with chronic rheumatic disease, there were 5 respondents who were carried out by the research

    Hubungan Intensitas Bermain Video game Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia Sekolah Dasar

    No full text
    In the case of the coronavirus pandemic, quarantine was implemented as a significant guideline to prevent the disease in many countries. However, despite the benefits of quarantine, there are also complications and problems. With COVID-19 shuttering schools and putting a temporary halt to face-to-face interactions, children and adolescents have a void in their schedules and social lives. Many are apparently turning and playing to video games to fill it. This situation made intensity and time children spend on social media and online games increasing. However, little is known about the relationship between emotional development and the time children and kids tend to spend playing video games. The aim of this paper is to determine the relationship between intensity of playing video games and emotional development in elementary students. The method of this research is descriptive statistic and correlation study by using a cross-sectional approach. Population in this research were students in grades 4 to 6 who play video games both online and offline. The research has used total sampling technique with 163 respondents. Based on data analysis using the Spearmen-rho test showed a relationship between intensity of playing video games and emotional development in elementary school. On the other hand, the majority children who play video games are male in 5 grade generally 11 years old. Based on this research, hopefully increasing parent supervision and awareness to the children who play video games due to negative impact of video game. Keywords : Intensity of playing video game, Emotional Development, Elementary studentDi masa pandemi virus corona, karantina diterapkan sebagai pedoman penting untuk pencegahan penyakit di berbagai negara. Terlepas dari manfaatnya, karantina juga menimbulkan komplikasi dan permasalahan. Dengan adanya pandemi COVID-19, terdapat kebijakan berupa penutupan sekolah dan penghentian sementara interaksi belajar tatap muka atau pembelajaran luring. Hal ini menyebabkan anak-anak dan remaja memiliki waktu senggang dalam jadwal pembelajaran dan kehidupan sosial mereka. Anak-anak dan remaja mengisi waktu senggang mereka dengan bermain video game. Situasi ini membuat intensitas dan waktu yang dihabiskan anak-anak di media sosial dan video game semakin meningkat. Namun, sedikit yang diketahui tentang hubungan antara perkembangan emosional dan waktu yang cenderung dihabiskan anak-anak untuk bermain video game. Oleh sebab itu, makalah ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain video game dengan perkembangan emosional pada anak usia sekolah dasar. Adapaun metode penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan studi korelasi serta menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 4-6 yang bermain video game baik secara online maupun offline. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan 163 responden. Berdasarkan analisis data yang menggunakan uji Spearmen-rho didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara intensitas bermain video game dengan perkembangan emosional anak usia sekolah dasar. Di sisi lain, mayoritas anak yang bermain video game adalah anak laki-laki di kelas 5 yang umumnya berusia 11 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengawasan dan kesadarannya terhadap anak-anak yang bermain video game terutama terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari video game

    Intensitas Penggunaan Gadget dengan Perkembangan Sosial pada Anak Usia Dini (4-6 Tahun)

    No full text
    Penggunaan gadget melebihi batas waktu yang disarankan pada anak dapat menyebabkan sebuah ketergantungan, ketika dalam menggunakan gadget terlalu lama mengakibatkan anak kurang berinteraksi dan kurang beradaptasi yang nantinya akan menghambat perkembangan sosial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial pada anak usia dini (4-6 tahun). Metode penelitian ini adalah deskriftif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah data kuantitatif dengan istrumen penelitian melalui pengisian kuisioner. Responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang melalui teknik pengambilan sampel total sampling. Analisa data menggunakan metode uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar  sekitar 18 anak (51,4%) intensitas penggunaan gadget tinggi dengan perkembangan sosial yang kurang sebanyak 16 anak (45,7%). Hasil analisis didapatkan hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial pada anak usia dini (4-6 tahun) dengan nilai p value 0,000 yang lebih kecil daripada nilai α : 0,05 (p<0,05). Berdasarkan penelitian ini erat hubungannya antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial, diharapkan orangtua mampu mengontrol penggunaan gadget pada anak dengan memberikan batasan waktu dan mengalihkan kebiasaan anak dengan membiarkan anak beradaptasi dengan lingkungannya. Kata Kunci    : Penggunaan Gadget, Perkembangan Sosial Anak,  Usia Dini 1-4 tahun  Penggunaan gadget melebihi batas waktu yang disarankan pada anak dapat menyebabkan sebuah ketergantungan, ketika dalam menggunakan gadget terlalu lama mengakibatkan anak kurang berinteraksi dan kurang beradaptasi yang nantinya akan menghambat perkembangan sosial. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial pada anak usia dini (4-6 tahun). Metode penelitian ini adalah deskriftif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah data kuantitatif dengan istrumen penelitian melalui pengisian kuisioner. Responden dalam penelitian ini sebanyak 35 orang melalui teknik pengambilan sampel total sampling. Analisa data menggunakan metode uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar  sekitar 18 anak (51,4%) intensitas penggunaan gadget tinggi dengan perkembangan sosial yang kurang sebanyak 16 anak (45,7%). Hasil analisis didapatkan hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial pada anak usia dini (4-6 tahun) dengan nilai p value 0,000 yang lebih kecil daripada nilai α : 0,05 (p<0,05). Berdasarkan penelitian ini erat hubungannya antara intensitas penggunaan gadget dengan perkembangan sosial, diharapkan orangtua mampu mengontrol penggunaan gadget pada anak dengan memberikan batasan waktu dan mengalihkan kebiasaan anak dengan membiarkan anak beradaptasi dengan lingkungannya

    PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT KOTA BANDA ACEH: A COMPARATIVE STUDY

    No full text
    Penyebaran pandemi COVID-19 menyebabkan masalah kesehatan terbesar  pada semua negara di dunia. COVID-19 menimbulkan gejala pada berbagai sistem tubuh seperti gangguan sistem pernapasan, pencernaan, neurologis, dan muskuloskeletal. Proses penularan COVID-19 sangat cepat yang diperburuk dengan kondisi faktor komorbid dari pasien menyebabkan tingginya angka  morbiditas dan mortalitas di Indonesia dan di dunia. Perawat sebagai frontliners dan care providers pada pasien COVID-19 harus didukung dengan pengetahuan dan sikap yang memadai dalam merawat pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 pada perawat Instalasi PINERE RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dan perawat Instalasi PINERE RSUD Meuraxa (RSUM) Banda Aceh, Indonesia. Jenis penelitian adalah comparative study dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di Instalasi PINERE RSUDZA dan RSUM Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah 110 responden. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dalam bentuk skala Dichotomous dan kuesioner sikap dalam skala Likert masing-masing terdiri dari 20 pernyataan. Uji reliabilitas kuesioner pengetahuan menggunakan K-R 20 (Kuder Richardson 20) dengan nilai 0,97 dan kuesioner sikap menggunakan Cronbach alpha dengan  nilai 0,96. Analisis data menggunakan bivariat dengan menggunakan uji Independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan perawat dalam merawat pasien COVID-19 (p-value 0,554>0,05) dan tidak ada perbedaan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 (p-value 0,163 >0,05) pada kedua ruang PINERE tersebut.  Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya kesamaan pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 pada kedua rmah sakit tersebut.Penyebaran pandemi COVID-19 menyebabkan masalah kesehatan terbesar  pada semua negara di dunia. COVID-19 menimbulkan gejala pada berbagai sistem tubuh seperti gangguan sistem pernapasan, pencernaan, neurologis, dan muskuloskeletal. Proses penularan COVID-19 sangat cepat yang diperburuk dengan kondisi faktor komorbid dari pasien menyebabkan tingginya angka  morbiditas dan mortalitas di Indonesia dan di dunia. Perawat sebagai frontliners dan care providers pada pasien COVID-19 harus didukung dengan pengetahuan dan sikap yang memadai dalam merawat pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 pada perawat Instalasi PINERE RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) dan perawat Instalasi PINERE RSUD Meuraxa (RSUM) Banda Aceh, Indonesia. Jenis penelitian adalah comparative study dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di Instalasi PINERE RSUDZA dan RSUM Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah 110 responden. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dalam bentuk skala Dichotomous dan kuesioner sikap dalam skala Likert masing-masing terdiri dari 20 pernyataan. Uji reliabilitas kuesioner pengetahuan menggunakan K-R 20 (Kuder Richardson 20) dengan nilai 0,97 dan kuesioner sikap menggunakan Cronbach alpha dengan  nilai 0,96. Analisis data menggunakan bivariat dengan menggunakan uji Independent sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengetahuan perawat dalam merawat pasien COVID-19 (p-value 0,554>0,05) dan tidak ada perbedaan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 (p-value 0,163 >0,05) pada kedua ruang PINERE tersebut.  Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya kesamaan pengetahuan dan sikap perawat dalam merawat pasien COVID-19 pada kedua rumah sakit tersebut

