Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
566 research outputs found
Sort by
SEFT and Academic Stress on Nursing Students in Online Learning During the Covid-19 Pandemic
The occurrence of the COVID-19 pandemic has made many changes in the education sector which has turned to online learning. Changes in the system trigger the emergence of academic stress on students which will have an impact on their learning achievement . This study aims to determine the effect of the SEFT method on reducing the level of academic stress experienced by students. The research design used in this study was pre-experimental with a one group pre-post test design approach , with 250 research subjects who were active students of the D3 Nursing Study Program, Unej Campus, Pasuruan City. Statistical test results using the Wilcoxon Signed Rank Test with = 0.05 resulting in a significance value of 0.001 which means that there is a difference in scale before and after SEFT therapy. It was concluded that SEFT therapy was considered effective in reducing academic stress on students of the D3 Nursing Study Program, Unej Campus, Pasuruan City
:
Remaja menjadi salah satu kelompok yang merasakan dampak selama pandemic. Masalah yang dirasakan pada kesehatan remaja melalui peningkatan perubahan pola tidur. Studi ini memiliki tujuan mengidentifikasi gambaran dari dampak pembatasan selama pandemi pada pola tidur pada remaja. Pendekatan cross sectional telah digunakan dalam penelitian ini dimana populasi dalam studi ini adalah siswa-siswi SMA Negeri 8 Pontianak sebanyak 825 orang dengan kriteria inklusi. Jumlah sampel sebanyak 269 responden dengan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Data diambil pada bulan Agustus hingga September 2021. Adapun instrumen yang digunakan dalam adalah yaitu kuesioner demografik dan Sleep Timing Questionnaire (STQ) dalam versi Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan google form. Hasil yang didapatkan bahwa pola tidur berdasarkan karakteristik responden usia sebagian besar pada usia 16 tahun sebanyak 79 orang (92,9%) mengalami pola tidur yang tidak baik, laki-laki lebih banyak mengalami perubahan pola tidur sebanyak 140 orang (92,1%) dari pada perempuan. Perubahan pola tidur ditunjukan pada kebiasaan remaja di hari sekolah (weekday) dimana waktu tercepat tidur malam sebagian besar pada pukul 22:00, waktu terlama tidur malam sebagian besar pada pukul 00:00 dan waktu bangun tercepat sebagian besar pada pukul 04:00. Temuan utama dalam studi ini remaja SMA mengalami perubahan pola tidur dan sebagain besar mengalami pola tidur yang buruk selama pandemic COVID-19. Selain itu, usia remaja lebih muda serta perempuan memiliki kecenderungan mengalami perubahan pola tidur yang buruk dibandingkan laki-laki.Remaja menjadi salah satu kelompok yang merasakan dampak selama pandemic. Masalah yang dirasakan pada kesehatan remaja melalui peningkatan perubahan pola tidur. Studi ini memiliki tujuan mengidentifikasi gambaran dari dampak pembatasan selama pandemi pada pola tidur pada remaja. Pendekatan cross sectional telah digunakan dalam penelitian ini dimana populasi dalam studi ini adalah siswa-siswi SMA Negeri 8 Pontianak sebanyak 825 orang dengan kriteria inklusi. Jumlah sampel sebanyak 269 responden dengan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Data diambil pada bulan Agustus hingga September 2021. Adapun instrumen yang digunakan dalam adalah yaitu kuesioner demografik dan Sleep Timing Questionnaire (STQ) dalam versi Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan google form. Hasil yang didapatkan bahwa pola tidur berdasarkan karakteristik responden usia sebagian besar pada usia 16 tahun sebanyak 79 orang (92,9%) mengalami pola tidur yang tidak baik, laki-laki lebih banyak mengalami perubahan pola tidur sebanyak 140 orang (92,1%) dari pada perempuan. Perubahan pola tidur ditunjukan pada kebiasaan remaja di hari sekolah (weekday) dimana waktu tercepat tidur malam sebagian besar pada pukul 22:00, waktu terlama tidur malam sebagian besar pada pukul 00:00 dan waktu bangun tercepat sebagian besar pada pukul 04:00. Temuan utama dalam studi ini remaja SMA mengalami perubahan pola tidur dan sebagain besar mengalami pola tidur yang buruk selama pandemic COVID-19. Selain itu, usia remaja lebih muda serta perempuan memiliki kecenderungan mengalami perubahan pola tidur yang buruk dibandingkan laki-laki
Stres dan Mekanisme Koping pada Mahasiswa yang Menjalani Pembelajaran Jauh selama Pandemi Covid 19: Studi Deskriptif
