Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    Studi Fenomenologi: Pengalaman Caregiver dalam Merawat Pasien Hemodialisis Rutin

    No full text
    Merawat anggota keluarga secara rutin seperti pada pasien hemodialisis akan menampilkan karakter yang labil, ketakutan, kecemasan, gangguan tidur, keletihan, dan nafsu makan menurun. Masalah yang dihadapi keluarga (caregiver) dapat berupa masalah finansial, sosial, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengalaman keluarga (caregiver) meliputi hambatan, motivasi, cara mengatasi masalah, dan alternative solusi yang diharapkan dalam merawat anggota keluarga yang menjalani hemodialysis rutin. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menjalani hemodialysis rutin. Dua belas partisipan diperoleh dengan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui wawancara dan catatan lapangan kemudian dianalisis dengan teknik Collaizi. Hasil penelitian ini teridentifikasi tiga tema utama yaitu 1) sedih, lelah, dan pasrah kepada Tuhan dalam merawat, 2) hambatan yang dialami selama merawat, 3) alternatif solusi dalam menghadapi masalah. Proses yang dialami partisipan dalam merawat anggota keluarga yang menjalani hemodialisis rutin merupakan pengalaman yang sangat bermakna karena melibatkan dirinya sendiri dan hubungan interpersonal dengan pasien dan keluarga

    Terapi Afirmasi Positif Pada Klien Dengan Harga Diri Rendah: Studi Kasus

    No full text
    Latar belakang : Seorang mahasiswi mengalami harga diri rendah akibat pengalamankekerasan dalam keluarga dan bullying. Studi kasus ini mengambarkan bagaimana kekerasandalam keluarga dan bullying memicu harga diri rendah dan pengaruh tindakan keperawatanafirmasi positif.Laporan kasus : Seorang mahasiswi melakukan konseling pada praktisi keperawatan jiwa.Klien sejak kecil sering dibandingkan dengan saudara kandung oleh ibunya karena bentuktubuhnya yang kurus dan nilai dari sekolah yang selalu rendah. Selain di rumah klien jugamengatakan sering diejek karena kurus dan kulitnya berwarna gelap. Pengalaman tersebutmembuat klien merasa tidak percaya diri, merasa berbeda dari orang lain dan takut untukberteman. Klien mengatakan pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri. Asuhan keperawatandiberikan pada klien selama lima hari dengan fokus intervensi pemberian terapi afirmasipositif. Hasil evaluasi dari asuhan keperawatan yang diberikan menunjukkan peningkatanharga diri, memiliki pikiran positif tentang dirinya, melakukan kemampuan untukmeningkatkan harga diri sesuai aspek positif yang dimiliki. Hasil pengukuran harga dirimenggunakan Rosenberg self esteem Scale menunjukkan peningkatan dan penurunan darihasil pengukuran Self reporting Quetionnaire 29 menunjukkan penurunan.Kesimpulan : Asuhan keperawatan dengan fokus intervensi terapi afirmasi positifmemegang peranan penting dalam membantu klien dengan masalah keperawatan harga dirirendah. Asuhan keperawatam selama lima hari dapat meningkatkan harga diri dan mengubahpikiran negatif.Kata kunci : afirmasi positif, bullying, harga diri rendah, kekerasan dalam keluarga, , stud

    POLA HIDUP DENGAN KEJADIAN OBESITAS: LITERATURE REVIEW

    No full text
    Obesity is an abnormal condition characterized by an excessive increase in body fat, generally deposited in the subcutaneous tissue, around the organs, and sometimes infiltrated into the organs. Obesity occurs due to changes in lifestyle, for example, drinking a lot, smoking habits, consuming lots of fatty foods, consuming fast food (fast food) a lot, and low physical activity. The main factors causing central obesity are increased food intake and decreased energy expenditure. Physical activity is also associated with central obesity. It is known that regular physical exercise can lead to a significant decrease in body fat tissue. This is because physical exercise can increase fat-free tissue mass and reduce fat tissue mass.  Â