    The Case Study Analysis: Nursing Care of Neonatal Hyperbilirubinemia in Preventing Kernicterus Complications

    No full text
    Hiperbilirubinemia bayi baru lahir terjadi jika kadar bilirubin serum total >5 mg/dL. Peningkatankadar bilirubin serum total yang sangat tinggi dapat menimbulkan komplikasi kernikterus. Tujuanpenelitian adalah menganalisis asuhan keperawatan bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia dalammencegah terjadinya komplikasi kernikterus. Desain penelitian yaitu deskriptif kualitatif denganmetode studi kasus. Partisipan adalah lima bayi baru lahir cukup bulan dengan hiperbilirubinemiadan lama pemberian asuhan keperawatan selama tiga hari. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadipeningkatan kadar bilirubin total serum antara 13,74-21,20 mg/dL dan tidak adanya gejalakernikterus. Diagnosis keperawatan yang muncul yaitu ikterik neonatus berhubungan denganpenurunan berat badan abnormal dan umur kurang dari 7 hari, defisit nutrisi berhubungan denganpeningkatan kebutuhan metabolisme, hipertermia berhubungan dengan peningkatan lajumetabolisme, dan hipovolemia berhubungan dengan intake cairan tidak adekuat. Prioritas diagnosiskeperawatan yaitu pada masalah ikterik neonatus dengan pelaksanaan tindakan utama yangdilakukan yaitu memberikan perawatan fototerapi (single dan double fototerapi), pemantauanpemberian asupan cairan (ASI/ susu formula), mengidentifikasi derajat ikterik, memantau beratbadan, dan memonitor kadar bilirubin total serum. Evaluasi keperawatan yaitu rata-rata penurunankadar bilirubin total sebesar 4,95 mg/dL dan tidak ada komplikasi kernikterus. Kesimpulan penelitianyaitu pemberian asuhan keperawatan pada masalah ikterik neonatus dengan benar dapat mencegahkomplikasi kernikterus. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu diharapkan perawat mampu mengenaligejala komplikasi kernikterus (ensefalopati bilirubin akut dan kronis).Hiperbilirubinemia bayi baru lahir terjadi jika kadar bilirubin serum total >5 mg/dL. Peningkatan kadar bilirubin serum total yang sangat tinggi dapat menimbulkan komplikasi kernikterus. Tujuan penelitian adalah menganalisis asuhan keperawatan bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia dalam mencegah terjadinya komplikasi kernikterus. Desain penelitian yaitu deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Patisipan adalah 5 bayi baru lahir cukup bulan dengan hiperbilirubinemia dengan lama pemberian asuhan keperawatan selama tiga hari. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan kadar bilirubin total serum antara 13,74-21,20 mg/dL dan tidak adanya gejala kernikterus. Diagnosis keperawatan yang muncul yaitu ikterik neonatus b.d penurunan berat badan abnormal dan umur kurang dari 7 hari, defisit nutrisi b.d peningkatan kebutuhan metabolisme, hipertermia b.d peningkatan laju metabolisme, dan hipovolemia b.d intake cairan tidak adekuat. Prioritas diagnosa keperawatan yaitu pada masalah ikterik neonatus dengan pelaksanaan tindakan utama yang dilakukan yaitu memberikan perawatan fototerapi (single dan double fototerapi), pemantauan pemberian asupan cairan (ASI/ susu formula), mengidentifikasi derajat ikterik, memantau berat badan, dan memonitor kadar bilirubin total serum. Evaluasi keperawatan belum teratasi pada kasus dengan kadar bilirubin serum total >20 mg/dL. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian asuhan keperawatan pada masalah ikterik neonatus dengan benar dapat mencegah komplikasi kernikterus. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu diharapkan perawat mampu mengenali gejala komplikasi kernikterus (ensefalopati bilirubin akut dan kronis). Kata kunci: Asuhan keperawatan, Bayi baru lahir, Hiperbilirubinemia, Kernikteru

    Comparative Analysis of the Mental Health of Nurses in the Covid-19 Patient Care Room and Non-Covid-19 Patient Care Room

