Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Efektifitas Pengembangan Model KIE pada Penggunaan SDIDTK terhadap Keterampilan Kader dalam Mendeteksi dan Menemukan Penyimpangan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Pra Sekolah

    No full text
    Anak merupakan investasi yang sangat berharga karena dipundaknya teremban kelangsungan cita-cita luhur suatu bangsa. Setiap bangsa di dunia ini menginginkan anak sebagai generasi penerus yang berkualitas. Stimulasi dini merupakan hal yang penting dalam proses tumbuh kembang anak. Stimulasi yang dilakukan dengan frekuensi berulang-ulang dan terarah akan mempengaruhi perkembangan otak yang baik (Mustard, 2010). SDIDTK merupakan program pemerintah yang dapat digunakan pada tingkat pelayanan kesehatan tingkat dasar, BKB dan Posyandu. Kader merupakan pelaksana kegiatan SDIDTK. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui “Efektifitas Pengembangan Model KIE Pada Penggunaan SDIDTK Terhadap Keterampilan Kader dalam mendeteksi dan menemukan penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan Anak Pra Sekolah. Metode penelitian: Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode Quasy Experimental one group pretes-postest, yaitu rancangan penelitian yang hanya menggunakan satu kelompok subjek tidak ada kelompok pembanding serta melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pemberian perlakuan pada subject.Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Sampling jenuh, dengan jumlah 50 kader. Hasil dan pembahasan: Hasil uji statistik penelitian dengan menggunakan rumus Uji Wilcoxon Signed Rank dengan taraf kepercayaan 95% dan taraf kesalahan 5% (uji dua pihak) didapatkan hasil P-value 0,00 dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima hal ini menunjukan bahwa  terdapat perbedaan keterampilan kader   kader posyandu balita sebelum dan sesudah penggunaan KPSP dan Antropometri melalui KIE. Secara statistic ditemukan bahwa  Pengembangan Model KIE Pada Penggunaan SDIDTK efektif terhadap  Keterampilan Kader dalam mendeteksi dan menemukan penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan Anak Pra Sekolah

    Tingkat Ansietas Mahasiswa Indonesia selama Pandemi Covid-19

    No full text
    Pandemic covid-19 berdampak pada psikologis mahasiswa dalam menjalankan pendidikan yang disebabkan karena tugas pembelajaran, keadaan kesehatan, dan faktor ekonomi keluarga. Identifikasi dampak psikologis mahasiswa selama pandemic covid-19 perlu dilakukan salah satunya yaitu ansietas. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ansietas mahasiswa Indonesia selama pandemic covid-19 telah dilakukan pada 1129 mahasiswa yang berada di beberapa provinsi di Indonesia melalu penelitian kuanditatif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif analitik dengan menggunakan 7 pertanyaan dari 21 pertanyaan yang ada pada kuesioner DASS-21. Data dianalisis menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20 tahun, rat-rat berusia 22 tahun, berjenis kelamin perempuan dengan jenjang pendidikan Sarjana, bertempat tinggal di Jawa tengah. Hasil penelitian terkait masalah psikologis responden menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami ansietas berat

    Relationship of Lifestyle and Health Status with the Event of Anemia in Adolescent

    No full text
    The highest incidence of anemia was found in adolescent girls (10-19 years) compared to adolescent boys. This is because young women experience menstruation every month and some of them go on a diet so that there is a lack of iron in the blood which is useful for the formation of Hb, causing anemia. The purpose of this study was to determine the relationship between lifestyle and health status with the incidence of anemia in adolescent girls at SMAN 9 Mataram. The design of this research is analytic observational with a cross sectional research design and the number of samples is 63 students with purposive sampling technique. Primary data were obtained through a questionnaire consisting of 33 questions (5 items for physical activity, 5 questions for modern medicine consumption, 7 questions for traditional medicine consumption and 6 questions for infectious diseases). The questionnaire has been tested for validity with a value (rcount > rtable) and the reliability test results for each variable have a value greater than 0.600 so that all research instruments can be declared reliable and can be used for further analysis. Secondary data was obtained from anemia screening data at the Selaparang Health Center. Data were analyzed univariately and bivariately with Chi-Square using =0.05. The results showed that there was a relationship between consumption of modern medicine (p = 0.040; OR = 0.862), consumption of traditional medicine (p = 0.042; OR = 1.070), and nutritional status of BMI/U (p = 0.043) with the incidence of anemia in adolescent girls. Meanwhile, there was no correlation between physical activity (p=0,288; OR=1,108), breakfast (p=0,238; OR=0,354), and infectious diseases (p=0,145; OR=2,047) with the incidence of anemia in adolescent girls

