Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
Not a member yet
    566 research outputs found

    HUBUNGAN AKTIFITAS FISIK DENGAN TINGKAT STRES PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI

    No full text
    The number of elderly people in Indonesia is increasing which occurs with increasing age which has an impact on their health, such as physical activity in the elderly which is caused by the aging process and the process of the occurrence of a disease. In line with the high number of elderly people who suffer from hypertension, one of which is caused by a lack of physical activity. Risk factors for hypertension include obesity, salt consumption, alcohol consumption, coffee drinking habits, physical activity, stress, and smoking (Herawati et al., 2020).The purpose of this study was to determine the relationship between physical activity and stress levels in elderly people with hypertension. The research design is a correlational descriptive quantitative study. The survey questionnaire was used by researchers to measure physical activity in elderly hypertensives with the IPAQ questionnaire and to measure stress levels using the DASS-42 questionnaire. The results of the bivariate analysis obtained sig. P = 0.145> 0.005, the data stated that there was no significant relationship between physical activity and stress levels in elderly hypertension.Keywords: physical activity, stress level, elderly, hypertension

    Gaya Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Keterikatan dan Kinerja Perawat

    No full text
    Keterikatan dan kinerja perawat merupakan komponen penting dalam mencapai tujuan Rumah Sakit. Pelayanan keperawatan berperan penting dalam mencapai tujuan Rumah Sakit sehingga kepemimpinan seorang perawat menjadi kunci dalam keberhasilan pelayanan tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis penelitian tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadap keterikatan kerja dan kinerja perawat di Rumah Sakit.  Penelitian ini merupakan Literature review dengan penelusuran artikel melalui database elektronik Pubmed, Emerald dan Sciencedirect yang diterbitkan dari tahun 2011-2021 dan memenuhi kriteria inklusi. Proses review menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-​Analyses (PRISMA).  Sepuluh artikel menunjukkan kepemimpinan memiliki pengaruh positif terhadap keterikatan kerja. Lima artikel menunjukkan kepemimpinan memiliki pengaruh posisitif terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit. Kepemimpinan menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap keterikatan kerja dan kinerja perawat. Selain itu, dipengaruhi juga oleh faktor lain dari sumberdaya pekerjaan dan individu. Kepemimpinan memiliki peran penting dalam meningkatkan keterikatan kerja dan kinerja perawat di Rumah Sakit sehingga dapat mencapai tujuan dan kinerja organisasi yang baik

    Efektifitas Instrumen Dokumentasi Asuhan Keperawatan Pasien Hemodialisis Berbasis STARKES 2022

    No full text
    Dokumentasi keperawatan memiliki peranan yang sangat penting dalam pengambilan keputusan perawatan dan keamanan pasien yang mengandung nilai profesionalisme. Proses keperawatan merupakan pendekatan professional yang dilakukan untuk mengidentifikasi, mendiagnosis dan mengatasi respon manusia terhadap kesehatan dan penyakit. Studi ini bertujuan untuk melakukan telaah secara sistematis untuk melakukan pengembangan instrument dokumentasi asuhan keperawatan pada pasien hemodialisis berbasis STARKES 2022. Metode penelitian ini adalah menggunakan literatur review. Proses penyeleksian artikel dilakukan menggunakan PICOS. pencarian literatur melalui database dengan kriteria kualitas tinggi dan sedang, yaitu Scopus, ProQuest, Science Direct dan PubMed. Sebelum melanjutkan pada pencarian artikel atau jurnal harus menggunakan dan boolean operator. Hasil studi menunjukkan sebanyak 297 artikel ditemukan, berasal dari empat database: 198 Ebsco, 41 Science Direct dan 58 PubMed. Hasil pemilihan artikel sesuai dengan kriteria inklusi 15 artikel. Perlu adanya audit untuk mengevaluasi kelengkapan dokumentasi proses asuhan keperawatan sehingga akan meningkatkan mutu rumah sakit

    Inhalasi Herbal Ektrak Daun Salam dan Fisioterapi Dada sebagai Langkah Pencegahan dan Meningkatkan Ekspektorasi Bersihan Jalan Nafas Pasca ISPA