    No full text
    Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memiliki sifat tingkat penularan dan kematian yang sangat tinggi. Orang yang paling berisiko tertular Covid-19 adalah orang yang kontak erat dengan pasien Covid-19, termasuk tenaga kesehatan. Banyak tenaga kesehatan mengalami stress dan gangguan kesehatan mental akibat beban pekerjaan, stigma, kekhawatiran terinfeksi dan kondisi yang mengacam jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kesehatan mental perawat di ruang perawatan pasien Covid-19 dan di ruang pasien non Covid-19. Desain penelitian menggunakan analitik observasional komparatif. populasi penelitian adalah seluruh perawat di ruang perawatan Covid-19 dan ruang perawatan non Covid-19 berjumlah 249 responden. Jumlah sampel penelitian sebanyak 60 responden. tehnik sampling menggunakan cluster random sampling. Pengukuran kesehatan mental menggunakan instrumen Self Reporting Questionnare (SRQ). Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square (sig < α ) nilai α : 0,05, dan Odds Ratio (OR). Hasil uji chi square sig 0,000 yang berarti sig < α. Menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap kesehatan mental perawat di ruang perawatan pasien Covid-19 dengan perawat di ruang perawatan pasien non Covid-19. Nilai Odds ratio sebesar 13.000 menunjukkan perawat di ruang perawatan pasien Covid-19 memilki kecenderungan untuk terjadi gangguan kesehatan mental sebeser 13 kali lebih besar dibandingkan dengan perawat di ruang perawatan pasien non Covid-19.Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) has a very high transmission and death rate. People who are most at risk of contracting Covid-19 are people who are in close contact with Covid-19 patients, including health workers. Many health workers experience stress and mental health problems due to workload, stigma, fear of infection and life-threatening conditions. The purpose of this study was to determine the differences in the mental health of nurses in the room for Covid-19 patients and in the non-Covid-19 patient room. The research design used comparative observational analytics. The population was all nurses in the Covid-19 room and the non-Covid-19  room totaling 249 respondents. The number of research samples was 60 respondents. sampling technique using cluster random sampling. Measurement of mental health using the Self Reporting Questionnaire (SRQ) instrument. Data analysis using Chi Square statistical test (sig < 0.05), and Odds Ratio (OR). The chi square test results sig 0.000. Shows that there is a difference in the mental health of nurses in the Covid-19 patient room with nurses in the non-Covid-19 patient room. The Odds ratio value of 13.000 shows that nurses in the rooms for Covid-19 patients have a tendency to have mental health disorders 13 times greater than nurses in the rooms for non-Covid-19 patients. The spread of Covid-19 is very fast and the death rate continues to increase, causing nurses to experience fear and anxiety which results in mental health disorders. Increased self-resilience is very much needed and further screening is needed to get treatment precisely. &nbsp

    TERAPI MINDFULNESS BASED- STRESS BERBASIS VIDEO PADA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DAN EFIKASI DIRI IBU DENGAN ANAK SUNTING

    No full text
    Having a child diagnosed with stunting is one of the stressors for a mother. Feelings of guilt, shock, pressure, and fear of being stigmatized as a failed mother haunt mothers with children diagnosed with stunting. Mothers are required to be able to improve the nutrition of their children as soon as possible without seeing the burden they are feeling. This will disrupt the psychological well-being of mothers with stunting children. The purpose of this study was to determine the effect of mindfulness-based stress reduction video-based therapy on improving the psychological well-being of mothers with stunting children. The research design used was a quasi-experimental one-group pre-test post-test design. Respondents in this study were 15 mothers with children diagnosed with stunting at the Posyandu in Gempolan Village. The intervention was given via video in 3 sessions. Data collection with a questionnaire that is given before and after treatment. Data analysis was carried out using the paired sample T-test. The results showed that the average psychological well-being before intervention was 86 and after the intervention was 128. Self-efficacy before therapy had an average of 35 and after therapy was 53. The results of the paired sample t-test showed p-value = 0.012 for self-efficacy and p-value = 0.021 for psychological well-being. It was concluded that mindfulness-based stress reduction therapy was effective in improving psychological well-being and self-efficacy for mothers with stunting children

    Determinan Kepuasan Perawat Pada Praktik Interprofesional Kolaborasi di Rumah Sakit