    FACTOR ASSOCIATED WITH CONTROL COMPLIANCE IN HYPERTENSION PATIENTS

    No full text
    Hypertension is a non-communicable disease that has a fairly high incidence. The World Health Organization (WHO) in 2019 reported 1.13 billion people in the world had hypertension. While the Basic Health Research (2018) reports that hypertension in Indonesia based on a doctor\u27s diagnosis in the population shows that there are 63,309,620 Indonesians who suffer from hypertension. Hypertension is an important public health challenge in adulthood worldwide. However, in developing countries, appropriate treatment is often still not optimal. Adherence to antihypertensive medication can have a major effect on blood pressure control. The purpose of this study was to determine the factors associated with adherence to hypertension control. This research method uses correlational descriptive with a retrospective research design. Collecting data using secondary data from patient medical records with a sample of 201 respondents (purposive sampling). The analysis technique used binary logistic regression test at a 95% confidence level. Factors related to hypertension control compliance are age (2.4%), education (3.5%), occupation (11.7% contribution) and the most dominant factor related to hypertension control compliance is occupation with 11.7% contribution

    Penggunaan Safety-Enginereed Device di Rumah Sakit (Kajian Literatur)

    No full text
    Kejadian needle stick injury menjadi masalah yang serius dalam bidang pekerjaan kesehatan dan menjadi persoalan keselamatan kerja yang harus dihadapi oleh tenaga kesehatan pada umumnya.  Insiden cedera karena tertusuk jarum dengan tidak sengaja atau yang biasa disebut needle stick injury tersebut merupakan salah satu permasalahan keselamatan kerja di rumah sakit yang paling sering dilaporkan serta berdampak sangat serius dan nyata. Salah satunya dapat meningkatkan resiko pajanan virus berbahaya ataupun penyakit yang menular hingga kematian, sehingga rumah sakit banyak menanggung kerugian karena insiden tersebut. Dalam rangka mengurangi angka kejadian needle stick injury terciptalah gagasan baru berupa penerapan perangkat yang dipercaya menjadi sebuah solusi bagi tenaga kesehatan untuk meminimalisir terjadinya needle stick injury di rumah sakit. Berdasarkan 5 literatur didapatkan bahwa penggunaan safety-enginereed device terbukti efektif untuk mengurangi angka kejadian needle stick injury di rumah sakit. Dalam mendukung penerapan safety-enginereed device berjalan efektif di rumah sakit dibutuhkan sikap disiplin dan ketelitian yang tinggi setiap petugas kesehatan dirumah sakit dan pedoman penggunaan serta sosialisasi penggunan dari safety-enginereed device tersebut. Efektifnya penggunaan safety-enginereed device dalam menurunkan insiden needle stick injury di rumah sakit, juga dapat menurunkan angka risiko terjadinya paparan infeksi dari pasien ke petugas medis

    Hubungan Fungsi Manajemen Kepala Ruang dengan Penerapan Keselamatan Pasien

    No full text
    Keselamatan pasien merupakan prioritas utama, keberhasilan penerapan keselamatan pasien salah satunya dengan penerapan kepala ruang dalam melaksanakan fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, mengatur staf, mengarahkan serta mengendalikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi manajemen kepala ruang dengan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit “X†Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini dengan penggunaan pendekatan kuantitatif desain cross sectional, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan didapat 106 perawat pelaksana. Penelitian menggunakan kuesioner dan analisis dengan alternatif uji Fisher Exact. Hasil analisis penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan antara fungsi manajemen kepala ruang dengan penerapan keselamatan pasien di Rumah Sakit “X†Kota Banjarbaru dengan p-value=0,024 (p<0,05). Pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan rekomendasi pelatihan terkait keselamatan pasien sehingga perawat pelaksana mempunyai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman yang lebih luas terhadap penerapan keselamatan pasien. Serta memberikan pembekalan terhadap kepala ruang dalam pengaturan keselamatan pasien di ruang rawat inap sehingga perawat pelaksana dapat menjalankan fungsinya dengan optimal

    THE EFFECTIVENESS OF POSTER MEDIA ON KNOWLEDGE AND SMOKING BEHAVIOR AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS IN BANDA ACEH