    No full text
    Infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA adalah infeksi yang terjadi di saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam.  ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. ISPA disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan bagian atas. Beberapa jenis virus yang sering menyebabkan ISPA adalah: Rhinovirus, Respiratory syntical viruses (RSVs), Adenovirus, Parainfluenza virus,Virus influenza,Virus Corona. Sementara itu, beberapa jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan ISPA adalah: Streptococcus, Haemophilus, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumonia, Mycoplasma pneumonia,Chlamydia. Adapun beberapa penyakit yang termasuk ke dalam ISPA adalah: Batuk pilek (common cold), Sinusitis, Radang tenggorokan akut (faringitis akut), Laringitis akut, Pneumonia, COVID-19. Bersihan jalan napas tidak efektif merupakan ketidakmampuan membersihkan secret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan kepatenan jalan napas. Dampak yang ditimbulkan jika bersihan jalan napas tidak efektif tidak tertangani akan menimbulkan penderita mengalami sesak napas dikarenakan terdapat dahak atau sputum yang sulit keluar dan penderita akan mengalami obstruksi pada jalan napas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif salah satunya adalah terapi inhalasi herbal extrak daun salam dilanjutkan dengan fisioterapi dada. Hasil dari kegiatan pengabdian masayarakat ini adalah 100% kader kesehatan di kelurahan Cekelan mengetahui cara melakukan teknik inhalasi herbal daun salam dan fisioterapi  dada untuk mengatasi ISPA

    Edukasi Pemenuhan Gizi Seimbang pada Anak Sekolah

    No full text
    Pedoman gizi seimbang perlu diperkenalkan kepada anak-anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah dengan pendidikan gizi. Hasil penelitian Februhartanthy membuktikan bahwa pendidikan gizi yang dilakukan pada anak usia sekolah efektif untuk mengubah pengetahuan dan sikap terhadap makanan. Anak usia sekolah lebih mudah untuk mengubah perilaku dibandingkan dengan orang dewasa. Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Ngudi Waluyo memberikan edukasi tentang gizi seimbang yang diberikan kepada anak usia sekolah. Tujuan program pengadian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah dasar mengenai pedoman gizi seimbang. Pengetahuan akan memengaruhi sikap dan praktik gizi seimbang dalam keseharian. Praktik gizi seimbang diharapkan dapat mengurangi masalah gizi di kalangan anak

    PERMAINAN BONEKA TANGAN TERHADAP KECEMASAN ANAK 4-6 TAHUN DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG

    No full text
    Hospitalisasi anak di Rumah Sakit adalah prosedur tindakan medis membuat anak merasa tidak nyaman dan merasa terancam sehingga menimbulkan rasa cemas. Upaya untuk mengurangi kecemasan melakukan terapi permainan boneka tangan. Permainan boneka tangan adalah permainan yang dilakukan dengan media boneka tangan membuat anak berimajinasi menggunakan teknik bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan boneka tangan terhadap kecemasan anak hospitalisasi 4-6 tahun. Metode yang digunakan adalah Pre-Experimental design dengan rancangan menggunakan One group pretest-posttest, sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Responden penelitian ini berjumlah  35 responden. Instrument pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor kecemasan sebelum dilakukan terapi permainan boneka tangan adalah 50,63 yaitu berada pada cemas berat dan nilai rata-rata setelah dilakukan terapi permainan boneka tangan adalah 31,37 yaitu berada pada cemas sedang. Berdasarkan uji T dependen didapatkan nilai P value =  0,001 (≤ 0,05) sehingga ada pengaruh yang signifikan antara permainan boneka tangan terhadap kecemasan anak. Kesimpulan ada pengaruh permainan boneka tangan terhadap kecemasan anak hospitalisasi 4-6 tahun di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang

    Fatigue Management Through Aerobic Physical Exercise in Children with Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) : A Literature Review

    No full text
    Cancer related fatigue (CRF) is a serious symptom and often appears in pediatric patients with ALL, during chemotherapy and also at the end of treatment. The aim of this literature study is to look at physical exercises that can be done to reduce fever symptoms in pediatric patients with ALL. This research uses literature study with descriptive type of study. Obtained 3 articles using keywords, articles were obtained from Google Scholar, Proquest, and Pubmed. The three articles published between 2011-2021 with the research methods of each article were randomized controlled trials (RCTs) and quasi-experimental. Based on the results of several research articles, it was found that physical exercise combined with aerobics was proven to be effective in dealing with fatigue, increasing muscle strength and improving the quality of life of pediatric patients with ALL. This is consistent with studies that the advantage of physical exercise is hypertrophy, namely an increase in the mass of muscle cells that is triggered by neural factors in a repetitive exercise program. Meanwhile, aerobic exercise is related to the function of the respiratory system and stroke volume. This is consistent with studies that the advantage of physical exercise is hypertrophy, namely an increase in the mass of muscle cells that is triggered by neural factors in a repetitive exercise program. Meanwhile, aerobic exercise is related to the function of the respiratory system and stroke volume. Keywords: Children, Acute Lyphoblastic Leukemia (ALL), Pyhsical Exercise, Muscle Strengt

    Pengaruh Pemberian Baby Massage Menggunakan Virgin Coconut Oil Terhadap Kualitas Tidur pada Bayi usia 3 – 10 Bulan