    No full text
    Praktik kolaborasi memiliki pengaruh yang besar untuk kepuasan pasien dan kepuasan profesi pemberi asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kepuasan perawat pada Interprofesional Colaborative Practice (IPCP). Metode penelitian menggunakan studi cross sectional yang dilakukan dari bulan Maret sampai Desember 2021. Kuesioner yang digunakan hasil modifikasi, dan telah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Kuesioner Profesional Factor, Organizational factor dan Interactional Factor nilai uji validitas 0.427-0.722 dan uji reabilitas 0.905 dengan butir kuesioner 17 item. Untuk nilai uji validitas kuesioner kepuasan perawat dalam interkolaborasi 0.590 – 0.913 dan uji reliabilitas 0.980 dengan butir kuesioner 31 item. Kuesioner disebarkan kepada 242 perawat yang bersedia mnjadi responden dan memenuhi criteria inklusi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa faktor yang mempengaruhi dan bermakna dengan kepuasan perawat dalam IPCP adalah Faktor Profesional (p=0.001), Faktor Organisasional (p=0.048). Simpulan, Faktor Profesionalpaling berpengaruh pada kepuasan perawat dalam melaksanakan inter kolaborasi dengan profesi lain, Faktor Profesional memegang peran yang sangat besar dalam mengerakkan perawat untuk menguasai kompetensinya agar tujuan asuhan dan pelayanan terhadap pasien dapat dicapai secara efisien dan efektif

    Gebyar Hidup Sehat dan Peningkatan Imun Masyarakat (GHS-PIM) pada Masa Pandemic Covid 19

    No full text
    Pada masa pandemic saat ini masyarakat merasa semakin mencekam dan banyak yang belum mengetahui apa dan bagaimana Langkah yang tepat untuk di ambil keluarga saat terpapar ataupun saat masa pemulihan, oleh karenya butuh perilaku adaptasi yang harus dilakukan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah penularan Covid 19 dan perilaku kunci yang dapat diterapkan adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi sebuah perilaku kunci, namun dalam pelaksanaanya masih banyak masyrakat yang memiliki tingkat pengetahuan dan tindakan yang rendah terkait PHBS oleh karenanya dibutuhkan sebuah dukungan peningkatan pengetahuan, salah satu metode yang dapat digunakan yaitu memberikan pemberdayaan kepada kader kesehatan, kader kesehatan mejadi salah satu ujung tombak untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait perilaku hidup bersih dan sehat dan upaya peningkatan imun karena kader kesehatan secara tidak langsung berperan menjadi role model dalam PHBS dan pengingkatan imun masyarakat di masa pandemic ini. Pemberdayaan kader kesehatan merupakan salah satu inisasi program gebyar hidup sehat yang diharapkan masyarakat lebih mengerti dan dapat melakukan pencegahan secara mandiri serta meningkatkan imun agar tidak terpapar virus corona yang sedang mewabah. Pengendalian ini dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada para Kader Kesehatan. Hasil kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dari kader kesehatan tentang covid 19 dan terbentuk kader kesehatan yang dapat melakukan edukasi dan pendampingan keada masyarakat dan keluarga kelompok lanjut usia yang diharapkan dapat memutus rantai penularan covid 19, sehingga prevalensi Covid 19 dapat terus menurun, dan terjadi peningkatan derajat kesehatan masyarakat

    Edukasi Pencegahan Bullying pada Murid Sekolah Dasar

    No full text
    Sekolah adalah sebuah tempat untuk murid menimba ilmu, membentuk sebuah karakter dan berkembangnya generasi penerus bangsa. Sekolah seharusnya menjadi tempat aman, nyaman, serta menyenangkan dan jauh dari tindakan bullying. Bullying atau perundungan merupakan serangan oleh pelaku perundungan kepada korban perundungan, dimana dilakukan terus menerus dan kapan saja tanpa ada sebuah perlawanan dari korban perundungan. Perundungan berdampak tidak hanya pada korban dan pelaku saja tetapi juga orang yang melihatnya. Tindakan perundungan dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu perundungan fisik, perundungan verbal dan perundungan mental atau psikologis. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2022 di SD Negeri Sidomulyo 03 yang disosialisasikan ke kelas IV,V dan VI dengan total 92 murid. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan murid SD Negeri Sidomulyo 03 tentang pencegahan perundungan melalui pengabdian masyarakat untuk mengedukasi perilaku perundungan . Upaya peningkatan pencegahan perilaku perundungan dapat dilaksanakan dengan meningkatkan pengetahuan terhadap dampak perundungan melalui pelaksanaan edukasi. Edukasi ini dapat diterima oleh murid untuk mencegah perilaku perundungan pada lingkungan sekolah. &nbsp

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