Stres merupakan sebuah interaksi antara individu dengan lingkungannya yang menyebabkan munculnya ketegangan dan tantangan bagi individu. Mahasiswa baru merupakan subjek yang rentan mengalami stres akibat proses akademik dan pembelajaran di pendidikan tinggi, keraguan terhadap masa depan, dan adaptasi dengan lingkungan kampus dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan selama masa pandemi. Respon stres yang dialami oleh seseorang akan di respon dengan strategi koping yang diterapkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat stres dan mekanisme koping pada mahasiswa yang menjalani pembelajaran jarak jauh selama pandemic covid19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini adalah survei, dengan sampel sejumlah 40 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner PSS-10 (Perceived Stress Scale). Analisis data dilakukan dengan analisis distribusi frekuensi. Sebagian besar responden mengalami stres sedang sejumlah 97.5%, dan hanya sebagian kecil 2,5% yang mengalami stres berat. Sebagian besar responden menggunakan mekanisme koping adaptif sejumlah 97.5% responden. Sebagian besar responden mengalami stres sedang dan menggunakan mekanisme koping yang adaptif
Ideal Diri Remaja Panti Asuhan
Remaja yang tinggal di panti asuhan berisiko mengalami masalah yang diduga dapat memberikan kontribusi bagi terbentuknya ideal diri sehingga dalam berperilaku tidak sesuai standar pribadinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor gambaran ideal diri yang meliputi ideal self dan real self remaja panti asuhan di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengansampel sebanyak 105 remaja. Data dikumpulkan dengan kuesioner Ideal Self dan Real Self yang disusun oleh peneliti. Analisis data secara uni variat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 13 tahun (28,6%), berjenis kelamin perempuan (61%), masuk ke pantidiantar oleh keluarga (96,2%) dan remaja berstatus duafa (44,8%). Ideal self remaja panti asuhan memiliki nilai skor terbesar 48,3 aspek “memiliki keinginan danharapan yang akan diwujudkan†nilai skor terkecil 19,1 aspek “memiliki sikap optimisme mencapai tujuanâ€. Sedangkan real self remaja panti memiliki nilai skor terbesar 26,7 aspek “dukungan dari pengasuh panti†nilai skor terkecil 21,5 aspek “sikap putus asaâ€. Remaja panti asuhan di Purwokerto mayoritas berada pada kategori ideal self
GAMBARAN SURGICAL APGAR SCORE (SAS) PERIOPERATIF PADA PASIEN LAPARATOMI DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AJIBARANG
Post-laparotomy complications include bleeding, severe pain, and even death. This can be reduced by effective perioperative management. One of them is by applying the Surgical Apgar Score (SAS) which contains hemodynamic information and intraoperative blood loss. The aim of the study was to determine perioperative SAS in laparotomy patients. Using a cross-sectional descriptive research design, this study took 21 respondents with quota sampling technique. The research instrument uses the SAS assessment sheet with data analysis using a frequency distribution. The results showed that most of the sample characteristics were late elderly (> 55 years) (28.6%) with female gender (66.7%). More than half of the sample (76.2%) had an SAS score in the moderate risk category. While the highest rates of morbidity and mortality (7/21) at 12.2% and 1.9%. The most SAS scores in laparotomy patients were in the moderate risk category
THE ANXIETY LEVEL ON PEOPLE WITH CHRONIC ILLNESS: DIABETES MELLITUS (DM), HYPERTENSION, CHRONIC KIDNEY DISEASES (CKD), CANCER AND HEART DISEASES IN TUGUREJO HOSPITAL SEMARANG ANXIETY LEVEL ON PEOPLE WITH CHRONIC ILLNESS: DIABETES MELLITUS (DM), HYPERTENSION, CHRONIC KIDNEY DISEASES (CKD), CANCER AND HEART DISEASES IN TUGUREJO HOSPITAL SEMARANG
Pendahuluan: permasalahan yang sering dialami oleh perawat dalammemberikan pelayanan dan perawatan pada pasien penderita penyakit kronisyaitu mengenai penyembuhan yang kurang sempurna dan terjadi di semuasistem organ yang menyebabkan kecemasan.Tujuan: untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan penyakit kronis(Diabetes Miletus (DM), hipertensi, Chronic Kidney Disease (CKD), kanker danpenyakit jantung) di RSUD Tugurejo Semarang.Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatancross sectional dengan sampel 200 pasien yang menderita 5 jenis penyakitkronis (DM, hipertensi, CKD, kanker, dan penyakit jantung) di RSUD TugurejoSemarang dengan 40 sampel masing-masing penyakit yang terpenuhi. kriteriainklusi. Pengukuran kecemasan menggunakan metode Zung-Self Rating AnxietyScale (SAS). Sedangkan analisis data menggunakan analisis univariat yangdiuji secara deskriptif untuk mengetahui gambaran kecemasan pada pasienkronis.Hasil dan Pembahasan: hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besarpasien mengalami kecemasan berat dimana pasien kanker mengalami tingkatkecemasan berat yang paling tinggi yaitu sebesar 87,5% dibandingkan denganjenis penyakit lainnya. Kecemasan berat muncul karena masalah biologisakibat pemulihan yang tidak tuntas dan mengancam kematian pasien, selainitu masalah keuangan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan menjadipemicu kecemasan.Kesimpulan: hasil penilaian kecemasan pasien penderita 5 jenis penyakitkronis dengan menggunakan alat ukur Zung-Self Rating Anxiety Scale (SAS)membuktikan bahwa pasien mengalami kecemasan berat dimana penderitapenyakit kanker mengalami tingkat kecemasan berat paling tinggi sebanyak87,5%