    No full text
    Smoking behavior in adolescents is still very concerning as it becomes a detrimental habit that isconsidered common by several teenagers around the world. Health education is an effort to supportbehavior changes in adolescents, including in changing their smoking behavior. This study aimed todetermine the effectiveness of poster media on increasing knowledge and decreasing smoking behavioramong high school students in Banda Aceh. This quantitative study used a quasi-experimental design withone group pre-test and post-test design involving 106 respondents. The intervention program to providehealth education using the poster as a media was carried out for 3 weeks. The effect of the intervention onparticipants was assessed using a questionnaire and processed using the SPSS program. The resultsshowed that the use of posters was increasing the mean score of students\u27 knowledge about the dangers ofsmoking (pre-test x Ì… = 15.57 and post-test x Ì… = 16.80, p-value = 0.000) and decreased behavior bad behaviorby 68.9%. About 28.3% bad behavior and 31.1% good behavior were changing into 71.7% good behavior.This means that there is a difference between the mean pre-test and post-test on smoking behavior (themean pre-test is 27.226 and the mean post-test is 33.679), with p-value = 0.000 <É‘ = 0.05. This indicatesthat health promotion using posters is effective and can be applied to increase knowledge and decreasesmoking behavior in high school students of Banda Aceh.Keywords: Health Education, Poster, Knowledge, Smoking Behavio

    TINJAUAN LITERATUR : PENERAPAN KOMPRES DINGIN UNTUK MENGURANGI NYERI DAN HEMATOMA PADA PASIEN POST PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION (PCI)

    No full text
    Coronary heart disease is a narrowing of blood vessels due to arteriosclerosis and atherosclerosis. Noninvasive intervention to open and widen blood vessels is Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Pain and hematoma is the most common microvascular complication following PCI.  One of the measures to reduce pain is by applying cold compress on the affected area. This study aims to determine the affect of cold compress on the  pain and hematoma reduction in post PCI patients. The method used in this study is literature review. Articles in this study is obtained from PubMed, Science Direct, Wiley, ProQuest and Springer Link database  from 2016 to 2021 by using “Percutaneous Coronary Intervention†or “ balloon angioplasty†or “Cardiac Catheterization†and “Application of cold†“Cold Compress†or “Ice bag†or “Ice pack†and “Pain†and “Hematomaâ€Â  as key words. The searching for the articles was based on the inclusion and exclusion criteria and followed by review. This study found five articles that were included in the analysis for a literature review. These articles describe the effectiveness of cold compress application on post PCI patients by means of its physiological effects such as blood vessels vasoconstriction, slowing tissue metabolism, increased blood viscosity and local anesthetic. The conclusion of the study is that cold compress proved to be effective in reducing pain and hematoma in post PCI patients.Penyakit jantung coroner merupakan penyempitan pembuluh darah karena arterosklerosis dan arterosklerotik. Intervensi noninvasive untuk membuka dan melebarkan pembuluh darah berupa Percutaneous Coronary Intervention  (PCI). Komplikasi mikrovaskuler sering dirasakan pasien setelah tindakan PCI yaitu nyeri dan hematoma. Salah satu tindakan untuk mengurangi nyeri adalah dengan pemberian kompres dingin. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kompres dingin untuk mengurangi nyeri dan hematoma pada pasien post PCI. Metode yang digunakan adalah literature review. Pencarian artikel di dapatkan dari PubMed, Science Direct, Wiley, ProQuest dan Springer Link dalam rentan waktu 2016-2021 dengan kata kunci“Percutaneous Coronary Intervention†or “ balloon angioplasty†or “Cardiac Catheterization†and “Application of cold†or “Ice bag†or “Ice pack†and “Pain†and “Hematomaâ€. Pencarian artikel disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi selanjutnya dilakukan review. Hasilnya terdapat 5 artikel yang masuk dalam analisa untuk dilakukan tinjauan literature. Artikel-artikel tersebut menjelaskan efektifitas pemberian kompres dingin pada pasien post PCI dengan cara efek fisiologisnya seperti vasokonstriksi pembuluh darah, memperlambat metabolisme jaringan, peningkatan viskositas darah, dan sebagai anestesi local. Simpulan studi bahwa kompres dingin terbukti efektif menurunkan nyeri dan hematoma pada pasien post PCI. Kata Kunci : Percutaneous Coronary Intervention, kompres dingin, nyeri dan hemato

    HUBUNGAN BULLYING VERBAL TERHADAP PENERIMAAN DIRI DAN HARGA DIRI REMAJA DI KELURAHAN KARANGTENGAH KECAMATAN NGAWI KABUPATEN NGAWI