    No full text
    Sleep is a main priority for babies, because at this time neuro-brain repair occurs and approximately 75% of growth hormone is produced. Sleep has a major impact on mental, emotional, and physical health, as well as the immune system. Babies who are sleep deprived are more susceptible to signs of impaired intelligence, such as difficulty concentrating, poor memory and loss of creativity. One of the factors that can affect growth and development is sleep quality. The quality of baby sleep can be stimulated through the act of giving baby massage. The purpose of this study was to analyze the effect of giving baby massage using Virgin Coconut Oil on sleep quality in infants aged 3-10 months. The design of this study used one group pre-test post-test group. The sampling technique was done by purposive sampling with the number of respondents as many as 16 infants aged 3 -10 months at the Toddler Posyandu, Pabelan Village, Kartasura, Sukoharjo. Data collection using the Brief Infant Sleep Questionnaire instrument to measure sleep quality. Data analysis in this study used the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that before being given massage the majority of the baby\u27s sleep quality was poor, as many as 11 respondents (68.8%), then after being given a massage for 3 weeks there was an increase in sleep quality where as many as 14 respondents (87.5%) had good sleep quality. The results of the comparison test of baby massage between before and after massage with VCO obtained a p value of 0.002 (p value <0.05). Conclusion: there is an effect of baby massage using VCO on the quality of sleep in infants aged 3 -10 months.    Tidur merupakan prioritas utama bagi bayi, karena pada saat inilah terjadi repair neuro-brain dan kurang lebih 75% hormon pertumbuhan diproduksi. Tidur berpengaruh besar pada mental, emosional, dan fisik kesehatan, serta sistem kekebalan tubuh. Bayi yang kurang tidur lebih rentan mengalami tanda-tanda gangguan kecerdasan, seperti kesulitan berkonsentrasi, daya ingat lemah dan hilangnya kreativitas. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah kualitas tidur. Kualitas tidur bayi dapat distimulus melalui tindakan pemberian baby massage. Tujuan peneliltian adalah menganalisis pengaruh pemberian massage baby menggunakan  Virgin Coconut Oil terhadap kualitas tidur pada bayi usia 3-10 bulan. Desain penelitian ini menggunakan one group pre-test post-test group. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 16 bayi usia 3 -10 bulan di Posyandu Balita Desa Pabelan, Kartasura, Sukoharjo. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen Brief Infant Sleep Questionnaire untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan pemijatan mayoritas kualitas tidur bayi buruk sebanyak 11 responden (68,8%), kemudian setelah diberikan pemijatan selama 3 minggu terjadi peningkatan kualitas tidur dimana sebanyak 14 responden (87,5%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil uji komparasi pijat bayi antara sebelum dan sesudah pemijatan dengan VCO didapatkan nilai p value 0,002 (nilai p value <0,05). Kesimpulan : terdapat pengaruh baby massage menggunakan VCO terhadap kualitas tidur pada bayi usia 3 -10 bulan. Tidur merupakan prioritas utama bagi bayi, karena pada saat inilah terjadi repair neuro-brain dan kurang lebih 75% hormon pertumbuhan diproduksi. Tidur berpengaruh besar pada mental, emosional, dan fisik kesehatan, serta sistem kekebalan tubuh. Bayi yang kurang tidur lebih rentan mengalami tanda-tanda gangguan kecerdasan, seperti kesulitan berkonsentrasi, daya ingat lemah dan hilangnya kreativitas. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah kualitas tidur. Kualitas tidur bayi dapat distimulus melalui tindakan pemberian baby massage. Tujuan peneliltian adalah menganalisis pengaruh pemberian massage baby menggunakan  Virgin Coconut Oil terhadap kualitas tidur pada bayi usia 3-10 bulan. Desain penelitian ini menggunakan one group pre-test post-test group. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 16 bayi usia 3 -10 bulan di Posyandu Balita Desa Pabelan, Kartasura, Sukoharjo. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen Brief Infant Sleep Questionnaire untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan pemijatan mayoritas kualitas tidur bayi buruk sebanyak 11 responden (68,8%), kemudian setelah diberikan pemijatan selama 3 minggu terjadi peningkatan kualitas tidur dimana sebanyak 14 responden (87,5%) memiliki kualitas tidur baik. Hasil uji komparasi pijat bayi antara sebelum dan sesudah pemijatan dengan VCO didapatkan nilai p value 0,002 (nilai p value <0,05). Kesimpulan : terdapat pengaruh baby massage menggunakan VCO terhadap kualitas tidur pada bayi usia 3 -10 bulan

    HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING DENGAN DETEKSI STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN SAWAHAN