GAMBARAN PENGGUNAAN KB HORMONAL DENGAN SIKLUS MENSTRUASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GAMBIRSARI SURAKARTA
Introduction: Hormonal contraception is a type of contraception that contains estrogen and progestron hormones and a combination of both. Types of hormonal contraception consist of pills, injections, implants and one of the side effects of using hormonal contraception is a disruption of the menstrual cycle. Objective: to describe the use of hormonal birth control with the menstrual cycle in the working area of ​​the Surakarta Gambirsari Health Center. Method: Type of quantitative descriptive research. The sampling technique is purposive sampling. The instrument used is a checklist. Results: based on the results of the 3-month injection univariate KB test as many as 95 (26.2%) experienced a change in elongated menstrual cycle> 35 days by 70 (35.5%), implantable family planning with respondents 83 (22.9%) experiencing prolonged menstrual cycles > 35 days 66 (33.3%), 1 month injection KB with respondents 93 (25.6%) also experienced changes in the normal menstrual cycle 23-35 days 52 (39.1%), birth control pills with 92 respondents (25, 3%) the majority experienced a normal menstrual cycle of 23-35 days as many as 62 (66.0%). Conclusion: Most family planning acceptors have normal menstrual cycles. 1 month injection KB acceptors have the majority of normal menstrual cycles. Actors with 3 months injection KB are mostly long menstrual cycles. Most implantable KB acceptors have a long menstrual cycle.
Key Words: Hormonal, KB, Menstrual Cycl
Dampak Beban Kerja terhadap Produktifitas Kerja di Ruang Perioperasi
Ruang perioperasi merupakan salah satu ruang yang memiliki beban kerja yang tinggi. Hal ini dikarenakan ruangan mempunyai karakteristik lingkungan, system jam kerja dan mempunyai resiko tinggi terhadap kecelakaan kerja akibat benda tajam saat tindakan operasi, terpapar gas anestesi, obat-obatan dan radiasi yang dapat menurunkan produktifitas kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak beban kerja kepada produktifitas kerja tenaga kesehatan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan cross sectional. Sampel yang akan diberikan adalah tenaga kesehatan yang berada di ruang perioperasi berjumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan untuk beban kerja menggunakan kuesioner NASA-TLX dan untuk produktifitas kerja menggunakan kuesioner dengan 4 item pernyataan. Penelitian ini mendapatkan persetujuan etik dengan Nomor:128/KEP.01/UNISA-BANDUNG/VI/2022. Hasil penelitian akan didapatkan kategori beban kerja berat 19 orang (38%), beban kerja sedang 23 orang (46%), dan beban kerja ringan 8 orang (16%). Produktifitas kerja tinggi sebanyak 20 orang (40%), sedang 9 orang (18%), rendah 21 orang (42%). Hasil uji chi-square didapatkan hasil 0,002 sehingga terdapat hubungan antara beban kerja dengan produktifitas kerja. Oleh karena itu perlu adanya pengukuran beban kerja serta pengawasan dari pihak manajemen rumah sakit agar produktitas meningkat sehingga mutu pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal
The THE EFFECT OF FAIRYTALE BOOK ON ORAL HYGIENE KNOWLEDGE OF SCHOOL AGE CHILDREN GRADE 2 AT SDN 1 JALMPRANG WONOSOBO REGENCY
Oral hygiene in children is still considered an epidemic concern in today\u27s society. Early prevention can reduce the morbidity of oral hygiene problems such as dental caries which most often occurs in children. In particular, anapproach to health promotion through various media is needed to overcome this problem. One of which is suitable to be given to children is the media of fairy tales. It is in accordance with the characteristics of imaginative children. The purpose of this study was to determine the effect of fairy tale book media on the oral hygiene knowledge of school-age children. The research employed a quantitative method with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The results of this study indicate that the media of fairy tales has an effect on increasing knowledge of oral hygiene in school-age children.