    No full text
    Perilaku bullying saat ini masih banyak kita temukan di masyarakat, terutama dikalangan remaja, dan bullying yang paling sering dilakukan adalah bullying verbal seperti menjuluki, mengejek, meledek, menuduk dan menebar gosib. Perilaku bullying ini berdampak negative pada tugas perkembangan remaja. Dampak yang diakibatkan tidak hanya pada korban, tetapi juga pada pelaku serta penonton bullying. Pada korban salah satunya berpengaruh pada penerimaan diri dan harga diri remaja, jangka panjang remaja bisa ke perilaku depresi dan bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bullying verbal pada penerimaan diri dan harga diri remaja. Metode penelitian adalah cross sectional dengan populasi remaja di Kelurahan Karangtengah Kabupaten Ngawi sejumlah 138 remaja. Besar sampel yang dihitung didapatkan 102 responden dengan tehnik pengambilan sampel simple random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner Bulllying verbal, penerimaan diri dan Harga diri, kemudian dilakukan uji analisis menggunakan korelasi spearman. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara bullying verbal dengan penerimaan diri dengan nilai p=0,037 (p<0,05). bullying verbal dengan harga diri remaja dengan nilai p=0,000 (p<0,05), dan terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dengan harga diri remaja dengan p=0,000 (p<0,05). Remaja yang mendapatkan perilaku bullying secara verbal berpotensi menurunkan penerimaan diri disertai penurunan kepercayaan diri, dan secara perlahan mengikis harga diri mereka. Remaja yang mampu menerima dirinya dengan baik akan berpengaruh terhadap harga dirinya.Perilaku bullying saat ini masih banyak kita temukan di masyarakat, terutama dikalangan remaja, dan bullying yang paling sering dilakukan adalah bullying verbal seperti menjuluki, mengejek, meledek, menuduk dan menebar gosib. Perilaku bullying ini berdampak negative pada tugas perkembangan remaja. Dampak yang diakibatkan tidak hanya pada korban, tetapi juga pada pelaku serta penonton bullying. Pada korban salah satunya berpengaruh pada penerimaan diri dan harga diri remaja, jangka panjang remaja bisa ke perilaku depresi dan bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bullying verbal pada penerimaan diri dan harga diri remaja. metode penelitian adalah cross sectional dengan populasi remaja di Kelurahan Karangtengah Kabupaten Ngawi sejumlah 138 remaja. Besar sampel yang dihitung didapatkan 102 responden dengan tehnik pengambilan sampel simple random sampling. Uji analisis menggunakan korelasi spearman. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang signifikan antara bullying verbal dengan penerimaan diri dengan nilai p=0,037 (p<0,05). bullying verbal dengan harga diri remaja dengan nilai p=0,000 (p<0,05), dan terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dengan harga diri remaja dengan p=0,000 (p<0,05). Remaja yang mendapatkan perilaku bullying secara verbal berpotensi menurunkan penerimaan diri disertai penurunan kepercayaan diri, dan secara perlahan mengikis harga diri mereka. Remaja yang mampu menerima dirinya dengan baik akan berpengaruh terhadap harga dirinya

    Gambaran Tingkat Depresi pada Mahasiswa di Masa Pandemi: Narrative Review

    No full text
    Depresi ditandai dengan perasaan sedih dan cemas dan sangat lazim terjadi di kalangan mahasiswa. Di masa pandemi COVID-19, mahasiswa yang menjalani pembelajaran daring merasa bosan berada dirumah, tidak memahami materi perkuliahan secara optimal, dan merasa bingung dengan metode pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai tingkat depresi pada mahasiswa di masa pandemi. Penyusunan literature review dilakukan dengan pencarian artikel dengan topik Gambaran Tingkat Depresi pada Mahasiswa di Masa Pandemi pada database PubMed, EBSCO Cinahl, Sciencedirect dan Google Scholar. Kata kuncinya meliputi College Student, COVID-19, Depression, Depression levels. Kriteria inklusinya artikel tahun 2019-2021, berbahasa Indonesia dan Inggris, artikel dengan full-text, original articles, dan artikel yang membahas tingkat depresi pada mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan banyak hal yang menimbulkan depresi pada mahasiswa, akan tetapi secara umum pandemi COVID-19 dan akibat yang terjadi karena pandemi COVID-19 seperti perkuliahan daring menjadi sistem pembelajaran baru yang rentan menimbulkan depresi pada mahasiswa. Kesimpulannya berdasarkan temuan penelitian yang menunjukkan tingginya kejadian depresi dan gangguan kecemasan pada mahasiswa selama masa pandemi COVID-19

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