    No full text
    Ibu merupakan orang yang pertama memberikan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang balita. Pengetahuan ibu diperlukan sebagai upaya mencegah dan menangani terjadinya stunting. Stunting menjadi permasalahan yang hingga kini menjadi faktor penting untuk penerus bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang stunting dengan deteksi stunting pada balita di Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2022 dengan jumlah responden 68 menggunakan teknik purposive sampling kepada ibu yang memiliki balita usia 0-24 bulan. Pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan stunting,  setelah anak diukur panjang badan atau tinggi badan oleh kader saat posyandu. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan p-value 0,03 (<0.05) yang artinya ada hubungan yang signifikan, antara tingkat pengetahuan ibu dengan deteksi stunting pada balita. Untuk calon ibu dan orang tua hendaknya selalu meningkatkan pengetahuan. Perubahan perilaku dapat terjadi sebagai tindakan pencegahan mengurangi prevalensi stunting yang dapat mengganggu tumbuh kembang balita dimasa depan.Ibu merupakan orang yang pertama memberikan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang balita. Pengetahuan ibu diperlukan sebagai upaya mencegah dan menangani terjadinya stunting. Stunting menjadi permasalahan yang hingga kini menjadi faktor penting untuk penerus bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang stunting dengan deteksi stunting pada balita di Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2022 dengan jumlah responden 68 menggunakan teknik purposive sampling kepada ibu yang memiliki balita usia 0-24 bulan. Pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan stunting,  setelah anak diukur panjang badan atau tinggi badan oleh kader saat posyandu. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi-square didapatkan p-value 0,03 (<0.05) yang artinya ada hubungan yang signifikan, antara tingkat pengetahuan ibu dengan deteksi stunting pada balita. Untuk calon ibu dan orang tua hendaknya selalu meningkatkan pengetahuan. Perubahan perilaku dapat terjadi sebagai tindakan pencegahan mengurangi prevalensi stunting yang dapat mengganggu tumbuh kembang balita dimasa depan

    GAMBARAN PERILAKU BULLYING DAN PERILAKU MENCARI BANTUAN REMAJA SMP DI KOTA DENPASAR

    No full text
    Perilaku bullying adalah perilaku kekerasan yang menyalahgunakan kekuasaan berlangsung terus menerus kepada seseorang yang dirasa lemah dan tidak berdaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran perilaku dan karakteristik perilaku bullying di kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Partisipan berasal dari SMP negeri dan swasta yang berada di Kota Denpasar yang dipilih secara acak dari 34 SMP negeri dan 53 SMP swasta. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner perilaku bullying. Analisis data menggunakan SPSS versi 26 dan menggunakan distribusi frekuensi. Sebanyak 13.1% remaja menjadi pelaku bullying, 86.9% menjadi korban bullying. Bentuk perilaku bullying yang dialami yaitu bullying verbal (67.3%), bullying fisik (13.1%) dan bullying sosial (19.6%), remaja memotivasi diri untuk lebih baik (25%) namun sisanya merasa tidak nyaman dan timbul perasaan negatif pada diri. Sebanyak 65.2% menyatakan mencari bantuan dan 53.3% menyatakan bercerita terkait perilaku bullying yang dialami sedangkan sisanya memilih menyimpan sendiri. Hasil menunjukkan bahwa kejadian perilaku bullying pada remaja cukup tinggi sedangkan remaja masih belum sepenuhnya mampu mencari bantuan dalam menyelesaikan masalah yang dialaminya.Perilaku bullying adalah perilaku kekerasan yang menyalahgunakan kekuasaan berlangsung terus menerus kepada seseorang yang dirasa lemah dan tidak berdaya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran perilaku dan karakteristik perilaku bullying di kota Denpasar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Partisipan berasal dari SMP negeri dan swasta yang berada di Kota Denpasar yang dipilih secara acak dari 34 SMP negeri dan 53 SMP swasta. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner perilaku bullying. Analisis data menggunakan SPSS versi 26 dan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Sebanyak 13.1% remaja menjadi pelaku bullying, 86.9% menjadi korban bullying. Bentuk perilaku bullying yang dialami yaitu bullying verbal (67%), bullying fisik (12%) dan bullying sosial (21%), remaja memotivasi diri untuk lebih baik (25%) namun sisanya merasa tidak nyaman dan timbul perasaan negatif pada diri. Sebanyak 65.2% menyatakan mencari bantuan dan 53.3% menyatakan bercerita terkait perilaku bullying yang dialami sedangkan sisanya memilih menyimpan sendiri. Kesimpulan: Hasil menunjukkan bahwa kejadian perilaku bullying pada remaja cukup tinggi sedangkan remaja masih belum sepenuhnya mampu mencari bantuan dalam menyelesaikan masalah yang dialaminya. Saran: Perlu adanya edukasi dalam mencegah perilaku bullying dan kegiatan promosi dan prevensi kesehatan mental harus menjadi dasar intervensi remaja disekolah

    0

    full texts

    566

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Persatuan Perawat Nasional Indonesia: PPNI Jawa Tengah Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