Keywords: , Fairy Tale Books, Knowledge, Oral Hygiene, School-Age Children.Oral hygiene pada anak masih dinyatakan sebagai masalah epidemik berjalan. Pencegahan secara dini dapat menekan angka kesakitan permasalahan oral hygiene seperti caries gigi yang paling sering terjadi pada anak. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pendekatan dengan promosi kesehatan melalui berbagai media. Salah satu media promosi kesehatan yang cocok untuk diberikan kepada anak-anak adalah media buku dongeng. hal ini dikarenakan buku dongeng sesuai dengan karakteristik anak yang imajinatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media buku dongeng terhdap pengetahuan oral hygiene pada anak usia sekolah. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain quasy eksperimental one group pretest postest. Hasil dari penelitian ini menunjukkan media buku dongeng berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan oral hygiene pada anak usia sekolah.
Kata Kunci: Pengetahuan, Oral Hygiene, Buku Dongen, Anak Usia Sekolah
Pendidikan Kesehatan Orangtua tentang Covid-19 terhadap Kesehatan Mental Remaja
Â
Health education is a dynamic process of behavior change where the changes that occur are not just the process of transferring material from one person to another and not a set of procedures, but these changes occur because of awareness from within the individual, group, or society itself. Public health emergencies, such as pandemics, have an impact on both physical and mental health. Children are especially vulnerable because of their limited understanding of the event. They cannot escape the dangers of situations physically and mentally because they have limited coping strategies. They may not be able to communicate their feelings like adults. Closing schools and separation from friends can cause stress and anxiety in children. Exposure to mass media coverage of crisis events and unverified information circulating on social media can exacerbate mental stress. This study aims to determine the effect of parental health education about Covid-19 on the mental health of adolescents at SMK Dharma Kusuma Cianjur. The research method used is one group pre test and post test design. This research was conducted from January 03 to January 29, 2022. Respondents were parents and teenagers in class X totaling 196 people. Data collection was carried out by observing, analyzing data using the Kendall\u27s tau test, comparing research before and after the intervention was given. There are differences in adolescent mental health before and after parents are given health education (0.013 <0.05). Teenagers and parents should establish a warm and harmonious relationship, open and trust each other so that mental health problems do not occur.
 Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis dimana perubahan yang terjadi bukan sekedar proses pemindahan materi dari seseorang ke orang lain dan bukan pula seperangkat prosedur melainkan perubahan tersebut terjadi karena adanya kesadaran dari dalam diri individu, kelompok, atau masyarakat sendiri. Keadaan darurat kesehatan masyarakat seperti pandemi, berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Anak-anak sangat rentan karena pemahaman mereka yang terbatas tentang peristiwa tersebut. Mereka tidak dapat melepaskan diri dari bahaya situasi secara fisik dan mental karena mereka memiliki strategi koping yang terbatas. Mereka mungkin tidak dapat mengkomunikasikan perasaan mereka seperti orang dewasa. Penutupan sekolah dan perpisahan dengan teman dapat menyebabkan stres dan kecemasan pada anak. Paparan liputan media massa tentang peristiwa krisis dan informasi yang tidak terverifikasi yang beredar di media sosial dapat memperburuk tekanan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan orangtua tentang Covid-19 terhadap kesehatan mental remajadi SMKS Dharma Kusuma Cianjur. Metode penelitian yang digunakan one grup pre test dan post test design. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 03 Januari hingga 29 Januari 2022. Responden adalah orangtua dan siswa kelas X sejumlah 196 Siswa. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan observasi, analisa data menggunakan uji Kendall’s tau, perbandingan penelitian sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Terdapat perbedaan kesehatan mental remaja sebelum dan sesudah orangtua diberikan pendidikan kesehatan (0,013<0,05). Untuk remaja dan orang tua hendakanya menjalin hubungan yang hangat dan harmonis, saling terbuka dan saling percaya agar tidak terjadi masalah kesehatan mental