    Pengaruh Psikoedukasi Tentang Pengelolaan Stres terhadap Peningkatkan Self Efficacy Keluarga dalam Merawat ODGJ

    No full text
    Tren gangguan jiwa berat yang semakin meningkat setiap tahunnya membutuhkan perhatian dan penanganan yang komprehensif dan berkesinambungan. Sebagian besar masyarakat masih memiliki stigma tentang keberadaan orang dengan gangguan jiwa, sehingga masih adanya perlakuan diskriminatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang akan menghambat proses pemulihan kesehatan jiwa bagi ODGJ. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sebani Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan desain pra eksperimen (pretes-posttes) dengan psikoedukasi sebagai variabel bebas dan variabel terikat adalah efikasi diri. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner tentang efikasi diri keluarga sebelum pemberian psikoedukasi dan setelah pemberian psikoedukasi diambil sampel sebanyak 22 responden dan metode total sampling adalah metode sampling. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test mengingat kelas data diambil sebagai data ordinal. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p=0,006 yang lebih kecil dari = 0,05 yang berarti H0 ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan pemberian psikoedukasi terhadap efikasi diri keluarga yang merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Dengan psikoedukasi, pemahaman keluarga tentang gangguan jiwa dan manajemen stres akan lebih baik yang berdampak pada peningkatan efikasi diri keluarga dalam merawat anggota ODGJ yang pada akhirnya angka deprivasi ODGJ di Indonesia akan menurun

    Design of Discharge Planning Application for Mental Health Disorders Patients in Android-Based Information System

    No full text
    Based on data there are an average of 18 patients per month readmission, they are re-treated on average after 12 days at home. It is complex management of health workers to handle it, especially the preparation of patient discharge. Design of Discharge Planning Application for Mental Health Disorders Patients In Android-Based Information System is in line with technological advances that facilitate the patient\u27s learning process not only with leaflets and posters but also with multimedia interactive media. Draft of discharge planning model based on an android information system for mental health disorder patients at RSJD Dr. Amino Gondohutomo Hospital Central Java Province. Phenomenological qualitative research with an action research approach. Data collection techniques used are FGD (Focus Group Discussion) and Expert Workshops.  Seven themes are assessment and discharge planning from the admission. Patients, families, and patient responders at home. Important information that patients, families, and persons in charge must know. Basic needs, information, and education of patients while at home, professional group service plan. Empowerment of the patient\u27s immediate environment from close family to health officials and agencies, monitoring, and evaluation are needed to ensure continuity of service.Â

    Program KENESS-20 untuk Mengatasi Stres Kerja Dosen Keperawatan pada Era Pandemi Covid-19 di Kota Semarang

    No full text
    Program pemerintah terkait Work From Home (WFH) mengakibatkan dosen keperawatan selama masa pandemic COVID-19 banyak melakukan aktivitas menggunakan media elektronik. Pemberian pembelajaran menggunakan media elektronik dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah kesehatan baik secara fisik dan psikologis. Apabila masalah ini tidak diatasi dapat mengakibatkan munculnya masalah kesehatan kerja yaitu stress kerja. Intervensi yang dapat diberikan pada masalah stress kerja dapat dilakukan melalui 3 tahap pencegahan (primer, sekunder, tersier) yang terangkum dalam program KENESS-20. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh program KENESS-20 untuk mengatasi stress kerja dosen keperawatan pada era pandemic COVID-19 di Kota Semarang. Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan Quasi-Eksperimental dengan Pretest-Posttest Design with Control Group dengan menggunakan rancangan cluster random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dosen keperawatan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Semarang dengan jumlah sampel 92 responden menggunakan perhitungan Rumus Slovin. Uji statistic menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh dan Man-Withney untuk mengetahui perbedaan antara kelompok kontrol dan intervensi. Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan hasil Program KENESS-20 berpengaruh signifikan terhadap tingkat stress pada dosen keperawatan dan terdapat perbedaan tingkat stress antara kelompok kontrol dan intervensi. Program KENESS-20 mampu membuat individu rileks dan fokus pada kondisi saat ini sehingga mampu meningkatkan kondisi fisik, psikologis, kognitif dan konatif dosen dalam bekerja

    Efektifitas Pijat Oksitosin dalam Pengeluaran ASI

    No full text
    Air Susu Ibu (ASI) terbentuk sejak masa kehamilan dan ASI diproduksi secara alami oleh tubuh, merupakan makanan terbaik bagi bayi. Kurangnya produksi ASI menjadi salah satu penyebab ibu memutuskan memberikan susu formula pada bayinya. Berdasarkan Profil kesehatan Indonesia tahun 2018, cakupan bayi pada tingkat provinsi yang mendapat ASI eksklusif di Indonesia adalah sebanyak 68,74% sementara cakupan untuk provinsi Sumatera Barat masih berada dibawah dari akumulasi cakupan pemberian ASI eksklusif Indonesia menurut provinsi yaitu 68,11%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan dari pijat oksitosin dalam pengeluaran ASI. Desain penelitian ini menggunakan metode Literatur review, pencarian jurnal menggunakan data base google scholar dengan kata kunci “Ibu post partum, Pijat oksitosin, Produksi ASI,â€â€. Didapatkan  10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini adalah dengan melakukan teknik pijat oksitosin maka akan meningkatkan keberhasilan Pemberian ASI ekslusif

    STRATEGI PENINGKATAN MANAJEMEN DIRI PASIEN PENYAKIT GINJAL TAHAP AKHIR YANG MENJALANI HEMODIALISIS

    No full text
    End-stage kidney disease (ESRD) has an impact on the sufferer\u27s physical, psychological, social, and spiritual well-being. These problems can reduce the quality of life of ESRD patients undergoing hemodialysis. This requires the patient to be fully involved, both in management and therapeutic decision-making, symptom management, and self-care. This literature review aims to describe various programs to improve the self-management skills of ESRD patients undergoing hemodialysis. The articles used in this literature review are sourced from the CINAHL, MEDLINE, and Google Scholar electronic databases with the keywords self-management, self-care, adherence, ESRD, and hemodialysis with inclusion criteria: published in 2015-2020, full text, using English or Indonesian, and experimental studies conducted on hemodialysis patients. Eight articles were obtained discussing programs that can be used to improve self-management of ESRD patients undergoing hemodialysis, including education and counseling programs, self-management programs, self-efficacy training, self-monitoring programs, and social support. The differences between each program include the time and technical implementation, while the similarities are that each program cannot be separated from education for providing health information to patients. Providing structured education and involving social support can be used as a program to improve self-management in ESRD patients undergoing hemodialysis

    THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE ABOUT STROKE AND HEALTHY BEHAVIOR IN HYPERTENSION PATIENTS AT KARANGJAMBU HEALTH CENTER

    No full text
    Hypertension or high blood pressure is a condition where the systolic blood pressure has increased above 140 mmHg and the diastolic blood pressure is above 90 mmHg with measurement twice in a calm body condition within a span of five minutes. One of the complications of hypertension that poses a threat is stroke. Attempts that can be done to reduce the rates of death and disability due to stroke, namely preventions by increasing knowledge of stroke and implementing healthy behavior for people with hypertension. This study was aimed to determine the relationship of knowledge about stroke with healthy behavior in patients with hypertension at Karangjambu Health Center. This study used quantitative methods with descriptive correlation design and used a cross sectional approach. The sampling technique used nonprobability accidental sampling with 66 respondents. Data were collected using the SRQ questionnaire for knowledge of stroke and HPLP II for the healthy behavior. Univariate analysis used descriptive correlation and bivariate analysis used the spearman rank test. Statistical test results obtained p value 0.001. It is concluded that there is a relationship between knowledge of stroke and healthy behavior in patients with hypertension at Karangjambu Health Center. The better the respondent\u27s knowledge, the better the healthy behavior that is applied, thus the results of this study are important for Health Center officers in attempts to prevent stroke complications in patients with hypertension. Â

    Analisis Perilaku Proaktif Perawat Dalam Melaksanakan Handover Di Ruang Intensif

    No full text
    Handover merupakan proses komunikasi serah terima pasien yang melibatkan perawat dan tim kesehatan lain dalam pelaksanaannya. Dibutuhkan tindakan proaktif perawat dalam mengoptimalkan pelaksanaan handover guna meningkatkan keselamatan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku proaktif perawat dalam melaksanakan handover di ruang rawat intensif. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian 124 perawat ruang intensif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Proactive Behaviors in Organization Scale (PBOS), Proactive Personality Scale (PPS) short version, General Self Eficacy Scale dan Orientasi pembelajaran dan analisis data menggunakan statistik differential non-parametrik, regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kepribadian proaktif (p-value 0,041), efikasi diri (p-value 0,002), orientasi pembelajaran (p-value 0,013) dengan perilaku proaktif perawat dalam melaksanakan handover di ruang rawat intensif Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Aceh. Selanjutnya, faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku proaktif perawat dalam melaksanakan handoveradalah efikasi diri dengan nilai p-value = 0,020 dan nilai odd ratio 5,419. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan bagi manajer atau pimpinan untuk terus meningkatkan motivasi perawat agar terus proaktif dalam melaksanakan handover melalui pelatihan rutin

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